Apa Saja Kelemahan Deposito Sebagai Investasi Keuangan?

Apa Saja Kelemahan Deposito Sebagai Investasi Keuangan
4. Tidak mendapat keuntungan walaupun bunga bank tinggi – Suku bunga deposito yang bersifat tetap di sisi lain juga menjadi kelemahan karena tidak mendapat keuntungan ketika bunga bank tinggi karena bunga deposito bersifat tetap. Sehingga untuk kamu tipe orang yang tidak suka menghadapi risiko tinggi, tidak suka jika melihat nilai investasi turun dan jika kamu tipe orang yang sulit untuk menabung maka deposito merupakan pilihan yang tepat untuk kamu! Bank Universal BPR juga menyediakan produk deposito dengan bunga tinggi hingga 6% dan tentunya aman karena merupakan peserta penjaminan LPS! Gimana mau mulai deposito sekarang ? Baca Juga : : 8 Kelebihan dan Kekurangan Deposito, Kamu harus tau! – Universal BPR

Apa kelemahan deposito jelaskan?

Untung-Rugi Investasi Deposito – Ilustrasi. Pertimbangan untung dan rugi investasi deposito (Foto: istockphoto/baona) Sebagai catatan untuk membantu anda mempelajari kembali untuk rugi dari investasi deposito, berikut adalah rangkuman kelebihan dan kekurangan deposito. Keuntungan investasi deposito:

Bunga yang cukup kompetitif dibandingkan bentuk simpanan lainnya, semisal tabunganKeamanan uang lebih terjamin karena dijamin LPSRisiko kerugian kecilMudah dicairkanDapat dijadikan agunan atau jaminan kredit.

Kerugian investasi deposito:

Imbal hasil yang rendah. Meski lebih tinggi dari tabungan biasa, namun laba deposito lebih rendah ketimbang investasi lain seperti saham, obligasi, maupun reksadanaBerpotensi terkena inflasiTerdapat biaya pajakTerkena biaya penalti jika diambil sebelum jatuh tempo Nilai investasi tidak bertambah.

Demikian jenis-jenis deposito beserta pertimbangan untung-ruginya. Investasi merupakan salah satu cara meningkatkan pendapatan. Jika ragu untuk berinvestasi seperti saham, deposito bisa menjadi langkah awal yang baik untuk menjajal investasi. (fef/fef)

Apakah deposito beresiko?

KOMPAS.com – Ketika memiliki tabungan di bank, mungkin Anda pernah bertanya begini: “Kenapa uangnya lama sekali berkembang, adakah imbal hasil yang lebih optimal?” Memang salah satu ujian bagi para penabung di bank adalah inflasi. Dengan bunga tabungan hanya sebesar 4 pesen hingga 5 persen per tahun, jika dikurangi inflasi 3 persen, Anda hanya menikmati bunga net 2 persen-3 persen.

  1. Tentu hal ini menjadi perhatian bagi para pemilik dana.
  2. Apalagi saat ini ada beragam jenis investasi yang tersedia dan bisa Anda pilih.
  3. Mulai dari investasi berisiko rendah hingga tinggi.
  4. Seperti saham, obligasi, hingga reksadana dan emas.
  5. Namun bagi Anda para pemula, adalah hal yang relatif tepat untuk mencoba deposito untuk membiakkan dana secara aman.

Baca juga: Nasabah Kaya Atur Ulang Portofolio Investasi Sebelum memutuskan menaruh dana di deposito, pastikan Anda mengetahui lima hal penting berikut ini, seperti dikutip dari HaloMoney.co.id.1. Perbedaan deposito dengan tabungan Deposito adalah salah satu produk perbankan yang memberikan layanan untuk menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu.

  • Suku bunga deposito ini lebih tinggi jika dibanding dengan suku bunga tabungan biasa.
  • Dalam deposito, Anda akan memilih jangka waktu menyimpan dana: mulai dari tiga bulan, enam bulan, satu tahun dan seterusnya.2.
  • Ada biaya jika menarik dana lebih cepat Selama periode simpanan tersebut, Anda tidak dapat mengambil uangmu.

Jika Anda mencairkan dana sebelum habis jangka waktu, Anda akan terkena biaya pencairan. Maklum Anda mencairkan dana di luar kesepakatan awal. Besaran biaya pencairan di luar jadwal berbeda-beda di setiap bank. Sementara tabungan biasa, Anda tidak terikat dengan jangka waktu karena dana tabungan sifatnya fleksibel dan bisa diambil kapan saja.

Sebelum memutuskan untuk memilih deposito, lakukan perhitungan bunga deposito dengan tepat.3. Dijamin pemerintah Selain berisiko rendah, deposito dan tabungan tergolong sebagai jenis simpanan yang aman. Sebab nilainya dijamin oleh pemerintah sepanjang dananya tidak melebihi Rp 2 miliar per orang dalam satu bank.

