Mengapa Laporan Keuangan Memiliki Sifat Yang Dapat Dibandingkan?

Mengapa Laporan Keuangan Memiliki Sifat Yang Dapat Dibandingkan
Dapat Dibandingkan – Laporan keuangan biasanya dibuat per periode, baik bulanan maupun tahunan. Tentunya, tiap periode dari laporan tersebut harus bisa dibandingkan. Tiap periode akuntansi memiliki kondisi laporan yang berbeda-beda. Mengapa harus bisa dibandingkan? Tujuannya agar pengguna bisa mengidentifikasi tren-tren yang mungkin berubah di tiap periode, misalnya tren kinerja, laporan posisi keuangan, entitas pelaporan, dan sejenisnya.

Contents

Apakah maksud laporan keuangan dapat dibandingkan?

Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan saat ini, atau terkini.

  • Hal ini artinya keadaan keuangan perusahaan merujuk pada tanggal tertentu, ini biasanya untuk neraca keuangan.
  • Atau kondisi dalam periode tertentu, ini artinya laporan merujuk pada rentang waktu tertentu, biasanya satu tahun, ini biasanya untuk laporan laba rugi.
  • Tujuan Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan.

Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pihak pengelola perusahaan atau pihak lain yang berkepentingan termasuk pemilik saham (untuk perusahaan terbuka) dan stakeholder, terkait kondisi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada rentang waktu tertentu Beberapa tujuan pembuatan laporan keuangan diantaranya adalah: a).

Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah aktiva atau harta yang dimiliki oleh perusahaan saat ini. b). Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki oleh perusahaan pada saat ini. c). Memberikan gambaran atau informasi tentang jenis dan jumlah pendapatkan yang diperoleh oleh perusahaan pada periode tertentu.

d). Memberikan gambaran atau informasi data tentang jumlah dan jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu. e). Memberikan informasi dan penjelasan terkait perubahan-perubahan yang terjadi pada aktiva, pasiva, dan modal yang dimiliki oleh perusahaan.

F). Memberikan gambaran atau informasi terkait dengan kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode. g). Memberikan informasi atau gambaran tentang catatan-catatan yang diperlukan untuk laporan keuangan. h). Memberikan data dan informasi keuangan lainnya. Sifat Laporan Keuangan Perusahaan Dalam pembuatannya, laporan keuangan perusahaan dibuat berdasarkan beberapa sifat berikut: a).

Bersifat historikal, artinya laporan keuangan dibuat dan susun dari data masa lalu dan masa sekarang. b). Bersifat Menyeluruh, artinya laporan dibuat selengkap mungkin. Dibuat dan disusun dengan standar yang telah ditetapkan. Fungsi Laporan Keuangan Beberapa fungsi laporan keuangan diantaranaya adalah a).

  1. Untuk mengetahui besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan dengan membandingkan jumlah pendapatan dan beban.
  2. Ini Merupakan fungsi dari laporan keuangan laba rugi b).
  3. Untuk mengetahui perubahan modal yang terjadi dalam perusahaan dengan menganalisa faktor-faktor atau transaksi-transaksi yang memengaruhinya.

Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan perubahan modal c). Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dengan melihat jenis dan jumlah dari harta, kewajiban, dan modal. Fungsi ini merupakan isi dari laporan keuangan neraca d). Untuk mengetahui arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan dan melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode.

Fungsi ini termuat dalam laporan keuangan arus kas. Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai informasi keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan di akhir periode akuntansi digunakan anggapan dasar atau asumsi dasar agar laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan di antaranya sebagai berikut. a). Asas Accrual Basic, Dasar Akrual Berdasarkan asas ini, perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali arus kas. Menurut dasar ini, aktiva, kewajiban, ekuiti (modal), penghasilan, dan beban diakui pada saat kejadian.

  • Penyusunan laporan keuangan bukan didasarkan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar, dan dicatat serta disajikan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya. b).
  • Asas Cash Basic, Dasar Tunai Dasar tunai mempunyai maksud bahwa pendapatan dan biaya diakui pada saat penerimaan atau pengeluaran uang kas.

