Laporan Keuangan Yang Disusun Dengan Basis Akrual?

Laporan Keuangan Yang Disusun Dengan Basis Akrual
Memelihara Catatan Akuntansi – Sebagian besar perusahaan menggunakan metode akrual untuk menyimpan catatan akuntansi, di mana biaya dan pendapatan diakui segera setelah terjadinya, tanpa memperhitungkan waktu penerimaan dana atau pembayaran biaya. Di sisi lain, beberapa usaha kecil dan pengusaha perorangan menggunakan metode akuntansi kas.

  • Dengan metode kas, pendapatan dicatat hanya pada saat uang diterima, dan biaya diakui hanya setelah pembayaran dilakukan.
  • Dengan metode kas, penentuan laba didasarkan pada informasi penerimaan pembayaran dan pembayaran biaya, dan fakta pengakuan laba dan beban tidak diperhitungkan.
  • Oleh karena itu, basis kas untuk akuntansi tidak sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional.

Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual memberikan pengguna informasi tidak hanya tentang transaksi masa lalu tetapi juga tentang kewajiban kas di masa depan dan sumber daya dalam bentuk dana yang akan diterima. Metode akrual dan metode kas digunakan untuk mengkarakterisasi dua cara akuntansi pendapatan dan biaya yang digunakan dalam menentukan dasar pajak penghasilan.

Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan berbasis akrual?

Perbedaan dari Akuntansi Basis Akrual (Accrual Basis) dengan Akuntansi Basis Kas (Cash Basis) – Home » News » Perbedaan dari Akuntansi Basis Akrual (Accrual Basis) dengan Akuntansi Basis Kas (Cash Basis)

Currently 4.62/10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Rating: 4.6 /10 (50 votes cast) Di dalam sebuah perusahaan pada saat mencatat keuangan harus menggunakan basis akuntansi. Karena menggunakan basis akuntansi ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kapan pengaruh transaksi atau kejadian harus diakui. Tentu saja setiap perusahaan menggunakan basis akuntansi yang berbeda-beda, ini tergantung dari sebuah perusahaan tersebut.

  • Dan setiap basis akuntansi memiliki kelemahan dan kelebihan, dan basis akuntansi ini memiliki 2 jenis yakni basis akrual dan basis kas.
  • Berikut ini perbedaan dari akuntansi basis akrual (accrual basis) dengan akuntansi basis kas (cash basis) Basis akrual (accrual basis) yaitu sebuah teknik pencatatan akuntansi, yang pencatatannya dilakukan saat terjadinya transaksi walaupun kas belum diterima.

Dalam pencatatan menggunakan basis akrual ini tentu akan lebih akurat, dan dengan menggunakan basis akrual aset, kewajiban dan ekuitas mudah diukur. Di dalam basis akrual sebuah pendapatan akan diakui ketika perusahaan memiliki hak untuk melakukan penagihan dari hasil transaksi.

Dan menggunakan basis akrual ini tidak memperdulikan kapan kas akan diterima, dan kapan kas dikeluarkan. Pengakuan biaya di dalam basis akrual ini ketika kewajiban membayar sudah jatuh tempo. Dan biaya tersebut sudah dapat diakui ketika kewajiban membayar sudah terjadi, meskipun kas belum dikeluarkan.

Basis kas (cash basis) yakni sebuah metode pencatatan di dalam akuntansi, yang hanya mencatat transaksi, jika ada penerimaan atau pengeluaran kas. Jadi, meski ada transaksi yang terjadi, misalnya hutang atau piutang. Tetapi karena tidak adanya kas yang masuk atau keluar, maka transaksi ini tidak dicatat jika menggunakan metode basis kas.

Laporan apa saja yang dibuat dalam akuntansi berbasis akrual?

Laporan Keuangan Pemda Berbasis Akrual – 2 Dengan berlakunya PP 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual, Pemerintah Daerah wajib menyusun laporan keuangan berupa Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Untuk menghasilkan laporan keuangan tersebut, Pemerintah Daerah harus menyusun Bagan Akun Standar yang dituangkan pada Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah. Bagan Akun Standar adalah daftar kodefikasi dan klasifikasi terkait transaksi keuangan yang disusun secara sistematis sebagai pedoman dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran, dan pelaporan keuangan pemerintah daerah.