Jika bank tempat Anda menyimpan dana gonjang-ganjing dan ditutup, dana Anda tetap aman karena dijamin oleh pemerintah dengan batas maksimal tersebut. Jika danamu melebihi Rp 2 miliar, maka yang hanya dijamin adalah sebesar Rp 2 miliar.4. Suku bunga simpanan selalu berubah Suku bunga deposito dan tabungan selalu berubah setiap empat bulan.

Penetapan suku bunga ini dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), lembaga pemerintah yang mengawasi dan mengatur simpanan nasabah di bank. Pada 12 September lalu, suku bunga penjaminan sebesar 6,5 persen per tahun di bank umum untuk simpanan rupiah. Jika dana Anda ingin dijamin pemerintah, maka suku bunga yang Anda terima dari bank tidak boleh melebihi suku bunga tersebut.

Jika lebih, dana Anda tidak akan dijamin oleh pemerintah.5. Perhitungan bunga deposito Apabila Anda tertarik menaruh dana di deposito, ada baiknya untuk mempelajari perhitungan bunga deposito terlebih dulu. Sebab, semakin besar jumlah dana yang diinvestasikan, semakin besar pula bunga yang diperoleh.

  • Selain itu, Anda juga akan dikenakan biaya seperti pajak atas bunga deposito sesuai dengan nominal dana tertentu.
  • Apabila jumlah deposito Anda lebih dari Rp 7,5 juta, pajak atas bunga deposito yang dikenakan adalah sebesar 20 persen dari bunga deposito.
  • Supaya tidak penasaran, mari hitung sendiri pajak deposito yang akan dikenakan.

Ilustrasinya dapat dibaca lengkap di blog HaloMoney.co.id. Begitulah hal wajib Anda ketahui sebelum menaruh dana di deposito. Artikel ini bekerja sama dengan HaloMoney.co.id. Isi artikel di luar tanggung jawab Kompas.com.5 Hal Wajib Anda Tahu Sebelum Menabung di Deposito Membuka rekenening tabungan di bank tentu saja belum cukup.

  1. Sebab, bunga yang Anda dapat tergolong kecil dan bisa tergerus dengan inflasi.
  2. Sekarang waktunya Anda berinvestasi yang aman dan pasti.
  3. Deposito salah satu pilihannya.
  4. ======================= Ketika memiliki tabungan di bank, mungkin Anda pernah bertanya begini: “Kenapa uangnya lama sekali berkembang, adakah imbal hasil yang lebih optimal?” Memang salah satu ujian bagi para penabung di bank adalah inflasi.

Dengan bunga tabungan hanya sebesar 4% hingga 5% per tahun, jika dikurangi inflasi 3%, Anda hanya menikmati bunga net 2%-3%. Tentu hal ini menjadi perhatian bagi para pemilik dana. Apalagi saat ini ada beragam jenis investasi yang tersedia dan bisa Anda pilih.

Mulai dari investasi berisiko rendah hingga tinggi. Seperti saham, obligasi, hingga reksadana dan emas. Namun bagi Anda para pemula, adalah hal yang relative tepat untuk mencoba deposito untuk membiakkan dana secara aman. Sebelum memutuskan menaruh dana di deposito, pastikan Anda mengetahui lima hal penting berikut ini, seperti dikutip dari HaloMoney.co.id,1.

Perbedaan Deposito dengan Tabungan Deposito adalah salah satu produk perbankan yang memberikan layanan untuk menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu. Suku bunga deposito ini lebih tinggi jika dibanding dengan suku bunga tabungan biasa. Dalam deposito, Anda akan memilih jangka waktu menyimpan dana: mulai dari tiga bulan, enam bulan, satu tahun dan seterusnya.

Baca juga: Kredit tanpa agunan hingga Rp 10 juta bagi pelanggan Tekomsel prabayar 2. Ada biaya jika menarik dana lebih cepat Selama periode simpanan tersebut, Anda tidak dapat mengambil uangmu. Jika Anda mencairkan dana sebelum habis jangka waktu, Anda akan terkena biaya pencairan. Maklum Anda mencairkan dana di luar kesepakatan awal.

Besaran biaya pencairan di luar jadwal berbeda-beda di setiap bank. Sedangkan dalam tabungan biasa, Anda tidak terikat dengan jangka waktu karena dana tabungan sifatnya fleksibel dan bisa diambil kapan saja. Sebelum memutuskan untuk memilih deposito, lakukan perhitungan bunga deposito dengan tepat.3.

Dijamin pemerintah Selain berisiko rendah, deposito dan tabungan tergolong sebagai jenis simpanan yang aman. Sebab nilainya dijamin oleh pemerintah sepanjang dananya tidak melebihi Rp 2 miliar per orang dalam satu bank. Jika bank tempat Anda menyimpan dana gonjang-ganjing dan ditutup, dana Anda tetap aman karena dijamin oleh pemerintah dengan batas maksimal tersebut.

