Anita Aprilia Setangguh Karang. "Love to study. Sharing about finance, business and business opportunities."

Cara Mengelola Keuangan Usaha Dagang yang Harus Diperhatikan

5 min read

Cara Mengelola Keuangan Usaha Dagang

Cara mengelola keuangan usaha dagang merupakan hal yang bisa saja mudah, bisa pula sulit.

Ada banyak hal yang memang perlu perhatikan agar keuangan usaha kamu selalu dalam kondisi baik-baik saja, sebagaimana keinginan kamu. Sehingga tak heran jika sudah banyak sekali artikel yang membahas mengenai cara mengatur keuangan usaha dagang ini.

Meski demikian, saya tetap memilih topik kece ini dong. Bagaimana pun, membahas cara mengatur keuangan usaha dagang tetap menjadi sesuatu yang penting mengingat semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang mulai beralih profesi menjadi pedagang atau wirausahawan.

Sebagai pengusaha, atau calon pengusaha, tentu kamu harus benar-benar memahami dengan baik segala aktivitas yang ada di dalam usaha kamu, tak terkecuali masalah pengelolaan keuangannya.

Kenapa? Ya, karena pengelolaan keuangan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap usaha kamu ke depan.

Nah, jika kamu melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, benar, teratur, tentu usaha yang kamu jalankan bisa bertahan dalam jangka yang cukup lama.

Sangat berbeda halnya ketika kamu tidak bisa mengelola keuangan usaha, maka usaha yang kamu jalankan hanya perlu waktu untuk berhenti saja dengan beragam masalah yang menimpanya.

So, mulai sekarang ketahui dulu mengenai cara mengatur dan mengelola keuangan usaha dagang kamu dengan detail.

Cara Mengatur dan Mengelola Keuangan Usaha Dagang

 

Jika kamu memiliki banyak teman dekat seorang pedagang, tentu sedikit banyak kamu akan menyimpulkan bahwa banyak sekali cara yang bisa ditempuh untuk mengelola keuangan. Iya kan?

Dalam sistem keuangan, kita hanya mengenal sistem untung dan rugi, itu saja. Jadi, sebagai seorang pengusaha, atau seorang calon pengusaha nih, apa kamu sudah tahu cara mengatur keuangan usaha dagang yang baik?

Jika belum, kamu bisa membaca artikel ini sampai tuntas ya.

1. Memisahkan Uang Pribadi dan Usaha

Cara ini adalah cara yang paling dasar. Dengan memisahkan uang pribadi kamu dengan uang usaha tentu akan memudahkan kamu ketika akan memperhatikan progress usaha yang sedang kamu jalankan.

Lagi pula, dengan memisahkan keuangan keduanya, akan menandakan bahwa kamu mengelola bisnis secara profesional.

Kamu bisa memulai dengan membuka rekening baru bagi usaha kamu.

2. Menyisihkan Dana Tak Terduga dan Sosial

Kamu tidak bisa memastikan bahwa usaha dagang yang kamu jalankan 100% tanpa kendala. Ia kan? Sehingga menyisihkan beberapa dana tak terduga adalah pilihan yang bijak.

Kamu bisa menggunakannya jika tiba-tiba ada kejadian tak biasa yang bersifat urgent.

Selain itu, kamu juga harus mengupayakan adanya dana sosial.

Ya, kamu tahu dong kalau di dalam rezeki kita pasti ada rezeki orang lain?

Maka, sangat baik jika kamu menyisihkannya, dan nanti bisa digunakan untuk membantu orang yang tidak mampu atau untuk pembangunan sarana prasarana dan sebagainya.

Tips Cerdas Untuk Para Ibu, Ketahui! Cara Mengatur Uang Belanja Rumah Tangga Agar Tidak Boros

3. Membuat Rencana Penggunaan Uang

Jika kamu ingin pengelolaan uang di usaha yang kamu jalankan berjalan aman, damai, sentosa, maka sangat penting membuat rencana.

Kamu bisa membuatnya sebelum periode akuntansi yang baru start.

Sehingga, ketika periodenya sudah mulai berjalan, kamu hanya perlu meneruskan dan menyesuaikannya saja.

Usahakan untuk tidak menggunakan uang pada hal yang tidak seharusnya ya. Jangan lupa untuk selalu mengevaluasi keuangan di akhir periode, agar kamu bisa memperbaiki kekurangan di periode sebelumnya.