Peraturan yang dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan Bagan Akun Standar oleh Pemerintah Daerah adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor Peraturan Menteri Keuangan Nomor.238/PMK.05/2011 tentang Pedoman Umum Sistem Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor.64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah.

Kode Rekening Cash Toward Acrual Acrual
1.X.X.X.X Aset Aset
2.X.X.X.X Kewajiban Kewajiban
3.X.X.X.X Ekuitas Ekuitas
4.X.X.X.X Pendapatan Pendapatan LRA
5.X.X.X.X Belanja Belanja LRA
6.X.X.X.X Pembiayaan Transfer
7.X.X.X.X Pembiayaan
8.X.X.X.X Pendapatan LO
9.X.X.X.X Beban LO

SAP berbasis akrual wajib diimplementasikan pada Tahun 2015, namun sebagian besar Pemerintah Daerah untuk Tahun Anggaran 2015 masih menggunakan bagan akun standar atau kode rekening berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006. Untuk menghasilkan laporan keuangan berbasis akrual, Pemerintah Daerah harus melakukan konversi bagan akun standar dari Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 ke Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013.

Untuk mengatasi hal tersebut, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah Berbasis Akrual – SimplyKD memiliki Fitur pemetaan bagan akun standar atau kode rekening dari Permendagri 13 Tahun 2006 ke Permendagri 64 Tahun 2013. Dengan adanya fitur tersebut, secara otomatis laporan keuangan Tahun 2015 akan disajikan berdasarkan bagan akun standar atau kode rekening Permendagri 64 Tahun 2013.

: Laporan Keuangan Pemda Berbasis Akrual – 2

You might be interested:  Lembaga Pembiayaan Yang Kegiatannya Dalam Bentuk Penyediaan Barang Modal Adalah?

Mengapa laporan keuangan utamanya dibuat menggunakan basis akrual?

Pemerintah Indonesia menerapkan basis akuntansi akrual karena basis ini memiliki manfaat yaitu memberikan gambaran yang utuh atas posisi keuangan pemerintah, menyajikan informasi yang sebenarnya mengenai hak dan kewajiban pemerintah, bermanfaat dalam mengevaluasi kinerja pemerintah terkait biaya jasa layanan, efisiensi

Pencatatan jurnal LRA berdasarkan basis akuntansi apa?

BASIS AKUNTANSI DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH Paragraf 42 Standar Akuntansi Pemerintah menyebutkan bahwa Basis Akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah adalah basis akrual, untuk pengakuan pendapatan-LO, beban, aset, kewajiban, dan ekuitas. Basis Akrual adalah “penyandingan pendapatan dan biaya pada periode di saat terjadinya”.

Dalam hal peraturan perundangan mewajibkan disajikannya laporan keuangan dengan basis kas, maka entitas wajib menyajikan demikian. Basis akrual untuk Laporan Operasional (LO) berarti bahwa pendapatan diakui pada saat hak untuk memperoleh pendapatan telah terpenuhi walaupun kas belum diterima di rekening Kas Umum Negara / Daerah atau oleh entitas pelaporan dan beban diakui pada saat kewajiban yang mengakibatkan penurunan nilai kekayaan bersih telah terpenuhi walaupun kas belum dikeluarkan dari rekening Kas Umum Negara / Daerah atau entitas pelaporan.

Pendapatan seperti bantuan pihak luar/asing dalam bentuk jasa disajikan pula pada Laporan Operasional. Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasar basis kas, maka Laporan Realisasi Anggaran (LRA) disusun berdasarkan basis kas, berarti pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara / Daerah atau oleh entitas pelaporan; serta belanja, transfer dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara / Daerah.

Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa aset, kewajiban, dan ekuitas diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.Berikut beberapa Contoh Jurnal Basis Akrual :Pendapatan – LO

Pendapatan YMHD / Piutang xxx
Pendapatan – LO xxx

Beban

Beban xxx
Beban YMHD / Utang Belanja xxx

Aset

Beban Penyusutan Aset xxx
Akumulasi Penyusutan Aset xxx

Persediaan

Beban Persediaan xxx
Persediaan xxx

Penyisihan Piutang

Beban penyisihan piutang xxx
Penyisihan piutang xxx

Penghapusan Piutang

Beban Penghapusan Piutang xxx
Piutang xxx

Sumber : tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) : BASIS AKUNTANSI DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH

Apa perbedaan basis kas dan basis akrual?

