Jelaskan Sifat Laporan Keuangan Yang Dapat Dimengerti?

Jelaskan Sifat Laporan Keuangan Yang Dapat Dimengerti
Dapat Dibandingkan – Laporan keuangan biasanya dibuat per periode, baik bulanan maupun tahunan. Tentunya, tiap periode dari laporan tersebut harus bisa dibandingkan. Tiap periode akuntansi memiliki kondisi laporan yang berbeda-beda. Mengapa harus bisa dibandingkan? Tujuannya agar pengguna bisa mengidentifikasi tren-tren yang mungkin berubah di tiap periode, misalnya tren kinerja, laporan posisi keuangan, entitas pelaporan, dan sejenisnya.

Apa saja sifat laporan keuangan jelaskan?

Dalam praktiknya sifat laporan keuangan dibuat: 1. bersifat historis, dan 2. menyeluruh. Bersifat historis artinya bahwa laporan keuangan dibuat dan disusun dari data masa lalu atau masa yang sudah lewat dari masa sekarang.

Mengapa laporan keuangan memiliki sifat yang dapat dibandingkan?

Dapat Dibandingkan – Laporan keuangan biasanya dibuat per periode, baik bulanan maupun tahunan. Tentunya, tiap periode dari laporan tersebut harus bisa dibandingkan. Tiap periode akuntansi memiliki kondisi laporan yang berbeda-beda. Mengapa harus bisa dibandingkan? Tujuannya agar pengguna bisa mengidentifikasi tren-tren yang mungkin berubah di tiap periode, misalnya tren kinerja, laporan posisi keuangan, entitas pelaporan, dan sejenisnya.

Bagaimana karakteristik laporan keuangan yang baik?

Karakteristik Laporan Keuangan – Laporan keuangan memiliki karakteristik kualitatif yang melekat pada informasi akuntansi yang diberikan. Pada intinya, karakteristik laporan keuangan yang dipaparkan menurut PSAK ataupun para ahli sama. Adapun uraian karakteristiknya, yaitu: Informasi dalam laporan keuangan dianggap berkualitas, jika memiliki kemudahan untuk dipahami penggunanya.

  • Pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi keuangan sebuah perusahaan.
  • Informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.
  • Artinya, kualitas informasi harus dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mengevaluasi peristiwa di masa lampau.

Informasi dipandang materialitas, apabila kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan. Informasi memilki kualitas yang andal, jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat dihandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur ( faithful representation ).

  1. Informasi keuangan di laporan keuangan pada umumnya tidak luput dari resiko penyajian yang dianggap kurang jujur daripada apa yang seharusnya digambarkan.6.
  2. Substansi Mengungguli Bentuk Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan secara jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan subtansi dan realitas ekonomi.

Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan beberapa pihak, sementara hal tersebut akan merugi. Penyusunan laporan keuangan ada kalanya menghadapi ketidakpastian suatu peristiwa dan keadaan tertentu seperti ketertagihan piutang yang diragukan, perkiraan masa manfaat pabrik serta peralatan dengan tuntutan atas jaminan garansi yang mungkin timbul.

  • Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.
  • Pemakai dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antarperiode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan.
  • Para ahli juga menjelaskan empat hal utama yang wajib ada sebagai karakteristik laporan keuangan, yaitu: Laporan keuangan dikatakan relevan, jika informasi yang disajikan dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna, yaitu membantu mereka dalam mengevaluasi kejadian masa lalu dan masa kini, serta dapat mengoreksi atas hasil evaluasi di masa lalu.

Laporan keuangan harus mudah dipahami bagi setiap penggunanya. Apabila pengguna laporan keuangan dapat mengerti semua informasi yang disajikan, maka informasi tersebut dapat dikatakan mudah dipahami. Informasi yang terkandung dalam laporan keuangan akan lebih berguna, jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan entitas lain pada umumnya.

  1. Laporan keuangan dikatakan andal, apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bebas dan tak terikat dengan pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan semua fakta yang ada secara jelas dan jujur, serta informasi yang disajikan telah terverifikasi.
  2. Ilustrasi pembuatan laporan keuangan lengkap yang terdiri dari lima komponen.

Foto: Pixabay

Bagaimana sifat dari sebuah laporan?

