Cara Mengelola Keuangan Yang Baik Dan Benar?

Cara Mengelola Keuangan Yang Baik Dan Benar
3. Manfaatkan Kartu Kredit dan Promo Belanja dengan Bijak – Cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros berikutnya adalah dengan belanja hemat. Manfaatkan kartu kredit untuk mendapatkan diskon maupun cashback yang bisa menghemat pengeluaran bulanan. Biasanya kartu kredit akan menawarkan banyak promo di supermarket atau bahkan e-commerce. Selain itu, cek juga promo belanja yang ada di toko online maupun supermarket langganan, agar pengeluaran bulanan bisa ditekan. Lakukan pembelanjaan secara berkala dan tidak terlalu sering, agar pengeluaran bisa ditekan. Gunakan kartu kredit dengan bijak, sehingga pembelian yang tidak penting bisa dihindari.

Apa itu 50 30 20?

Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis Senin, 8 Agustus 2022 | 06:59 WIB Cara Mengelola Keuangan Yang Baik Dan Benar Ilustrasi – Cara mengelola keuangan agar gaji yang didapat tak sekadar lewat dan habis. (Sumber: Dok. Canva) Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Iman Firdaus JAKARTA, KOMPAS.TV – Bagi orang yang berpenghasilan/gaji rendah maupun berpenghasilan tinggi, penting untuk bisa mengelola keuangan bulanan.

  1. Salah mengelola keuangan bisa-bisa gaji yang kamu miliki terkuras sebelum akhir bulan atau berganti ke bulan berikutnya.
  2. Untuk itu, ada tips untuk mengatur penghasilan dengan metode 50-30-20.
  3. Metode ini bisa menjadi alternatif dalam perencanaan keuangan.
  4. Sederhananya, metode ini akan mengalokasikan pendapatan anda sebesar 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk memenuhi keinginan pribadi, dan 20 persen lainnya disisihkan untuk tabungan/investasi.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini rincian dari masing-masing pos pengeluarannya.

50 persen untuk kebutuhan

Sebanyak 50 persen dari pendapatan bulanan perlu kamu gunakan untuk hal-hal yang kamu butuhkan. Kategori ini mencakup semua biaya penting, seperti membeli bahan makanan, pembayaran hipotek rumah, utilitas, biaya listrik, pulsa. Pastikan kamu menglakukan 50 persen dari penghasilan bersih setiap bulan.

Hal ini bisa kamu lakukan dengan membuat daftar pengeluaran setiap bulan sehingga tidak mengalami overspending, Jika pengeluaran tersebut menghabiskan lebih dari setengah pendapatanmu, kamu perlu memotong biayanya atau memasukkan dana kebutuhan yang lebih besar. Misalkan penghasilanmu Rp4 juta, maka kamu bisa mengalokasikan Rp2 juta untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut.

Dalam hal ini, penting mengenali prioritas pos pengeluaran.

30 persen untuk keinginan

Selanjutnya, kamu bisa menyisihkan 30 persen dari pendapatan/gajimu untuk hal-hal yang kamu inginkan. Misalnya, untuk langganan layanan streaming film, jalan-jalan, belanja, dan kesenangan lainnya. Alokasi ini juga bisa dibilang untuk memenuhi keinginanmu sebagai bentuk self reward. Baca Juga: Simak Tips Keuangan Aman Saat Resesi Ekonomi

20 persen untuk investasi

Sisihkan 20 persen dari pendapatanmu untuk tabungan atau investasi. Kategori ini termasuk tabungan likuid seperti dana darurat; tabungan pensiun, dan investasi lainnya seperti rekening perantara. Para ahli biasanya menyarankan untuk membangun dana darurat terlebih dahulu, sebelum beranjak ke tabungan lain maupun investasi.

Setelah dana darurat terkumpul, berkonsentrasilah pada investasi jangka panjang. Paling banyak, orang mengalokasikan sebagian penghasilan ke dalam instrumen investasi berisiko rendah seperti reksadana. Pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko, tujuan finansial, dan jangka waktu investasi agar bisa mendapatkan imbal hasil optimal.

Selain reksadana, emas batangan atau logam mulia juga bisa dipertimbangkan untuk investasi dengan tujuan jangka panjang. Kemudian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel bisa dipilih untuk mendiversifikasi investasi karena menawarkan imbalan yang menarik, juga aman karena 100 persen kupon dan pokoknya dijamin oleh negara Itulah cara mengatur keuangan dengan metode 50-30-20.

