Zain Muhammad - Pemuda yang memiliki hobi Membaca, Menulis, Fotografi, dan Berpetualang -

Alat Musik Jambi

6 min read

alat-musik-jambi

Alat musik jambi – Jambi termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang nama Ibu Kotanya memiliki nama yang sama dengan nama provinsinya, selain Gorontalo, Bengkulu, dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Jambi juga merupakan salah satu provinsi yang terletak di pesisir timur di bagian tengah Pulau Sumatera.

Jambi bukan hanya terkenal dengan berbagai macam destinasi wisatanya saja, namun juga terdapat budaya seperti alat musik tradisional jambi yang turut dijaga dan perlu kita pelajari.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kita akan bersama-sama membahas mengenai apa saja alat musik jambi? Dan bagaimana cara memainkannya?

Fungsi dan Sejarah Singkat Alat Musik Daerah Jambi

alat-musik-tradisional-jambi
source: pixabay.com

Alat musik Jambi, merupakan seperangkat kesenian yang digunakan oleh masyarakat Jambi sebagai hiburan dan dijadikan sebagai pengiring acara adat pada waktu-waktu tertentu.

Jambi memiliki berbagai macam alat musik yang dapat dimainkan dengan cara ditiup ataupun dipukul menggunakan tangan.

Fungsi lain dari alat musik tradisional Jambi yaitu, sebagai pengiring pertunjukan seni tari yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas suatu pencapaian dalam masyarakat.

Adapun pemain alat musik ini dapat dilakukan baik oleh pria ataupun wanita. Hanya saja dari sekian banyak alat musik di daerah Jambi, terdapat beberapa alat musik yang memang dimainkan oleh orang khusus saja.

Dengan kata lain, tidak sembarang orang dapat memainkannya, karena membutuhkan sebuah keterampilan khusus untuk memainkannya.

Daftar Alat Musik Tradisional Jambi

Terdapat beraneka ragam alat musik Jambi, baik dari jenis alat musik petik, alat musik tiup, ataupun alat musik pukul. Berikut ini adalah daftar alat musik tradisional Jambi yang dapat dipelajari:

1. Gambus Jambi

alat-musik-tradisional-jambi
source: riauberbagi.blogspot.com

Alat musik gambus adalah alat musik daerah Jambi yang diperkenalkan pertamakali oleh Bangsa Timur Tengah pada saat melakukan pedagangan ke Indonesia.

Pada saat ini, alat musik gambus Jambi memiliki sedikit transformasi berupa penambahan jumlah senar hingga 3-12 senar.

Umumnya selain di Jambi, gambus juga banyak digunakan di berbagai macam daerah di Indonesia sebagai pengiring kegiatan atau pementasan kesenian tradisional.

Hal tersebut dikarenakan suara yang dihasilkan oleh gambus sangat cocok dengan musik tradisional Indonesia.

Gambus dimainkan dengan cara dipetik.

2. Rebana Sike

alat-musik-tradisional-jambi
source: id.wikipedia.com

Rebana sike merupakan alat musik yang memiliki fungsi sama dengan rebana lainnya.

Nama “sike” sendiri diambil dari kata “zikir”, karena rebana sike memang dimainkan sebagai pengiring pada saat pembacaan berjanggut (yaitu pujian-pujian terhadap Sang Pencipta).

Pada saat memainkan rebana sike, sebenarnya terdapat tiga perpaduan seni, yaitu vokal, gerak, dan musik.

Karena biasanya para pemain akan membacakan lirik puji-pujian yang diselingi dengan gerakan tertentu, atau lebih sering disebut dengan koreografi.

Rebana sike termasuk alat musik pukul yang terbuat dari bahan kayu dan kulit.

3. Gendang Melayu

gendang-melayu
source: alampedia.blogspot.com

Dilihat dari bentuknya, Gendang melayu khas Jambi ini sudah sangat berbeda dengan gendang yang berasal dari daerah lain di Indonesia.

Gendang Melayu Jambi ini terbuat dari bahan bongkot kelapa dan kulit binatang ternak seperti kambing, dan kerbau. Sedangkan jalinan rotan berfungsi untuk mengencangkan kulit pada gendang tersebut.

Gendang Melayu dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan kedua tangan sambil dipeluk dalam posisi duduk.

Supaya menghasilkan bunyi yang lebih nyaring, pada lingkaran kulit bagian dalam dipasak dengan menggunakan rotan bulat yang disebut dengan sentung.

Alat musik yang satu ini lebih sering digunakan sebagai polaritme lagu-lagu daerah serta pengiring tari, dan lagu-lagu Melayu Jambi lainnya.