Ragam Sifat Teks Laporan Seperti yang sudah kita ketahui, teks laporan memiliki beberapa fungsi, antar lain sumber informasi, bentuk pertanggungjawaban, pengawasan, dan sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu, dalam hal penyusunan diperlukan, kita sebaiknya memahami ragam sifat yang melekat pada teks laporan.

Nah, apa sajakah ragam sifat yang dimaksudkan tersebut? 2 Likes Teks laporan adalah suatu teks yang berisi laporan laporan hasil pengamatan atau penelitian yang telah dilakukan (Widodo, 2010). Teks laporan memiliki beberapa fungsi, antar lain sumber informasi, bentuk pertanggungjawaban, pengawasan, dan sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Selain itu teks laporan juga memiliki ragam sifat, yaitu

  • bersifat komunikatif, artinya dalam teks tersebut menggunakan pilihan diksi yang membuat seolah-olah pembaca sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, yang bertujuan untuk memudahkan pembaca memahani isi teks tersebut,
  • bersifat informatif, artinya memberikan informasi mengenai topik yang ada dalam teks kepada pembaca,
  • bersifat faktual, artinya teks laporan tersebut dibuat berdasarkan kenyataan yang ada, tidak ada unsur subyektif yang mewarnai.

Sumber: Tanjung, S.R. (2012). ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BAKU PADA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SISWA KELAS X MAN 2 MODEL MEDANTAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017. Kode: Jurnal Bahasa, 7 (1). Teks laporan adalah suatu dokumen tertulis tentang hasil pelaksanaan suatu penelitian atau pengamatan yang merupakan deskripsi sementara ataupun terakhir yang disusun secara sistematis, obyektif, ilmiah, dan dilaksanakan tepat pada waktunya (Mayasari, 2021).

  1. Bersifat informatif Bersifat informatif adalah teks yang ditulis dapat berguna dan memberikan informasi untuk para pembaca.
  2. Bersifat komunikatif Teks yang ditulis menggunakan gaya dan bahasa yang mudah udah untuk di pahami dan dimengerti.
  3. Bersifat objektif Teks yang ditulis harus faktual, nyata, benar terjadi dan tidak mengada-ngada serta isi nya berdasarkan oleh informasi-informasi yang sebenarnya.

Referensi: Mayasari.2021. Laporan dan Evaluasi Penelitian. Jurnal of Education, Vol 2 (1): 30-31. Kosasih (2014) mengatakan bahwa teks laporan adalah teks yang berfungsi untuk mendiskripsilan informasi berdasarkan pengamatan. Ragam sifat yang dimiliki teks laporan adalah :

  1. Faktual dan objektif yaitu menggambarkan sesuatu sesuai fakta tanpa adanya opini.
  2. Informatif, yaitu teks dapat memberikan informasi yang sudah terbukti kebenarannya.
  3. Komunikatif yaitu disajikan dengan bahasa dan kata yang baik, susunannya logis, dan mudah dimengerti.

Referensi Kosasih, E.2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Bandung: Yrama Widya Suherli, dkk.2017. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud Menurut Damanik (2020), teks laporan observasi bersifat informatif, objektif, faktual bukan berupa opini, dan sistematis sesuai dengan struktur.

  1. Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  2. Bersifat Objektif dan faktual, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.
  3. Sistematis, sesuai struktur teks laporan observasi.
You might be interested:  Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Modal Sosial Berilah Contoh?

Referensi : DAMANIK, E.D. (2020). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) UNTUK SISWA KELAS X SMK TELKOM 2 MEDAN (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Medan). Teks laporan memiliki tiga sifat, yakni bersifat informatif, komunikatif, dan objektif.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat sebagai berikut: a. Bersifat Informatif Bersifat informatif artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.b. Bersifat Komunikatif Bersifat komunikatif artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.c.

Bersifat Objektif Bersifat objektif berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi. Sumber : Permatasari, I.A. (2020). Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia Laporan Hasil Observasi. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Direktorat Sekolah Menengah Atas.

