Pencatatan Keuangan Dilakukan Berdasarkan Transaksi Yang Terjadi Setiap Hari?

Pencatatan Keuangan Dilakukan Berdasarkan Transaksi Yang Terjadi Setiap Hari
Akuntansi menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menunjang manajemen keuangan di rumah masing-masing. Disadari atau tidak, manajemen akuntansi telah dilakukan, meskipun dalam lingkup akuntansi yang paling sederhana. Hal yang sama berlaku pada lingkup yang lebih besar, yakni perusahaan.

Akuntansi menjadi salah satu jantung keberlangsungan perusahaan dalam menjalankan berbagai aktivitas bisnis. Dalam manajemen akuntansi, arus kas (keluar dan masuk uang) menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan dalam melakukan pencatatan keuangannya mengacu pada berbagai pendekatan disesuaikan dengan core business masing-masing, misalnya perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Lalu tahapan apa saja yang perlu dilakukan untuk melakukan pencatatan dalam siklus akuntansi perusahaan jasa? Mari kita bahas bersama dan ikuti terus pembahasannya hingga tuntas. Sumber Pencatatan Tahap pencatatan pada perusahaan jasa merupakan tahapan pertama siklus akuntansi yang berguna untuk menentukan perkiraan akun, pengaruh transaksi terhadap perubahan akun dan penentuan posisi, serta jumlah akun debit dan kredit dalam setiap transaksi perusahaan jasa.

Bukti kas masuk adalah bukti yang menyatakan bahwa perusahaan telah menerima sejumlah uang secara cash maupun secara tunai. Bukti kas keluar adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah mengeluarkan uang tunai untuk melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pihak internal. Memo internal adalah bukti pencatatan antar bagian atau manajer dengan bagian-bagian yang ada di lingkungan perusahaan. Faktur adalah tanda bukti telah terjadinya pembelian atau penjualan secara kredit. Kuitansi adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditanda tangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut. Nota debit adalah bukti perusahaan telah mendebit perkiraan langganannya yang disebabkan karena berbagai hal misalnya cacat pelayanan, kesalahan penanganan, dan ketidaksesuaian dengan pesanan. Nota kredit adalah bukti bahwa perusahaan telah mengkredit perkiraan langganannya yang disebabkan oleh berbagai hal misalnya cacat pelayanan, kesalahan penanganan dan ketidaksesuaian pesanan. Cek adalah surat perintah yang dibuat oleh pihak yang mempunyai rekening di bank, agar bank membayar sejumlah uang kepada pihak yang namanya tercantum dalam cek.

Analisis Bukti Transaksi Tahap pencatatan berikutnya dengan menganalisis bukti transaksi. Analisis bukti transaksi merupakan tahapan untuk menentukan pengaruh suatu transaksi terhadap posisi debit dan kredit serta besaran perubahan nominal akun. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan analisa transaksi, yaitu :

Tentukan hal apa saja yang akan terpengaruh oleh transaksi tersebut. Tentukan pengaruh lain yang akan diberikan seperti utang, modal pendapatan, beban, dan juga penambahan dan pengurangan terhadap harta. Tentukan debet ataupun kredit dari akun yang bersangkutan. Tentukan jumlah yang perlu untuk di kredit atau di debet.

Jurnal Tahap pencatatan selanjutnya adalah Jurnal, yang merupakan alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukan akun yang harus di debit dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing. Secara umum jurnal sebagai tahap utama pencatatan memiliki beberapa fungsi yaitu :

Fungsi historis, melakukan pencatatan pada jurnal di setiap transaksi yang telah dilakukan berdasarkan waktu terjadinya transaksi tersebut. Sehingga jurnal umum bisa memberikan suatu gambaran kegiatan perusahaan sehari-hari dalam kurun waktu sebulan. Fungsi pencatatan, jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti transaksi yang ada. Fungsi analisis, menganalisis semua transaksi yang berlangsung dalam suatu perusahaan guna menentukan akun debit maupun kredit. Fungsi instruksi, suatu bentuk kelanjutan dari fungsi analis untuk melakukan suatu pencatatan pada buku besar baik yang berada di debit maupun kredit menyesuaikan dengan hasil analisis. Fungsi informative, sebagai pusat informasi dengan cara melihat pencatatan transaksi yang telah dilakukan.

Buku Besar Dalam tahap pencatatan yang terakhir dengan memindahkan data dari jurnal umum ke dalam buku besar (pemostingan). Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi dan merupakan penggolongan rekening yang sejenis dan digunakan sebagai dasar pembuatan laporan neraca dan laba rugi.

Buku besar bentuk T adalah buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan untuk beberapa keperluan, seperti menganalisis keperluan dan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi. Bentuk skontro atau menyebelah, dimana buku ini dapat dibuat dalam dua kolom maupun empat kolom. Bentuk ini memudahkan akuntan untuk memindahkan data ke neraca.

Please follow and like us:

Mengapa sistem tanggal sangat cocok digunakan untuk masalah keuangan?

