Uraikan Yang Dimaksud Dengan Akun Ekuitas Kewajiban Dan Modal?

Uraikan Yang Dimaksud Dengan Akun Ekuitas Kewajiban Dan Modal
Uraikan yang dimaksud dengan ekuitas, kewajiban, dan modal – Brainly.co.id Ekuitas atau yang lebih kita kenal sebagai modal merupakan hak pemilik perusahaan atas kekayaan (aset/harta) perusahaan tersebut.kewajiban adalah utang yang harus dibayar oleh perusahaan dalam bentuk uang atau jasa pada waktu tertentu di masa yang akan datang. moga berkahhh ^_^ : Uraikan yang dimaksud dengan ekuitas, kewajiban, dan modal – Brainly.co.id

Apakah yang dimaksud dengan kewajiban dan ekuitas?

KOMPAS.com – Dalam akuntansi, istilah aset, liabilitas dan ekuitas sudah tidak asing lagi. Ketiga hal ini memegang peranan pokok dalam tata kelola badan usaha. Tahukah kamu apa itu aset, liabilitas, dan ekuitas? Secara sederhana, aset adalah yang dimiliki. Liabilitas adalah tanggungan atau utang. Sedangkan ekuitas adalah yang didapatkan. Simak penjelasannya berikut ini!

Apa yang dimaksud dengan ekuitas atau modal?

Mengenal Ekuitas, Jenis, dan Contohnya Mengenal Ekuitas, Jenis, dan Contohnya Narasi Oleh: Ignacio Geordi Oswaldo detikFinance Ekuitas adalah komponen yang cukup penting dalam analisis keuangan. Lantas apa yang dimaksud dengan ekuitas? Melansir dari KamusKeuangan Tokopedia, ekuitas adalah hak atau kepentingan pemilik perusahaan pada harta perusahaan, mewakili jumlah uang yang akan dikembalikan kepada pemegang saham perusahaan jika semua aset dilikuidasi dan semua hutang perusahaan dilunasi.

  • Ekuitas adalah hak pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi liabilitas (kewajiban) dalam neraca.
  • Ekuitas juga diartikan sebagai modal atau kekayaan entitas bisnis, dihitung dengan jumlah aset dikurangi dengan liabilitas.
  • Ekuitas = Aset – Liabilitas Istilah ekuitas berasal dari kata equity atau equity of ownership yang memiliki arti sebagai kekayaan bersih perusahaan.

Menurut standar akuntansi keuangan (PSAK No.21), ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aset dan kewajiban yang ada, dan dengan demikian tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan tersebut. Pada dasarnya ekuitas berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan.

Apa yang dimaksud dengan ekuitas dan contohnya?

Ekuitas adalah Kekayaan Bersih Perusahaan – Jika merujuk pada pengertian lain, di mana ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Maka dalam hal ini, ekuitas merupakan kekayaan bersih dari perusahaan. Pada prinsipnya, ekuitas merupakan kekayaan bersih dari suatu perusahaan dari hasil pendanaan seorang pemilik perusahaan atau juga dari hasil kegiatan usaha yang ada.

Dengan demikian, nilai ini bisa ditulis dengan rumus seperti ini: Ekuitas = Aktiva (Harta) – Pasiva (Utang) Dari rumus tersebut bisa terlihat jika ekuitas merupakan nilai dari total aktiva setelah dikurangi pasiva. Selisih antara aktiva dan semua kewajiban perusahaan inilah yang akan menjadi bagian dari hak pemilik dalam perusahaan tersebut.

Namun, nilai kepemilikan ini bukanlah sesuatu yang bisa dijual atau menjadi ukuran nilai jual perusahaan. Ekuitas hanyalah nilai aset setelah dikurangi kewajiban, yang mana berasal dari pendanaan awal dan hasil usaha perusahaan tersebut.

Jelaskan apa maksud dari kewajiban?

Jika diartikan secara umum, kewajiban adalah sebuah tindakan yang harus dikerjakan oleh seseorang. Setiap tindakan yang dikerjakan tersebut merupakan bentuk dari penuh rasa tanggung jawab dari permasalahan yang sedang terjadi, baik itu secara hukum atau moral.

Apa yang dimaksud oleh kewajiban?

