Naufal Suka sharing, fotografi, dan bertualang :)

Yuk Ketahui 5 Macam Desain Penelitian ini!

4 min read

contoh-desain-penelitian

Desain penelitian merupakan strategi yang digunakan oleh para peneliti untuk sepenuhnya mengintegrasikan dan mendiskusikan komponen-komponen penelitian dengan cara yang logis dan sistematis.

Selain itu, ia juga digunakan untuk menganalisis mengenai apa yang akan menjadi fokus di dalam sebuah penelitian tersebut.

Adapun desain yang sering digunakan di dalam riset kualitatif ataupun kuantitatif yaitu:

  • Eksperimental
  • Survey atau Cross-sectional
  • Longitudinal
  • Studi Kasus
  • Dan Komparatif

Untuk pembahasan lebih lengkapnya, yuk langsung aja simak pembahasan mengenai desain penelitian berikut:

Pengertian Desain Penelitian

Pengertian Desain Penelitian
source: eurekapendidikan.com

Desain penelitian yaitu, suatu pedoman atau prosedur serta teknik yang digunakan di dalam sebuah perencanaan penelitian, yang berfungsi sebagai panduan untuk membangun strategi yang menghasilkan model atau blue print penelitian.

Adapun penjelasan mengenai penelitian di atas menyinggung mengenai integritas seluruh komponen riset, yang artinya desain riset adalah bentuk komprehensif dari rencana penelitian.

Tentu saja kata komprehensif tersebut mencakup semuanya.

Baik dari semua komponen riset yang dibutuhkan, metode, jenis data, pertanyaan penelitian, hingga analisis yang akan dikerjakan.

Dalam hal ini, semua kompenen tersebut ditentukan dan juga menentukan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

Terdapat beberapa desain yang lebih sering diterapkan di dalam riset kuantitatif. Sementara yang lain diterapkan di dalam riset kualitatif.

Namun, adapula desain yang biasa digunakan baik di dalam riset kuantitatif ataupun kualitatif.

Macam-macam Desain Penelitian

Sebagaiman yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa terdapat jenis-jenis desain yang dapat digunakan dalam riset kuantitatif ataupun kualitatif.

Namun, ada juga jenis desain yang biasa digunakan pada kedua riset tersebut.

Apa saja jenis-jenis desain penelitian yang dapat dipilih dan digunakan? Berikut adalah penjelasannya.

1. Desain Penelitian Survey

Desain Penelitian Survey
source: pa-marabahan.go.di

Desain penelitian survey atau yang dapat disebut juga dengan cross-sectional.

Desain atau riset jenis survey ini biasa digunakan dengan tujuan untuk mendapatkan suatu informasi dari responden melalui sampel yang diteliti.

Selain itu, survey atau cross-sectional dapat dilakukan dengan cara menerapkan konten analisis apabila sampel yang digunakan berbentuk dokumen.

Misal di dalam penelitian sosial menganai pengaruh rokok terhadap budaya konsumsi seseorang, maka survey bisa diterapkan di dalam penelitian baik kuantitatif ataupun kualitatif.

Ketahui juga ya Contoh Desain Sertifikat Unik & Elegan ini!

Penelitian kualitatif:

Di dalam penelitian kualitatif, desain survey dapat diterapkan pada saat peneliti menerapkan metode analisa wacana.

Contoh, penelitian mengenai diskriminasi Islam di media massa.

Riset atau penelitian kualitatif dengan desain survey dapat diterapkan dengan metode analisis wacana untuk mengetahui bagaimana citra Islam yang disampaikan oleh media massa tertentu.

Survey di dalam penelitian ini dikerjakan dengan cara memilih beberapa media massa yang menjadi sampel dari keseluruhan media massa yang ada.

Penelitian kuantitatif: 

Di dalam penelitian kuantitatif, desain survey lebih sering digunakan.

Kerap kali persepsi yang sering kita temui yaitu, bahwa desain survey adalah bagian dari penelitian kuantitatif.

Hal tersebut disebabkan banyak riset kualitatif yang menggunakan survey sebagai metode penelitiannya saja.

