Apakah Yang Dimaksud Dari Laporan Keuangan Harus Dapat Dibandingkan?

Apakah Yang Dimaksud Dari Laporan Keuangan Harus Dapat Dibandingkan
Mengapa informasi akuntansi harus dapat dibandingkan? Karena harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecendrungan posisi dan kinerja keuangan serta untuk mengevaluasi posisi keuangan,kinerja dan perubahan posisi keuangan secara relatif atau membandingkan laporan keuangan dengan periode yang lampau. Semoga membantu Karna harus dapat membandingkan laporan keuangan : Mengapa informasi akuntansi harus dapat dibandingkan?

Apakah maksud laporan keuangan dapat dibandingkan?

Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan saat ini, atau terkini.

Hal ini artinya keadaan keuangan perusahaan merujuk pada tanggal tertentu, ini biasanya untuk neraca keuangan. Atau kondisi dalam periode tertentu, ini artinya laporan merujuk pada rentang waktu tertentu, biasanya satu tahun, ini biasanya untuk laporan laba rugi. Tujuan Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan.

Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pihak pengelola perusahaan atau pihak lain yang berkepentingan termasuk pemilik saham (untuk perusahaan terbuka) dan stakeholder, terkait kondisi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada rentang waktu tertentu Beberapa tujuan pembuatan laporan keuangan diantaranya adalah: a).

  1. Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah aktiva atau harta yang dimiliki oleh perusahaan saat ini. b).
  2. Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki oleh perusahaan pada saat ini. c).
  3. Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah pendapatkan yang diperoleh oleh perusahaan pada periode tertentu.

d). Memberikan gambaran atau informasi data tentang jumlah dan jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu. e). Memberikan informasi dan penjelasan terkait perubahan-perubahan yang terjadi pada aktiva, pasiva, dan modal yang dimiliki oleh perusahaan.

F). Memberikan gambaran atau informasi terkait dengan kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode. g). Memberikan informasi atau gambaran tentang catatan-catatan yang diperlukan untuk laporan keuangan. h). Memberikan data dan informasi keuangan lainnya. Sifat Laporan Keuangan Perusahaan Dalam pembuatannya, laporan keuangan perusahaan dibuat berdasarkan beberapa sifat berikut: a).

Bersifat historikal, artinya laporan keuangan dibuat dan susun dari data masa lalu dan masa sekarang. b). Bersifat Menyeluruh, artinya laporan dibuat selengkap mungkin. Dibuat dan disusun dengan standar yang telah ditetapkan. Fungsi Laporan Keuangan Beberapa fungsi laporan keuangan diantaranaya adalah a).

  1. Untuk mengetahui besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan dengan membandingkan jumlah pendapatan dan beban.
  2. Ini Merupakan fungsi dari laporan keuangan laba rugi b).
  3. Untuk mengetahui perubahan modal yang terjadi dalam perusahaan dengan menganalisa faktor-faktor atau transaksi-transaksi yang memengaruhinya.

Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan perubahan modal c). Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dengan melihat jenis dan jumlah dari harta, kewajiban, dan modal. Fungsi ini merupakan isi dari laporan keuangan neraca d). Untuk mengetahui arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan dan melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode.

Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan arus kas. Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai informasi keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan di akhir periode akuntansi digunakan anggapan dasar atau asumsi dasar agar laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan di antaranya sebagai berikut. a). Asas Accrual Basic, Dasar Akrual Berdasarkan asas ini, perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali arus kas. Menurut dasar ini, aktiva, kewajiban, ekuiti (modal), penghasilan, dan beban diakui pada saat kejadian.

  • Penyusunan laporan keuangan bukan didasarkan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar, dan dicatat serta disajikan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya. b).
  • Asas Cash Basic, Dasar Tunai Dasar tunai mempunyai maksud bahwa pendapatan dan biaya diakui pada saat penerimaan atau pengeluaran uang kas.

Pengggunaan dasar ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan perusahaan yang menjual barang secara angsuran, artinya pengakuan terhadap perubahan kekayaan didasarkan pada mutasi kas. c). Asas Kesatuan Usaha, Konsep Entitas Konsep entitas atau kesatuan usaha mempunyai pengertian bahwa laporan keuangan digunakan baik, oleh suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri maupun terpisah dari organisasi lain atau individu lain.

D). Asas Going Concern (Kelangsungan Usaha) Konsep kesinambungan mempunyai arti bahwa laporan keuangan dibuat oleh suatu unit ekonomi yang diasumsikan akan terus- menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan. Oleh sebab itu penyajian aktiva dalam laporan keuangan harus berdasarkan harga historis atau harga perolehannya.

e). Asas Pembandingan Pengeluaran Beban dengan Penghasilan (Matching Concept) Pengeluaran beban yang diakui dalam laporan laba rugi berlandaskan atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dengan pos penghasilan tertentu yang diperoleh. Hubungan biaya dengan penghasilan (matching concept) melibatkan secara bersamaan atau gabungan antara penghasilan dan beban.

  1. Sehingga suatu laporan keuangan yang dis ajikan harus mempertemukan secara layak antara biaya-biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diperoleh dalam satu periode akuntansi yang sama. f).
  2. Asas Harga Perolehan (Cost) Asas ini menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya.

