Mengapa Laporan Keuangan Harus Dapat Diperbandingkan?

Mengapa Laporan Keuangan Harus Dapat Diperbandingkan
Mengapa Laporan Keuangan Harus Dapat Diperbandingkan? Laporan keuangan perusahaan antar periode harus dapat diperbandingkan baik secara time series maupun antar perusahaan. Ini penting supaya kecenderungan posisi dan kinerja keuangan perusahaan dapat diidentifikasi.

Mengapa laporan keuangan harus disajikan tepat waktu?

a. Invormativeness (informatif) – Informatif adalah pemberian arus informasi, berita, penjelasan mekanisme, prosedur, data, fakta, kepada stakeholders yang membutuhkan informasi secara jelas dan akurat. Adapun indikator dari informatif adalah:

  1. Tepat waktu, Laporan keuangan harus disajikan tepat waktu agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi, sosial, politik serta untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut.
  2. Memadai, Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mencakup dimuatnya pengungkapan informatif yang memadai atas hal-hal material.
  3. Jelas, Informasi harus jelas sehingga dipahami sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.
  4. Akurat, Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi pengguna yang menerima dan memanfaatkan informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
  5. Dapat diperbandingkan, Laporan keuangan hendaknya dapat diperbandingkan antar periode waktu dan dengan instansi yang sejenis. Dengan demikian, daya banding berarti bahwa laporan keuangan dapat digunakan untuk membandingkan kinerja organisasi dengan organisasi lain yang sejenis.
  6. Mudah diakses, Informasi harus mudah diakses oleh semua pihak.

Apakah laporan keuangan dapat dibandingkan?

2. Syarat Khusus (Kualitatif) – Syarat khusus atau syarat kualitatif laporan keuangan merupakan syarat-syarat yang terdiri dari beberapa poin yang harus disajikan secara terperinci. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, syarat ini meliputi dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat dibandingkan.a.

  • Dapat Dipahami Syarat kualitatif laporan keuangan adalah dapat dipahami atau Understandability.
  • Laporan keuangan yang disusun harus jelas dan mudah dipahami oleh setiap pihak.
  • Maka dari itu, dalam penyusunannya harus sesuai dengan siklus akuntansi yang jelas supaya pihak yang membutuhkan informasi keuangan dari laporan tersebut bisa memahami isinya dengan jelas.b.

Relevan Syarat kualitatif laporan keuangan selanjutnya adalah relevan dengan tujuan perusahaan. Relevan yang dimaksud yaitu laporan keuangan harus bisa menggambarkan beberapa informasi penting yang sesuai dengan fakta kegiatan perusahaan. Informasi juga harus akurat tentang kondisi perusahaan secara menyeluruh untuk semua aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan memperoleh laba.c.

  1. Memiliki Keandalan Laporan keuangan yang disusun harus memiliki keandalan, yaitu sesuai komponen laporan keuangan dengan ukuran dan daya uji kebenaran.
  2. Supaya bisa memiliki keandalan, maka diperlukan dasar penetapan aturan tertentu untuk mengukur kebenaran laporan keuangan.
  3. Selanjutnya, kendala hanya mungkin jika laporan keuangan disusun bersifat netral atau tidak memihak.

Keandalan juga bisa diukur dengan ketepatan waktu dalam menyajikannya, karena akan dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi perusahaan. Baca Juga : Penjelasan Lengkap Mengenai Neraca Saldo Berlangganan newsletter kami Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda! d.

Dapat Dibandingkan Laporan keuangan yang dibuat harus mempunyai daya banding atau dapat dibandingkan. Artinya, laporan keuangan harus bisa memberikan informasi sebagai perbandingan dengan laporan periode sebelumnya. Agar bisa dibandingkan dengan benar, maka laporan keuangan harus bersaldo normal sesuai dengan akun atau rekening perkiraan.

Semua harus dipastikan telah memenuhi proses yang tepat sesuai dengan ketetapan yang pasti dalam ilmu akuntansi.

Mengapa perusahaan harus memiliki laporan keuangan yang komprehensif?

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses akuntansi suatu perusahaan. Fungsi laporan keuangan sangat vital, sehingga harus disusun dengan baik untuk kepentingan intern maupun ekstern. Maka dari itu, dalam menyusunnya harus memperhatikan setiap syarat laporan keuangan.