Accrual Basis dan Cash Basis Istilah accrual basis mungkin menjadi hal baru bagi orang awam dibidang keuangan. Kecuali, bagi mahasiswa akuntansi atau orang-orang yang sudah terbiasa menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan accrual basis adalah pencatatan pendapatan dan biaya pada periode saat terjadinya suatu transaksi, bukan pencatatan laporan keuangan saat pendapatan diterima ataupun dibayarkan seperti yang biasa ditemukan dalam laporan keuangan berbasis kas ( cash basis ). Misalnya perusahaan telah mengirimkan produk atau melakukan layanan ke customer. Perusahaan memberikan periode kredit atau jangka waktu pembayaran selama 30 hari. Perusahaan akan dibayar setelah 30 hari sejak pengiriman terjadi. Dalam metode laporan keuangan accrual, pencatatan pendapatan dilakukan ketika perusahaan memberikan produk atau melakukan layanan, bahkan sebelum transaksi tunai sebenarnya dilakukan. Sedangkan dalam pencatatan berbasis kas, perusahaan akan mencatat pendapatan setelah menerima pembayaran dari customer. Selain mencatat transaksi pengeluaran dan penerimaan kas, jenis laporan keuangan ini juga mencatat jumlah utang dan piutang perusahaan. Oleh karena itu, akuntansi accrual basis mampu memberikan gambaran lebih akurat terhadap kondisi keuangan perusahaan daripada laporan akuntansi berbasis kas. Penggunaan accrual basis pada laporan keuangan memiliki kompleksitas lebih tinggi dibandingkan dengan cash basis, Cash Basis Vs Accrual Basis, Manakah yang Lebih Baik? Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika sebuah usaha masih berada pada tahap merintis atau pilihan pembayaran yang digunakan hanya dengan uang tunai saja, maka dapat memilih cash basis karena kemudahannya. Namun, jika suatu usaha memiliki perputaran bisnis besar yang melibatkan transaksi kompleks seperti pinjaman, pembayaran, inventaris, kreditor, cadangan serta piutang, akan lebih baik menggunakan metode accrual basis, Metode ini dianggap menunjukkan gambaran yang lebih baik tentang profitabilitas bisnis dan operasinya. Faktor yang Membedakan Cash Basis dan Accrual Basis · Waktu Akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas memiliki perbedaan waktu pencatatan. Pada accrual basis pencatatan segera dilakukan setelah terjadinya transaksi, sedangkan pada cash basis pencatatan dilakukan setelah terjadinya penerimaan uang. · Ketepatan Akuntansi berbasis kas kurang efektif digunakan dalam jangka panjang. Kemungkinan hal ini bisa memberikan waktu yang sangat lama bagi perusahaan untuk menerima dana dari penjualan yang telah dilakukan. Dalam pandangan bisnis, ini sangat merugikan dan tidak ada kontrol pada transaksi non-tunai yang mungkin lebih kompleks. Sedangkan akuntansi berbasis akrual memiliki representasi yang lebih akurat dan memberikan gambaran nyata tentang posisi bisnis secara real-time, · Arus kas Cash basis memberi gambaran secara lebih akurat terhadap arus kas yang masuk dan keluar dari sistem. Sedangkan untuk akuntansi berbasis akrual lebih sulit merepresentasikan laporan kas yang benar. Banyak akuntan perusahaan harus membuat laporan arus kas terpisah ketika menggunakan laporan dengan jenis accrual basis, · Kemudahan Penggunaan Pencatatan dan pemeriksaan laporan keuangan dalam model cash basis bisa dikatakan lebih mudah karena hanya membutuhkan lebih sedikit entri jurnal. Berbeda dengan akuntansi berbasis akrual yang membutuhkan lebih banyak entri jurnal pada setiap transaksi yang terjadi. · Penerapan Industri Metode cash basis bukanlah metode yang cocok untuk bisnis dengan arus modal besar dan perputaran bisnis yang cepat. Misalnya konstruksi atau manufaktur. Jenis laporan keuangan ini umumnya dipakai oleh usaha kecil atau usaha yang sedang berkembang. Bisnis dengan tingkat perputaran produksi yang cepat dan modal yang lebih besar banyak menggunakan metode akuntansi accrual basis, · Analisis Tren Dalam metode cash basis, ada celah waktu pencatatan dari kejadian aktual dan pencatatan, karena penulisan laporan keuangan hanya dilakukan ketika dana berpindah tangan. Karena itu analisis tren tidak mungkin dilakukan. Sedangkan untuk metode accrual basis yang mencatat setiap transaksi, ada representasi yang akurat pada setiap transaksi yang terjadi. Dengan demikian pola penjualan dan pengeluaran lebih mudah untuk dianalisis.
You might be interested:  Sebutkan Objek Pajak Penghasilan Yang Dikecualikan?