Meskipun pembeli mengetahui bahwa harga mungkin masih bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat berdasarkan harga yang disepakati dalam transaksi tersebut. Unsur-Unsur Laporan Keuangan Akuntansi Unsur unsur laporan keuangan bergantung pada jenis laporan keuangan yang dibuat.

  • A). Unsur Unsur Laba Rugi Unsur unsur pada laporan laba rugi diantaranya pendapatan dan beban.1).
  • Pendapatan adalah penerimaan yang timbul dari aktivitas perusahaan, seperti penjualan, penerimaan jasa, bunga, dan lain-lain.2).
  • Beban adalah sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan, seperti beban listrik, beban gaji dan upah, dan lain-lain.

b). Unsur Unsur Perubahan Modal Unsur unsur pada laporan perubahan modal sebagai berikut: 1). Modal awal, yakni jumlah modal di awal periode akuntansi.2). Laba atau rugi, yakni selisih antara pendapatan dan beban. Bila pendapatan lebih besar dari beban akan diperoleh laba, bila pendapatan lebih kecil dari beban akan diperoleh rugi.3).

Modal tambahan, yakni modal yang ditambahkan selama periode akuntansi berlangsung.4). Pengambilan pribadi ( prive ), yakni besarnya kas atau uang perusahaan yang diambil pemilik untuk kepentingan pribadinya. e). Modal akhir, yakni jumlah modal di akhir periode akuntansi setelah dipengaruhi oleh keempat unsur di atas.

c). Unsur Unsur Neraca Unsur unsur Pada neraca adalah sebagai berikut: 1). Aktiva atau harta, yakni kekayaan yang dimiliki perusahaan yang berupa aktiva berwujud dan tidak berwujud yang memiliki nilai uang dan akan mendatangkan manfaat di masa yang akan datang.2).

  • Ewajiban atau utang, yakni utang perusahaan di masa kini yang timbul akibat peristiwa di masa lalu yang telah memberikan manfaat kepada perusahaan dan penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar sumber daya perusahaan.3).
  • Modal atau ekuitas adalah kekayaan pemilik perusahaan yang ditanamkan ke dalam perusahaan yang besarnya merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban.

d). Unsur Unsur Laporan Arus Kas Unsur unsur pada laporan arus kas adalah sebagai berikut: 1). Arus Kas Masuk Arus kas masuk, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan masuknya kas ke dalam perusahaan.2). Arus Kas Keluar Arus kas keluar, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan keluarnya kas dari perusahaan.

Syarat Kualitatif Laporan Keuangan Akuntansi Syarat- syarat kualitatif agar informasi laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan diantaranya adalah 1). Laporan Keuangan Dapat Dipercaya Suatu laporan keuangan akuntansi dapat dipercaya bergantung kepada tiga hal, yaitu sebagai berikut.

a). Dapat diuji, artinya kebenaran informasi harus dapat diuji oleh penguji independen (bebas) dengan menggunakan metode pengukuran yang sama. b). Netral, artinya informasi tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu, tetapi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai.

c). Menyampaikan yang seharusnya, artinya informasi akuntansi harus berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang sebenarnya.2). Laporan Keuangan Dapat Dipahami Laporan keuangan akuntansi harus dapat dipahami, maksudnya informasi tersebut dinyatakan dalam bentuk dan dengan menggunakan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai sehingga informasi dapat dipahami oleh pemakai.3).

Keandalan ( Reliability ) Laporan Keuangan Laporan keuangan yang andal ( reliable ), maksudnya laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan disajikan secara tulus dan jujur ( faithful representation ).4). Perbandingan antara Manfaat dan Biaya Laporan Keuangan Manfaat laporan akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk membuat laporan tersebut.

Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang dapat diterima oleh pemakai laporan keuangan.5). Laporan Keuangan Yang Relevan Laporan keuangan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan pemakai. Laporan harus dapat membantu pemakai dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi pada masa lalu.5).

Materialitas Laporan Keuangan Laporan keuangan dikatakan material, jika kelalaian mencantumkan atau kesalahan mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi pemakai.6). Laporan Keuangan Lengkap ( Complete ) Laporan keuangan bersifat lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.

  1. Informasi yang disajikan harus lengkap karena jika sengaja tidak mengungkapkan secara lengkap, informasi yang disajikan menjadi tidak benar atau menyesatkan, tidak dapat diandalkan, serta tidak sempurna jika ditinjau dari segi relevansi.7).
  2. Laporan Keuangan Sebagai Nilai Prediksi Laporan keuangan harus dapat menyajikan informasi yang dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan masa depan.8).
You might be interested:  Mengapa Upaya Raffles Menerapkan Sistem Pajak Tanah Mengalami Kegagalan?

Laporan Keuangan Dapat Dibandingkan ( Comparable ) Laporan akuntasi harus dapat dibandingkan. Laporan keuangan harus dapat memberikan kemudahan bagi pemakainya dalam membandingkan laporan keuangan antarperiode sehingga dapat mengidentifiakasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangannya.

  • Laporan harus dapat dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan lain agar dapat dievaluasi baik posisi keuangan, kinerja, maupun perubahan keuangan secara relatif.9).
  • Laporan Keuangan Tepat Waktu Tepat waktu, maksudnya informasi akuntansi harus disampaikan sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan.10).

