Zain Muhammad - Pemuda yang memiliki hobi Membaca, Menulis, Fotografi, dan Berpetualang -

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

5 min read

alat-musik-tradisional-sumatera-barat

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat – Sumatera Barat (Sumbar), merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumatera dengan Padang sebagai ibu kotanya.

Sebagaimana namanya, wilayah ini menempati sepanjang pesisir barat Sumatera bagian tengah, serta sejumlah pulau dilepas pantainya seperti kepulauan Mentawai.

Dari utara ke selatan, provinsi dengan wilayah seluas 42.297, 30 km² ini langsung berbatasan langsung denan empat provinsi, yaitu provinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu.

Mengapa Sumatera Barat? Yap, karena pada kesempatan kali ini kita akan bersama-sama mempelajari dan membahas mengenai alat musik tradisional Sumatera Barat.

Sejarah Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

sejarah-alat-musik-sumatera-barat
source: saribundo.biz

Perkembangan musik Minang di Sumatera Barat sudah ada sejak tahun 1950-an, yaitu ditandai dengan hadirnya Orkes GumarangElly Kasim, Tiar Ramon, dan Nurseha yang tidak lain adalah penyanyi asal Sumatera Barat yang terkenal di 1970-an hingga saat ini.

Pada saat ini para penyanyi, pencipta lagu, dan penata musik di Sumatera Barat bernaung di bawah organisasi PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagi Penata musik Rekaman Indonesia) dan PARMI (Persatuan Artis Minang Indonesia).

Nuansa Minangkabau yang terdapat di setiap musik Sumatera Barat yang dicampur dengan jenis musik apapun saat ini pasti akan terlihat dari setiap karya lagu yang beredar di tengah masyarakat.

Hal ini dikarenakan musik Minang dapat diracik dengan aliran musik jenis apapun, sehingga enak didengar dan dapat diterima oleh masyarakat dengan mudah.

Musik Minangkabau berupa intrumentalia dan lagu-lagu daerah ini pada umumnya memiliki sifat melankolis.

Karena hal tersebut berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan, serta kecintaan pada kampung halaman yang tinggi.

Daftar Nama Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Cukup banyak sekali jenis dan kegunaan alat musik tradisional Sumatera Barat. Berikut ini adalah 15 macam alat musik tradisional Sumatera Barat:

1. Saluang

Saluang merupakan alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat. Alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang, yang dimana orang Minangkabau menyebutkan bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat saluan berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai.

Selain itu, saluang juga merupakan jenis alat musik tiup yang memiliki empat lubang.

Panjang saluang berkisar 40-60 cm, dengan diameter 3-4 cm.

Saluang dapat menghasilkan bunyi dengan cara ditiup pada sudut tepi atau rongga bagian atasnya. Sebagaimana dalam prinsip fisika akustik, tiupan yang keluar dari mulut akan menggetarkan dinding bagian dalam, demikian pula dengan saluang.

2. Gendang Tabuik

alat-musik-tradisional-sumatera-barat
source: sumbar.antarnews.com

Gendang tabuik menurut sejarahnya, tabuik berasal dari “orang India” yang turut serta bersama pasukan Islam Thamil di Bengkulu sekitar abad ke-18.

Setelah perjanjian London muncul pada abad yang sama, kemudian Bengkulu dikuasai oleh Belanda, dan akhirnya banyak masyarakat yang menyebar hingga ke Pariaman.

Cukup banyak acara adat yang masih memiliki terkaitan dengan tradisi Islam, salah satunya adalah Oyak Tabuik yang ada di Pariaman.

3. Bansi

alat-musik-tradisional-sumatera-barat
source: bstmfibua.wordpress.com

Bansi merupakan suling Minang dengan 7 lubang (seperti rekoder) dibagian sisinya, bansi memiliki bentuk pendek, serta dapat digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional maupun modern karena memiliki nada standar (diaktonik).

Bansi termasuk jenis alat jenis aerophon karena membutuhkan udara atau tiupan utuk menghasilkan irama.

Ukuran alat musik bansi sekitar 33,5-36 cm, dengan garis tengah sekitar 2,5-3 cm. Bahan dasar pembuatan yaitu dari talang (bambu tipis) atau sariak (sejenis bambu kecil yang tipis).