Misal, riset mengenai tingkat kepercayaan publik atau masyarakat terhadap Presiden. Survey didesain dengan tujuan menjawab rumusan masalah yang disusun.

2. Desain Penelitian Longitudinal

Desain Penelitian Longitudinal
source: integrasi.science

Desain longitudinal, kurang lebih juga memiliki kemiripan dengan metode survey.

Perbedaannya yaitu terletak pada pengerjaan yang dilakukan secara berkala dan dalam jangka waktu yang cukup lama dengan sampel yang sama.

Riset longitudinal biasa digunakan untuk melihat mengenai tren atau perkembangan suatu fenomena berdasarkan sampelnya.

Misal, penelitian mengenai karakteristik kekerasan pemuda di Ibu Kota Jakarta.

Beberapa sampel disurvey. Secara berkala, sampel yang sama disurvey kembali untuk dilihat perkembangannya.

Penelitian kualitatif:

Mirip dengan desain survey, desain longitudinal ini dapat dikerjakan dengan cara menerapkan metode studi kasus.

Jadi, dapat disebut juga dengan riset kualitatif yang menggunakan metode analisis wacana dengan desain longitudinal. Meskipun tidak banyak riset yang seperti ini.

Adapun peneliti yang mengerjakan penelitian ini secara berkala, hanya untuk meniliti dokumen sampel yang terbit dalam periode waktu tertentu.

Penelitian kuantitatif:

Umumnya di dalam penelitian kuantitatif, desain logitudinal ini lebih sering digunakan.

Jangka waktu yang digunakan untuk melakukan penelitian kuantitatif longitudinal ini relatif lama, yaitu hingga bertahun-tahun, tergantung jangka waktu yang ditentukan peneliti.

Contoh, penelitian mengenai keterlibatan orang tua dan teman pergaulan dalam mengurangi trauma anak korban bullying.

Disetiap tahun, misal peneliti akan mendatangi setiap orang tua dan teman bergaul anak yang sama sebagai partisipan penelitian.

Selain itu, juga memeriksa kondisi korban apakah trauma yang ia derita mulai menurun.

3. Desain Penelitian Eksperimental

Desain Penelitian Eksperimental
source: kompasiana.com

Penelitian eksperimental merupakan riset yang digunakan untuk melakukan penjagaan atau memperoleh pengetahuan awal.

Eksperimen di dalam riset sosial sering digunakan untuk mengetahui soal aspek kasual atau penyebab terjadinya fenomena sosial.

Namun, tidak jarang pula desain eksperimen ini dikerjakan sebagai landasan dalam menerapkan program atau kebijakan.

Contoh sederhana di dalam penelitian eksperimental yaitu, peneliti ingin mengetahui soal efektifitas penggunaan alarm rokok di ruang publik guna mengurangi konsumsi rokok penduduk di ruang publik.

Kemudian di beberapa ruang publik dipasang alarm rokok, dan beberapa ruang lain dengan karakteristik sama tidak dipasang alarm rokok.

Maka, eksperimen tersebut akan memberikan hasil seberapa efektif kah alarm rokok untuk bisa mengurangi konsumsi rokok di ruang publik.

Penelitian sosial kualitatif:

Di dalam sebuah penelitian sosial kualitatif, desain eksperimental ini sangat jarang sekali digunakan.

Umumnya hal tersebut disebabkan oleh pertimbangan etis.

Sehingga untuk melaksanakan eksperimen, pemberitahuan terhadap individu atau kelompok yang diteliti dapat dikerjakan di depan atau disembunyikan.

Selain itu, di dalam penelitian kualitatif, pemberitahuan yang dikerjakan di depan biasanya justru akan menghasilkan data yang bias.

Namun apabila disembunyikan, akan cenderung dianggap tidak baik secara etis.

Penelitian sosial kuantitatif:

Sama halnya dengan desain-desain sebelumnya, di dalam penelitian kuantitatif umumnya desain eksperimental lebih sering digunakan.