Laporan Keuangan Sebagai Umpan Balik ( Feedback ) Umpan balik artinya informasi yang ada dalam laporan keuangan harus dapat menumbuhkan umpan balik. Umpan balik dapat berupa prediksi, pembenaran, atau penolakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.11).

Laporan Keuangan Merupakan Penyajian yang Jujur Penyajian laporan harus jujur. Informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan harus disampaikan secara jujur setiap transaksi atau peristiwa lainnya dan disajikan secara wajar.12). Laporan Keuangan Harus Substansial Substansial artinya Informasi akuntansi yang ada dalam laporan keuangan harus disampaikan sesuai transaksi dan peristiwa lainnya dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya bentuk hukumnya.13).

Laporan Keuangan Sebagai Pertimbangan Sehat ( Prudence ) Pertimbangan sehat artinya informasi akuntansi yang disajikan harus berguna dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi karena pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian dalam melakukan perkiraan.

Jenis Laporan Keuangan Ada beberapa jenis laporan keuangan, yaitu: a).Laporan Keuangan Laba Rugi Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan rincian pendapatan yang diperoleh dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi di suatu perusahaan. b). Laporan Keuangan Perubahan Modal Laporan perubahan modal adalah sebuah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan modal (atau ekuitas) suatu perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi.

c). Laporan Keuangan Neraca Neraca adalah sebuah laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang terdiri atas harta, kewajiban (utang), dan modal (ekuitas) selama satu periode akuntansi. d). Laporan Keuangan Arus Kas Laporan arus kas adalah sebuah laporan keuangan yang melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan selama satu periode akuntansi.

Mengapa laporan keuangan harus bisa dibandingkan?

Dapat Dibandingkan – Laporan keuangan biasanya dibuat per periode, baik bulanan maupun tahunan. Tentunya, tiap periode dari laporan tersebut harus bisa dibandingkan. Tiap periode akuntansi memiliki kondisi laporan yang berbeda-beda. Mengapa harus bisa dibandingkan? Tujuannya agar pengguna bisa mengidentifikasi tren-tren yang mungkin berubah di tiap periode, misalnya tren kinerja, laporan posisi keuangan, entitas pelaporan, dan sejenisnya.

Apa yang dimaksud laporan keuangan harus relevan?

A. Relevan, Laporan keuangan bisa dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini, dan memprediksi masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu.

Mengapa laporan keuangan harus relevan dan memiliki daya banding?

Jawaban: Laporan harus relevan dan memiliki daya banding karena dengan relevannya sebuah laporan keuangan, maka laporan tersebut dapat digunakan orang untuk membuat keputusan sedangkan laporan keuangan harus memiliki daya banding karena laporan keuangan dapat digunakan untuk membandingkan hasil laporan tersebut dengan tahun-tahun sebelumnya atau sesudahnya.

Bagaimana laporan keuangan dapat dikatakan berkualitas?

Oleh: Erniati *) Tahun 2015 Pemerintah telah mengimplementasikan akuntansi berbasis akrual (accrual) di seluruh satuan kerja baik ditingkat pusat maupun daerah. Tujuan Implementasi akutansi berbasis akrual adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas serta kinerja Pemerintah.

  • Manajemen keuangan Pemerintah pun mengalami banyak perubahan yang tidak hanya mempengaruhi aspek pelaporan dan pertanggujawaban keuangan, tetapi juga seluruh aspek keuangan lainnya.
  • Persiapan yang dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya adalah antisipasi Pemerintah dalam memitigasi resiko terjadinya kegagalan transformasi akuntansi.

Dalam pengelolaan keuangan negara, terdapat 5 (lima) siklus utama yang wajib dilaksanakan terdiri dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran, pengawasan dan pertanggungjawaban. Perencanaan merupakan siklus paling awal yang pada dasarnya dilakukan dalam rangka menghasilkan rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintahan baik pusat maupun daerah.

Penganggaran merupakan siklus berikutnya yang mengaitkan perencanaan dengan sumber daya keuangan pemerintah yang tergambar dalam APBN/APBD. Pelaksanaan anggaran merupakan siklus ketiga yang diwujudkan dalam eksekusi pendapatan maupun belanja pemerintah untuk mendukung pembangunan. Pada tahap ini pengawasan terhadap pelaksanaan APBN/APBD dilakukan oleh atasan / kepala kantor/satuan kerja kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah dalam lingkungannya.

Pertanggungjawaban merupakan siklus terakhir yang tak kalah penting dengan siklus-siklus sebelumnya. Sejatinya, pertanggungjawaban merupakan wujud pelaksanaan amanat sekaligus bukti capaian pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Masyarakat dan semua pihak tentunya menginginkan pertanggungjawaban yang berkualitas atas penggunaan dana yang tercantum dalam laporan keuangan pemerintah.

  1. Peranan Pelaporan Keuangan Walaupun laporan keuangan pemerintah berada pada akhir siklus pengelolaan keuangan negara, perannya amat vital sebagai wujud pertanggungjawaban pemerintah.
  2. Laporan keuangan pemerintah adalah media pemotret proses yang berjalan dari awal sampai dengan akhir atas penggunaan uang rakyat.

