Informasi Apa Saja Yang Diberikan Oleh Laporan Keuangan?

Informasi Apa Saja Yang Diberikan Oleh Laporan Keuangan
Cara Membuat Laporan Arus Kas – Untuk membuat laporan arus kas harus dilakukan secara rinci, sebab ada sejumlah komponen penting yang wajib disertakan di dalam laporan arus kas. Biar nggak bingung, berikut cara membuat laporan arus kas dengan benar.

  1. Pada bagian kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro bank. Setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuiditas yang segera bisa dijadikan kas.
  2. Arus kas merupakan arus kas masuk dan keluar atau setara kas.
  3. Bagian aktivasi operasi merupakan aktivitas penghasil utama pendapatan dan aktivitas lain yang bukan dari investasi dan pendanaan. Contohnya seperti penjualan barang dan jasa, penerimaan royalty, fee, serta komisi atau lainnya; pembayaran kepada pemasok/supplier atau karyawan.
  4. Aktivitas investasi adalah aktivitas perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain. Contohnya seperti penjualan tanah, bangunan, peralatan, uang muka, dan pinjaman kepada pihak lain.
  5. Aktivitas pendanaan merupakan aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Misalnya penerimaan emisi saham, obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, pembayaran kepada pemegang saham, pelunasan pinjaman, dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, simak ini contoh laporan arus kas di bawah ini:

Foto: Laporan Keuangan Irsan Lubis/academia.edu

table>

Foto: Laporan Keuangan Irsan Lubis/academia.edu

Nah itu dia detikers penjelasan mengenai laporan keuangan beserta dengan fungsi, cara membuat, dan contohnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers dalam memahami dan membuat laporan keuangan dengan benar. Simak Video ” Zulhas Cerita Banyak Teman Kasih Saran Jangan Ambil Kursi Mendag ” (ilf/fds) : Contoh Laporan Keuangan Lengkap dan Wajib Dimiliki Perusahaan

Informasi apa saja yg diberikan oleh laporan keuangan?

Pembukuan pajak – Pembuatan laporan keuangan khususnya laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi merupakan bagian akhir dari pembukuan pajak, Keberadaan laporan keuangan membuat pembukuan menjadi lebih teratur. Data informasi dan keuangan yang dimasukkan di dalam laporan keuangan meliputi aset, liabilitas, pendapatan, biaya, jumlah harga perolehan serta penyerahan barang dan jasa selama satu periode pajak tertentu.

Laporan keuangan disusun dan disajikan untuk menyediakan informasi yang seperti apa?

Laporan Keuangan (Financial Statement) Anda tentunya masih mengingat dan sudah memahami bahwa tujuan dari penyelenggaraan akuntansi adalah menyajikan informasi keuangan. Informasi keuangan dari suatu perusahaan tersebut berguna bagi fihak-fihak yang berkepentingan dan memerlukannya (para pemakai) sebagai dasar untuk mengambil keputusan ekonomi.

Dengan informasi keuangan yang diperoleh, mereka akan menganalisisnya dan kemudian menentukan keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka. Mengingat bahwa informasi yang termuat di dalam laporan keuangan suatu perusahaan sangat penting bagi para pemakainya, maka penyusunannya harus memenuhi syarat kualitas primer dan sekunder.

Kualitas primer adalah kualitas utama yang membuat informasi akuntansi berguna sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Kualitas primer meliputi relevan dan handal (reliabel).

  1. Relevan berarti bahwa laporan keuangan (informasi akuntansi) yang disusun oleh suatu perusahaan memiliki hubungan langsung dengan pengambilan keputusan. Informasi akuntansi dikatakan relevan jika dapat membuat perbedaan dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh para pemakainya. Informasi yang relevan adalah informasi yang memiliki nilai prediktif, umpan balik, dan tepat waktu.
    1. Informasi memiliki nilai prediktif jika informasi tersebut dapat membantu para pemakainya untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa depan berdasarkan peristiwa (transaksi) masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Ketepatan suatu prediksi sangat tergantung dari kemampuan para pemakai dalam menganalisis informasi dan kepekaan mereka dalam membaca peluang bisnis di masa depan.

    Informasi memiliki nilai umpan balik ( feedback ) jika informasi tersebut dapat mendukung atau memberi masukan untuk memperbaiki prediksi yang sudah dibuat oleh para pemakainya. Dengan informasi yang diperoleh, para pemakai dapat mengevaluasi kembali prediksi yang telah dibuat, sehingga dapat memperoleh masukan untuk menentukan apakah prediksinya sudah benar ataukah perlu direvisi.

    Tepat waktu berarti informasi akuntansi tersebut tersedia pada saat dibutuhkan oleh para pemakainya. Dengan demikian, informasi itu tidak kehilangan kapasitasnya dalam mempengaruhi keputusan yang diambil.

