Apa Beda Modal Individu Dan Modal Umum?

Apa Beda Modal Individu Dan Modal Umum
jenis-jenis modal Modal Yang dimaksud dengan modal adalah barang-barang atau peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan proses produksi. Modal dapat digolongkan berdasarkan sumbernya, bentuknya, berdasarkan pemilikan, serta berdasarkan sifatnya. Berdasarkan sumbernya, modal dapat dibagi menjadi dua: modal sendiri dan modal asing.

  • Modal sendiri adalah modal yang berasal dari dalam perusahaan sendiri.
  • Misalnya setoran dari pemilik perusahaan.
  • Sementara itu, modal asing adalah modal yang bersumber dari luar perusahaan.
  • Misalnya modal yang berupa pinjaman bank.
  • Berdasarkan bentuknya, modal dibagi menjadi modal konkret dan modal abstrak.

Modal konkret adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi. Misalnya mesin, gedung, mobil, dan peralatan. Sedangkan yang dimaksud dengan modal abstrak adalah modal yang tidak memiliki bentuk nyata, tetapi mempunyai nilai bagi perusahaan.

Misalnya hak paten, nama baik, dan hak merek. Berdasarkan pemilikannya, modal dibagi menjadi modal individu dan modal masyarakat. Modal individu adalah modal yang sumbernya dari perorangan dan hasilnya menjadi sumber pendapatan bagi pemiliknya. Contohnya adalah rumah pribadi yang disewakan atau bunga tabungan di bank.

Sedangkan yang dimaksud dengan modal masyarakat adalah modal yang dimiliki oleh pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum dalam proses produksi. Contohnya adalah rumah sakit umum milik pemerintah, jalan, jembatan, atau pelabuhan. Terakhir, modal dibagi berdasarkan sifatnya: modal tetap dan modal lancar.

  • Modal tetap adalah jenis modal yang dapat digunakan secara berulang-ulang.
  • Misalnya mesin-mesin dan bangunan pabrik.
  • Sementara itu, yang dimaksud dengan modal lancar adalah modal yang habus digunakan dalam satu kali proses produksi.
  • Misalnya, bahan-bahan baku.
  • Macam dan Jenis Perkiraan atau Akun dalam Akuntansi : Harta / Aset / Aktiva, Kewajiban / Hutang / Pasiva dan Modal – Akutansi A.

Harta / Aset / Aktiva Harta adalah benda baik yang memiliki wujud maupun yang semu yang dimiliki oleh perusahaan. Klaim atas harta yang tidak berwujud disebut ekuitas / equities yang dapat mendatangkan manfaat di masa depan. Aktiva Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari.

  1. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit.
  2. Aset biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti: 1.
  3. Aset lancar 2.
  4. Investasi jangka panjang 3.
  5. Aset tetap 4.
  6. Aset tidak berwujud 5.
  7. Aset pajak tangguhan 6.
  8. Aset lain 1.
  9. Harta Lancar / Aktiva Lancar / Current Assets Harta lancar adalah harta yang berbentuk uang tunai maupun aktiva lainnya yang dapat ditukarkan dengan uang tunai dalam jangka satu tahun.

Contoh : piutang dagang, biaya atau beban dibayar di muka, surat berharga, kas, emas batangan, persediaan barang dagang, pendapatan yang akan diterima, dan lain sebagainya.2. Harta Investasi / Aktiva Ivestasi / Investment Assets Harta Investasi adalah harta yang diinvestasikan pada produk-produk investasi untuk mendapatkan keuntungan.

  • Contoh : Reksadana, saham, obligasi, dan lain-lain.3.
  • Harta Tak Berwujud / Intangible Assets Aset tak berwujud adalah harta yang tidak memiliki bentuk tetapi sah dimiliki perusahaan dan dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
  • Contoh : Merk dagang, hak paten, hak cipta, hak pengusahaan hutan / hph, franchise, goodwill, dan lain sebagainya.4.

Harta Tetap / Aktiva Tetap / Fixed Assets Harta tetap adalah harta yang menunjang kegiatan operasional perusahaan yang sifatnya permanen kepemilikannya. Contoh : Gedung, mobil, mesin, peralatan dan perlengapan kantor, dan lain-lain.5. Harta Lainnya / Other Assets Harta lain adalah perkiraan atau akun yang tidak dapat dikategorikan pada harta atau aset di atas baik dalam bentuk aset tetap, aset investasi, aset tak berwujud dan aset lancar.

  • Contoh : Mesin rusak, uang jaminan, harta yang masih dalam proses kepengurusan yang sah, dan lain-lain.
  • B. Kewajiban / Hutang / Pasiva / Liabilities
  • Hutang adalah kewajiban perusahaan pada pihak ketiga untuk melakukan sesuatu yang pada umumnya dalah pembayaran uang, penyerahan barang maupun jasa pada waktu-waktu tertentu.

1. Hutang Lancar / Kewajiban Lancar / Current Liabilities Hutang lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam tempo satu tahun. Contoh : hutang dagang, beban yang harus dibayar, hutang dagang, hutang pajak, pendapatan diterima di muka, dan lain sebagainya.2.

  • Hutang Jangka Panjang / Long-Term Liabilities Hutang jangka panjang adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari setahun.
  • Contoh : Hutang hipotek, hutang obligasi yang jatuh tempo lebih dari setahun, hutang pinjaman jangka panjang, dan lain sebagainya.3.
  • Hutang lain-lain / Other Payable Perkiraan atau akun ini digunakan untuk mencatat hutang lain yang tidak termasuk pada hutang lancar dan hutang jangka panjang.

Contoh : uang jaminan, hutang pada pemegang saham, dan lain sebagainya.C. Modal / Capital Modal adalah hak milik atas kekayaan dan harta perusahaan yang berbentuk hutang tak terbatas suatu perusahaan kepada pemilik modal hingga jangka waktu yang tidak terbatas.

  1. Contoh Modal : modal disetor, prive, modal komanditer, laba ditahan, agio saham, saham preferen & biasa, simpanan-simpanan, sisa hasil usaha atau shu, dan lain sebagainya.
  2. Tambahan : – Rumus Aktiva —> Aktiva = Kewajiban + Modal
  3. Utang

Utang adalah sesuatu yang dipinjam. Seseorang atau badan usaha yang meminjam disebut debitur. Entitas yang memberikan utang disebut kreditur. Metode pencatatan utang Ada dua metode pencatatan utang, yaitu account payable procedure dan voucher payable procedure.

Dalam account payable procedure, catatan utang adalah berupa kartu utang yang diselenggarakan untuk setiap kreditur, yang memperlihatkan catatan mengenai nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran, dan saldo utang. Dalam voucher payable procedure, tidak menggunakan kartu utang.

Tapi menggunakan arsip voucher yang disimpan dalam arsip menurut abjad atau menurut tanggal jatuh temponya. Arsip bukti kas keluar ini berfungsi sebagai catatan utang. Hutang Jangka Panjang Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember.

Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek.

Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek Timbulnya Hutang Jangka Panjang Saat skala operasional perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan dibutuhkan sejumlah dana.

  • Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
  • Keuntungan menarik obligasi Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
  • Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
  • Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
  • Sebaliknya juga terdapat hal yang kurang menguntungkan antara lain : Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian
  • Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.
  • Jenis Hutang Jangka Panjang Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan pada dua golongan yaitu :

Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana dari pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.

  1. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut
  2. UTANG JANGKA PENDEK
  3. KONSEP UTANG JANGKA PENDEK

Utang Jangka Pendek adalah Utang yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun dengan menggunakan sumber-sumber yang merupakan aktiva lancar atau yang menimbulkan utang lancar itu sendiri.Utang itu sendiri adalah pengorbanan ekonomi yang wajib dilakukan oleh perusahaan di masa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva atau pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan atau tansaksi pada masa sebelumnya.

  • Yang termasuk utang lancar, antara lain : Utang Usaha, utang wesel, utang deviden, uang muka penjualan pungutan pihak ketiga, biaya yang harus dibayar, utang pajak, utang bersyarat, biaya jaminan, penawaran promosi, utang jaminan kemasan.
  • A.UTANG JANGKA PENDEK YANG SUDAH PASTI
  • Utang jangka pendek dikatakan sudah pasti bila memenuhi dua syarat :

Kewajiban membayar sudah pasti, artinya sudah terjadi transaksi yang menimbulkan kewajiban membayar. Jumlah yang harus dibayar sudah pasti. Utang-utang yang memenuhi dua syarat di atas terdiri dari berbagai jenis utang sebagai berikut : 1. Utang usaha 2.

Utang wesel 3. Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam periode itu 4. Utang deviden.5. Utang pajak 6. Uang muka dan jaminan yang dapat diminta kembali.7. Dana yang dikumpulkan untuk pihak ketiga.8. Utang biaya (biaya yang masih akan dibayar).9. Pendapatan diterima di muka. Ada juga utang yang kepastiaan / ketidakpastiaannya tergantung cara pengadministrasiannya.

Biaya jenis tersebut adalah biaya yang harus dibayar. Kalau pembeli dan penjual dapat menghitung besarnya biaya, maka biaya yang harus dibayar tersebut termasuk jenis utang yang sifatnya pasti. Sebaliknya, kalau hanya penjual saja yang dapat menghitung besarnya biaya, misalnya biaya telepon, maka biaya yang harus dibayar tersebut termasuk jenis utang yang mengandung ketidakpastian.

  1. Adapun faktur atau pesanan pembelian tersebut membuat adanya kepastiaan yang tinggi mengenai tanggal jatuh tempo dan jumlah utang, serta nama kreditur.
  2. Utang Wesel Utang wesel adalah utang yang disertai dengan dokumen formal, wesel yang timbul sebagai akibat perdagangan barang ditarik melalui suatu perjanjian antara bank dan penarik wesel.

Ada dua macam wesel yaitu wesel berbunga dan wesel tidak berbunga. Dalam wesel berbunga dicantumkan besarnya tarif bunga.pada hari jatuh wesel, nilai wesel sama dengan harga nominal wesel ditambah bunga mulai dari tanggal penarikan wesel sampai tanggal jatuh tempo dan wesel tidak berbunga tidak dicantumkan bunga dengan demikian nilai nominal wesel sama dengan nilai wesel pada hari jatuh temponya : jenis-jenis modal

Apa yang dimaksud dengan modal individu?

Modal Perseorangan –

Jenis modal perseorangan adalah modal yang diperoleh dari mereka yang memiliki fungsi untuk memudahkan berbagai aktivitas dan akan memberikan laba pada pemiliknya. Contoh dari modal perseorangan ini adalah deposito, properti pribadi, saham, dll.

Apa itu modal secara umum?

Prof. Bakker mengartikan modal ialah baik yang berupa barang-barang kongkret yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan yang terdapat di neraca sebelah debit, maupun berupa daya beli atau nilai tukar dari barang-barang itu yang tercatat di sebelah kredit.

Modal menurut jenisnya dibedakan menjadi modal apa saja?

