Sebutkan Laporan Keuangan Perbankan Syariah Yang Anda Ketahui Dan Jelaskan?

Sebutkan Laporan Keuangan Perbankan Syariah Yang Anda Ketahui Dan Jelaskan
Laporan Keuangan Untuk Entitas Syariah Pendahuluan Penyajian laporan akuntansi entitas syariah (bank syariah) telah diatur dengan pedoman standart akuntansi keuangan (PSAK) dan pedoman akuntansi perbankan syariah indonesia (PAPSI). Oleh karena itu,laporan keuangan harus mampu mamfasilitaskan semua pihak yang terkait dengan bank syariah.

  • Ekurangan perhatian PSAK dan PAPSI dalam masalah syariah juga terdapat dalam hal fungsi laporan keuangan memfasilitaskan DPS untuk memeriksa dana non halal yang diterima oleh bank.
  • Dana non halal berdasarkan PSAK no.59 dan PAPSI digabungkan dengan dana qard.
  • Penggabungan dapat menimbulkan persoalan syariah berupa tercampurnya yang haq dan yang batil.

Ketiadaan pemisahan akan menimbulkan kurangnya perhatian untuk mengupayakan pengeliminasian dan non halal di masa yang akan datang.1. Macam-Macam Laporan Keuangan Syariah Laporan keuangan bank syariah yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut : a) Neraca b) Laporan laba rugi c) Laporan arus kas d) Laporan perubahan ekuitas e) Laporan perubahan dana investasi terkait f) Laporan sumber dan penggunaan dan zakat,infak,dan shadaqah g) Laporan sumber dan penggunaan dan qardhul hasan h) Catatan atas laporan keuangan Neraca Unsur neraca meliputi aktiva,kewajiban,investasi tidak terkait,dan ekuitas.

Penyajian aktiva pada neraca atau pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan atas aktiva yang dibiayai oleh bank sendiri dan aktiva yang dibiayai oleh bank bersama pemilik dana investasi tidak terkait,dilakukan secara terpisah. Dengan memperhatikan ketentuan dalam PSAK lainnya,penyajian dalam neraca mencakup,tetapi tidak terbatas pada pos-pos aktiva Investasi tidak terkait adalah dana yang diterima oleh bank dengan kriteria sebagai berikut : 1.

Bank mempunyai hak untuk menggunakan dan menginvestasikan dana,termasuk hak untuk mencapur dana dimaksud dengan dana lainnya.2. Keuntungan dibagikan sesuai dengan nisbah yang disepakati 3. Bank tidak memiliki kewajiban secara mutlak untuk mengembalikan dana tersebut jika mengalami kerugian Laporan Laba Rugi Dengan memperhatikan ketentuan dalam PSAK lainnya,penyajian dalam laporan laba rugi mencakup,tetapi terbatas pada pos-pos pendapatan dan beban.

Laporan Arus Kas Laporan arus kas disajikan dengan PSAK 2 : laporan arus kas dan PSAK 31 : Akuntansi keuangan. Laporan Perubahan Ekuitas Laporan perubahan ekuitas disajikan sesuai dengan PSAK 1 : penyajian laporan keuangan. Laporan Perubahan Dana Investasi Terkait Laporan perubahan dana investasi terkait memisahkan dana investasi terkait berdasarkan sumber dana dan memisahkan investasi berdasarkan jenisnya.

Bank syariah menyajikan laporan perubahan dana investasi terkait sebagai komponen utama laporan keuangan yang menunjukkan: a) Saldo awal dana investasi terkait b) Jumlah unit invesatasi pada setiap jenis investasi dan nilai perunit pada awal priode c) Dana investasi yang diterima dan unit investasi yang diterbitkan bank syariah selama periode laporan.

d) Penarikan atau pembelian kembali unit investasi selama periode laporan e) Kuntungan atau kerugian dana investasi terkait f) Bagian bagi hasil milik bank dari keuntungan investasi terkait jika bank syariah berperan sebagai pengelolah dana atau imbalan bank jika bank syariah berperan sebagai agen investasi g) Beban administrasi dan beban tidak langsung lainnya yang dialokasikan oleh bank ke dana investasi terkait h) Saldo akhir dana investasi terkait i) Jumlah unit investasi pada setiap jenis dan nilai perunit pada akhir periode.

Investasi terkait adalah investasi yang bersumber dari pemilik dana investasi terkait dan sejenisnya yang dikelola oleh bank sebagai manajer investasi berdasarkan mudharabah muqayyadah atau sebagai agen investasi. Investasi terkait bukan merupakan aktiva maupun kewajiban bank karena bank tidak mempunyai hak untuk menggunakan atau mengeluarkan investasi tersebut serta bank tidak memiliki kewajiban mengembalikan atau menanggung resiko investasi.