Pengggunaan dasar ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan perusahaan yang menjual barang secara angsuran, artinya pengakuan terhadap perubahan kekayaan didasarkan pada mutasi kas. c). Asas Kesatuan Usaha, Konsep Entitas Konsep entitas atau kesatuan usaha mempunyai pengertian bahwa laporan keuangan digunakan baik, oleh suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri maupun terpisah dari organisasi lain atau individu lain.

d). Asas Going Concern (Kelangsungan Usaha) Konsep kesinambungan mempunyai arti bahwa laporan keuangan dibuat oleh suatu unit ekonomi yang diasumsikan akan terus- menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan. Oleh sebab itu penyajian aktiva dalam laporan keuangan harus berdasarkan harga historis atau harga perolehannya.

e). Asas Pembandingan Pengeluaran Beban dengan Penghasilan (Matching Concept) Pengeluaran beban yang diakui dalam laporan laba rugi berlandaskan atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dengan pos penghasilan tertentu yang diperoleh. Hubungan biaya dengan penghasilan (matching concept) melibatkan secara bersamaan atau gabungan antara penghasilan dan beban.

  • Sehingga suatu laporan keuangan yang dis ajikan harus mempertemukan secara layak antara biaya-biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diperoleh dalam satu periode akuntansi yang sama. f).
  • Asas Harga Perolehan (Cost) Asas ini menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya.

Meskipun pembeli mengetahui bahwa harga mungkin masih bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat berdasarkan harga yang disepakati dalam transaksi tersebut. Unsur-Unsur Laporan Keuangan Akuntansi Unsur unsur laporan keuangan bergantung pada jenis laporan keuangan yang dibuat.

  • A). Unsur Unsur Laba Rugi Unsur unsur pada laporan laba rugi diantaranya pendapatan dan beban.1).
  • Pendapatan adalah penerimaan yang timbul dari aktivitas perusahaan, seperti penjualan, penerimaan jasa, bunga, dan lain-lain.2).
  • Beban adalah sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan, seperti beban listrik, beban gaji dan upah, dan lain-lain.

b). Unsur Unsur Perubahan Modal Unsur unsur pada laporan perubahan modal sebagai berikut: 1). Modal awal, yakni jumlah modal di awal periode akuntansi.2). Laba atau rugi, yakni selisih antara pendapatan dan beban. Bila pendapatan lebih besar dari beban akan diperoleh laba, bila pendapatan lebih kecil dari beban akan diperoleh rugi.3).

  • Modal tambahan, yakni modal yang ditambahkan selama periode akuntansi berlangsung.4).
  • Pengambilan pribadi ( prive ), yakni besarnya kas atau uang perusahaan yang diambil pemilik untuk kepentingan pribadinya. e).
  • Modal akhir, yakni jumlah modal di akhir periode akuntansi setelah dipengaruhi oleh keempat unsur di atas.
You might be interested:  Lembaga Keuangan Bukan Bank Yang Dimaksud Adalah?

c). Unsur Unsur Neraca Unsur unsur Pada neraca adalah sebagai berikut: 1). Aktiva atau harta, yakni kekayaan yang dimiliki perusahaan yang berupa aktiva berwujud dan tidak berwujud yang memiliki nilai uang dan akan mendatangkan manfaat di masa yang akan datang.2).

  1. Ewajiban atau utang, yakni utang perusahaan di masa kini yang timbul akibat peristiwa di masa lalu yang telah memberikan manfaat kepada perusahaan dan penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar sumber daya perusahaan.3).
  2. Modal atau ekuitas adalah kekayaan pemilik perusahaan yang ditanamkan ke dalam perusahaan yang besarnya merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban.

d). Unsur Unsur Laporan Arus Kas Unsur unsur pada laporan arus kas adalah sebagai berikut: 1). Arus Kas Masuk Arus kas masuk, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan masuknya kas ke dalam perusahaan.2). Arus Kas Keluar Arus kas keluar, yakni transaksi-transaksi yang mengakibatkan keluarnya kas dari perusahaan.