Teks laporan adalah teks yang berisi laporan hasil pengamatan atau penelitian yang telah dilakukan, dan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca. Menurut Keraf dalam Mugianto et al (2017), laporan adalah suatu cara komunikasi dimana peneliti menyampaikan informasinya kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Laporan yang dimaksud yaitu dalam bentuk tulisan, maka dapat pula dikatakan bahwa laporan merupakan suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang diarahkan yang telah atau tengah diselidiki, dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang diambil.

  1. Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  2. Komunikatif, artinya menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalarn teks lebih mudah dimengerti.
  3. Objektif, artinya harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang hal yang benar-benar terjadi. Sifat objektif ini berhubungan dengan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti.

Referensi : Mugianto et al,2017. Pengembangan Perencanaan Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek Siswa Kelas X SMA. Jurnal Ilmu Budaya, Volume 1 (4) 353-366. Menurut Rosdiyanto (2007), laporan dapat diartikan sebagai sajian fakta secara objektif terkait peristiwa yang terjadi. Terdapat beberapa sifat pada teks laporan, antara lain:

  • Informatif, yaitu memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  • Komunikatif, yaitu menggunakan bahasa yang membuat pembaca seperti sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya supaya isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.
  • Objektif, yaitu harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang hal yang benar-benar terjadi.

Referensi: Rosdiyanto, Kaka.2007. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Pustaka Setia. Menurut Mayasari ( 2021) laporan penelitian merupakan suatu dokumen tertulis mengenai hasil pelaksanaan penelitian yang dibuat secara jenis dan disusun menurut metode penelitian serta sistematika tertentu dengan bahasa yang luas.

  1. Bersifat komunikatif, yaitu dalam teks laporan dapat membuat pembaca seolah-olah dapat berkomuniaksi dengan teks tersebut, sehingga pemilihan diksi dan bahasa harus tepat
  2. Bersifat faktual dan objektif, yaitu teks laporan harus sesuai dengan fakta yang ada, tidak boleh mengada-ada dan tidak subjektif
  3. Bersifat informatif, yaitu dalam teks laporan harus memberikan informasi sesuai dengan hal yang dibahas dalam laporan kepada pembaca.

Mayasari. (2021). Laporan dan Evaluasi Penelitian. Journal Of Education, 2(1), 30–38. Menurut Dewi et al (2015), teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan memiliki tiga sifat, yaitu:

  1. Bersifat informatif, artinya teks yang ditulis sangat berguna dan dapat memberikan informasi tentang objek yang telah diamati untuk para pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, artinya teks yang ditulis menggunakan gaya dan bahasa yang seakan-akan seperti membuat kalian sedang melakukan komunikasi dengan teks yang tertulis tersebut. Adapun tujuannya yakni supaya isi dari teks laporan hasil observasi dapat lebih mudah untuk difahami dan dimengerti.
  3. Bersifat objektif, artinya teks yang ditulis harus faktual, nyata, benar terjadi dan tidak mengada-ngada serta isi nya berdasarkan oleh informasi-informasi yang sah mengenai kejadian yang sebenarnya.

Referensi : Dewi, E.P., Sutama, Sriasih S.A.P.2015. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo. Jurnal Universitas Pendidikan Ganesha,3(1): 1-12. Menurut Effendi (2018), teks laporan merupakan hasil pengamatan terhadap keadaan objek, atau peristiwa yang akan diteliti.

  1. Teks laporan merupakan bentuk pertanggungjawaban dari seorang peneliti kepada pihak yang berkepentingan atas kegiatan yang dilakukan.
  2. Dalam menyusun teks laporan, penulis harus memperhatikan ragam sifat dari teks laporan.
  3. Terdapat tiga ragam sifat yang melekat pada teks laporan, yaitu : a.
  4. Bersifat informatif, artinya informasi mengenai objek yang diberikan kepada pembaca merupakan informasi yang berguna.b.

Bersifat komunikatif, artinya penulisan teks laporan harus menggunakan bahasa yang membuat pembaca seolah-olah sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.c. Bersifat objektif, artinya teks laporan tersebut harus ditulis berdasarkan fakta yang ada atau faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.

Referensi : Effendi, E., H.2018. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi dan Kreativitas Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1), 13-26. Teks laporan merupakan hasil pengamatan terhadap keadaan objek, atau peristiwa yang akan diteliti.