Dana yang diserahkan oleh pemilik investasi terkait dan sejenisnya adalah dana yang diterima bank sebagai manajer investasi yang disepakati untuk diinvestasikan oleh bank baik sebagai pengelolah dana maupun sebagai agen investasi. Dana yang ditarik oleh pemilik investasi terkait adalah dana yang diambil atau dipindahkan sesuai dengan permintaan pemilik dana.

Keuntungan dan kerugian investasi terkait sebelum dikurangin bagian keuntungan manajer investasi adalah jumlah kenaikan atau penurunan berisi nilai investasi terkait selain kenaikan yang berasal dari penyetoran atau penurunan yang berasal dari penarikan.

Apabila dalam investasi tersebut terdapat dana bank,maka bank menanggung kerugian sebesar bagian dana yang diikutsertakan. Dalam hal bank bertindak sebagai agen investasi,imbalan yang diterima adalah sebesar jumlah yang disepakati tanpa memperlihatkan hasil investasi. Laporan Sumber Dan Penggunaan Dana Zakat,Infak,Dan Shadaqah Bank syariah menyajikan laporan sumber dana penggunaan zakat,infak,dan shadaqah sebagai komponen utama laporan keuangan yang menunjukkan : a.

Sumber dana zakat,infak,dan shadaqah yang berasal dari : I. Zakat dari bank syariah II. Zakat dari pihak luar bank syariah III. Infak IV. Shadaqah b. Penggunaan dan zakat,infak dan shadaqa untuk : I. Miskin II. Hamba sahaya III. Orang yang terlilit hutang IV.

  • Fakir V. Orang yang baru masuk islam VI.
  • Orang yang berjihad VII.
  • Orang yang dalam perjalanan VIII. Amil c.
  • Enaikan dan penurunan sumber dana zakat,infak,dan shadaqah d.
  • Saldo awal dana penggunaan dana zakat,infak,dan shadaqah e.
  • Saldo akhir dan penggunaan dana zakat,infak,dan shadaqah Zakat adalah sebagian harta yang wajib dikeluarkan oleh muzaki untuk diserahkan kepada mustahiq.

Pada prinsipnya wajib zakat adalah shahibulmal. Bank bertindak sebagai amil zakat. Laporan Sumber Dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan Bank syariah menyajikan laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan sebagai komponen utama laporan keuangan yang menunjukkan : a.

  1. Sumber dana qardhul hasan yang berasal dari penerimaan i. Infak ii.
  2. Shadaqah iii. Denda iv.
  3. Pendapatan non halal b.
  4. Penggunaan qardhul hasan untuk : i.
  5. Pinjaman ii.
  6. Sumbangan c.
  7. Enaikan atau penurunan sumber dana qardhul hasan d.
  8. Saldo awal dana penggunaan dana qardhul hasan e.
  9. Saldo akhir dana penggunaan dana qardhul hasan Unsur dasar laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan meliputi sumber penggunaan dana qardhul hasan selama jangka waktu tertentu dan saldo qardhul hasan pada tanggal tertentu.

Sumber dana qardhul hasan berasal dari bank atau luar bank. Sumber dana qardhul hasan dari luar berasal dari infak dan shadaqah dari pemilik,nasabah,dan pihak lainnya. Penggunaan qarhul hasan meliputi pemberian pinjaman baru selama jangka waktu tertentu dan pengembalian dana qardhul hasan temporer yang disediakan pihak lainnya.

  1. Saldo dan qardhul hasan adalah dana qardul hasan yang belum disalurkan pada tanggal tertentu.
  2. Bentuk Laporan Keuangan Bank Syariah Berdasarkan KDPPLK bank syariah dijelaskan,maka laporan keuangan bank syariah harus disusun berdasarkan kerangka dasar penyusunan dan penyajiannya.
  3. Sebab laporan keuangan bank syariah tentunya memiliki perdedaan,meskipun ada bebarapa aspek yang mungkin sama dengan bentuk laporan keuangan pada umunya.

Penyusunan Laporan Keuangan Bank Syariah Seperti halnya dengan perusahaan lainnya,bank syariah secara umum dalam melakukan penyusunan laporan keuangan melalui beberapa tahapan antara lain : 1. Bukti transaksi Bukti transaksi adalah sangat penting,sebab bukti transaksi merupakan kepastian keabsahan transaksi yang dicatat dan sebagai rujukan apabila terjadi masalah dikemudian hari.