  • Syarat Kualitatif Laporan Keuangan Akuntansi Syarat- syarat kualitatif agar informasi laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak yang berkepentingan diantaranya adalah 1).
  • Laporan Keuangan Dapat Dipercaya Suatu laporan keuangan akuntansi dapat dipercaya bergantung kepada tiga hal, yaitu sebagai berikut.

a). Dapat diuji, artinya kebenaran informasi harus dapat diuji oleh penguji independen (bebas) dengan menggunakan metode pengukuran yang sama. b). Netral, artinya informasi tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu, tetapi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai.

  • C). Menyampaikan yang seharusnya, artinya informasi akuntansi harus berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang sebenarnya.2).
  • Laporan Keuangan Dapat Dipahami Laporan keuangan akuntansi harus dapat dipahami, maksudnya informasi tersebut dinyatakan dalam bentuk dan dengan menggunakan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai sehingga informasi dapat dipahami oleh pemakai.3).

Keandalan ( Reliability ) Laporan Keuangan Laporan keuangan yang andal ( reliable ), maksudnya laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan disajikan secara tulus dan jujur ( faithful representation ).4). Perbandingan antara Manfaat dan Biaya Laporan Keuangan Manfaat laporan akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk membuat laporan tersebut.

Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang dapat diterima oleh pemakai laporan keuangan.5). Laporan Keuangan Yang Relevan Laporan keuangan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan pemakai. Laporan harus dapat membantu pemakai dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi pada masa lalu.5).

Materialitas Laporan Keuangan Laporan keuangan dikatakan material, jika kelalaian mencantumkan atau kesalahan mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi pemakai.6). Laporan Keuangan Lengkap ( Complete ) Laporan keuangan bersifat lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.

  1. Informasi yang disajikan harus lengkap karena jika sengaja tidak mengungkapkan secara lengkap, informasi yang disajikan menjadi tidak benar atau menyesatkan, tidak dapat diandalkan, serta tidak sempurna jika ditinjau dari segi relevansi.7).
  2. Laporan Keuangan Sebagai Nilai Prediksi Laporan keuangan harus dapat menyajikan informasi yang dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan masa depan.8).

Laporan Keuangan Dapat Dibandingkan ( Comparable ) Laporan akuntasi harus dapat dibandingkan. Laporan keuangan harus dapat memberikan kemudahan bagi pemakainya dalam membandingkan laporan keuangan antarperiode sehingga dapat mengidentifiakasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangannya.

  1. Laporan harus dapat dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan lain agar dapat dievaluasi baik posisi keuangan, kinerja, maupun perubahan keuangan secara relatif.9).
  2. Laporan Keuangan Tepat Waktu Tepat waktu, maksudnya informasi akuntansi harus disampaikan sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan.10).

Laporan Keuangan Sebagai Umpan Balik ( Feedback ) Umpan balik artinya informasi yang ada dalam laporan keuangan harus dapat menumbuhkan umpan balik. Umpan balik dapat berupa prediksi, pembenaran, atau penolakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.11).

Laporan Keuangan Merupakan Penyajian yang Jujur Penyajian laporan harus jujur. Informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan harus disampaikan secara jujur setiap transaksi atau peristiwa lainnya dan disajikan secara wajar.12). Laporan Keuangan Harus Substansial Substansial artinya Informasi akuntansi yang ada dalam laporan keuangan harus disampaikan sesuai transaksi dan peristiwa lainnya dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya bentuk hukumnya.13).

Laporan Keuangan Sebagai Pertimbangan Sehat ( Prudence ) Pertimbangan sehat artinya informasi akuntansi yang disajikan harus berguna dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi karena pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian dalam melakukan perkiraan.

Jenis Laporan Keuangan Ada beberapa jenis laporan keuangan, yaitu: a).Laporan Keuangan Laba Rugi Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan rincian pendapatan yang diperoleh dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi di suatu perusahaan. b). Laporan Keuangan Perubahan Modal Laporan perubahan modal adalah sebuah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan modal (atau ekuitas) suatu perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi.

c). Laporan Keuangan Neraca Neraca adalah sebuah laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang terdiri atas harta, kewajiban (utang), dan modal (ekuitas) selama satu periode akuntansi. d). Laporan Keuangan Arus Kas Laporan arus kas adalah sebuah laporan keuangan yang melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar di suatu perusahaan selama satu periode akuntansi.