Mulai dari direncanakan, dianggarkan, sampai dibelanjakan, serta pengawasannya. Untuk itulah perlu adanya peningkatan peranan Laporan Keuangan dalam penyusunan siklus pengelolaan keuangan negara. Manfaat dari Laporan Keuangan sebagai sarana evaluasi kinerja dapat menjadi salah satu entry point untuk dapat meningkatkan peranan Laporan Keuangan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Laporan keuangan terutama digunakan untuk mengetahui nilai sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan operasional pemerintahan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.

Lebih jauh, laporan keuangan pemerintah pada hakekatnya merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat atas pengelolaan dana publik baik yang berasal dari pajak, retribusi, maupun transaksi lainnya. Untuk membawa misi makna tersebut, laporan keuangan pemerintah setidaknya terdiri dari beberapa komponen yang dibutuhkan sebagai media pertanggungjawaban.

  • Omponen laporan keuangan pemerintah terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran ( budgetary reports ), laporan finansial, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).
  • Laporan pelaksanaan anggaran terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL).
  • Sementara laporan finansial terdiri dari Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Arus Kas (LAK) dan Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) Laporan Keuangan yang Berkualitas Pertanggungjawaban keuangan negara yang berkualitas tentunya sangat diharapkan oleh para pemangku kepentingan.

Oleh karenanya, perlu untuk menerjemahkan apa yang menjadi kriteria laporan keuangan pemerintah yang berkualitas. Menurut Peraturan Pemerintah No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, terdapat 4 (empat) kriteria atau prasyarat normatif yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki.

Eempat kriteria tersebut yaitu relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami. Laporan keuangan dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini dan memprediksi masa depan serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu.

Karaterisitik Informasi yang relevan dalam Laporan Keuangan, apabila memiliki manfaat umpan balik ( feedback value ) yang memungkinkan pengguna untuk menegaskan atau mengoreksi ekspektasi mereka di masa lalu, memiliki manfaat prediktif ( predictive value ) yang dapat membantu pengguna untuk memprediksi masa yang akan datang berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini, dan disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan, serta lengkap mencakup semua informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dengan memperhatikan kendala yang ada.

Informasi yang melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat dalam laporan keuangan diungkapkan dengan jelas agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah. Laporan keuangan dikatakan andal apabila informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat diverifikasi.

Karaterisitik Informasi yang andal, apabila penyajian jujur, dapat diverifikasi (verifiability) informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diuji, dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda, hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak jauh berbeda, netralitas yang diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada kebutuhan pihak tertentu.

Sementara kriteria dapat dibandingkan yaitu apabila laporan keuangan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau dengan laporan keuangan entitas pelaporan lainnya. Perbandingan dapat dilakukan secara internal dan eksternal, perbandingan secara internal dapat dilakukan bila suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi yang sama dari tahun ke tahun, Sedangkan secara eksternal dapat dilakukan bila entitas yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama.

Kriteria terakhir, dapat dipahami yaitu apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna. Manfaat Pelaporan Keuangan Laporan keuangan pemerintah memiliki manfaat sebagai media transparansi, media akuntabilitas publik, sarana informasi, serta sarana evaluasi kinerja.

You might be interested:  Dokumen Yang Wajib Disertakan Dalam Ijin Praktik Konsultasi Pajak Adalah?

Sebagai media transparansi, laporan keuangan pemerintah berguna untuk memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada publik berdasarkan pertimbangan bahwa publik memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan maupun ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Di era sekarang, pemerintah dituntut untuk melakukan transparansi dalam hal aktivitas pengelolaan sumber daya publik, penyusunan rencana, dan pelaksanaan program pemerintah. Sebagai media akuntabilitas publik, laporan keuangan pemerintah berguna untuk mempertanggungjawabkan penggunaan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan publik kepada pemerintah dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Dalam melaksanakan akuntabilitas publik, pemerintah berkewajiban untuk memberikan informasi sebagai bentuk pemenuhan hak-hak publik, yaitu hak untuk tahu, hak untuk diberi informasi, serta hak untuk didengar aspirasinya.
  2. Sebagai sarana informasi, laporan keuangan pemerintah berguna untuk menentukan dan memprediksi kondisi kesehatan keuangan pemerintah, menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi pemerintah dan perubahan-perubahan yang telah dan akan terjadi, memonitor kinerja, dan kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan.

Sebagai sarana evaluasi kinerja, laporan keuangan pemerintah berguna untuk mengevaluasi penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola pemerintah untuk mencapai kinerja yang direncanakan diantaranya berupa: (1) menentukan biaya program, fungsi, dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan, membandingkan dengan kinerja periode-periode sebelumnya dan dengan kinerja unit yang lain; (2) mengevaluasi tingkat ekonomi, efisiensi, dan efektivitas operasi, program, aktivitas, dan fungsi tertentu di dalam pemerintahan; (3) mengevaluasi hasil ( outcome ) suatu program, aktivitas, dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target; (4) mengevalauasi tingkat pemerataan dan keadilan.

  • Langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan merancang prosedur dan aturan mengenai pelaporan realisasi anggaran berbasis kinerja yang mengintegrasikan laporan kinerja dan realisasi anggaran.
  • Dengan adanya laporan tersebut maka diharapkan Laporan Keuangan tidak hanya sebagai wujud dari pertanggungjawaban saja namun menjadi bahan informasi dalam penyusunan siklus pengelolaan keuangan negara selanjutnya.

