Anita Aprilia Setangguh Karang. "Love to study. Sharing about finance, business and business opportunities."

Contoh Business Model Canvas

5 min read

Contoh Business Model Canvas

Business model canvas merupakan alat representasi visual yang bisa digunakan untuk menjelaskan proses bisnis secara menyeluruh.

Adanya tools ini, akan membuat kamu bisa memahami gambaran umum sebuah bisnis tanpa membuat dokumen rencana bisnis yang panjang kali lebar kali tinggi.

Saat ini, jenis bisnis seperti ini sudah mulai banyak digandrungi masyarakat loh. Tapi bagaimanapun, saya yakin di antara kamu masih ada yang belum tahu jenis bisnis model satu ini kan?

Namun tenang, karena pada artikel kali ini saya akan membahas seputar contoh business model canvas lengkap dengan beberapa seluk-beluk di dalam bisnis canvas ini.

Udah penasaran? Yuk simak baik-baik penjelasan mengenai contoh business model canvasnya ya.

Apa sih Business Model Canvas itu?

Apa sih Business Model Canvas itu?

Business model canvas mempunyai 9 pilar, yakni merangkum semua proses sebuah bisnis, seperti value perusahaan, segmen pasar, sampai struktur keuangan.

Dengan keberadaan 9 pilar ini kamu sudah dapat memvalidasi apakah bisnisnya beprotensi untuk dijalankan ke depan, atau malah tidak sama sekali.

Sehingga, sangat terlihat bahwa bisnis model canvas ini sudah seharusnya dibutuhkan oleh pelaku bisnis sejak awal. Tapi, cara membuat bisnis model canvasnya gimana nih kak?

Mungkin ada di antara kamu yang bertanya ya. Jawabannya sederhana saja, yakni banyak-banyak berlatih dalam membuat model bisnis seperti ini. Dan cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan mempunyai pemahaman yang mendalam di setiap elemen dari bisnis model canvas.

Nah, berikut 9 pilar yang akan mempermudah kamu ketika membuat contoh business model canvas ini

1. Value Propositions

Hal pertama yang meski kamu pahami dengan baik adalah value propositions.

Poin pertama ini berisi mengenai nilai tambah dari sebuah perusahaan agar bisnis yang akan dijalankan terlihat sangat menarik dan lebih unik dibandingkan dengan yang lain.

Dan bisanya, ada beberapa solusi dan inovasi yang ditawarkan sehingga menjadi sebuah keunggulan bagi sebuah perusahaan.

2. Customer Segments

Customer segments berisi tentang penjelasan siapa sih sebenarnya calon pembeli yang sangat berpotensial melarisi produk kamu.

Selain itu dapat juga diisi dengan profil orang yang mempunyai masalah, dan perusahaan kamu sedang berusaha untuk menemukan solusinya.

Kalau saat ini kamu sudah bergabung dengan model bisnis di e-commers, tentu kamu sudah tahu ya, bahwa customer segments meliputi berbagai hal, misalnya adalah si penjual dan pembeli.

Nah, agar proses mengatur customer segments ini menjadi lebih mudah, coba deh untuk mempelajari dulu materi tentang buyer persona.

3. Channel

Pilar business model canvas berikutnya ialah channel. Channel ini merupakan media bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk men-deliver solusi yang akan kamu tawarkan kepada konsumen.

Bentuk channel ini bisa berupa aplikasi, website, online advertisement, atau sales.

4. Revenue Streams

Di pilar selanjutnya ada revenue streams. Di bagian pilar ini, kamu meski menjelaskan struktur keuangan di perusahaan, dan kamu meski mencantumkan juga produk ataupun jasa yang bisa memberikan pemasukan.

5. Customer Relationships

Channel merupakan media yang bisa dijangkau banyak orang, nah sementara customer relationship adalah kebalikannya.

Pada pilar ini, kamu harus tahu dulu seperti apa dan bagaimana bisnis bisa terus berjalan normal atau bisa membuat pelanggan merasa tersentuh.

Bentuknya cukup banyak kok, misalnya dengan layanan after sales, newsletter, dan sebagainya.

6. Key Partnerships

Bagaimanapun, berbisnis adalah sebuah usaha menghasilkan uang yang membutuhkan mitra. Karena tak ada satupun bisnis yang besar bisa berdiri sendiri, karena ada banyak sekali aktivitas di dalamnya.