4. Mengelola Hutang dengan Benar

Sistem ini terjadi di beberapa usaha, dan sudah sangat umum dipraktekkan di lapangan. Ya karena memang dengan memberikan sistem hutang kepada pelanggan, bisa meningkatkan penjualan.

Hanya saja, kamu tetap harus bisa mengelolanya dengan benar, jangan sampai jumlah hutang yang kamu berikan melebihi batas yang wajar, karena hal ini bisa menjadi beban bagi usaha kamu.

Apalagi, kamu juga harus menyisihkan waktu untuk menagih kepada konsumen yang berhutang.

Intinya, jangan nggak enakan pas nagih ya. Hehew. Kan sekarang lagi ngetrend tuh, yang punya hutang lebih galak daripada yang ngasih hutang.

So, atur hutang konsumen dengan benar. Untuk menghindari kerugian, maka kamu harus membuat kebijakan.

5. Menghindari Banyak Berhutang

Tak hanya konsumen saja yang berhutang kepada kamu, tapi kamu juga tentu mempunyai hutang dengan usaha lain demi kelangsungan dagang kamu kan?

Jika ia, maka sudah waktunya kamu untuk perlahan-lahan berhenti berhutang, terutama jika ada sistem bunga dan angsurannya.

Tapi kalau memang mendesak, kamu bisa mencari pihak ke tiga, yang bersedia memberimu hutang dengan bunga lebih kecil dengan jangka pengembalian yang panjang.

6. Membuat Catatan Keuangan

Cara Mengatur dan Mengelola Keuangan Usaha Dagang

Kamu pernah ke counter? Pasti pernah dong.

Nah, ketika kamu membeli pulsa di sana, pasti kamu menemukan penjaga toko sedang mencatat apa yang kamu beli. Nah, cara ini terbilang sangat penting dalam mengelola keuangan dagang.

Kalau kamu ngerasa ribet, atau males nyatet di buku, yo bisa nyatatnya di komputer. Hal ini akan membuat pengelolaan uang usaha kamu semakin mudah.

7. Budgeting dan Memperhatikan Aliran Kas Keuangan

Ketika menjalankan usaha, kamu perlu memastikan ketersediaan barang untuk dijual. Apakah barangnya ada, habis, atau ada yang rusak.

Jika ternyata stok barang yang kamu miliki mengalami kerusakan, kehilangan, dan sebagainya, tentu hal ini akan sangat berpengaruh terhadap modal usaha kamu, serta kas usaha.

Budgeting saat memulai usaha sangat penting, supaya kamu tidak menyetok barang berlebihan yang pasti akan berimbas pada uang kas usaha kamu.

Selain itu, kamu juga harus terus mengawasi uang kas agar keuangan usaha berjalan dengan baik, terstruktur, dan keluar sebagaimana yang sudah dirancang dengan matang.

Jika kamu tidak ahli? Gampang kok, kamu bisa menyewa jasa konsultan. Apalagi kini mencari jasa konsultan bukanlah hal yang sulit.

8. Jangan Hanya Fokus Pada Laba 

Kita nggak bisa nutup mata sih ya, kalau tujuan orang jualan, dagang itu memang buat cari untung.

Cuman, kalau pas usaha kamu mikirinnya untung terus, ya susah.

Meski cukup bagus buat memacu kamu lebih semangat, tapi ya kalau udah mutusin usaha, banyak banget yang meski kamu pikirin, kayak hutang, ketersediaan barang, gaji karyawan, dan sebagainya.

Apalagi nih, namanya usaha pasti nggak selamanya untung, jadi jangan terlalu dipikirkan berlebihan ya.

Di sisi lain, kamu meski bisa menekan persediaan modal di awal dengan sangat apik, biar tetap bisa menjalankan usaha dan nggak membebani keuangan.

Kamu juga nggak perlu menyetok barang berlebihan cuma karena diskon gede-gedean. Stok barang secukupnya aja ya.

Tips Penting Untuk Para Mahasiswa, Pelajari! Cara Mengatur Keuangan Mahasiswa yang Baik 

9. Melakukan Pengawasan Secara Teratur

Mengontrol keuangan secara teratur adalah hal yang cukup penting, karena dengan melakukan pengawasan teratur, kamu bisa menemukan masalah dan bisa segera memperbaikinya.