Hal ini sesuai dengan harapan Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, agar pengelolaan keuangan negara bukan hanya berorientasi pada prosedur tapi berorientasi pada hasil. Dan jika hal ini dapat terwujud, maka tidak berlebihan jika laporan keuangan pemerintah sebagai wujud akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Penutup Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk mengetahui nilai sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan operasional pemerintahan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektifitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.

Demi mewujudkan tata kelola dan pertanggungjawaban keuangan negara yang lebih baik serta penyajian informasi yang lebih komprehensip, Pemerintah Pusat menerapkan akuntansi berbasisi akrual dalam penyusunan semua laporan keuangan (LKKL, LKBUN, dan LKPP).

Untuk apa investor dan calon investor memerlukan informasi akuntansi?

Pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan laporan akuntansi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan. Informasi lain pun juga diperlukan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Informasi-informasi tersebut ditampung menjadi satu, dianalisis dan pada akhirnya dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.

  1. Manajer. Seorang manajer perusahaan memerlukan informasi akuntansi untuk penyusunan perencanaan perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang dicapai perusahaan, serta melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.
  2. Investor. Para investor sangat memerlukan data akuntansi suatu organisasi untuk menganalisis perkembangan organisasi yang bersangkutan. Investor telah melakukan penanaman modal pada suatu usaha, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil. Sehingga, investor harus melakukan analisis laporan keuangan perusahaan yang akan dipilihnya untuk disuntik dana dari investor.
  3. Kreditor. Kreditor berkepentingan dengan data akuntansi, karena kreditor berkepentingan untuk pemberian kredit kepada calon nasabahnya. Nasabah yang dipilih kreditor adalah nasabah yang mampu mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya pada waktu yang tepat. Oleh karena kreditor sangat berkepentingan dengan laporan keuangan calon nasabah dan nasabahnya.4. Instansi Pemerintah. Instansi pemerintah sangat berkepentingan dengan informasi akuntansi. Dari informasi keuangan suatu organisasi, pemerintah akan dapat menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh organisasi yang bersangkutan.
  4. Organisasi Nirlaba. Meski organisasi nirlaba bertujuan tidak untuk mencari laba, organisasi ini masih sangat memerlukan informasi keuangan untuk tujuan penyusunan anggaran, membayar karyawan dan membayar bebanbeban yang lain.
  5. Pemakai lainnya. Informasi akuntansi juga diperlukan oleh organisasi lainnya seperti organisasi buruh, yang memerlukan informasi akuntansi untuk mengajukan kenaikan gaji, tunjangan-tunjangan, serta mengetahui kemajuan perusahaan di mana mereka bekerja.Proses dimana akuntansi menghasilkan informasi bagi pengguna dijelaskan pada ilustrasi 1.2.

Ilustrasi 1.2: Informasi Akuntansi dan Pihak yang Berkepentingan Apakah Yang Dimaksud Dari Laporan Keuangan Harus Dapat Dibandingkan Kontribusi para akuntan terhadap sistem social ekonomi suatu negara tidaklah sedikit. Bidang spesialisasi akuntansi dalam praktik sehari-hari. Secara garis besar, akuntansi dibedakan menjadi 2 (dua) bidang yaitu: (1) akuntansi publik, dan (2) akuntansi intern (akuntansi swasta).

Akuntansi publik berkenaan dengan pelayanan jasa akuntansi bagi masyarakat. Akuntan yang berprofesi pada akuntansi publik disebut sebagai akuntan publik dan mereka akan mendapatkan fee dari pengguna jasanya. Jenis pekerjaan yang biasa dilakukan oleh akuntan publik meliputi pemeriksaan laporan keuangan, bantuan di bidang perpajakan, sistem informasi akuntansi ataupun konsultasi manajemen.

Untuk dapat menjadi Akuntan Publik Bersertifikat (Certified Public Accountants = CPA) ada persyaratan khusus yang harus ditempuh oleh para akuntan. Organisasi profesi akuntan di Indonesia disebut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Sedangkan, dalam akuntansi internal, para akuntan akan bekerja pada sebuah perusahaan.

  • asisten
  • Bina Nusantara
  • Binus
  • binusian
  • fulltime assistant
  • greater nusantara
  • greaternusantara
  • Information System
  • information system laboratory
  • information technology
  • islab
  • IT
  • Lab Sisfo
  • parttime assistant
  • Peran Akuntansi
  • school of information system
  • SIS SIS
  • Sistem Informasi
  • teknik informatik
  • teknologi informasi
  • teknologi teknologi
  • TI

Siapa yang menyusun laporan keuangan?

Pihak-Pihak yang Terkait dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada dasarnya, laporan keuangan yang disusun oleh suatu perusahaan melibatkan beberapa pihak. Pihak-pihak yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pihak internal dan eksternal perusahaan.