Laporan keuangan itu ada berapa?

Kesimpulan – Menurut SAK, terdapat lima jenis laporan keuangan, di antaranya: laporan laba/rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, neraca, dan catatan atas laporan keuangan (CaLK). Catatan keuangan memiliki fungsi dan manfaat bagi pemilik bisnis maupun investor untuk mengetahui kondisi perusahaan.

  • Bagi perusahaan, dokumen tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan ke depannya.
  • Sementara itu, bagi investor, laporan keuangan perusahaan dapat menjadi pertimbangan dalam memutuskan untuk berinvestasi.
  • Laporan keuangan menjadi salah satu indikator krusial dalam analisis fundamental saham.

Namun, bagi investor pemula, hal ini cukup sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, bagi pemula yang baru ingin memulai, produk reksadana bisa jadi pilihan tepat. Reksadana adalah wadah investasi bersama bagi investor yang dana investasinya akan dikelola oleh ahli, yaitu Manajer Investasi,

  • Nantinya, Manajer Investasi akan mengalokasikan dana investasinya pada produk deposito, obligasi, dan saham terbaik, tergantung jenis reksadananya.
  • Jadi, kamu tidak perlu repot memilih mau berinvestasi di perusahaan apa, karena ada mereka yang siap menyusun strategi agar performa produk reksadananya tetap optimal.

Baca juga: Kamu bisa berinvestasi reksadana melalui aplikasi tanamduit. Terdapat berbagai pilihan produk reksadana yang dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan finansialmu. Yuk, dan mulai investasi sekarang! : 5 Jenis Laporan Keuangan dan Fungsinya yang Wajib Kamu Ketahui

Laporan keuangan apa saja yang harus dibuat oleh desa?

1. Laporan realisasi anggaran, 2. Laporan perubahan saldo anggaran lebih, 3. Neraca, 4. Laporan operasional, 5. Laporan arus kas, 6. Laporan perubahan ekuitas, dan 7. Catatan atas laporan keuangan.

Basis apakah yang dipakai dalam laporan realisasi anggaran?

1. Berbasis Kas – Basis akuntansi yang digunakan dengan laporan keuangan pemerintah adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam laporan realisasi anggaran dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca.

Bagaimanakah pemakaian basis akrual?

Bagaimanakah pemakaian basis akuntansi dan basis akrual untuk pelaporan keuangan pemerintah daerah

Jawaban: Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa aset, kewajiban, dan ekuitas diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Penjelasan:

Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasar basis kas, maka Laporan Realisasi Anggaran (LRA) disusun berdasarkan basis kas, berarti pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara / Daerah atau oleh entitas pelaporan; serta belanja, transfer dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara / Daerah.

Apakah basis akrual mempengaruhi aset dan kewajiban?

Akrual – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Akrual adalah suatu metode di mana penerimaan dan pengeluaran diakui atau dicatat ketika transaksi terjadi, bukan ketika uang kas untuk transaksi-transaksi tersebut diterima atau dibayarkan. Akrual akan mempengaruhi nilai dari suatu neraca karena melibatkan aset dan kewajiban (utang).

Apa yang dimaksudkan dengan basis akrual dan bagaimana konsepnya?

Mengenal Akrual Basis – Dalam dunia akuntansi, dikenal adanya basis akuntansi. Yang dimaksud dengan basis akuntansi adalah prinsip-prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui untuk penggunaan pada laporan keuangan.

