Apa Fungsi Bep Dalam Proyeksi Keuangan?

Apa Fungsi Bep Dalam Proyeksi Keuangan
Manfaat BEP Bagi Wirausaha – Apa Fungsi Bep Dalam Proyeksi Keuangan Foto: Freepik.com Setelah mengetahui pengertian BEP, selanjutnya kamu juga perlu mengetahui manfaat BEP untuk wirausaha. Berikut beberapa manfaat BEP bagi wirausaha yang dikutip dari Marketing91 :

BEP memberikan perkiraan yang akurat tentang jumlah produk yang harus terjual agar dapat menghasilkan keuntungan.Membantu menganalisis dan menemukan kaitan antara biaya tetap dan biaya variabel.BEP dapat dijadikan sebagai indikator untuk menetapkan target usaha.BEP dapat memprediksi dampak dari perubahan biaya terhadap profit bisnis.Membantu menghitung perkiraan laba rugi.Informasi yang diberikan BEP dapat membantu manajemen dalam pengajuan pinjaman, dan menetapkan harga yang kompetitif.

Selain beberapa manfaat BEP tersebut, kehadiran BEP juga memiliki beberapa kegunaan bagi bisnis. Berikut kegunaan BEP yang perlu kamu ketahui.

Menentukan kerugian yang mungkin akan dialami dalam bisnis.Menentukan dampak penggunaan mesin (otomatisasi) yang menggantikan tenaga kerja (SDM) terhadap keuntungan bisnis.Mengetahui perubahan yang mungkin terjadi terhadap keuntungan bisnis jika mengubah harga jual produk.Mengetahui keutungan maksimum yang dapat diperoleh.

Baca Juga: 6M dalam Wirausaha untuk Membangun Sistem Manajemen Apa Fungsi Bep Dalam Proyeksi Keuangan

Apakah fungsi BEP dalam proyeksi keuangan?

Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis proyeksi sejauh mana banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau sebanyak apa uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal.

Apa itu proyeksi BEP?

Cara serta Contoh perhitungan BEP – BEP Dihitung menggunakan empat komponen utama, yakni:

Fixed Cost (Biaya Tetap) yaitu biaya yang harus tetap dikeluarkan perusahaan meskipun terdapat perubahan jumlah produksi, seperti biaya gaji karyawan tetap, biaya sewa tempat, biaya penyusutan, bunga bank, dan sebagainya. Variable Cost (Biaya Variabel) adalah biaya proporsional yang disesuaikan dengan volume produksi, misalnya biaya upah lembur, biaya bahan baku, BBM, dan sebagainya. Revenue (Pendapatan) yaitu total dari uang yang diterima dari hasil penjualan. Profit (Laba) yakni selisih antara total penghasilan dikurangi dengan biaya tetap dan biaya variabel.

BEP Unit Rumus BEP ini didapat dari fixed cost dibagi margin kontribusi setiap unit. Nilai margin tersebut didapatkan dari selisih harga jual dengan variable cost per unit. Nilai margin juga bisa didapatkan dari hasil bagi antara jumlah keseluruhan penjualan dengan variable cost,

BEP Unit = (Fixed Cost)/(harga unit – variable cost unit) BEP Nilai Penjualan Rumus BEP lainnya dihitung berdasarkan hasil dari nilai penjualan. BEP=biaya tetap/(1-(variable cost/harga)) BEP Mata Uang Rumus ini digunakan saat perusahaan ingin mengetahui nilai BEP sesuai satuan mata uang yang dipakai.

Caranya dengan membagi biaya tetap dengan hasil pembagian kontribusi margin unit dengan harga unitnya. BEP Mata Uang = (Fixed cost) / (Kontribusi margin unit/harga unit) Contohnya, Perusahaan X bergerak dalam bisnis penjualan kue. Dalam bisnis tersebut, Perusahaan X mempunyai biaya tetap berupa pajak properti, biaya sewa, serta gaji eksekutif sejumlah 37,5 juta.

You might be interested:  Urutan Yang Benar Dalam Komponen Tugas Administrasi Keuangan Adalah?

Apa yang dimaksud BEP dan fungsi atau tujuan perhitungan BEP?