Mengapa dalam laporan keuangan Dibutuhkan informasi yang dapat dipercaya relevan dan dapat diperbandingkan?

Halo Sya, kakak bantu jawab yaa 🙂 Jawaban: Karena laporan keuangan harus memiliki kualitas dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang menggunakannya. Penjelasan: Laporan keuangan adalah laporan yang memuat informasi mengenai keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini diperlukan oleh sejumlah pihak.

  1. Sebagai laporan keuangan yang berkualitas, suatu laporan keuangan harus memenuhi sejumlah syarat.
  2. Syarat-syarat tersebut antara lain: dapat dipahami, relevan, keandalan, dapat diperbandingkan, dapat dipercaya, konsisten dan materialitas.
  3. Jika satu saja tidak memenuhi syarat-syarat di atas, maka laporan keuangan menjadi tidak berkualitas.

Laporan keuangan yang tidak berkualitas menjadi tidak bermanfaat bagi penggunanya karena ada informasi yang tidak jelas sehingga membingungkan para penggunanya. Dengan demikian, dalam laporan keuangan dibutuhkan informasi yang dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan karena laporan keuangan harus memiliki kualitas dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang menggunakannya.

Mengapa sifat laporan keuangan harus relevan dan tepat waktu?

8. Netralitas – Sifat laporan keuangan yang selanjutnya adalah netralitas. Artinya, informasi yang disajikan harus diarahkan pada kebutuhan umum si pelaku usaha ataupun pengguna, tidak tergantung pada keperluan ataupun keinginan dari pihak-pihak tertentu.

Karakteristik apa saja yang harus ada di laporan keuangan sehingga dapat dikatakan bahwa laporan tersebut relevan?

2. Karakteristik Laporan Keuangan Haruslah Andal – Agar informasi dalam laporan keuangan yang dihasilkan dapat dipercaya dan andal, maka karakteristik penyajian informasi pada laporan keuangan harus dibuat berdasarkan peraturan atau pedoman yang berlaku.

Selain itu, laporan keuangan juga disajikan secara menyeluruh. Seperti yang kita ketahui, informasi dalam laporan keuangan harus bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan informasi secara jujur dan dapat diverifikasi. Sehingga informasi yang relevan saja tidak cukup karena tidak dapat diandalkan.

Jika demikian, informasi yang ada pada laporan keuangan dapat menyesatkan dan merugikan pengguna laporan keuangan. Agar informasi dapat diandalkan maka harus memenuhi syarat berikut:

Penyajian jujur, Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus sesuai dengan kebenaran sehingga informasi tersebut dapat dipercaya. Memiliki isi yang substansial, Karakteristik laporan keuangan harus disampaikan sesuai dengan transaksi yang terjadi sesuai dengan realistas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya. Pertimbangan sehat, Maksudnya yaitu informasi akuntansi harus memiliki manfaat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi karena mengandung unsur hati-hati dalam melakukan perkiraan. Netralitas. Penyajian laporan keuangan diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, bukan keinginan pihak tertentu.

Mengapa manipulasi laporan keuangan bisa terjadi apa yang mendorong hal tersebut bisa terjadi?

Manipulasi Laporan Keuangan – Manipulasi laporan keuangan dapat berupa salah saji atau pengabaian jumlah yang dilakukan dengan sengaja untuk menunjukkan kepada stakeholder bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik. Manipulasi atau kecurangan dalam penyajian laporan keuangan tersebut dapat terjadi apabila perusahaan tidak menerapkan manajemen risiko yang baik, yang mengakibatkan perusahaan tidak siap dalam menghadapi risiko, sehingga menimbulkan kerugian.