Jika danamu melebihi Rp 2 miliar, maka yang hanya dijamin adalah sebesar Rp 2 miliar.4. Suku bunga simpanan selalu berubah Suku bunga deposito dan tabungan selalu berubah setiap empat bulan. Penetapan suku bunga ini dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), lembaga pemerintah yang mengawasi dan mengatur simpanan nasabah di bank.

  1. Pada 12 September lalu, suku bunga penjaminan sebesar 6,5% per tahun di bank umum untuk simpanan rupiah.
  2. Jika dana Anda ingin dijamin pemerintah, maka suku bunga yang Anda terima dari bank tidak boleh melebihi suku bunga tersebut.
  3. Jika lebih, dana Anda tidak akan dijamin oleh pemerintah.
  4. Baca juga: Pinjaman usaha tanpa syarat kartu kredit untuk berbagai kebutuhan 5.
You might be interested:  Ciri Ciri Yang Melekat Pada Pengertian Pajak?

Perhitungan bunga deposito Apabila Anda tertarik menaruh dana di deposito, ada baiknya untuk mempelajari perhitungan bunga deposito terlebih dulu. Sebab, semakin besar jumlah dana yang diinvestasikan, semakin besar pula bunga yang diperoleh. Selain itu, Anda juga akan dikenakan biaya seperti pajak atas bunga deposito sesuai dengan nominal dana tertentu.

Apabila jumlah deposito Anda lebih dari Rp 7,5 juta, pajak atas bunga deposito yang dikenakan adalah sebesar 20% dari bunga deposito. Supaya tidak penasaran, mari hitung sendiri pajak deposito yang akan dikenakan. Ilustrasinya dapat dibaca lengkap di blog HaloMoney.co.id, Begitulah hal wajib Anda ketahui sebelum menaruh dana di deposito.

Gunakan situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id untuk segala kebutuhan dana Anda secara gratis, termasuk pengajuan kartu kredit. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join.

Apakah deposito termasuk investasi keuangan?

Secara sederhana, deposito merupakan produk investasi dari perbankan dengan tingkat pengembalian lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan. Tetapi nasabah tidak bisa mengambil dananya dalam jangka waktu tertentu. Deposito umumnya dipilih sebagai instrumen investasi bagi investor dengan risiko profil tidak tinggi.

  1. Setiap bank menawarkan suku bunga yang berbeda untuk tiap jangka waktu yang ditawarkan.
  2. Meskipun biasanya suku bunga deposito masih di bawah tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), tapi tak jarang ada bank yang menawarkan bunga yang jauh lebih tinggi.
  3. Hanya saja tingkat suku bunga deposito jauh lebih tinggi ketimbang tabungan.

Industri perbankan seringkali menawarkan jangka waktu satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan 12 bulan yang disebut tenor. Data yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Agustus 2015 menyebutkan suku bunga deposito rata-rata bank umum tercatat 7,60% untuk satu bulan, 8,33% untuk tiga bulan, 8,61% untuk enam bulan, dan 8,61% untuk jangka lebih dari 12 bulan.

Dengan tingkat suku bunga ( yield ) deposito yang tinggi, masyarakat yang memiliki dana berlebih lebih memilih produk ini. Sayangnya, masyarakat harus merogoh kocek yang besar di awal investasi karena perbankan menentukan dana minimum yang jumlahnya bervariasi. Biasanya di atas Rp8 juta bahkan untuk tingkat pengembalian modal ( return ) yang lebih tinggi tak jarang dana yang disiapkan mencapai ratusan juta rupiah.

Pertanyaannya adalah jangka waktu mana yang sebaiknya dipilih? Sebagian kalangan kadang terjebak dengan yield deposito untuk tenor tiga bulan yang biasanya lebih tinggi dari tenor enam bulan atau satu tahun padahal angka itu sebenarnya persentase secara tahunan.

  1. Dengan kata lain, ketika deposito dengan tenor tiga bulan jatuh tempo maka yield yang diterima bukanlah di angka yang sebenarnya ditawarkan.
  2. Misalnya Anda menempatkan dana Rp10 juta untuk deposito bertenor tiga bulan dengan yield 7,75%.
  3. Setelah jatuh tempo, bunga yang diterima bukan 7,75% dari Rp10 juta, tetapi 0,25 dikali 7,75% dikali Rp10 juta.

Itu dikarenakan bunga 7,75% dihitung tahunan. Belum lagi adanya pajak bunga pemerintah 20% untuk penempatan dana di atas Rp7,5 juta sehingga bunga yang diterima semakin kecil. Meskipun demikian banyak yang memilih deposito bertenor ini karena bisa diperpanjang kembali setiap tiga bulan.