Siapa yang berhak memegang uang dalam rumah tangga menurut islam?

Hak-Hak Suami terkait Keuangan – Cara Mengelola Keuangan Yang Baik Dan Benar Foto: Mengelola Keuangan Rumah Tangga yang Islami -2 Foto: Orami Photo Stock Peran suami sebagai kepala rumah tangga, juga berhak mengelola keuangan tanpa harus mempertanggungjawabkannya kepada istri. Suami berkewajiban menafkahkan sebagian harta, bukan semuanya.

Allah SWT berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka,” (An-Nisa: 34) Di sisi lain, justru istrilah yang wajib meminta izin untuk menggunakan harta suami yang tidak/belum diberikan kepadanya.

You might be interested:  Berikut Ini Yang Termasuk Pajak Pemerintah Pusat Kecuali?

Istri boleh bersedekah dengan harta suaminya jika tahu pasti suaminya rela. Jika tidak, hukumnya haram. Ulama fiqih sepakat, zakat tidak boleh diberikan kepada ayah, kakek, ibu, nenek, anak dan cucu. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: “Kamu dan hartamu adalah miliki ayahmu.” Dengan begitu, haram hukumnya istri melarang suami menafkahi orang tua atau adik-adiknya, sebab itu masih merupakan kewajibannya.

Apa saja biaya rumah tangga?

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Efektif Kehidupan rumah tangga tidak lepas dari masalah keuangan. Karena itu, mengatur keuangan rumah tangga bukanlah perkara yang mudah. Perlu cara mengatur keuangan rumah tangga yang benar agar seluruh kebutuhan keluarga bisa terpenuhi.

  1. Banyak faktor yang mempengaruhi keuangan rumah tangga.
  2. Mulai dari kebutuhan wajib yang harus dipenuhi hingga keinginan atau konsumsi yang bersifat tambahan atau hiburan.
  3. Mengatur keuangan rumah tangga bukan hanya menjadi tanggung jawab satu orang saja.
  4. Baik suami maupun istri, sama-sama mempunyai peran yang vital dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Apa risiko yang terjadi apabila Anda salah dalam mengatur keuangan rumah tangga? Dampaknya bisa sangat buruk. Missed manajemen dalam mengatur keuangan rumah tangga bisa saja mengganggu keharmonisan keluarga. Lalu bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik dan benar? Berikut adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatur keuangan rumah tangga secara efektif.

Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Cara mengatur keuangan rumah yang pertama adalah memahami apa itu kebutuhan dan keinginan. Ketika Anda sudah berumah tangga, sudah pasti ada kebutuhan-kebutuhan yang wajib dipenuhi. Contohnya kebutuhan untuk keperluan sehari-hari seperti makan hingga alokasi pendidikan apabila Anda sudah memiliki buah hati. Namun, pada praktiknya, keuangan rumah tangga tidak hanya digunakan untuk kebutuhan yang bersifat wajib melainkan juga digunakan untuk belanja yang berdasar dari keinginan semata. Celakanya, terkadang kita malah mengalokasikan dana rumah tangga lebih banyak bukan pada kebutuhan tapi keinginan. Padahal, banyak dari keinginan kita yang sebenarnya belum perlu-perlu amat. Contohnya seperti membeli fesyen terbaru, gadget terkini, liburan, hingga barang-barang lainnya yang bersifat sekunder dan tersier. Semuanya, bisa memakan dana yang tidak sedikit. Meski begitu, kesemua hal tersebut bukannya dilarang untuk dipenuhi. Artinya, Anda baru boleh mengalokasikan dana untuk hal-hal tersebut setelah kebutuhan primer rumah tangga terpenuhi. Apa saja kebutuhan primer rumah tangga? Yang pertama jelas kebutuhan untuk hidup sehari-hari seperti makan, transportasi, pendidikan anak ataupun cicilan rumah. Jadi, cara mengatur keuangan rumah tangga yang pertama perlu Anda lakukan adalah pahami perbedaan kebutuhan dan keinginan. Penuhi dulu kebutuhan rumah tangga baru alokasikan keuangan untuk keinginan pribadi. Hitung seluruh pendapatan Untuk mengatur keuangan rumah tangga yang efektif, yang perlu Anda lakukan adalah menghitung seluruh pendapatan yang masuk selama satu bulan. Pendapatan yang dimaksud di sini bukan hanya dari penghasilan gaji bulanan, tapi juga termasuk insentif yang Anda dapat bila menerima upah lembur hingga keuntungan bila Anda berinvestasi. Ini penting dilakukan agar Anda bisa membagi alokasi penghasilan yang Anda miliki ke kebutuhan yang harus Anda penuhi. Ingat, yang pertama harus dipenuhi adalah kebutuhan yang bersifat primer. Dengan menghitung seluruh pendapatan, mengatur keuangan rumah tangga menjadi lebih mudah. Buat daftar pengeluaran prioritas bulanan Berikutnya adalah membuat daftar pengeluaran prioritas selama sebulan. Daftar ini membantu Anda dalam mengatur keuangan rumah tangga secara efektif. Dengan membuat daftar prioritas, alokasi dan pengeluaran dana rumah tangga menjadi lebih tertata. Pengeluaran rumah tangga yang masuk daftar prioritas antara lain biaya makan sehari-hari, belanja dapur, tagihan listrik, tagihan air, biaya transport kerja, pendidikan anak apabila sudah memasuki usia sekolah, hingga cicilan kendaraan atau rumah. Selain membantu mengatur keuangan rumah tangga, Daftar ini akan menjadi pengingat bahwa kebutuhan prioritas harus terpenuhi terlebih dahulu baru kemudian bisa dialokasikan untuk kebutuhan sekunder dan tersier. Siapkan dana darurat Cara mengatur keuangan rumah tangga berikutnya adalah mempersiapkan dana darurat. Dalam menjalani kehidupan berumah tangga, tidak semuanya bisa berjalan mulus sesuai yang direncanakan. Banyak hal yang tiba-tiba saja terjadi di luar rencana. Contoh yang sering terjadi adalah musibah seperti kecelakaan, PHK, hingga krisis ekonomi yang berskala besar. Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut terjadi, maka sumber penghasilan rumah tangga bisa terganggu. Saat itulah manfaat memiliki anggaran dana darurat bisa dirasakan. Untuk itu, sebagai cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik penting bagi Anda untuk mempersiapkan dana darurat. Caranya, selain untuk kebutuhan pokok, sisihkan sebagian dari penghasilan Anda setiap bulan untuk dana darurat. Besarannya relatif bisa 10-30 persen dari penghasilan yang Anda dapat tiap bulannya. Ingat, uang yang Anda sisihkan setiap bulan adalah untuk dana darurat yang hanya digunakan sewaktu-waktu atau dalam keadaan darurat. Jaga rasio hutang Untuk mengatur keuangan rumah tangga, yang paling baik sebenarnya adalah menghindari hutang. Sebab, tagihan dan kewajiban membayar hutang bisa menjadi beban yang membuat keuangan rumah tangga terganggu. Namun, ada sejumlah faktor yang mau tidak mau membuat Anda berhutang. Sebagai saran, bila terpaksa berhutang, dipergunakan untuk hal-hal yang merupakan kebutuhan pokok namun tidak dapat dipenuhi dalam waktu dekat. Contoh, cicilan rumah. Di luar itu, sebaiknya hindari untuk berhutang. Selain itu, yang wajib Anda lakukan untuk mengatur keuangan yang baik adalah menjaga rasio utang Anda. Sebisa mungkin, pastikan kewajiban Anda membayar tagihan hutang tidak melebihi 30 persen dari penghasilan yang Anda miliki. Lebih dari itu, keuangan rumah tangga Anda bisa terganggu. Alokasikan untuk tabungan, asuransi, dan investasi Selain mengalokasikan penghasilan untuk dana cadangan atau darurat, Anda juga perlu mengalokasikan penghasilan untuk keperluan di luar kebutuhan rutin. Antara lain pengeluaran untuk tabungan, asuransi, dan investasi. Ketiganya termasuk dalam cara mengatur keuangan yang baik.

You might be interested:  Apa Manfaat Laporan Keuangan Bagi Masyarakat Umum?

Ketiganya memiliki manfaat yang tidak sedikit. Tabungan, seperti kita ketahui, jelas berguna untuk keperluan saat ini dan masa depan. Penghasilan yang Anda simpan di tabungan bisa digunakan untuk pengeluaran sehari-hari ataupun keperluan mendadak. Sedangkan asuransi, bermanfaat untuk melindungi diri dari biaya kesehatan.

