Dibawah Ini Yang Termasuk Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Adalah?

Dibawah Ini Yang Termasuk Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Adalah
Laporan keuangan adalah suatu laporan yang disusun sekurang- kurangnya selama setahun sekali yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai informasi keuangan. Dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan dengan konsep kelangsungan usaha antara lain sebagai berikut:

Asas cash basic (dasar tunai).Asas going concern (kelangsungan usaha).Asas accrual basic (dasar akrual).Asas kesatuan usaha (konsep entitas).Asas harga perolehan (cost).Asas pembandingan pengeluaran beban dengan penghasilan (matching concept).

Pembahasan: Dalam kehidupan sehari-hari biasanya kita menggunakan berbagai produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Sebagai contoh kita menggunakan lipstik, bedak, dan pensil alis. Produk-produk tersebut dihasilkan oleh perusahaan dalam bidang kosmetik.

Suatu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya selalu memiliki cash flow yang jelas. Salah satunya yaitu adanya laporan keuangan dalam perusahaan. Dengan adanya laporan keuangan, pengeluaran dan pemasukan dana menjadi lebih jelas dan teratur. Laporan keuangan adalah suatu laporan yang disusun sekurang- kurangnya selama setahun sekali yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai informasi keuangan.

Dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan dengan konsep kelangsungan usaha antara lain sebagai berikut:

Asas cash basic (dasar tunai).Asas going concern (kelangsungan usaha).Asas accrual basic (dasar akrual).Asas kesatuan usaha (konsep entitas).Asas harga perolehan (cost).Asas pembandingan pengeluaran beban dengan penghasilan (matching concept).

Pelajari lebih lanjut

Materi tentang prognosis dalam laporan keuangan brainly.co.id/tugas/30709662 Materi tentang potret regulasi laporan keuangan brainly.co.id/tugas/51329863 Materi tentang perbedaan accural basic dengan cash ratio brainly.co.id/tugas/3700297

Detail jawaban Kelas: 12 Mapel: Ekonomi Bab: Konsep Persamaan Dasar Akuntansi Kode: 12.12.2 #TingkatkanPrestasimu #SPJ3

Apa yang dimaksud dengan penyusunan laporan keuangan?

Tujuan umum penyusunan laporan keuangan adalah menyajikan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, saldo anggaran lebih, arus kas, hasil operasi, dan perubahan ekuitas suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber

Dasar dasar akuntansi apa saja?

Memahami Dasar Akuntansi – Poin-poin penting yang terangkum dalam akuntansi, dan hal ini harus benar-benar dipahami di luar kepala agar bisa menjadi akuntan yang handal. Akuntansi dasar meliputi konsep debit-kredit, penjurnalan, pemostingan jurnal ke buku besar, membuat neraca saldo atau neraca percobaan, dan menyajikan laporan-laporan keuangan.

  • Selain itu, Anda juga perlu memahami persamaan akuntansi dasar,
  • Pengertian persamaan akuntansi dasar adalah hubungan antara harta, utang, dan modal yang dimiliki perusahaan.
  • Tujuannya adalah sebagai dasar pencatatan pada sistem akuntansi yang artinya setiap kali terjadi transkasi harus dicatat dalam dua aspek yaitu sisi kiri (aktiva) dan sisi kanan (pasiva).

Persamaan dasar akuntansi adalah keseimbangan antara sisi aktiva dan dengan sisi pasiva. Jika perubahan muncul akibat kejadian transaksi keuangan, maka keseimbangannya juga harus selalu dipertahankan. Hal ini merupakan dasar untuk mencatat jurnal hingga penyajian laporan keuangan.

  1. Untuk mempermudah Anda, Anda harus memahami konsep ALOE,
  2. Dengan menggunakan konsep ALOE Anda akan lebih mudah mempelajari konsep akuntansi dasar.
  3. Berikut penjelasan dari ALOE.
  4. A = Assets (aset) L = Liabilitias (kewajiban) O E = Owner’s Equity (ekuitas pemilik/modal usaha) Berikut persamaan dasar akuntansi yang berlaku berdasarkan konsep ALOE, tadi: Aset (aktiva) = Kewajiban (pasiva) + Modal (pasiva) Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang memiliki nilai guna bagi organisasi atau perusahaan.

Sedangkan kewajiban itu terdiri dari hutang yang merupakan pasiva. Selain itu ada ekuitas pemilik usaha atau modal usaha dengan selisih kewajiban pemilik usaha di masa depan.

Bagaimana tata cara penyusunan laporan keuangan?