Memilih Sistem Penyimpanan Arsip – Memilih Sistem Penyimpanan Arsip yang ada dapat dilihat dari penjelasan dibawah ini, yaitu :

Sistem Abjad sangat cocok digunakan untuk perusahaan yang banyak menyimpan nama pelanggan atau anggotanya seperti bank, perpustakaan dan lain – lain, sistem ini juga sangat cocok untuk digunakan dibagian kepegawaiann karena akan lebih mudah dicari data personal berdasarkan nama pegawai ataupun unitnya. Sistem Subjek sangat cocok digunakan untuk organisasi dalam skala yang cukup besar baik dari ruang lingkup pegawainya ataupun pekerjaannya. sistem yang menggunakan sentralisasi (Terpusat) dalam pengelolaan kearsipannya akan sangat mudah menerapkan sistem ini, dimana semua pengelolaan kearsipan akan dikelola oleh suatu unit kearsipan sebagai pusatnya, dengan demikian arsip – arsip yang dikelolanya akan beraneka ragam, akan tetapi jika dikelola menggunakan sistem desentralisasi sistem subjek akan kurang tepat hal ini dikarenakan setiap unit kerja akan menangani arsipnya sendiri sendiri. Sistem Tanggal sangat cocok digunakan untuk organisasi yang menyangkut masalah keuangan, karena biasanya pencatatan keuangan dilakukan pada transaksi yang terjadi setiap hari, bulan ataupun parameter waktu lain yang telah ditentukan sebelumnya. Sistem Wilayah sangat tepat digunakan pada organisasi yang mempunyai kantor cabang di berbagai daerah ataupun diluar negeri dengan jaringan bisnis yang mencakup daerah yang luas seperti perusahaan ekspor – impor, kantor pos, perusahaan transportasi dan lain – lain. Sistem Nomor sangat tepat digunakan untuk organisasi yang menggunakan nomor identitas sebagai suatu ciri atau tanda yang akan digunakan pada sebuah proses seperti Rumah sakit (Nomor Pasien), Bank (Nomor rekening), Sekolah (Nomor induk siswa ), dan lain sebaginya.

Akan tetapi pada dasarnya hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan misalkan kita bisa menggabungkan dua metode atau lebih sesuai dengan kebutuhan yang ada di organisasi hal tersebut tidak menjadi masalah asalkan proses pengelolaan dokumen tersebut menjadi lebih baik dan efisien. Terima Kasih.

Sistem penyimpanan arsip ada berapa?

Di Indonesia, setidaknya ada 5 jenis sistem penyimpanan arsip yang sering digunakan, baik oleh perusahaan maupun instansi pemerintahan.

Bagaimana sistem penyimpanan arsip dapat dikatakan baik?

Abstract – Setiap lembaga atau instansi dalam pelaksanaan kegiatan kantor tidak dapat lepas dari penyimpanan, pencatatan serta pengolahan arsip dengan sistem tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyadi, 2016:1). Dalam pelaksanaan kegiatan kantor yang semakin maju dan berkembang, maka semakin banyak pula data-data, berkas maupun arsip yang terkumpul dan disimpan karena masih mempunyai nilai guna.

  • Sehingga perlu penyimpanan secara sistematis apabila dibutuhkan dapat ditemukan dengan mudah dan cepat.
  • Pada suatu organisasi, bidang kearsipan merupakan salah satu unsur dari kesekretariatan atau ketatausahaan.
  • Administrasi pada kearsipan meliputi kegiatan dalam suatu pengurusan, baik mengenai pengumpulan, pengelompokkan, penyimpanan, penemuan kembali, penyusutan atau pemusnahan arsip.

Selain itu arsip merupakan salah satu sumber informasi yang sangat penting dalam suatu kantor (Sugiarto dan Wahyono, 2014:15). Penyimpanan arsip dapat dikatakan baik dan benar apabila arsip-arsip yang sudah disimpan dan jika diperlukan dapat ditemukan dengan mudah, cepat dan tepat.

You might be interested:  Beban Pajak Yang Dapat Dilimpahkan Kepada Orang Lain Disebut Pajak?

Penyimpanan arsip di mana arsip dikelompokkan berdasarkan dari isi surat atau permasalahan yang ada di surat disebut juga?

Menurut Wursanto (2001: 22) menyatakan bahwa: “Sistem penyimpanan adalah rangkaian tata cara dan langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam menyimpan warkat-warkat, sehingga bilamana diperlukan lagi warkat-warkat itu dapat ditemukan kembali secara cepat”. Tujuan penataan sistem penyimpanan arsip

Agar arsip dapat disimpan dan ditemukan kembali dengan cepat dan tepat. Menunjang terlaksananya penyusutan arsip dengan efektif dan efisien. Untuk menjadikan setiap record tersebut lebih mudah dicari apabila dibutuhkan untuk referensi. Menjaga bahan-bahan arsip itu, agar setiap historis dari perusahaan maupun individu dapat ditempatkan di suatu tempat tertentu, baik dalam kelompok, subyek, daerah, maupun bersamaan. Memudahkan pencarian arsip, jika sewaktu-waktu diperlukan. Untuk lebih mengembangkan atau lebih menguntungkan apabila bahan arsip itu ditempatkan secara permanen demi untuk kelancaran tugas perusahaan atau kantor selama waktu arsip tersebut digunakan.