Ya upayakan agar masalah keuangan kamu tidak sampai kebocoran, karena hal ini bisa menganggu keuangan usaha kamu.

10. Menggunakan Laba untuk Mengembangkan Usaha

Ketika belajar di kelas pada mata kuliah kewirausahaan, dosen saya pernah berkata nih, kalau kamu usaha hanya menjual satu produk saja, maka usahanya bakalan mati, nggak mampu bertahan lama.

Misalnya, kamu jual soto. Kalau warung kamu hanya menyajikan menu soto tok, sama minumnya, pasti warung kamu bakalan kalah sama warung lain yang juga jualan soto tapi ada beberapa tambahan menu pilihan di sana, misalnya ada mie ayamnya, ada gorengannya, dan sebagainya.

Jadi, kamu bisa seperti itu dengan memanfaatkan laba untuk mengembangkan usaha kamu.

Kalau labanya dirasa sudah cukup, kamu bisa nambah satu menu lagi, gorengan misalnya, atau kerupuk-kerupukan.

Paling nggak, ada 4 menu yang kamu tawarkan. Jangan buru buru untuk menikmati laba yang ada, fokus dulu untuk mengembangkan usaha yang kamu punya.

Toh kalau semakin berkembang, kamu juga tetap akan menikmati labanya kok. Tenang. Semua butuh waktu, dan kamu meski sabar.

11. Menggunakan CFO (Chief Financial Officer)

Ketika usaha kamu sudah lumayan besar, maka kamu bisa memilih CFO di antara kandidat keuangan kamu.

Fungsinya ada tiga, yakni:

  • Perencanaan
  • Pembukuan
  • Dan kontrol

Tugas CFO ini nantinya adalah membuat perencanaan, mencatat uang kas keluar masuknya, hingga mengendalikan keuangan.

Jika usaha kamu masih merintis, maka kamu bisa menggunakan jasa akuntan untuk membantu pengelolaan keuangan.

12. Menentukan Target Laba

Untuk mengelola keuangan usaha kamu, ada baiknya kamu menentukan jumlah laba yang ingin dicapai dengan waktu tertentu.

Kamu bisa memulainya dengan target laba perbulan, hingga pertahunnya. Hal ini berguna untuk mempermudah kamu dalam mengalokasikan keuangan usaha.

13. Menggaji Diri Sendiri

Salah satu cara memisahkan uang pribadi dengan uang usaha adalah dengan menggaji diri sendiri. Biasanya, pencampuran antara uang pribadi dengan uang usaha dilakukan oleh usaha yang masih kecil.

Idelanya berapa? Ya kamu bisa menentukannya sendiri lah ya.

Namun menjadi sangat bijak jika kamu menyesuaikan gaji yang kamu peroleh dengan omset yang ada.

Manfaat Melakukan Pengelolaan Keuangan Usaha Dagang

Manfaat Melakukan Pengelolaan Keuangan Usaha Dagang

Mungkin kamu berfikir, kalau cara mengatur dan mengelola keuangan usaha dagang di atas cukup rumit, ribet, dan sebagainya, tapi fakta di lapangan bisa jauh lebih ribet loh 😀

Nah, biarpun kamu mikirnya ribet, nggak ada salahnya kan kalau kamu tahu dulu manfaatnya melakukan pengelolaan keuangan usaha? Biar makin mantep nanti buka usahanya.

  • Mempemudah menganalisa untung dan rugi
  • Menjadi acuan ketika akan menyusun strategi bisnisdi waktu selanjutnya
  • Mempertimbangkan apakah usaha kamu cukup layak dilanjutkan, atau malah harus berhenti
  • Membantu kamu dalam menentukan alokasi dana yang tepat
  • Membantu kamu jika ingin mengajukan pinjaman modal ke bank atau investor

Sekian

Udah jelas ya, tujuan sama cara ngelola keuangan usahanya. So, kamu bisa mempetimbangkan semuanya dengan matang, trus action. Semuanya rumit, tinggal gimana kamu nyikapinya aja sis.

Takut rugi? Takut bangkrut? Aduh, kalau mau jadi pengusaha sukses udah takut duluan mah, pasti susah suksesnya. Skuy, belajar perlahan, ikuti cara-cara di atas dengan bijak. Namanya calon pengusaha sukses ya harus berani ambil risiko. Sukses terus yo.

Anita Aprilia Setangguh Karang. "Love to study. Sharing about finance, business and business opportunities."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.