Direktur: Direktur atau dalam hal ini dapat disebut sebagai pendiri perusahaan adalah pihak (internal) nomor satu yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Sebab, ia memiliki kewenangan penuh untuk menilai laporan keuangan di perusahaan yang dimilikinya. Laporan keuangan tersebut nantinya dapat ia gunakan untuk mengetahui perkembangan keuangan yang terjadi di perusahaannya dalam kurun waktu tertentu, serta dapat digunakan untuk mengetahui apakah perusahaannya masih bisa bertahan selama satu atau beberapa tahun mendatang dengan keuangan yang ada. Akuntan dan Staff Accounting: Akuntan atau staff accounting adalah pihak (internal) nomor dua yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Sebab, dialah yang bertanggungjawab untuk menyusun laporan keuangan suatu perusahaan sebelum dipresentasikan dan dipertanggungjawabkan di hadapan direktur. Karyawan: Karyawan adalah pihak (internal) nomor tiga yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Mereka membutuhkan informasi seputar laporan keuangan untuk mengetahui apakah perusahaan tempat mereka bekerja berada dalam kondisi sehat atau sedang dalam kondisi krisis. Apabila perusahaan berada dalam keadaan sehat, mereka tidak perlu risau memikirkan untuk mencari pekerjaan baru. Sebaliknya, apabila perusahaan dalam kondisi krisis, mereka bisa bersiap-siap mengundurkan diri dan mencari pekerjaan yang baru. Pihak Eksternal: Perusahaan Pihak eksternal perusahaan adalah pihak-pihak yang berada di luar perusahaan, seperti investor, kreditor, supplier, pemerintah, dan masyarakat. Investor: Investor atau dalam hal ini dapat disebut sebagai penanam modal adalah pihak (eksternal) nomor satu yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Mereka membutuhkan informasi laporan keuangan untuk menilai apakah suatu perusahaan masih bisa go public dan memiliki kemampuan untuk membayar dividen’ atau justru sebaliknya. Penilaian investor tersebut digunakan dalam mengambil keputusan, apakah mereka akan menambah pembelian jumlah saham di perusahaan tersebut atau menjual semua saham yang mereka miliki. Kreditor: Kreditor adalah pihak (eksternal) nomor dua yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Mereka membutuhkan informasi laporan keuangan untuk menilai apakah suatu perusahaan berada dalam keadaan sehat dan memiliki kemampuan membayar angsuran pokok dan bunga pada saat jatuh tempo (apabila suatu perusahaan diberikan bantuan dana kredit) atau tidak. Supplier: Supplier adalah pihak (eksternal) nomor 3 yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Mereka membutuhkan informasi laporan keuangan untuk mengetahui apakah suatu perusahaan masih memiliki kemampuan untuk membayar dan melu-nasi utang atas bahan baku yang dipesan dari mereka atau tidak. Selain itu, mereka juga membutuhkan informasi laporan keuangan untuk mengetahui kesehatan suatu perusahaan sebelum mereka merriutuskan memperpanjang kerja sama kontrak dengan perusahaan yang bersangkutan. Pemerintah: Pemerintah adalah pihak (eksternal) nomor empat yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Pemerintah membutuhkan informasi laporan keuangan untuk menentukan kebijakan dalam kaitannya dengan pajak dan pungutan yang nanti akan dibebankan kepada perusahaan serta bantuan yang nantinya diberikan kepada perusahaan. Masyarakat: Masyarakat adalah pihak (eksternal) nomor lima yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan. Mereka membutuhkan informasi laporan keuangan untuk mengetahui jumlah kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Informasi laporan keuangan ini nantinya dapat mereka gunakan sebagai bahan ajar, analisis, dan penelitian dengan tujuan-tujuan tertentu.

Disarikan dari buku: Cara Praktis Menyusun Laporan Keuangan, Penulis: Akifa P. Nayla, Hal: 16-20. Source : http://keuanganlsm.com/pihak-pihak-yang-terkait-dalam-penyusunan-laporan-keuangan/ msd : Pihak-Pihak yang Terkait dalam Penyusunan Laporan Keuangan

Apa yang perlu dilakukan untuk dapat menyajikan informasi keuangan yang akurat dan cepat?

Apa yang diperlukan untuk dapat menyajikan informasi keuangan yang akurat dan cepat Jawaban: untuk menyajikan laporan keuangan secara akurat dan cepat, tentu diperlukan pencatatan administrasi keuangan yang tertib dan baik. sehingga dapat dijadikan bukti2 tiap transaksi sebagai dasar pembuatan laporan keuangan. semoga membantu 🙂 : Apa yang diperlukan untuk dapat menyajikan informasi keuangan yang akurat dan cepat

You might be interested:  Jelaskan Manfaat Masyarakat Indonesia Yang Taat Bayar Pajak 1?

Mengapa laporan keuangan harus disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi?

– Anggaplah penyusunan laporan pendapatan sebagai serangkaian tangga. Anda mulai dari atas dengan jumlah total penjualan yang melakukan selama periode akuntansi. Kemudian Anda turun, selangkah demi selangkah. Pada setiap langkah, Anda membuat pengurangan untuk biaya tertentu atau biaya operasi lain yang terkait dengan mendapatkan pendapatan.