Tenor ini juga dianggap tidak terlalu lama sehingga masyarakat masih bisa menjaga likuiditas keuangannya. Bahkan kini perbankan memiliki inovasi agar masyarakat dapat tetap memanfaatkan produk ini meski dana yang tersedia tidak terlalu besar. Sebenarnya apa keuntungan berinvestasi dalam deposito? Yang paling utama adalah relatif aman karena modal terproteksi asalkan dana nasabah yang didepositokan tidak dicairkan sebelum jatuh tempo.

Kedua, tingkat pengembalian investasi lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan. Ketiga, dana deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Untuk produk sendiri, nasabah dapat memilih menempatkan deposito dalam bentuk rupiah atau dalam bentuk valuta asing.

  • Husus untuk valuta asing biasanya yang ditawarkan adalah dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, Euro, dolar Australia, poundsterling, yen, dolar Hongkong, dan China Yuan.
  • Tentunya pilihan ada di tangan Anda, karena bagaimanapun produk investasi ditawarkan oleh bank memiliki tingkat risiko masing-masing yang kadang di luar perkiraan.

Misalnya ketika nasabah memilih menempatkan uangnya pada deposito dalam valuta asing, maka terdapat risiko yang berkaitan dengan nilai tukar rupiah terhadap mata uang valuta asing. Meskipun demikian tak ada salahnya anda melirik salah satu produk investasi yang digemari oleh masyarakat pada umumnya ini.

Apa perbedaan deposito dan investasi?

Jenis produk – Jika dilihat dari segi produk layanan, deposito merupakan jenis produk investasi sedangkan tabungan merupakan simpanan biasa. Tentu jika investasi perlu jangka waktu tertentu baru uang kita bisa diambil. Deposito sama halnya dengan produk investasi lainnya seperti saham, properti, reksadana.

Apakah deposito terjamin?

Keuntungan Deposito –

Keamanannya Terjamin

Deposito berjangka memiliki tingkat resiko yang lebih rendah daripada bentuk investasi lain seperti pasar saham dan obligasi. Deposito berbeda dengan saham yang resiko kerugiannya terbilang tinggi. Sehingga, dapat dipastikan deposito aman untuk digunakan tanpa perlu memikirkan resiko.

Lebih Menguntungkan

Dengan resiko kegagalan rendah, deposito juga menawarkan suku bunga lebih tinggi dibanding produk perbankan lainnya. Jadi, semakin banyak uang yang kamu simpan, semakin besar bunga yang bisa kamu dapatkan.

Fleksibel

Kamu bisa memilih jangka waktu sesuai dengan kemampuanmu sendiri. Kamu bisa memanfaatkan produk deposito untuk menyimpan uang di bank dalam jangka panjang. Namun, pencairan deposito tidak bisa dilakukan semaumu, harus menyesuaikan dengan tempo yang telah disepakati.

Bagaimana jika deposito tidak diambil setelah jatuh tempo?

Pihak bank melakukan denda atau penalti agar nasabah tidak menarik dana deposito sebelum waktunya. Denda atau penalti biasanya sudah dijelaskan pada saat Anda akan membuka rekening deposito.

Bagaimana ketentuan bank terhadap nasabah yang melakukan penarikan deposito sebelum jatuh tempo?

Bagaimana jika nasabah melakukan pencairan deposito sebelum jatuh tempo penempatan? Kantor Pusat Pusat Bantuan Bank Sinarmas CARE 1500153 (021) 501 88888 Media Sosial Kami Bank Sinarmas merupakan peserta penjaminan LPS, terdaftar dan diawasi oleh OJK. : Bagaimana jika nasabah melakukan pencairan deposito sebelum jatuh tempo penempatan?

Kenapa bunga deposito haram?

Produk Deposito di Bank Syariah – Produk deposito di Bank Syariah adalah menggunakan akad mudharabah. Deposito mudharabah ini memang dirancang sebagai sarana untuk tabungan orang-orang yang mempunyai dana sehingga dana tersebut akan menghasilkan nisbah bagi hasil yang menguntungkan yang akan diberikan setiap bulannya sesuai jangka waktu yang telah disepakati.

  • Aplikasi dalam perbankan akad mudharabah biasanya diterapkan pada produk-produk pendanaan dan pembiayaan.
  • Pada sisi penghimpunan dana, mudharabah diterapkan pada: tabungan berjangka, yaitu tabungan yang dimaksudkan untuk tujuan khusus, seperti tabungan haji, tabungan kurban, dan sebagainya.
  • Adapun pada sisi pembiayaan, mudharabah diterapkan untuk: pembiayaan modal kerja, seperti modal kerja perdagangan dan jasa tabungan khusus, disebut juga mudharabah muqayyadah di mana sumber dana khusus dengan penyaluran yang khusus dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh shohibul maal.

Perbedaan utama antara produk deposito konvensional dan syariah terletak pada sistem pembagian keuntungan. Jika produk deposito konvensional memberikan keuntungan sesuai bunga yang diterapkan, produk deposito syariah menawarkan sistem bagi hasil atau nisbah.