Baca juga 11 Tips Dan Cara Menabung Dengan Cepat Yang Wajib Kamu Ketahui 5 SISTEM PENYIMPANAN ARSIP SESUAI STANDAR 1. SISTEM ABJAD/ALPHABETICAL FILLING SYSTEM Pada sistem penyimpanan arsip ini merupakan salah satu sistem penataan berkas yang menggunakan metode penyusunan berdasarkan abjad secara berurutan dari A sampai dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks.

PENATAAN FILE DENGAN SISTEM ABJAD Guide Berfungsi membantu petugas dalam menyimpan dan menemukan kembali suatu arsip diantara arsip-arsip yang lain. Macam-macam guide antara lain : Guide utama/guide primer, guide pembantu, guide keluar/lembar keluar. Folder Ada 3 jenis folder yang digunakan dalam sistem abjad: Folder campuran, Folder individu, dan Folder khusus.

Persiapan penataan arsip berdasarkan abjad a. Paham peraturan mengindeks.b. Menyiapkan lembar tunjuk silang (bila perlu).c. Menyiapkan peralatan arsip. KEUNTUNGAN SISTEM FILLING ABJAD

Dapat langsung menempatkan berkas pada tempat penyimpanannya, Petunjuk penataan berkas sederhana dan mudah dipahami. Tunjuk silang sangat mudah diterapkan. Kesalahan berkas mudah dicek ditempat berkas dengan abjad yang sama. Biaya pelaksanaannya lebih murah.

KERUGIAN SISTEM FILLING ABJAD

Ada kemungkinan salah penempatan berkas jika tidak mengikuti aturan secara konsisten. Mudah mengubah beberapa alfabet dalam surat. Tunjuk silang yang berlebihan akan membuat penyimpanan cepat penuh/sesak. Pemberian label pada folder memakan banyak tenaga.

LANGKAH LANGKAH PENYIMPANAN ARSIP 1. Penampungan 2. Penelitian 3. Pengindeksan 4. Pengkodean 5. Penyortiran 6. Penyimpanan PROSEDUR PENEMUAN KEMBALI ARSIP YANG DI SIMPAN 1. Teliti arsip yang diminta 2. Isi bon peminjaman 3. Bergeraklah menuju tempat penyimpanan 4.

  • Cari arsip ke filling cabinet sesuai kode arsip 5.
  • Ambil arsip yang diminta 6.
  • Tempatkan out guide atau out sheet ditempat arsip yang diambil 7.
  • Serahkan arsip kepada yang memerlukan 2.
  • SISTEM NOMOR/NUMERICAL FILLING SYSTEM Sistem penyimpanan arsip ini merupakan sistem penyimpanan warkat yang berdasarkan kode nomor sebagai pengganti dari nama orang atau badan, yang disebut juga inderect filing system (karena penentuan nomor yang akan digunakan memerlukan pengelompokan masalahnya terlebih dahulu).

Persiapan penataan arsip berdasarkan nomor a. Menyusun pola klasifikasi arsip.b. Menyiapkan peralatan arsip. KELEBIHAN SISTEM FILLING NOMOR

Penyimpanan dapat lebih teliti, cermat, dan teratur. Penyimpanan dapat lebih cepat dan tepat. Sederhana dan mudah dilaksanaka. Dapat dipakai untuk segala macam surat/warkat/ dokumen, Nomor dokumen dapat dipergunakan sebagai referensi dalam korespondensi. Nomor map atau dokumen dapat diperluas tanpa batas.

KELEMAHAN SISTEM FILLING NOMOR

Lebih banyak waktu dipergunakan untuk mengindeks. Banyaknya map untuk surat-surat beraneka ragam, dapat menimbulkan kesulitan. Perlu ruangan yang luas dan memadai untuk menyimpan arsip yang banyak.

Ada dua macam filing system nomor, yaitu filing system nomor Dewey dan filing system nomor Terminal Digit. Filing System Nomor Dewey Filing system nomor dewey disebut juga system decimal. Dalam sistem ini yang harus dilakukan meliputi hal-hal berikut.1) Merancang daftar klasifikasi nomor Daftar klasifikasi adalah daftar yang memuat segala persoalan kegiatan yang terdapat dalam kantor/perusahaan.

  1. Persoalan kegiatan ini dikelompokkan lalu diberi nomor kode.2) Menyiapkan dan menyusun perlengkapan 3) Penyimpanan Surat Filing System Nomor Terminal Filing system nomor terminal digit adalah sistem kearsipan yang memakai nomor urut dalam buku arsip.
  2. Dalam filing system ini yang perlu diperhatikan ialah sebagai berikut.1) Menyiapkan perlengkapan 2) Penyimpanan surat 3.

SISTEM TANGGAL/CHRONOLOGICAL FILLING SYSTEM Sistem penyimpanan arsip ini merupakan salah satu sistem penataan berkas berdasarkan urutan tanggal, bulan dan tahun yang mana pada umumnya tanggal dijadikan pedoman termasuk diperhatikan dari datangnya surat.

Cocok untuk pengolah yang kegiatannya berkaitan dengan tanggal jatuh tempo. Sederhana dan mudah diterapkan karena tanpa klasifikasi.