Format laporan laba rugi, atau dikenal juga dengan laporan pendapatan adalah laporan yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan dalam hal laba atau rugi bersih selama periode tertentu. Neraca, juga dikenal dengan laporan posisi keuangan adalah laporan yang menunjukkan aset, kewajiban dan ekuitas suatu perusahaan secara terperinci. Laporan arus kas, merupakan ringkasan dari sumber dan penggunaan kas perusahaan. Dengan kata lain laporan ini akan menyajikan pergerakan uang tunai dan saldo bank suatu perusahaan selama suatu periode. Laporan perubahan modal. Laporan perubahan modal atau juga dikenal sebagai laporan laba menahan akan menjelaskan pergerakan ekuitas pemilik selama suatu periode.

Baca juga: Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Kontraktor dengan Excel

Apakah mungkin data data keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan suatu perusahaan selalu saja dapat dijamin kebenarannya?

Apakah mungkin data data yang terdapat pada financial statement suatu perusahaan bisa dijamin Tidak. Beberapa perusahaan pasti ada yang memalsukan data, termasuk data keuangan. Hal ini bisa untuk memperkaya diri (korupsi), bisa juga hanya untuk formalitas belaka, dan bisa juga dipalsu karena lalainya petugas sehingga data ada yang kurang lengkap. : Apakah mungkin data data yang terdapat pada financial statement suatu perusahaan bisa dijamin

Mengapa laporan keuangan harus memenuhi pertimbangan sehat?

jelaskan mengapa laporan keuangan harus memenuhi pertimbangan sehat (prudence)?tolng \: bantu

Jawaban: Pertimbangan sehat artinya informasi akuntansi yang disajikan harus berguna dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi karena pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian dalam melakukan perkiraan. Penjelasan: maaf klo slh

Jawaban: kerena dalam bidang keuangan banyak macam macam untuk menghidupi keluarga masing masing seperti akutansi harus memenuhi pertimbangan sehat untuk mempertimbangan keuangan supaya sama sama enak dalam urusan akutansi dan dapat kelebihan untuk semuanya jika melakukan pertimbangan sehat dalam keuangan.

Mengapa sifat laporan keuangan harus relevan dan tepat waktu?

8. Netralitas – Sifat laporan keuangan yang selanjutnya adalah netralitas. Artinya, informasi yang disajikan harus diarahkan pada kebutuhan umum si pelaku usaha ataupun pengguna, tidak tergantung pada keperluan ataupun keinginan dari pihak-pihak tertentu.

Pada saat kapan laporan keuangan dianggap relevan?

a. Laporan Harus Relevan – Sebuah laporan data keuangan akan dianggap relevan dan sesuai ketika laporan yang disajikan mampu membuat pengambil keputusan dalam sebuah perusahaan menentukan kebijakan baru yang digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki aspek lainnya.

Apa pendapatmu tentang laporan keuangan harus mempunyai daya banding?

2. Syarat Khusus (Kualitatif) – Syarat khusus (kualitatif) terdiri dari beberapa poin yang harus disajikan secara terperinci.

Laporan keuangan yang disusun harus sesuai dan relevan dengan tujuan perusahaan. Laporan ini harus bisa menggambarkan beberapa informasi penting yang sesuai dengan fakta kegiatan perusahaan. Selain itu, informasi juga harus akurat tentang kondisi perusahaan secara menyeluruh yang berhubungan dengan kegiatan memperoleh laba sebagai tujuan akhir sebuah perusahaan. Laporan keuangan yang disusun harus jelas dan mudah untuk dipahami oleh siapa saja sesuai dengan siklus akuntansi yang jelas sehingga pihak yang membutuhkan informasi keuangan dari laporan tersebut bisa memahami isinya dengan jelas. Laporan keuangan yang disusun harus sesuai dengan ukuran dan daya uji kebenaran. Dasar penetapan aturan tertentu harus dibuat agar pembuatan laporan keuangan dapat menggunakan dasar yang akan dijadikan untuk mengukur kebenaran laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun harus netral (tidak memihak siapapun) dan lengkap sebagai informasi data akuntansi. Laporan keuangan harus sesuai kaidah akuntansi yang ada (Standar Akuntansi Keuangan/SAK) dan tidak boleh dibuat dengan sebuah data rekayasa tanpa dasar yang kuat seperti bukti transaksi dan sebagainya. Informasi keuangan yang disajikan harus apa adanya tanpa menutup-nutupi informasi dari segi apa saja. Laporan keuangan harus disajikan secara tepat waktu karena kebutuhan akan laporan keuangan itu vital bagi sebuah kegiatan usaha. Laporan keuangan akan dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi perusahaan untuk menentukan langkah berikutnya. Laporan keuangan harus mempunyai daya banding. Maksudnya adalah laporan keuangan harus bisa memberikan informasi sebagai perbandingan dengan laporan periode sebelumnya sehingga perusahaan akan mudah untuk mengambil langkah selanjutnya dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan harus bersaldo normal sesuai dengan akun atau rekening perkiraan sebagai suatu ketetapan yang pasti dalam ilmu akuntansi. Saldo normal artinya aktiva pasti dari segi debit, sedangkan saldo normal kewajiban pasti kredit dan lain-lain.

Untuk informasi tambahan bagi para pembaca, saldo normal akun perkiraan adalah klasifikasi suatu kode perkiraan sebagai salah satu bagian dari prinsip pembukuan berpasangan dalam akuntansi. Suatu akun dikatakan normal jika telah memiliki saldo normal di kedua sisi, yaitu debet (D) atau kredit (K).