Pengertian Hak dan Kewajiban – Mengutip dari modul “PPKN Kelas XI” yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hak adalah segala sesuatu yang kita dapatkan setelah kita melaksanakan kewajiban. Sedangkan kewajiban adalah segala sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab.

ini ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Kita melaksanakan kewajiban maka kita akan mendapatkan hak kita, demikian pula sebaliknya kita menuntut hak kita setelah kita melaksanakan kewajiban. Masalah yang sering terjadi adalah hak dan kewajiban tidak seimbang. Setiap orang memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak.

Tetapi pada kenyataannya banyak orang yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya. Hal ini bisa disebut tidak ada keseimbangan antara hak dan kewajibannya. Jika keseimbangan itu tidak ada akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan.

Apakah ekuitas dan modal itu sama?

3. Penggunaan Lebih Luas – Istilah ekuitas dan modal sebenarnya dapat dilihat dari berbagai konteks dan digunakan secara lebih luas. Ekuitas lebih mengacu pada ekuitas pemegang saham. Sedangkan modal, dapat mewakili investasi awal oleh pemilik (pemegang saham) secara langsung ke dalam perusahaan.

  • Meskipun begitu, modal dapat juga digunakan untuk struktur keuangan perusahaan secara komprehensif, sehingga modal bisa menjadi istilah untuk menggambarkan ekuitas dan utang perusahaan.
  • Sebagai contoh, struktur modal ( capital structure ) di dalam manajemen keuangan akan menggambarkan struktur keuangan perusahaan secara menyeluruh dibandingkan menggambarkan investasi pemilik.

Selain itu, di dalam konsep capital budgeting, modal ( capital ) mengacu pada aset tetap yang digunakan sebagai produksi suatu bisnis, sedangkan budgeting adalah proses penganggaran, sehingga capital budgeting dapat diartikan sebagai rencana pengeluaran aset tetap.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan ekuitas brainly?

Apa pengertian ekuitas ? – Brainly.co.id Jawaban: selisih antara aktiva dari kewajiban yg ada Ekuitas/modal (equity) adalah hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (jumlah aktiva dikurangi kewajiban). Ekuitas terdiri dari setoran pemilik dan sisa laba yang ditahan (retained earning). : Apa pengertian ekuitas ? – Brainly.co.id

Apa perbedaan antara modal utang dan modal ekuitas?

Memahami Perbedaan Biaya Hutang dan Biaya Ekuitas Struktur modal, merupakan kombinasi khusus dari hutang dan ekuitas yang digunakan perusahaan untuk membiayai keseluruhan operasi dan pertumbuhan. Antara kedua sumber modal itu ada konsekuensi biaya yang harus di tanggung.

  1. Hutang bisa dari obligasi, pinjaman.
  2. Sedangkan ekuitas dari saham biasa, preferen, laba di tahan Wartapenilai.id— Setiap bisnis butuh modal untuk mendukung operasinya lebih sukses.
  3. Modal sangat dibutuhkan baik bisnis kecil atau korporasi besar, yang digunakan untuk menjalankan operasi sehari-harinya.
  4. Maanfaat selain untuk investasi, juga untuk membiayai pemasaran, penelitian, hingga melunasi hutang.

Sumber modal yang menjadi andalan perusahaan bisa dari utang dan ekuitas. Utang dan ekuitas menyediakan dana yang diperlukan untuk mempertahankan bisnis, namun ada perbedaan besar antara keduanya. Selain manfaat, juga ada konsekuensi biaya yang harus ditanggung.

  1. Perusahaan bisa mendapatkan pinjaman modal dari utang dalam bentuk pinjaman jangka pendek dan jangka panjang, dan membayarnya dengan bunga.
  2. Sedangkan modal ekuitas, yang tidak memerlukan pelunasan, dinaikkan dengan menerbitkan saham biasa dan preferen, dan melalui laba ditahan.
  3. Ebanyakan pemilik bisnis lebih menyukai modal hutang karena tidak mengurangi kepemilikan.
You might be interested:  Apa Yang Menyebabkan Pemerintah Hindia Belanda Mengalami Kesulitan Keuangan?

Modal hutang mengacu pada dana pinjaman yang harus dibayar kembali di kemudian hari. Ini adalah segala bentuk pertumbuhan modal yang diperoleh perusahaan dengan mengambil pinjaman. Pinjaman ini bisa bersifat jangka panjang atau jangka pendek. Modal hutang tidak mencairkan minat pemilik perusahaan di perusahaan.