Pada produk deposito konvensional, perhitungan bunga memiliki rumus tersendiri tergantung banyak faktor, seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Suku bunga yang ditawarkan juga berbeda tergantung dari kebijakan masing masing bank. Dalam syariat Islam bunga bank ini haram hukumnya karena termasuk riba atau keuntungan yang diperoleh dari cara cara yang dilarang hukum Islam.

Maka dari itu digunakanlah sistem nisbah dengan pembagian hasil sesuai rasio yang disepakati antara bank dan nasabah. Itulah sekilas tentang deposito syariah dan bagaimana hukumnya deposito di bank syariah. Semoga bisa menjadi inspirasi kamu untuk memilih instrumen investasi mana yang akan kamu pilih untuk mengembangkan keuanganmu di masa depan.

  • Saat ini banyak produk-produk bank syariah yang bisa kamu manfaatkan untuk mengelola keuanganmu lebih baik lagi.
  • Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman terbaik dalam pengelolaan keuangan secara syariah dengan mudah dan aman, kini hadir Hijra Bank.
  • Teknologi inovatif Hijra Bank mendukung layanan transfer, transaksi harian, laporan real time, hingga kontrol penuh atas pengelolaan keuangan dalam satu aplikasi.

Siap membantu kamu mengelola keuangan dengan lebih mudah untuk hasil yang Insya Allah lebih berkah. Kapan saja, di mana saja! Info lebih lanjut silakan klik di sini ! Atau kamu juga bisa kembangkan dana dan asetmu di platform P2P Funding Syariah dari ALAMI. Content Specialist at ALAMI Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

You might be interested:  Budidaya Yang Menguntungkan Dengan Modal Kecil?

Berapa lama jangka waktu deposito?

Tahap Pengajuan Deposito – Cara menabung deposito sendiri tidak begitu sulit, jika Anda tertarik untuk mulai menabung deposito, berikut adalah tahapan umum dari tahapan pengajuan deposito : Baca Juga : Syarat Buat Paspor Online dan Manual Serta Prosedur Pembuatannya

Menentukan bank untuk mendaftar deposito. Siapkan berkas identitas yang masih berlaku seperti KTP dan NPWP sebagai persyaratan pembukaan deposito. Siapkan materai. Calon nasabah biasanya diharuskan sudah memiliki rekening di bank tempat Anda akan mendaftar deposito. Tentukan tenor dan jenis deposito berdasarkan produk – produk yang ditawarkan oleh pihak bank. Isi formulir pendaftaran deposito dengan lengkap dan sebenar – benarnya. Mengikuti arahan Customer Service ketika membuka deposito. Melakukan setoran untuk membuka rekening. Setelah dinyatakan berhasil, Anda akan menerima bilyet sebagai bukti kepemilikan deposito.

Apakah deposito Pasti Untung?

Sebagai salahsatu bentuk investasi, reksa dana sering dibandingkan dengan deposito. Deposito sebagai bentuk investasi paling sederhana dari bank ini dinilai sebagai investasi yang cocok untuk mereka yang cari aman. Benar kah? Reksa dana bisa memberikan keuntungan yang lebih tinggi Deposito menjanjikan keuntungan pasti sejak awal dan biasanya suku bunganya berkisar 4% hingga 6%.

Mengapa deposan menyimpan uang di rekening deposito merupakan investasi?

Bisnis.com, JAKARTA – Deposito merupakan salah satu produk dari perbankan yang berupa simpanan berjangka, bisa dalam bentuk rupiah maupun mata uang asing. Berdasarkan sikapiuangmu.ojk.go.id, definisi deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu.

  1. Ada 3 karakter deposito dari bank, yaitu dapat dicairkan setelah jangka waktu berakhir, jatuh tempo dapat diperpanjag secara otomatis atau automatic roll over (ARO), dan dapat berupa mata uang rupiah maupun mata uang asing.
  2. Lalu, saat ini muncul pertanyaan apakah menyimpan uang di deposito termasuk investasi atau hanya menabung? Financial Advisor Philip Mulyana mennjelaskan bahwa menyimpan uang di deposito esensinya adalah supaya nilai uang yang dimiliki tidak terlalu turun.

“Meskipun kita dikejar inflasi, tetapi dibandingkan dengan belanja dan konsumtif, mending deposito,” ujarnya kepada Bisnis saat acara peluncuran program edukasi Fintamin Bank Jago di Jakarta belum lama ini. Menurutnya, deposito merupakan langkah pertama dalam investasi ketimbang tidak pernah berinvestasi sama sekali.

Kemudian, jika ada pendapat yang mengatakan lebih baik trading saham dari pada deposito, Philip menyatakan bahwa dalam trading saham terdapat potensi rugi. Selain itu, penerimaan risiko investasi atau risk tolerance setiap orang berbeda-beda, tidak semua orang cocok investasi di saham atau kripto. Apabila seseorang berkarakter konservatif, maka deposito adalah pilihan yang tepat.