KEKURANGAN SISTEM KRONOLOGIS ATAU TANGGAL

Akan terjadi kesulitan dalam penemuan kembali arsip apabila peminjam menyebutkan perihal arsip. Orang sering lupa dengan tanggal surat terutama tanggal penyimpanan. Tidak semua unit pengolahan dalam organisasi itu cocok menetapkan sistem ini. Agar mudah mengatur letak arsip dalam folder maka pembuatan kode tidak dapat murni 100% tetapi harus ditambahkan dengan kode abjad.

JENIS-JENIS PERALATAN DAN PERLENGKAPAN DALAM SISTEM TANGGAL Peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk penyimpanan arsip sistem tanggal antara lain sebagai berikut; a) Filing Cabinet Filing cabinet disesuaikan dengan daftar klasifikasi yang sudah dibuat.

  1. Pada umumnya satu laci filing cabinet dapat menyimpan arsip untuk satu tahun.
  2. Tetapi bisa saja 1 laci untuk menyimpan arsip 2-3 bulan, jika arsip yang disimpan dalam jumlah yang banyak.
  3. B) Guide Jika satu laci memuat arsip satu tahun, maka satu laci memerlukan guide sebanyak 12 (dalam satu tahun ada 12 bulan).

Tetapi jika satu laci memuat 2-3 bulan maka diperlukan guide sebanyak bulan tersebut. c) Hanging Folder Jumlah hanging folder yang dibutuhkan adalah sebanyak jumlah hari dalam satu tahun. Tetapi jika laci hanya untuk 2-3 bulan, maka diperlukan hanging folder sebanyak jumlah hari dari 2-3 bulan tersebut.

D) Kartu Indeks Kartu indeks diperlukan sebanyak jumlah dari jenis arsip yang disimpan. untuk lebih jelas peralatan yang dibutuhkan pada penyimpanan sistem tanggal 4. SISTEM WILAYAH/GEOGRAPHICAL FILLING SYSTEM Sistem penyimpanan arsip wilayah atau geografis adalah suatu sistem penyimpanan arsip berdasarkan pembagian wilayah atau daerah yang menjadi alamat suatu surat.

Surat disimpan dan ditemukan kembali menurut kelompok atau tempat penyimpanan berdasarkan geografi / wilayah / kota dari surat berasal dan tujuan surat dikirim. Dalam penyimpanannya menurut sistem ini harus dibantu dengan sistem abjad atau sistem tanggal.

Mudah mencari keterangan bila letak wilayah telah di ketahui. Apabila terjadi penyimpanan-penyimpanan arsip, dapat segera di ketahui.

KELEMAHAN SISTEM WILAYAH

Kemungkinan besar terjadi salah penyimpanan, apabila petugas tidak memiliki wawasan/pengetahuan tentang geografi. Harus mengetahui letak geografi/wilayah meskipun dalam surat tidak dicantumkan secara lengkap. Perlu adanya guidance/ semacam buku petunjuk yang menggambarkan batas-batas wilayah yang menjadi wewenang dan tanggung jawab masing-masing cabang.

5. SISTEM SUBJEK/SUBJECTICAL FILLING SYSTEM Sistem subjek merupakan suatu sistem penyimpanan arsip berdasarkan masalah dimana surat-surat dikelompokkan kedalam daftar indeks untuk ditentukan masalah-masalah yang pada umumnya terjadi. Ada 2 macam sistem subjek, yaitu sistem subjek murni (berdasarkan urutan abjad) dan sistem subjek bernotasi (berdasarkan notasi atau kode tertentu).

Pahami tugas pokok dan fungsi utama yang ada dalam organisasi yang bersangkutan. Identifikasilah masala pokok yang sesuai dengn tugas dan fungsi lembaga Bagilah setiap pokok masalah menjadi sub pokok masalah utama. Berikan kode pada pokok masalah utama, sub dari pokok masalah utama dan sub dari sub pokok masalah utama.

KELEBIHAN SISTEM SUBYEK

Mudah mencari keterangan bila perihalnya saja yang ingin diketahui. Dapat dikembangkan dengan tidak terbatasnya judul dan susunannya.

KEKURANGAN SISTEM SUBYEK

Sulit mengklasifikasi apabila terdapat aneka ragam perihal yang hampir sama padahal berbeda satu sama lain. Kurang cocok untuk bermacam jenis surat.

Baca Juga 8 Tips dan Cara Menyimpan Uang dengan Baik dan Terbukti Aman Sumber : http://brangkas.id/sistem-penyimpanan-arsip/

Data apa saja yang diperlukan dalam analisis keuangan?

Data Terpenting Keuangan Yang Wajib Dilaporkan Ke Kemenristekdikti SEVIMA.COM – Semua usaha bisnis menggunakan uang atau dana sebagai bahan baku dan untuk itu harus dibayar. Untuk itu maka usaha bisnis itu harus menghasilkan pendapatan pula untuk membayar kembali bahan baku tersebut.

You might be interested:  Berikut Yang Merupakan Sasaran Utama Administrasi Keuangan Adalah?