  1. Bukti dapat dari bank syariah sendiri dan dapat pula berasal dari pihak-pihak yang berhubungan dengan bank syariah 2.
  2. Jurnal Setiap ayat jurnal terdiri paling tidak satu perkiraan di debit dan satu perkiraan di kredit.
  3. Cara pencatatan ayat jurnal seperti ini dikenal dengan istilah Double Entry Accounting System,

Jumlah debit harus sama dengan jumlah kredit. Secara umum ayat jurnal dicatat didalam sebuah format yang memuat kolom-kolom antara lain : tanggal,nomor bukti,perkiraan,debit dan kredit.3. Buku besar Buku besar adalah data pindahan dari jurnal ke dalam perkiraan masing-masing (posting) adapun langkah-langkah posting adalah : a.

  1. Pindahkan tanggal yang terdapat dalam jurnal ke dalam perkiraan yang bersangkutan.b.
  2. Pindahkan jumlah yang didebit dan atau kredit dalam jurnal ke dalam debit dan atau kredit perkiraan buku besar.c.
  3. Catat kode dan nomor halaman jurnal ke dalam kolom ref diperkiraan buku besar.d.
  4. Jumlah sisi debit dan atau kredit kemudian cari selisih jumlah debit dan atau kredit tersebut untuk menentukan saldo akhir.4.
You might be interested:  Apa Saja Penerimaan Dari Negara Selain Pajak?

Neraca saldo Neraca saldo adalah pengelompokan perkiraan buku besar berdasarkan saldo debit dan saldo kreditnya,sehingga jumlah saldo yang ada disisi debit sama dengan jumlah saldo yang ada disisi kredit.5. Jurnal penyesuaian Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir priode dengan maksud untuk mengoreksi perkiraan-perkiraan sehingga mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Pada umunya perkiraan-perkiraan yang perlu penyesuaian diakhir priode seperti : a. Pendapatan umum yang diterima dimuka dan biaya yang dibayar dimuka.b. Biaya pemakaian perlengkapan kantor periode berjalan.c. Beban penyusutan dan akumulasi penyusutan aktiva tetap.d. Serta perkiraan-perkiraan lainnya yang membutuhkan penyesuian diakhir periode.6.

Laporan keuangan Laporan keuangan adalah pokok terdiri dari neraca,laba rugi,dan perubahan kekayaan bersih. Neraca adalah keadaan posisi keuangan pada tanggal tertentu, laba rugi adalah ikhtisar pendapatan dan biaya untuk suatu jangka waktu tertentu sedangkan perubahan kekayaan bersih adalah ikhtisar kenaikan dan penurunan kekayaan perusahaa.

DEFENISI PERNYATAAN KEUANGAN DALAM AKUNTANSI BANK SYARIAH Secara umum pernyataan keuangan untuk bank syariah dijelaskan sebagai berikut : 1. Pernyataan keuangan yang menggambarkan fungsi bank islam sebagai investor,hak dan kewajibannya,dengan tidak memandang tujuan bank islam itu dari masalah investasinya,apakah ekonomi atau sosial.

Peryantaan keuangan meliputi : a. Pernyataan posisi keuangan b. Pernyataan pendapatan c. Pernyataan aliran kas d. Pernyataan laba ditahan atau pernyataan perubahan pada saham pemilik.2. Sebuah pernyataan keuangan yang menggambarkan perubahan dalam investasi terbatas,yang dikelola oleh bank islam untuk kepentingan masyarakat,baik berdasarkan kontrak modharabah atau perwakilan.3.

Pernyataan keuangan yang menggambarkan peran bank islam sebagai fiduciary dari dana yang tersedia untuk jasa sosial ketika jasa semacam itu diberikan melalui dana terpisah. Defenisi unsur-unsur dasar laporan keuangan 1. Pernyataan posisi keuangan a. Aset Aset adalah sesuatu yang mampu menimbulkan aliran kas positif atau manfaat ekonomi lainnya,baik dengan dirinya sendiri ataupun dengan aset yang lain,yang haknya didapat oleh bank syariah sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa dimasa lalu.

Aset itu harus memiliki karakter tambahan berikut : 1. Dapat diukur secara keuangan dengan tingkat reliabilitas yang wajar 2. Tidak boleh dikaitkan dengan kewajiban yang tidak dapat diukur atau hak bagi pihak lain 3. Bank islam harus mendapatkan hak untuk menahan,menggunakan,atau mengelola aset itu.b.