Contoh Laporan Posisi Keuangan – Di bawah ini adalah contoh laporan posisi keuangan dengan bentuk skontro: Baca juga: 17 Contoh Laporan Keuangan Lengkap untuk Berbagai Usaha! Di bawah ini adalah contoh laporan posisi keuangan dengan bentuk staffle: Untuk lebih memahaminya, Anda bisa melihat contoh soal tentang penyusunan laporan posisi keuangan berikut ini: PT. Jurnal Karya memiliki informasi sebagai berikut ini:

  • Total dana kas, piutang, dan persediaan Rp 3.000.000
  • Total investasi: Rp 6.000.000
  • Utang pajak dan utang bank jangka pendek: Rp 2.000.000
  • Utang jangka panjang: Rp 1.000.000
  • Total modal saham dan tambahan modal yang disetor: Rp 6.000.000
You might be interested:  Jenis Pajak Berdasarkan Pihak Yang Memungut Dibedakan Menjadi Dua Yaitu?

Bagaimana cara membuat laporan posisi keuangan berdasarkan informasi di atas? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, untuk membuat statements of financial position, Anda harus mengidentifikasikan dan mengelompokkan transaksi perusahaan. Komponen yang termasuk dalam aset lancar:

  • Kas
  • Persediaan
  • Piutang
  • PPN

Komponen yang termasuk dalam aset tidak lancar:

  • Investasi
  • Aset tetap
  • Beban yang ditangguhkan

Komponen yang termasuk dalam liabilitas jangka pendek:

  • Utang bank jangka pendek
  • Utang pajak
  • Beban akrual
  • Beban pembiayaan konsumen
  • Utang obligasi

Komponen yang termasuk dalam liabilitas jangka panjang:

  • Utang jangka panjang
  • Utang sewa pembiayaan
  • Penghasilan ditangguhkan

Komponen yang termasuk dalam ekuitas:

  • Modal saham
  • Tambahan modal yang disetor.

Laporan posisi keuangan (statements of financial position) perusahaan menggunakan persamaan akuntansi berikut: Aktiva (Aset) = Kewajiban (Liabilitas) + Modal (Ekuitas) Berikut ini adalah cara menyusun laporan posisi keuangan PT. Jurnal Karya: PT. Jurnal Karya Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2022

Aset lancar Rp 3.000.000
Aset tidak lancar Rp 6.000.000
Total aset Rp 9.000.000
Liabilitas jangka panjang Rp 2.000.000
Liabilitas jangka pendek Rp 1.000.000
Total liabilitas Rp 3.000.000
Ekuitas Rp 6.000.000
Total liabilitas dan ekuitas Rp 9.000.000

Apa dasar penyusunan laporan keuangan bank?

PEDOMAN AKUNTANSI PERBANKAN INDONESIA (PAPI) – Laporan keuangan Bank Umum Konvensional wajib disusun berdasarkan Pernyatan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang relevan bagi Bank. PAPI merupakan petunjuk pelaksanaan yang berisi penjabaran lebih lanjut dari beberapa PSAK yang relevan bagi industri perbankan, termasuk penyesuaian terkait dengan penerbitan PSAK No.50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK No.55 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang berlaku sejak 1 Januari 2010. BUKU 1 – PEDOMAN AKUNTANSI PERBANKAN INDONESIA (PAPI).pdf BUKU 2 – PEDOMAN AKUNTANSI PERBANKAN INDONESIA (PAPI).pdf ILUSTRASI – PEDOMAN AKUNTANSI PERBANKAN INDONESIA (PAPI).pdf

Apa saja yg ada di laporan keuangan?

Kesimpulan – Menurut SAK, terdapat lima jenis laporan keuangan, di antaranya: laporan laba/rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, neraca, dan catatan atas laporan keuangan (CaLK). Catatan keuangan memiliki fungsi dan manfaat bagi pemilik bisnis maupun investor untuk mengetahui kondisi perusahaan.

Bagi perusahaan, dokumen tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan ke depannya. Sementara itu, bagi investor, laporan keuangan perusahaan dapat menjadi pertimbangan dalam memutuskan untuk berinvestasi. Laporan keuangan menjadi salah satu indikator krusial dalam analisis fundamental saham.

Namun, bagi investor pemula, hal ini cukup sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, bagi pemula yang baru ingin memulai, produk reksadana bisa jadi pilihan tepat. Reksadana adalah wadah investasi bersama bagi investor yang dana investasinya akan dikelola oleh ahli, yaitu Manajer Investasi,

  • Nantinya, Manajer Investasi akan mengalokasikan dana investasinya pada produk deposito, obligasi, dan saham terbaik, tergantung jenis reksadananya.
  • Jadi, kamu tidak perlu repot memilih mau berinvestasi di perusahaan apa, karena ada mereka yang siap menyusun strategi agar performa produk reksadananya tetap optimal.