Jenis-jenis modal – Dalam buku Dasar-Dasar Kewirausahaan (2019) karya Choms Gary Ganda dan kawan-kawan, dijelaskan beberapa jenis modal, yaitu:

Berdasarkan sumber modal

Berdasarkan sumbernya, modal dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Modal internal

Sumber modal internal adalah modal yang diperoleh dari internal suatu perusahaan, biasanya diperoleh dari hasil penjualan. Modal jenis ini sulit digunakan untuk mengembangkan produksi karena sifatnya yang terbatas dan sulit mengalami peningkatan signifikan. Baca juga: Sistem Ekonomi: Definisi dan Jenisnya

Modal eksternal

Sumber modal eksternal adalah modal yang diperoleh dari luar perusahaan. Modal eksternal biasanya digunakan untuk mengembangkan produksi karena sifatnya tidak terbatas. Modal eksternal biasanya berasal dari pinjaman bank, koperasi, atau sumber modal lainnya. Modal eksternal juga bisa diperoleh dari investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan.

Berdasarkan fungsi

Berdasarkan fungsinya, modal dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Modal perseorangan

Modal perseorangan merupakan modal yang berasal dari seseorang yang berfungsi untuk memudahkan berbagai aktivitas dan memberikan laba kepada pemiliknya. Contohnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain.

Modal sosial

Modal sosial merupakan modal yang dimiliki oleh masyarakat di mana modal tersebut memberikan keuntungan bagi masyarakat secara umum dalam melakukan kegiatan produksi. Contohnya jalan raya, pasar, pelabuhan, dan lain-lain. Baca juga: Pembagian Ilmu Ekonomi dan Cabang-Cabang Ilmu Ekonomi

Berdasarkan wujud

Berdasarkan wujudnya, modal dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Modal konkret merupakan modal yang dapat dilihat secara kasat mata atau berwujud. Contoh modal konkret adalah bahan baku, mesin, tanah, dan lain-lain.
  2. Modal abstrak merupakan modal yang tidak bisa dilihat secara kasat mata atau tidak berwujud. Contoh modal abstrak adalah skill tenaga kerja, keterampilan, dan lain-lain.

Berdasarkan sifatnya

Berdasarkan sifatnya, modal dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Modal tetap adalah modal yang bisa dipergunakan berkali-kali dalam proses produksi.
  2. Modal lancar adalah modal yang habis sekali pakai dalam proses produksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Apa yang dimaksud dengan modal dan sebutkan contoh modal?

Modal – Pengertian, Jenis dan Contohnya | Tokopedia Kamus Bagikan “n uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dan sebagainya; harta benda (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan dan sebagainya: ia menanam -nya dalam perusahaaan itu.” Kamus Besar Bahasa Indonesia “n ki barang yang digunakan sebagai dasar atau bekal untuk bekerja (berjuang dan sebagainya): keberanian merupakan – pertama dalam ujian.” Kamus Besar Bahasa Indonesia “Sejumlah dana yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha, pada perusahaan umumnya diperoleh dengan cara menerbitkan saham (capital).” Otoritas Jasa Keuangan Modal adalah kumpulan dari uang atau barang yang digunakan untuk menjalankan suatu usaha.

Ata modal banyak digunakan dalam bisnis. Suatu bisnis pasti membutuhkan modal untuk menjalankannya. Misalnya, Anda ingin membuka usaha jualan Bakso. Anda membutuhkan modal berupa uang atau barang-barang untuk memulainya. Barang-barang yang misalnya bisa digunakan untuk modal adalah barang yang memiliki nilai jual.

Dalam kasus membuka usaha Bakso tersebut bisa berupa barang yang bisa digunakan untuk usaha seperti alat masak, meja, bangku, dan lain sebagainya. Bisa juga berupa barang yang dijual untuk mendapatkan uang sebagai modal. Nantinya uang tersebut digunakan untuk keperluan usaha tersebut.

Sewa Tempat, Untuk membayar uang sewa tempat baik itu ruko atau gedung dibutuhkan modal. Nantinya tempat ini digunakan untuk usaha yang akan menghasilkan keuntungan. Membeli Bahan Produksi, Darimana bahan produksi dibeli kalau tidak dari modal? Oleh sebab itu manfaat dari modal sangat terasa untuk membeli bahan produksi. Gaji Karyawan, Pada awal menjalankan usaha, modal juga digunakan untuk menggaji karyawan. Kalau usaha sudah maju, maka keuntungan dari usaha tersebutlah yang digunakan untuk menggaji karyawan. Simpanan, Modal juga digunakan sebagai simpanan dalam usaha. Ini karena tidak semua modal dialokasikan untuk keperluan usaha. Singkat kata, simpanan ini bisa digunakan juga sebagai dana darurat.

: Modal – Pengertian, Jenis dan Contohnya | Tokopedia Kamus

Jelaskan apa saja yang termasuk modal insani?

28 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Modal Insani (Human Capital) Dahulu pada umumnya, organisasi hanya menekankan pada pemeliharaan aset modal keuangan yang biasa kita kenal dengan sebutan tangible asset. Tetapi seiring dengan revolusi pengetahuan, para ahli mulai memperbincangkan tentang kemampuan akan modal dapat diukur, tumbuh, dan hilang apabila karyawan tersebut juga meninggalkan organisasi di mana mereka bekerja.

  • Selanjutnya karyawan diperhitungkan sebagai aset bagi perusahaan dengan kategori intangible asset.
  • Wright et al.
  • 2001) yang dikutip Al Ma‟ani dan Jaradat (2010) menjelaskan bahwa cakupan intangible asset meliputi human capital, social capital, psychological capital dan organizational capital.
  • Emudian Mulyadi (2007) menggolongkan intangible asset dalam tiga kelompok, yaitu (1) modal insani (human capital), modal informasi, dan modal organisasi, (2) proses yang produktif dan cost effective, (3) customer capital.

Elemen manusia menjadi pengaruh yang potensial bagi kesuksesan organisasi, pada kenyataannya sekarang organisasi yang ingin bersaing dan bertahan harus memperhatikan sumber daya manusianya sebagai penggerak keunggulan bersaing dalam berbisnis. Kemampuan modal insani dalam menerapkan ilmu dan pengetahuan ke dalam pekerjaan mereka yang menjadikan suatu perusahaan memiliki keunggulan dalam bersaing.

  • Tangible asset akan mengalami proses penuaan begitu dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu produk tetapi tidak demikian dengan modal insani.
  • Satusatunya sumber daya yang memiliki kemampuan untuk belajar dan bertumbuh adalah sumber daya manusia.
  • Oleh karena itu, melalui pemberdayaan karyawan, sumber daya manusia dapat dikembangkan secara penuh potensinya untuk memberikan kontribusi yang optimum dalam menghasilkan suatu produk.

Modal insani menggambarkan kemampuan yang dibawa dan dibutuhkan setiap individu karyawan yang akan mengarah pada peningkatan nilai tambah ekonomi di seluruh area bisnis, dan dapat dikatakan sebagai investasi bagi organisasi.29 Terdapat berbagai pengertian mengenai modal insani.

  1. Pada Tabel 2 berikut ini beberapa ahli menjelaskan mengenai pengertian modal insani yang dikutip oleh Al Ma‟ani dan Jaradat (2010). Tabel 2.
  2. Pengertian Modal Insani (Human Capital) Penulis Koulopowlos (1999) OECD (1999) Fitz-enz (2000) Reinhardt (2001) Schultz et al.
  3. 2002) Xu et al.
  4. 2002) Weatherly (2003) Fernands et al.

(2004) Rauch et al. (2005) Al-Ali et al. (2006) Yaseen (2007) Pengertian Akumulasi nilai dari pengetahuan yang tersedia bagi organisasi. Modal insani meliputi pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang terkandung dalam individu karyawan dan terkait dengan aktivitas ekonomi mereka.

  1. Modal insani merupakan pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan dan digunakan dalam proses produksi, yang dapat diukur oleh pelatihan dan pengembangan dan sistem insentif.
  2. Total tenaga kerja dan pengetahuan mereka mengenai pekerjaan yang terdiri dari elemen-elemen, seperti: kompetensi, keterampilan, sikap terhadap pekerjaan, jawaban yang tepat dan motivasi.

Modal insani merupakan pengetahuan, keterampilan, kemampuan para karyawan dalam memberikan solusi bagi pelanggan. Modal insani meliputi pengetahuan, keterampilan, kemampuan dari karyawan. Kumulatif total dari pengalaman, posisi, pengetahuan dan kreativitas, energi, dan antusiasme yang diperlihatkan oleh orang untuk berinvestasi dalam bisnisnya.

Pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi dan tinggal dalam benak karyawan, dan pihak lain yang berada di luar organisasi. Yang termasuk dalam modal insani adalah pengalaman belajar dan keahlian yang dimiliki oleh karyawan. Keseluruhan pengalaman dan pengetahuan, kemampuan, antusiasme, kreativitas dan kualitas yang dimiliki para karyawan pada sebuah organisasi.

You might be interested:  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Memenuhi Kewajiban Perpajakan?

Kombinasi dari pengetahuan, pembelajaran, kompetensi inti para karyawan dalam rangka mencapai tujuan, programprogram di organisasi dan tugas-tugas fungsional mereka. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa modal insani merupakan keterpaduan pengetahuan, pembelajaran, pengalaman, kompetensi inti, keterampilan, kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap karyawan yang ada dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Sehingga para kebanyakan ahli teori modal insani memfokuskan pada investasi dalam beberapa tipe pendidikan dan 30 pengembalian pada dampak investasi (return on investment) tersebut dari intangible asset pada modal insani.2.2 Modal Insani, Produktivitas dan Laba Perusahaan 2.2.1 Produktivitas Produktivitas dapat dikatakan sebagai gejala dari prestasi karyawan, misalnya jika karyawan tersebut produktif maka dapat dikatakan karyawan tersebut berprestasi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa hal tersebut berkaitan dengan pencapaian tujuan perusahaan, yaitu untuk meningkatkan produktivitas kerja guna menjaga kelangsungan hidupnya. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan, baik dari diri karyawan tersebut atau berasal dari lingkungan tempat kerjanya.

Menurut Gomes (1995) beberapa faktor produktivitas antara lain: a) Pengetahuan (knowledge) Pengetahuan merupakan akumulasi hasil proses pendidikan baik yang bersifat formal maupun non formal yang memberikan kontribusi terhadap seseorang di dalam pemecahan masalah termasuk dalam melakukan dan menyelesaikan pekerjaan.

b) Keterampilan (skill) Keterampilan merupakan kemampuan teknis mengenai bidang tertentu yang bersifat kekaryaan. c) Kemampuan (ability) Kemampuan terbentuk dari sejumlah kompetensi yang dimiliki oleh seorang karyawan. Pengetahuan dan keterampilan termasuk faktor pembentuk kemampuan.

Jadi apabila seseorang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang tinggi, diharapkan memiliki ability yang tinggi. d) Sikap dan perilaku (attitude and behavior) Sangat erat hubungan antara kebiasaan dan perilaku. Attitude merupakan suatu kebiasaan yang terpolakan. Jika kebiasaan yang terpolakan tersebut memiliki implikasi positif dalam hubungannya dengan perilaku kerja seseorang maka akan menguntungkan dalam artian apabila kebiasaan- 31 kebiasaan karyawan baik, maka hal tersebut dapat menjamin perilaku kerja yang baik.