  2. Handal (reliable) berarti bahwa informasi tersebut dapat dipercaya, karena cukup terbebas dari kesalahan dan penyimpangan di dalam penyajiannya. Informasi yang handal adalah informasi yang memenuhi syarat: dapat diperiksa, penyajian yang jujur, dan netral.

    Dapat diperiksa artinya laporan keuangan (informasi akuntansi) tersebut jika diaudit/diperiksa oleh beberapa auditor eksternal yang menggunakan metode sama akan memperoleh kesimpulan yang sama pula.

    Penyajian yang jujur artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan kondisi transaksi keuangan sebenarnya (kondisi riil). Dengan kalimat lain dapat dikemukakan bahwa suatu laporan keuangan disajikan secara jujur jika dalam penyajiannya ada kecocokan/kesesuaian antara transaksi yang sesungguhnya terjadi dengan laporan yang dibuat. Jadi, dalam penyususnan laporan keuangan tidak ada unsur rekayasa.

    Netral artinya tidak berpihak kepada golongan pemakai informasi tertentu. Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada semua pihak yang berkepentingan (pemakai). Oleh karena itu, di suatu perusahaan hanya ada satu laporan keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang berkepentingan. Dengan demikian tidak ada pemakai informasi yang “tersesat” sebagai akibat dari penggunaan informasi yang tidak netral.

You might be interested:  Yang Merupakan Produk Pasar Modal Adalah?

Kualitas sekunder merupakan kualitas tambahan yang seharusnya dipenuhi dalam penyusunan laporan keuangan. Meskipun hal ini bukan merupakan kualitas utama, namun jika dipenuhi akan membawa dampak positip bagi pengguna/pemakainya. Kualitas sekunder meliputi keterbandingan dan konsistensi.

  1. Keterbandingan berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan-perusahaan lain. Suatu informasi dianggap dapat diperbandingkan jika sudah dievaluasi dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan-perusahaan yang berbeda. Hal ini memberikan kemungkinan bagi para pemakainya untuk mengenali dan menganalisis persamaan atau perbedaan kondisi keuangan berbagai perusahaan karena metode akuntansi yang digunakan dapat diperbandingkan.
  2. Konsistensi berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam menyajikan informasi, perusahaan harus memberikan perlakuan akuntansi yang sama terhadap transaksi yang sama pada waktu-waktu yang berbeda. Seiring dengan perjalanan waktu, perusahaan bisa mengubah metode (perlakuan) akuntansinya. Namun jika hal itu dilakukan, maka pada periode dilaksanakannya perubahan itu perusahaan harus mengungkap (dalam laporan keuangannya) tentang berbagai hal yang terkait dengan perubahan itu, seperti keunggulan metode baru yang digunakan dibandingkan yang lama, alasan mengubah metode tersebut, sifat dan dampak atas perubahan tersebut terhadap kondisi finansialnya.

Bentuk formal dari informasi keuangan suatu perusahaan adalah laporan keuangan ( financial statement), Pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dijelaskan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan suatu perusahaan bersifat umum. Hal ini berarti bahwa laporan kuangan suatu perusahaan disajikan dan ditujukan kepada semua pihak yang berkepentjngan terhadap informasi itu, baik dari unsur internal perusahaan maupun dari unsur eksternal.

  1. Dengan demikian, laporan keuangan tersebut tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakainya.
  2. Secara umum tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja keuangan, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan.
  3. Informasi ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan para pihak yang berkepentingan (pemakai) dalam upaya mencari bahan masukan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi.

Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas 5 (lima) komponen, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dengan lima komponen laporan itu, diharapkan dapat memberi gambaran yang relatif komprehensif tentang kondisi keuangan suatu perusahaan.

Siapa saja pengguna informasi keuangan laporan keuangan?

(2009:2), bahwa pengguna laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaga lainnya dan masyarakat. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda.

Apa tujuan dari pembuatan laporan keuangan?

Tujuan umum penyusunan laporan keuangan adalah menyajikan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, saldo anggaran lebih, arus kas, hasil operasi, dan perubahan ekuitas suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber

You might be interested:  Apa Tujuan Pemasangan Iklan Membayar Pajak?

Apa yang menjadi tujuan laporan keuangan?

Pentingnya Memahami Penyusunan Laporan Keuangan dalam Bisnis – News Portal of Universitas Ahmad Dahlan Peserta Pendampingan Pelatihan Keuangan dan BEP oleh PKM Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras) Dalam berwirausaha tentunya wajib mengetahui laporan keuangan, laporan yang menunjukkan kondisi finansial suatu entitas pada periode tertentu.