Di Indonesia, kasus-kasus kecurangan dalam laporan keuangan telah terjadi dalam berbagai sektor perusahaan, salah satunya adalah perusahaan sektor keuangan. Beberapa kasus manipulasi laporan keuangan yang terjadi di sektor keuangan di Indonesia antara lain adalah manipulasi oleh Bank Lippo Tbk. dan oleh PT United Capital Indonesia Tbk.Kasus manipulasi pada Bank Lippo Tbk.

terjadi pada tahun 2002. Perusahaan tersebut memberikan laporan berbeda kepada publik dan BEJ. Dalam laporan keuangan per 30 September 2002 yang disampaikan kepada publik pada 28 November 2002, disebutkan total aktiva perseroan Rp24 triliun dan laba bersih Rp98 miliar.

Namun dalam laporan kepada BEJ pada 27 Desember 2002, total aktiva perusahaan berubah menjadi Rp22,8 triliun (turun Rp1,2 triliun) dan perusahaan merugi bersih Rp1,3 triliun (Suara Merdeka, 2003). Sementara itu, kasus manipulasi laporan keuangan oleh perusahaan efek PT United Capital Indonesia Tbk. terjadi pada tahun 2005.

United Capital menyebutkan adanya dana deposito sebesar Rp90.350.000.000,00 (sembilan puluh miliar tiga ratus lima puluh juta rupiah) dalam Laporan Keuangan Tahunan dan tidak dapat dijelaskan sumber dana yang diperoleh. Sehingga diduga PT United Capital Indonesia Tbk.

You might be interested:  Bagaimana Penerapan Sistem Padat Modal Dalam Kegiatan Produksi?

Bagaimana laporan keuangan dapat dikatakan berkualitas?

Oleh: Erniati *) Tahun 2015 Pemerintah telah mengimplementasikan akuntansi berbasis akrual (accrual) di seluruh satuan kerja baik ditingkat pusat maupun daerah. Tujuan Implementasi akutansi berbasis akrual adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas serta kinerja Pemerintah.

  • Manajemen keuangan Pemerintah pun mengalami banyak perubahan yang tidak hanya mempengaruhi aspek pelaporan dan pertanggujawaban keuangan, tetapi juga seluruh aspek keuangan lainnya.
  • Persiapan yang dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya adalah antisipasi Pemerintah dalam memitigasi resiko terjadinya kegagalan transformasi akuntansi.

Dalam pengelolaan keuangan negara, terdapat 5 (lima) siklus utama yang wajib dilaksanakan terdiri dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran, pengawasan dan pertanggungjawaban. Perencanaan merupakan siklus paling awal yang pada dasarnya dilakukan dalam rangka menghasilkan rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintahan baik pusat maupun daerah.

  • Penganggaran merupakan siklus berikutnya yang mengaitkan perencanaan dengan sumber daya keuangan pemerintah yang tergambar dalam APBN/APBD.
  • Pelaksanaan anggaran merupakan siklus ketiga yang diwujudkan dalam eksekusi pendapatan maupun belanja pemerintah untuk mendukung pembangunan.
  • Pada tahap ini pengawasan terhadap pelaksanaan APBN/APBD dilakukan oleh atasan / kepala kantor/satuan kerja kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah dalam lingkungannya.

Pertanggungjawaban merupakan siklus terakhir yang tak kalah penting dengan siklus-siklus sebelumnya. Sejatinya, pertanggungjawaban merupakan wujud pelaksanaan amanat sekaligus bukti capaian pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Masyarakat dan semua pihak tentunya menginginkan pertanggungjawaban yang berkualitas atas penggunaan dana yang tercantum dalam laporan keuangan pemerintah.

Peranan Pelaporan Keuangan Walaupun laporan keuangan pemerintah berada pada akhir siklus pengelolaan keuangan negara, perannya amat vital sebagai wujud pertanggungjawaban pemerintah. Laporan keuangan pemerintah adalah media pemotret proses yang berjalan dari awal sampai dengan akhir atas penggunaan uang rakyat.

Mulai dari direncanakan, dianggarkan, sampai dibelanjakan, serta pengawasannya. Untuk itulah perlu adanya peningkatan peranan Laporan Keuangan dalam penyusunan siklus pengelolaan keuangan negara. Manfaat dari Laporan Keuangan sebagai sarana evaluasi kinerja dapat menjadi salah satu entry point untuk dapat meningkatkan peranan Laporan Keuangan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Laporan keuangan terutama digunakan untuk mengetahui nilai sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan operasional pemerintahan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.