Dengan kondisi karyawan seperti ini, maka produktivitas dapat dipastikan dapat terwujud.2.2.2 Produktivitas dan Modal Insani Salah satu faktor yang paling penting mempengaruhi produktivitas karyawan adalah modal insani. Mulyadi (2007) menyatakan bahwa sumber utama pemborosan dan rendahnya produktivitas adalah kualitas manusia.

Oleh karena itu, jika perusahaan ingin mengurangi biaya dan/atau meningkatkan produktivitas secara signifikan, langkah-langkah strategik yang ditempuh oleh perusahaan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas modal insani. Terdapat beberapa fakta tentang modal insani yang perlu dipahami oleh manajemen dalam usaha pelipatgandaan kinerja perusahaan, seperti yang diuraikan oleh Mulyadi (2007) berikut ini.1.

Modal insani adalah satu diantara beberapa aktiva perusahaan yang dapat berkembang. Hampir semua aktiva perusahaan, seperti gedung, mesin, peralatan mengalami depresiasi pada hari aktiva tersebut digunakan untuk menghasilkan suatu produk. Di lain pihak, modal insani yang merupakan suatu aktiva yang melekat dalam otak dan hati karyawan dapat dan harus bertumbuh jika suatu perusahaan menginginkan kemakmuran.

Tugas manajer adalah menjadikan produktif pengetahuan yang dikuasai karyawan dan mengubah modal insani untuk menghasilkan value bagi customer.2. Modal insani mudah dibawa pergi. Sumber daya manusia memiliki keterampilan dan pengetahuan yang melekat dalam dirinya. Dalam era teknologi informasi ini, pengetahuan merupakan alat produksi dominan untuk menghasilkan produk bagi customer.

Karyawan yang memiliki modal insani yang tinggi dapat disamakan dengan sukarelawan. Mereka dapat menemukan peluang pekerjaan di berbagai perusahaan sehingga memiliki kesempatan untuk memilih di mana mereka akan bekerja. Seorang sukarelawan hanya akan memberikan komitmennya bila ia merasakan adanya ikatan emosional dengan suatu perusahaan.

  • Modal insani yang dimiliki oleh karyawan sebagai “sukarelawan” menjadi lebih penting dengan 32 semakin meningkatnya karyawan berpindah ke perusahaan lain.
  • Manajer tidak lagi cukup menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk menjadikan suatu pekerjaan terlaksana melainkan mereka harus mencari cara lain untuk mendapatkan komitmen dari karyawan yang memiliki modal insani yang tinggi.3.

Modal insani dalam suatu perusahaan berhubungan langsung dengan persepsi customer terhadap perusahaan. Banyak perusahaan yang melakukan investasi ratusan juta untuk pelatihan para manajer dan eksekutif agar dapat berpikir startegik dan bertindak secara global.

Sedangkan tidak sedikit pula perusahaan membiarkan pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan langsung dengan customer diserahkan kepada karyawan baru, tidak terlatih, tidak memiliki komitmen dan bahkan tidak memiliki kompetensi untuk menjawab pertanyaan customer. Sebagai akibatnya, citra perusahaan di mata customer menjadi tidak baik.

Kesan customer diperoleh pada waktu customer membeli produk dan melakukan pembayaran kepada karyawan di mana hal tersebut juga harus diimbangi dengan mutu produk yang dibeli oleh customer, pelayanan purna jual dan pelayanan lainnya.4. Modal insani menarik sumber daya lain menjadi satu.

  1. Modal insani merupakan faktor penting dalam perusahaan.
  2. Investasi dalam pabrik, teknologi, produk baru, sistem distribusi, dan pemasaran hanya akan berfungsi jika mendapat sentuhan modal insani.
  3. Sebagai konsekuensinya manajer harus menciptakan, membangun, dan mempertahankan modal insani dalam unit kerjanya, karena hanya modal insani yang dapat menarik berbagai sumber daya lain untuk dimanfaatkan dalam menghasilkan value terbaik bagi customer.

Tidak ada satu pun aktiva keuangan (financial asset) perusahaan yang memiliki kemampuan untuk menggabungkan berbagai sumber daya guna menghasilkan sinergi. Selain itu, tantangan perubahan yang cepat dalam lingkungan bisnis yang ditandai dengan era teknologi informasi, suatu pekerjaan berubah menjadi knowledge-based works, yaitu pengetahuan menjadi basis untuk melaksanakan pekerjaan.

  • Pekerjaan menjadi kompleks, terintegrasi serta sarat akan ilmu dan pengetahuan.
  • Nowledge workers menjadi dominan dalam memproduksi produk.33 Akhirnya, knowledge workers tidak lagi dapat dengan mudah digantikan oleh karyawan lain.
  • Berdasarkan hal tersebut, maka modal insani haruslah dikelola dengan baik.2.2.3 Laba dan Modal Insani Laba merupakan indikasi kesuksesan dari suatu badan usaha.

Walaupun tidak semua organisasi perusahaan menjadikan laba sebagai tujuan utamanya, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa pada organisasi non profit pun laba diperlukan untuk bertahan hidup. Bagi perusahaan yang bertujuan untuk memaksimalisasi laba, laba dapat menjamin eksistensi perusahaan baik dalam operasi maupun dalam kemampuan untuk memberikan deviden yang memuaskan kepada para pemegang saham.

  • Modal insani adalah aset yang paling berharga dalam perusahaan khususnya intellectual capital-nya.
  • Manusialah yang mengatur suatu perusahaan dan yang menyatakan nilai tambah.
  • Dengan kata lain manusia khususnya kemampuannya, kebijaksanaannya, atau daya intelektualnya memiliki arti penting dan memiliki peranan yang sangat besar dalam mengelola suatu perusahaan.

Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, kinerja perusahaan tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan financial return, melainkan juga kemampuan melipatgandakannya dalam jangka panjang. Karena itu diperlukan pelipatgandaan kinerja perusahaan khususnya kinerja modal insani.

Kemampuan suatu perusahaan/organisasi dalam mengembangkan dan menggunakan pengetahuan kolektif atau modal insani untuk mencapai tujuan organisasi merupakan hal yang sangat penting bagi kemampuannya untuk menghasilkan profit. Penelitian-penelitian sebelumnya yang menjelaskan adanya hubungan antara modal insani dan produktivitas dan laba organisasi ditunjukkan dalam Tabel 3.34 Tabel 3.

Penelitian-Penelitian Sebelumnya Mengenai Modal Insani, Produktivitas, dan Laba No.1. Penulis Chang et al. (2011) Variabel Pertumbuhan produktivitas, efisiensi perubahan, progress teknikal, akumulasi modal informasi teknologi, akumulasi modal insani.2.

Afrooz et al. (2010) 3. Shape (2001) Produktivitas tenaga kerja, modal insani, pekerja terdidik, pekerja terampil Modal insani, profit perusahaan. Hasil Selama sebelas tahun periode (19932003) pertumbuhan produktivitas pada beberapa perusahaan akuntan publik di Taiwan dipengaruhi oleh efiesiensi pertumbuhan (0.2%), progress teknikal (6.3%), akum.

modal teknologi informasi (30.2%), akum. modal insani (14.3%). Agar dapat meningkatkan penghasilannya, perusahaan akuntan publik dalam produktivitas tenaga kerjanya lebih ditekankan berinvestasi pada modal teknologi informasi dan modal insani. Pekerja terdidik dan terampil mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerjanya.

Terdapat hubungan yang positif antara peningkatan pengetahuan yang dimiliki oleh modal insani suatu perusahaan terhadap profit perusahaan.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Modal Insani Dalam teorinya, investasi pada modal insani dapat memberikan keunggulan bersaing perusahaan melalui peningkatan keterampilan karyawan yang dimilikinya dibandingkan dengan karyawan dari perusahaan pesaing.

Pengetahuan, pelatihan, dan sekolah atau pendidikan formal merupakan faktor basis yang dapat meningkatkan kuliatas sumber daya manusia. Hawlett (2002) dalam penelitiannya mengenai integrasi konsep modal insani dalam produktivitas dan pertumbuhan yang mengacu pada konsep dari Theodore Schultz (1961), menyatakan bahwa investasi pada modal insani digolongkan dalam beberapa kategori antara lain: a.

  • Sekolah dan pendidikan tinggi b.
  • On the job training c.
  • Migrasi d.
  • Esehatan e.
  • Informasi ekonomi 35 Selanjutnya menurut Becker (1993) yang disitasi oleh Zula (2006) investasi pada modal insani dapat dilakukan melalui sekolah dan pendidikan formal, on the job training dan pengetahuan lainnya.
  • On the job training tertuju pada peningkatan keterampilan selama karyawan berada dalam suatu organisasi/perusahaan.

Keterampilan ini dapat dipindahkan (transferable) atau spesifik. Pelatihan ini difasilitasi oleh perusahaan dan dapat digunakan untuk meningkatkan output perusahaan dan pendapatan (income) karyawan. Becker membagi pelatihan ini menjadi dua, yaitu pelatihan umum dan khusus.

Pelatihan umum merupakan pelatihan yang memberikan keterampilan yang dapat dialihkan. Pelatihan jenis ini jarang sekali dibiayai oleh perusahaan tetapi karyawan rela untuk mengeluarkan penghasilannya agar mendapatkan pelatihan ini dan dapat menuai hasilnya kelak. Secara umum, salah satu jenis on the job training ini memungkinkan produktivitas seorang karyawan meningkat baik bagi perusahaan yang menyediakan pelatihan tersebut atau perusahaan lain.

Pelatihan khusus mengacu pada pelatihan yang diberikan oleh perusahaan dan keterampilannya sangat terbatas untuk dialihkan dan akan meningkatkan produktivitas dalam konteks tertentu. Misalnya, karyawan yang baru bekerja pada perusahaan diberikan orientasi mengenai budaya, kebijakan-kebijakan, prosedur, dan proses perusahaan agar karyawan tersebut lebih mengenal perusahaan tempat mereka bekerja.

  • Pelatihan ini dikatakan khusus karena dengan karyawan memahami apa tujuan perusahaan maka karyawan tersebut akan bekerja sesuai tujuan perusahaan yang akhirnya akan meningkatkan produktivitas perusahaan yang memberikan pelatihan tersebut.
  • Lasifikasi berikutnya adalah sekolah.
  • Sekolah atau pendidikan ini dilakukan setelah karyawan menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan pada suatu institusi untuk dapat meningkatkan satu atau beberapa keterampilan khusus.

Misalnya, karyawan yang dalam posisi magang sebagai pengacara akan disekolahkan pada sekolah hukum. Kebanyakan program pelatihan akan dikembangkan dari on the job training ke lembaga formal karena biasanya industri melihat nilai dari pelatihan jauh sebelum 36 sekolah.

Aryawan mengeluarkan biaya pada saat sekolah ini dengan harapan akan memperoleh manfaat dari return (pengembalian) berikutnya berupa upah yang lebih tinggi dari keterampilan khusus yang dimiliki. Menurut Becker (1993) seorang karyawan memiliki kemampuan untuk mendapatkan pengetahuan lain dari berbagai sumber.

