Standar Akuntansi Keuangan Yang Berlaku Di Indonesia?

Standar Akuntansi Keuangan Yang Berlaku Di Indonesia
PSAK-Syariah (Pernyataan Standar Akuntasi Syariah) – PSAK-Syariah merupakan pedoman yang dapat digunakan untuk lembaga-lembaga kebijakan syariah seperti bank syariah, pegadaian syariah, badan zakat, dan lain sebagainya. Pengembangan standar ini dibuat berdasarkan acuan dari fatwa yang dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Apa saja standar akuntansi yang berlaku di Indonesia?

Standar Akuntansi yang Berlaku di Indonesia Akuntansi adalah rangkaian proses yang berhubungan dengan keuangan yang terdiri dari pencatatan, pengelompokkan, pengolahan, penyajian data, dan pencatatan transaksi. Dalam proses akuntansi ini juga akan menghasilkan beberapa laporan, seperti laporan laba rugi, neraca, perubahan modal, dan arus kas.

  1. Dalam pembuatan laporan keuangan, seorang akuntan harus mengikuti standar yang berlaku di negaranya masing-masing.
  2. Di Indonesia, terdapat standar akuntansi yang menjadi pedoman para akuntan Indonesia dalam melakukan proses pembuatan laporan keuangan.
  3. Standar yang berlaku di Indonesia adalah PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).

PSAK ini dapat menjadi aturan bagi para akuntan, perusahaan, organisasi, investor maupun lembaga pemerintahan di Indonesia yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan. PSAK ini bertujuan agar dapat menghasilkan laporan keuangan yang seragam, terutama dalam pencatatan, penyusunan, pelaksanaan, dan penyajian laporan keuangan.

  1. Laporan keuangan tersebut diseragamkan agar pembaca laporan keuangan tersebut dapat membaca dan memahami informasi yang diberikan pada laporan tersebut.
  2. Terdapat lima macam standar akuntansi yang diterbitkan.
  3. Pertama adalah PSAK-IFRS (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan – International Financial Report Standard).

Untuk standar ini digunakan oleh entitas atau badan yang bertanggung jawab kepada publik atau entitas yang terdaftar di pasar modal, seperti perusahaan publik, BUMN, perbankan, asuransi, dan lainnya. Berikutnya adalah PSAK-ETAP (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik).

You might be interested:  Apa Arti Penting Kesadaran Membayar Pajak?

Untuk standar ini digunakan oleh badan usaha kecil dan menengah untuk menyusun laporan keuangan yang dapat diaudit. Laporan laba rugi yang komprehensif tidak dicantumkan dalam standar ini. Selanjutnya adalah PSAK-Syariah (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan – Syariah). Pada standar akuntansi ini digunakan oleh lembaga atau bisnis yang memiliki kebijakan syariah.

Walaupun konsep, susunan, laporan, penyajian, dan transaksi yang dilakukan khusus transaksi syariah. Namun, pengimplementasiannya dapat ditulis sesuai PSAK pada umumnya. Contoh penggunaan PSAK-Syariah, adalah badan Zakat, pegadaian Syariah, dan bank Syariah.

  1. Berikutnya adalah SAK-EMKM (Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Mikro, Kecil, Menengah).
  2. Standar akuntansi ini digunakan oleh badan usaha yang tidak memenuhi syarat pada SAK-ETAP, hal ini diketahui dari UU Nomor 20 Tahun 2008.
  3. Penyusunan dari laporan yang berdasarkan standar ini dibuat secara konsisten dan eksplisit tanpa pengecualian tentang kepatuhan terhadap SAK EMKM dalam catatan atas laporan keuangan.

Terakhir adalah SAP (Standar Akuntansi Pemerintah). Untuk standar akuntansi ini digunakan oleh pemerintah, standar ini juga ditetapkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintah. SAP ini diterbitkan agar pemerintah dapat ikut berpartisipasi, memberikan transparansi, dan juga akuntabilitas dalam mengatur keuangan yang berada dalam negara, Standar ini ditetapkan pada PP Nomor 24 Tahun 2005.

Apa itu Standar Akuntansi Keuangan Umum?

Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik – Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (disebut juga SAK ETAP ) merupakan SAK yang dirancang untuk digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik ( ETAP ), yaitu entitas (badan atau bisnis) yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal, seperti pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.

You might be interested:  Apa Itu Catatan Atas Laporan Keuangan?

Apa itu Standar Akuntansi Pemerintahan?

4. STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH (SAP) – SAP dinyatakan dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP). Standar ini dilengkapi dengan Pengantar Standar Akuntansi Pemerintahan dan disusun mengacu kepada Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan.

Standar ini digunakan untuk menyusun laporan keuangan instansi pemerintahan, baik pusat ataupun daerah. SAP disusun dan disahkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP SAP). SAP berbasis akrual ditetapkan dalam PP No.71 Tahun 2010. Instansi masih diperkenankan menggunakan PP No.24 Tahun 2005, SAP berbasis kas menuju akrual sampai tahun 2014.

SAP berbasis kas menuju akrual menggunakan basis kas untuk penyusunan laporan realisasi anggaran dan menggunakan basis akrual untuk penyusunan neraca. Pada SAP berbasis akrual, laporan realisasi anggaran tetap menggunakan basis kas karena akan dibandingkan dengan anggaran yang disusun dengan menggunakan basis kas.

Mengapa Standar Akuntansi lebih sederhana?

2. SAK-ETAP – SAK-ETAP adalah Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Standar ini dipakai oleh entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan, sehingga entitas (perusahaan) dimaksud menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi penggunaan ekstrernal.

ETAP merupakan hasil penyederhanaan standar akuntansi IFRS yang meliputi tidak adanya penilaian untuk aset tetap, aset tidak berwujud, dan laporan laba/rugi yang komprehensif. Baca Juga: 4 Jenis Laporan Kuangan yang Wajib Anda Ketahui Standar akuntansi IFRS yang disederhanakan juga meliputi tidak adanya pilihan menggunakan nilai revaluasi (wajar), serta tidak ada pengakuan liabilitas dan aset pajak tangguhan karena beban pajak diakui sebesar jumlah pajak menurut ketentuan pajak.

Manfaat SAK_ETAP:

  • Membantu perusahaan kecil dan menengah dalam menyusun laporan keuangannya sendiri.
  • Standar akuntansi ini dinilai lebih sederhana karena sebagian besar siklus akuntansinya menggunakan konsep biaya historis. Bentuk pengaturannya juga lebih sederhana dalam hal perlakuan akuntansi dan relatif tidak berubah selama beberapa tahun.
  • Laporan akuntasi jadi dapat diaudit dan mendapatkan opini audit, sehingga laporan keuangan dapat digunakan untuk mejaring dana investasi agar usahanya lebih berkembang.
  • Implementasi SAK-ETAP lebih mudah dibandingkan PSAK_IFRS karena lebih sederhana dan tetap dapat memberikan informasi yang dapat diandalkan dalam penyajian laporan keuangan.
  • SAK-ETAP mengadopsi IFR untuk usaha kecil dan menengah yang dimodifikasi sesuai kondisi Indonesia, serta dibuat lebih ringkas. Namun perlu diingat, SAK-ETAP juga masih memerlukan profesional judgement ya, meski tak sebanyak untuk PSAK-IFRS.
You might be interested:  Semua Penerimaan Negara Yang Terdiri Atas Pendapatan Pajak Dalam Negeri?

Baca Juga: Pahami Laporan Keuangan UMKM dan Jenis Pajaknya