  1. Tetapi mungkin merepotkan untuk membayar kembali bunga sampai pinjamannya dilunasi — terutama ketika suku bunga naik.
  2. Perusahaan secara hukum diharuskan membayar bunga atas modal utang secara penuh sebelum menerbitkan dividen kepada pemegang saham.
  3. Ini membuat modal utang lebih tinggi dalam daftar prioritas perusahaan dibandingkan pengembalian tahunan.

Sementara utang memungkinkan perusahaan memanfaatkan sejumlah kecil uang menjadi jumlah yang jauh lebih besar, pemberi pinjaman biasanya meminta pembayaran bunga sebagai imbalannya. Tingkat bunga ini adalah biaya modal hutang. Modal hutang juga bisa sulit diperoleh atau mungkin memerlukan jaminan, terutama untuk bisnis yang bermasalah.

Jika suatu perusahaan mengambil pinjaman Rp 1.4 miliar dengan tingkat bunga 7%, biaya Modal untuk pinjaman sebesar 7%. Karena pembayaran hutang sering dikurangkan dari pajak, bisnis memperhitungkan tarif pajak perusahaan ketika menghitung biaya riil modal utang dengan mengalikan tingkat bunga dengan kebalikan dari tarif pajak perusahaan.

Dengan asumsi tarif pajak perusahaan adalah 30%. Pinjaman ini memiliki struktur biaya modal 0,07 X (1 – 0,3) atau 4,9%. Karena modal ekuitas biasanya berasal dari dana yang diinvestasikan pemegang saham, biaya modal ekuitas sedikit lebih kompleks. Dana ekuitas tidak memerlukan bisnis untuk mengambil utang yang berarti tidak perlu dilunasi.

  1. Tetapi ada beberapa tingkat pengembalian investasi yang bisa diharapkan pemegang saham secara wajar berdasarkan kinerja pasar secara umum dan volatilitas saham yang dipermasalahkan.
  2. Perusahaan harus dapat menghasilkan pengembalian, penilaian saham yang sehat dan dividen, yang memenuhi atau melampaui level ini untuk mempertahankan investasi pemegang saham.

The capital asset princing model (CAPM) memanfaatkan tingkat bebas risiko, premi risiko pasar yang lebih luas, dan nilai beta saham perusahaan untuk menentukan tingkat pengembalian yang diharapkan atau biaya ekuitas. Modal ekuitas mencerminkan kepemilikan sedangkan modal utang mencerminkan kewajiban.

  • Biasanya, biaya ekuitas melebihi biaya hutang.
  • Risiko untuk pemegang saham lebih besar daripada pemberi pinjaman karena pembayaran utang diwajibkan oleh hukum terlepas dari margin laba perusahaan.
  • Modal ekuitas dapat datang dalam bentuk Saham Biasa: Perusahaan menjual saham biasa kepada pemegang saham untuk mendapatkan uang tunai.

Pemegang saham biasa dapat memberikan suara pada masalah-masalah perusahaan tertentu. Saham pilihan, saham jenis ini tidak memberikan hak suara kepada pemegang saham, tetapi memberikan kepemilikan pada perusahaan. Pemegang saham ini dibayar sebelum pemegang saham biasa jika bisnis dilikuidasi.

  1. Saldo laba, ini adalah laba yang ditahan perusahaan selama sejarah bisnis yang belum dibayarkan kembali kepada pemegang saham sebagai dividen.
  2. Modal ekuitas dilaporkan pada bagian ekuitas pemegang saham dari neraca perusahaan.
  3. Dalam kasus kepemilikan perseorangan, itu muncul di bagian ekuitas pemilik.

(***/Toto) : Memahami Perbedaan Biaya Hutang dan Biaya Ekuitas

Jelaskan pengertian ekuitas secara konseptual Apakah perbedaan antara ekuitas dan kewajiban?

1. Jelaskan pengertian atau definisi ekuitas. Mengapa ekuitas didefinisi seperti itu ? Ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban dalam neraca, dengan demikian jumlah (besarnya) ekuitas sama dengan selisih antara aktiva dan kewajiban perusahaan.2.