Seperti halnya on the job training dan sekolah, pengetahuan lain juga akan berpengaruh terhadap kenaikan upah karyawan. Dengan kata lain, pengetahuan apapun yang dimiliki seorang karyawan melebihi karyawan lainnya maka akan memberikan keunggulan bersaing.2.4 Modal Insani dan Pengetahuan Suatu modal insani organisasi diyakini dapat memenuhi persyaratan sebuah aset strategis karena langka, bernilai, tidak dapat disubtitusikan, dan sulit untuk ditiru.

Lebih lanjut Bohlander et al. (2001) menyatakan bahwa faktor manusia yang menjadi pusatnya organisasi, sekarang ini mengambil peranan lebih dalam lagi, yaitu sebagai pembentuk keunggulan bersaing suatu organisasi. Mereka menegaskan kembali bahwa fakta keberhasilan suatu organisasi tergantung pada organisasi mengetahui tentang pembentuk kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya, yang meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan, dan kemampuan yang tertanam pada diri karyawan.

Rothwell et al. (1998) yang disitasi oleh Zula (2006) menyatakan bahwa modal pengetahuan (knowledge capital) muncul sebagai sumber daya kompetitif bagi organisasi dan praktisi sumber daya manusia, fungsi sumber daya manusia menjadi peran kepemimpinan tunggal yang berpotensi dalam pengaturan organisasi saat ini dan pada masa yang akan datang.

Secara signifikan, para praktisi sumber daya manusia harus menyadari kepentingan strategis terhadap pengakuan kunci utama manusia dan modal pengetahuan dalam menciptakan pelayanan teladan dan inovasi. Pada masa yang akan datang, praktik sumber daya manusia suatu organisasi akan tergantung pada kemampuan mereka dalam menyelaraskan modal manusia dan pengetahuan terhadap strategi bisnis utama.

Manajemen sumber daya manusia 37 strategik adalah alokasi jangka panjang dan perencanaan modal manusia dan pengetahuan yang diselaraskan dengan strategi bisnis utama. Namun, Mulyadi (2007) menambahkan bahwa pengetahuan bukan merupakan sumber daya bisnis melainkan sumber daya sosial yang bersifat universal.

Siapa saja dapat melakukan akses ke pengetahuan yang dibutuhkan melalui berbagai sarana (buku, perpustakaan, publikasi, internet). Faktor yang benar-benar menjadikan suatu organisasi berbeda dari perusahaan lain adalah terletak pada kemampuan modal insani dalam memanfaatkan pengetahuan. Oleh karena itu, faktor penentu daya saing jangka panjang organisasi terletak pada kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkan pengetahuan yang mereka kuasai untuk memproduksi produk dan jasa yang menghasilkan value bagi customer.

Rothwell et al. (1998) yang disitasi oleh Zula (2006) menyatakan bahwa modal pengetahuan merupakan sekumpulan nilai ekonomis dari tenaga kerja dalam suatu organisasi, yang mencakup memori institusional, talent pool, dan kreativitas karyawan. Memori institusional didefinisikan sebagai memori kolektif tenaga kerja tentang pengalaman masa lalu organisasi.

  • Sedangkan talent pool merupakan ketersediaan tenaga kerja untuk memenuhi tantangan dan strategi organisasi saat ini dan di masa yang akan datang.
  • Reativitas adalah posisi tenaga kerja dalam organisasi untuk memecahkan masalah masa lalu, saat ini, dan masa depan.
  • Tingginya permintaan dalam arena persaingan terhadap modal pengetahuan dan karyawan yang memiliki pengetahuan (knowledge worker) membawa konsekuensi baru bagi para praktisi sumber daya manusia, diantaranya kebutuhan akan pelatihan, pengembangan, dan pendidikan bagi karyawan (Zula 2006).

Mengacu pada Rothwell et al. (1998) yang disitasi oleh Zula (2006), permintaan knowledge worker dan modal pengetahuan akan mengarah pada perubahan landscape pengembangan profesional sumber daya manusia. Para karyawan akan membutuhkan pendidikan dalam rangka mengahadapi arena persaingan, strategi bisnis, dan peran mereka dalam mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Di dalam perusahaan, pengetahuan dimanfaatkan oleh dua pihak berikut ini: 38 1. Karyawan, pengetahuan dimanfaatkan untuk memproduksi produk dan jasa yang menghasilkan value bagi customer sehingga pengetahuan menjadi produktif.2. Manajemen, pengetahuan dimanfaatkan untuk melakukan pengelolaan organisasi sehingga pengetahuan menjadi berkinerja (Mulyadi 2007).2.5 Modal Insani, Pendidikan dan Pelatihan Pada era perekonomian sekarang ini, berinvestasi pada modal insani sama pentingnya dengan berinvestasi pada properti.

Salah satu perwujudan investasi pada modal insani adalah melalui pendidikan dan pelatihan karyawan. Pelatihan karyawan memberikan kontribusi perbaikan kinerja perusahaan dengan meningkatkan keterampilan karyawan yang akan tertuju pada produktivitas kerja (Bartel 1994).

Lebih lanjut Mincer (1974) yang disitasi oleh Ming Au dan Altman (2007) mengatakan bahwa dengan berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan, seseorang akan mengembangkan modal insaninya, seperti keterampilan dan pengetahuan akan membawa mereka pada pekerjaan yang memiliki bayaran yang bagus.2.5.1 Modal Insani dan Pendidikan Formal Pada masa sekarang ini kita dihadapkan dengan informasi yang berbasis ekonomi di mana teknologi dan metode produksi berubah secara cepat.

Modal tak berwujud (intangible) dan pengetahuan menghasilkan nilai tambah yang paling baik dalam mengatasi perubahan tersebut dan karenanya pembentukan modal insani harus ditindaklanjuti seperti halnya pembentukan modal fisik (tangible). Pendidikan memainkan peran yang penting dalam pembentukan modal insani (Nadrag & Mitran 2011).

Sikula (1981) yang disitasi oleh Samsudin (2006) berpendapat bahwa pendidikan jangka panjang merupakan bagian dari pengembangan seseorang seperti berikut ini, “development is a long term educational process utilizing a systematic and organized procedure by which managerial personnel learn conceptual and theoretical knowledge for general purpose.” Pendidikan berbeda dengan pelatihan karena pendidikan lebih bersifat filosofis dan teoritis.

Pendidikan dan pelatihan 39 memiliki tujuan yang sama, yaitu pembelajaran. Dalam pembelajaran terdapat pemahaman secara implisit. Melalui pemahaman, karyawan dimungkinkan untuk menjadi inovator, pengambil inisiatif, pemecah masalah yang kreatif, dan menjadi karyawan yang efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaan.

Komponen pembentuk modal insani, yaitu latar belakang pendidikan merupakan kunci kualitas tenaga kerja. Denison (1962) yang disitasi oleh Hawlet (2002) menyatakan pendidikan memberikan kontribusi pada produktivitas pada dua muka. Pendidikan dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan dari karyawan, lebih produktif dalam menggunakan pengetahuan yang dimilikinya.

Meningkatkan pendidikan cenderung dapat meningkatkan tingkat pengembangan intelektual yang juga akan menambah pengetahuan yang sudah ada. Teori modal insani menekankan bagaimana pendidikan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pekerja melalui peningkatan level stok kognitif kemampuan manusia secara ekonomis yang mana merupakan suatu produk dari kemampuan bawaan dan investasi manusia.

  • Etentuan pendidikan formal dilihat sebagai investasi yang produktif pada modal manusia, dimana beberapa teori menyebutkan bahwa modal insani setara atau bahkan satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan modal fisik (Olaniyan & Okemakinde 2008).
  • Peningkatan modal insani pada individu akan tertuju pada besarnya output dan meningkatkan pendapatan seorang pekerja.

Hal ini juga akan meningkatkan peluang pekerja di pasar tenaga kerja, dan memungkinkan mereka dalam memperoleh uang dan pengembalian dalam bentuk non-uang dan memberikan mereka peluang dalam mobilitas pekerjaan (Olaniyan & Okemakinde 2008). Kompensasi yang diterima oleh karyawan merupakan elemen penting yang menghubungkan antara pendapatan dan pendidikan.

  1. Jika seseorang mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi maka akan mendapatkan benefit (tunjangan) yang lebih tinggi dibandingkan yang memiliki tingkat pendidikan rendah.
  2. Psacharopoulos (1975), yang disitasi oleh Hawlett (2002), dalam analisis yang dilakukannya di Inggris dan Amerika Serikat menyatakan bahwa seseorang yang 40 memiliki pekerjaan jika didukung dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan meningkatkan tunjangan yang akan diterimanya.

Penelitian-penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa dengan pendidikan atau sekolah formal yang dimiliki oleh seseorang akan mempengaruhi kualitas modal insani yang dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini. Tabel 4. Penelitian-penelitian Mengenai Pendidikan dan Modal Insani No.1.

  1. Penulis Odit et al.
  2. 2010) Variabel Modal insani, pendidikan, pertumbuhan ekonomi 2.
  3. Olaniyan & Pendidikan, modal insani Okemakinde (2008) 3.
  4. Iqbal & (2011) Waqas Modal peningkatan dan gaji 4.
  5. Vural & (2008) Gulcan Pendidikan, peningkatan pendapatan karyawan insani, pendapatan Hasil Pendidikan yang dimiliki oleh modal insani merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi.

Investasi pada pendidikan mempunyai korelasi yang positif terhadap pertumbuhan dan pengembangan perekonomian. Terdapat hubungan yang positif antara modal insani dengan peningkatan pendapatan dan gaji seorang karyawan. Pendidikan menentukan pendapatan seorang individu.

Dengan demikian, peluang pendidikan yang setara akan memberikan peluang yang besar pula pada pendapatan yang didapatkan oleh seorang individu.2.5.2 Modal Insani dan Pelatihan Pada masa sekarang ini banyak perusahaan mengakui bahwa sumber daya manusia merupakan inti dari keunggulan bersaing perusahaan mereka.

Para manajer perusahaan menganggap pada dasarnya suatu perusahaan memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, dan kemajuan teknologi, sehingga akhirnya mereka mengakui bahwa karyawan yeang dimiliki yang akan membedakannya dengan perusahaan lain.

You might be interested:  Sebutkan Kegiatan Utama Dari Kebijakan Yang Dilakukan Dalam Mengelola Keuangan?

Oleh karena itu, kesuksesan suatu organisasi akhirnya tergantung dari tenaga kerjanya dan skill yang dimiliki oleh tenaga kerja tersebut (Buhler 1999). Pelatihan cenderung merupakan kunci utama dalam pengembangan modal insani. Pelatihan karyawan memberikan kontribusi pada ketersediaaan stok modal 41 ekonomi.

Pelatihan juga sangat erat hubungannya dengan sebuah inovasi sehingga akan meningkatkan keterampilan dari karyawan. Oleh karena itu, pengembangan modal insani melalui pelatihan akan melengkapi inovasi tersebut (Choudhury & Mishra 2010). Hal yang penting dalam sebuah perusahaan adalah mensosialisasikan para karyawannya ke dalam budaya perusahaan agar mereka dapat menjadi karyawan yang produktif dan efektif, segera setelah memasuki dan menjadi anggota sistem sosial pada perusahaan.