  • Sementara investasi bisa digunakan sebagai tabungan jangka panjang sehingga uang yang Anda miliki tidak habis begitu saja.
  • Euntungan yang dihasilkan dari investasi yang Anda lakukan bisa menjamin kehidupan di hari tua nanti.
  • Dalam mengatur keuangan rumah tangga, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menabung, memiliki asuransi, dan berinvestasi.

Saat memutuskan untuk menabung, Anda harus tau mana tempat terbaik untuk menyimpan uang yang Anda miliki, yakni bank. Menabung di Bank selain memiliki beberapa keuntungan juga menjamin keamanan uang yang Anda miliki. Selain itu, dengan menabung di bank, pengeluaran keuangan Anda bisa lebih mudah terpantau dan terkontrol.

Tak perlu ragu memilih di mana bank Anda bisa menyimpan uang. Saat ini, banyak bank yang menawarkan banyak keuntungan dan kemudahan dalam membuat tabungan maupun berinvestasi. Salah satunya Bank Di CIMB Niaga, ada beragam jenis tabungan yang ditawarkan. Anda bisa menentukan jenis tabungan sesuai dengan kebutuhan.

Salah satunya adalah, Lewat OCTO Saves, Anda dapat menikmati fasilitas bebas biaya hingga 60x tiap bulan. Lalu, ada yang memudahkan Anda yang terbiasa menggunakan tabungan dengan sistem setoran rutin. Bukan hanya itu, CIMB Niaga juga memiliki layanan tabungan investasi seperti,

  • Melalui layanan deposito berjangka CIMB Niaga, Anda bisa memperoleh kemudahan dan keuntungan seperti antara lain dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman, pilihan waktu penempatan yang fleksibel, dan pencairan deposito yang langsung dilakukan ke rekening nasabah.
  • Tertarik untuk dengan layanan tabungan di CIMB Niaga? Langsung klik untuk mengetahui jenis tabungan CIMB Niaga lainnya serta syarat dan ketentuan berlakunya.

: Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Efektif

Pengelolaan keuangan meliputi apa saja?

Menurut Purba et al., (2021:114) pengelolaan keuangan atau manajemen keuangan adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian kegiatan keuangan seperti pengadaan dan pemanfaatan dana usaha.

Berapa uang yang harus ditabung?

Ini Dia 10 Cara Alokasi Gaji Bulanan Agar Tidak Cepat Habis JAKARTA, investor.id – Tanpa memahami cara alokasi gaji bulanan yang baik dan benar, berapapun gaji bulanan kamu, bisa terasa sedikit, kurang untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan bahkan cepat habis.

  1. Dengan membuat alokasi gaji, kamu akan bisa tahu pos-pos mana saja perlu kamu optimalkan.
  2. Berikut 10 cara alokasi gaji bulanan agar tidak cepat habis dilansir dari Pintu Academy.1.Pahami Rumus Alokasi Gaji Sebenarnya rumus alokasi gaji jenisnya beragam.
  3. Namun yang paling sering digunakan adalah 40/30/20/10 dan 50/30/20.
You might be interested:  Urutan Alur Administrasi Perpajakan Yang Dilakukan Wajib Pajak Adalah?

Rumus yang pertama, 40/30/20/10, maksudnya adalah 40% dari gaji dialokasikan untuk kebutuhan, 30% untuk cicilan, 20% untuk investasi dan 10% untuk donasi. Sementara itu, ada juga rumus 50/30/20, yang mana maksudnya adalah 50% dari gaji digunakan untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk investasi.2.Cara Alokasi Gaji Bulanan 2 Juta Alokasi gaji 2 juta bisa menggunakan rumus 50/30/20, terlebih jika kamu masih tinggal sendiri, belum berkeluarga dan tidak memiliki tanggungan.

  • Untuk gaji 2 juta, berfokuslah untuk meningkatkan jumlah penghasilan dan menabung.
  • Dari segi kebutuhan, kamu bisa berfokus pada kebutuhan primer terlebih dahulu.
  • Baca juga: 3.Cara Alokasi Gaji Bulanan 3 Juta Tidak terlalu berbeda dengan sebelumnya, alokasi gaji 3 juta juga bisa menggunakan rumus 50/30/20, yang mana kewajiban dan kebutuhan tetap harus diutamakan.

Kalau masih ada sisa dana di akhir bulan, sebaiknya ditabung sebagai dana darurat jika terjadi hal yang tidak diinginkan suatu saat nanti.4.Cara Alokasi Gaji Bulanan 5 Juta Untuk gaji bulanan 5 juta, kamu bisa menggunakan rumus alokasi gaji 5 juta dengan pembagian 40/30/20/10.