“Selalu saat pada saat trading saham atau investasi apapun ada siklus, mungkin kita rugi dulu dan segala macam. Kalau posisi kita rugi, lebih mending deposito., menurut aku deposito itu investasi,” jelasnya. Selain itu, saat seseorang telah mahir dalam investasi pun, sebaiknya memiliki diversifikasi dengan tidak meletakkan 100 persen uangnya dalam satu instrumen.

“Enggak harus 100 persen di saham, enggak harus 100 persen di deposito. Minimal ada sekian persen di deposito, jadi pada saat kita punya satu kesempatan investasi, duit itu ada di deposito,” kata Philip. Sementara itu, OJK melalui sikapiuangmu.ojk.go.id juga menyebutkan deposito umumnya dipilih sebagai instrumen investasi bagi investor dengan profil risiko tidak tinggi.

Keuntungan yang paling utama dari deposito adalah karena modal terproteksi asalkan dana nasabah yang didepositokan tidak dicairkan sebelum jatuh tempo. Kemudian, tingkat pengembalian investasi lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan dan dana deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bagaimana ketentuan pajak deposito yang dikecualikan dari pemotongan pajak penghasilan?

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 1989 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS BUNGA DEPOSITO BERJANGKA, SERTIFIKAT DEPOSITO DAN TABUNGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

bahwa pajak merupakan salah satu perwujudan dari kewajiban warga negara untuk bersama-sama turut serta dalam pembiayaan Negara dan pembangunan nasional; bahwa sebagai sumber utama penerimaan Negara, pengelolaan pajak perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan sesuai dengan perkembangan kemampuan riil masyarakat dan laju pembangunan nasional; bahwa dalam rangka pengelolaan pajak, diperlukan pula adanya perlakuan yang sama di antara berbagai piranti pengerahan dana masyarakat melalui perbankan; bahwa sehubungan dengan hal di atas, dipandang perlu mengatur kembali pengenaan Pajak Penghasilan atas bunga deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan dengan Peraturan Pemerintah;

Mengingat :

Undang-undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 34, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2842); Undang-undang Nomor 13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral (Lembaran Negara Tahun 1968 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2865); Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3262); Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3263);

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS BUNGA DEPOSITO BERJANGKA, SERTIFIKAT DEPOSITO DAN TABUNGAN. Pasal 1

(1) Atas penghasilan berupa bunga deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan dikenakan Pajak Penghasilan sebesar 15% (lima belas persen) dan bersifat final.
(2) Untuk keperluan pemotongan Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah wajib potong.

Pasal 2 Dikecualikan dari pemotongan pajak dan masih tetap ditangguhkan pengenaan pajaknya adalah bunga atas deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan yang nilai seluruh deposito dan tabungannya untuk setiap deposan dan/atau penabung tidak melebihi jumlah tertentu yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pasal 3

(1) Dikecualikan dari pemotongan bersifat final sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) adalah bunga deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan yang diterima oleh :

Yayasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf j Undang-undang Pajak Penghasilan 1984; dan Perorangan yang seluruh penghasilannya termasuk penghasilan berupa bunga yang diterimanya tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

(2) Bank tetap memotong pajak atas penghasilan berupa bunga deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan milik Yayasan atau perorangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebesar 15% (lima belas persen).
(3) Yayasan dan perorangan yang penghasilannya dipotong sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat mengajukan restitusi atas pemotongan pajak tersebut.
(4) Tata cara pengajuan restitusi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan.

Pasal 4

(1) Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank sebagai wajib potong melakukan penyetoran hasil pemotongan pajak secara kolektif tanpa menyebut nama atau keterangan lain yang menyangkut pemilik deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan.
(2) Jumlah deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2 serta bunganya tidak dicantumkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT Tahun PPh), kecuali untuk Yayasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a.

Pasal 5 Pelaksanaan teknis lebih lanjut Peraturan Pemerintah ini diatur oleh Menteri Keuangan. Pasal 6 Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini, Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1988 tentang Pajak atas Bunga Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito dan Tabungan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Desember 1989 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd S O E HA R T O

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 1 Desember 1989 MENTERI/SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd. M O E R D I O N O LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1989 NOMOR 42 PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 1989 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS BUNGA DEPOSITO BERJANGKA, SERTIFIKAT DEPOSITO DAN TABUNGAN UMUM Dalam rangka menunjang pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat, peran serta seluruh lapisan masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui pelaksanaan Undang-undang Perpajakan yang makin mantap sesuai dengan jiwa dan tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Disamping itu dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, dana yang dihimpun oleh Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) melalui berbagai piranti pengerahan dana masyarakat telah semakin berkembang.
  2. Berhubung dengan itu, maka perlakuan perpajakan untuk semua jenis piranti pengerahan dana masyarakat melalui bank dan LKBB tersebut perlu disamakan.