Perusahaan yang terus-menerus menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membayar kembali dana tersebut dengan tarif pasar, akan berhasil. Perusahaan yang dalam waktu cukup panjang gagal mencapai hal tersebut, umumnya tidak akan berhasil. Rumus tersebut adalah logika sederhana dalam manajemen keuangan suatu usaha bisnis.

Dalam usaha nirlaba, prinsip tersebut tetap berlaku, hanya mungkin perlu dirubah sedikit perumusan-nya sebagai berikut. Semua organisasi nirlaba menerima dana dari bermacam-macam sumber untuk membiayai pelaksanaan misinya. Organisasi yang terus menerus mampu mengumpulkan dana yang melebihi atau mampu menutupi pembiayaan usaha nirlaba tersebut, akan berhasil.

Sebaliknya organisasi yang dalam waktu yang lama selalu mengalami defisit, akan gagal melaksanakan misinya. Kecukupan dana untuk melaksanakan kegiatan, baik untuk perusahaan bisnis maupun organisasi nirlaba, tidak hanya tergantung dari banyaknya dana yang dapat dikumpulkan, tetapi juga dari kemampuan mengelola dana tersebut.

Untuk itulah diperlukan manajemen keuangan. Ada banyak jenis data yang dapat dikumpulkan untuk kegiatan suatu organisasi atau perusahaan, namun hanya tiga yang sangat penting, di mana analisis keuangan suatu organisasi dapat dibuat. Data tersebut adalah neraca keuangan, perhitungan laba rugi, dan perhitungan arus kas.

Para manajer non keuangan tidak perlu mengetahui mengenai cara-cara pembukuan secara terinci, namun perlu mengetahui dan dapat membaca secara mencukupi mengenai ke tiga data tersebut. Dalam edaran tersebut juga tertulis laporan keuangan yang harus dikirimkan diantaranya, 1. Neraca 2. Laporan Arus Kas 3.

Laporan Rugi/Laba atau Laporan Operasional. Laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk mengetahui kesehatan keuangan penyelenggaraan perguruan tinggi. Berikut surat edarannya: Penjelasan secara singkat mengenai ke tiga data tersebut, diberikan di bawah ini.

Apa kelemahan sistem tanggal?

Tuliskan kunggulan dan kelemahan sistem tanggal

Penjelasan: Kelebihan:Filing sistem yang paling sederhana dan praktis.Memudahkan pelaksanaan arsip.Sangat cocok untuk unit pengolah yang kegiatannya berkaitan dengan tanggal jatuh tempo.Sangat mudah diterapkan.Kelemahan:Hanya cocok diterapkan pada perusahaan kecil yang volume kerjanya belum begitu besar dan permasalahannya belum begitu rumit.Hanya bisa digunakan untuk surat-surat yang jumlahnya sedikit.Akan terjadi kesulitan dalam penemuan kembali arsip apabila peninjam menyebutkan masalah / perihal arsip tersebut.Orang sering lupa dengan tanggal surat terutama tanggal penyimpanan.Tidak semua unit pengolahan dalam organisasi itu cocok menetapkan sistem ini Kalau ada yang salah maaf ya

: Tuliskan kunggulan dan kelemahan sistem tanggal

Bagaimana Penyimpanan arsip sistem tanggal?

PENYIMPANAN ARSIP SISTEM TANGGAL Penyimpanan arsip sistem tanggal adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang disusun berdasarkan tahun, bulan, dan tanggal arsip dibuat. Sistem ini merupakan sistem yang sederhana dan mudah, tetapi sistem ini seringkali menggunakan alat bantu lain (kartu indeks) untuk menemukan arsip yang dicari.

Hal ini dekarenakan orang sangat sulit untuk mengingat tanggal kapan surat tersebut dibuat. Apalagi jika arsip yang dicari sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Dalam sistem tanggal tidak memerlukan daftar klasifikasi karena bagian tanggal sangat sederhana, yaitu hanya terdiri dari 3 bagian saja, yaitu nama tahun, nama bulan, dan nama tanggal.

Disamping itu, orang juga sangat hafal dengan urutan bulan dalam setiap tahun masehi, (dimulai dari januari, februari, sampai dengan desember), dan jumlah tanggl pada setiap bulannya (terdiri 28-31 hari).

  • · Daftar klasifikasi tanggal terdiri dari:
  • – Tahun (tanggal utama) sebagai kode laci
  • -Bulan (sub tanggal) sebagai kode guide
  • -Tanggal (sub-sub tanggal) sebagai kode hanging folder
  • · Jenis-jenis peralatan dan perlengkapan dalam sistem tanggal.
  • Peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk penyimpanan arsip sistem tanggal antara lain sebagai berikut;
  • a) Filing Cabinet

Filing cabinet disesuaikan dengan daftar klasifikasi yang sudah dibuat. Pada umumnya satu laci filing cabinet dapat menyimpan arsip untuk satu tahun. Tetapi bisa saja 1 laci untuk menyimpan arsip 2-3 bulan, jika arsip yang disimpan dalam jumlah yang banyak.

  1. B) Guide Jika satu laci memuat arsip satu tahun, maka satu laci memerlukan guide sebanyak 12 (dalam satu tahun ada 12 bulan).
  2. Tetapi jika satu laci memuat 2-3 bulan maka diperlukan guide sebanyak bulan tersebut.
  3. C) Hanging Folder Jumlah hanging folder yang dibutuhkan adalah sebanyak jumlah hari dalam satu tahun.