  1. Persentase alokasi gaji bulanan ini sudah mencakup investasi, tabungan, dan bahkan donasi.5.Pisahkan Rekening Berdasarkan Kebutuhan Untuk kamu yang sudah memiliki gaji bulanan 10 juta, sebaiknya memiliki beberapa rekening terpisah supaya lebih mudah mengatur keuangan pribadi.
  2. Usahakan sisihkan 30% dari total gaji kamu atau sekitar 3 juta untuk ditabung.

Tagihan dan utang tetap jadi prioritas utama dan harus dibayar begitu menerima gaji. Baru kemudian kamu membagi-bagi dana sisanya untuk pengeluaran lain.6.Cara Alokasi Gaji Bulanan Pekerja Freelance Pekerja freelance tentu punya cara alokasi gaji yang berbeda dengan pekerja tetap.

Oleh karena itu, penting sekali bagi pekerja freelance untuk mencatat pengeluarannya per bulan. Lebih baik lagi kalau ada laporan harian. Kalau pendapatan bulan ini dirasa kurang, pekerja freelance bisa mencari pekerjaan ekstra agar kebutuhan bisa tercukupi. Baca juga: 7.Alokasi Gaji untuk Investasi Untuk yang masih memiliki gaji relatif kecil, investasi yang paling mudah adalah menyisakan sisa gaji untuk tabungan, berapapun jumlahnya.

Bentuk investasi lainnya adalah deposito, reksadana, emas digital, hingga saham. Prinsip investasi adalah high risk high return, begitu juga sebaliknya low risk low return, Pastikan kamu memahami konsep ini sebelum mulai berinvestasi.8.Alokasi Tabungan dari Gaji Tabungan adalah bentuk investasi yang paling mudah.

  1. Berapapun gaji kamu, sebaiknya sisakan sedikit dana untuk tabungan.
  2. Semakin besar gaji bulanan, seharusnya jumlah tabungan menjadi semakin besar.
  3. Alokasi gaji yang ideal untuk tabungan adalah sekitar sebesar 30% dari gaji.
  4. Namun untuk gaji 3 juta ke bawah, jumlahnya tidak harus 30%.9.Alokasi Gaji untuk Dana Darurat Saat ini, memiliki investasi dan tabungan nyatanya belumlah cukup.

Tabungan diharapkan digunakan untuk kebutuhan dan keinginan di masa depan.10.Alokasi Gaji untuk Asuransi Banyak yang belum memahami pentingnya asuransi. Padahal dengan asuransi, kamu bisa melindungi diri sendiri dan keluarga. Sebaiknya, alokasikan sebagian gaji kamu minimal untuk asuransi kesehatan.

Metode Kakeibo itu apa?

Apa itu Metode Kakeibo? – Cara Mengelola Keuangan Yang Baik Dan Benar Sumber: Pexels Kakeibo sendiri memiliki arti ‘catatan keuangan rumah tangga’. Artinya, teknik menabung Kakeibo ini mengutamakan pencatatan dan perencanaan keuangan dalam lingkup rumah tangga. Namun, secara umum, metode Kakeibo adalah sebuah cara untuk melakukan pencatatan keuangan secara manual demi mencapai tujuan tertentu.

  • Arena metode ini manual, maka kamu akan memerlukan kertas dan pena alih-alih aplikasi keuangan.
  • Para peneliti mengatakan bahwa menulis sesuatu secara manual dengan tangan akan memberikan perubahan positif.
  • Dengan begitu, metode Kakeibo dipercaya mampu meningkatkan kesadaranmu untuk terus melakukan pencatatan.

Jika kamu sadar untuk melakukan pencatatan keuangan, maka kamu pun mulai mempertimbangan pengeluaran demi mencapai sebuah tujuan. Misalnya, kamu memiliki tujuan untuk menabung demi membeli rumah. Ketika kamu melakukan pengeluaran besar setiap bulannya dan melakukan teknik menabung Kakeibo, kamu akan menyadari bahwa pengeluaran tersebut bisa ditekan.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan rumus 1234?

Rumus 1234 adalah rumus dana dalam pengelolaan keuangan untuk jumlah pembagian presentasi dalam mengatur anggaran anggaran keuangan di tiap bulannya. Umumnya orang menggunakan rumus 1234 ini untuk mengatur gaji mereka di tiap bulan, berikut penjelasannya untuk anda.