Baca juga: Kamu bisa berinvestasi reksadana melalui aplikasi tanamduit. Terdapat berbagai pilihan produk reksadana yang dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan finansialmu. Yuk, dan mulai investasi sekarang! : 5 Jenis Laporan Keuangan dan Fungsinya yang Wajib Kamu Ketahui

Apa saja bentuk laporan keuangan?

Jenis Laporan Keuangan Perusahaan – Secara umum, dan yang paling banyak digunakan, setidaknya ada lima jenis laporan keuangan perusahaan. Mulai dari Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Apa komponen laporan keuangan?

Komponen Laporan Keuangan – Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia, laporan keuangan lengkap terdiri dari 5 jenis laporan, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan posisi keuangan (neraca), laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan Sebutkan 4 laporan keuangan yang sering digunakan?

Jenis-jenis Laporan Keuangan – Pembuatan laporan keuangan mengikuti Pedoman Standar Akuntasi Keuangan (PSAK), yang menentukan lima jenis laporan keuangan, yakni laporan laba rugi, neraca, perubahan modal, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

Bagaimana karakteristik sebuah laporan keuangan ada 4 Sebutkan dan jelaskan?

Empat Kualitas Utama sebuah Laporan Keuangan – FULCRA

  • Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai.
  • Terdapat empat karakter kualitatif pokok yaitu: dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan. Penjelasan detil dari empat karakter kualitatif pokok tersebut adalah sebagai berikut:
  • Kualitas Pertama: Dapat Dipahami
You might be interested:  Sebutkan Modal Utama Yang Mempengaruhi Keberhasilan?

Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.

Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu. Kualitas Kedua: Relevan Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.

Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu. Peran informasi dalam peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain.

  1. Misalnya, informasi struktur dan besarnya aktiva yang dimiliki bermanfaat bagi pemakai ketika mereka berusaha meramalkan kemampuan organisasi dalam memanfaatkan peluang dan bereaksi terhadap situasi yang merugikan.
  2. Informasi yang sama juga berperan dalam memberikan penegasan (confirmatory role) terhadap prediksi yang lalu, misalnya, tentang bagaimana struktur keuangan organisasi diharapkan tersusun atau tentang hasil dari operasi yang direncanakan.

Informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja masa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakai, seperti pembayaran dividen dan upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuan organisasi untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo.

  • Untuk memiliki nilai prediktif, informasi tidak perlu harus dalam bentuk ramalan eksplisit.
  • Namun demikian, kemampuan laporan keuangan untuk membuat prediksi dapat ditingkatkan dengan menampilkan informasi tentang transaksi dan peristiwa masa lalu.
  • Misalnya, nilai prediktif laporan laba rugi dapat ditingkatkan kalau pos-pos penghasilan atau beban yang tidak biasa, abnormal dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah.

Azas Materialitas. Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakekat dan materialitasnya. Dalam beberapa kasus, hakekat informasi saja sudah cukup untuk menentukan relevansinya. Misalnya, pelaporan suatu segmen baru dapat mempengaruhi penilaian risiko dan peluang yang dihadapi organisasi tanpa mempertimbangkan materialitas dari hasil yang dicapai segmen baru tersebut dalam periode pelaporan.

  1. Dalam kasus lain, baik hakekat maupun materialitas dipandang penting, misalnya jumlah serta kategori persediaan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
  2. Informasi dipandang material kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan.
  3. Materialitas tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement).
  4. Karenanya, materialitas lebih merupakan suatu ambang batas atautitik pemisah dari pada suatu karakteristik kualitatif pokok yang harus dimiliki agarinformasi dipandang berguna.
  5. Jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi Organisasi untuk mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.
  6. Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalamlaporan keuangan berguna bagi pemakai.
  7. Terdapat empat karakter kualitatif pokok yaitu: dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan.
  8. Dua karakter kualitatif yaitu: dapat dipahami, relevan; telah dibahas sebelumnya di bagian pertama. Bagian ini akan membahas dua karakter kualitatif selanjutnya yaitu: keandalan, dan dapat diperbandingkan
  9. Kualitas Ketiga: Keandalan

Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.

  • Informasi mungkin relevan tetapi jika hakekat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan.
  • Misalnya, jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi Organisasi untuk mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.

Azas Penyajian Jujur. Agar dapat diandalkan, informasi harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. Jadi, misalnya, neraca harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aktiva, kewajiban dan ekuitas organisasi pada tanggal pelaporan yang memenuhi kriteria pengakuan.