Walaupun demikian, dipandang perlu untuk masih memberikan penangguhan pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) kepada mereka yang benar-benar tergolong sebagai deposan dan penabung kecil. Oleh karena itu, Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1988 tentang Pajak atas Bunga Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito dan Tabungan perlu ditinjau kembali.

PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Ayat (1) Yang dimaksud dengan deposito berjangka dan sertifikat deposito dalam Peraturan Pemerintah ini adalah deposito berjangka, dalam rupiah maupun valuta asing pada bank serta sertifikat deposito yang diterbitkan oleh Bank atau Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) di Indonesia yang jangka waktunya 30 (tiga puluh) hari sampai dengan 24 (dua puluh empat) bulan kecuali yang dimiliki Bank atau LKBB; sedangkan yang dimaksud dengan tabungan adalah simpanan pihak ke tiga pada Bank yang penarikannya dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh masing-masing bank penyelenggara tabungan.

Adapun setoran lunas Ongkos Naik Haji (ONH) bukan merupakan tabungan sehingga tidak dikenakan pajak. Pemotongan Pajak Penghasilan atas bunga deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini bersifat final.

Oleh karena itu penghasilan Wajib Pajak berupa bunga deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan tidak digabungkan dengan penghasilan-penghasilan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) Undang-undang Pajak Penghasilan 1984. Dengan demikian deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan beserta bunganya tidak dicantumkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT Tahunan) PPh Wajib Pajak yang bersangkutan.

Demikian pula Pajak Penghasilan yang dipotong tersebut tidak dapat diperhitungkan dengan Pajak Penghasilan yang terutang atas penghasilan dari sumber yang lainnya. Perlu ditegaskan bahwa atas bunga deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan yang :

You might be interested:  Berapa Persen Setoran Modal Minimal Yang Ditetapkan Untuk Mendirikan Bank?

ditempatkan pada bank-bank di luar negeri; atau dimiliki oleh bank atau LKBB,

serta bunga deposito berjangka dan sertifikat deposito yang berjangka waktu kurang dari 30 (tiga puluh) hari atau lebih dari 24 (dua puluh empat) bulan dan bunga atas surat berharga termasuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tetap dikenakan Pajak Penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  • Ayat (2) Cukup jelas Pasal 2 Ketentuan ini dimaksudkan untuk melindungi mereka yang benar-benar tergolong deposan atau penabung kecil.
  • Adapun yang dimaksud dengan deposan atau penabung kecil adalah deposan atau penabung yang jumlah seluruh depositonya dan atau tabungannya baik pada Bank yang sama atau pada Bank yang lain tidak melebihi jumlah tertentu yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Perlu ditegaskan kembali bahwa sesuai dengan Pasal 3 Undang-undang Pajak Penghasilan 1984, pejabat-pejabat perwakilan diplomatik, konsulat dan pejabat-pejabat lain dari negara asing, dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka dengan syarat bukan warga negara Indonesia, dan tidak melakukan pekerjaan lain atau kegiatan usaha di Indonesia, serta negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik, pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan, Perusahaan Jawatan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan bukan merupakan subyek pajak.

  1. Dengan demikian tidak dikenakan pemotongan pajak penghasilan termasuk Pajak Penghasilan atas bunga deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan.
  2. Oleh karena itu selain dari yang disebut dalam Pasal 3 Undang-undang Pajak Penghasilan 1984 tersebut seperti misalnya setiap unit tertentu dari badan Pemerintah yang melakukan kegiatan usaha secara teratur di bidang sosial ekonomi, persekutuan, dan perkumpulan seperti asosiasi atau himpunan pengusaha, organisasi karyawan, organisasi isteri karyawan, organisasi kemasyarakatan, sosial, olahraga dan sebagainya yang memiliki deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan tetap dipotong PPh sebesar 15% dan bersifat final.

Disamping itu, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-undang Pajak Penghasilan 1984 bagi dana pensiun yang disetujui Menteri Keuangan, penghasilan yang diperoleh dari modal yang ditanamkan dalam bidang-bidang tertentu berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan, tidak termasuk sebagai obyek Pajak Penghasilan.

Pasal 3 Ayat (1) Huruf a Dalam Pasal 4 ayat (3) huruf j Undang-undang Pajak Penghasilan 1984 dinyatakan bahwa penghasilan Yayasan dari modal sepanjang penghasilan itu semata-mata digunakan untuk kepentingan umum tidak termasuk sebagai obyek Pajak Penghasilan. Berdasarkan ketentuan tersebut, apabila suatu Yayasan menanamkan modalnya dalam bentuk deposito berjangka, sertifikat deposito atau tabungan dan penghasilan berupa bunga yang diperolehnya semata-mata digunakan untuk membiayai kegiatan sosial dari Yayasan tersebut, maka penghasilan berupa bunga tersebut tidak termasuk sebagai obyek Pajak Penghasilan Huruf b Bagi perorangan yang seluruh penghasilannya termasuk bunga deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan yang tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), pajak yang dipotong atas bunga tersebut dapat dimintakan restitusi berdasarkan tata cara yang ditetapkan Menteri Keuangan.