KOMPAS.com – Break Even Point (BEP) adalah kondisi di mana perusahaan berada di titik tidak untung maupun tidak rugi. Jadi, perusahaan memiliki jumlah pengeluaran yang setara dengan pendapatan. Dalam bahasa Indonesia, break even point disebut pula titik impas.

Apa fungsi evaluasi hasil perhitungan BEP?

Manfaat BEP – Setelah mengetahui pengertian BEP dan tujuannya, maka dapat diketahui manfaat BEP bagi suatu perusahaan. Menurut Bustami dan Nurlela (2006), manfaat BEP antara lain:

Manfaat BEP bagi perusahaan adalah dapat mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan agar tidak mengalami kerugian. Manfaat BEP selanjutnya adalah perusahaan dapat mengetahui jumlah penjualan yang harus dicapai agar memperoleh keuntungan. Bagi sebuah perusahaan, manfaat break even point ini dapat mengetahui nilai berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Selanjutnya manfaat break even point dalam sebuah perusahaan ialah dapat mengetahui dampak perubahan harga jual produk, biaya, dan volume penjualan. Manfaat BEP terakhir menurut Bustami dan Nurlela ialah perusahaan dapat menentukan ragam produk yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat keuntungan yang telah ditargetkan dalam perencanaan.

Pin Selain itu, Carter dan Usry, berpendapat bahwa terdapat 2 manfaat BEP bagi suatu perusahaan, yaitu:

Manfaat BEP dalam sebuah perusahaan adalah memberikan sebuah informasi dan pedoman dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi seperti penambahan/penggantian fasilitas produksi atau investasi dalam aktiva tetap lainnya. Manfaat break even point bagi sebuah perusahaan ialah perusahaan mendapat informasi yang dapat digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan untuk menutup usaha atau tidak, dan saat yang tepat bagi suatu perusahaan untuk dihentikan.

Baca Juga: Positioning Dalam Bisnis : Pengertian, Tujuan, Dan Manfaatnya

Apa pentingnya BEP bagi perencanaan usaha?

Kegunaan Analisis Break Even Point manfaat sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui hubungan volume penjualan ( produksi), harga jual, biaya produksi dan biaya-biaya lain serta mengetahui laba rugi perusahaan.2) Sebagai sarana merencanakan laba.

You might be interested:  Bagaimana Cara Menjadi Wirausaha Sukses Dengan Modal Yang Sedikit?

Apa hubungan BEP dengan perencanaan keuntungan?

Hubungan break even point dengan tingkat penjualan dan laba adalah dengan adanya keuntungan atau laba yang diinginkan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perencanaan kegiatan dan penyusunan anggaran di masa mendatang, sehingga akan dapat digunakan untuk menentukan target penjualan yang maksimum.

Mengapa BEP penting Jelaskan dan beri contoh?

Pengertian Break Even Point (BEP) – Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian ada pada posisi 0 (nol). Hal tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap, dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel.

  1. Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka artinya perusahaan menderita kerugian.
  2. Sebaliknya, bila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan, maka perusahaan tersebut akan memperoleh keuntungan.
  3. Break Even Point (BEP) sangat penting bagi sebuah perusahaan karena dapat membantu Anda dalam membuat keputusan, seperti contoh apakah Anda perlu menaikkan harga produk atau mengurangi biaya operasional.

Selain itu, informasi ini juga sering digunakan oleh para pelaku saham. Kalkulasi saham yang dibuat dengan menggunakan metode Break Even Point (BEP) saat seseorang melakukan kegiatan jual beli saham dapat menganalisa kapan saat yang tepat untuk membeli ( call ) dan kapan harus menjual ( put ).

Bagaimana cara suatu perusahaan menentukan nilai BEP dalam perencanaan harga?

2. Cara Menghitung BEP Rupiah – BEP = Biaya Tetap/(Kontribusi Margin Per Unit/Harga Per Unit) BEP = 5.000.000/(Harga Jual – Biaya Variabel Per Unit)/Harga Per Unit BEP = 5.000.000/(1.500.000 – 200.000)/1.500.000 BEP = 5.000.000/0,9 BEP = Rp5.600.000 Dengan demikian, Pak Ruslan dapat mencapai BEP ketika angka penjualannya mencapai Rp6.250.000.