  • Riteria laporan keuangan yang baik tentunya harus disajikan secara lengkap, baik untuk komponen laporan keuangan maupun untuk setiap akun pada jenis laporan keuangan yang dibuat.
  • Hanya dengan cara demikian, maka perusahaan akan memiliki laporan keuangan yang komprehensif dan memenuhi syarat laporan keuangan.
You might be interested:  Yang Bukan Sumber Modal Sendiri Yaitu?

Syarat laporan keuangan harus diterapkan dengan baik supaya bisa menghasilkan keputusan yang baik pula bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan. Secara khusus, syarat laporan keuangan yang harus benar-benar diperhatikan adalah syarat laporan keuangan menurut PSAK,

Apa perbedaan antara keadaan keuangan dan laporan keuangan?

Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan saat ini, atau terkini.

  • Hal ini artinya keadaan keuangan perusahaan merujuk pada tanggal tertentu, ini biasanya untuk neraca keuangan.
  • Atau kondisi dalam periode tertentu, ini artinya laporan merujuk pada rentang waktu tertentu, biasanya satu tahun, ini biasanya untuk laporan laba rugi.
  • Tujuan Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan.

Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pihak pengelola perusahaan atau pihak lain yang berkepentingan termasuk pemilik saham (untuk perusahaan terbuka) dan stakeholder, terkait kondisi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada rentang waktu tertentu Beberapa tujuan pembuatan laporan keuangan diantaranya adalah: a).

Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah aktiva atau harta yang dimiliki oleh perusahaan saat ini. b). Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki oleh perusahaan pada saat ini. c). Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah pendapatkan yang diperoleh oleh perusahaan pada periode tertentu.

d). Memberikan gambaran atau informasi data tentang jumlah dan jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu. e). Memberikan informasi dan penjelasan terkait perubahan-perubahan yang terjadi pada aktiva, pasiva, dan modal yang dimiliki oleh perusahaan.

  1. F). Memberikan gambaran atau informasi terkait dengan kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode. g).
  2. Memberikan informasi atau gambaran tentang catatan-catatan yang diperlukan untuk laporan keuangan. h).
  3. Memberikan data dan informasi keuangan lainnya.
  4. Sifat Laporan Keuangan Perusahaan Dalam pembuatannya, laporan keuangan perusahaan dibuat berdasarkan beberapa sifat berikut: a).

Bersifat historikal, artinya laporan keuangan dibuat dan susun dari data masa lalu dan masa sekarang. b). Bersifat Menyeluruh, artinya laporan dibuat selengkap mungkin. Dibuat dan disusun dengan standar yang telah ditetapkan. Fungsi Laporan Keuangan Beberapa fungsi laporan keuangan diantaranaya adalah a).

  1. Untuk mengetahui besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan dengan membandingkan jumlah pendapatan dan beban.
  2. Ini Merupakan fungsi dari laporan keuangan laba rugi b).
  3. Untuk mengetahui perubahan modal yang terjadi dalam perusahaan dengan menganalisa faktor-faktor atau transaksi-transaksi yang memengaruhinya.

Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan perubahan modal c). Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dengan melihat jenis dan jumlah dari harta, kewajiban, dan modal. Fungsi ini merupakan isi dari laporan keuangan neraca d). Untuk mengetahui arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan dan melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode.

Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan arus kas. Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai informasi keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan di akhir periode akuntansi digunakan anggapan dasar atau asumsi dasar agar laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan di antaranya sebagai berikut. a). Asas Accrual Basic, Dasar Akrual Berdasarkan asas ini, perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali arus kas. Menurut dasar ini, aktiva, kewajiban, ekuiti (modal), penghasilan, dan beban diakui pada saat kejadian.

  • Penyusunan laporan keuangan bukan didasarkan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar, dan dicatat serta disajikan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya. b).
  • Asas Cash Basic, Dasar Tunai Dasar tunai mempunyai maksud bahwa pendapatan dan biaya diakui pada saat penerimaan atau pengeluaran uang kas.
You might be interested:  Apa Manfaat Pasar Modal Bagi Dunia Usaha?