Suatu cara yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah melalui program pelatihan dan pengembangan karyawan karena penempatan karyawan dalam pekerjaan secara langsung tidak menjamin mereka akan berhasil. Karyawan baru sering merasa tidak pasti tentang peranan dan tanggung jawab mereka. Oleh karena itu, permintaan pekerjaan dan kapabilitas karyawan haruslah seimbang melalui program orientasi dan pelatihan (Mangkuprawira 2004).

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, pendidikan berbeda dengan pelatihan karena pelatihan bersifat spesifik, praktis, dan segera. Spesifik berarti pelatihan berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilakukan, sedangkan praktis dan segera mengandung arti yang sudah dilatihkan dapat diprakikkan.

Umumnya pelatihan dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan kerja dalam waktu yang relatif singkat. Suatu pelatihan menyiapkan karyawan untuk melakukan pekerjaan yang dihadapi (Samsudin 2006). Mangkuprawira (2004) berpendapat bahwa pelatihan bagi karyawan merupakan sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu serta sikap agar karyawan semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik, sesuai dengan standar.

Sehingga dengan kata lain, perusahaan memberikan pelatihan kepada karyawannya untuk menjembatani gap (kesenjangan) antara kompetensi karyawan yang dimiliki saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Organisasi dapat menggunakan pelatihan sebagai alat strategik untuk mencapai tujuan organisasi dan karyawan.

Hubungan antara pelatihan dan tujuan organisasi sangatlah jelas, tetapi terkadang menjadi “hilang” ketika program sudah 42 diimplementasikan dan disaat perusahaan menghadapi krisis. Pelatihan diartikan sebagai suatu kegiatan bukan sebagai suatu alat untuk mencapai strategi. Terdapat perbedaan antara pelatihan sebagai aktivitas (training for activity) dan pelatihan yang berdampak (training for impact), perbedaan ini dapat dilihat pada Tabel 5.

Pelatihan yang berdampak membutuhkan kehati-hatian dalam mengidentifikasi tujuan, evaluasi sistematis dari beberapa alternatif, evaluasi yang ketat untuk pencapaian (achievement) (Milkovich & Boudreau 1994). Tabel 5. Perbedaan Antara Pelatihan Sebagai Aktivitas dan Pelatihan yang Berdampak.

  • Pelatihan sebagai aktivitas Tidak mempunyai klien Tidak terkait dengan kebutuhan bisnis Tidak ada penilaian terhadap keefektifan kinerja atau penyebabnya.
  • Tidak ada upaya penyiapan lingkungan kerja untuk mendukung pelatihan.
  • Tidak ada pengukuran terhadap hasil pelatihan.
  • Pelatihan yang berdampak Bermitra dengan klien Terkait dengan kebutuhan bisnis Terdapat penilaian terhadap keefektifan kinerja atau penyebabnya.

Penyiapan lingkungan kerja untuk mendukung pelatihan. Terdapat pengukuran terhadap hasil pelatihan.2.5.2.1 Metode Pelatihan Karyawan Terdapat dua metode utama dalam pelatihan, yaitu on the job training dan off the job training. Khusus bagi karyawan non manajerial banyak dilakukan pelatihan on the job training sedangkan off the job training lebih banyak diterapkan pada karyawan yang memiliki jabatan manajerial.a.

On the job training Tipikal dari program on the job training menempatkan trainee pada situasi pekerjaan yang sebenarnya, di mana karyawan akan mendapatkan pengalaman kerja yang lebih nyata. Pelatihan ini memberikan kesempatan pada karyawan untuk mempelajari keterampilan baru dan menyempurnakan keterampilan terdahulu.

Pelatihan ini disediakan dan difasilitasi oleh perusahaan dalam rangka peningkatan output perusahaan dan meningkatkan income karyawan.43 Teknik-teknik on the job training merupakan metode latihan yang paling banyak digunakan. Latihan dengan menggunakan metode ini dilakukan di tempat kerja.

  1. Aryawan dilatih tentang pekerjaan baru dengan supervisi langsung seorang pelatih yang berpengalaman.
  2. Metode latihan ini sangat ekonomis, karena tidak perlu membiayai para trainer dan trainee, tidak perlu menyediakan peralatan dan ruang khusus.
  3. Mangkuprawira (2004) menyebutkan yang termasuk dalam pelatihan ini, antara lain: a) Pelatihan instruksi pekerjaan, pada pelatihan ini ditentukan seseorang bertindak sebagai pelatih untuk menginstruksikan bagaimana melakukan pekerjaan tertentu dalam proses kerja; b) Rotasi pekerjaan merupakan program yang direncanakan secara formal dengan cara menugaskan karyawan pada beberapa pekerjaan yang berbeda dana dalam bagian yang berbeda dengan organisasi untuk menambah pengetahuan mengenai pekerjaan dalam organisasi; c) Magang pelatihan yang mengkombinasikan antara pelajaran di kelas dengan praktek di lapangan, yaitu setelah sejumlah teori diberikan kepada peserta, peserta dibawa praktek ke lapangan; dan d) Coaching merupakan bentuk pelatihan dan pengembangan yang dilakukan di tempat kerja oleh atasan dengan membimbing karyawan melakukan pekerjaan secara informal dan biasanya tidak terencana, misalnya cara melakukan pekerjaan, cara memecahkan masalah.b.

Off the job training Pelatihan dengan menggunakan metode ini berarti karyawan, sebagai peserta diklat, ke luar sementara dari kegiatan atau pekerjaannya. Kemudian mengikuti pendidikan atau pelatihan, dengan menggunakan 44 teknik-teknik belajar mengajar seperti lazimnya.

Mangkuprawira (2004) menyebutkan jenis dari pelatihan ini antara lain: a) Presentasi dan kuliah. Pada metode presentasi teknik yang digunakan adalah menyajikan informasi, yang bertujuan untuk memperkenalkan pengetahuan, sikap dan keterampilan baru bagi para peserta. Kuliah merupakan metode tradisional dengan kemampuan penyampaian informasi di mana peserta diasumsikan sebagai pihak yang pasif; b) Permainan peran dan pemodelan perilaku.

Dalam metode ini, peserta pelatihan diminta untuk memainkan (memerankan) bagian-bagian dari berbagai karakter (watak) dalam suatu kasus. Peserta harus mengambil alih peranan dan sikap-sikap dari orang-orang yang ditokohkan tersebut; c) Studi kasus. Peserta pelatihan diberikan sebuah kasus yang harus dipelajari dan didiskusikan antarpeserta.

  • Metode ini sangat cocok bagi manajer yang akan mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah; d) Simulasi adalah suatu penentuan karakteristik atau perilaku tertentu dari dunia nyata sehingga para peserta pelatihan dapat merealisasikan seperti keadaan yang sebenarnya.
  • Pelatihan simulasi terdiri dari dua bentuk.

Pertama, simulator mekanik yang mereplikasikan ciri-ciri pokok dari situasi kerja. Kedua, simulasi komputer yang berupa permainan-permainan. Pemain membuat keputusan, dan komputer menentukan hasil dalam konteks dari kondisi-kondisi yang sudah diprogramkan; e) Studi mandiri.

  • Bahan-bahan instruksional yang terencana dengan hati-hati dapat digunakan untuk melatih dan mengembangkan para karyawan.
  • Bahan-bahan pembelajaran yang terprogram merupakan bentuk lain dari studi mandiri.45 biasanya bentuk itu merupakan program komputer atau booklet cetakan yang berisi berisi sebuah seri pertanyaanpertanyaan dan jawaban-jawaban; f) Pelatihan laboratorium.

Pelatihan laboratorium dirancang untuk meningkatkan keterampilan antarpersonal. Para peserta mencari cara memperbaiki keterampilan hubungan antarmanusia. Hal ini termasuk pembagian pengalaman dan pengujian perasaan, perilaku, persepsi, dan reaksi yang dihasilkan; dan g) Pembelajaran aksi.

  1. Kelompok-kelompok Pembelajaran kecil yang aksi menempatkan mencari penyelesaian pertmasalahan nyata yang dihadapi organisasi/perusahaan, dibantu oleh seorang fasilitator yang dapat berasal dari luar atau dari dalam perusahaan.
  2. Fokus kelompok diarahkan pada masalah yang menjadikan sebuah alat pembelajaran.

Selanjutnya senada dengan Mangkuprawira (2004), Milkovich dan Boudreau (1994) berpendapat bahwa metode pelatihan dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu on the job training dan off the job training. Pada umumnya, pelatihan mengacu pada pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh karyawan yang bersangkutan terutama bagi karyawan non manajerial.

  • Pada kenyataannya, pelatihan yang bersifat on the job training lebih sering dilakukan daripada off the job training.
  • Program pelatihan on the job training menempatkan para karyawan (trainee) pada situasi pekerjaan yang sebenarnya, di mana pekerja yang berpengalaman atau supervisor mendemonstrasikan pekerjaan dan penyelesaian pekerjaan tersebut.

Bentuk dari on the job training ini adalah program magang (apprenticeship). Milkovich dan Boudreau (1994) mengatakan bahwa program pelatihan formal atau off the job training, lebih mendapat perhatian karena biaya yang langsung dan jelas akan dikeluarkan.

Program pelatihan off the job training ini meliputi perkuliahan, program instruksi, simulasi, permaian bisnis, pembelajaran aksi dan pemodelan perilaku.46 Program pelatihan yang diberikan pada karyawan pada dasarnya akan meningkatkan keterampilan dari karyawan yang bersangkutan sehingga akan meningkatkan kualitas modal insaninya.

Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang membuktikan keterhubungan antara pelatihan yang diberikan karyawan dengan modal insani seperti yang diperlihatkan pada Tabel 6 berikut ini. Tabel 6. Penelitian-penelitian Mengenai Pelatihan dan Modal Insani No.1.

Penulis Variabel Awang et al. Pelatihan, kompetensi, (2010) kinerja pekerjaaan, kualitas karyawan 2. Ming Au & Altman (2007) Pelatihan dan modal insani Hasil Terdapat bukti empiris bahwa program pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku kerja dari karyawan. Variabel yang berhubungan dengan pelatihan secara positif dan signifikan berhubungan dengan kinerja kerja karyawan kecuali kompetensi kognitif.

Pelatihan berhubungan positif terhadap investasi pada modal insani. Karyawan yang memiliki keterampilan yang mencukupi akan berdampak positif terhadap modal insaninya.2.6 Koperasi Ropke (1987) yang diacu oleh Tambunan (2009) mendefinisikan koperasi sebagai organisasi bisnis yang para pemilik atau anggotanya adalah juga pelanggan utama perusahaan tersebut.

Sedangkan menurut Hanel (1989) yang diacu oleh Tambunan (2009) koperasi adalah organisasi otonom, yang berada di dalam lingkungan sosial ekonomi yang menguntungkan setiap anggota, pengurus, dan pemimpin merumuskan tujuan-tujuannya secara otonom dan mewujudkan tujuantujuan itu melalui kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilaksanakan secara bersamasama.

Menurut Partomo (2009) terdapat empat unsur yang menunjukkan ciri koperasi sebagai suatu bentuk organisasi, yaitu sebagai berikut: 1. Adanya sejumlah individu yang bersatu dalam suatu kelompok yang memiliki sekurang-kurangnya satu kepentingan.2. Angan-angan individual dari kelompok koperasi antara lain bertekad mewujudkan tujuannya untuk memperbaiki situsi ekonomi dan sosial mereka 47 melalui usaha-usaha bersama dan saling membantu (swadaya dari kelompok koperasi).3.