Secara konseptual, apakah perbedaan antara kewajiban dan ekuitas ? Kewajiban adalah pengorbanan sumber ekonomi masa datang sedangkan ekuitas adalah hakresidual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.3. Sebutkan komponen-komponen ekuitas pemegang saham dan tunjukan hubungan antara komponen-komponen tersebut.

Komponen-komponen ekuitas pemegang saham adalah dari segi riwayat terjadinya dan sumbernya, ekuitas pemegang saham diklasifikasikan atas dasar dua komponen penting yaitu modal setoran dan laba ditahan. Modal setoran dipecah menjadi modal saham (capital stock) sebagai modal yuridis (legal capital) dan modal setoran tambahan (additional paid-in capital), dan komponen lain yang merefleksi transaksi pemilik (misalnya saham treasuri atau modal sumbangan) 4.

  1. Apa tujuan penyajian ekuitas dalam pelaporan keuangan ? Pengungkapan informasi ekuitas pemegang saham akan sangat dipengaruhi oleh tujuan penyajian informasi tersebut kepada pemakai statement keuangan.
  2. Pada umumnya, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah menyediakan informasi kepada yang berkepentingan tentang efesiensi dan kepengurusan manajemen.5.

Mengapa modal setoran harus dibedakan dengan laba ditahan ?

Jelaskan apa yang dimaksud dengan laporan perubahan modal?

Pengertian Laporan Perubahan Modal atau Ekuitas – Arti dari laporan perubahan modal ( statements of changes in capital ) adalah jenis laporan keuangan yang berisi informasi mengenai ekuitas yang dimiliki oleh suatu perusahaan serta berisi pula informasi atau hal-hal apa saja yang menyebabkannya berubah, baik bertambah maupun berkurang sampai pada akhir periode akuntansi,

  1. Laporan ini disusun setelah neraca lajur dan laporan laba rugi telah tersedia, karena sumber data laporan ini terkait dengan laba bersih atau rugi bersih yang berasal dari laporan laba rugi perusahaan dagang,
  2. Alasan utama dari pembuatan laporan perubahan modal adalah pencatatan perubahan keuangan yang terjadi di perusahaan dalam satu periode akutansi tertentu sehingga memudahkan kinerja perusahaan.

Dengan begitu, perusahaan mampu memantau modal yang masuk dari beberapa jenis pinjaman yang baru dibuat, atau peminjaman aset yang dilakukan. Selain itu, laporan perubahan modal juga memiliki beberapa fungsi serta manfaat bagi perusahaan, yaitu:

Sebagai sumber data keuangan yang dimiliki oleh perusahaan agar kinerja dapat berjalan secara efektif dan efisien Mengikhtisarkan aktiva pembayaran dan investasi Merekam dana yang diperoleh dalam satu periode akutansi Menyajikan data perubahan modal kerja.

Jelaskan apa saja tujuan penyajian ekuitas dalam laporan keuangan?

Tujuan Penyajian Ekuitas Pada umumnya, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah menyelidiki akan informasi kepada yang berkepentingan tentang efisiensi dan kepengurusan (stewardship) manajemen serta menyediakan informasi tentang riwayat serta prospek investasi pemilik dan pemegang ekuitas lainnya.

Apa nama lain dari ekuitas?

Apa itu Pengertian, Jenis, Unsur, Juga Arti Ekuitas? – Sebagai istilah akuntansi, ekuitas memiliki pengertian sebagai selisih nilai antara nilai aset dengan liabilitas atau kewajiban. Artinya secara umum, ekuitas dapat diartikan sebagai besaran hak yang harus dikeluarkan oleh pemilik usaha terhadap harta yang dimiliki perusahaan.

  1. Ekuitas sendiri sering disebut modal karena merupakan harta yang dikeluarkan perusahaan untuk memenuhi operasional perusahaan yang nantinya harta tersebut mengalami residu atau pengurangan karena kewajiban yang harus dibayarkan seperti hutang dan beban.
  2. Seperti yang disebutkan sebelumnya, modal selalu berhubungan dengan aset dan kewajiban.
You might be interested:  Apa Itu Catatan Atas Laporan Keuangan?