  1. Informasi keuangan pada umumnya tidak luput dari risiko penyajian yangdianggap kurang jujur dari apa yang seharusnya digambarkan.
  2. Hal tersebut bukan disebabkan karena kesengajaan untuk menyesatkan, tetapi lebih merupakan kesulitan yang melekat dalam mengidentifikasikan transaksi serta peristiwa lainnya yang dilaporkan, atau dalam menyusun atau menerapkan ukuran dan teknik penyajian yang sesuai dengan makna transaksi dan peristiwa tersebut.
You might be interested:  Apa Manfaat Pajak Bagi Kesejahteraan Masyarakat?

Dalam kasus tertentu, pengukuran dampak keuangan dari suatu pos sangat tidak pasti sehingga organisasi pada umumnya tidak mengakuinya dalam laporan keuangan. Misalnya, meskipun dalam kegiatan usahanya organisasi dapat menghasilkan goodwill, tetapi lazimnya sulit untuk mengidentifikasi atau mengukur goodwill secara andal.

Namun, dalam kasus lain, pengakuan suatu pos tertentu tetap dianggap relevan dengan mengungkapkan risiko kesalahan sehubungan dengan pengakuan dan pengukurannya. Azas Substansi Mengungguli Bentuk. Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya.

Substansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalu konsisten dengan apa yang tampak dari bentuk hukum. Misalnya, suatu organisasi mungkin menjual suatu aktiva kepada pihak lain dengan cara sedemikian rupa sehingga dokumentasi dimaksudkan untuk memindahkan kepemilikan menurut hukum ke pihak tersebut; namun demikian, mungkin terdapat persetujuaan yang memastikan bahwa organisasi dapat terus menikmati manfaat ekonomi masa depan yang diwujudkan dalam bentuk aktiva.

  1. Dalam keadaan seperti itu, pelaporan penjualan tidak menyajikan dengan jujur transaksi yang dicatat (jika sesungguhnya memang ada transaksi).
  2. Azas Netralitas.
  3. Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.
  4. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan beberapa pihak, sementara hal tersebut akan merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan yang berlawanan.

Azas Pertimbangan Sehat. Penyusun laporan keuangan adakalanya menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu, seperti ketertagihan piutang yang diragukan, prakiraan masa manfaat pabrik serta peralatan, dan tuntutan atas jaminan garansi yang mungkin timbul.

  1. Etidakpastian semacam itu diakui dengan mengungkapkan hakekat serta tingkatnya dan dengan menggunakan pertimbangan sehat (prudence) dalam penyusunan laporan keuangan.
  2. Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah.

Namun demikian penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan, misalnya, pembentukan cadangan tersembunyi atau penyisihan (provision) berlebihan, dan sengaja menetapkan aktiva atau penghasilan yang lebih rendah atau pencatatan kewajiban atau beban yang lebih tinggi, sehingga laporan keuangan menjadi tak netral, dan karena itu, tidak memiliki kualitas andal.

  • Azas Kelengkapan.
  • Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.
  • Esengajaan untuk tidak mengungkapkan (omission) mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dan karena itu tidak dapat diandalkan dan tidak sempurna ditinjau dari segi relevansi.

Kualitas Keempat: Dapat Dibandingkan Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan organisasi antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar organisasi untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.

  • Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk organisasi tersebut, antar periode organisasi yang sama dan untuk organisasi yang berbeda.
  • Implikasi penting dari karakteristik kualitatif dapat diperbandingkan adalah bahwa pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan tersebut.

Para pemakai harus dimungkinkan untuk dapat mengidentifikasi perbedaan kebijakan akuntansi yang diberlakukan untuk transaksi serta peristiwa lain yang sama dalam sebuah organisasi dari satu periode ke periode dan dalam organisasi yang berbeda. Ketaatan pada standar akuntansikeuangan, termasuk pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan olehorganisasi, membantu pencapaian daya banding.

  • Ebutuhan terhadap daya banding jangan dikacaukan dengan keseragamansemata-mata dan tidak seharusnya menjadi hambatan dalam memperkenalkanstandar akuntansi keuangan yang lebih baik.
  • Organisasi tidak perlu meneruskankebijakan akuntansi yang tidak lagi selaras dengan karakteristik kualitatif relevansidan keandalan.

Organisasi juga tidak perlu mempertahankan suatu kebijakanakuntansi kalau ada alternatif lain yang lebih relevan dan lebih andal. Berhubung pemakai ingin membandingkan posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan antar periode, maka organisasi perlu menyajikan informasi periode sebelumnya dalam laporan keuangan.