Teknologi Keuangan Yang Digunakan Untuk Mendapatkan Uang Digital Disebut Dengan?

Teknologi Keuangan Yang Digunakan Untuk Mendapatkan Uang Digital Disebut Dengan
Pengertian Fintech – Photo by Clay Banks on Unsplash Fintech ( Financial Technology ) adalah sebuah perusahaan yang menggabungkan layanan jasa keuangan dengan teknologi. Menurut National Digital Research Center (NDRC), fintech merupakan istilah untuk menyebut sebuah inovasi teknologi dan digitalisasi pada layanan finansial.

  • Hal ini memungkinkan berbagai kegiatan finansial seperti transfer dana, pembayaran, hingga peminjaman dana bisa dilakukan lebih cepat.
  • Eberadaan fintech sangat memengaruhi gaya hidup masyarakat ekonomi.
  • Perpaduan antara efektivitas dan teknologi memiliki dampak positif bagi masyarakat pada umumnya.
  • Perkembangan pengguna fintech juga terus berkembang dari tahun ke tahun.

Bersumber pada World Bank pengguna fintech yang awalnya 7% di tahun 2007, berkembang menjadi 20% di tahun 2011, kemudian meningkat menjadi 36% di tahun 2014, dan di tahun 2017 menginjak angka 78% atau tercatat sebanyak 135-140 perusahaan, dengan total nilai transaksi fintech di Indonesia pada tahun 2017 tersebut diperkirakan mencapai Rp 202,77 Triliun!

Apa itu fintech investasi?

Pengertian Investasi Fintech – Sumber: kumparan.com Investasi fintech adalah sistem penanaman uang atau modal dengan memanfaatkan teknologi finansial khususnya yang berbasis digital. Saat ini orang bisa menginvestasikan uangnya ke dalam bentuk reksa dana, saham, deposito, emas, hingga menjadi pendana di peer to peer lending secara digital.

Semua proses investasi tersebut dilakukan dan dikontrol oleh seluruh pihak yang terlibat dengan hanya berbekal smartphone dan internet. Contohnya dalam peer to peer lending, pihak pengelola atau perantara hanya perlu membuat platform digital yang menjadi tempat pertemuan antara investor atau pendana dengan kreditur atau peminjam dana.

Keuntungannya dalam sistem ini, pendana akan mendapat return yang lebih tinggi dari dana yang dipinjamkannya. Sedangkan keuntungan bagi kreditur, syarat dan proses peminjaman jauh lebih mudah dan cepat. Artikel Lainnya: Manfaat Fintech bagi Masyarakat Modern

Apa pengertian dari keuangan digital?

Keuangan Digital Adalah. – LKD atau keuangan digital (digital financial) ini adalah kegiatan layanan jasa sistem pembayaran dengan menggunakan teknologi mobile based maupun web based dan jasa pihak ketiga (agen). Target digital financial adalah masyarakat unbanked dan underbanked.

Apa yang dimaksud dengan keuangan digital?

Pengertian Layanan Keuangan Digital menurut Undang-Undang – Paralegal.id Layanan Keuangan Digital yang selanjutnya disingkat LKD adalah kegiatan layanan jasa Sistem Pembayaran dan keuangan yang dilakukan oleh PJP yang menyelenggarakan aktivitas penatausahaan Sumber Dana berupa penerbitan uang elektronik melalui kerja sama dengan pihak ketiga serta menggunakan sarana dan perangkat teknologi berbasis mobile atau piranti digital lainnya untuk ekonomi digital dan keuangan inklusif.

Apa perbedaan bank dan fintech?

1. Bank digital bisa membantu calon nasabah mengurusi semua kebutuhan keuangan, sedangkan fintech terbatas hanya sebagai perantara transaksi – Contoh, apabila kamu ingin mengurus pergantian pin rekening maka kamu tidak perlu datang ke bank, cukup lewat aplikasi yang dikeluarkan oleh bank kemudian bisa menggantinya sendiri.

Fintech ada berapa?

Sejarah dan Perkembangan Fintech di Indonesia – Secara global, fintech mulai dikembangkan pada tahun 1960-an. Kala itu revolusi komputer mulai membuka peluang bagi berbagai sektor, termasuk sektor keuangan. Di tahun 1980an, bank-bank di dunia mulai memanfaatkan komputer untuk pencatatan data.