Liabilitas Liabilitas adalah kewajiban yang berjalan untuk memindahkan aset,meneruskan penggunaanya,atau menyediakan jasa bagi pihak lain di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa dimasa lalu.c. Porsi pemegang rekening investasi tak terbatas Rekening investasi tak terbatas merujuk kepada dana-dana yang diterima bank syariah dari individu-individu atau lainnya dengan dasar bahwa bank syariah akan memiliki hak untuk menggunakan dan menginvestasikan dana-dana itu tanpa pembatasan.

Keuntungan atau kerugian suatu investasi usaha bagi secara proporsional setelah bank islam menerima bagian keuntungan atau kerugian sebagai mudharib.d. Saham pemilik Saham pemilik merujuk pada jumlah yang tersisa pada tanggal pernyataan posisi keuangan dari aset bank syariah sesudah dikurangi kewajiban.2.

  1. Pernyataan pendapatan a.
  2. Pendapatan Pendapatan adalah kenaikan kotor dalam aset atau penurunan dalam liabilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berkibat dari investasi yang halal,perdagangan,memberikan jasa,atau aktivitas lain yang bertujuan meraih keuntungan.b.

Biaya Biaya adalah penurunan kotor dalam aset atau kenaikan dalam liabilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berakibat dari investasi yang halal,perdagangan,atau aktivitas,termasuk pemberian jasa.c.

  1. Euntungan Kenutngan adalah kenaikan bersih dari aset bersih sebagai akibat dari memegang aset yang mengalami peningkatan nilai selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan.d.
  2. Erugian Kerugian adalah penurunan bersih dari aset bersih sebagai akibat dari memegang aset yang mengalami penurunan nilai selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan.e.

Keuntungan pada rekening investasi tak terbatas dan yang setaranya Menunjukkan kondisi atau posisi rekening investasi mudharabah mutlaqqah f. Keuntungan bersih 3. Pernyataan perubahan dalam saham pemilik atau pernyataan laba ditahan a. Pernyataan perubahan dalam saham pemilik b.

  • Pernyataan laba di tahan 4.
  • Pernyataan aliran kas a.
  • As dan setara kas b.
  • Aliran kas dari transaksi c.
  • Aliran kas dari aktiva investasi d.
  • Aliran kas dari aktiva pembiayaan 5.
  • Pernyataan perubahan dalam investasi terbatas dan setaranya a.
  • Investasi terbatas b.
  • Simpanan dan penarikan oleh pemegang rekening investasi terbatas dan ekuivalensinya.6.

Pernytaan sumber dan penggunaan dana zakat serta dana sosial a. Sumber dana zakat dan dana sosial b. Penggunaan dana zakat dan dana sosial c. Saldo dana zakat dan dana sosial 7. Pernyataan sumber dan penggunaan dana dalam qardh a. Qardh b. Sumber dana dalam qardh c.

Penggunaan dana dalam qardh d. Saldo dana dalam qardh PENGUNGKAPAN DALAM AKUNTANSI BANK SYARIAH Laporan keuangan bank syariah mengungkapkan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan yang mencakup,tetapi tidak terbatas pada kebijakan akuntansi: a. Motode akuntansi diperbolehkan dalam setiap jenis transaksi b.

Yang tidak konsisten dengan konsep akuntansi keuangan bank syariah c. Mengenai pengakuan pendapatan,beban,keuntungan,dan kerugian dalam setiap jenis transaksi d. Mengenai pengakuan dan penentuan penyisihan kerugian dan penghapusan aktiva produktif bank syariah e.

  1. Onsolidasi laporan keuangan Laporan keuangan bank syariah mengungkapkan pendapatan atau beban yang dilarang oleh bank syariah,jika ada meliputi : a.
  2. Jumlah dan sifat pendapatan yang diperoleh dari sumber atau cara yang tidak diperkenankan oleh syariah b.
  3. Jumlah dan sifat beban yang tidak sesuai dengan syariah c.

Rencana penggunaan pendapatan non-halal sesuai dengan arahan dewan pengawas syariah PENGUNGKAPAN UNTUK SETIAP KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN Neraca Pengungkapan pembiayaan mudharabah mencakup,tetapi tidak terbatas,pada : a. Jumlah pembiayaan mudharabah kas dan non kas b.

  • Erugian atas penurunan nilai aktiva mudharabah,apabila ada c.
  • Perenstase kepemilikan dana pada investasi tidak terkait yang signifikan berdasarkan kepemilikan perorangan dan badan hukum.
  • Laporan Laba Rugi Pendapatan,beban,keuntungan dan kerugian harus diungkapkan berdasarkan jenis menurut krakteristik transaksi.