4. Gendang Panjang Dua Sisi

gendang-panjang-dua-sisi
source: singlevoice.net

Gendang panjang dua sisi, merupakan alat musik yang dibuat dengan menggunakan bahan kayu bulat yang tengahnya sudah dihilangkan, dan kemudian diselaputi oleh kulit hewan.

Selain di Jambi, sebenarnya alat musik ini juga terdapat di daerah Bangka Belitung.

Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan cara dipukul pada bagian dua buah sisi kanan dan kiri yang diseliputi oleh kulit.

5. Sekdu

alat-musik-tradisional-jambi
source: gpwisataindonesia.wordpress.com

Sekdu merupakan alat musik yang terbuat dari bahan bambu kecil dengan diameter antara 1-2 cm. Umumnya alat musik yang satu ini dimainkan oleh masyarakat Melayu tua dalam berbagai upacara adat.

Sekdu dimainkan dengan cara ditiup.

Secara bentuk, sekdu memang hampir mirip dengan seruling, hanya saja yang membedakannya adalah bentuk pada bagian untuk meniup.

Adapun nada yang dihasilkan dari alat musik ini adalah do, re, mi, sol, dan la. Dikarenakan tidak ada “fa” sehingga membuat sekala slendro.

6. Serdam

alat-musik-tradisional-jambi
source: budaya-indonesia org

Serdam merupakan alat musik sejenis suling, hanya saja serdam memiliki ukuran yang lebih besar, dan hanya memiliki 5 lubang yang menghasilkan tangga nada “do, re, mi, sol, la, dan si.”

Suara yang dihasilkan dari alat musik serdam cukup merdu, sehingga dapat membuat pendengarnya merasakan kesedihan yang menyayat hati.

Adapun serdam dibuat dengan menggunakan bahan dasar bambu, yang memiliki diameter sekitar 1 cm dengan panjang sekitar 25,5 cm.

Umumnya serdam hanya diamainkan sebagai hiburan saja, namun sesekali juga dimainkan bersama dengan alat musik instrumen lainnya.

7. Serangko

serangko-alat-musik-jambi
source: indonesiacraft.co.id

Serangko merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup.

Alat musik serangko dibuat dengan menggunakan bahan perpaduan antara tanduk kerbau dan bambu bulat, sehingga membuat serako memiliki panjang sekitar 1m – 1,5 m.

Di daerah Kerinci, dulu serangko digunakan sebagai terompet perang, atau juga sebagai alat peringatan suatu kejadian semisal musibah kematian, atau menginformasikan kepada warga sekitar bahwa suatu musibah mendekat.

8. Kompangan

alat-musik-tradisional-jambi
source: ilmusunnah.com

Kompangan termasuk salah satu alat musik yang cukup terkenal dikalangan adat Melayu. Sekilas alat musik kompangan memang hampir menyerupai dengan “rebana sike”, hanya saja ukurannya relatif lebih kecil dan lebih tipis.

Alat musik kompangan sebenarnya alat musik pendatang yang berasal dari Arab. Diperkirakan alat musik ini masuk ke tanah Melayu pada masa Kesultanan Malaka, yang dibawa oleh para pedagang India Muslim.

Kompangan dimainkan dengan menggunakan teknik pukulan yang bersahut-sahutan. Umumnya sebuah grup musik kompangan berisi sekitar 8-15 pemain.

Selain dimainkan sebagai hiburan, kompangan juga turut dimainkan dalam kegiatan penting semisal upacara adat di daerah Jambi.

9. Keromong

alat-musik-keromong
source: infobaru.id

Sekilas alat musik keromong hampir mirip dengan alat musik tradisional Sumatera Barat, yaitu “talempong” atau “bonang Minang.”

Keromong juga sering disebut “kelintang perunggu”, ia merupakan alat musik tradisional Melayu Jambi yang dimainkan dengan cara dipukul.

Bahan dasar pembuatan alat musik keromong yaitu dengan menggunakan perunggu yang dicampur dengan logam.

10. Kelintang Jolo

alat-musik-kelintang-jolo
source: semuatentangprovinsi.blogspot.com

Kelintang jolo adalah alat musik yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar kayu yang dibelah, dengan ukuran panjang yang berbeda.

Kayu tersebut disusun dan dianyam menggunakan tali, dan pada saat dimainkan memiliki tangga nada berupa “do, re, mi, sol, dan la.”

Walapun bahan baku yang yang digunakan pada kelintang jolo sama dengan kelintang kayu, peletakkan pada saat alat musik ini dimainkan sangat jauh berbeda.

Kelintang jolo dimainkan dengan cara dijinjing menggunakan tali, sedangkan kelintang kayu diletakkan pada tempatnya secara horizontal.

