Apa Dasar Yang Digunakan Dalam Pembuatan Laporan Keuangan?

Apa Dasar Yang Digunakan Dalam Pembuatan Laporan Keuangan
3. Laporan Arus Kas (Cash Flow statement) – Berisi arus uang masuk dan uang keluar dalam periode waktu pelaporan keuangan. Dalam analisa fundamental perusahaan, cash flow ini sangat penting untuk memvalidasi laporan laba-rugi. Penghitungan laba-rugi, sangat ditentukan oleh kebijakan pelaporan keuangan.

  • Ada aturan yang bisa dibilang fleksibel untuk menentukan akun-akun laporan keuangan.
  • Misalnya apakah dana yang sangat besar untuk R&D bisa ditulis sebagai pengeluaran tahun itu juga, atau bisa juga dianggap sebagai investasi yang akan didepresiasi dalam beberapa tahun ke depan, dan tentu saja ini akan mempengaruhi besarnya laba-rugi yang tercatat.

Nah, laporan cash flow ini yang akan memberikan perspektif yang lebih lengkap, apakah laba/rugi yang besar/kecil itu menghasilkan uang kas riel yang bisa dipakai sekarang. Tabel 3. Dasar laporan keuangan – Cash Flow

Apa itu laporan keuangan dasar?

Setiap perusahaan tentu memerlukan laporan keuangan dasar untuk mencatat informasi keuangan pada suatu periode akuntansi. Laporan keuangan dasar tersebut dapat digunakan juga untuk menggambarkan kinerja perusahaan. Selain itu, Laporan keuangan dasar tersebut menjadi bagian dari proses pelaporan keuangan.

  • Laporan keuangan dasar bisnis diantaranya berupa laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
  • Etika menjalankan bisnis, Anda perlu membuat catatan berupa informasi keuangan yang disusun untuk menggambarkan kinerja perusahaan Anda sehingga segala kebutuhan pihak-pihak yang memakainya bisa dipenuhi.

Namun, perlu Anda tahu bahwa konsep dasar laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan dalam mengambil keputusan. Konsep dasar laporan keuangan hanya menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu saja serta tidak menyediakan informasi non keuangan.

Bagaimana Cara membuat laporan keuangan dengan mudah?

Contoh Laporan Keuangan Perubahan Modal – Meskipun termasuk perusahaan skala kecil, sebaiknya pun dilakukan penyusunan laporan perubahan modal. Laporan ini dibuat untuk menggambarkan perubahan modal perusahaan. Berikut contoh dari laporan perubahan modal perusahaan berskala kecil. Pin

Itulah penjelasan mengenai cara membuat laporan keuangan. Di jaman sekarang, kini Anda tidak usah bingung menghitung satu per satu dari setiap laporannya loh, Anda dapat menggunakan alat bantu seperti software akuntansi seperti Harmony. Dengan Harmony Anda dapat memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan laporan keuangan Anda, terutama penyajian laporan neraca saldo.

Di mana solusinya Anda dapat menerima laporan neraca tersebut bisa seimbang secara otomatis dan rapi. Anda juga bisa melakukan pembukuan laporan keuangan secara realtime dan akurat. Fitur lainnya bisa digunakan seperti pemantauan stok, pembuatan invoice otomatis, rekonsiliasi bank transaksi secara otomatis, penghitungan aset, dan keuangan usaha yang mudah dikelola karena terdapat 20 lebih laporan keuangan secara real time.

Cobalah gunakan Harmony GRATIS 30 Hari di sini, Dapatkan update informasi dari Harmony dengan mengikuti media sosialnya di Facebook, Instagram, dan LinkedIn, Itulah penjelasan mengenai cara membuat laporan keuangan. Di jaman sekarang, kini Anda tidak usah bingung menghitung satu per satu dari setiap laporannya loh, Anda dapat menggunakan alat bantu seperti software akuntansi seperti Harmony.

Harmony Software Akuntansi, menyediakan 20 lebih jenis laporan keuangan secara otomatis, dan real-time, Anda hanya perlu input transaksi yang ada di perusahaan maupun bisnis Anda. Harmony dapat digunakan dengan sangat mudah walaupun tidak memiliki background sebagai seorang akuntan sekalipun. Harmony telah membantu ribuan pemilik bisnis yang ingin memiliki laporan keuangan lengkap.

Ingin menggunakan Harmony? Ada Coba GRATIS 30 hari Software Harmony disini.