Hal–hal tersebut dibawah ini yang berasal dari investasi yang dibiayain bersama oleh bank dan para pemilik dana investasi tidak terkait dan investasi yang hanya dibiayai oleh bank harus diungkapkan secara terpisah: a. Pendapatan dan keuntungan investasi b.

  • Beban dan kerugian investasi c.
  • Laba (rugi) investasi d.
  • Bagian dari pemilik dana investasi tidak terikat dari pendapatan (kerugian) dari investasi sebelum bagian pengelola dana e.
  • Bagian bank pada pendapatan (kerugian) investasi f.
  • Bagian bank pada pendapatan dana investasi tidak terkat sebagai pengelola dana Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat Pengungkapan hal0-hal yang berkaitan dengan laporan perubahan dana investasi terikat dalam catatan atas laporan keuangan mencakup,tetapi tidak terbatas pada: a.

Periode yang dicakup oleh laporan perubahan dana investasi terikat b. Secara terpisah salda awal,keuntungan,dan saldo akhir dana investasi terikat yang berasal dari revakuasi dana investasi tidak terikat c. Sifat dan hubungan antara bank dan para pemilik dana investasi terikat,baik bank sebagai pengelola dana maupun sebagai agen investasi d.

Hak dan kewajiban yang dikaitkan dengan masing-masing jenis dana investasi terikat atau unit investasi Laporan Sumber Dan Penggunaan Dana Zakat,Infak,Dan Shadaqah Dalam catatan atas laporan keuangan mencakup,tatapi tidak terbatas pada : a. Periode yang dicakup oleh laporan sumber dan penggunaan dan zakat,infak dan shadaqah b.

Dasar penentuan zakat para pemegang saham jika bank diharuskan membayar zakat atas nama para pemegang saham c. Rincian sumber dana zakat,infak,dan shadaqah d. Dana zakat,infak dan shadaqah yang disalurkan bank selama periode laporan e. Dana zakat,infak,dan shadaqah yang belum disalurkan pada akhir periode laporan Laporan Sumber Dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan Dalam catatan atas laporann keuangan mencakup,tetapi tidak terbatas pada: a.

Contents

You might be interested:  Bagaimana Dampak Kegagalan Suatu Bank Terhadap Sistem Keuangan Indonesia?

Apa saja laporan keuangan perbankan syariah?

Komponen-Komponen Laporan –

Neraca

Entitas syariah menyajikan aset lancar terpisah dari aset tidak lancar dan kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang, kecuali untuk industri tertentu yang diatur dalam SAK khusus. Aset lancar disajikan menurut ukuran likuiditas, sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh temponya.

  • Untuk setiap jenis saham
  • Jumlah saham modal dasar
  • Jumlah saham yang diterbitkan
  • Nilai nominal saham
  • Ikhtisar perubahan jumlah saham beredar
  • Penjelasan mengenai sifat dan tujuan pos cadangan dalam ekuitas

Entitas syariah yang modalnya tidak terbagi dalam saham, mengungkapkan informasi yang setara dengan persyaratan diatas yang memperlihatkan perubahan dalam suatu periode dari setiap jenis penyertaan hak keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis penyertaan. Baca juga: Perbedaan Laporan Keuangan Fiskal dan Komersial

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi entitas syariah disajikan dengan menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan penambahan dan perubahan meliputi materialitas, hakikat, dan fungsi dari berbagai komponen pendapatan dan beban.

Jika terdapat pendapatan tidak halal, pendapatan tersebut tidak boleh disajikan dalam laporan laba rugi entitas syariah maupun laba rugi konsolidasian entitas konvensional yang mengkolosidasikan entitas syariah. Informasi pendapatan tidak halal tersebut disajikan dalam laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan.

Entitas syariah disarankan untuk menyajikan rincian seperti penjelasan di atas pada laporan laba rugi. Entitas syariah yang mengklasifikasikan beban menurut fungsinya harus mengungkapkan informasi tambahan mengenai sifat beban. Entitas syariah mengungkapkan dalam laporan laba rugi atau dalam catatan atas laporan keuangan, jumlah dividen per saham yang diumumkan.

Laporan Perubahan Ekuitas

Entitas syariah harus menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagai komponen utama laporan keuangan yang menunjukan:

  • Laba atau rugi bersih periode yang bersangkutan.
  • Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung dalam ekuitas.
  • Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana yang telah diatur oleh PSAK.
  • Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik.
  • Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta perubahannya.
  • Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio dan cadangan pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.
  • Laporan perubahan ekuitas entitas syariah menggambarkan peningkatan atau penurunan aset bersih selama periode bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dalam laporan keuangan.