Teks laporan merupakan bentuk pertanggungjawaban dari seorang peneliti kepada pihak yang berkepentingan atas kegiatan yang dilakukan Effendi (2018). Teks hasil observasil memiliki 3 sifat, diantaranya adalah bersifat iformatif, komunikatif, dan juga objektif.

  1. Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  2. Bersifat Komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.
  3. Bersifat Objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.

Effendi, E., H.2018. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi dan Kreativitas Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1), 13-26. Terdapat sifat sifat teks laporan sebagai berikut:

  1. Bersifat informatif artinya memberikan suatu hal yang berguna tentang suatu objek yang yang sedang diamati serta dipahami oleh pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, yaitu memberikan suatu suasana yang seakan-akan merupakan tindakan berbicara dua arah, hal ini akan mempermudah pembaca dalam memahami apa maksud dari teks tersebut.
  3. Bersifat objektif, memiliki arti bahwa teks tersebut harus berfokus pada satu objek tertentu dengan berdasar fakta dan informasi yang sah serta diakui kebenarannya.

DAMANIK, EVA DAMAYANTI (2020) PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) UNTUK SISWA KELAS X SMK TELKOM 2 MEDAN. Masters thesis, Universitas Negeri Medan. Laporan penelitian adalah suatu dokumen tertulis tentang hasil pelaksanaan suatu penelitian yang dibuat secara jenis, disusun menurut metode penelitian dan siatematika tertentu dengan bahasa yang luas(Mayasari,2021).

  1. Bersifat informatif,artinya teks tersebut berguna dan memberikan informasi untuk pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.3.Bersifat objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.
You might be interested:  Barang Yang Digunakan Sebagai Modal Dalam Industri Disebut?

Mayasari, M. (2021). Laporan dan Evaluasi Penelitian. ALACRITY: Journal of Education, 30-38. Teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan (report) ini juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis teks berdasarkan kriteria tertentu.a.

Bersifat Informatif Bersifat informatif artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.b. Bersifat Komunikatif Bersifat komunikatif artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.c.

Bersifat Objektif Bersifat objektif berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi. Referensi: Dewi, E.P., Sutama, M., Sriasih, S.A.P.2015. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X IIS.1 SMAN 1 Mendoyo.

  1. E-Journal Universitas Pendidikan Ganesha.3(1): 1-12.
  2. Menurut Harijanti (2020), teks laporan memiliki 3 sifat, diantaranya adalah bersifat informatif, komunikatif, dan juga objektif.a.
  3. Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.b.
  4. Bersifat Komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.c.

Bersifat Objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi. Sumber : Harijanti, S. (2020). Isi dan Aspek Teks LHO Bahasa Indonesia Kelas X, Semarang: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  1. Laporan adalah sarana komunikasi di mana peneliti mengirimkan informasinya kepada individu atau organisasi karena tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.
  2. Laporan juga menyajikan fakta-fakta, deskripsi dan informasi tentang suatu subjek.
  3. Informasi yang disampaikan biasanya berupa data-data dan fakta-fakta yang disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Akan tetapi, laporan dalam bentuk tulisan lebih banyak digunakan karena dapat dijadikan sebuah buku. Teks laporan merupakan hasil pengamatan terhadap keadaan objek, atau peristiwa yang akan diteliti (Effendi, 2018). Teks laporan adalah suatu teks yang berisi laporan laporan hasil pengamatan atau penelitian yang telah dilakukan.

  1. Bersifat informatif, artinya teks yang ditulis sangat berguna dan dapat memberikan informasi tentang objek yang telah diamati untuk para pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, artinya teks yang ditulis menggunakan gaya dan bahasa yang seakan-akan seperti membuat kalian sedang melakukan komunikasi dengan teks yang tertulis tersebut. Adapun tujuannya yakni supaya isi dari teks laporan hasil observasi dapat lebih mudah untuk difahami dan dimengerti.
  3. Bersifat objektif, artinya teks yang ditulis harus faktual, nyata, benar terjadi dan tidak mengada-ngada serta isi nya berdasarkan oleh informasi-informasi yang sah mengenai kejadian yang sebenarnya

Effendi, E., H.2018. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi dan Kreativitas Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1), 13-26. Teks laporan adalah teks yang berisi hasil percobaan atau penelitian yang sudah dilakukan.