Apakah laporan keuangan hanya digunakan oleh manajemen perusahaan saja?

Skip to content Home » Inilah Tiga Laporan Keuangan Dasar Dalam Akuntansi Bagi Pemula Inilah Tiga Laporan Keuangan Dasar Dalam Akuntansi Bagi Pemula Akuntansi sangat penting untuk dipelajari dalam dunia bisnis, terlebih dalam hal investasi. Seperti dikutip dari American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) melalui Committee on Terminology (1941) yang diterjemahkan oleh Hadibroto, bahwa akuntansi adalah suatu keahlian untuk mencatat, mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan dengan cara yang tepat dan dinyatakan dengan uang, transaksi dan kejadian yang sebagian sekurang-kurangnya bersifat keuangan dan menginterpretasikan hasil yang diperoleh.

  1. Laporan Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Arus Kas
You might be interested:  Apa Saja Jenis Lembaga Keuangan Yang Ada Di Indonesia?

Dari ketiga laporan keuangan ini, tidak hanya digunakan oleh manajemen perusahaan saja, namun juga dapat digunakan oleh para investor. Kenapa ? karena untuk mengevaluasi posisi keuangan dan kinerja perusahaan pada periode tertentu. Meskipun memiliki perbedaan detail keuangan yang berbeda, ketiganya saling berhubungan, di mana memberikan gambaran menyeluruh tentang aktivitas operasi perusahaan.

Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan sebagai pertimbangan sehat?

Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan saat ini, atau terkini.

Hal ini artinya keadaan keuangan perusahaan merujuk pada tanggal tertentu, ini biasanya untuk neraca keuangan. Atau kondisi dalam periode tertentu, ini artinya laporan merujuk pada rentang waktu tertentu, biasanya satu tahun, ini biasanya untuk laporan laba rugi. Tujuan Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan.

Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pihak pengelola perusahaan atau pihak lain yang berkepentingan termasuk pemilik saham (untuk perusahaan terbuka) dan stakeholder, terkait kondisi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada rentang waktu tertentu Beberapa tujuan pembuatan laporan keuangan diantaranya adalah: a).

  1. Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah aktiva atau harta yang dimiliki oleh perusahaan saat ini. b).
  2. Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki oleh perusahaan pada saat ini. c).
  3. Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah pendapatkan yang diperoleh oleh perusahaan pada periode tertentu.

d). Memberikan gambaran atau informasi data tentang jumlah dan jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu. e). Memberikan informasi dan penjelasan terkait perubahan-perubahan yang terjadi pada aktiva, pasiva, dan modal yang dimiliki oleh perusahaan.

F). Memberikan gambaran atau informasi terkait dengan kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode. g). Memberikan informasi atau gambaran tentang catatan-catatan yang diperlukan untuk laporan keuangan. h). Memberikan data dan informasi keuangan lainnya. Sifat Laporan Keuangan Perusahaan Dalam pembuatannya, laporan keuangan perusahaan dibuat berdasarkan beberapa sifat berikut: a).

Bersifat historikal, artinya laporan keuangan dibuat dan susun dari data masa lalu dan masa sekarang. b). Bersifat Menyeluruh, artinya laporan dibuat selengkap mungkin. Dibuat dan disusun dengan standar yang telah ditetapkan. Fungsi Laporan Keuangan Beberapa fungsi laporan keuangan diantaranaya adalah a).

Untuk mengetahui besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan dengan membandingkan jumlah pendapatan dan beban. Ini Merupakan fungsi dari laporan keuangan laba rugi b). Untuk mengetahui perubahan modal yang terjadi dalam perusahaan dengan menganalisa faktor-faktor atau transaksi-transaksi yang memengaruhinya.

Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan perubahan modal c). Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dengan melihat jenis dan jumlah dari harta, kewajiban, dan modal. Fungsi ini merupakan isi dari laporan keuangan neraca d). Untuk mengetahui arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan dan melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode.

Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan arus kas. Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai informasi keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan di akhir periode akuntansi digunakan anggapan dasar atau asumsi dasar agar laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan di antaranya sebagai berikut. a). Asas Accrual Basic, Dasar Akrual Berdasarkan asas ini, perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali arus kas. Menurut dasar ini, aktiva, kewajiban, ekuiti (modal), penghasilan, dan beban diakui pada saat kejadian.