Tetapi jika laci hanya untuk 2-3 bulan, maka diperlukan hanging folder sebanyak jumlah hari dari 2-3 bulan tersebut. d) Kartu Indeks Kartu indeks diperlukan sebanyak jumlah dari jenis arsip yang disimpan. untuk lebih jelas peralatan yang dibutuhkan pada penyimpanan sistem tanggal ini silahkan baca jenis-jenis perlengkapan arsip.

  1. · Prosedur penyimpanan arsip sistem tanggal
  2. Langkah-langkah penyimpanan arsip sistem tanggal pada dasarnya sama dengan langkah sebelumnya, antara lain sebagai berikut.
  3. a) Memeriksa surat/berkas
  4. Surat/berkas diperiksa dengan melihat tanda-tanda perintah penyimpanan dan menentukan identitas surat, yaitu tanggal surat tersebut dibuat. Contoh:

Agus akan menyimpan arsip dari PT Surya Kencana tertanggal 1 Maret 2013. Berarti identitas surat tersebut adalah 1 Maret 2013.

  • b) Mengindeks
  • Membagi tanggal menjadi tanggal utama, sub tanggal, dan sub-sub tanggal. Contoh:
  • Surat tanggal 1 Maret 2013 terdiri dari tanggal utama (2013), sub tanggal (Maret), sub-sub tanggal (1).
  • c) Mengode

Memberi kode pada surat dengan kode tanggal. Pembuatan kode dengan menuliskan kode tanggal pada sebelah kanan atas sebagai penanda surat. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah pada saat pencarian kembali arsip.

  1. d) Menyortir
  2. Kegiatan menyortir dilakukan tergantung situasi dan kondisi, menyortir dilakukan jika kuantitas surat masuk dan keluarnya banyak pada hari yang sama.
  3. e) Menempatkan

Langkah terakhir dalam penyimpanan surat adalah menempatkan arsip sesuai dengan kode dan klasifikasi surat. Contoh: arsip tertanggal 1 Maret 2013 disimpan pada laci berkode 2013, dibelakang guide Maret, di dalam hanging folder berkode 1. Perlu diingat bahwa penyimpanan sistem tanggal pun harus menyediakan kartu indeksnya, jadi kartu indeks untuk surat tertanggal 1 Maret 2013 harus dibuat juga.

· Prosedur penemuan kembali arsip sistem tanggal Langkah-langkah penemuan kembali arsip pada sistem tanggal adalah sebagai berikut.Tentukan identitas surat, berupa tanggal berapa surat tersebut dibuat. Contoh Arip ingin meminjam arsip lamaran kerja Retno Ismaningsih tertanggal 5 Februari 2012. Berarti identitas arsip tersebut adalah 5 Februari 2012.

Cari arsip tersebut dalam laci berkode 2012, dibelakang guide februari didalam hanging folder 5. Lihat arsip tersebut apakah benar sesuai yang dicari. Jika ya, ambil arsip tersebut dan tukar dengan lembar pinjam arsip (lembar 1).

  • Berikan arsip tersebut kepada peminjam berikut dengan lembar pinjaman arsip (lembar 2)
  • Simpan lembar pinjam arsip (lembar 3) ke dalam tickler file
  • Note: Lembar pinjam arsip, tickler file dapat dilihat pada jenis-jenis perlengkapan arsip

Jika identitas arsip tidak diketahui maka proses mencari arsipnya menggunakan kartu indeks. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut. Tentukan identitas arsip, berupa nama orang/badan/perusahaan. contoh, Arip akan meminjam arsip Retno Ismaningsih yang tidak diketahui tanggal pembuatannya. Berarti identitas arsip tersebut adalah Retno Ismaningsih.

  1. Indekslah nama tersebut menjadi Ismaningsih, Agus.
  2. Tentukan kodenya menjadi Is
  3. Carilah kartu indeks di dalam laci berkode I, dibelakang guide berkode I dan hanging folder Is.

Lihatlah kartu indeks tersebut dan lihat kode surat. contoh untuk kasus diatas setelah dilihat ternyata arsip tersebut mempunyai kode surat 5 Februari 2012.

  • Ambillah arsip yang dimaksud tadi pada laci berkode 2012, dibelakang guide Februari, dalam hanging folder 5.
  • Jika arsip tersebut benar, ambillah dari folder dan ganti dengan lembar pinjam arsip (lembar 1).
  • Berikan kepada peminjam berikut lembar pinjam arsip (lembar 2).
  • Simpan lembar pinjaman arsip tersebut (lembar 3) pada ticker file.
  • Note: Lembar pinjam arsip, tickler file dapat dilihat pada jenis-jenis perlengkapan arsip

Sumber : http://newinfotech.mywapblog.com/halo-semua.xhtml : PENYIMPANAN ARSIP SISTEM TANGGAL

Sistem pengelolaan arsip apa saja?

Sistem pengelolaan dalam arsip meliputi berbagai kegiatan dalam mengklasifikasikan surat, memberi kode, menyimpan surat, memelihara secara tepat sampai mengenai cara penyingkiran dan pemusnahan surat yang sudah tidak dipergunakan lagi.