Kemajuan fintech yang terasa drastis terjadi pada tahun 1990an. Kala itu, internet mulai merubah segalanya dan sektor keuangan terkena dampaknya. Hal ini ditandai dengan jual beli saham yang sudah bisa dilakukan secara online, beberapa bank yang sudah menyediakan online banking, serta kehadiran e-commerce yang merevolusi pasar tradisional.

Pada tahun 2005, muncul sebuah fintech p2p lending asal Inggris dengan nama Zopa. Setelah itu, perkembangan fintech menjadi tidak terbendung dan mulai merubah sektor keuangan secara digital. Di Indonesia, perkembangan fintech bisa dibilang cukup telat.

  • Meski sejak tahun 2006 sudah mulai berkembang, namun baru di tahun 2015 organisasi Asosiasi Fintech Indonesia (AFI) dibentuk.
  • Setelah tahun 2015 itulah fintech di Indonesia mulai menunjukan tren positif.
  • Sekedar catatan, sampai saat ini fintech terus bertumbuh sampai 80% di Indonesia.
  • Ada sekitar 147 perusahaan fintech yang terdaftar secara resmi di Indonesia dan angka tersebut akan terus mengalami pertumbuhan.

Fintech kini berkembang sangat pesat dengan semakin banyaknya perusahaan rintisan atau startup fintech yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung berbagai proses finansial mulai dari pembayaran, pendanaan, hingga investasi. Dalam prosesnya fintech ini berjalan di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga kamu harus kamu harus memperhatikan perizinan dari suatu fintech sebelum menggunakan sistem yang mereka tawarkan.

Apa itu fintech peer to peer lending?

P2P lending adalah salah satu cara orang meminjamkan uang kepada individu atau bisnis. Sebagai pemberi pinjaman, Anda akan menerima bunga serta mendapatkan uang Anda kembali saat pinjaman dilunasi. Ini bisa jadi alternatif terbaik bagi si peminjam yang tidak ingin terlilit hutang di bank serta jadi solusi bagi si pemberi pinjaman yang enggan memberikan uangnya untuk dipinjam.

You might be interested:  Yang Dianalisis Pada Laporan Keuangan Adalah?

Solusi lain yang sebenarnya lebih aman untuk peminjam adalah perusahaan tempat karyawan bekerja memberikan hak kepada karyawan agar bisa mengakses gaji lebih awal dengan Earned wage access (EWA) by Mekari Flex. Melalui teknologi finansial, si pemberi pinjaman dan si peminjam dapat melakukan transaksi pinjaman melalui marketplace, tanpa perantara bank.

Nah, Anda ingin tahu lebih lanjut apa itu Peer to Peer Lending dan cara kerjanya? Yuk, langsung simak penjelasan berikut ini sampai akhir!

Apakah dana itu fintech?

Transformasi digital di era pandemi turut berkontribusi terhadap perkembangan sektor esensial, salah satunya layanan teknologi finansial atau financial technology ( fintech ). Laporan Fintech in ASEAN 2021 menunjukkan, terdapat 785 perusahaan fintech di Indonesia sepanjang tahun lalu.

Jumlah itu bertambah 27 perusahaan dari total 758 perusahaan tahun sebelumnya. Masih mengacu data yang sama, diketahui bahwa mayoritas aplikasi fintech bergerak di bidang pembayaran dan pinjaman. Di mana, kontribusi fintech bidang pembayaran alias dompet digital mencapai 29 %, sedangkan 23 % bergerak di bidang pinjaman.

Salah satu fintech Tanah Air, DANA sudah hadir sejak 2017 dan resmi diluncurkan pada 5 November 2018. Fintech DANA dikembangkan oleh PT Espay Debit Indonesia Koe, sebagai sebuah dompet digital yang dapat melakukan transaksi non-tunai dan non-kartu secara digital.