Lebih jauh, laporan keuangan pemerintah pada hakekatnya merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat atas pengelolaan dana publik baik yang berasal dari pajak, retribusi, maupun transaksi lainnya. Untuk membawa misi makna tersebut, laporan keuangan pemerintah setidaknya terdiri dari beberapa komponen yang dibutuhkan sebagai media pertanggungjawaban.

  • Omponen laporan keuangan pemerintah terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran ( budgetary reports ), laporan finansial, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).
  • Laporan pelaksanaan anggaran terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL).
  • Sementara laporan finansial terdiri dari Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Arus Kas (LAK) dan Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) Laporan Keuangan yang Berkualitas Pertanggungjawaban keuangan negara yang berkualitas tentunya sangat diharapkan oleh para pemangku kepentingan.

Oleh karenanya, perlu untuk menerjemahkan apa yang menjadi kriteria laporan keuangan pemerintah yang berkualitas. Menurut Peraturan Pemerintah No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, terdapat 4 (empat) kriteria atau prasyarat normatif yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki.

Keempat kriteria tersebut yaitu relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami. Laporan keuangan dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini dan memprediksi masa depan serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu.

Karaterisitik Informasi yang relevan dalam Laporan Keuangan, apabila memiliki manfaat umpan balik ( feedback value ) yang memungkinkan pengguna untuk menegaskan atau mengoreksi ekspektasi mereka di masa lalu, memiliki manfaat prediktif ( predictive value ) yang dapat membantu pengguna untuk memprediksi masa yang akan datang berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini, dan disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan, serta lengkap mencakup semua informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dengan memperhatikan kendala yang ada.

  • Informasi yang melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat dalam laporan keuangan diungkapkan dengan jelas agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah.
  • Laporan keuangan dikatakan andal apabila informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat diverifikasi.

Karaterisitik Informasi yang andal, apabila penyajian jujur, dapat diverifikasi (verifiability) informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diuji, dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda, hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak jauh berbeda, netralitas yang diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada kebutuhan pihak tertentu.

  1. Sementara kriteria dapat dibandingkan yaitu apabila laporan keuangan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau dengan laporan keuangan entitas pelaporan lainnya.
  2. Perbandingan dapat dilakukan secara internal dan eksternal, perbandingan secara internal dapat dilakukan bila suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi yang sama dari tahun ke tahun, Sedangkan secara eksternal dapat dilakukan bila entitas yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama.

Kriteria terakhir, dapat dipahami yaitu apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna. Manfaat Pelaporan Keuangan Laporan keuangan pemerintah memiliki manfaat sebagai media transparansi, media akuntabilitas publik, sarana informasi, serta sarana evaluasi kinerja.

Sebagai media transparansi, laporan keuangan pemerintah berguna untuk memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada publik berdasarkan pertimbangan bahwa publik memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan maupun ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Di era sekarang, pemerintah dituntut untuk melakukan transparansi dalam hal aktivitas pengelolaan sumber daya publik, penyusunan rencana, dan pelaksanaan program pemerintah. Sebagai media akuntabilitas publik, laporan keuangan pemerintah berguna untuk mempertanggungjawabkan penggunaan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan publik kepada pemerintah dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam melaksanakan akuntabilitas publik, pemerintah berkewajiban untuk memberikan informasi sebagai bentuk pemenuhan hak-hak publik, yaitu hak untuk tahu, hak untuk diberi informasi, serta hak untuk didengar aspirasinya. Sebagai sarana informasi, laporan keuangan pemerintah berguna untuk menentukan dan memprediksi kondisi kesehatan keuangan pemerintah, menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi pemerintah dan perubahan-perubahan yang telah dan akan terjadi, memonitor kinerja, dan kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan.