Maka, pilar selanjutnya ini harus berisi mitra yang memang strategis kamu miliki, misalnya vendor, supplier, dan lainnya.

7. Key Activities

Key activities berisi penjelasan tentang bagaimana kamu akan menciptakan sebuah value perusahaan. Bagian pilar ini terbilang lumayan sulit ya, tapi jika kamu sering melakukannya, lama-lama pekerjaan sejenis ini akan mudah kok. Semua butuh waktu ya dear.

8. Cost Structure

Cost structure merupakan bagian pembiayaan. Kamu meski menentukan biaya yang akan dibutuhkan dalam menjalankan semua aktivitas bisnis nantinya.

9. Key Resources

Kolom key resources adalah kolom yang menjelaskan tentang asset strategis sebuah perusahaan yang bisa saja berupa insfrastruktur, bahan baku produk, dan sebagainya.

So, kelihatan banget ya kalau semua pilar tersebut harus bisa menjawab beberapa pertanyan penting dalam sebuah bisnis, seperti kira-kira nih, siapa sih yang akan membeli jualan kamu?

  • Kenapa harus menggunakan produk kamu, padahal masih banyak produk lain yang bisa saja lebih unggul?
  • Emang produk kamu punya apa saja untuk diunggulkan?
  • Gimana sih cara semua konsumen bisa tahu produk yang kamu tawarkan?
  • Proses barangnya bisa sampai ke mereka seperti apa?
  • Dan sederet pertanyaan lain.

Sampai sini mungkin ada yang bertanya, lah apa dong bedanya sama proposal bisnis?

Oke gini gais, memang, untuk tujuan bisnis model canvas ini memang hampir sama kok dengan tujuan proposal bisnis, karena sama-sama dibuat saat perencanaan bisnis supaya lebih matang ketika akan dijalankan.

Tapi nih, contoh business model canvas ini berusaha untuk semaksimal mungkin menyederhanakan gambarannya dengan kompleks, sehinga contoh business model canvas bisa dilakukan dengan mudah di tahap awal dan dapat memvalidasi ide bisnis sebelum membuat penjabaran berikutnya yang berbentuk proposal.

Pilar-pilar yang ada 9 buah tadi bisa loh kamu modifikasi, tapi hanya untuk beberapa kategori bisnis ya.

Misalnya adalah bisnis untuk wirausaha sosial, nah kamu bisa menambahkannya dengan social impact, beneficarues, dan sebagainya.

Apa Saja Bisnis yang Bisa Menggunakan Business Model Canvas?

Apa Saja Bisnis yang Bisa Menggunakan Business Model Canvas?

Gais, kalau dilihat secara umum nih ya, semua bisnis bisa kok menggunakan model ini. Asalkan ada aktivitas yang berkaitan dengan uang keluar masuk. Dan sampai saat ini, BCM masih terbilang sangat diandalkan dalam menganalisis sebuah bisnis.

Tapi sayangnya, masih tetap saja banyak yang kesulitan membuatnya. Ia nggak sih? Padahal sebenarnya gampang sih, asal kamu mau belajar dan terus berlatih, apalagi saat ini sudah banyak banget materi-materi yang berkaitan dengan BMC dan bisa kamu akses dengan mudah di berbagai media sosial, salah satunya ya Youtube dong.

Sampai kini, business model canvas merupakan kerangka kerja yang dikenal hampir semua orang untuk menjelaskan model bisnis startup, karena memang mempunyai tujuan untuk menjelaskan, menggambarkan, mengubah, menilai, dan sebagainya agar kinerja bisnis startup menjadi sangat optimal.

Business model canvas bisa diaplikasikan ke berbagai jenis startup, tak peduli apapun sektor usaha yang dijalankan.

Okey dear, setelah mempelajari seluk beluk business model canvas, berikutnya akan kami bagikan beberapa contoh business model canvas untuk kamu.

Baca Juga:

Contoh Business Model Canvas

Contoh Business Model Canvas

Hey sis, mulai sekarang, kalau kamu ingin membangun sebuah bisnis, coba deh untuk membuat business model canvas sendiri, kayaknya lebih asyik ya.