Untuk pengguna akun DANA kategori reguler, dapat melakukan top-up alias isi ulang maksimal Rp 2 juta, sementara akun DANA premium maksimal Rp 10 juta. Uang yang disimpan dalam aplikasi DANA juga dapat ditarik secara tunai dari agen, Alfamart, dan Lawson. Sebagai dompet digital, uang yang ditaruh dalam aplikasi DANA dapat digunakan untuk pembayaran pulsa, listrik, hingga merchant yang bekerja sama dengan DANA.

Pengguna DANA juga dapat menggunakan fitur Simpan Kartu Bank untuk menyambungkan pembayaran dari bank ke aplikasi DANA. Bila dibandingkan dengan penyedia layanan dompet digital lainnya, DANA memiliki keunggulan konsep open platform, Artinya, DANA dapat menjadi opsi pembayaran secara daring ataupun luring tanpa mengurangi fitur utamanya. dana paylater (Aplikasi DANA)

Apa manfaat fintech?

Apa Itu Financial Technology (Fintech) ? – Sumber: Freepik Fintech merupakan salah satu inovasi teknologi yang dikembangkan oleh lembaga finansial dengan tujuan mempermudah transaksi keuangan, terutama untuk kepentingan bisnis. Sistem transaksi keuangan yang dibangun dalam fintech cenderung spesifik dan memiliki mekanisme khusus serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Fintech bahasa indonesianya apa?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Teknologi finansial ( bahasa Inggris : financial technology ) atau teknologi keuangan atau fintek adalah penggabungan antara teknologi dan sistem keuangan, Di dalam teknologi finansial terdapat banyak istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan bidang teknologi dan bidang ekonomi yang berkaitan dengan peningkatan pemerolehan keuangan.

  • Teknologi finansial mengurangi jenis transaksi yang secara langsung mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi.
  • Media baru yang digunakan dalam transaksi pada teknologi finansial adalah gawai,
  • Egiatan transaksi dilakukan dengan deposito, transaksi dalam jaringan, transfer keuangan dengan aplikasi perbankan bergerak maupun jenis transaksi lainnya.

Teknologi finansial merupakan salah satu teknologi yang hadir sebagai produk dari revolusi industri 4.0 pada abad ke-21. Teknologi finansial sangat populer di kalangan media atau pihak yang aktif di bidang teknologi. Perusahaan rintisan menjadi penggunaan umum dari teknologi finansial khususnya dalam peningkatan layanan jasa keuangan.

Apa itu E Money menurut para ahli?

Uang elektronik atau e – money berdasarkan publikasi yang diterbitkan oleh Bank for International Settlement (BIS) didefinisikan sebagai suatu produk stored-value atau prepaid dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam suatu media elektronis yang dimiliki seseorang (Hidayati et al., 2006).

Apa yg disebut dengan sistem keuangan?

Sistem Keuangan Diindonesia- Fakultas Ekonomi Universitas Djuanda Sistem keuangan pada dasarnya adalah tatanan dalam perekonomian suatu Negara yang memiliki peran terutama dalam menyediakan fasilitas jasa-jasa dibidang keuangan oleh lembaga-lembaga keuangan penunjang lainnya misalnya pasar uang dan pasar modal.

  1. Sistem keuangan Indonesia pada prinsipnya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu sistem perbankan dan sistem lembaga keuangan bukan bank.
  2. Lembaga keuangan ini dapat menerima simpanan dari masyarakat, maka juga disebut depository financial institutions yang terdiri dari bank umum dan bank perkreditan rakyat.

Sedangkan lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan selain dari bank yang dalam kegiatan usahanya tidak diperkenankan menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Dalam perjalanan sejarah perkembangan sistem keuangan Indonesia, sistem lembaga keuangan mengalami perubahan yang sangat fundamental terutama setelah memasuki era deregulasi, paket kebijakan 27 Oktober 1988 yang kemudian berlanjut dengan diundangkannya beberapa undang-undang dibidang keuangan dan perbankan sejak tahun 1992 yaitu :

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan; Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentanga Asuransi; Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun; Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal; Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan; Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

You might be interested:  Manakah Yang Merupakan Pajak Yang Dikelola Pemerintah Pusat?