  1. Sebagai suatu instrumen (sarana) untuk mencapai tujuan itu, yaitu melalui pembentukan suatu perusahaan.4.
  2. Adanya sasaran utama dari perusahaan koperasi ini, yaitu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menunjang/memperbaiki situasi ekonomi para anggotanya (memperbaiki situasi ekonomi perusahaan atau rumah tangga anggota).

Kekhususan dalam organisasi koperasi ialah bahwa setiap fungsi manajemen harus selalu memperhatikan manfaatnya bagi anggota koperasi selaku pemilik dan sekaligus pelanggan yang berbeda dari nonkoperasi menunjang secara langsung melalui pengadaan barang dan jasa yang menurut jenis, harga serta syarat-syaratnya sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya (Partomo 2009).

Perbedaan-perbedaan antara koperasi dan perusahaan nonkoperasi diantaranya seperti yang terlihat pada Tabel 7 berikut ini. Tabel 7. Perbedaan-perbedaan Antara Koperasi dan Perusahaan Konvensional Anggota Modal Pemilik Manfaat Koperasi Keanggotaan terbuka untuk semua pemakai. Jumlahnya kecil tidak merupakan halangan bagi para anggota.

Pemasukan modal sebanding dengan pemanfaatannya atas pelayanan koperasi. Pemakai adalah pemilik Berada pada anggota atas dasar yang adil dan sama. Perusahaan Konvensional Terbuka untuk para penanam modal tertentu. Penanam modal diperoleh dari pembelian saham yang ditawarkan dengan harga pasar.

Menambanh jumlah anggota sebanyak jumlah penanam modal sesuai yang diperlukan. Penanam modal adalah pemilik. Penanam modal sebanding dengan modal yang ditanamkan oleh tiap-tiap penanam modal. Anggota memperoleh manfaat Penanam modal memperoleh bagian laba sebanding atas jasa yang sebagai hasil dari modal yang diberikan baginya oleh koperasi.

ditanamkannya. Tingkat bunga yang dibayarkan untuk modalnya terbatas.2.7 Analisis Structural Equation Modeling (SEM) 48 Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam proses analisis datanya. Penelitian kuantitatif ini bertujuan mengembangkan atau menggunakan teori-teori dan/atau hipotesis-hipotesis yang berkaitan dengan fenomena yang sedang diamati.

  • Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.
  • Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan program AMOS 18.

Pemodelan SEM adalah suatu metodologi statistik yang mengambil pendekatan konfirmatori (yaitu, pengujian hipotesis) untuk analisis struktural teori tentang fenomena tertentu. Biasanya, teori ini mewakili proses “sebab-akibat” yang menghasilkan pengamatan pada beberapa variabel (Bentler 1988 yang disitasi oleh Byrne 2010).

Sedangkan Santoso (2011) mendefinisikan analisis SEM sebagai teknik statistik multivariat yang merupakan kombinasi antara analsis faktor dan analsis regresi (korelasi) yang bertujuan untuk menguji hubungan-hubungan antar variabel yang ada pada sebuah model, baik itu antarindikator dengan konstruknya ataupun hubungan antarkonstruk.

Terdapat dua aspek penting dalam prosedur analisis SEM, yaitu (a) proses kausal yang terdapat dalam penelitian diwakili oleh serangkaian persamaan struktural (regresi) dan (b) hubungan-hubungan struktural dapat dimodelkan untuk mengaktifkan konseptualisasi yang lebih jelas tentang teori dalam suatu penelitian.

Selanjutnya model yang telah dihipotesis dapat diuji statistik dalam analisis simultan dari sistem variabel keseluruhan untuk menentukan sejauh mana konsisten dengan data (Byrne 2010). Komponen-komponen yang digunakan dalam model umum SEM terdiri dari variable-variabel, antara lain: 1. Variabel laten dimana merupakan variabel kunci yang menjadi perhatian karena konsepnya yang abstrak.

Variabel ini hanya bisa diamati secara tidak langsung). Variabel laten terdiri dari dua jenis yaitu: a). Laten eksogen: variabel bebas dengan symbol ξ; b). Laten endogen: variabel tidak bebas dengan symbol η.49 2. Variabel teramati atau indikator. Merupakan variabel yang dapat diamati atau dapat diukur secara empiris.

Notasi matematik untuk variabel teramati yang merupakan ukuran dari variabel eksogen (ξ) adalah X, sedangkan yang merupakan efek dari variabel laten endogen adalah Y.2.7.1 Alat Analisis SEM Model SEM berisi dua jenis model, yaitu measurement model dan structural model maka alat analisis yang digunakan juga terkait dengan tujuan analisis kedua jenis model tersebut.

Adapun analisis tersebut antara lain: 1. Confirmatory Factor Analysis (CFA) Analisis ini digunakan untuk menguji sebuah measurement model. Dengan analisis ini, akan diketahui apakah indikator-indikator yang ada memang benar dapat menjelaskan sebuah konstruk.2.

Apa pentingnya modal manusia?

PENGARUH MODAL MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA – Abstrak Modal manusia merupakan salah satu faktor penting dalam proses pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Penelitian empiris menunjukan adanya pengaruh yang positif antara faktor pembentuk modal manusia dengan pertumbuhan ekonomi.

  1. Dengan menggunakan aspek pendidikan sebagai faktor pembentuk modal manusia, penulis menemukan pengaruh positif dan signifikan antara Angka Partisipasi Kasar dengan PDRB DIY.
  2. Sementara itu, variabel investasi juga menunjukan pengaruh positif terhadap PDRB DIY.
  3. Namun demikian, variabel jumlah Bekerja tidak terbukti siginfikan berpengaruh.

Hasil tersebut sejalan dengan beberapa penelitan sebelumnya yang menyebutkan masih tingginya setengah pengangguran di DIY. Temuan lain dari laporan data ketenagakerjaan menyebutkan adanya kecenderungan peningkatan persentase pekerja di DIY yang berpendidikan rendah sementara tenaga kerja dengan pendidikan menengah diduga memilih bekerja di luar DIY.

  • Hal tersebut perlu menjadi pengambil kebijakan bahwa ketersediaan modal manusia yang berkualitas di DIY masih belum diikuti dengan penyerapan tenaga kerja.
  • Ata Kunci: Modal Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Pendidikan, Tenaga Kerja 1.
  • Pendahuluan Pembangunan ekonomi memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan riil per kapita penduduk dalam jangka panjang dengan diikuti oleh perbaikan kondisi kehidupan.

Sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, diperlukan akumulasi sumber daya atau modal untuk meningkatkan kapasitas produksi suatu wilayah. Ada tiga jenis modal yang dibutuhkan dalam proses akumulasi tersebut, yaitu modal fisikal (capital stock), modal manusia (human capital) dan modal sosial (Arsyad, 2015).Modal manusia merupakan investasi pada diri manusia dalam bentuk keahlian, norma-norma dan kesehatan yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan dan layanan kesehatan (Todaro,2014).

Modal manusia mempengaruhi perekonomian suatu wilayah atau negara melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja perekonomian serta peningkatan teknologi. Secara empiris beberapa penelitian menunjukan adannya pengaruh modal manusia terhadap dengan pertumbuhan ekonomi. Pendekatan yang umumnya digunakan untuk mengukur pengaruh modal manusia dalam pertumbuhan ekonomi adalah dengan menggunakan pendekatan faktor-faktor pembentuk modal manusia seperti pendidikan dan kesehatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Irawan (2009) menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan variabel rata-rata lama sekolah terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Ilmawan (2009) dengan menggunakan variabel kualifikasi pendidikan tenaga kerja juga menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan modal manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Namun demikian, secara khusus terjadi perbedaan dengan kondisi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beberapa hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa pengaruh dari modal manusia terhadap pertumbuhan ekonomi belum signifikan. Penelitian Wulandari (2009), Suyanto (2010) dan Astuti (2014) menyimpulkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan dari investasi fisik terhadap pertumbuhan ekonomi di DIY.

Sementara itu, dalam penelitian yang sama, varibel tenaga kerja dan penduduk tidak terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tulisan ini mencoba membahas pengaruh modal manusia terhadap pertumbuhan ekonomi DIY melalui pengujian model ekonomi serta membandingkan dengan beberapa hasil penelitian terkait.

Selain itu juga dilakukan tinjauan pustaka atas beberapa pandangan tentang bagaimana keberadaaan atau konsentrasi modal manusia mempengaruhi pembangunan suatu wilayah.2. Pembahasan 2.1 Modal Manusia dalam Pertumbuhan Ekonomi Pembangunan perekonomian memiliki tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan diikuti peningkatan kualitas atau kesejahteraan kehidupan.

Selain menjadi output dari pembangunan, kualitas sumber daya manusia itu juga merupakan faktor penentu pembangunan ekonomi. Peningkatan investasi pada modal manusia membawa hasil peningkatan akses teknologi, peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

  • Indonesia akan menghadapi bonus demografi yaitu kondisi dengan komposisi penduduk yang didominasi oleh angkatan kerja.
  • Namun demikian perlu disadari bahwa peningkatan jumlah sumber daya manusia yang terlalu cepat yang tidak didukung dengan ketrampilan dan pengetahuan yang cukup justru akan menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah (Ferianto, 2014).

Demikian juga penegasan Presiden Joko Widodo dalam Kompas bahwa bonus demografi ibarat pedang bermata dua: “Bonus demografi ibarat pedang bemata dua. Satu sisi adalah berkah, jika kita berhasil mengambil manfaatnya. Satu sisi lain adalah bencana apabila kualitas manusia Indonesia tidak disiapkan dengan baik,” kata Jokowi, saat berpidato di acara peringatan Hari Keluarga Nasional, di Lapangan Sunburst, Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (1/8/2015) (Kompas, 2015) Demikian halnya dengan DIY, laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa secara demografis DIY sedang diuntungkan karena Angka Ketergantungan yang cenderung semakin menurun (BPS, 2015).

Angka ketergantungan menunjukan proporsi penduduk yang tidak produktif yaitu penduduk berumur muda (di bawah 15 tahun) dan lanjut usia (di atas 65 tahun) dibandingkan penduduk produktif (15-64 tahun). Tahun 2012 angka beban ketergantungan mencapai 45, turun menjadi 44 pada tahun 2014. Ini berarti bahwa secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif pada tahun 2012 menanggung sekitar 45 penduduk tidak produktif, sedangkan pada tahun 2014 setiap 100 penduduk produktif menanggung sekitar 44 penduduk tidak produktif (BPS, 2015).