  1. Bersifat informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut. Tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.
  3. Bersifat objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.

Sumber : Nasution, S., Nurbaiti., Arfannudin.2021. TEKS HASIL OBSERVASI UNTUK TINGKAT SMP KELAS VII, Medan: Guepedia. Teks laporan hasil observasi merupakan salah satu materi yang dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Teks laporan hasil observasi merupakan suatu bentuk laporan dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas maupun di luar kelas.

  1. Bersifat informatif
  2. Bersifat informatif adalah teks yang ditulis dapat berguna dan memberikan informasi untuk para pembaca.
  3. Bersifat komunikatif
  4. Teks yang ditulis menggunakan gaya dan bahasa yang mudah udah untuk di pahami dan dimengerti.
  5. Bersifat objektif
  6. Teks yang ditulis harus faktual, nyata, benar terjadi dan tidak mengada-ngada serta isi nya berdasarkan oleh informasi-informasi yang sebenarnya.

Referensi : Putri,A.L (2021). Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Pada Siswa Kelas X SMK Negri 3 Seluma. Jurnal Ilmiah Korpus Teks laporan merupakan teks yang berisi hasil dan data pengamatan atau penelitian yang telah dilakukan, serta bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca.

  1. Bersifat informatif Bersifat informatif artinya teks laporan harus memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca.
  2. Bersifat komunikatif Bersifat komunikatif artinya teks laporan ditulis menggunakan bahasa yang baku, terapi tetap mudah dipahami.
  3. Bersifat Objektif Bersifat objektif berarti penulisan teks laporan harus sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Mugianto, Ridhani, A., & Arifin, S. (2017). PENGEMBANGAN PERENCANAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK SISWA KELAS X SMA. Jurnal Ilmu Budaya, 1 (4), 353–366. : Ragam Sifat Teks Laporan

Mengapa laporan keuangan bersifat historis?

Laporan keuangan dapat bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai laporan mengenai keadaan saat ini, karenanya akuntansi tidak hanya satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.

Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan harus bersifat relevan?

Laporan Keuangan (Financial Statement) Anda tentunya masih mengingat dan sudah memahami bahwa tujuan dari penyelenggaraan akuntansi adalah menyajikan informasi keuangan. Informasi keuangan dari suatu perusahaan tersebut berguna bagi fihak-fihak yang berkepentingan dan memerlukannya (para pemakai) sebagai dasar untuk mengambil keputusan ekonomi.

Dengan informasi keuangan yang diperoleh, mereka akan menganalisisnya dan kemudian menentukan keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka. Mengingat bahwa informasi yang termuat di dalam laporan keuangan suatu perusahaan sangat penting bagi para pemakainya, maka penyusunannya harus memenuhi syarat kualitas primer dan sekunder.

Kualitas primer adalah kualitas utama yang membuat informasi akuntansi berguna sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Kualitas primer meliputi relevan dan handal (reliabel).

  1. Relevan berarti bahwa laporan keuangan (informasi akuntansi) yang disusun oleh suatu perusahaan memiliki hubungan langsung dengan pengambilan keputusan. Informasi akuntansi dikatakan relevan jika dapat membuat perbedaan dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh para pemakainya. Informasi yang relevan adalah informasi yang memiliki nilai prediktif, umpan balik, dan tepat waktu.
    1. Informasi memiliki nilai prediktif jika informasi tersebut dapat membantu para pemakainya untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa depan berdasarkan peristiwa (transaksi) masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Ketepatan suatu prediksi sangat tergantung dari kemampuan para pemakai dalam menganalisis informasi dan kepekaan mereka dalam membaca peluang bisnis di masa depan.

    Informasi memiliki nilai umpan balik ( feedback ) jika informasi tersebut dapat mendukung atau memberi masukan untuk memperbaiki prediksi yang sudah dibuat oleh para pemakainya. Dengan informasi yang diperoleh, para pemakai dapat mengevaluasi kembali prediksi yang telah dibuat, sehingga dapat memperoleh masukan untuk menentukan apakah prediksinya sudah benar ataukah perlu direvisi.