11. Kelintang Kayu

alat-musik-tradisional-jambi
source: encyclopedia.jakarta-tourism.go.id

Pada zaman dulu, alat musik kelintang kayu sangat terkenal di kalangan masyarakat Jambi, karena pada masa itu Jambi masih dikuasai oleh kerajaan Melayu, dan alat musik ini sangat sering dimainkan oleh para bangsawan yang diiringi dengan syair berupa nasehat.

Hingga saat ini, alat musik kelintang kayu masih termasuk alat musik yang dapat dengan mudah kita temui di kota Jambi.

Bahan dasar pembuatannya yaitu sama dengan “kelintang jolo”, hanya saja jumlah kayu yang digunakan lebih banyak yaitu sekitar 14 buah.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tongkat stik berbentuk silinder, yang juga terbuat dari kayu.

12. Kelintang Cangor

alat-musik-kelintang-cangor
source: semuatentangprovinsi.blogspot.com

Kelintang cangor merupakan alat musik yang hampir sama dengan “kelintang jolo.” Kelintang cangor dibuat dengan menggunakan bahan dasar bambu, yang merupakan hasil pengolahan Taman Budaya Jambi.

Adapun bahan bambu yang digunakan berukuran panjang 40 cm atau setara satu ruas bambu dibelah dua. Kemudian sembilunya dicungkil sama halnya pada cangor.

Alat musik Jambi yang satu ini dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan dua buah pemukul yang dibuat dari rotan.

Tangga nada yang digunakan pada alat musik ini yaitu “do, re, mi, sol, dan la.”

13. Marawis

alat-musik-marawis
source: gpswisataindonesia.wordpress.com

Marawis merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul langsung menggunakan tangan (sama seperti rebana). Pada umumnya alat musik marawis ini dimainkan secara berkelompok atau yang lebih sering disebut dengan “band marawis.”

Selain itu alat musik ini juga sangat kental dengan budaya ketimuran, sehingga tidak jarang alat musik marawis dimainkan pada lagu-lagu yang memiliki makna pujian dan kecintaan terhadap Tuhan YME.

14. Puput Kayu

alat-musik-tradisional-jambi
source: andromeda21.com

Puput kayu adalah alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini tidak jauh berbeda dengan alat musik serunai yang berasal dari Minang, Sumatera Barat.

Alat musik puput kayu dibuat dengan bahan baku kayu yang dilengkapi dengan lidah-lidah sebagai alat bantu tiup. Pada badannya terdapat tujuh lubang nada.

Pada umumnya alat musik Jambi yang satu ini dimainkan sebagai pelengkap pada saat mengiringi tarian dan lagu tradisional Jambi.

15. Cangor (Gangor)

alat-musik-jambi
source: percepat.com

Cangor adalah alat musik Jambi yang dibuat dengan menggunakan bahan baku bambu. Bambu dipotong dengan ukuran panjang sekitar 40 cm, kemudian pada bagian kulit bambu dicunkil dan diganjal menggunakan bantalan kayu.

Alat musik cangor termasuk kedalam jenis alat musik indiokordofon. 

Pada saat ini dapat dengan mudah ditemui di Kabupaten Bungo, Sarolangun, Merangin, Kerinci, dan Tebo.

Alat musik Jambi yang satu ini dapat dimainkan dengan cara dipukul menggunakan dua buah tongkat kecil yang terbuat dari rotan.

Adapun tangga nada yang dihasilkan dari alat musik cangor yaitu “do, re, mi, sol, dan la.”

16. Akordeon

alat-musik-tradisional-jambi
source: initu.id

Akordeon adalah alat musik tradisional yang sejenis dengan organ, hanya saja alat musik ini tidak menggunakan listrik dalam memainkannya.

Yaitu cukup dengan menenkannya supaya bisa menghasilkan nada yang diinginkan.

Alat musik akordeon lebih sering digunakan pada saat pementasan musik tradisional di daerah Jambi. Hal tersebut dikarenakan suara yang dihasilkan dari alat musik ini sangat cocok dengan musik-musik suku Melayu yang merupakan suku asli dari daerah Jambi.

17. Gong Jambi

alat-musik-gong
source: obayaku.wordpress.com

Gong adalah salah satu alat musik yang dapat dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pukul yang sudah didesain secara khusus.

Dengan dipukul, maka alat musik gong akan menghasilkan bunyi membranofon.

Sekian

Demikianlah pembahasan kita mengenai alat musik Jambi yang dapat kalian pelajari dan jadikan sebagai referensi.

Semoga pembahasan tersebut dapat menambah wawasan kita dan juga menambah kecintaan terhadap kesenian yang ada di Indonesia.

Akhir kata, semoga pembahasan-pembahasan tersebut dapat bermafaat, sekian dan terimakasih 🙂

Zain Muhammad - Pemuda yang memiliki hobi Membaca, Menulis, Fotografi, dan Berpetualang -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.