You might be interested:  Mengapa Sumber Daya Alam Bisa Menjadi Modal Utama Pembangunan?

Penyusunan laporan keuangan bukan didasarkan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar, dan dicatat serta disajikan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya. b). Asas Cash Basic, Dasar Tunai Dasar tunai mempunyai maksud bahwa pendapatan dan biaya diakui pada saat penerimaan atau pengeluaran uang kas.

Pengggunaan dasar ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan perusahaan yang menjual barang secara angsuran, artinya pengakuan terhadap perubahan kekayaan didasarkan pada mutasi kas. c). Asas Kesatuan Usaha, Konsep Entitas Konsep entitas atau kesatuan usaha mempunyai pengertian bahwa laporan keuangan digunakan baik, oleh suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri maupun terpisah dari organisasi lain atau individu lain.

d). Asas Going Concern (Kelangsungan Usaha) Konsep kesinambungan mempunyai arti bahwa laporan keuangan dibuat oleh suatu unit ekonomi yang diasumsikan akan terus- menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan. Oleh sebab itu penyajian aktiva dalam laporan keuangan harus berdasarkan harga historis atau harga perolehannya.

e). Asas Pembandingan Pengeluaran Beban dengan Penghasilan (Matching Concept) Pengeluaran beban yang diakui dalam laporan laba rugi berlandaskan atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dengan pos penghasilan tertentu yang diperoleh. Hubungan biaya dengan penghasilan (matching concept) melibatkan secara bersamaan atau gabungan antara penghasilan dan beban.

Sehingga suatu laporan keuangan yang dis ajikan harus mempertemukan secara layak antara biaya-biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diperoleh dalam satu periode akuntansi yang sama. f). Asas Harga Perolehan (Cost) Asas ini menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya.

Meskipun pembeli mengetahui bahwa harga mungkin masih bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat berdasarkan harga yang disepakati dalam transaksi tersebut. Unsur-Unsur Laporan Keuangan Akuntansi Unsur unsur laporan keuangan bergantung pada jenis laporan keuangan yang dibuat.

  1. A). Unsur Unsur Laba Rugi Unsur unsur pada laporan laba rugi diantaranya pendapatan dan beban.1).
  2. Pendapatan adalah penerimaan yang timbul dari aktivitas perusahaan, seperti penjualan, penerimaan jasa, bunga, dan lain-lain.2).
  3. Beban adalah sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan, seperti beban listrik, beban gaji dan upah, dan lain-lain.

b). Unsur Unsur Perubahan Modal Unsur unsur pada laporan perubahan modal sebagai berikut: 1). Modal awal, yakni jumlah modal di awal periode akuntansi.2). Laba atau rugi, yakni selisih antara pendapatan dan beban. Bila pendapatan lebih besar dari beban akan diperoleh laba, bila pendapatan lebih kecil dari beban akan diperoleh rugi.3).

  1. Modal tambahan, yakni modal yang ditambahkan selama periode akuntansi berlangsung.4).
  2. Pengambilan pribadi ( prive ), yakni besarnya kas atau uang perusahaan yang diambil pemilik untuk kepentingan pribadinya. e).
  3. Modal akhir, yakni jumlah modal di akhir periode akuntansi setelah dipengaruhi oleh keempat unsur di atas.

c). Unsur Unsur Neraca Unsur unsur Pada neraca adalah sebagai berikut: 1). Aktiva atau harta, yakni kekayaan yang dimiliki perusahaan yang berupa aktiva berwujud dan tidak berwujud yang memiliki nilai uang dan akan mendatangkan manfaat di masa yang akan datang.2).

  1. Ewajiban atau utang, yakni utang perusahaan di masa kini yang timbul akibat peristiwa di masa lalu yang telah memberikan manfaat kepada perusahaan dan penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar sumber daya perusahaan.3).
  2. Modal atau ekuitas adalah kekayaan pemilik perusahaan yang ditanamkan ke dalam perusahaan yang besarnya merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban.

d). Unsur Unsur Laporan Arus Kas Unsur unsur pada laporan arus kas adalah sebagai berikut: 1). Arus Kas Masuk Arus kas masuk, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan masuknya kas ke dalam perusahaan.2). Arus Kas Keluar Arus kas keluar, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan keluarnya kas dari perusahaan.