Aset sendiri adalah merupakan suatu yang dimiliki oleh perusahaan misalnya saja bisa berupa fresh money, peralatan operasional perusahaan seperti komputer, atau peralatan pendukung seperti kursi. Sedangkan kewajiban sendiri merupakan beban yang harus dibayarkan oleh perusahaan di masa depan atau layanan yang sedang dan harus dilakukan kepada pihak lainnya.

  1. Ewajiban sendiri bisa terdiri dari beban hutang, beban gaji karyawan, dan juga beban perawatan karena depresiasi.
  2. Nilai ekuitas tidak selalu positif, dan bisa saja negatif apabila nilai beban lebih besar dibanding nilai asetnya.
  3. Nilai negatif biasa disebut dengan defisit.
  4. Jumlah modal juga bisa berkurang jika terjadi penarikan kembali penyertaan oleh pemilik perusahaan, pembagian jatah keuntungan, atau yang terburuk jika terjadi nilai negatif akibat defisit dan bisa saja perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan.

Baca juga: Contoh Laporan Perubahan Modal pada Perusahaan Dagang

Mengapa harus ada ekuitas?

Pentingnya Ekuitas Bagi Perusahaan – Apa itu ekuitas penting bagi perusahaan ? Berikut akan di bahas apa saja pentingnya ekuitas bagi sebuah perusahaan perusahaan, perhatikan penjelasanya dibawah ini : Sebuah nilai ekuitas dalam perusahaan mencerminkan nilai buku perusahaan tersebut.

Sebab jumlah nilai ini merupakan salah satu faktor yang menentukan harga pokok saham perusahaan tersebut. Namun demikian, tidak jarang kita menemukan harga saham yang lebih tinggi dari nilai ekuitas per saham suatu perusahaan. Harga saham yang lebih tinggi ini mengindikasikan bahwa para investor meyakini bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek baik di masa yang akan datang.

Misalnya, contoh ekuitas dalam sebuah PT. Cahaya memiliki satu juta saham dengan nilai ekuitas Rp8.000.000.000,- sebagaimana tertera pada neraca keuangan perusahaan tersebut. Anda akan mengira bahwa harga saham perusahaan tersebut adalah Rp8.000,-. Ternyata tidak, di bursa saham, saham PT.

Cahaya diperdagangkan pada angka Rp.14.500,- per saham. Artinya, nilai pasar PT. Cahaya, yaitu Rp14.500.000,-, jauh lebih tinggi dari ekuitas perusahaan tersebut. Hal ini merupakan implikasi dari penilaian positif para investor atas performa perusahaan tersebut di masa yang akan datang. Tak jarang, harga saham bisa saja menjadi lebih tinggi dari nilai ekuitas per saham karena adanya investor yang meyakini sebuah perusahaan memiliki prospek baik.

Dapat disimpulkan, batas bawah perusahaan memiliki kepercayaan di mata investor dapat dilihat dari nilai ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri. Saat menjalankan bisnis, seorang pengusaha wajib memahami apa itu ekuitas terhadap dasar-dasar perusahaan.

Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apa itu ekuitas miliki, dari seberapa besar nilai saham dan aset tanpa hutang dan kewajiban yang menunjukkan sehat tidaknya sebuah perusahaan. Setelah Anda mengenal pengertian apa itu ekuitas secara mendalam, langkah selanjutnya bagi Anda pemilik bisnis adalah untuk membuat nilai ekuitas Anda lebih besar sehingga membuat entitas bisnis juga menjadi lebih berkembang.

Dan jangan lupakan catat seluruh kegiatan keuangan pada bisnis untuk meminimalisir kesalahan pada saat Anda mengambil keputusan yang berhubungan dengan pengembangan bisnis. Untuk memudahkan Anda dalam mencatat setiap seluruh kegiatan keuangan pada perusahaan Anda, Anda dapat memulai nya dengan menggunakan sebuah aplikasi software akuntansi Harmony, dengan Anda menggunakan sebuah aplikasi software akuntansi Harmony, Anda dapat dengan mudah menyelesaikan segala laporan keuangan secara cepat dan tepat.

Apa nama lain dari ekuitas?

Apa itu Ekuitas? – Ekuitas atau equity adalah hak atau kepentingan pemilik perusahaan pada harta perusahaan, mewakili jumlah uang yang akan dikembalikan kepada pemegang saham perusahaan jika semua aset dilikuidasi dan semua hutang perusahaan dilunasi.