    Tepat waktu berarti informasi akuntansi tersebut tersedia pada saat dibutuhkan oleh para pemakainya. Dengan demikian, informasi itu tidak kehilangan kapasitasnya dalam mempengaruhi keputusan yang diambil.

  2. Handal (reliable) berarti bahwa informasi tersebut dapat dipercaya, karena cukup terbebas dari kesalahan dan penyimpangan di dalam penyajiannya. Informasi yang handal adalah informasi yang memenuhi syarat: dapat diperiksa, penyajian yang jujur, dan netral.

    Dapat diperiksa artinya laporan keuangan (informasi akuntansi) tersebut jika diaudit/diperiksa oleh beberapa auditor eksternal yang menggunakan metode sama akan memperoleh kesimpulan yang sama pula.

    Penyajian yang jujur artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan kondisi transaksi keuangan sebenarnya (kondisi riil). Dengan kalimat lain dapat dikemukakan bahwa suatu laporan keuangan disajikan secara jujur jika dalam penyajiannya ada kecocokan/kesesuaian antara transaksi yang sesungguhnya terjadi dengan laporan yang dibuat. Jadi, dalam penyususnan laporan keuangan tidak ada unsur rekayasa.

    Netral artinya tidak berpihak kepada golongan pemakai informasi tertentu. Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada semua pihak yang berkepentingan (pemakai). Oleh karena itu, di suatu perusahaan hanya ada satu laporan keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang berkepentingan. Dengan demikian tidak ada pemakai informasi yang “tersesat” sebagai akibat dari penggunaan informasi yang tidak netral.

You might be interested:  Saham Adalah Modal Bagi Usaha Yang Berbentuk?

Kualitas sekunder merupakan kualitas tambahan yang seharusnya dipenuhi dalam penyusunan laporan keuangan. Meskipun hal ini bukan merupakan kualitas utama, namun jika dipenuhi akan membawa dampak positip bagi pengguna/pemakainya. Kualitas sekunder meliputi keterbandingan dan konsistensi.

  1. Keterbandingan berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan-perusahaan lain. Suatu informasi dianggap dapat diperbandingkan jika sudah dievaluasi dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan-perusahaan yang berbeda. Hal ini memberikan kemungkinan bagi para pemakainya untuk mengenali dan menganalisis persamaan atau perbedaan kondisi keuangan berbagai perusahaan karena metode akuntansi yang digunakan dapat diperbandingkan.
  2. Konsistensi berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam menyajikan informasi, perusahaan harus memberikan perlakuan akuntansi yang sama terhadap transaksi yang sama pada waktu-waktu yang berbeda. Seiring dengan perjalanan waktu, perusahaan bisa mengubah metode (perlakuan) akuntansinya. Namun jika hal itu dilakukan, maka pada periode dilaksanakannya perubahan itu perusahaan harus mengungkap (dalam laporan keuangannya) tentang berbagai hal yang terkait dengan perubahan itu, seperti keunggulan metode baru yang digunakan dibandingkan yang lama, alasan mengubah metode tersebut, sifat dan dampak atas perubahan tersebut terhadap kondisi finansialnya.

Bentuk formal dari informasi keuangan suatu perusahaan adalah laporan keuangan ( financial statement), Pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dijelaskan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan suatu perusahaan bersifat umum. Hal ini berarti bahwa laporan kuangan suatu perusahaan disajikan dan ditujukan kepada semua pihak yang berkepentjngan terhadap informasi itu, baik dari unsur internal perusahaan maupun dari unsur eksternal.

  1. Dengan demikian, laporan keuangan tersebut tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakainya.
  2. Secara umum tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja keuangan, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan.
  3. Informasi ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan para pihak yang berkepentingan (pemakai) dalam upaya mencari bahan masukan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi.

Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas 5 (lima) komponen, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dengan lima komponen laporan itu, diharapkan dapat memberi gambaran yang relatif komprehensif tentang kondisi keuangan suatu perusahaan.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan karakteristik laporan keuangan yang berupa dapat dipahami?