  • Dr. Hendro Setyono, S.E., M.Sc.
  • Menjelaskan banyak hal pada sesi Pendampingan Pelatihan Keuangan dan BEP oleh Pengurus Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
  • Tak ketinggalan, ia juga menyampaikan beberapa manfaat menyusun rencana dan laporan keuangan.
  • Pertama, memudahkan alokasi rencana dan biaya, atau disebut set up biaya awal dalam berbisnis.

Kedua, sebagai acuan, jangan sampai bisnis yang sudah direncanakan melenceng jauh dari rencana awal. Ini bertujuan untuk pendisiplinan. Ketiga, memudahkan benefit, dan keempat memudahkan penentuan harga produk,” jelasnya, (24-05-2022). Menyusun laporan keuangan memiliki beberapa tujuan, yakni untuk menghitung biaya modal baik modal sendiri maupun modal asing/pinjaman jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Adapun bentuknya yakni laporan cash flow, laporan laba rugi, dan neraca. ” Cash flow merupakan laporan masuk dan keluarnya uang tunai sebuah bisnis yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Laporan laba rugi, yakni bagian dari laporan keuangan suatu bisnis yang dihasilkan pada satu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba bersih.

Terakhir, neraca merupakan kepemilikan atau posisi aset,” lanjut Hendro. Ia juga menjelaskan tentang penentuan harga produk. Pertama berdasarkan biaya, harga produk memiliki tiga macam. Mark up yaitu penentuan harga dengan menambah keuntungan yang diinginkan pada produk yang diketahui harga pokoknya.

Misal, harga pokok suatu produk sebesar Rp100.000,00 mark up -nya 20%, maka harga jualnya adalah harga pokok ditambah mark up, Kemudian ada margin. Margin merupakan penentuan harga dengan menambah keuntungan yang diinginkan dari harga produksi, dan harga pokok sudah tidak dapat diketahui karena sudah dicampur.

Lalu BEP, beberapa hal yang perlu diketahui pada metode BEP ini, biaya variabel setiap produk, biaya tetap produksi, harga jual, jumlah produk, serta asumsi semua produk habis terjual dengan harga yang sama. Penentuan harga produk yang kedua adalah berdasarkan nilai, yakni produk dijual berdasar manfaat baik fungsional maupun emosional.

Jelaskan apa saja fungsi dari laporan keuangan?

Abstract – Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pengertian, kegunaan, tujuan dan langkah-langkah dalammenyusun laporan arus kas.Mengingat pentingnya arus kas bagi para pengambil keputusan, maka informasi ini menjadi penting, karena masyarakat lebih memahami hal-hal berkaitan dengan arus kas.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (Library Research).

  1. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara meninjau buku-buku referensi yang ada di perpustakaan.
  2. Jenis data yang digunakan merupakan data skunder yang berupa buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan.
  3. Analisa data menggunakan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan hasil penelitian dan kemudian menarik kesimpulan.

Hasil penelitian dalam tulisan ini adalah: Laporan arus kas merupakan laporan memberikan informasi keluar dan masuknya kas dalam suatu perusahaan, yang disebabkan oleh adanya aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan arus kas digunakan dalam kaitannya dengan laporan keuangan yang lain, laporan arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang.Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.

Informasi apa saja yang dapat diperoleh dari laporan laba rugi?

Laporan Laba Rugi: Pengertian, Unsur, dan Fungsinya – Di dalam dunia bisnis dan perdagangan, istilah laporan laba rugi menjadi hal yang tidak asing terdengar. Laporan laba rugi menjadi penting dibuat karena bisa menjadi acuan terkait kondisi finansial usaha atau bisnis yang sedang dijalankan.

Laporan laba rugi merupakan laporan yang menyajikan informasi pengeluaran, pendapatan, serta laba atau rugi yang dihasilkan perusahaan selama periode tertentu. Melalui laporan laba rugi ini, bisa memperlihatkan kinerja keuangan dari suatu usaha atau perusahaan. Selain itu, laporan ini juga fungsinya sebagai alat memonitor kemajuan dan kekurangan keuangan perusahaan.

Biasanya para pengusaha membuat laporan laba rugi untuk menentukan profitabilitas dan juga nilai investasi perusahaan. Laporan ini biasanya dibuat pada akhir tahun atau akhir periode. Adanya laporan laba rugi pada sebuah perusahaan juga akan memudahkan para investor dalam membaca juga memahami kinerja dari sebuah perusahaan.

You might be interested:  Mengapa Setiap Akhir Periode Modal Pemilik Perusahaan Mengalami Perubahan?

Dilihat dari siapa pemakai informasi keuangan yang dihasilkan?

Dilihat dari siapa pemakai informasi keuangan yang dihasilkan, akuntansi dibagi menjadi dua kelompok yaitu eksternal dan internal, Perbedaannya adalah pihak eksternal merupakan pihak luar perusahaan seperti debitur dan investor, sedangkan internal yaitu pihak intern perusahaan seperti manajer, CEO dan juga karyawan.