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas ini disusun berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam PSAK.

Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat

Unsur dasar laporan sumber dan penggunaan dana zakat meliputi sumber dana, penggunaan dana selama suatu jangka waktu, dan saldo dana zakat yang menunjukan dana zakat yang belum disalurkan pada tanggal tertentu. Dana zakat tidak dibolehkan untuk menutup penyisihan kerugian aset. Entitas syariah harus mengungkapkan catatan atas laporan sumber dan penggunaan dana zakat, tetapi tidak terbatas pada :

  • Sumber dana zakat yang berasal dari internal entitas syariah.
  • Sumber dana zakat yang berasal dari eksternal entitas syariah.
  • Kebijakan penyaluran zakat terhadap masing-masing asnaf.

Proporsi dana yang disalurkan untuk masing-masing penerima zakat diklasifikasikan atas pihak yang terkait, sesuai dengan yang diatur oleh PSAK.

Laporan Sumber dan Dana Kebajikan

Unsur dasar laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan meliputi sumber dan pengunaan dana selama periode tertentu, serta saldo dana kebajikan yang menunjukan dana kebajikan yang belum disalurkan pada tanggal tertentu. Entitas syariah harus mengungkapkan catatan atas laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan, tetapi tidak terbatas pada :

  • Sumber dana kebajikan.
  • Kebijakan penyaluran dana kepada masing-masing penerima.

Proporsi dana yang disalurkan untuk masing-masing penerima zakat diklasifikasikan atas pihak yang terkait, sesuai dengan yang diatur oleh PSAK.

Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat

Investasi terikat adalah investasi yang bersumber dari pemilik dana investasi terikat yang dikelola bank. Keuntungan dan kerugian investasi terikat sebelum dikurangi bagian manajer investasi adalah jumlah kenaikan atau penurunan bersih nilai investasi terikat selain kenaikan yang berasal dari penyetoran atau penurunan yang berasal dari penarikan.

Laporan keuangan syariah ada berapa?

Laporan keuangan syariah, setidaknya terdapat 6 macam laporan keuangan, yakni: 1. Laporan posisi keuangan (neraca); 2. Laporan laba rugi; 3. Laporan arus kas; 4. Laporan perubahan ekuitas; 5. Laporan sumber dan penggunaan dana zakat; dan 6. Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan 20 Daftar Pustaka Muhammad.

Apa yang dimaksud laporan keuangan bank syariah?

Laporan keuangan perbankan syariah menurut PSAK 101 merupakan laporan keuangan yang menyajikan entitas syariah untuk tujuan umum yang disusun dan disajikan sesuai dengan PSAK.

Jelaskan terdiri dari apa saja laporan keuangan konvensional dan laporan keuangan syariah?

7. Unsur – Unsur dari Laporan keuangan konvensional terdiri dari : Aset, Liabilitas, Ekuitas, Penghasilan dan Beban. Sedangkan unsur laporan keuangan syariah terdiri dari : Aset, Liabilitas, Dana Syirkah Temporer, Ekuitas, Penghasilan, Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil, dan Beban.

Jelaskan apa itu laporan keuangan perbankan?

Tentang Laporan Keuangan Bank – Laporan keuangan bank merupakan suatu laporan keuangan yang disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dari manajemen bank terhadap seluruh pihak yang bekepentingan dengan kinerja keuangan bank. Pertanggungjawaban yang dilaporkan adalah selama satu periode yang telah ditentukan.

Sebutkan dan jelaskan laporan keuangan bank syariah apa perbedaannya dengan laporan keuangan bank konvensional?

Perbedaan Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional – Laporan keuangan adalah laporan tertulis tentang posisi keuangan serta perubahan-perubahannya serta hasil yang telah dicapai oleh suatu perusahaan atau instansi dalam satu periode tertentu. memberi gambaran tentang struktur kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan bagaimana perusahaan mendapatkan kekayaan tersebut.

Perubahan posisi keuangan menunjukkan tentang kemajuan atau penurunan perusahaan, memberi gambaran tentang apakah perusahaan memperoleh laba dalam menjalankan usahanya atau malah rugi setelah menjalankan bisnisnya. Laporan keuangan adalah laporan keuangan yang bentuk penyajiannya sesuai dengan entitas atau kaidah-kaidah syariah.