Pengggunaan dasar ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan perusahaan yang menjual barang secara angsuran, artinya pengakuan terhadap perubahan kekayaan didasarkan pada mutasi kas. c). Asas Kesatuan Usaha, Konsep Entitas Konsep entitas atau kesatuan usaha mempunyai pengertian bahwa laporan keuangan digunakan baik, oleh suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri maupun terpisah dari organisasi lain atau individu lain.

D). Asas Going Concern (Kelangsungan Usaha) Konsep kesinambungan mempunyai arti bahwa laporan keuangan dibuat oleh suatu unit ekonomi yang diasumsikan akan terus- menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan. Oleh sebab itu penyajian aktiva dalam laporan keuangan harus berdasarkan harga historis atau harga perolehannya.

e). Asas Pembandingan Pengeluaran Beban dengan Penghasilan (Matching Concept) Pengeluaran beban yang diakui dalam laporan laba rugi berlandaskan atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dengan pos penghasilan tertentu yang diperoleh. Hubungan biaya dengan penghasilan (matching concept) melibatkan secara bersamaan atau gabungan antara penghasilan dan beban.

  1. Sehingga suatu laporan keuangan yang dis ajikan harus mempertemukan secara layak antara biaya-biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diperoleh dalam satu periode akuntansi yang sama. f).
  2. Asas Harga Perolehan (Cost) Asas ini menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya.

Meskipun pembeli mengetahui bahwa harga mungkin masih bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat berdasarkan harga yang disepakati dalam transaksi tersebut. Unsur-Unsur Laporan Keuangan Akuntansi Unsur unsur laporan keuangan bergantung pada jenis laporan keuangan yang dibuat.

  • A). Unsur Unsur Laba Rugi Unsur unsur pada laporan laba rugi diantaranya pendapatan dan beban.1).
  • Pendapatan adalah penerimaan yang timbul dari aktivitas perusahaan, seperti penjualan, penerimaan jasa, bunga, dan lain-lain.2).
  • Beban adalah sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan, seperti beban listrik, beban gaji dan upah, dan lain-lain.

b). Unsur Unsur Perubahan Modal Unsur unsur pada laporan perubahan modal sebagai berikut: 1). Modal awal, yakni jumlah modal di awal periode akuntansi.2). Laba atau rugi, yakni selisih antara pendapatan dan beban. Bila pendapatan lebih besar dari beban akan diperoleh laba, bila pendapatan lebih kecil dari beban akan diperoleh rugi.3).

Modal tambahan, yakni modal yang ditambahkan selama periode akuntansi berlangsung.4). Pengambilan pribadi ( prive ), yakni besarnya kas atau uang perusahaan yang diambil pemilik untuk kepentingan pribadinya. e). Modal akhir, yakni jumlah modal di akhir periode akuntansi setelah dipengaruhi oleh keempat unsur di atas.

c). Unsur Unsur Neraca Unsur unsur Pada neraca adalah sebagai berikut: 1). Aktiva atau harta, yakni kekayaan yang dimiliki perusahaan yang berupa aktiva berwujud dan tidak berwujud yang memiliki nilai uang dan akan mendatangkan manfaat di masa yang akan datang.2).

  1. Ewajiban atau utang, yakni utang perusahaan di masa kini yang timbul akibat peristiwa di masa lalu yang telah memberikan manfaat kepada perusahaan dan penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar sumber daya perusahaan.3).
  2. Modal atau ekuitas adalah kekayaan pemilik perusahaan yang ditanamkan ke dalam perusahaan yang besarnya merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban.

d). Unsur Unsur Laporan Arus Kas Unsur unsur pada laporan arus kas adalah sebagai berikut: 1). Arus Kas Masuk Arus kas masuk, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan masuknya kas ke dalam perusahaan.2). Arus Kas Keluar Arus kas keluar, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan keluarnya kas dari perusahaan.