Sementara itu, dalam perspektif urban planning, konsentrasi modal manusia dalam suatu kawasan turut mendorong pertumbuhan wilayah tersebut. Kawasan perkotaan yang memiliki konsentrasi tenaga kerja terlatih (skilled labor) cenderung lebih cepat tumbuh (Glaeser, 2003). Dimana untuk modal manusia dapat didefiniskan sebagai berikut: Dengan Et adalah pendidikan dan Lt adalah jumlah tenaga kerja. Selanjutnya persamaan (1) dapat dituliskan kembali sebagai berikut Dengan mengadopsi model dalam penelitian Widodo dan Reza (2013) persamaan (3) ditransformasi dalam bentuk logaritma natural menjadi sebagai berikut: Di mana lnYt adalah logaritma natural dari PDRB, lnKt adalah logaritma natural dari modal fisik yang diproksi dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), lnLt adalah logaritma jumlah angkatan kerja yang bekerja, lnEt adalah logaritma natural untuk tingkat pendidikan dan varibel a, α, τ dan γ merupakan parameter yang akan diestimasi dengan teknik regresi.

Dalam tulisan ini, sebagai pendekatan atas tingkat pendidikan digunakan Angka Partisipasi Kasar (APK). Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan (berapa pun usianya) terhadap jumlah penduduk pada kelompok usia pendidikan tersebut.

APK digunakan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan (BPS 2015).2.2.2 Hasil Pengujian Model Dengan menggunakan data seri dari tahun 2003 sampai dengan 2014, dilakukan pengujian model pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil pada tabel berikut menunjukan bahwa variabel PMTB dan Angka Partisipasi Kasar berpengaruh positif dan siginifikan terhadap PDRB. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai koefisien yang posistif dengan p-value di bawah 5%. Sementara itu variabel Angkatan kerja tidak terbukti signifikan berpengaruh terhadap PDRB. Tabel 2 Hasil Pengujian Model Regresi Linier Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa investasi memiliki pengaruh yang positif terhadap PDRB DIY. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa variabel investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi DIY.

Dengan demikian, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perlu diupayakan peningkatan investasi di DIY. Pemerintah daerah bersama dengan dunia bisnis perlu menjadaga iklim investasi yang kondusif serta menyiapkan potensi investasi yang layak secara ekonomi. Sementara itu, hasil pengujian model regresi menunjukan bahwa variabel angkatan yang bekerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel PDRB.

Hasil tersebut sejalan juga dengan penelitian Wulandari (2009) dan Astuti (2014) yang menyimpulkan bahwa variabel tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi DIY. Menurut Astuti (2014) pertumbuhan tenaga kerja di DIY tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas sehingga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Jika dilihat dari aspek pengukuran jumlah orang yang bekerja, BPS menggunakan batasan yang tidak ketat. Yang dimaksud dengan bekerja adalah melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh pendapatan paling sedikit 1 (satu) jam secara terus menerus dalam seminggu. Sehingga hasil dari pengukuran tersebut, pada angka jumlah penduduk yang bekerja di dalamnya masih terdapat pekerja setengah pengangguran yang waktu kerjanya kurang dari jam kerja normal dalam seminggu.

Atau dengan kata lain jumlah pengangguran yang diperoleh dari survei BPS pasti menjadi lebih kecil dari pengangguran senyatanya (Feriyanto, 2014). Pendidikan sebagai salah satu faktor pembentuk modal manusia memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap PDRB DIY.

You might be interested:  Apakah Yang Dimaksud Dengan Lembaga Keuangan Berfungsi Sebagai Pengalihan Dana?

Sesuai dengan hasil pengujian model, variabel APK memiliki pengaruh yang positif terhadap variabel PDRB. Temuan ini melengkapi hasil penelitian Octaviningrum (2015) yang menyimpulkan bahwa varibel rata-rata lama sekolah berpengaruh positif terhadap PDRB DIY. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan semakin besarnya komposisi penduduk yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi DIY juga akan turut meningkat.

Dari hasil temuan di atas, tentunya harus disepakati pengambil kebijakan bahwa kualitas modal manusia menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Laporan BPS (2015) menyebutkan bahwa jika dilihat dari tingkat pendidikan pekerja di DIY, terjadi penurunan komposisi pekerja dengan pendidikan SLTA dan justru terjadi peningkatan persentase pekerja dengan pendidikan SLTP pada tahun 2014.

  • Persentase pekerja berpendidikan SLTP atau lebih rendah mengalami peningkatan dari 34,9 persen tahun 2013 menjadi 36,8 persen tahun 2014, sedangkan persentase pekerja/karyawan berpendidikan SLTA ke atas mengalami penurunan dari 22,3 persen menjadi 23,2 persen.
  • Peningkatan persentase pekerja/karyawan dengan jenjang pendidikan SLTP ke bawah dan penurunan persentase pekerja/karyawan SLTA ke atas menunjukkan terjadinya penurunan kualitas SDM D.I.

Yogyakarta, baik untuk pekerja/karyawan laki-laki maupun perempuan” (BPS DIY, 2015. Indikator Tingkat Hidup Pekerja/Karyawan Daerah Istimewa Yogyakarta) Temuan BPS tersebut perlu menjadi perhatian mengingat bagi pekerja dengan pendidikan yang rendah (SLTP) tentu kesempatan untuk mendapatkan pendapatan (income) yang tinggi akan kecil.

Sementara itu, dalam laporan yang sama, BPS menduga menurunnya persentase pekerja/karyawan berpendidikan SLTA karena adanya kecenderungan lulusan SLTA dan sederajat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau bekerja di luar wilayah DIY (BPS, 2015). Data sensus penduduk tahun 2010 menunjukan bahwa persetase migrasi netto di DIY mencapai -9,8% atau dapat dikatakan jumlah penduduk yang migrasi keluar dari DIY lebih tinggi daripada yang migrasi masuk ke dalam DIY.

Sejalan dengan hal tersebut, dapat disimpulkan adanya kemungkinan kurangnya lapangan pekerjaan di DIY untuk mereka yang mengenyam pendidikan menengah ke atas.3. Penutup Modal manusia memiliki pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan pendidikan sebagai salah satu faktor pembentuk modal manusia, hasil pengujian model menunjukan adanya hubungan yang positif variabel APK terhadap PDRB DIY.

  • Temuan tersebut sejalan dengan beberapa penelitian lainnya yang menggunakan variabel berbeda di bidang pendidikan.
  • Dengan demikian investasi pada sumber daya manusia harus disepakati bersama sebagai faktor pendorong pertumbuhan perekonomian DIY dalam jangka panjang.
  • Penumbuhan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sebagai investasi dalam modal manusia misalnya, mesti senantiasa diupayakan.

Di sisi lain, Pemerintah harus berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikan terutama dengan tujuan upaya kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Sementara itu, data ketenagakerjaan menunjukan adanya kecenderungan pekerja dengan pendidikan rendah yang meningkat di DIY.

Di sisi lain, BPS dalam laporan Indikator Tingkat Hidup Pekerja/Karyawan Daerah Istimewa Yogyakarta 2014 menduga adanya kecenderungan pekerja dengan pendidikan menengah ke atas keluar dari wilyah DIY. Hal ini perlu menjadi perhatian mengingat tenaga kerja dengan pendidikan rendah memiliki peluang mendapatkan penghasilan yang rendah juga.

Jika kondisi ini berjalan terus menerus, maka tingkat pendapatan masyarakat tentu akan tumbuh lambat. Dengan demikian, perlunya dipikirkan bagaimana upaya pembukaan lapangan kerja bagi tenaga kerja terdidik di DIY. Dengan melihat potensi yang ada seperti tren pertumbuhan industri pariwisata, perdagangan serta jasa-jasa di DIY, mestinya pendidikan dan pelatihan ketrampilan dapat dikaitkan dengan kebutuhan dunia kerja tersebut.4.

Daftar Pustaka Arysad, Lincolin.2015. Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta: UPP STIM YKPN Astuti, Ss Puji.2014. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabuaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2000-2011. Tesis Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta.2015. Indikator Kesejahteraan Rakyat (Welfare Indicators) 2014, Yogyakarta Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta.2015. Indikator Tingkat Hidup Pekerja/Karyawan Daerah Istimewa Yogyakarta 2014, Yogyakarta Ferianto, Nur.2014.

  • Ekonomi Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: UPP STIM YKPN Florida, R, Mellander, C & Stolaric, K.2008.
  • Inside the black box of regional development: human capital, the creative class and tolerance.
  • Journal of Economic Geography 8 (2008) pp.615–649 Glaeser EL, Saiz A.2003.
  • The Rise of the Skilled City, (online), (http://scholar.harvard.edu/glaeser/publications/rise-skilled-city), diakses 19 November 2015 Ilmawan, Yuni Prasetyo Budi.2009.

Human Capital: The Impact of Education on Regional Economic Growth in Indonesia. Tesis Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Irawan, Yogi.2009. Analisis Pengaruh Mutu Modal Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Perbedaan Pertumbuhan Regional dan Perkembangan Ukuran Provinsi di Indonesia Serta Faktor-Faktor Determinasinya.

Skripsi Tidak Diterbitkan. Jakarta: Universitas Indonesia. Kompas, Jokowi: Bonus Demografi Ibarat Pedang Bermata Dua, (http://nasional.kompas.com/read/2015/08/01/13314511/Jokowi.Bonus.Demografi.Ibarat.Pedang.Bermata.Dua), diakses 19 November 2015 Mankiw, GN, Romer, D & Weil DN.1992. A Contribution To The Empirics of Economics Growth.

The Quarterly Journal of Economics, May 1992, pp.407-435 Octavianingrum, Denty.2015. Analisis Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja, Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Daerah Istimewa Yogyakarta: Studi 5 Kabupaten/Kota. Skripsi Tidak Diterbitkan.

  1. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Suyanto.2010.
  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2002-2008.
  3. Tesis Tidak Diterbitkan.
  4. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Todaro, Michael P & Stephen C.
  5. Smith.2015.
  6. Economic Development, Twelfth Edition, England: Pearson Education Limited Widodo, Tri, & Reza, Faizal.2013.

The Impact of Education on Economic Growth. Journal of Indonesian Economy and Business, Volume 28, Number 1, 2013, pp.23 – 44. Wulandari, Eka.2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 1979-2008. Tesis Tidak Diterbitkan.

Contoh modal apa saja?

3. Jenis modal berdasarkan wujudnya – Jika ditinjau dari wujudnya, modal adalah terbagi menjadi dua jenis, yaitu modal aktif (modal konkret) dan modal pasif (modal abstrak). Modal aktif adalah modal yang dapat dilihat secara kasat mata dan berwujud. Contoh modal konkret adalah uang, bahan baku, gedung atau tempat usaha, kendaraan, mesin, gudang, dan lain-lain.

  • Sedangkan modal abstrak adalah modal usaha yang tidak dapat dilihat secara kasat mata.
  • Nilainya susah ditakar langsung.
  • Meski demikian, modal abstrak sangat penting bagi keberlangsungan jalannya perusahaan.
  • Baca juga: AS Tak Kenakan Sanksi Ekspor Energi ke Rusia, Harga Minyak Dunia Turun dari Level 100 Dollar AS Contoh modal abstrak adalah ilmu pengetahuan, skill, hak cipta, brand, media sosial, koneksi usaha, manajerial, dan sebagainya.

Baik modal aktif maupun pasif, keduanya sama-sama dibutuhkan untuk membangun dan mengembangkan perusahaan. Keduanya harus berjalan selaras. Sebab untuk memulai operasional usaha, seseorang harus mempunyai ilmu terlebih dulu.

Apakah aset dan modal itu sama?