  • Selain itu, ekuitas pemegang saham dapat mewakili nilai buku suatu perusahaan.
  • Ekuitas adalah hak pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi liabilitas (kewajiban) dalam neraca.
  • Ekuitas juga diartikan sebagai modal atau kekayaan entitas bisnis, dihitung dengan jumlah aset dikurangi dengan liabilitas.

Ekuitas = Aset – Liabilitas Istilah ekuitas berasal dari kata equity atau equity of ownership yang memiliki arti sebagai kekayaan bersih perusahaan. Menurut standar akuntansi keuangan (PSAK No.21), ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aset dan kewajiban yang ada, dan dengan demikian tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan tersebut.

Pada dasarnya ekuitas berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan. Ekuitas akan mengalami pengurangan terutama dengan adanya penarikan kembali penyertaan oleh pemilik, pembagian keuntungan atau karena kerugian. Ekuitas terdiri atas setoran pemilik yang sering kali disebut modal atau simpanan pokok anggota untuk badan hukum koperasi, saldo laba, dan unsur lain.

Pengertian ekuitas, ekuitas merek, ekuitas pemegang saham, laporan perubahan ekuitas, akun-akun yang saldonya akan terlihat dalam neraca seperti aset kewajiban dan ekuitas disebut

Apakah ekuitas termasuk hutang?

Setelah hutang dibayarkan, nilai aset yang tersisa inilah yang disebut dengan ekuitas.

Apa itu modal lain lain?

5. Modal Lain-lain – Jenis elemen modal yang terakhir adalah modal lain-lain. Dengan kata lain, ini adalah modal yang didapatkan berdasarkan cadangan, seperti penurunan harga persediaan, cadangan pelunasan obligasi dll.

Bagaimana cara menghitung ekuitas?

Cara Menghitung Ekuitas Pemegang Saham: 9 Langkah (dengan Gambar) Ekuitas pemegang saham ( shareholders’ equity ) pada intinya mencerminkan jumlah aset perusahaan yang tidak didanai oleh utang atau pinjaman. Jika Anda adalah akuntan pemula, untuk berinvestasi maupun membeli saham perusahaan, Anda perlu mengetahui cara menghitung ekuitas pemegang saham.

Dalam akuntansi, ekuitas pemegang saham membentuk satu dari tiga persamaan dasar untuk metode pembukuan double-entry : aset = liabilitas + ekuitas pemegang saham, Bagi investor, cara ini dapat digunakan untuk menghitung nilai bersih suatu perusahaan dengan cepat sehingga keputusan investasi yang kritis dapat dibuat.

Bacalah langkah-langkah berikut untuk mempelajari metode termudah dan terefisien dalam menghitung ekuitas pemegang saham.