4. Serunai (Klarinet Minang)

alat-musik-tradisional-sumatera-barat
source: nesabamedia.com

Sarunai biasanya lebih sering dimainkan untuk hiburan masyarakat Minang yang sudah lelah bekerja seharian di ladang dan sawahnya.

Dengan corong berukuran besar yang ada di ujungnya, instrumen ini menghasilkan suara yang merdu.

Pada perkembangannya, sarunai Minang juga digunakan dan dimainkan dalam berbagai upacara adat seperti upacara pesta panen, upacara awal tanam padi, serta menjadi musik pengiring latihan dan pertandingan pencak silat.

5. Talempong (Bonang Minang)

alat-musik-talempong
source: indonesiakaya.com

Talempong merupakan alat musik yang tersusun dari beberapa gong kecil, dengan ukuran beragam yang menghasilkan nada-nada melodis pada saat dipukul.

Di Jawa talempong lebih sering disebut dengan bonang.

Bahan dasar pembuatannya yaitu dari besi ataupun kuningan. Umumnya talempong juga dimainkan bersama alat musik tradisional Sumatera Barat lainnya pada waktu pertunjukan upacara adat.

6. Pupuik Tanduak

alat-musik-pupuik-tanduak
source: indonesiakaya.com

Sesuai dengan namanya, alat musik tradisional Sumatera Barat yang satu ini dibuat menggunakan bahan tanduk kerbau (hoorn). Ia dimainkan dengan cara ditiup.

Pada zaman dahulu alat musik ini digunakan sebagai sarana atau pemberi isyarat kepada masyarakat atau warga kampung.

Misalnya untuk pemberitahuan pada saat waktu shubuh atau maghrib, serta jika ada pengumuman dari pemuka kampung.

Pupuik tanduk, semakin keras ditiup bunyinya akan semakin melengking memekik telinga.

Pupuik tanduak tidak berfungsi sebagai alat pengiring nyanyian atau tarian, sehingga hanya sebagai peluit, tanpa lubang, dan hanya memiliki nada tunggal.

7. Rabab Minang

rabab-minang
source: dictio.id

Rabab Minang berasal dari budaya Melayu. Alat musik yang satu ini dimainkan dengan cara digesek, umumnya digunakan untuk mengiringi cerita-cerita atau petuah-petuah yang disampaikan oleh orangtua kepada anaknya.

Dengan adanya iringan rabab, pesan atau petuah yang terdapat di dalam cerita akan semakin mudah untuk diingat.

Rabab juga termasuk ke dalam jenis alat musik gesek yang digunakan untuk mengiringi tradisi cerita yang disebut dengan cerita nagari.

Bunyi dari alat musik ini lah yang digunakan untuk memberikan suasana pada jalannya cerita yang disampaikan.

8. Tambua

alat-musik-tambua-minang
source: libertymagz.com

Tambua atau tambur merupakan gendang besar yang membrannya terbuat dari bahan kulit kambing. Tambua tidak dimainkan oleh orang tunggal, namun dimainkan secara berkelompok.

Umumnya tambua digunakan dalam perayaan panen atau upacara adat lainnya. Satu kelompok yang terdiri dari 6 orang akan menabuh tambua secara bersama-sama dalam satu irama.

9. Pupuik Batang Padi

pupuik-batang-padi
source: pelangiholiday.com

Pupuik Batang Padi sebenarnya merupakan alat musik yang sekedar dimainkan pada saat waktu senggang, seperti saat petani Minang istirahat dari pekerjaannya memanen padi.

Di ujung ruas batang dibuat lidah, apabila ditiup akan menghasilkan celah, sehingga dapat menghasilkan bunyi.

Sedangkan pada ujungnya dililit menggunakan daun kelapa yang dibentuk menyerupai terompet. Bunyinya melengking dan nada dapat dihasilkan dari permainan jari pada lilitan daun kelapa.

Suaranya yang nyaring melengking menjadi pengiring wajib dalam berbagai upacara adat, seperti upacara panen.