  • Suatu akun dengan saldo normal pada debit akan bertambah nilainya jika terjadi transaksi pada sisi debit.
  • Sebaliknya, agar nilai akun dengan saldo normal kredit meningkat maka harus ditambahkan transaksi pada sisi kredit.
  • Laporan keuangan yang telah memenuhi syarat-syarat tersebut tentu akan lebih bermanfaat bagi berbagai pihak yang membutuhkan informasi dari laporan keuangan.

Pihak-pihak yang membutuhkan informasi tentu tidak akan merasa ragu dengan kondisi perusahaan karena laporan keuangan telah menyajikan data sesuai fakta atau tanpa rekayasa karena adanya kepentingan tertentu. Jika perusahaan dinilai sedang lesu atau labanya menurun maka pihak manajemen bisa melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Jika sudah baik bukan berarti tidak ada perubahan, tetapi justru pihak manajemen harus mempertahankan prestasi atau terus meningkatkan kinerja perusahaan. Untuk memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan dan laporan laba rugi yang baik dan benar, Anda bisa menggunakan software akuntansi Accurate Online.

Dengan Accurate Online Anda bisa memnyederhanakan semua proses akuntansi dengan lebih efisien. Terdapat segudang fitur yang memudahkan Anda dalam mengembangkan bisnis Anda. Mulai dari proses rekonsiliasi bank dan penghitungan pajak secara otomatis juga fitur smartlink ecommerce yang memudahkan Anda dalam mengontrol penjualan Anda di berbagai toko online di Indonesia.

Mengenal apa itu SOP dan Semua Hal yang Berhubungan dengan SOP Mengenal Fungsi, Tujuan, dan Contoh Laporan Laba Rugi Mempelajari Akuntansi Dasar Untuk Pemula Proses Rekonsiliasi Bank Dengan Accurate Online

Bagaimana suatu informasi bisa dikatakan relevan?

Informasi yang relevan harus mempunyai nilai umpan balik (feedback value) yang membantu pemakai laporan keuangan mengkonfirmasi harapan-harapannya sebelumnya. Informasi dikatakan relevan, jika informasi tersebut tersedia bagi pengambil keputusan sebelum ia kehilangan kemampuannya untuk mempengaruhi keputusannya.

Mengapa perlu digunakan angka pembanding dalam menghitung rasio keuangan?

Data pembanding untuk rasio keuangan mutlak ada sehingga dapat dilakukan perhitungan terhadap rasio yang dipilih. Dengan adanya data pembanding, kita dapat melihat perbedaan angka – angka yang ditonjolkan, apakah mengalami peningkatan atau dari penurunan periode sebelumnya.

Laporan keuangan yang dapat menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian adalah?

Kondisi rugi terjadi jika apa? Pastinya perusahaan merugi apabila angka kerugian lebih besar dari pada laba. Lalu untuk mengetahui kondisi tersebut, Anda bisa menggunakan laporan laba rugi di perusahaan Seperti apa? Blog Mekari Jurnal akan mengulasnya disini.

  • Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan yang memperlihatkan rincian pendapatan, pengeluaran, serta laba atau kerugian yang dihasilkan perusahaan dalam periode waktu tertentu.
  • Di dalam laporan ini juga terdapat informasi mengenai jumlah biaya yang dikeluarkan untuk operasional.
  • Bisalnya untuk bisnis dagang, Anda akan tahu kalau perusahaan dagang akan memperoleh keuntungan jika harga jual lebih tinggi dari harga modal,

Lalu perusahaan merugi apabila harga jual lebih rendah. Laporan ini memiliki fungsi penting untuk membantu mengetahui kondisi serta perkembangan perusahaan, apakah memperoleh keuntungan selama menjalankan usaha atau malah merugi. Lalu dengan membaca tulisan ini Anda juga akan bisa menjawab pertanyaan seperti :

Perusahaan dagang akan memperoleh keuntungan jika harga jual lebih tinggi dari apa? Perkembangan perusahaan dapat dilihat dengan cara apa saja? Laporan laba rugi akan menunjukkan bahwa sebuah perusahaan mengalami keuntungan apabila bagaimana? Perusahaan mengalami rugi jika seperti apa? Suatu perusahaan dapat disebut mengalami kerugian jika laporan laba rugi menunjukkan bagaimana? Apakah jurnal yang dibuat saat perusahaan mengalami keuntungan? Suatu perusahaan dikatakan mengalami kerugian atau perusahaan akan merugi apabila? Acuan utama dalam mengevaluasi perkembangan atau kemunduran usaha adalah? Apabila suatu perusahaan ingin mengetahui laba yang dihasilkannya harus terlebih dahulu mengetahui jumlah?

Jelaskan apa saja manfaat mengetahui perbandingan posisi keuangan perusahaan?

Secara umum dikatakan bahwa tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah: 1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi

Apa yang dimaksud neraca perbandingan?

Pengertian Neraca Komparasi – Neraca Komparasi atau laporan keuangan komparatif merupakan laporan yang dibuat untuk melakukan perbandingan antar elemen (laporan keuangan) yang sama untuk beberapa periode yang berurutan. Metode analisis laporan keuangan komparatif bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang arah dan kecenderungan (tendensi) tentang perubahan yang mungkin akan terjadi pada setiap elemen laporan keuangan di masa yang akan datang.