Franchise Alfamart: Cara Daftar & Syarat-syarat yang Harus Dipenuhi

Jika diperhatikan, pengunjung Alfamart kayaknya nggak pernah berhenti deh. Ya walaupun ramainya alfamart itu beda banget sama pusat perbelanjaan lain. Mungkin, hal inilah yang membuat banyak orang ingin daftar franchise alfamart.

Dan mungkin, kamu pernah kepikiran buat gabung juga kan? Secara, melihat pengunjung yang silih berganti pasti membuat siapapun ingin menjadi bagian dari alfamart yang notabenenya nyaris sudah menguasai Indonesia.

Nah sebenarnya, gimana sih cara gabung menjadi franchise alfamart? Syaratnya apa saja? Biayanya berapa?

Mungkin di antara kamu ada dong yang penasaran dengan berbagai hal tersebut. Kalau penasaran, yuk simak penjelasan berikut.

Apa itu Franchise Alfamart?

apa itu franchise alfamart
source: retailnews.asia

Berdasarkan situs resmi Alfamart, disebutkan bahwa franchise Alfamart merupakan usaha gerai minimarket yang dimiliki dan dioperasikan berdasarkan perjanjian waralaba PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk.

Jadi, karena modelnya waralaba, maka kamu hanya akan menjadi pemegang merk, alias minjam merk Alfamart.

Di mana, supermarket satu ini mempunyai moto berupa ‘Belanja puas harga pas’. Kalau untuk barang-barang yang dijual, kamu pasti tahu dong.

Karena sekali dua kali pernah berbelanja di minimarket ini. Nah, barang-barang yang ditawarkan alfamart sederhana sih, hanya seputar barang-barang yang dibutuhkan sehari-hari.

seperti sabun, perlengkapan mencuci, makanan, dan lain sebagainya. Di mana, mempunyai konsep ‘Community Store‘. Untuk saat ini, permintaan bergabung ke franchise alfamart kian banyak di berbagai daerah.

Masih berdasarkan situs resmi Alfamart, yang mana, mereka menyebutkan bahwa kamu bisa mendapatkan royalti sampai 7 juta lebih.

Yakni, dari penjualan bersih. Tapi, belum termasuk pajaknya ya. Toh, pajak juga nggak terlalu mahal kan?

Asal taat aja bayarnya. Nah, sebelum benar-benar bergabung ke franchise alfamart, kamu harus tahu, bahwa ternyata, franchise yang ditawarkan itu ada 3 macam loh.

Pertama, ialah skema gerai yang baru, konversi. Sistemnya, kamu harus mengajukan, ataupun mengusulkan lokasi yang wujudnya masih toko kelontong biasa, yang kemudian nantinya akan diganti dan dikembangkan menjadi alfamart.

Kedua, skema ini adalah gerai baru. Yakni kamu bisa mengajukan lokasi untuk membangun alfamart yang baru.

Sementara yang ke tiga, sistemnya adalah take over. Yang mana, kamu akan mengambil alih kepemilikan toko yang telah berjalan.

Sekilas, model yang pertama dan kedua agak  sama ya. Karena sama-sama melakukan pengajuan terlebih dahulu.

Bedanya, satu hanya mengusulkan mengajukan lokasi yang sudah ada warung kelontong, sementara yang kedua mengajukan lokasi kosong.

Cara Daftar Franchise Alfamart

Pembahasan satu ini pasti menjadi pembahasan yang kamu tunggu-tunggu kan?

Nah, kalau kamu sudah memahami beberapa hal di atas, dan merasa oke, barulah kamu mengikuti beberapa cara daftar franchise alfamart. Gampang nggak sih? Tentukan sendiri aja ya. Hehe.

Kalau di atas, kita sudah bahas ke 3 skema franchise alfamart. Tapi masih sebatas kulitnya doang.

Oleh karena itu, kita akan menjadikan menentukan skema franchise yang cocok sebagai salah satu cara mendaftar.

Hal ini karena dengan mengetahui skemanya, kamu akan lebih mudah dalam menentukan jenis yang akan dipilih. Dan ini akan berdampak kedepannya loh. Jadi, jangan sampai sembarangan menentukan skemanya ya.

  • Franchise Gerai Baru – Konversi

Jenis yang pertama adalah gerai baru – konversi. Apa sih maksud jenis franchise gerai baru konversi? Program satu ini, menawarkan kerjasama antara franchise dengan pemilik toko minimarket lokal.