Syarat Kualitatif Laporan Keuangan Akuntansi Syarat- syarat kualitatif agar informasi laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan diantaranya adalah 1). Laporan Keuangan Dapat Dipercaya Suatu laporan keuangan akuntansi dapat dipercaya bergantung kepada tiga hal, yaitu sebagai berikut.

a). Dapat diuji, artinya kebenaran informasi harus dapat diuji oleh penguji independen (bebas) dengan menggunakan metode pengukuran yang sama. b). Netral, artinya informasi tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu, tetapi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai.

c). Menyampaikan yang seharusnya, artinya informasi akuntansi harus berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang sebenarnya.2). Laporan Keuangan Dapat Dipahami Laporan keuangan akuntansi harus dapat dipahami, maksudnya informasi tersebut dinyatakan dalam bentuk dan dengan menggunakan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai sehingga informasi dapat dipahami oleh pemakai.3).

Keandalan ( Reliability ) Laporan Keuangan Laporan keuangan yang andal ( reliable ), maksudnya laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan disajikan secara tulus dan jujur ( faithful representation ).4). Perbandingan antara Manfaat dan Biaya Laporan Keuangan Manfaat laporan akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk membuat laporan tersebut.

  • Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang dapat diterima oleh pemakai laporan keuangan.5).
  • Laporan Keuangan Yang Relevan Laporan keuangan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan pemakai.
  • Laporan harus dapat membantu pemakai dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi pada masa lalu.5).
You might be interested:  Laporan Neraca Menunjukkan Posisi Keuangan Perusahaan Yang Terdiri Atas?

Materialitas Laporan Keuangan Laporan keuangan dikatakan material, jika kelalaian mencantumkan atau kesalahan mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi pemakai.6). Laporan Keuangan Lengkap ( Complete ) Laporan keuangan bersifat lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.

  • Informasi yang disajikan harus lengkap karena jika sengaja tidak mengungkapkan secara lengkap, informasi yang disajikan menjadi tidak benar atau menyesatkan, tidak dapat diandalkan, serta tidak sempurna jika ditinjau dari segi relevansi.7).
  • Laporan Keuangan Sebagai Nilai Prediksi Laporan keuangan harus dapat menyajikan informasi yang dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan masa depan.8).

Laporan Keuangan Dapat Dibandingkan ( Comparable ) Laporan akuntasi harus dapat dibandingkan. Laporan keuangan harus dapat memberikan kemudahan bagi pemakainya dalam membandingkan laporan keuangan antarperiode sehingga dapat mengidentifiakasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangannya.

  1. Laporan harus dapat dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan lain agar dapat dievaluasi baik posisi keuangan, kinerja, maupun perubahan keuangan secara relatif.9).
  2. Laporan Keuangan Tepat Waktu Tepat waktu, maksudnya informasi akuntansi harus disampaikan sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan.10).

Laporan Keuangan Sebagai Umpan Balik ( Feedback ) Umpan balik artinya informasi yang ada dalam laporan keuangan harus dapat menumbuhkan umpan balik. Umpan balik dapat berupa prediksi, pembenaran, atau penolakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.11).

Laporan Keuangan Merupakan Penyajian yang Jujur Penyajian laporan harus jujur. Informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan harus disampaikan secara jujur setiap transaksi atau peristiwa lainnya dan disajikan secara wajar.12). Laporan Keuangan Harus Substansial Substansial artinya Informasi akuntansi yang ada dalam laporan keuangan harus disampaikan sesuai transaksi dan peristiwa lainnya dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya bentuk hukumnya.13).

Laporan Keuangan Sebagai Pertimbangan Sehat ( Prudence ) Pertimbangan sehat artinya informasi akuntansi yang disajikan harus berguna dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi karena pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian dalam melakukan perkiraan.

  1. Jenis Laporan Keuangan Ada beberapa jenis laporan keuangan, yaitu: a).Laporan Keuangan Laba Rugi Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan rincian pendapatan yang diperoleh dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi di suatu perusahaan. b).
  2. Laporan Keuangan Perubahan Modal Laporan perubahan modal adalah sebuah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan modal (atau ekuitas) suatu perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi.

c). Laporan Keuangan Neraca Neraca adalah sebuah laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang terdiri atas harta, kewajiban (utang), dan modal (ekuitas) selama satu periode akuntansi. d). Laporan Keuangan Arus Kas Laporan arus kas adalah sebuah laporan keuangan yang melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan selama satu periode akuntansi.