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai perusahaan dan diharapkan dapat menghasilkan keuntungan ekonomi pada masa depan. Contohnya adalah gedung yang dipakai untuk kegiatan operasi perusahaan sehari-hari. Sedangkan, Modal secara konsepnya adalah utang perusahaan kepada pemilik.

Apakah kas dan modal itu sama?

Modal bisa bertambah dengan setoran awal, pendapatan, dan investasi dari pemegang saham. Dapat berkurang jika ada beban dan prive Sedangkan kas adalah uang yang sudah menjadi harta dalam perusahaan. Kas juga bisa bertambah dan berkurang. Jika dapat pendapatan atau setoran modal, kas bertambah.

Menurut bentuknya modal dibedakan menjadi apa saja dan contohnya?

sebutkan macam macam modal dan jelaskan – Brainly.co.id 1. Modal menurut pemiliknya a.Modal perseorangan, artinya modal tersebut dimiliki oleh perseorangan. Misalnya, gedung dan kendaraan.b.Modal masyarakat, artinya modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak.

  1. Misalnya, jalan dan jembatan.2.Modal menurut wujudnya a.Konkret, artinya modal yang jelas wujudnya, tetapi dapat dilihat.
  2. Misalnya, gedung, mesin, dan peralatan.b.Abstrak, artinya modal yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya dapat dirasakan.
  3. Misalnya, nama baik perusahaan, keahlian karyawan, dan hak cipta.3.

Modal menurut bentuknya a.Uang, artinya modal berupa dana.b.Barang, artinya modal berupa alat yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya, mesin, gedung, dan kendaraan.4.Modal menurut sifatnya a.Modal tetap, artinya modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali masa produksi.

Misalnya, mesin, kendaraan, dan gedung.b.Modal lancar, artinya modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan baku, kertas, dan bahan bakar mesin.5.Modal menurut sumbernya a. Modal sendiri, artinya modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Misalnya, saham dan tabungan.b. Modal pinjaman, artinya modal pinjaman dari pihak lain.

: sebutkan macam macam modal dan jelaskan – Brainly.co.id

Apa tujuan modal?

Manfaat Modal – Ada empat manfaat keberadaan modal pada sebuah usaha:

  • Memastikan adanya bahan baku produksi, seperti mesin produksi dan peralatan penunjang lainnya.
  • Menyewa lahan untuk menyimpan alat-alat produksi perusahaan atau sekadar tempat melakukan meeting dengan kolega kerja.
  • Membayar upah pekerja.
  • Tabungan untuk simpanan kebutuhan pada masa depan.

Apa yang dimaksud modal masyarakat?

Modal masyarakat adalah modal yang dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak. Contoh: jalan dan jembatan.

Apa contoh dari modal sosial?

Akar – Konsep yang mendasari modal sosial sudah lama. Para filsuf yang menekankan hubungan antara kehidupan masyarakat yang pluralistik dan demokrasi termasuk James Madison ( The Federalist ), Alexis de Tocqueville ( Democracy in America ), dan banyak penulis lainnya dalam tradisi pluralis yang dominan dalam ilmu politik Amerika.

Beberapa contoh dari modal sosial antara lain adalah POMG (Persatuan Orang tua Murid dan Guru), kepramukaan, dewan sekolah, liga boling, jaringan internet, dan bahkan kelompok-kelompok ekstrem seperti Ku Klux Klan atau kelompok supremasis kulit putih, meskipun kelompok-kelompok ini menciptakan modal sosial yang eksklusif yang dapat menimbulkan akibat yang negatif.

Semua kelompok ini dapat menolong membangun dan menghancurkan masyarakat karena mereka menjembatani atau mengikat perilaku. Bila jumlah interaksi manusia meningkat, orang akan lebih mungkin untuk saling menolong dan kemudian menjadi lebih terlibat secara politik.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan modal sosial?

PENERAPAN MODAL SOSIAL (SOCIAL CAPITAL) DALAM PELAYANAN PADA PENGADILAN

  • Ananto Widagdo
  • Mahasiswa Universitas Siver Asia
  • Pengadilan disebut dalam Pasal 4 UU Kekuasaan Kehakiman yang antara lain menjelaskan bahwa pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang dan pengadilan membantu pencari keadilan dan berusaha mengatasi segala hambatan dan rintangan untuk dapat tercapainya peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan.
  • Untuk Meningkatkan kualitas pelayanan pengadilan bagi pencari keadilan dan masyarakat serta Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga peradilan, diperlukan adanya peningkatan pelayanan di pengadilan agama.

Untuk mewujudkan modernisasi ini. dibutuhkan formula-formula yang diharapkan dapat mengakselerasi implementasi program modernisasi peradilan tersebut. Diantara formulasi tersebut adalah melalui fungsionalisasi modal sosial (social capital) sebagai instrumen penting dalam praktek penegakkan hukum berbasis kepekaan sosial sehingga keadilan yang selama ini dicari-cari oleh para pencari keadilan akan terlebih lebih jelas dan berpihak.

Pengertian Modal Sosial (Social Capital) Menurut pakar sosiologi yaitu Coleman modal sosial merupakan aspek aspek dari struktur hubungan antar individu yang memungkinkan mereka menciptakan nilai-nilai baru. sedangkan menurut Piere bourdieu, modal sosial sebagai keseluruhan sumber daya baik yang aktual maupun yang potensial yang terkait dengan kepemilikan jaringan hubungan kelembagaan yang tetap didasarkan pada saling kenal dan saling mengakui.

dari beberapa Pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa model sosial adalah suatu serangkaian nilai atau norma norma informal yang dimiliki bersama di antara para anggota suatu kelompok masyarakat yang saling terkait koma yang didasarkan pada nilai kepercayaan norma norma dan jaringan sosial.

  1. Modal sosial mempunyai tiga unsur dan komponen sebagai berikut:
  2. A. Aspek kepercayaan
  3. menurut Fukuyama ( 1996 ), uraian adalah yang tumbuh di dalam sebuah masyarakat yang ditunjukkan oleh adanya perilaku jujur teratur koma dan kerjasama berdasarkan norma norma yang dianut bersama
  4. B. aspek nilai dan norma
  5. Setiadi dan Kolip ( 2011 ) nilai adalah bagian penting dari kebudayaan, yang dianggap sah apabila adanya harmonis dan Selaras yang disepakati dan dijunjung oleh masyarakat.
  6. Norma adalah aturan-aturan dalam kehidupan sosial yang mengandung sanksi, cara moral maupun fisik apabila sekelompok orang lakukan Pelanggaran atas nilai-nilai sosial.
  7. C. Jaringan sosial
  8. jaringan sosial merupakan ikatan orang atau kelompok yang dihubungkan dengan hubungan sosial yang diikat dengan kepercayaan yang terbentuk karena berasal dari daerah yang sama, kepercayaan yang sama, dan lain-lain.
  9. modal sosial memiliki dua dimensi yang saling terkait yaitu:
  1. dimensi kognitif/ cultural, berkaitan dengan nilai-nilai sikap dan keyakinan yang mempengaruhi kepercayaan, Solidaritas, resiprositas yang mendorong ke arah terciptanya kerjasama dalam masyarakat guna mencapai tujuan bersama
  2. dimensi struktural, berupa susunan ruang lingkup organisasi dan lembaga masyarakat pada tingkat lokal yang mewadahi dan mendorong terjadinya kegiatan kegiatan kolektif yang bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat

Adapun fungsi modal sebagai berikut:

  1. alat untuk menyelesai menyelesaikan konflik yang ada di dalam masyarakat
  2. memberikan kontribusi tersendiri bagi integrasi sosial
  3. membentuk prioritas sosial bagi masyarakat dengan pilar kesukarelaan
  4. membangun partisipasi masyarakat
  5. sebagai pilar demokrasi
  6. menjadi alat tawar-menawar pemerintah

Penerapan modal social dalam pelayanan pada pengadilan Pelayanan pengadilan adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan bagi masyarakat, khususnya pencari keadilan, yang disediakan oleh Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya berdasarkan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip pelayanan public.

Tujuan utama dari pelayanan adalah kepercayaan publik yang merupakan elemen penting modal social. Modal sosial, yang di dalamnya terdapat ikatan sosial, saling percaya antar individu, maka dalam konteks penyelenggaraan pelayanan publik, kesaling-percayaan ditiumbuhkembangkan pada ranah publik. Bagi instansi Pengadilan sendiri, modal sosial dapat membantu mengembangkan inovasi pelayanan untuk meningkatkan kualitas Pengadilan dan kepercayaan publik.

Komitmen bersama dari setiap individu untuk saling terbuka, saling percaya, rasa kebersamaan, kesetiakawanan, dan sekaligus tanggungjawab akan kemajuan bersama, akan bermuara pada kepercayaan publik kepada instansi Pengadilan, berlandaskan pada kepentingan bersama, kebersamaan, ketahanan dan keberlanjutan.

  • Contoh penerapan modal social pada inovasi pelayanan Pengadilan misalnya adalah:
  • Keterbukaan pada instansi pengadilan, hal ini dapat dilihat dari website pengadilan yang menginformasikan biaya perkara dengan jelas, selain itu terdapat juga aplikasi penghitungan baiya perkara secara mandiri oleh para pihak.
  • 2. Fasilitas disabilitas
  • Selain itu adanya kelengkapan fasilitas disabilitas juga dapat kita lihat di pengadilan, hal tersebut membuat pengadilans sebagai instansi yang ramah disabilitas
  • 3. Direktori putusan
  • mempermudah para publik untuk melihat seluruh hasil putusan pada instansi Pengadilan di seluruh Indonesia.
  • Diharapkan kedepannya semakin diperkuat pengetahuan tentang modal sosial terhadap para pegawai pengadilan, hal tersebut dapat diterapkan menjadi salah satu materi diklat kepemimpinan atau yang lain sehingga akan muncul inovasi – inovasi pelayanan yang lain.

: PENERAPAN MODAL SOSIAL (SOCIAL CAPITAL) DALAM PELAYANAN PADA PENGADILAN

Jelaskan apa yang dimaksud dengan modal tetap?

Modal Tetap – Pengertian, Jenis dan Contohnya | Tokopedia Kamus Modal perusahaan yang tertanam dalam harta tetap, hak paten, dan muhibah (goodwill), tanah dan mesin-mesin, serta saham dan surat berharga lainnya (fixed capital). Otoritas Jasa Keuangan Modal tetap adalah segala jenis aset fisik yang riil yang mencakup aset dan modal (seperti bangunan, kendaraan, pabrik, dan peralatan) yang diperlukan untuk memulai dan menjalankan,

Aset ini dianggap tetap karena tidak dikonsumsi selama produksi barang atau jasa karena dapat digunakan kembali. Investasi modal tetap biasanya disusutkan pada akuntansi perusahaan selama periode waktu yang lama (hingga 20 tahun atau lebih). Modal tetap tidak termasuk bahan yang digunakan dalam komposisi barang yang diproduksi.

Investasi dalam modal tetap termasuk penambahan alat dan peralatan baru, serta properti yang diperlukan untuk membuat dan menampung barang yang diproduksi. Aset tetap dapat dijual kembali dan digunakan kembali kapan saja sebelum masa manfaatnya berakhir.