Nah, kalau masih bingung caranya, kamu bisa kok mencontek modelnya dengan contoh business model canvas berikut ini, karena kami menghadirkan contoh business model canvas dengan pilar-pilarnya, sehingga akan mempermudah kamu. Ia kan?

1. Bisnis Model Canvas Hijab

Contoh business modal canvas yang pertama adalah bisnis model canva hijab. Bisnis model canva hijab ini mempunyai customer segment seluruh wanita muslim, berapapun usianya.

Value propositionya adalah dibuat dengan bahan yang halus, jatuh, tebal, dan sangat nayaman dipakai, apalagi didesain dengan model kekinian namu tetap syari.

Channelnya ada di berbagai media sosial. Customer relationshipnya ialah dengan memberikan potongan harga setiap bulan, ada gratis ongkos kirim sampai Rp. 30.000.

Revenue stream, penjualan semua jilbab. Key resource yakni modal sendiri, dan sebagainya.

2. Contoh Bisnis Model Canvas Makanan/ Kuliner

Kita ambil contoh bisnis model canvas nasi padang ya. Customer Segment adalah semua masyarakat. Diutamakan yang menyukai menu di nasi padang.

Value Proposition, semua menu dimasak oleh orang Padang asli, sehingga cita rasa dan rempahnya ‘Padang banget’.

Selain lezat, semua pembeli bisa mengambil porsi makan sendiri, bebas pokok e.

Channel, bisa makan sediri di toko yang super nyaman, bisa juga di pesan lewat wa dan Gofood.

Customer Relationship, setiap pembelian yang makan di tempat akan mendapat es teh gratis. Dan sebagainya.

3. Contoh Business Model Canvas Kue

Selanjutnya ada bisnis kue ya. Customer Segmentnya adalah anak laki-laki dan perempuan yang berusia dari 7 sampai 12 tahun.

Value Proposition, ada banyak sekali jenis kue yang ditawarkan dan telah dibuat menggunakna bahan alami, seperti buah-buahan. Kue yang ditawarkan juga terbuat dari bahan berkualitas tinggi, dan dijamin sehat.

Channel, ditawarkan di beberapa toko kue, dan bisa dipesan menggunakan pesan wa atau Gofood.

Customer Relationship, ada potongan harga tiap pembelian lebih dari kelipatan Rp. 10.000 dan akan ada diskon tiap hari-hari besar. Dan lain sebagainya.

4. Contoh Business Model Canvas Makanan Ringan

Cutomer segment adalah warung-warung kecil di pinggir jalan yang memang manawarkan jajanan alias makanan ringan, baik yang baru buka atau sudah lama berdiri, dan bisa juga untuk ibu-ibu rumah tangga yang bingung mikirin cemilan di rumah.

Value propositionnya ialah menawarakn segala jenis makanan yang ringan, harga murah meriah, jika ada makanan yang sudah kadaluarsa bisa dikembalikan lagi untuk diganti dengan yang baru, buka dan siap melayani selam 24 jam setap harinya. Hari-hari libur nasional selalu buka.

Channel, bisa dipesan melalui media sosial, seperti Instagram dan Facebook, dan bisa juga melalui telpon biasa atau sms. Atau, akan lebih baik jika langsung membelinya di toko saja agar bisa lebih leluasa memilih produk.

Customer relationship, ialah adanya potongan harga jika belanja lebih dari Rp. 100.000 S&K berlaku, ada potongan ongkos kirim jika pembelian di atas Rp. 200.000.

Ada harga spesial jika memasuki hari-hari libur nasional, dan lain sebagainya.

Penutup

So, mudah banget kan? Kamu tinggal ikuti setiap pilarnya saja kok, dan cobalah untuk menjawab masalah dari setiap pilarnya.

Dengan demikian, kamu dapat membuat bisnis model canvas ini dengan mudah. Tapi lagi-lagi, yang namanya membuat business model canvas ini butuh waktu ya.

Selain itu, kamu harus bisa berlatih terus menerus, belajar yang giat. Karena yang namanya perencanaan bisnis membutuhkan persiapan yang matang.

Semoga bermanfaat bagi kamu yang saat ini sedang berusaha ingin bisa membuat bisnis model canvas sendiri ya.

Anita Aprilia Setangguh Karang. "Love to study. Sharing about finance, business and business opportunities."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.