Mengapa arsip harus disimpan secara sistematis?

Dalam pelaksanaan kegiatan kantor yang semakin maju dan berkembang, maka semakin banyak pula data-data, berkas maupun arsip yang terkumpul dan disimpan karena masih mempunyai nilai guna. Sehingga perlu penyimpanan secara sistematis sehingga apabila dibutuhkan dapat diketemukan dengan mudah dan cepat.

You might be interested:  Ojk Adalah Lembaga Jasa Keuangan Yang?

Mengapa keuangan dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting?

Fungsi Manajemen Keuangan – Setelah mengetahui ruang lingkup, bisa disimpulkan bahwa manajemen keuangan juga mempunyai fungsi-fungsinya sebagai berikut: ‍

Dasar Keputusan, Perencanaan, dan Kendali Keuangan

Manajemen keuangan memiliki fungsi dasar untuk keputusan, perencanaan, dan kendali keuangan. Ini dilakukan supaya perusahaan mampu mencapai tujuannya dengan lebih efektif dan efisien. Pada umumnya, para petinggi perusahaan akan memakai sejumlah cara untuk melakukan manajemen keuangan seperti forecasting, analisis rasio keuangan, analisis laba dan rugi, dan lain-lain.

Memanfaatkan Aset

Dengan memiliki manajemen keuangan, perusahaan bisa mengatur aset yang dimiliki untuk memberikan nilai keuntungan. Dengan begitu, kelangsungan perusahaan bisa lebih terjaga baik secara jangka pendek maupun jangka panjang.

Kelola Modal

Manajemen keuangan juga berfungsi untuk kebutuhan modal bagi perusahaan, baik jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu juga manajemen keuangan mampu melacak berapa estimasi modal yang diperlukan dan sumbernya dari mana saja.

Kelola Surplus

Seperti diketahui, surplus juga harus dikelola dengan baik supaya perusahaan bisa maju dan berkembang, atau setidaknya melakukan diversifikasi dan ekspansi. Pada dasarnya terdapat sejumlah pilihan dalam mengelola surplus. Ada yang menggunakan sebagai dividen, menjual surplus aset, dan melakukan investasi secara produktif.

Kelola Arus Kas

Manajemen keuangan juga bisa membantu perusahaan kamu untuk memantau sejumlah elemen yang berpengaruh pada stabilitas arus kas, seperti cicilan atau utang-piutang.

Meramal Risiko

Dengan manajemen keuangan, kamu juga setidaknya bisa meramal potensi-potensi risiko yang kemungkinan dapat terjadi di masa mendatang. Risiko ini bisa saja datang dari luar sisi keuangan.

Mengapa dalam mengelola keuangan harus transparan?

TRANSPARANSI? PENTINGLAH TRANSPARANSI? PENTINGLAH pemerintah Korupsi merupakan salah satu permasalahan terbesar dalam pengelolaan keuangan negara. Lembaga Transparency International (TI) merilis data indeks persepsi korupsi ( Corruption Perception Index ) untuk tahun 2018.

Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati urutan ke-89 dari 180 negara dengan skor CPI sebesar 38. Skor CPI berada pada rentang 0-100, 0 berarti negara dipersepsikan sangat korup, sementara skor 100 berarti negara tersebut dipersepsikan sangat bersih. Semakin besar peringkat maka semakin bersih dari korupsi.

CPI menggambarkan persepsi korupsi atas penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi yang mencakup sektor publik, administrasi pemerintahan, dan politik. ( Transparency International Indonesia, 2018 ). Untuk level daerah, salah satu upaya pencegahan terjadinya perilaku korupsi ialah dengan mengoptimalkan transparansi informasi keuangan daerah.

Peraturan Pemerintah No.71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan menyebutkan bahwa transparansi ialah prinsip keterbukaan dan kejujuran yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah atas pengelolaan sumber daya yang dipercayakan sesuai peraturan dalam bentuk penyusunan laporan keuangan daerah.

Selain itu, transparansi merupakan proses demokrasi yang esensial, setiap warga negara dapat melihat secara terbuka dan jelas atas aktivitas dari pemerintah mereka daripada membiarkan aktivitas tersebut dirahasiakan ( Katz, 2004 ). Dapat dipastikan banyak orang yang bertanya mengapa keuangan yang dikelola suatu lembaga publik harus transparan atau terbuka untuk diketahui warganya? Ada beberapa penjelasan yang dapat menerangkan mengapa transparansi keuangan lembaga publik sangat penting: Pertama, untuk meningkatkan kepercayaan ( trust ).

Pemerintah yang terbuka menyampaikan informasi keuangan kepada publik lebih dipercaya dibanding pemerintah yang relatif tertutup. Medina dan Rufín (2015) menjelaskan bahwa transparansi memiliki dampak langsung pada trust (Kepercayaan) dan dampak tidak langsung terhadap satisfaction (Kepuasan). Pemerintah yang menutup informasi keuangan dapat diduga kurang berkompeten dalam mengelola dan melaporkan keuangan.