  1. 1 Tentukan apakah metode ini dapat digunakan. Untuk dapat menggunakan metode ini, Anda membutuhkan angka aset total ( total asset ) dan liabilitas total ( total liabilities ) suatu perusahaan. Jika perusahaan target adalah perusahaan tertutup, data ini cukup sulit didapatkan tanpa keterlibatan langsung pihak manajemen. Namun, jika perusahaan yang diteliti adalah perusahaan terbuka, data ini akan terlihat di bagian neraca ( balance sheet ) pada laporan keuangan perusahaan.
    • Jika Anda mencari informasi ini pada perusahaan terbuka, cobalah cari di laporan keuangan terbaru perusahaan yang tersedia di situs internet perusahaan atau situs Bursa Efek Indonesia.
  2. 2 Dapatkan nilai aset total perusahaan. Rumus untuk menghitung aset total adalah aset jangka panjang ( long term asset ) ditambah aset lancar ( current asset ). Perhitungan ini menyertakan semua kepemilikan perusahaan, mulai dari kas, setara kas, tanah sampai peralatan produksi.
    • Aset jangka panjang merupakan nilai peralatan, properti, dan aset modal yang digunakan selama lebih dari satu tahun, dikurangi penyusutan.
    • Aset lancar adalah semua piutang, persediaan dalam proses, persediaan, atau kas. Dalam terminologi akuntansi, semua aset perusahaan yang dimiliki kurang dari 12 bulan dianggap sebagai aset lancar.
    • Jumlahkan tiap kategori (aset jangka panjang dan aset lancar) terlebih dahulu untuk menemukan nilai masing-masing kemudian jumlahkan keduanya untuk memperoleh nilai aset total perusahaan.
    • Sebagai contoh, sebuah perusahaan dengan total aset lancarnya Rp535.000.000 (kas Rp135.000.000 + investasi jangka pendek Rp60.000.000 + piutang Rp85.000.000 + persediaan Rp225.000.000 + Asuransi dibayar di muka Rp30.000.000) dan aset jangka panjang Rp75.000.000 (investasi saham Rp60.000.000 + asuransi Rp15.000.000). Tambahkan keduanya untuk memperoleh nilai Rp535.000.000 + Rp75.000.000, yaitu nilai aset total Rp610.000.000.
  3. 3 Hitunglah nilai liabilitas total perusahaan. Layaknya aset total perusahaan, rumus liabilitas total adalah liabilitas jangka panjang ( long term liabilities ) ditambah liabilitas lancar ( current liabilities ). Liabilitas adalah semua uang yang harus dibayarkan kepada kreditor, misalnya pinjaman bank, utang dividen, dan utang usaha.
    • Liabilitas jangka panjang adalah semua utang pada neraca yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.
    • Liabilitas lancar adalah kumulatif total dari utang usaha, utang gaji, dan semua utang yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun.
    • Jumlahkan tiap kategori (liabilitas jangka panjang dan lancar) terlebih dahulu untuk memperoleh nilai masing-masing kemudian tambahkan keduanya untuk mendapatkan nilai liabilitas total.
    • Sebagai contoh, perusahaan memiliki total liabilitas lancar Rp165.000.000 (utang usaha Rp90.000.000 + utang gaji Rp10.000.000 + utang bunga Rp15.000.000 + utang pajak Rp5.000.000 + bagian lancar dari utang wesel Rp45.000.000) dan utang jangka panjang sebanyak Rp305.000.000 (utang wesel Rp100.000.000 + pinjaman bank Rp40.000.000 + hipotek Rp80.000.000 + utang pajak ditangguhkan Rp85.000.000). Tambahkan kedua nilai tersebut untuk mendapatkan nilai Rp165.000.000 + Rp305.000.000, yaitu nilai liabilitas total Rp470.000.000.
  4. 4 Hitunglah ekuitas pemegang saham. Kurangkan nilai total aset dengan nilai total liabilitas untuk mendapatkan nilai ekuitas pemegang saham. Pada dasarnya, perhitungan ini hanya penyusunan ulang dari rumus akuntansi dasar: aset = liabilitas + ekuitas pemegang saham’ menjadi ekuitas pemegang saham = aset – liabilitas,
    • Melanjutkan contoh di atas, kurangkan saja nilai aset total (Rp610.000.000) dengan nilai liabilitas total (Rp470.000.000) untuk memperoleh Ekuitas pemegang saham Rp140.000.000.