Ayat (2) Untuk menentukan apakah bunga deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan yang diterima oleh Yayasan tersebut memang benar-benar digunakan untuk membiayai kegiatan sosial dari Yayasan, diperlukan tindakan penelitian. Oleh karena itu terhadap pembayaran bunga tersebut dipotong Pajak Penghasilan terlebih dahulu.

Apabila kemudian terbukti bunga tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan sosial dari Yayasan tersebut, maka pajak yang telah dipotong dapat direstitusi melalui SPT Tahunan PPh Yayasan yang bersangkutan. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 1989.

Dengan demikian, pengenaan pajak atas bunga deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan diberlakukan atas bunga yang menjadi hak deposan atau penabung sejak tanggal 1 Desember 1989. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3399

Mengapa bunga deposito lebih tinggi dari pada bunga tabungan?

Jirapong Manustrong Perbedaan sukuk tabungan dan sukuk ritel. Parapuan.co – Kawan Puan pasti sudah tidak asing dengan produk perbankan seperti tabungan dan deposito, Mungkin sebagian dari Kawan Puan masih belum memahami, apa yang membedakan tabungan dengan deposito.

Meski sama-sama membutuhkan setoran dana untuk disimpan, namun tabungan dan deposito adalah dua produk yang berbeda. Ada tiga hal pokok yang membedakan deposito dengan tabungan mulai dari waktu pencairan hingga suku bunga. Berikut tiga perbedaan utama antara deposito dan tabungan yang perlu kamu ketahui seperti melansir dari Kompas ! Baca Juga: Selain Tabungan Khusus, Ini Tips Beli Rumah setelah Perempuan Menikah 1.

Menabung versus investasi Tabungan dan deposito merupakan dua jenis produk simpanan bank yang berbeda. Tabungan ialah produk simpanan biasa, sedangkan deposito adalah produk simpanan berupa investasi. Lantaran deposito produk investasi, tidak heran jika tingkat bunganya lebih besar dibandingkan tabungan biasa.

Deposito sendiri sama seperti instrumen investasi keuangan lainnya, semisal saham, reksa dana, obligasi, bahkan properti. Tabungan sendiri tidak mempunyai suku bunga, tetapi biaya admin atau potongan setiap bulannya dalam jumlah tertentu menurut kebijakan tiap bank.2. Waktu pencairan Perbedaan pokok berikutnya antara deposito dan tabungan adalah dalam hal waktu pencairan.

Umumnya, tabungan biasa bisa diambil dan dicairkan kapan saja oleh nasabah bank. Bahkan, untuk mencairkannya tak perlu ke bank, tetapi bisa melalui ATM maupun internet/ mobile banking, Lain halnya dengan deposito yang tidak bisa dicairkan kapan saja karena memiliki jangka waktu.

Pengambilan dana deposito hanya dapat dilakukan pada waktu jatuh tempo, sesuai tenor yang ditentukan di awal. Misalnya tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 36 bulan. Jika dicairkan sebelum jangka waktu tertentu, nasabah bisa dikenai denda. Di samping itu, jika dana deposito tidak diambil dalam jangka waktu yang ditentukan, maka akan otomatis diperpanjang.

Baca Juga: Simak! Ini Cara Menghitung Jumlah Tabungan untuk Dana Pendidikan Anak 3. Bunga Sudah disinggung sebelumnya bahwa bunga yang ditawarkan deposito lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Tabungan biasa biasanya menawarkan bunga kurang dari 1 persen, sementara deposito bisa hingga 2,85 persen.

  • Suku bunga tersebut biasanya untuk tenor simpanan deposito antara 1 hingga 3 bulan.
  • Lalu untuk deposito dengan tenor 6 sampai 36 bulan, biasanya menetapkan bunga di kisaran 3 persen pertahun.
  • Walau demikian, bunga atau bagi hasil dari setiap bank juga berbeda-beda meski produknya sama.
  • Untuk itu, perlu kamu pastikan terlebih dulu suku bunga deposito di sebuah bank sebelum membuka deposito.

Kawan Puan sudah paham, bukan? Ternyata deposito dan tabungan serupa tapi tak sama, ya. (*) Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan. Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Bagaimana jika deposito tidak diambil setelah jatuh tempo?

Pihak bank melakukan denda atau penalti agar nasabah tidak menarik dana deposito sebelum waktunya. Denda atau penalti biasanya sudah dijelaskan pada saat Anda akan membuka rekening deposito.

Apa keuntungan deposito dibanding tabungan biasa?

Pilihan Investasi yang Paling Mudah – Deposito berjangka memiliki tingkat suku bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk perbankan lainnya. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan karena semakin besar uang yang Anda simpan maka suku bunga yang didapatkan juga semakin besar.

Apakah deposito di bank termasuk riba?

Jawabnya adalah bukan termasuk riba.