Sedangkan Laporan keuangan konvensional adalah laporan keuangan yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahannya serta hasil yang dicapai pada periode tertentu. Laporan keuangan konvensial dan syariah sejatinya merupakan jenis laporan yang memuat sebagian besar hal-hal yang sama dan intinya melaporkan kinerja perusahaan sembari memperlihatkan posisi perusahaan saat ini terkait dengan kekayaan dan kewajiban.

Namun ada beberapa perbedaan yang menjadikan keduanya merupakan laporan keuangan yang berbeda. Beberapa hal yang menjadi poin-poin akan dijabarkan sebagai berikut: 1.Sudut Pelaporan Dari segi pelaporannya, laporan keuangan konvensional memuat lebih sedikit unsur-unsur laporan keuangan. Unsur laporan keuangan konvensional terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

Sedangkan pada laporan keuangan syariah, unsur-unsur yang termuat antara lain neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan dana investasi terkait, laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil, laporan sumber dana dan penggunaan dana zakat, serta laporan dan penggunaan dana kebaikan.2.

  1. Akad dan Legalitas Istilah akad dikenal sebagai kesepakatan kedua belah pihak terkait untuk melaksanakan kewajiban mereka masing-masing.
  2. Syarat dan ketentuannya jelas sudah disepakati dari awal secara rinci dan spesifik sehingga ketika salah satu pihak tidak bisa memenuhi kewajibannya maka ia wajib menerima sanksi seperti yang sudah disepakati.
You might be interested:  Perlindungan Yang Dilakukan Oleh Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Konsumen Adalah?

Ketentuan akad tersebut teridiri dari rukun dan syarat. Rukun menyangkut unsur-unsur fisik seperti penjual, pembeli, barang, serta harga. Sementara syarat yang diwajibkan antara lain: barang dan jasa wajib halal, harga barang atau jasa harus jelas, tempat penyerahan yang jelas,serta barang yang ditransaksikan wajib sepenuhnya dalam kepemilikan.3.

  • Organisasi Dilihat dari segi organisasi, kehadiran Dewan Pengawas atau DPS menjadi faktor pembeda antara perusahaan berbasis syariah dengan perusahaan konvensional.
  • Ehadiran DPS yang terdiri dari minimal 3 orang propesi ahli hukum Islam ini bertanggung jawab dalam memberikan fatwa agama dan mengawasinya bersama dengan Dewan Komisaris perusahaan yang menggunakan basis syariah.

Sedangkan dalam perusahaan konvensional tidak dikenal adanya DPS maupun aturan-aturan yang merupakan bagian dari tanggung jawab DPS itu.4. Penyelesaian Sengketa Adanya masalah akan diselesaikan secara berbeda oleh perusahaan dengan basis konvensional serta basis syariah.

  • Pada perusahaan berbasis syariah, adanya masalah akan diselesaikan dengan aturan dan hukum syariah.
  • Berbeda halnya dengan perusahaan konvensional yang memilih menyelesaikan perkaranya di pengadilan negeri.
  • Lembaga yang mengatur hukum syariah di Indonesia ini adalah Badan Arrbitrase Muamalah Indonesia atau BAMUI.5.

Usaha yang Dibiayai Ada paradigma berbeda yang membedakan usaha konvensional dengan usaha berbasis syariah. Usaha berbasis akan menggunakan paradigma tersendiri yang mana menekankan kepercayaan bahwa setiap aktivitas manusianya memiliki nilai akuntabilitas dan ilahiah yang menempatkan akhlak serta perangkat syariah sebagai parameter baik dan buruknya suatu aktivitas usaha.

Jelaskan apa tujuan dari laporan keuangan syariah?

Tujuan dasar laporan keuangan akuntansi syariah adalah perpaduan dari suatu hal yang bersifat materi dengan hal yang bersifat spirit. Tujuan tersebut adalah pemberin informasi dan akuntabilitas. Pemberian informasi adalah wujud dari materi, sementara akuntabilitas merupakan wujud dari spirit.

Apa peranan laporan keuangan syariah?

Sekarang sampailah kita untuk mengemukakan tujuan laporan keuangan lembaga syariah, yaitu: 1) Sebagai dasar pengambilan keputusan investasi dan pembiayaan.2) Sebagai sarana untuk menilai prospek arus kas.3) Memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi.

Siapa saja pengguna laporan keuangan syariah?

Pengguna dan Kebutuhan Informasi Laporan Keuangan Syariah Stakeholder entitas syariah lebih beragam dan lebih banyak dari entitas pada umumnya. Dalam KDPPLKS disebutkan beberapa pihak yang berkepentingan (stakeholder) terhadap laporan keuangan syariah : (09).