    Iklan

  1. 1 Tentukan apakah metode ini bisa digunakan. Informasi yang dibutuhkan adalah bagian ekuitas pemegang saham perusahaan pada neraca atau jurnal setara di buku besar. Jika perusahaan target adalah perusahaan terbuka, laporan keuangan perusahaan dapat diperoleh di internet. Namun, jika perusahaan target adalah perusahaan tertutup, informasi ini sulit diperoleh tanpa bantuan langsung dari manajemen perusahaan.
    • Jika Anda mencari informasi ini pada perusahaan terbuka, cobalah cari di laporan keuangan terbaru perusahaan yang tersedia di situs internet perusahaan atau situs Bursa Efek Indonesia.
  2. 2 Hitung modal saham ( share capital ) perusahaan. Modal saham terkadang disebut dengan pendanaan ekuitas ( equity financing ), modal saham adalah modal yang diterima perusahaan dari penjualan saham. Pendapatan dari penjualan saham preferen ( preferrend stock ) dan saham biasa ( common stock ) dianggap sebagai modal saham.
    • Angka yang digunakan untuk menghitung modal saham adalah harga jual saham, bukan nilai pasarnya saat ini. Hal ini dikarenakan modal saham mencerminkan uang yang secara nyata diterima perusahaan dari penjualan saham.
    • Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki modal saham sebesar Rp200.000.000 yang berasal dari saham biasa dan Rp100.000.000 yang berasal dari saham preferen. Modal saham secara keseluruhan adalah Rp300.000.000.
    • Pada beberapa kasus, informasi ini dapat dilaporkan secara terpisah sebagai saham biasa, saham preferen, modal disetorkan melebihi nilai par ( paid-in capital in excess of par atau tambahan setoran modal). Tambahkan saja semua komponen ini untuk memperoleh nilai modal saham.
  3. 3 Verifikasi laba ditahan ( retained earnings ) bisnis. Laba ditahan adalah laba total perusahaan yang tersedia setelah membayar semua kewajibannya. Laba ditahan kemudian diinvestasikan kembali di dalam perusahaan. Pada sebagian besar kasus, laba ditahan memiliki porsi pada ekuitas pemegang saham yang lebih besar dibandingkan komponen lain.
    • Laba ditahan pada umumnya dinyatakan perusahaan dalam satu nilai. Pada contoh ini, nilainya adalah Rp50.000.000.
  4. 4 Konfirmasikan konfirmasikan nilai saham treasury di neraca perusahaan. Saham treasury adalah semua saham yang diterbitkan perusahaan dan kemudian dibeli kembali dalam buyback saham. Selain itu, saham treasury juga termasuk saham yang tidak pernah dijual ke publik.
    • Layaknya laba ditahan, nilai saham treasury umumnya tidak perlu dihitung. Pada contoh ini, nilainya cukup Rp15.000.000.
  5. 5 Hitunglah ekuitas pemegang saham. Tambahkan modal saham ke laba ditahan dan kemudian kurangkan dengan saham treasury untuk menghitung ekuitas pemegang saham.
    • Melanjutkan contoh sebelumnya, kita menambahkan modal saham (Rp300.000.000) ke laba ditahan (Rp50.000.000) dan kurangi dengan saham treasury Rp15.000.000 untuk memperoleh nilai ekuitas pemegang saham Rp335.000.000.

    Iklan

  • Sering kali ekuitas pemegang saham disebut juga sebagai ekuitas pemilik ( owner’s equity ), ekuitas pemilik saham ( stockholders’ equity ), atau nilai bersih perusahaan ( net worth ). Semua nama ini dapat dipergantikan.
  • Istilah modal saham ( share capital ) dapat pula digunakan untuk merujuk kepada ekuitas pemegang saham sehingga mudah tertukar dengan fungsinya yang lain (merujuk kepada nilai dibayarkan melalui penjualan saham biasa dan preferen). Periksa sumber Anda untuk memastikan nilai apa yang dirujuk.
  • Selalu perhatikan perubahan aturan akuntansi. Perubahan dalam klasifikasi aset dan liabilitas akan menyebabkan revisi perhitungan ekuitas pemegang saham perusahaan. Sebagai contoh, pada tahun 2006 aturan memberlakukan penyertaan tunjangan pensiun ke dalam neraca sehingga meningkatkan nilai liabilitas pada hampir semua perusahaan.

Iklan Artikel ini disusun bersama, Jonathan DeYoe adalah Penasihat Keuangan dan CEO Mindful Money, layanan perencanaan keuangan dan pendapatan pensiun komprehensif yang berbasis di Berkeley, California. Dengan lebih dari 25 tahun pengalaman sebagai penasihat keuangan, Jonathan adalah pembicara dan penulis buku terlaris “Mindful Money: Simple Practices for Reaching Your Financial Goals and Increasing Your Happiness Dividend”.

Jonathan memiliki gelar BA dalam Filsafat dan Studi Keagamaan dari Montana State University-Bozeman. Dia belajar Analisis Keuangan di CFA Institute dan mendapatkan gelar Certified Private Wealth Advisor (CPWA®) dari The Investments & Wealth Institute. Dia juga mendapatkan kredensial Investasi Terakreditasi Fidusia (AIF®) dari Fi360.

Jonathan pernah ditampilkan di New York Times, Wall Street Journal, Money Tips, Mindful Magazine, dan Business Insider. Artikel ini telah dilihat 73.305 kali. Daftar kategori: Halaman ini telah diakses sebanyak 73.305 kali. : Cara Menghitung Ekuitas Pemegang Saham: 9 Langkah (dengan Gambar)