Secara umum, terdapat dua basis akuntansi yaitu kas basis (cash basis) dan akrual basis (accrual basis). Perbedaan besar antara dua basis ini terletak pada bagaimana perusahaan mampu melaporkan pendapatan dan bebannya. Pada kas basis, perusahaan akan mengakui pendapatan hanya bila sudah menerima pembayaran tunai.

Dan juga akan mencatat pengeluaran saat sudah melakukan pembayaran tunai. Artinya, pengakuan pendapatan dan pengeluaran hanya terjadi saat uang sudah berpindah tangan. Sedangkan yang diterapkan pada akrual basis adalah perusahaan dapat mengakui adanya pendapatan atau beban walaupun belum menerima ataupun melakukan pembayaran secara tunai.

  • Akrual basis atau dasar akrual adalah suatu basis akuntansi bilamana transaksi ekonomi atau peristiwa akuntansi diakui, dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan langsung pada saat terjadinya transaksi tersebut, tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan.
  • Akrual basis adalah cara melakukan pencatatan berdasarkan apa yang seharusnya menjadi pendapatan dan beban perusahaan pada suatu periode.
  • Dengan begitu, suatu perusahaan akan mencatat pendapatannya berdasarkan seluruh pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan, terlepas apakah hak ini telah diwujudkan dalam bentuk penerimaan kas atau tidak, demikian juga dengan beban.
  • Bisa juga disebut bahwa akrual basis atau dasar akrual adalah cara yang digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana.
  • Ada dua pilar yang dijadikan sebagai konsep dasar akrual basis, yaitu:
  • 1. Pengakuan Pendapatan

Pengakuan pendapatan pada akrual basis adalah pada saat perusahaan memiliki hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep akrual basis, kapan saatnya kas benar-benar diterima merupakan hal yang kurang penting. Lantaran itulah, dalam akrual basis muncul yang disebut dengan estimasi piutang tak tertagih, karena penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.2.

You might be interested:  Apa Sajakah Faktor Penyebab Timbulnya Perlawanan Pasif Dalam Pemungutan Pajak?

Basis akuntansi ada berapa?

Di dalam akuntansi, istilah Accrual Basis dan Cash Basis adalah merujuk pada dasar yang digunakan untuk membuat laporan keuangan. Pahami perbedaan kedua contoh jenis laporan keuangan ini. Mekari Klikpajak akan mengulas masing-masing dari cash basis dan accrual basis mulai dari pemahaman dasar seperti accrual basis adalah dan cash basis adalah untuk Sobat Klikpajak.

Dalam mencatat keuangan, sebuah perusahaan harus memiliki pedoman seperti apa yang disebut basis akuntansi. Oleh karena itu, pemahaman accrual basis itu sangat penting bagi bagian keuangan. Accrual basis merupakan bagian dari basis akuntansi. Basis akuntansi adalah berbagai prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui demi tujuan pelaporan keuangan.

Selain itu, basis akuntansi juga berkaitan erat dengan waktu dilakukannya pengukuran tersebut. Setiap perusahaan memiliki jenis basis akuntansi yang berbeda, tergantung pada kebijakannya masing-masing. Umumnya, terdapat dua jenis basis akuntansi yang kerap diterapkan, yakni accrual basis dan cash basis, Laporan Keuangan Yang Disusun Dengan Basis Akrual

Bagaimana pengaplikasian akuntansi akrual basis atau akuntansi akrual dalam sektor publik?

Pengaplikasian accrual basis dalam akuntansi sektor publik pada dasarnya adalah untuk menentukan cost of service dan charging for services, yaitu untuk mengetahui besarnya biaya ynag dibutuhkan untuk menghasilkan pelayanan publik serta penentuan harga pelayanan yang dibebankan kepada publik.

Apa yang dimaksudkan dengan basis akrual dan bagaimana konsepnya?

Mengenal Akrual Basis – Dalam dunia akuntansi, dikenal adanya basis akuntansi. Yang dimaksud dengan basis akuntansi adalah prinsip-prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui untuk penggunaan pada laporan keuangan.

Secara umum, terdapat dua basis akuntansi yaitu kas basis (cash basis) dan akrual basis (accrual basis). Perbedaan besar antara dua basis ini terletak pada bagaimana perusahaan mampu melaporkan pendapatan dan bebannya. Pada kas basis, perusahaan akan mengakui pendapatan hanya bila sudah menerima pembayaran tunai.