Syarat Kualitatif Laporan Keuangan Akuntansi Syarat- syarat kualitatif agar informasi laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan diantaranya adalah 1). Laporan Keuangan Dapat Dipercaya Suatu laporan keuangan akuntansi dapat dipercaya bergantung kepada tiga hal, yaitu sebagai berikut.

You might be interested:  Saham Adalah Modal Bagi Usaha Yang Berbentuk?

a). Dapat diuji, artinya kebenaran informasi harus dapat diuji oleh penguji independen (bebas) dengan menggunakan metode pengukuran yang sama. b). Netral, artinya informasi tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu, tetapi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai.

  • C). Menyampaikan yang seharusnya, artinya informasi akuntansi harus berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang sebenarnya.2).
  • Laporan Keuangan Dapat Dipahami Laporan keuangan akuntansi harus dapat dipahami, maksudnya informasi tersebut dinyatakan dalam bentuk dan dengan menggunakan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai sehingga informasi dapat dipahami oleh pemakai.3).

Keandalan ( Reliability ) Laporan Keuangan Laporan keuangan yang andal ( reliable ), maksudnya laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan disajikan secara tulus dan jujur ( faithful representation ).4). Perbandingan antara Manfaat dan Biaya Laporan Keuangan Manfaat laporan akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk membuat laporan tersebut.

  • Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang dapat diterima oleh pemakai laporan keuangan.5).
  • Laporan Keuangan Yang Relevan Laporan keuangan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan pemakai.
  • Laporan harus dapat membantu pemakai dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi pada masa lalu.5).

Materialitas Laporan Keuangan Laporan keuangan dikatakan material, jika kelalaian mencantumkan atau kesalahan mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi pemakai.6). Laporan Keuangan Lengkap ( Complete ) Laporan keuangan bersifat lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.

  1. Informasi yang disajikan harus lengkap karena jika sengaja tidak mengungkapkan secara lengkap, informasi yang disajikan menjadi tidak benar atau menyesatkan, tidak dapat diandalkan, serta tidak sempurna jika ditinjau dari segi relevansi.7).
  2. Laporan Keuangan Sebagai Nilai Prediksi Laporan keuangan harus dapat menyajikan informasi yang dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan masa depan.8).

Laporan Keuangan Dapat Dibandingkan ( Comparable ) Laporan akuntasi harus dapat dibandingkan. Laporan keuangan harus dapat memberikan kemudahan bagi pemakainya dalam membandingkan laporan keuangan antarperiode sehingga dapat mengidentifiakasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangannya.

Laporan harus dapat dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan lain agar dapat dievaluasi baik posisi keuangan, kinerja, maupun perubahan keuangan secara relatif.9). Laporan Keuangan Tepat Waktu Tepat waktu, maksudnya informasi akuntansi harus disampaikan sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan.10).

Laporan Keuangan Sebagai Umpan Balik ( Feedback ) Umpan balik artinya informasi yang ada dalam laporan keuangan harus dapat menumbuhkan umpan balik. Umpan balik dapat berupa prediksi, pembenaran, atau penolakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.11).

  • Laporan Keuangan Merupakan Penyajian yang Jujur Penyajian laporan harus jujur.
  • Informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan harus disampaikan secara jujur setiap transaksi atau peristiwa lainnya dan disajikan secara wajar.12).
  • Laporan Keuangan Harus Substansial Substansial artinya Informasi akuntansi yang ada dalam laporan keuangan harus disampaikan sesuai transaksi dan peristiwa lainnya dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya bentuk hukumnya.13).

Laporan Keuangan Sebagai Pertimbangan Sehat ( Prudence ) Pertimbangan sehat artinya informasi akuntansi yang disajikan harus berguna dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi karena pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian dalam melakukan perkiraan.

  1. Jenis Laporan Keuangan Ada beberapa jenis laporan keuangan, yaitu: a).Laporan Keuangan Laba Rugi Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan rincian pendapatan yang diperoleh dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi di suatu perusahaan. b).
  2. Laporan Keuangan Perubahan Modal Laporan perubahan modal adalah sebuah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan modal (atau ekuitas) suatu perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi.

c). Laporan Keuangan Neraca Neraca adalah sebuah laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang terdiri atas harta, kewajiban (utang), dan modal (ekuitas) selama satu periode akuntansi. d). Laporan Keuangan Arus Kas Laporan arus kas adalah sebuah laporan keuangan yang melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan selama satu periode akuntansi.