Konsekuensi dikeluarkannya undang-undang tersebut diatas, adalah perubahan struktur sistem lembaga-lembaga keuangan di Indonesia. Di samping itu, dari aspek pengaturan dan pembinaan, lembaga-lembaga keuangan menjadi semakin jelas dan kuat karena telah memiliki kekuatan hukum terutama dibidang perasuransian dan dana pensiun yang sebelumnya undang-undang diatas dasar hukum pengaturannya hanya dilakukan dengan keputusan-keputusan mentri keuangan.

  1. SISTEM MONETER DAN PERBANKAN Yang termasuk dalam sistem moneter adalah bank-bank atau lembaga-lembaga yang ikut menciptakan uang giral.
  2. Di Indonesia yang dapat digolongkan kedalam sistem moneter adalah otoritas moneter dan bank-bank pencipta uang giral.
  3. Oleh karena itu, sistem perbankan merupakan bagian integral dari suatu sistem moneter.

Otoritas moneter sebagai lembaga yang berwenang dalam pengambilan kebijakan dibidang moneter, juga merupakan sumber uang primer, baik bagi perbankan, masyarakat maupun pemerintah. : Sistem Keuangan Diindonesia- Fakultas Ekonomi Universitas Djuanda

Apa saja emiten bank digital?

JAKARTA, Investor.id – Penurunan saham bank digital telah menjadi faktor utama pemicu kemerosotan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini. Penurunan tersebut makin parah setelah saham sektor teknologi juga turun dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Lagi-lagi! Saham Bank Jago (ARTO) ARB, Ada Apa? Berdasarkan data, terdapat tujuh bank digital yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), dan PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR).

Lalu, saham mana yang mengalami penurunan terdalam sepanjang tahun berjalan? Saham AGRO tercatat sebagai saham dengan penurunan terdalam sebanyak 73,31% dari Rp 1.810 menjadi Rp 488. Kemudian disusul saham BBYB merosot mencapai 71,48% dari Rp 2.630 menjadi Rp 750.

  1. Selanjutnya saham ARTO turun 68,59% dari Rp 16.000 menjadi Rp 5.025.
  2. Begitu juga saham BBHI merosot 57,64% dari Rp 3.955 menjadi Rp 1.675.
  3. Selanjutnya penurunan dalam dialami saham BBYB melemah 43,01% dari Rp 2.630 menjadi Rp 750.
  4. Saham BANK melemah 33,84% dari Rp 2.290 menjadi Rp 1.515.
  5. Terakhir saham AMAR turun 24,74% dari Rp 388 menjadi Rp 292 per saham.

Masih Ada Harapan? Sementara itu, Samuel Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa penurunan harga saham emiten bank digital masih berlanjut hingga kini, meskipun hampir seluruh saham telah terkoreksi dalam sepanjang tahun berjalan ini. Penurunan tajam tersebut telah membuat market cap bank digital terhempas.

  1. Baca juga: Akhirnya! IHSG Sepekan Ini Anjlok, Saham Bank Digital Paling Parah Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth menyebutkan bahwa saham bank digital masih menyisahkan prospek dalam jangka panjang.
  2. Pertumbuhan kredit akan tetap kuat yang juga membuat prospek pertumbuhan kredit bank digital akan tetap kuat, mengingat pasar di Indonesia masih underpenetrated untuk produk perbankan dan produk keuangan lainnya.

Apalagi, terus meningkatnya penetrasi smartphone di Indonesia,” tulisnya dalam riset terbaru. Allo Bank dan Bank Jago, menurut dia, dua nama dari beberapa saham bank digital dengan prospek pertumbuhan yang tetap pesat ke depannya. Diproyeksikan, peningkatan kredit gabungan kedua bank tersebut mencapai 94% pada 2022 dan mencapai 42% pada 2023, meskipun lonjakannya tidak sebesar tahun 2021 yang mencapai 258%.

Hanya saja, terang dia, bank digital akan kesulitan untuk menaikkan margin keuntungan bersih ( net interest margin /NIM) dalam waktu dekat, karena dipicu oleh risiko kenaikan inflasi dan suku bunga. Diproyeksikan, CoF bank digital akan naik sebesar 100 bps tahun 2023 dan porsi biaya tetap dari opex diasumsikan sebesar 100%, maka didapatkan ROE Bank Jago tahun 2023 akan turun dari 0,7% menjadi 0,3% dan BBHI dari 4,6% menjadi 3,9%.