Karakteristik Laporan Keuangan #2: Dapat Dipahami – Kualitas yang penting dalam membuat analisis laporan keuangan adalah memiliki karakteristik laporan keuangan yang dapat di mengerti dan mudah untuk dipahami bagi setiap pengguna. Untuk maksud ini, pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informarsi tersebut dengan ketekunan yang wajar.

Seberapa pentingkah karakteristik kualitatif dalam penyusunan laporan keuangan jelaskan alasannya?

5. Dapat diperbandingkan (Comparability) – Karakteristik kualitatif laporan keuangan terakhir yang harus ada di dalam laporan keuangan keuangan adalah bisa dipertimbangkan dengan baik. Para pengguna informasi harus mampu membandingkan laporan keuangan perusahaan antar periodenya agar bisa mengidentifikasi adanya kecenderungan posisi dan juga kinerja keuangan.

  1. Para pengguna informasi juga harus bisa membandingkan laporan keuangan antar organisasi agar bisa mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, dan juga perubahan posisi keuangan secara lebih relative.
  2. Untuk itu, bentuk pengukuran dan juga penyajian pada dampak keuangan dari transaksi dan juga peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk organisasi publik terkait, antar periode organisasi yang serupa, dan untuk organisasi yang berbeda-beda.

Implikasi yang penting dari karakteristik kualitatif laporan keuangan yang mampu dibandingkan adalah pihak pengguna informasi harus memperoleh informasi terkait kebijakan akuntansi yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan pada sektor publik, perubahan kebijakan, dan juga pengaruhnya pada perubahan tersebut.

Mengapa setiap perusahaan harus menerapkan sistem akuntansi dalam penyajian laporan keuangan?

Setiap perusahaan harus menerapkan sistem akuntansi dalam penyajian laporan keuangannya dikarenakan agar, perusahaan tahu alur keluar masuknya kas dalam perusahaan tersebut, lalu perusahaan dapat memberikan informasi keuangan penting, bagi investor yang ingin menaruh uangnya dalam perusahaan, dan perusahaan dapat mengambil evaluasi keuangan,

Berapa jenis laporan keuangan yang kamu ketahui sebutkan?

Jenis Laporan Keuangan Perusahaan – Secara umum, dan yang paling banyak digunakan, setidaknya ada lima jenis laporan keuangan perusahaan. Mulai dari Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Apa saja unsur unsur laporan keuangan?

1. Laporan Laba Rugi – Laporan ini berfokus pada tiga unsur-unsur laporan keuangan yaitu pendapatan, pengeluaran, dan untung-rugi. Laporan dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakah perusahaan atau bisnis mengalami keuntungan atau kerugian.

Berapa jenis laporan keuangan yang kamu ketahui?

Kesimpulan – Menurut SAK, terdapat lima jenis laporan keuangan, di antaranya: laporan laba/rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, neraca, dan catatan atas laporan keuangan (CaLK). Catatan keuangan memiliki fungsi dan manfaat bagi pemilik bisnis maupun investor untuk mengetahui kondisi perusahaan.

Bagi perusahaan, dokumen tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan ke depannya. Sementara itu, bagi investor, laporan keuangan perusahaan dapat menjadi pertimbangan dalam memutuskan untuk berinvestasi. Laporan keuangan menjadi salah satu indikator krusial dalam analisis fundamental saham.

Namun, bagi investor pemula, hal ini cukup sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, bagi pemula yang baru ingin memulai, produk reksadana bisa jadi pilihan tepat. Reksadana adalah wadah investasi bersama bagi investor yang dana investasinya akan dikelola oleh ahli, yaitu Manajer Investasi,

Nantinya, Manajer Investasi akan mengalokasikan dana investasinya pada produk deposito, obligasi, dan saham terbaik, tergantung jenis reksadananya. Jadi, kamu tidak perlu repot memilih mau berinvestasi di perusahaan apa, karena ada mereka yang siap menyusun strategi agar performa produk reksadananya tetap optimal.

Baca juga: Kamu bisa berinvestasi reksadana melalui aplikasi tanamduit. Terdapat berbagai pilihan produk reksadana yang dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan finansialmu. Yuk, dan mulai investasi sekarang! : 5 Jenis Laporan Keuangan dan Fungsinya yang Wajib Kamu Ketahui