Atau, bisa juga kerja sama antara franchise alfamart dengan toko kelontong yang berniat akan mengembangkan bisnisnya. Di mana, alfamartnya akan memberikan beberapa kemudahan.

Seperti pengakuan barang dagang tetap milik toko kelontong atau minimarket lokal. Sehingga, untuk pembukaan awal, barang-barangnya akan tetap menggunakan barang yang ada di toko kelontong tersebut.

Keuntungan lainnya ialah rak milik minimarket lokal, maupun toko kelontong akan tetap digunakan.

Hal ini agar biaya investasi yang dikeluarkan berkurang. Hanya saja, ada syarat dan ketentuan nih, kira-kira, rak seperti apa yang bisa digunakan.

Ya tentunya, sesuai sama standar rak yang ada di rak-rak alfamart lain ya.

  • Franchise Gerai Baru

Jenis yang kedua adalah gerai baru. Jika ingin mendaftar, kamu meski menentukan dan memberikan usul di mana alfamart baru akan dibuka. Adapun biaya investasi untuk membukanya minimal Rp. 300 juta.

Di mana, biaya tersebut akan dialokasikan untuk 9 rak, kemudian 1200 produk, luas areanya 30 meter persegi. Sementara biaya investasi yang paling besar itu ya Rp. 500 juta.

Makin besar biaya investasinya, tentu akan semakin besar lokasinya, semakin banyak rak dan produknya.

Selain itu, biaya tersebut juga sudah termasuk fee franchise nya selama 5 tahun kok, sudah termasuk peralatan gerai, shop sign, instalasi listrik, air conditioner, sistem informasi ritel, cash register, dan lain sebagainya.

Pokoknya, komplit deh. Jadi, kalau saat ini kamu punya dana segitu, dan bingung mau diapain, ya mending investasi aja. Dijamin untung deh.

  • Franchise Gerai Take Over

Model franchise alfamart yang terakhir adalah take over. Biaya investasi gerai take over sendiri cukup bervariasi ya. Adapun biaya minimalnya sendiri bisa mencapai Rp. 800 juta.

Syarat Mendaftar Franchise Alfamart

Syarat Mendaftar Franchise Alfamart
source: replubika.co.id

Oke, udah tahu mau daftar model franchise alfamart yang mana? Kalau sudah, sekarang waktunya kamu meski tahu syarat daftarnya apa saja. Tenang, syaratnya gampang banget kok.

1. Warga Negara Indonesia

Ya, syarat pertamanya adalah harus warga Negara Indonesia. Kenapa? Karena lokasi pembangunanya di Indonesia.

2. Harus Berupa Badan Usaha

Syarat kedua adalah harus berupa badan usaha. Badan usaha sendiri merupakan kesatuan hukum atau yuridis, teknis, dan ekonomis. Dengan tujuan mendapatkan keuntungan atau laba.

Sederhananya, badan usaha ini bisa kita artikan sebagai perusahaan. Meskipun sebenarnya berbeda ya. Jadi, kalau kamu mau daftar franchise alfamart, ya harus berupa badan usaha dulu.

3. Lokasi

Ketika akan membangun, akan lebih baik jika area salesnya 800 meter persegi. Dan luas ini masih belum termasuk gudang dan ruang administrasi loh.

4. Bersedia Mengikuti Peraturan yang Sudah Ditentukan Alfamart.

5. Mesti Memenuhi Perizinan

Syarat terakhir adalah harus memenuhi perizinan. Seperti izin tetangga, NPWP, domisili, dan yang lainnya.

Sudah terpenuhi semua nih, kira-kira caranya gimana? Tenang, caranya gampang banget kok. Kamu hanya perlu mengusulkan lokasinya ke website alfamart di www.alfamartku.com.

Jangan lupa untuk mengisi formulirnya juga secara lengkap. Kemudian,  proposal dan pengajuan yang mencakup kajian potensi lokasi, gambaran kerja, RAB, hingga proyeksi keuangan.

Kalau ternyata proposal yang kamu buat sesuai dan lengkap, maka siap-siap deh buat berangkat ke tahap berikutnya. Yakni perjanjian waralaba. Jangan lupa baca semua perjanjian yang ada ya.

Dan terakhir, grand opening. Yakni jika proposal sudah disetujui, kamu juga sudah menandatangani perjanjian waralaba, renovasi, pengurusan izin, dan lain sebagainya.

Gimana, gampang banget kan? Semoga membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.