Apa itu Blockchain dan Cryptocurrency? | Teknologi Dibalik Mata Uang Digital

Baca juga: Saham Bank Jago (ARTO) ARB, Kekayaan Jerry Ng Menguap Rp 44,04 Triliun Terkait penurunan harga saham bank digital seperti BBHI dan ARTO dalam beberapa pekan terakhir, ungkap dia, dipengaruhi kurangnya katalis positif akibat kekhawatiran situasi makro ekonomi.

  • Saham bank digital mungkin tetap berfluktuasi dalam jangka pendek di tengah ketidakpastian pasar, karena kekhawatiran atas kenaikan suku bunga.
  • Namun dalam jangka panjang, pertumbuhan bank digital di Indonesia tetap menarik.
  • Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan beli saham ARTO dengan target harga Rp 8.800 dan saham BBHI dengan target harga Rp 3.400.

Prospek ARTO didukung oleh penetrasi penetrasi pasar yang lebih baik dibandingkan BBHI. Kinerja Saham Bank Digital (Periode 30 Desember 2021 sampai 14 Oktober 2022)

Saham Harga akhir 2021 Harga per 14 Oktober 2022 Perubahan (%)
AGRO Rp 1.810 Rp 488 – 73,03%
BBYB Rp 2.630 Rp 750 – 71,48%
ARTO Rp 1.6000 Rp 5.025 – 68,59
BBHI Rp 3.955 Rp 1.675 – 57,64%
BABP Rp 186 Rp 106 – 43,01%
BANK Rp 2.290 Rp 1.515 – 33,84%
AMAR Rp 388 Rp 292 – 24,74%

Editor : Parluhutan ([email protected]) Sumber : Investor Daily

Apa itu layanan jasa keuangan?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jasa keuangan adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk jasa yang disediakan oleh industri keuangan, Jasa keuangan juga digunakan untuk merujuk pada organisasi yang menangani pengelolaan dana.

You might be interested:  Hal Hal Yang Termasuk Ruang Lingkup Manajemen Keuangan Adalah?

Bank, bank investasi, perusahaan asuransi, perusahaan kartu kredit, perusahaan pembiayaan konsumen, dan sekuritas adalah contoh-contoh perusahaan dalam industri ini yang menyediakan berbagai jasa yang terkait dengan uang dan investasi, Jasa keuangan adalah industri dengan pendapatan terbesar di dunia ; pada tahun 2004, industri ini mewakili 20% kapitalisasi pasar dari S&P 500,

Sektor jasa keuangan merupakan salah satu penggerak perekonomian negara, dengan memberikan bantuan dana maka akan memberikan aliran modal dan likuiditas di pasar. Ketika sektor ini kuat, ekonomi akan tumbuh, dan perusahaan akan lebih mampu mengelola risiko.

  1. Jasa keuangan juga berpengaruh bagi kemakmuran penduduk suatu negara.
  2. Etika sektor ekonomi dalam kondisi yang baik, penduduk akan meningkatkan daya beli dengan meminjam kepada lembaga jasa keuangan.
  3. Namun, ketika lembaga jasa keuangan mengalami kegagalan dalam skala besar, hal tersebut akan mengakibatkan resesi ekonomi.

Resesi ekonomi terjadi karena pihak penyedia pinjaman dana akan memperketat kendali pinjaman sehingga bank central berperan untuk menurunkan suku bunga agar penduduk mau meminjam dana.

Apa yang dimaksud dengan layanan keuangan?

Layanan keuangan merupakan layanan jasa pembayaran dan keuangan. Saat ini, layanan keuangan telah banyak beralih menjadi layanan keuangan digital, atau yang biasa disebut dengan branchless banking, LKD atau Layanan keuangan digital adalah layanan jasa pembayaran dan keuangan yang menggunakan sarana teknologi digital seluler atau web melalui pihak ketiga.

  1. Pihak ketiga yang dimaksud ini berupa individu atau masyarakat umum.
  2. Bukan karyawan lembaga bank, dan telah mendapatkan izin resmi untuk membuka cabang lembaga keuangan digital.
  3. Baca Juga : Panduan Cara Me mbuat Laporan Keuangan Sederhana Untuk UKM Tujuan dibentuknya layanan keuangan digital ini adalah untuk mengembangkan keuangan Inklusif masyarakat Indonesia, dan juga mendukung penyaluran dana bantuan dari pemerintah secara efektif.