Umumnya. pemerintah yang tertutup tidak dapat menjelaskan mengapa kinerja pembangunan mereka kurang baik dan belum berhasil. Oleh sebab itu, diperlukan Transparansi pengelolaan keuangan daerah berupa penyediaan informasi pengelolaan keuangan daerah di situs resmi pemerintah daerah, merupakan salah satu upaya pencegahan tindak pidana korupsi, karena adanya transparansi pengelolaan keuangan diyakini dapat meningkatkan pengawasan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Informasi yang dapat dibagikan terdiri atas informasi publik dan informasi yang dikecualikan dari publik. Informasi publik adalah informasi yang dapat diakses oleh publik. Sementara informasi yang dikecualikan dari publik adalah informasi yang tidak boleh disebarluaskan ke publik dengan alasan dapat mengakibatkan ancaman keamanan bagi negara, seperti informasi laporan keuangan yang belum diaudit.

Lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Instruksi Dalam Negeri Nomor 188.52/1797/SJ Tentang Peningkatan Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah seharusnya menjadi awal terlaksananya transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Pemeritah memberikan amanah kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyiapkan menu konten dengan nama ‘Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah’ dalam website resmi pemerintah dan mempublikasikan data mutakhir pada menu konten tersebut sebagai langkah konkret atas transparansi keuangan daerah.

Pengungkapan informasi dapat diimplementasikan melalui media internet berupa penyajian di halaman web masing-masing Pemda ( Sofia dan Husen, 2013 ). Hal tersebut dipicu karena kebutuhan akan informasi realtime telah menjadi kebutuhan utama. Menurut Dartika (2012) Informasi melalui website yang bersifat dinamis diharapkan mampu memberikan aliran informasi yang optimal antara pemerintah dan masyarakat.

Sofia dan Husen (2013) menemukan bahwa terdapat banyak Pemda yang masih belum optimal dalam mengembangkan website-nya dan menerapkan UU KIP. Khusus Pemerintah Daerah di wilayah Maluku Utara belum melaksanakan transparansi keuangan daerah melalui website resmi masing-masing. Baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota masih belum mampu menyajikan informasi keuangannya ( audited ) secara berkala melalui website resmi masing-masing.

Keterbukaan informasi mengenai Laporan Keuangan Audited sesungguhnya sangat diperlukan agar masyarakat luas dapat mengetahui kinerja pemerintah daerahnya serta kebijakan yang diambil dalam urusan keuangan. Keamanan Penggunaan web site dalam upaya transparansi pengelolaan keuangan daerah tentu akan memunculkan masalah baru, yakni keamanan.

  1. Eamanan menjadi aspek terpenting dikarenakan data yang akan diakses oleh publik merupakan data menyangkut APBN dan APBD.
  2. Pemerintah Daerah dapat bekerjasama dengan Kementerian Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menyiapkan protokol keamanan tekhnologi informasi yang dibangun sebagai bentuk upaya mewujudkan trasparansi keuangan daerahnya.

BSSN sudah menetapkan berbagai standar teknis dan prosedur dalam pengamanan informasi keuangan yang di share ke publik secara on line, Rekomendasi

Kementerian Dalam Negeri Melakukan pemeringkatan resmi atas transparansi pengelolaan keuangan daerah berbasis website pada seluruh pemerintah daerah di Indonesia yang dilakukan secara berkala sebagai alat ukur kepatuhan atas peraturan perundangan dan memotivasi pemerintah daerah agar lebih transparan di dalam pengelolaan keuangan daerahnya. Pemerintah Daerah Sebaiknya Pemda dapat segera melakukan update pada website resmi mengenai Laporan Keuangan Audited secara lengkap sesuai amanat peraturan perundangan, mudah diakses, tepat waktu dan memperhatikan keruntutan pengungkapan pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, ini akan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan kepada pemerintah daerahnya. DPRD Melakukan pengawasan dan tekanan secara lebih instensif kepada pemerintah daerah terkait penerapan transparansi pengelolaan keuangan daerah; dan Masyarakat Masyarakat lebih aktif dalam mengawasi kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah dan menggunakan haknya untuk mengakses informasi-informasi keuangan daerah.

(Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan organisasi) Penulis: Fauzi Kurniawan (Kepala Seksi PPA IIA Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Malut) Tulisan ini telah terbit di Harian Malut Post kolom opini tgl 4 Juni 2020 : TRANSPARANSI? PENTINGLAH

Apa yang dimaksud dengan sistem pengendalian keuangan?

S.Giagian (2000: 16) draft manajemen yang didefinisikan bahwa, pengendalian keuangan adalah proses atau usaha yang sistimatis dalam penetapan standar keuangan dalam pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, sistem informasi umpan balik, membandingkan pelaksanaan nyata dengan perencanaan menentukan dan mengatur terhadap

Mengapa bagian keuangan memiliki fungsi yang sangat penting bagi perusahaan?

Mengapa bagian keuangan dianggap memiliki fungsi penting bagi suatu perusahaan Karena keuangan merupakan bagian yang vital dalam suatu perusahaan, banyak yang mengindikasikan jika pengelolaan keuangan bagus maka perusahaan tersebut juga dinilai bagus, namun jika manajemen keuangannya buruk maka penilaian terhadap perusahaan juga akan buruk.