Sebagai sarana evaluasi kinerja, laporan keuangan pemerintah berguna untuk mengevaluasi penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola pemerintah untuk mencapai kinerja yang direncanakan diantaranya berupa: (1) menentukan biaya program, fungsi, dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan, membandingkan dengan kinerja periode-periode sebelumnya dan dengan kinerja unit yang lain; (2) mengevaluasi tingkat ekonomi, efisiensi, dan efektivitas operasi, program, aktivitas, dan fungsi tertentu di dalam pemerintahan; (3) mengevaluasi hasil ( outcome ) suatu program, aktivitas, dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target; (4) mengevalauasi tingkat pemerataan dan keadilan.

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan merancang prosedur dan aturan mengenai pelaporan realisasi anggaran berbasis kinerja yang mengintegrasikan laporan kinerja dan realisasi anggaran. Dengan adanya laporan tersebut maka diharapkan Laporan Keuangan tidak hanya sebagai wujud dari pertanggungjawaban saja namun menjadi bahan informasi dalam penyusunan siklus pengelolaan keuangan negara selanjutnya.

Hal ini sesuai dengan harapan Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, agar pengelolaan keuangan negara bukan hanya berorientasi pada prosedur tapi berorientasi pada hasil. Dan jika hal ini dapat terwujud, maka tidak berlebihan jika laporan keuangan pemerintah sebagai wujud akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Penutup Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk mengetahui nilai sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan operasional pemerintahan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektifitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.

Demi mewujudkan tata kelola dan pertanggungjawaban keuangan negara yang lebih baik serta penyajian informasi yang lebih komprehensip, Pemerintah Pusat menerapkan akuntansi berbasisi akrual dalam penyusunan semua laporan keuangan (LKKL, LKBUN, dan LKPP).

You might be interested:  Yang Memegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Negara Adalah?

Mengapa informasi akuntansi berupa laporan keuangan harus memiliki kualitas yang terbaik dengan berbagai kriteria salah satunya tepat waktu?

5. Tepat Waktu – Informasi akuntansi yang disajikan harus tepat waktu agar pengambilan keputusan perusahaan juga bisa dilaksanakan pada waktu yang sudah direncanakan. Jika informasi akuntansi muncul terlambat, tentu akan berimbas pada pengambil keputusan. Hasilnya, antara pengambilan keputusannya yang ikut terlambat. Atau justru informasi akuntansi itu tidak terpakai sama sekali.

Laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi harus memenuhi karakteristik netral Apa yang dimaksud pernyataan tersebut?

Karakterisitik informasi akuntansi harus bersikap netral artinya bahwa informasi akuntansi itu bersifat umum, objektif, dan tidak memihak kepada kepentingan tertentu,Informasi akuntansi harus diarahkan untuk kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.

  1. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan untuk salah satu pihak saja, sedangkan di sisi lain hal tersebut akan merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan yang berlawanan.
  2. Arakterisitik informasi akuntansi harus bersikap netral artinya bahwa informasi akuntansi itu bersifat umum, objektif, dan tidak memihak kepada kepentingan tertentu,

Informasi akuntansi harus diarahkan untuk kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan untuk salah satu pihak saja, sedangkan di sisi lain hal tersebut akan merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan yang berlawanan.

Laporan keuangan harus menyajikan setiap fakta secara jujur serta dapat Diverifikas informasi seperti apakah yang bisa dikatakan sebagai informasi yang andal?

Karakteristik Laporan Keuangan #4: Andal – Laporan keuangan dikatakan andal apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bebas dan tak terikat dengan pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan semua fakta yang ada secara jelas dan jujur serta informasi yang disajikan telah terverifikasi.

Mengapa laporan akuntansi itu harus dapat dibandingkan?

Mengapa informasi akuntansi harus dapat dibandingkan? Karena harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecendrungan posisi dan kinerja keuangan serta untuk mengevaluasi posisi keuangan,kinerja dan perubahan posisi keuangan secara relatif atau membandingkan laporan keuangan dengan periode yang lampau. Semoga membantu Karna harus dapat membandingkan laporan keuangan : Mengapa informasi akuntansi harus dapat dibandingkan?

Bagaimana sebuah laporan keuangan dikatakan relevan?

A. Relevan, Laporan keuangan bisa dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini, dan memprediksi masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu.