Umumnya peneliti sosial melaksanakan desain eksperimen terhadap penelitian kuantitatif yang dikerjakan.

Selain itu, riset kuantitatif juga dapat digunakan untuk membandingkan kelompok yang diperlukan sebagai subjek eksperimen dan kontrol.

Contoh, eksperimen mengenai konsumsi vit C untuk meningkatkan daya tahan tubuh siswa.

Ada sebagian siswa yang diminta menjadi subjek eksperimen untuk mengonsumsi vit C, dan sebagian yang lain menjadi kelompok kontrol tidak.

Maka dari situ akan mendapatkan hasil eksperimen.

4. Desain Penelitian Studi Kasus

Desain Penelitian Studi Kasus

Penelitian studi kasus umumnya digunakan dengan maksud/tujuan mengeksplorasi isu yang spesifik dan kontekstual secara mendalam.

Lingkup pada desain studi kasus ini juga sangat terbatas, dan hasilnya hampir selalu tidak dapat digunakan pada konteks atau tempat yang lain.

Contoh, penelitian mengenai pola konsumsi fashion di Surabaya, maka penelitian ini dapat dikerjakan dengan desain penelitian studi kasus.

Penelitian kualitatif:

Oleh peneliti sosial, studi kasus sebagai penelitian kualitatif lumayan sering digunakan.

Salah satu metode yang cukup sering digunakan yaitu etnografi.

Desain studi kasus ini hampir selalu menggunakan etnografi dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatoris sebagai teknik pengumpulan datanya.

Selain itu, fokus di dalam penelitian studi kasus ini juga sangat terbatas.

Umumnya peneliti hanya akan fokus pada satu bagian, contoh pada pola konsumsi fashiondi kalangan aktor.

Maka hanya pola kunsumsi fashionnya saja yang akan menjadi fokus penelitian.

Penelitian kuantitatif:

Umumnya penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus mempraktekan metode survey dengan penggunaan kuesioner sebagai instrumen penelitian.

Contoh, penelitian mengenai pola konsumsi fashion dikalangan aktor yang menggunakan metode survey sebagai teknik dalam pengumpulan datanya.

5. Desain Penelitian Komparatif

Desain Penelitian Komparatif

Biasanya desain komparatif ini digunakan pada penelitian yang memiliki fokus pembahasan lebih dari satu kasus.

Dari sini jelas terlihat perbedaannya dengan studi kasus, penelitian komparatif merupakan perbandingan antara dua kasus atau lebih yang dijadikan fokus penelitiannya.

Contoh, penelitian mengenai pembentukan negara merdeka antara Indonesia dan Malaysia.

Maka di sini kasus yang diteliti adalah proses kemerdakaan antara dua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia.

Penelitian kualitatif:

Desain komparatif ini dapat diterapkan dalam riset kualitatif. Sama halnya dengan studi kasus, metode yang kerap digunakan adalah etnografi.

Umumnya proses pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, observasi, dan studi literatur.

Selain itu, komparatif lebih luas cakupannya dari pada studi kasus. Peneliti pada akhirnya akan membandingkan antara kasus yang satu dengan yang lain.

Penelitian kuantitatif:

Desain komparatif ini juga dapat diterapkan di dalam riset kuantitatif. Metode survey merupakan metode yang lumayan sering digunakan.

Adapun survey yang diaplikasikan biasanya berbentuk cross-cultural.

Contoh, riset dengan desain penelitian ini yaitu, tingkat kesejahteraan guru di Indonesia dan Malaysia.

Peneliti dapat melakukan survey terhadap sejumlah guru di dua negara tersebut yang dijadikan sampel penelitian.

Sekian

Demikianlah pembahasan kita mengenai desain penelitian, yang diulas secara lengkap dan jelas.

Semoga dengan adanya pembahasan tersebut dapat membantu dan memudahkan kamu dalam memahami desain penelitian dengan baik.

Akhir kata, semoga pembahasan-pembahasan tersebut dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih 🙂

Naufal Suka sharing, fotografi, dan bertualang :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.