10 Jelaskan siapa pengguna informasi akuntansi dan atau laporan keuangan pemerintah?

Pengguna laporan keuangan pemerintah adalah masyarakat, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaku lembaga legislatif, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selaku auditor, lembaga pengawas, pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi dan pinjaman, serta

Sebutkan dan jelaskan siapa saja pihak pihak yang memerlukan informasi akuntansi?

Pihak-pihak yang Membutuhkan Informasi Akuntansi Akuntansi sangat dibutuhkan berbagai pihak. Mulai dari karyawan perusahaan hingga pemilik usaha, investor, dan pemerintah. Karena informasi akuntansi menampilkan kondisi keuangan perusahaan. Sehingga menjadi dasar pengambilan keputusan. Siapa sajakah pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi? Dikutip dari buku Pengantar Akuntansi (2016) karya Syaiful Bahri, pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi dibagi menjadi dua, yakni: Pihak internal perusahaan Pihak eksternal perusahaan. Berikut penjelasannya: Pihak internal perusahaan Menurut Eka Satria Wibawa dan Sri Wahyuning dalam buku Belajar Mula Dasar Akuntansi (2020), pihak internal yang membutuhkan informasi akuntansi adalah manajemen (pimpinan perusahaan). Baca juga: Definisi Akuntansi dari Sudut Pandang Pemakai Jasa dan Proses Kegiatan Oleh mereka, informasi akuntansi digunakan sebagai dasar pembuatan rencana atau kebijakan di masa mendatang. Informasi itu juga dipakai untuk mengawasi kegiatan, serta mengetahui tingkat keberhasilan perusahaan atau organisasi. Selain manajemen, karyawan juga membutuhkan informasi akuntansi. Dilansir dari buku Pengantar Akuntansi Berdasarkan SAK ETAP dan IFRS (2020) oleh Syaiful Bahri, karyawan memerlukan informasi akuntansi untuk beberapa tujuan, yakni: Mengetahui stabilitas dan profitabilitas entitas Menilai kemampuan entitas yang berhubungan dengan kesejahteraan karyawan. Jadi, ada dua pihak internal perusahaan yang membutuhkan informasi akuntansi, yaitu manajemen serta karyawan. Pihak eksternal perusahaan Pihak yang membutuhkan informasi akuntansi juga datang dari lingkungan eksternal atau luar perusahaan. Dalam buku Tanya Jawab Akuntansi Dasar (2019) oleh Siti Aisyah Siregar, dituliskan bahwa pihak eksternal yang membutuhkan informasi akuntansi adalah: Investor Mereka membutuhkan informasi akuntansi untuk mengetahui bagaimana posisi keuangan, perkembangan perusahaan, serta keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan. Calon investor Informasi akuntansi dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, serta melihat prospek perusahaan sebelum menenamkan modalnya. Kreditur atau calon kreditur Pihak eksternal ini membutuhkan informasi akuntansi untuk mengetahui posisi dan prospek keuangan perusahaan. Hal ini juga termasuk keadaan likuiditas (posisi uang kas perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo), hingga kemungkinan risiko kredit macet. Pemerintah Informasi akuntansi dibutuhkan sebagai data perhitungan pajak yang harus dibayarkan perusahaan, beserta pengawasannya. Selain empat pihak di atas, informasi akuntansi juga dibutuhkan masyarakat, pemasok, serta pelanggan.

Informasi apa saja yang dapat diperoleh dari laporan laba rugi?

Laporan Laba Rugi: Pengertian, Unsur, dan Fungsinya – Di dalam dunia bisnis dan perdagangan, istilah laporan laba rugi menjadi hal yang tidak asing terdengar. Laporan laba rugi menjadi penting dibuat karena bisa menjadi acuan terkait kondisi finansial usaha atau bisnis yang sedang dijalankan.

  1. Laporan laba rugi merupakan laporan yang menyajikan informasi pengeluaran, pendapatan, serta laba atau rugi yang dihasilkan perusahaan selama periode tertentu.
  2. Melalui laporan laba rugi ini, bisa memperlihatkan kinerja keuangan dari suatu usaha atau perusahaan.
  3. Selain itu, laporan ini juga fungsinya sebagai alat memonitor kemajuan dan kekurangan keuangan perusahaan.

Biasanya para pengusaha membuat laporan laba rugi untuk menentukan profitabilitas dan juga nilai investasi perusahaan. Laporan ini biasanya dibuat pada akhir tahun atau akhir periode. Adanya laporan laba rugi pada sebuah perusahaan juga akan memudahkan para investor dalam membaca juga memahami kinerja dari sebuah perusahaan.