Pengguna laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial; pemilik dana qardh; pemilik dana investasi syirkah temporer; pemilik dana titipan; pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah dan wakaf; pengawas syariah; karyawan; pemasok dan mitra usaha lainnya; pelanggan; pemerintah serta lembaga-lembaganya; dan masyarakat.

Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. Beberapa kebutuhan ini meliputi: (a) Investor, Investor dan penasehat berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan.

Mereka membutuhkan informasi untuk membenatu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan entitas syariah untuk membayar deviden. (b) Pemberi dana qardh, Pemberi dana qardh tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah dana qardh dapat dibayar pada saat jatuh tempo.

(c) P emilik dana syirkah temporer, Pemilik dana syirkah temporer yang berkepentingan akan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan investasi dengan tingkat keuntungan yang bersaing dan aman. (d) Pemilik dana titipan, Pemilik dana titipan tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah dana titipan dapat diambil setiap saat.

E) Pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah dan wakaf. Pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah dan wakaf, serta mereka yang berkepentingan akan informasi mengenai sumber dan penyaluran dana tersebut. (f) Pengawas syariah, Pengawas syariah berkepentingan dengan informasi tentang kepatuhan pengelola entitas syariah akan prinsip syariah.

(g) Karyawan, Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas entitas syariah. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan entitas syariah dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.

(h) Pemasok dan mitra usaha lainnya, Pemasok dan mitra usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Mitra usaha berkepentingan pada entitas syariah dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pinjaman qardh kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka bergantung pada kelangsungan hidup entitas syariah.

(i) Pelanggan. Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup entitas syariah, terutama kalu mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau bergantung pada, entitas syariah. (j) Pemerintah, Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas-aktivitas entitas syariah.

  1. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas entitas syariah, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
  2. K) Masyarakat,
  3. Entitas syariah mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara.Misalnya, entitas syariah dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang diperkerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik.

Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran entitas syariah serta rangkaian aktivitasnya. : Pengguna dan Kebutuhan Informasi Laporan Keuangan Syariah

5 Jelaskan pengertian apa dimaksud dengan lembaga keuangan syariah?

Lembaga Keuangan Syari’ah adalah sebuah lembaga keuangan yang prinsip operasinya berdasarkan pada prinsip-prinsip syari’ah Islamiah. Operasional lembaga keuangan Islam harus menghindar dari riba, gharar dan maisir. Hal- hal terssebut sangat diharamkan dan sudah diterangkan dalam Al- Quran dan Al- Hadist.

Menurut anda entitas syariah apa saja yang harus disajikan dalam laporan keuangan syariah?

Page 3 –

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • 1. Latar Belakang

Penyajian laporan keuangan syariah sepenuhnya didasarkan pada PSAK No 101 yang bertujuan untuk mengatur penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Perlunya penyajian laporan keuangan ini adalah agar dapat membandingkan laporan keuangan entitas syariah periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas syariah lainnya.

Entitas syariah yang dimaksud oleh PSAK ini adalah entitas yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip-prinsip syariah. PSAK Nomor 101 menggunakan terminologi yang cocok bagi entitas syariah yang berorientasi profit, termasuk entitas bisnis sektor publik. Entitas nirlaba syariah, entitas sektor publik, pemerintah yang akan menggunakan standar ini perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap deskripsi pos yang terdapat dalam laporan keuangan itu sendiri.

Perlu diperhatikan bahwa entitas syariah seperti reksa dana dan entitas yang modalnya tidak terbagi atas saham, misalnya koperasi perlu melakukan penyesuaian terhadap laporan keuangannya. Suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas syariah meliputi aset, kewajiban, dana syirkah temporer, ekuitas, pendapatan dan beban, arus kas, dana zakat dan dana kebajikan.

Informasi tersebut akan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas pada masa depan. Ada beberapa perbedaan unsur antara laporan keuangan syariah dengan laporan keuangan konvensional. Unsur-unsur yang ada dalam laporan keuangan lembaga syariah antara lain neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan dana investasi terikat, laporan penggunaan dana kebajikan.

Sedangkan unsur-unsur yang ada dalam laporan keuangan konvensional adalah neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas.

  1. 2. Rumusan Masalah
  2. – Apa itu laporan keuangan syariah?
  3. – Apa tujuan dari laporan keuangan syariah?
  4. – Apakah perlu melakukan pertimbangan secara menyeluruh di dalam penyajian laporan keuangan syariah?

: Penyajian Laporan Keuangan Syariah Halaman 1