Dan juga akan mencatat pengeluaran saat sudah melakukan pembayaran tunai. Artinya, pengakuan pendapatan dan pengeluaran hanya terjadi saat uang sudah berpindah tangan. Sedangkan yang diterapkan pada akrual basis adalah perusahaan dapat mengakui adanya pendapatan atau beban walaupun belum menerima ataupun melakukan pembayaran secara tunai.

  • Akrual basis atau dasar akrual adalah suatu basis akuntansi bilamana transaksi ekonomi atau peristiwa akuntansi diakui, dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan langsung pada saat terjadinya transaksi tersebut, tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan.
  • Akrual basis adalah cara melakukan pencatatan berdasarkan apa yang seharusnya menjadi pendapatan dan beban perusahaan pada suatu periode.
  • Dengan begitu, suatu perusahaan akan mencatat pendapatannya berdasarkan seluruh pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan, terlepas apakah hak ini telah diwujudkan dalam bentuk penerimaan kas atau tidak, demikian juga dengan beban.
  • Bisa juga disebut bahwa akrual basis atau dasar akrual adalah cara yang digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana.
  • Ada dua pilar yang dijadikan sebagai konsep dasar akrual basis, yaitu:
  • 1. Pengakuan Pendapatan

Pengakuan pendapatan pada akrual basis adalah pada saat perusahaan memiliki hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep akrual basis, kapan saatnya kas benar-benar diterima merupakan hal yang kurang penting. Lantaran itulah, dalam akrual basis muncul yang disebut dengan estimasi piutang tak tertagih, karena penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.2.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan prinsip basis akrual dalam menyusun informasi akuntansi?

Asas Akrual – Pengertian, Jenis dan Contohnya | Tokopedia Kamus Bagikan “sistem penentuan biaya dan pendapatan yang mengakui seluruh pendapatan dan biaya pada tahun buku tertentu meskipun realisasinya baru terjadi dalam tahun buku selanjutnya (accrual basis).” Otoritas Jasa Keuangan Basis akrual atau asas akrual adalah suatu basis dimana transaksi ekonomi atau peristiwa akuntansi diakui, dicatat dan disajikan dalam berdasarkan pengaruh transaksi pada saat terjadinya transaksi tersebut, tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan.

Akuntansi berbasis akrual merupakan international best practice dalam pengelolaan keuangan modern yang sesuai dengan prinsip New Public Management (NPM) yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.1. Pengakuan Pendapatan Saat pengakuan pendapatan pada basis akrual adalah pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan.

Dalam konsep basis akrual, mengenai kapan kas benar-benar diterima menjadi hal yang kurang penting.

Oleh karena itu, dalam basis akrual kemudian muncul estimasi tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima. 2. Pengakuan Beban Pengakuan beban dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi. Dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah terjadi, maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point munculnya biaya meskipun beban tersebut belum dibayar.

Kelebihan dari basis akrual adalah:

Menghasilkan laporan keuangan yang lebih baik untuk tujuan pengambilan keputusan. Pengalokasian sumber daya dapat diketahui lebih akurat. Penilaian kinerja yang lebih akurat dalam satu tahun pelaporan karena penilaian kesehatan keuangan dikaitkan pada kinerja perusahaan. Dapat menghasilkan nilai aset, kewajiban dan yang lebih baik. Pengukuran penilaian biaya suatu program/kegiatan yang lebih baik.

Kelemahan dari basis akrual adalah:

Relatif lebih kompleks dibanding basis akuntansi kas sehingga membutuhkan SDM dengan kompetensi akuntansi yang memadai. Relevansi akuntansi akrual basis akan menjadi terbatas. Ada risiko pendapatan yang tak tertagih sehingga dapat membuat mengurangi pendapatan perusahaan. Dengan adanya pembentukan cadangan akan dapat mengurangi pendapatan perusahaan. Perusahaan tidak mempunyai perkiraan yang tepat kapan kas yang belum dibayarkan oleh pihak lain dapat diterima.

: Asas Akrual – Pengertian, Jenis dan Contohnya | Tokopedia Kamus