Mengapa pelaporan laporan keuangan harus memenuhi karakteristik kualitatif?

Agar laporan keuangan bermanfaat bagi para pemakainya, maka diperlukan karakteristik kualitatif laporan keuangan yang terdiri dari: dapat dipahami, relevansi, keandalan, dapat diperbandingkan (Standar Akuntansi Keuangan, 1999 ; 9 -14): 1. Dapat dipahami Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan

Laporan keuangan memiliki keterbatasan salah satunya adalah bersifat historis jelaskan apa maksudnya bersifat historis?

1. Laporan keuangan yang bersifat historis yaitu merupakan laporan atau kejadian yang telah lewat, sehingga laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu- satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan.

Kriteria apa yang harus dipenuhi agar informasi akuntansi dapat digunakan untuk menganalisis kondisi di masa yang akan datang?

Informasi akuntansi harus berkualitas agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebuah informasi akuntansi dianggap berkualitas jika memenuhi salah satu syarat yaitu nilai prediksi. Nilai prediksi merupakan data yang dinilai saat ini dapat digunakan sebagai dasar untuk memprediksi kondisi di masa yang akan datang.

Mengapa perlu digunakan angka pembanding dalam menghitung rasio keuangan?

Data pembanding untuk rasio keuangan mutlak ada sehingga dapat dilakukan perhitungan terhadap rasio yang dipilih. Dengan adanya data pembanding, kita dapat melihat perbedaan angka – angka yang ditonjolkan, apakah mengalami peningkatan atau dari penurunan periode sebelumnya.

Mengapa perlu membandingkan suatu rasio keuangan dengan standar tertentu?

Mengapa perlu membandingkan suatu rasio keuangan dengan standard tertentu seperti standard industri? Karena angka – angka yang berdiri sendiri sulit dikatakan baik tidaknya. Untuk itu diperlukan pembanding yang bisa dipakai untuk melihat baik tidaknya angka yang dicapai oleh perusahaan.

Laporan keuangan yang dapat menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian adalah?

Kondisi rugi terjadi jika apa? Pastinya perusahaan merugi apabila angka kerugian lebih besar dari pada laba. Lalu untuk mengetahui kondisi tersebut, Anda bisa menggunakan laporan laba rugi di perusahaan Seperti apa? Blog Mekari Jurnal akan mengulasnya disini.

Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan yang memperlihatkan rincian pendapatan, pengeluaran, serta laba atau kerugian yang dihasilkan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Di dalam laporan ini juga terdapat informasi mengenai jumlah biaya yang dikeluarkan untuk operasional. Bisalnya untuk bisnis dagang, Anda akan tahu kalau perusahaan dagang akan memperoleh keuntungan jika harga jual lebih tinggi dari harga modal,

Lalu perusahaan merugi apabila harga jual lebih rendah. Laporan ini memiliki fungsi penting untuk membantu mengetahui kondisi serta perkembangan perusahaan, apakah memperoleh keuntungan selama menjalankan usaha atau malah merugi. Lalu dengan membaca tulisan ini Anda juga akan bisa menjawab pertanyaan seperti :

Perusahaan dagang akan memperoleh keuntungan jika harga jual lebih tinggi dari apa? Perkembangan perusahaan dapat dilihat dengan cara apa saja? Laporan laba rugi akan menunjukkan bahwa sebuah perusahaan mengalami keuntungan apabila bagaimana? Perusahaan mengalami rugi jika seperti apa? Suatu perusahaan dapat disebut mengalami kerugian jika laporan laba rugi menunjukkan bagaimana? Apakah jurnal yang dibuat saat perusahaan mengalami keuntungan? Suatu perusahaan dikatakan mengalami kerugian atau perusahaan akan merugi apabila? Acuan utama dalam mengevaluasi perkembangan atau kemunduran usaha adalah? Apabila suatu perusahaan ingin mengetahui laba yang dihasilkannya harus terlebih dahulu mengetahui jumlah?

Jelaskan apa saja manfaat mengetahui perbandingan posisi keuangan perusahaan?

Secara umum dikatakan bahwa tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah: 1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi