Naufal Suka sharing, fotografi, dan bertualang :)

Cara Membuat Resume Jurnal

5 min read

cara-membuat-resume-jurnal-terbaik-lengkap

Cara membuat resume jurnal – pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai cara membuat resume jurnal. Namun sebelum melakukan pembahasan tersebut, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa sih sebenarnya resume itu? Apa sih sebenarnya perbedaan antara resume dengan ikhtisar?

Karenanya buat kalian yang sedang mendapatkan tugas dari sekolah maupun kampus untuk membuat resume, kalian sudah berada pada pembahasan yang tepat.

Di bawah ini sudah saya paparkan berbagai macam penjelasan mengenai cara membuat resume jurnal beserta contoh-contohnya. Sehingga kalian bisa dengan mudah menjadikannya sebagai acuan maupun refrensi dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut.

Pengertian Resume Secara Umum

cara-membuat-resume-jurnal-terbaik
pixabay

Sebelum kita membahasa cara membuat resume jurnal, sebenarnya apa sih resume itu?

Nah, jika kalian belum mengetahui pengertian apa itu resume sebenarnya, yuk terlebih dahulu kita simak bersama pengertian resume berikut ini.

Pengertian Resume: resume merupakan rangkuman atau ringkasan dari sebuah tulisan/karangan panjang yang dipangkas dengan mengambil bagian pokok serta menyisihkan rincian dan ilustrasinya.

Selain itu, resume juga merupakan cara yang efektif untuk menjelaskan atau menyampaikan sebuah pokok atau inti dari suatu informasi. Terutama yang akan disampaikan kepada orang lain, misalnya resume sebuah jurnal. Dengan resume, kita dapat menjelaskan isi pikiran seorang penulis jurnal menjadi lebih ringkas.

Perbedaan Resume dengan Ikhtisar

perbedaan-resume-dan-ikhtisar-ringkasan-rangkuman
pixabay

Masih banyak diantara kita yang belum mengetahui perbedaan antara resume dengan ikhtisar. Padahal kedua istilah ini memiliki makna yang sudah jelas berbeda antara satu sama lain.

Berikut ini adalah perbedaan antara resume dengan ikhtisar yang perlu kalian ketahui:

a. Resume

Kegiatan menyusun gagasan atau ide pokok (intisari) dari sebuah karangan/buku menjadi bentuk yang lebih pendek.

Sebuah resume/rangkuman/ringkasan tidak boleh berbeda dengan ide gagasan pokok yang berada pada teks aslinya.

b. Ikhtisar

Dilihat dari tujuannya ikhtisar sama dengan ringkasan, keduanya mengambil bentuk kecil dari karangan yang panjang. Hanya saja pada ikhtisar tidak mempertahankan urutan dari gagasan yang membangun karangan tersebut.

Sehingga, ikhtisar dapat dibuat oleh seseorang sebagaimana pemahamannya terhadap karangan tersebut. Dengan kata lain, si pembuat ikhtisar bebas dalam menggunakan kata-kata sesuai pilihannya dalam menjelaskan inti atau pokok dari karangan yang dibacanya.

Cara Membuat Resume Jurnal

cara-membuat-resume-jurnal-makalah-tugas-kuliah
pixabay

Meskipun pembuatan resume tidak begitu sulit, namun tetap ada langkah-langkah yang harus diperhatikan agar kita dapat menghasilkan resume yang baik dan benar.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam membuat resume yang baik dan benar:

1. Membaca Naskah Asli

Hal pertama yang harus diperhatikan agar dapat memahami isi dari sebuah karangan, tentunya adalah dengan membaca naskah aslinya hingga selesai. Sehingga dengan membaca teks atau naskah aslinya secara berulang-ulang, akan memudahkan kita dalam memahami maksud yang disampaikan oleh penulisnya.

Selain itu, kita juga perlu menggunakan sumber daya lain untuk membantu memahami suatu kata yang belum dipahami. Karenanya, alat bantu tersebut sangat berguna untuk membantu memahami sebuah kalimat dalam naskah atau karangan.

2. Menemukan Gagasan Utama atau Ide Pokok

Ketika kita sudah membaca naskah atau karangan secara berulang-ulang, maka hal yang harus kita perhatikan selanjutnya adalah menemukan gagasan utamanya. Caranya kita dapat menemukan gagasan utama, yaitu dengan mencari kalimat penting dalam naskah tersebut.

Karena kalimat penting biasanya sudah merangkum gagasan utama. Jangan lupa juga untuk mencatat atau menggaris bawahi gagasan utama, agar mempermudah kita dalam merangkum secara tersesuai.

3. Menulis Resume

Setelah menemukan gagasan utama atau ide pokok dari naskah atau karangan yang sudah kita baca, selanjutnya adalah menulis resume. Tentunya kita sudah memiliki gambaran umum, mengenai resume yang akan kita tulis melalui gagasan utama tersebut.

Namun yang harus diperhatikan adalah, bahwa untuk membuat resume kita harus menyesuaikannya dengan naskah atau karangan aslinya. Begitupula dengan penggunaan kata dan kalimat dalam resume yang kita tulis, sebaiknya menggunakan isi dari naskah aslinya.

Selain itu kita juga tidak boleh menambahkan pendapat pribadi ke dalam resume tersebut, apalagi jika pendapat kita sampai bertentangan dengan naskah aslinya.

Dalam menulis resume, gunakan juga bahasa Indonesia yang mudah dicerna  oleh setiap orang. Meskipun di dalam naskah aslinya terdapat kata atau istilah yang sulit dimengerti atau dipahami, kita dapat menuliskannya dalam bahasa yang lebih mudah dipahami di dalam resume kita.

Sebagimana pengertian dari resume itu sendiri, kita tidak perlu menggunakan kalimat atau kata yang bertele-tele di dalamnya. Karenanya, resume harus dibuat dalam bentuk rangkuman yang padat namun tetap mewakili isi dari naskah atau karangan aslinya.

4. Membaca Ulang Resume yang Sudah Dibuat

Terakhir setelah menulis resume, kita perlu memeriksa dan membacanya kembali. Agar kita dapat memperbaiki apabila menemukan kesalahan dalam resume yang sudah kita buat tersebut.

Diantaranya hal-hal yang perlu diperiksa adalah seperti ejaan kata yang benar, tanda baca, penggunaan bahasa yang baik dan benar, dan juga periksa kesesuaian isi resume dengan isi naskah atau karangan asli.

Contoh-contoh Resume/Cara Membuat Resume Jurnal

contoh-resume-jurnal-makalah-artikel-lengkap
pixabay

Jika tadi kita sudah membahas pengertian resume, perbedaan resume dengan ikhtisar, dan juga cara membuat resume. Maka berikut ini adalah contoh-contoh resume yang dapat kalian jadikan sebagai acuan atau refrensi dalam mengerjakan tugas resume dari guru maupun dosen.

1. Contoh Resume Jurnal

Judul Jurnal: Pengendalian dan Pengelolaan Arsip Kantor Kecamatan

Judul: Pengendalian dan Pengelolaan Arsip

Volume: Vol. 4 No. 6 2019

Tahun: 2019

Penulis: Bambang, Sutedy

Latar Belakang

Latar belakang jurnal berikut ini adalah berdasarkan dari pengendalian dan pengelolaan arsip di Kecamatan. Karena hal ini terkait dengan beberapa peraturan yang dihadirkan secara teknis ataupun secara umum. Di dalam pengelolaannya yang bersifat teknis, didasarkan pada perubahan gubernur Jawa Timur No. 453 tahun 2005.

Pembahasan dari penelitian ini mengenai penataan kearsipan di Jawa Timur. Sedangkan untuk pengelolaan arsip yang bersifat umum sudah tertera di dalam UU No. 43 th. 2009. Undang-undang tersebut membahas mengenai pedoman dalam pengelolaan arsip.

Namun meski sudah ada pedoman yang mengatur, pada prakteknya tidak begitu mudah untuk diwujudkan. Hal ini disebabkan karena kurang adanya pemahaman terhadap prosedur kepengurusan dalam bidang arsip.

Sedangkan hal tersebut terjadi pada kebanyakan instansi di setiap daerah di Indonesia, khususnya kejadian ini hampir terjadi disetiap kecamatan.  Karenanya, penelitian berikut ini dilakukan untuk melihat seperti apa pengendalian dan pengelolaan arsip di kantor kecamatan pada tahun 2019.

Tujuan Penulisan Jurnal

Adapun tujuan dibuatnya jurnal berikut ini, diantaranya adalah:

  1. Jurnal berikut ini ditujukan untuk mengetahui seperti apa proses pengendalian dan pengelolaan arsip yang berada di kantor kecamatan di Jawa Timur
  2. Tujuan berikutnya adalah, untuk mengetahui pengendalian dan kepengurusan di kantor kecamatan di Jawa Timur.

Metode

Sedangkan metode yang digunakan oleh penulis untuk menganalisis kejadian berikut ini, yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pendekatan kualitatif, merupakan metode yang menggunakan data berupa angka-angka, kata-kata, dan juga gambar.

Namun meski akan menggunakan data yang berupa angka, pada pendekatan berikut ini akan tetap dijelaskan dengan menggunakan kata-kata penulis.

Hasil Penelitian

Benang merah yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah, bahwa pengendalian dan pengelolaan arsip di Jawa Timur khususnya kantor kecamatan belum sepenuhnya dapat direalisasikan dengan baik. Karena ada banyak kendala yang mengakibatkan proses ini tidak berjalan dengan baik.

Berbagai kendala tersebut,  ditemukan pada beberapa pengendalian surat yang di dalamnya tidak menggunakan pengantar. Selain itu, hal ini juga berkaitan dengan pengelolaan dari pegawai yang biasa dalam mengerjakan tugas ganda.

Karena para pegawai tersebut hanya berfokus pada honor yang didapat, bukan pada hasil tugas yang meraka kerjakan.

Penulis juga melakukan kegiatan obeservasi pada penataan arsip, disini penulis menemukan banyak kekurangan yang terjadi di beberapa kantor kecamatan dalam proses penataan arsip. Diantaranya banyak arsip yang tidak teratur dalam hal peletakannya, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencarinya.

Kesimpulan

Kesimpulan yang  didapat oleh penulis adalah, bahwa pada pengendalian dan pengelolaan arsip terjadi beberapa kekurangan seperti: di dalam diri pegawai sudah terjadi ketidak konsistenan dalam mengerjakan tugas, sarana dan prasarana di kantor kecamatan yang kurang, serta pengelolaan yang tidak sesuai dengan pedoman yang sudah ada.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari penelitian yang sudah dilakukan ini adalah, pada proses pendetailan data dan penggunaan teori yang lebih memadai. Sedangkan kekurangannya adalah, beberapa analisis yang sudah penulis lakukan dan semangat untuk segera menuntaskan proses penelitian.

2. Contoh Resume Makalah

Berikut ini adalah contoh resume makalah yang dapat kalian jadikan sebagai acuan atau refrensi dalam mengerjakan tugas.

Judul: Melatih Keterampilan dalam Membaca

Pendahuluan

Perlu diketahui bersama bahwa membaca bukan hanya sekedar membaca, namun membaca juga membutuhkan yang namanya keterampilan. Sedangkan cara untuk melatih kerampilan membaca adalah sebagai berikut: membaca dengan konsentrasi tinggi dan penghayatan, menggunakan intonasi dan lafal yang tepat saat membaca, membaca dengan tidak tergesa-gesa, terakhir membaca dianjurkan dengan penuh ekspresif.

Pembahasan

Bahwasannya membaca dapat dilakukan dengan beberapa teknik dasar, diantaranya seperti: membaca dalam hati (membaca ekstensif dan membaca intensif), membaca dengan bersuara (bertujuan untuk menikmati bacaan dengan cara menangkap informasi).

Membaca dalam hati adalah, membaca yang secara umum disamakan dengan kegiatan membaca yang lebih bisa untuk memahami dan mengerti sebuah bacaan. Sedangkan membaca bersuara, biasanya dilakukan dengan cara membaca yang dimana bacaannya dikeraskan.

Namun yang terpenting dalam membaca adalah, proses memahami bacaan itu sendiri. Seperti di dalam membaca sebuah buku, majalah, Koran, jurnal, portal, sosial media, dan lain sebagainya perlu pemahaman karena pembaca sedang menangkap pesan yang disampaikan oleh penulis.

Maka secara umum, membaca memang dimaknai sebagai kegiatan menganalisis, meresapi, bahkan menginterprestasi pesan yang disampaikan oleh penulis. Karenanya, membaca memang membutuhkan konsentrasi penuh agar dapat memahami isi bacaan.

Kesimpulan

Secara kesimpulan, membaca yang efektif memang tidak mudah untuk dilakukan. Dikarenakan membaca bukan hanya  sekedar membaca, namun juga memerlukan pemahaman.

Diperlukannya pemahaman dalam membaca adalah, agar dapat menangkap maksud penulis. Karena bila membaca tidak diiringi dengan pemahaman yang mendalam, biasanya akan terjadi kesalahan dalam menangkap isi bacaan dari penulis.

Dua cara untuk membaca yang lebih efektif yaitu, dengan cara membaca bersuara. Cara ini biasanya digunakan agar lebih dapat menangkap informasi, karena dilakukan dengan cara menikmati bacaan itu sendiri.

Sedangkan cara untuk  membaca efektif berikutnya adalah, dengan cara membaca di dalam hati. Biasanya cara membaca di dalam hati ini dilakukan dengan cara membaca ekstensif dan membaca intensif.

Sekian

Tidak terasa usai sudah pembahasan kita mengenai cara membuat resume jurnal lengkap beserta pengertian, cara, dan juga contoh-contohnya. Jika kalian juga membutuhkan contoh pidato bahasa Indonesia, kalian bisa menjadikan pidato bahasa Indonesia tentang kedisiplinan sebagai materi ataupun refrensi.

Alhamdulillah, semoga artikel-artikel tersebut dapat bermanfaat dan terimakasih.

Naufal Suka sharing, fotografi, dan bertualang :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.