10. Tansa

alat-musik-tradisional-sumatera-barat
source: antarfoto.com

Tansa merupakan alat musik yang memiliki bentuk seperti kuali dengan diameter 14 inch. Alat musik tansa dibuat dengan menggunakan bahan aluminium, yang permukaannya ditutup dengan menggunakan kulit tipis.

Zaman dahulu alat musik tansa dibuat dengan menggunakan bahan berupa kulit kijang, namun seiring berjalannya waktu kulit kijang sudah tidak digunakan lagi, dan sekarang tanasa hanya menggunakan mika plastik (drum head).

11. Talempong Batu Talang Anau

talempong-batu-talang-anau
source: youtobe.com

Talempong batu talang anau merupakan alat musik tradisional Sumatera Barat yang terletak di Payakumbuh.

Talempong yang ditemukan di Talang Anau Suliki ini sangat berbeda dengan talempong pada umumnya, karea ia terbuat dari batu dengan ukuran yang cukup besar.

Talempong batu Talang Anau ini berjumlah 6 buah, dan sudah ada sejak zaman dahulu.

Bunyi yang dihasilkan dari alat musik satu ini persis seperti talempong biasanya, sehingga ia disebut dengan Batu Talempong Talang Anau.

12. Aguang (Gong Minang)

alat-musik-tradisional-sumatera-barat
source: id.wikipedia.org

Aguang merupakan istilah “gong” di dalam bahasa Minang. Aguang memiliki bentuk yang sama dengan gong di daerah lain, seperti Jawa, Sunda, Melayu, dan lain sebagainya.

Gong umumnya bersifat pukulan kesatu, ketiga, ataupun penutup. Sedangkan gong kecil pada pukulan kedua dan keempat. Kemudian juga terdapat variasi sesuai dengan rentaknya.

13. Gandang

alat-musik-tradisional-sumatera-barat
source: pinterest.com

Sama halnya dengan aguang, Gandang juga merupakan istilah “gendang” di dalam bahasa Minang (dalam bahasa Karo Batak “gondang”).

Gandang juga memiliki bentuk yang sama dengan gendang di daerah-daerah lain, seperti Batak, Sunda, Jawa, Melayu, dan lain sebagainya.

Cara memainkannya juga sama, yaitu dengan sisi lingkaran kecil di sebelah kiri dan yang lebih besar ada di sebelah kanan. Hanya saja cara memukul disetiap daerahnya berbeda-beda.

Nama populer lain yaitu dikenal dengan sebutan “Gendang Tabuik”, yang berkembang di daerah Pariaman.

Hingga sekarang alat musik satu ini masih dapat dijumpai. Adapun daerah tempat menjumpainya yaitu di daerah Maninjau dan daerah Padang Pariaman.

Pada umumnya gandang dimainkan pada saat upacara ritual yang diadakan di daerah Maninjau dan Padang Pariaman.

14. Biola Minang

biola-minang
source: budaya-indonesia.org

Tentu bukan menjadi suatu hal yang asing ketika mendengar kata biola. Ya, alat musik yang satu ini merupakan termasuk ke dalam alat musik tradisional Minang.

Namun bukan sembarangan biola, biola yang diklaim sebagai alat musik Minangkabau tentu terlebih dahulu melewati proses modifikasi.

Adapun pengerjaan modifikasi dilakukan berdasarkan selera daerah lokal atau tradisional Minang.

15. Sampelong

alat-musik-tradisional-sumatera-barat
source: pemudafm.com

Sampelong adalah alat musik aerofon yang berasal dari nagari Talang Maur, kecamatan Mungka, kabupaten Limapuluh Kota.

Nada sampelong merupakan nada-nada lagu Budha. Hal ini dibuktikan dengan kesamaannya dengan nada yang ada di negara Thailand.

Bahan yang digunakan untuk membuat sampelong adalah bambu. Untuk menghasilkan bunyi yang bagus, maka dibutuhkan sebuah bambu yang telah matang atau kadar airnya sudah habis.

Sekian

Demikianlah pembahasan kita mengenai alat musik tradisional Sumatera Barat yang dapat kalian pelajari dan jadikan sebagai referensi.

Akhir kata semoga pembahasan-pembahasan tersebut dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih.

Zain Muhammad - Pemuda yang memiliki hobi Membaca, Menulis, Fotografi, dan Berpetualang -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.