  • Kunjungi dan untuk menemukan hunian impianmu dari sekarang.
  • Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena kami selalu,
  • Kunjungi dari sekarang dan temukan hunian favoritmu, salah satunya !

: Cara Menghitung BEP (Break Even Point) Rupiah dan Unit

Faktor faktor apa saja yang dapat mempengaruhi analisis BEP tersebut?

Faktor – faktor yang dapat berubah dalam hubungannya dengan analisa break even point antara lain: biaya variabel, harga jual, maupun komposisi penjualan. Perubahan merupakan salah satu faktor penentu break even point atau faktor yang mengakibatkan perubahan-perubahan pada faktor – faktor yang lain.

Bagaimana perusahaan dikatakan mencapai titik BEP?

Apa itu Break Even Point? – Untung dan rugi merupakan hal yang wajar dalam berbisnis. Sebuah perusahaan bisa dikatakan untung jika pendapatan melebihi dari modal yang dikeluarkan, namun sebaliknya perusahaan bisa dikatakan rugi jika pendapatan tidak dapat menutup modal yang dikeluarkan.

You might be interested:  Hal-Hal Yang Tidak Berhubungan Dengan Pajak Bumi Dan Bangunan Adalah?

Nah, bagaimana jika perusahaan tidak mengalami untung atau rugi? Itulah yang disebut dengan titik impas atau break even point, Break even point atau BEP merupakan kondisi ketika pendapatan sebuah perusahaan sama dengan modal yang keluarkan. Akuntansi menyebut BEP sebagai titik impas, karena perusahaan tidak mengalami untung maupun rugi.

Modal yang dikeluarkan untuk biaya operasional sama jumlahnya dengan pendapatan yang diterima. Keberadaan BEP menjadi penting karena perusahaan dapat mengetahui prediksi keuangannya untuk periode selanjutnya. Baca juga: 9 Istilah dalam Akuntansi Perpajakan yang Wajib Anda Ketahui! Ada 4 elemen yang menjadi pembentuk break even point, di antaranya:

  1. Biaya tetap atau fixed cost, yang merupakan biaya wajib yang dikeluarkan oleh perusahaan, seperti gaji karyawan, biaya sewa gedung dan/atau sewa gudang, biaya penyusutan mesin, dan lain-lain;
  2. Biaya tidak tetap atau variabel cost, yang merupakan biaya dengan nilai yang berubah-ubah, tergantung dengan naik turunnya permintaan. Contoh dari biaya tidak tetap ini termasuk biaya listrik, air, telepon, bahan baku, transportasi, dan lain-lain;
  3. Harga jual atau price, yang merupakan harga yang ditentukan setelah melihat semua biaya produksi ditambah dengan nilai margin yang diperoleh. Harga barang dihitung per unit, dan;
  4. Pendapatan atau revenue, yang merupakan penghasilan yang didapat dari seluruh penjualan.

Jika sebuah perusahaan berada di titik impas, bagaimana dengan perpajakannya? Ketika sebuah perusahaan menghitung break even point, maka pajak penghasilannya tidak berperan karena pajak yang dibayarkan atas penghasilan nol adalah nol. Ini dikarenakan laba bersih didapat saat pendapatan operasional dikurangi pajak penghasilan. Baca juga: Cara Menghitung Pajak Penghasilan: Kiat Agar Lebih Efisien

Apa kegunaan analisis break even point oleh pihak manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan?

Analisis break even point tidak hanya memberikan informasi mengenai posisi perusahaan dalam keadaaan impas atau tidak, namun analisis break even point sangat membantu manajemen dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.Tujuan analisis titik impas adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas dimana pendapatan hasil

Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi analisis BEP tersebut?

Faktor – faktor yang dapat berubah dalam hubungannya dengan analisa break even point antara lain: biaya variabel, harga jual, maupun komposisi penjualan. Perubahan merupakan salah satu faktor penentu break even point atau faktor yang mengakibatkan perubahan-perubahan pada faktor – faktor yang lain.