Selain itu, layanan keuangan digital juga bermanfaat untuk membantu masyarakat yang belum pernah berhubungan secara langsung dengan bank, serta bisa melayani operasi dasar perbankan seperti pembukaan rekening uang elektronik, setor tunai, maupun tarik tunai.

4 Apa persyaratan agar suatu bank disebut perbankan digital?

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan ketentuan baru pendirian serta bisnis bank digital, Dalam ketentuan tersebut, salah satunya mengatur tentang modal inti minimum pendirian bank digital senilai Rp10 triliun. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Bank Umum yang dirilis pertengahan Agustus kemarin.

  1. Beleid tersebut ditetapkan di Jakarta dan ditandatangani oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada 30 Juli 2021.
  2. Lebih lanjut, peraturan OJK ini mulai berlaku setelah 3 bulan terhitung sejak tanggal diundangkan.
  3. Artinya, beleid tersebut mulai berlaku sejak 31 Oktober 2021.
  4. Penerbitan beleid ini dilandasi dengan semangat dan tujuan agar perbankan Indonesia dapat menjadi lebih berdaya saing, adaptif, dan kontributif bagi perekonomian nasional.

Selain itu, dengan diterbitkannya beleid ini bisa mendorong industri perbankan mencapai level skala ekonomi yang lebih tinggi, lebih efisien, dan dapat menjadi panduan dalam pengembangan industri perbankan, khususnya terkait aspek kelembagaan bank. “Pergeseran dari konsep bank tradisional ke bank masa depan mendorong bank, antara lain untuk menyesuaikan strategi bisnis dan melakukan penataan ulang jaringan distribusi,” demikian yang ditulis dalam POJK Nomor 12 Tahun 2021 tentang Bank Umum, seperti dikutip pada Selasa (2/11/2021).

  • Di samping itu, pergeseran dari konsep bank tradisional ke bank masa depan juga mendorong digitalisasi perbankan, yakni dengan membentuk bank digital melalui pendirian baru atau transformasi dari bank yang telah ada.
  • Termasuk mendorong digitalisasi aktivitas operasional dan layanan kepada nasabah dengan menyediakan transaksi perbankan melalui digital channel ( mobile dan internet) dan penggunaan perangkat perbankan elektronik terkini, dalam upaya peningkatan customer experience ( end-to-end digital solution ), dan layanan lain,” sambungnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan melalui regulasi ini, OJK memberikan kepastian hukum bagi investor dan para pelaku industri perbankan yang ingin menjalankan bisnis model bank digital. Untuk bank umum yang ditransformasi menjadi bank digital, pemilik bank harus memenuhi ketentuan permodalan yang berlaku.

Selain itu, bank yang ingin dikonversi menjadi bank digital harus memenuhi sejumlah syarat. Pertama, memiliki model bisnis dengan penggunaan teknologi yang inovatif dan aman dalam melayani kebutuhan nasabah. Kedua, memiliki kemampuan untuk mengelola model bisnis perbankan digital yang pruden dan berkesinambungan.

Ketiga, memiliki manajemen risiko secara memadai. Keempat, memenuhi aspek tata kelola termasuk pemenuhan direksi yang mempunyai kompetensi di bidang teknologi informasi dan kompetensi lain sebagaimana dimaksud dalam ketentuan OJK mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan.

Elima, menjalankan perlindungan terhadap keamanan data nasabah. Keenam, memberikan upaya yang kontributif terhadap perkembangan ekosistem keuangan digital dan/atau inklusi keuangan. Adapun bank-bank yang telah menyatakan diri sebagai bank digital, seperti Jenius dari Bank BTPN, Wokee dari Bank Bukopin, Digibank dari Bank DBS, TMRW dari Bank UOB, Jago dari Bank Jago, SeaBank dari Bank SeaBank Indonesia, neobank dari Bank Neo Commerce, Blu dari Bank BCA, dan MotionBanking dari MNC Bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Simak Video Pilihan di Bawah Ini : Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam