Sifat-Sifat Laporan Keuangan Untuk Informasi Akuntansi Yang Berkualitas?

Sifat-Sifat Laporan Keuangan Untuk Informasi Akuntansi Yang Berkualitas
3. Andal – Karakteristik laporan keuangan berikutnya yaitu andal. Jadi, agar informasi keuangan yang disaijkan bisa dipercaya dan juga andal, maka diharuskan informasi yang disajikan tersebut dibuat berlandaskan pedoman atau peraturan yang berlaku. Disamping itu, laporan keuangan juga ditampilkan secara menyeluruh.

Apa yang menjadi kualitas laporan informasi akuntansi?

2. Dapat diuji (Realibilitas) – Realibilitas, juga dikenal sebagai keandalan. Hal ini menunjukan sejauh mana informasi secara akurat mencerminkan sumber daya perusahaan, perputaran modal, transaksi, dan lain-lain. Faktor ini adalah untuk membantu memberikan gambaran nyata atau realita yang tersaji dalam informasi akuntansi. Kualitas informasi akuntansi menjadi reability jika memenuhi unsur :

  • Lengkap (Completeness ) – Laporan keuangan tidak boleh mengecualikan transaksi apa pun dan semua informasi yang penting tersaji sesuai kriteria penyajian secara wajar
  • Netral (Neutrality) – Informasi laporan keuangan tidak dibuat atas dasar kepentingan salah satu pihak. Baik eksternal maupun Internal
  • Bebas dari kesalahan (Free from error) – Sejauh mana informasi bebas dari kesalahan.

Mengapa laporan keuangan harus berkualitas?

Laporan Keuangan yang Berkualitas Tinggi Diperlukan untuk Menjaga Perekonomian yang Efisien dan Berkelanjutan –

12 Desember 2018

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Moermahadi Soerja Djanegara menghadiri pembukaan Kongres XIII dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (11/12). Dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 Desember 2018, kongres dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, didampingi oleh Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Mardiasmo serta dihadiri oleh Presiden International Federation of Accountants (IFAC) dan Chartered Accountants Worldwide (CAW). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran inklusif akuntan profesional dalam perekonomian, terutama dalam upaya mencapai cita-cita mulia membentuk welfare state di Indonesia menuju Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Dalam sambutan pembukaannya, Presiden RI mengatakan bahwa akuntan memiliki peran penting dalam pembangunan nasional yang berkesinambungan, oleh karena itu ekonomi negara yang sehat dan efisien harus memenuhi prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas baik dalam pengelolaan keuangan negara maupun korporasi. Ketua BPK sekaligus Ketua Dewan Penasihat IAI hadir sebagai keynote speaker pada hari kedua penyelenggaraan pada (12/12) di Balai Kartini, Jakarta, dengan tema pemaparan “Urgensi Profesionalisme Pengelolaan Keuangan melalui Kewajiban Pelaporan Keuangan”.

  1. Dalam kesempatan ini Ketua BPK mengatakan bahwa kualitas laporan keuangan sangat terkait dengan kompetensi profesional dari pembuat laporan keuangan.
  2. Rendahnya kualitas laporan keuangan juga sangat terkait dengan tidak adanya aturan yang mewajibkan pembuat laporan keuangan mempunyai kompetensi dalam bidang akuntansi.

Di Indonesia belum ada standar atau peraturan yang mengatur kompetensi minimum dari pihak manajemen perusahaan yang bertanggungjawab atas akuntansi dan pelaporan keuangan. “Sebagai contoh manajer keuangan harus seorang akuntan yang memiliki sertifikasi tertentu. ​ Sementara itu, profesi akuntan, penyusun standar, dan pemerintah sebagai regulator, perlu membangun lingkungan peraturan yang sehat untuk meningkatkan kualitas bisnis dan pelaporan keuangan entitas. Karena itulah, Indonesia membutuhkan regulasi seperti undang-undang pelaporan keuangan untuk mencapai target optimal pembangunan ekonomi bangsa.

Apa itu kualitas dalam akuntansi?

Mengenal Kualitas Informasi Akuntansi – Sebelum Anda mengetahui karakteristik kualitas informasi akuntansi ada baiknya jika Anda tahu apa itu kualitas informasi akuntansi. Pengertian kualitas informasi akuntansi ini diungkapkan oleh beberapa ahli. Kesimpulan dari beberapa pendapat para ahli tersebut mengungkapkan bahwa kualitas informasi akuntansi ini merupakan kemampuan informasi data supaya bisa memenuhi ekspektasi atau perusahaan di dalam kegiatan keuangan sehingga nantinya bisa bermanfaat dalam membuat keputusan yang tepat dan terpercaya.

Mengapa informasi akuntansi harus berkualitas?

Informasi akuntansi berkualitas apabila memiliki nilai prediksi mengenai kondisi keuangan masa kini dan masa yang akan datang. Memenuhi perbandingan manfaat dan biaya. Maksudnya adalah bahwa laporan yang memuat informasi akuntansi tersebut harus memiliki setidaknya biaya yang setara dengan manfaat dari pembuatannya.

Kualitas informasi apa saja?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Kualitas informasi ( bahasa Inggris : information quality ) adalah sejauh mana informasi secara konsisten dapat memenuhi persyaratan dan harapan semua orang yang membutuhkan informasi tersebut untuk melakukan proses mereka.

  1. Onsep ini dikaitkan dengan konsep produk informasi yang menggunakan data sebagai masukan dan informasi didefinisikan sebagai data yang telah diolah sehingga memberikan makna bagi penerima informasi.
  2. Ualitas informasi bersifat multidimensi dan berbagai variasi karakteristik pengukur telah diusulkan oleh beberapa penulis.

Secara umum, dimensi kualitas informasi dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori: (1) intrinsik, (2) kontekstual, (3) representasi, dan (4) aksesibilitas atau keteraksesan.

Apakah ada perbedaan antara sifat akuntansi dan sifat auditing?

Perbedaan Auditing dengan Akuntansi Pengertian Auditing Berikut ini adaah pengertian Auditing menurut Konrath dan Sukrisno :

  1. Konrath (2002:5) mendefinisikan auditing sebagai suatu proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan-kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
  2. Sukrisno Agoes (2004:4) mengartikan auditing sebagai suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

Dengan adanya auditing akan memberikan nilai tambah bagi laporan keuangan organisasi, karena akuntan publik (KAP) sebagai pihak yang ahli dan independen pada akhir pemeriksaannya akan memberikan pendapat mengenai kewajaran posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas dan laporan keuangan.

  • Laporan posisi keuangan (Statement of Financial Position) adalah suatu laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu organisasi (aset, liabilitas, dan aset neto) pada suatu saat tertentu.
  • Laporan aktivitas (Statement of Activity) adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil aktivitas suatu organisasi secara keseluruhan (berupa pendapatan, beban, dan surplus atau defisit) untuk suatu periode tertentu.
  • Laporan Perubahan Aset Neto (Changes in Net Asset) adalah suatu laporan yang menggambarkan perubahan aset neto (berapa aset neto awal, surplus (defisit), dan aset neto akhir) untuk suatu periode tertentu.
  • Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) adalah suatu laporan yang menggambarkan arus kas (arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas) selama suatu periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pembelanjaan.

Selain laporan keuangan yang telah disebutkan di atas, yang harus diperiksa juga adalah catatan-catatan pembukuan yang terdiri atas buku harian (buku kas/bank), buku besar, sub buku besar (piutang, liabilitas, aset tetap, kartu persediaan). Bukti-bukti pendukung lain yaitu bukti penerimaan dan pengeluaran kas/bank, jurnal voucher, dan lain-lain.

  1. Audit Umum (General Audit), adalah pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan oleh KAP independen dengan tujuan untuk bisa memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
  2. Audit Khusus (Special Audit), adalah pemeriksaan terbatas (sesuai dengan permintaan auditee) yang dilakukan oleh KAP yang independen, dan pada akhir pemeriksaan auditor tidak perlu memberikan pendapat terhadap kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.

Berdasarkan jenis pemeriksaan, audit dibedakan atas:

  1. Audit Manajemen (Operational Audit), yaitu suatu audit terhadap kegiatan operasi perusahaan termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan oleh manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien, dan ekonomis.
  2. Audit Kepatuhan (Compliance Audit), yaitu audit yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan sudah mentaati peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh pihak intern perusahaan (manajemen, dewan komisaris) maupun pihak eksternal (Pemerintah, Bapepam-LK, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, dll).
  3. Audit Intern (Internal Audit), yaitu audit yang dilakukan oleh bagian internal audit organisasi, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi, maupun ketaatan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan.
  4. Audit berbasis Komputer (Computer Audit), yaitu audit yang dilakukan oleh KAP terhadap organisasi yang memproses data akuntansinya dengan menggunakan Electronic Data Processing (EDP) System. Ada dua metode yang biasa dilakukan oleh auditor:
    • Audit around the computer, dalam hal ini auditor hanya memeriksa output dan input dari EDP system tanpa melakukan tes terhadap proses dalam EDP.
    • Audit through the computer, dalam hal ini audit melakukan tes proses EDP nya dengan menggunakan Generalized Audit Software, ACL dan lain-lain.
  • Pengertian Akuntansi
  • Akuntansi Keuangan adalah salah satu bagian dari akuntansi yang berhubungan dengan penyajian laporan keuangan organisasi kepada pihak eksternal berupa laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, perubahan aset neto dan arus kas kepada pendiri, anggota, kreditor atau investor khususnya tentang profitabilitas dan kredibilitas organisasi, kepada supplier, dan pemerintah.
  • Laporan Keuangan yang disajikan hendaknya harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tentang petunjuk dan prosedur akuntansi yang berisi tentang peraturan tentang standar pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan mengacu pada teori-teori tentang penanfsiran dan penalaran yang mendalam oleh suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

PSAK mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, namun dalam perkembangan penyusunan standarisasi akuntansi di Indonesia oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak dapat terlepas dari perkembangan penyususunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB).

  • Auditing bersifat Analitis sedangkan akuntansi bersifat konstruktif. Auditing dikatakan bersifat analitis karena akuntan publik memulai auditnya dari angka dalam laporan keuangan, lalu dicocokkan dengan neraca saldo, buku besar, buku harian, bukti-bukti pembukuan, dan sub buku besar. Lain halnya dengan akuntansi yang bersifat konstruktif karena disusun mulai dari bukti-bukti pembukuan, buku harian, buku besar dan sub buku besar, neraca saldo sampai menjadi laporan keuangan.
  • Akuntansi dilakukan oleh staf organisasi (bagian akuntansi) dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Keuangan Umum (Konvergensi IFRS), atau SAK ETAP, atau SAK Syariah. Sedangkan auditing dilakukan oleh akuntan publik (khususnya financial audit) dengan berpedoman pada Standar Profesional Akuntan Publik, Kode Etik Profesi Akuntan Publik, dan Standar Pengendalian Mutu.
You might be interested:  Sebutkan Aspek Kegiatan Yang Terdapat Dalam Manajemen Keuangan?

Perbedaan antara Auditing dengan Akuntansi

Keterangan Auditing Akuntansi
Arti Pemeriksaan atas pembukuan dan laporan keuangan suatu organisasi Pencatatan secara sistematis dari rekening suatu organsiasi dan penyusunan laporan keuangan pada akhir tahun
Peraturan Mengikuti aturan standard profesional akuntan publik (SPAP) Mengikuti aturan standar akuntansi keuangan (PSAK, IFRS, ETAP)
Pekerjaan Dilakukan oleh Auditor Akuntan
Metode Memperoleh dan menilai atau mengevaluasi bukti yang berhubungan dengan laporan keuangan yang disusun oleh manajemen. Mengidentifikasi kejadian-kejadian dan kemudian mengukur, mencatat, mengklasifikasikan dan meringkasnya dalam catatan-catatan akuntansi.
Tujuan Menyatakan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan. Menyusun dan mendistribusikan laporan keuangan.
Pihak yang bertanggung jawab Laporan audit ( audit report ) tanggung jawab auditor. Laporan keuangan tanggung jawab manajemen.

DAFTAR PUSTAKA Agoes, Sukirno.2004. Auditing (Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik).Edisi Ketiga, Jilid 1. Jakarta. Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. https://www.kembar.pro/2015/03/pengertian-akuntansi-keuangan.html : Perbedaan Auditing dengan Akuntansi

Apa yang dimaksud dengan akuntansi sebagai sistem informasi?

Peran Akuntansi dalam Sistem Informasi – Salah satu fungsi utama akuntansi adalah menyajikan laporan-laporan periodik untuk manajemen, pemilik dan pihak-pihak luar perusahaan. Laporan keuangan utama yang dihasilkan oleh akuntansi adalah neraca dan rugi laba. Meskipun bentuk laporan kedua ini mungkin berbeda-beda antara perusahaan satu dan perusahaan lainnya, namun tujuan utamanya tetap sama. Neraca dibuat dengan tujuan menggambarkan posisi keuangan suatu organisasi pada suatu saat tertentu, sedangkan laporan rugi laba disusun dengan maksud untuk menggambarkan hasil-hasil usaha yang dicapai dalam suatu periode tertentu. Pemahaman Peran Akuntansi sebagai Sistem Informasi Makna akuntansi sebagai sebuah sistem informasi adalah sebagai proses pengindentifikasian, pengukuran, serta pelaporan informasi ekonomi, yang menimbulkan kemungkinan akan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh para pengguna informasi keuangan tersebut. Untuk lebih memahami dengan jelas mengenai akuntansi anda bisa membaca disini. Dari penjelasan singkat mengenai akuntansi di atas, ada tiga hal yang bisa kita simpulkan mengenai akuntansi, ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut: Masukan atau Input, dari sebuah informasi ekonomi dari kegiatan transaksi yang terjadi pada sebuah perusahaan. Masukan informasi tersebut yang kemudian dikelola melalui berbagai proses dari mulai pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan untuk menghasilkan yang namanya keluaran atau output, yang berupa informasi laporan keuangan. Keluaran informasi laporan keuangan inilah yang kemudian menjadi sebuah acuan dari para pimpinan perusahaan untuk mengambil keputusan. Inilah mengapa akuntansi disebut juga sebagai bahasa bisnis, karena dengan akuntansi kita memperoleh informasi tentang keadaan suatu perusahaan yang bisa kita nilai akan tingkat keberhasilan perusahaan tersebut dalam menjalankan bisnisnya. Di lain pihak pimpinan perusahaan membutuhkan laporan akuntansi dari perusahaannya guna untuk melakukan pengambilan keputusan bisnis yang didasarkan pada informasi akuntansi. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi serta meningkatnya pengguna Internet, muncul berbagai perusahaan yang menyelenggarakan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang membuat aktivitas pengolahan data dan informasi semakin penting dan semua itu dapat kamu pelajari pada buku Sistem Informasi Akuntansi. Spesifikasi Kualitas Informasi Dalam Akuntansi Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan dinyatakan dalam satuan mata uang. Secara umum, Akuntansi dapat diartikan sebagai sebuah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, mengolah data menjadi laporan, mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan, dan memberi laporan pada para pengguna informasi akuntansi atau pada pihak-pihak yang memiliki kepentingan (stakeholders) terhadap hasil kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Akuntansi juga sering dianggap sebagai bahasa bisnis karena dengan akuntansi sebagian besar informasi bisnis dikomunikasikan, dimana informasi bisnis dikomunikasikan pada stakeholders melalui laporan akuntansi. Semakin baik anda menguasai bahasa bisnis, akan semakin baik pula anda mengelola perusahaan.

Akuntansi meliputi 4 kegiatan apa saja dan jelaskan?

Kegiatan Dalam akuntansi – Nah, mungkin dari sini ada dari beberapa kalian yang bertanya, kegiatan dalam akuntansi itu apa aja sih? Secara umum, melihat dari beberapa pengertian akuntansi yang sudah kalian pelajari sebelumnya, kegiatan akuntansi meliputi empat hal yaitu, pencatatan, penggolongan, peringkasan dan pelaporan. Penjelasannya sebagai berikut:

Apa yang dimaksud dengan kualitas laporan keuangan?

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kualitas laporan keuangan adalah sebuah informasi yang memiliki nilai informasi yang berkualitas dan sangat berguna bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan.

Bagaimana karakteristik sebuah laporan keuangan ada 4 Sebutkan dan jelaskan?

Empat Kualitas Utama sebuah Laporan Keuangan – FULCRA

  • Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai.
  • Terdapat empat karakter kualitatif pokok yaitu: dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan. Penjelasan detil dari empat karakter kualitatif pokok tersebut adalah sebagai berikut:
  • Kualitas Pertama: Dapat Dipahami

Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.

  • Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.
  • Ualitas Kedua: Relevan Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.

Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu. Peran informasi dalam peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain.

  • Misalnya, informasi struktur dan besarnya aktiva yang dimiliki bermanfaat bagi pemakai ketika mereka berusaha meramalkan kemampuan organisasi dalam memanfaatkan peluang dan bereaksi terhadap situasi yang merugikan.
  • Informasi yang sama juga berperan dalam memberikan penegasan (confirmatory role) terhadap prediksi yang lalu, misalnya, tentang bagaimana struktur keuangan organisasi diharapkan tersusun atau tentang hasil dari operasi yang direncanakan.

Informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja masa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakai, seperti pembayaran dividen dan upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuan organisasi untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo.

Untuk memiliki nilai prediktif, informasi tidak perlu harus dalam bentuk ramalan eksplisit. Namun demikian, kemampuan laporan keuangan untuk membuat prediksi dapat ditingkatkan dengan menampilkan informasi tentang transaksi dan peristiwa masa lalu. Misalnya, nilai prediktif laporan laba rugi dapat ditingkatkan kalau pos-pos penghasilan atau beban yang tidak biasa, abnormal dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah.

Azas Materialitas. Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakekat dan materialitasnya. Dalam beberapa kasus, hakekat informasi saja sudah cukup untuk menentukan relevansinya. Misalnya, pelaporan suatu segmen baru dapat mempengaruhi penilaian risiko dan peluang yang dihadapi organisasi tanpa mempertimbangkan materialitas dari hasil yang dicapai segmen baru tersebut dalam periode pelaporan.

  1. Dalam kasus lain, baik hakekat maupun materialitas dipandang penting, misalnya jumlah serta kategori persediaan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
  2. Informasi dipandang material kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan.
  3. Materialitas tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement).
  4. Karenanya, materialitas lebih merupakan suatu ambang batas atautitik pemisah dari pada suatu karakteristik kualitatif pokok yang harus dimiliki agarinformasi dipandang berguna.
  5. Jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi Organisasi untuk mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.
  6. Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalamlaporan keuangan berguna bagi pemakai.
  7. Terdapat empat karakter kualitatif pokok yaitu: dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan.
  8. Dua karakter kualitatif yaitu: dapat dipahami, relevan; telah dibahas sebelumnya di bagian pertama. Bagian ini akan membahas dua karakter kualitatif selanjutnya yaitu: keandalan, dan dapat diperbandingkan
  9. Kualitas Ketiga: Keandalan

Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.

  1. Informasi mungkin relevan tetapi jika hakekat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan.
  2. Misalnya, jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi Organisasi untuk mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.

Azas Penyajian Jujur. Agar dapat diandalkan, informasi harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. Jadi, misalnya, neraca harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aktiva, kewajiban dan ekuitas organisasi pada tanggal pelaporan yang memenuhi kriteria pengakuan.

  1. Informasi keuangan pada umumnya tidak luput dari risiko penyajian yangdianggap kurang jujur dari apa yang seharusnya digambarkan.
  2. Hal tersebut bukan disebabkan karena kesengajaan untuk menyesatkan, tetapi lebih merupakan kesulitan yang melekat dalam mengidentifikasikan transaksi serta peristiwa lainnya yang dilaporkan, atau dalam menyusun atau menerapkan ukuran dan teknik penyajian yang sesuai dengan makna transaksi dan peristiwa tersebut.
You might be interested:  Dibawah Ini Yang Bukan Penerimaan Negara Dalam Bidang Pajak Adalah?

Dalam kasus tertentu, pengukuran dampak keuangan dari suatu pos sangat tidak pasti sehingga organisasi pada umumnya tidak mengakuinya dalam laporan keuangan. Misalnya, meskipun dalam kegiatan usahanya organisasi dapat menghasilkan goodwill, tetapi lazimnya sulit untuk mengidentifikasi atau mengukur goodwill secara andal.

Namun, dalam kasus lain, pengakuan suatu pos tertentu tetap dianggap relevan dengan mengungkapkan risiko kesalahan sehubungan dengan pengakuan dan pengukurannya. Azas Substansi Mengungguli Bentuk. Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya.

Substansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalu konsisten dengan apa yang tampak dari bentuk hukum. Misalnya, suatu organisasi mungkin menjual suatu aktiva kepada pihak lain dengan cara sedemikian rupa sehingga dokumentasi dimaksudkan untuk memindahkan kepemilikan menurut hukum ke pihak tersebut; namun demikian, mungkin terdapat persetujuaan yang memastikan bahwa organisasi dapat terus menikmati manfaat ekonomi masa depan yang diwujudkan dalam bentuk aktiva.

  1. Dalam keadaan seperti itu, pelaporan penjualan tidak menyajikan dengan jujur transaksi yang dicatat (jika sesungguhnya memang ada transaksi).
  2. Azas Netralitas.
  3. Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.
  4. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan beberapa pihak, sementara hal tersebut akan merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan yang berlawanan.

Azas Pertimbangan Sehat. Penyusun laporan keuangan adakalanya menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu, seperti ketertagihan piutang yang diragukan, prakiraan masa manfaat pabrik serta peralatan, dan tuntutan atas jaminan garansi yang mungkin timbul.

Etidakpastian semacam itu diakui dengan mengungkapkan hakekat serta tingkatnya dan dengan menggunakan pertimbangan sehat (prudence) dalam penyusunan laporan keuangan. Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah.

Namun demikian penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan, misalnya, pembentukan cadangan tersembunyi atau penyisihan (provision) berlebihan, dan sengaja menetapkan aktiva atau penghasilan yang lebih rendah atau pencatatan kewajiban atau beban yang lebih tinggi, sehingga laporan keuangan menjadi tak netral, dan karena itu, tidak memiliki kualitas andal.

Azas Kelengkapan. Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan (omission) mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dan karena itu tidak dapat diandalkan dan tidak sempurna ditinjau dari segi relevansi.

Kualitas Keempat: Dapat Dibandingkan Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan organisasi antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar organisasi untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.

  1. Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk organisasi tersebut, antar periode organisasi yang sama dan untuk organisasi yang berbeda.
  2. Implikasi penting dari karakteristik kualitatif dapat diperbandingkan adalah bahwa pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan tersebut.

Para pemakai harus dimungkinkan untuk dapat mengidentifikasi perbedaan kebijakan akuntansi yang diberlakukan untuk transaksi serta peristiwa lain yang sama dalam sebuah organisasi dari satu periode ke periode dan dalam organisasi yang berbeda. Ketaatan pada standar akuntansikeuangan, termasuk pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan olehorganisasi, membantu pencapaian daya banding.

Ebutuhan terhadap daya banding jangan dikacaukan dengan keseragamansemata-mata dan tidak seharusnya menjadi hambatan dalam memperkenalkanstandar akuntansi keuangan yang lebih baik. organisasi tidak perlu meneruskankebijakan akuntansi yang tidak lagi selaras dengan karakteristik kualitatif relevansidan keandalan.

Organisasi juga tidak perlu mempertahankan suatu kebijakanakuntansi kalau ada alternatif lain yang lebih relevan dan lebih andal. Berhubung pemakai ingin membandingkan posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan antar periode, maka organisasi perlu menyajikan informasi periode sebelumnya dalam laporan keuangan.

Bagaimana sifat dari sebuah laporan?

Ragam Sifat Teks Laporan Seperti yang sudah kita ketahui, teks laporan memiliki beberapa fungsi, antar lain sumber informasi, bentuk pertanggungjawaban, pengawasan, dan sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu, dalam hal penyusunan diperlukan, kita sebaiknya memahami ragam sifat yang melekat pada teks laporan.

Nah, apa sajakah ragam sifat yang dimaksudkan tersebut? 2 Likes Teks laporan adalah suatu teks yang berisi laporan laporan hasil pengamatan atau penelitian yang telah dilakukan (Widodo, 2010). Teks laporan memiliki beberapa fungsi, antar lain sumber informasi, bentuk pertanggungjawaban, pengawasan, dan sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Selain itu teks laporan juga memiliki ragam sifat, yaitu

  • bersifat komunikatif, artinya dalam teks tersebut menggunakan pilihan diksi yang membuat seolah-olah pembaca sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, yang bertujuan untuk memudahkan pembaca memahani isi teks tersebut,
  • bersifat informatif, artinya memberikan informasi mengenai topik yang ada dalam teks kepada pembaca,
  • bersifat faktual, artinya teks laporan tersebut dibuat berdasarkan kenyataan yang ada, tidak ada unsur subyektif yang mewarnai.

Sumber: Tanjung, S.R. (2012). ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BAKU PADA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SISWA KELAS X MAN 2 MODEL MEDANTAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017. Kode: Jurnal Bahasa, 7 (1). Teks laporan adalah suatu dokumen tertulis tentang hasil pelaksanaan suatu penelitian atau pengamatan yang merupakan deskripsi sementara ataupun terakhir yang disusun secara sistematis, obyektif, ilmiah, dan dilaksanakan tepat pada waktunya (Mayasari, 2021).

  1. Bersifat informatif Bersifat informatif adalah teks yang ditulis dapat berguna dan memberikan informasi untuk para pembaca.
  2. Bersifat komunikatif Teks yang ditulis menggunakan gaya dan bahasa yang mudah udah untuk di pahami dan dimengerti.
  3. Bersifat objektif Teks yang ditulis harus faktual, nyata, benar terjadi dan tidak mengada-ngada serta isi nya berdasarkan oleh informasi-informasi yang sebenarnya.

Referensi: Mayasari.2021. Laporan dan Evaluasi Penelitian. Jurnal of Education, Vol 2 (1): 30-31. Kosasih (2014) mengatakan bahwa teks laporan adalah teks yang berfungsi untuk mendiskripsilan informasi berdasarkan pengamatan. Ragam sifat yang dimiliki teks laporan adalah :

  1. Faktual dan objektif yaitu menggambarkan sesuatu sesuai fakta tanpa adanya opini.
  2. Informatif, yaitu teks dapat memberikan informasi yang sudah terbukti kebenarannya.
  3. Komunikatif yaitu disajikan dengan bahasa dan kata yang baik, susunannya logis, dan mudah dimengerti.

Referensi Kosasih, E.2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Bandung: Yrama Widya Suherli, dkk.2017. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud Menurut Damanik (2020), teks laporan observasi bersifat informatif, objektif, faktual bukan berupa opini, dan sistematis sesuai dengan struktur.

  1. Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  2. Bersifat Objektif dan faktual, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.
  3. Sistematis, sesuai struktur teks laporan observasi.

Referensi : DAMANIK, E.D. (2020). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) UNTUK SISWA KELAS X SMK TELKOM 2 MEDAN (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Medan). Teks laporan memiliki tiga sifat, yakni bersifat informatif, komunikatif, dan objektif.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat sebagai berikut: a. Bersifat Informatif Bersifat informatif artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.b. Bersifat Komunikatif Bersifat komunikatif artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.c.

Bersifat Objektif Bersifat objektif berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi. Sumber : Permatasari, I.A. (2020). Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia Laporan Hasil Observasi. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Direktorat Sekolah Menengah Atas.

Teks laporan adalah teks yang berisi laporan hasil pengamatan atau penelitian yang telah dilakukan, dan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca. Menurut Keraf dalam Mugianto et al (2017), laporan adalah suatu cara komunikasi dimana peneliti menyampaikan informasinya kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Laporan yang dimaksud yaitu dalam bentuk tulisan, maka dapat pula dikatakan bahwa laporan merupakan suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang diarahkan yang telah atau tengah diselidiki, dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang diambil.

  1. Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  2. Komunikatif, artinya menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalarn teks lebih mudah dimengerti.
  3. Objektif, artinya harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang hal yang benar-benar terjadi. Sifat objektif ini berhubungan dengan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti.

Referensi : Mugianto et al,2017. Pengembangan Perencanaan Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek Siswa Kelas X SMA. Jurnal Ilmu Budaya, Volume 1 (4) 353-366. Menurut Rosdiyanto (2007), laporan dapat diartikan sebagai sajian fakta secara objektif terkait peristiwa yang terjadi. Terdapat beberapa sifat pada teks laporan, antara lain:

  • Informatif, yaitu memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  • Komunikatif, yaitu menggunakan bahasa yang membuat pembaca seperti sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya supaya isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.
  • Objektif, yaitu harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang hal yang benar-benar terjadi.
You might be interested:  Laporan Keuangan Yang Digunakan Untuk Menghitung Rasio Likuiditas Adalah?

Referensi: Rosdiyanto, Kaka.2007. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Pustaka Setia. Menurut Mayasari ( 2021) laporan penelitian merupakan suatu dokumen tertulis mengenai hasil pelaksanaan penelitian yang dibuat secara jenis dan disusun menurut metode penelitian serta sistematika tertentu dengan bahasa yang luas.

  1. Bersifat komunikatif, yaitu dalam teks laporan dapat membuat pembaca seolah-olah dapat berkomuniaksi dengan teks tersebut, sehingga pemilihan diksi dan bahasa harus tepat
  2. Bersifat faktual dan objektif, yaitu teks laporan harus sesuai dengan fakta yang ada, tidak boleh mengada-ada dan tidak subjektif
  3. Bersifat informatif, yaitu dalam teks laporan harus memberikan informasi sesuai dengan hal yang dibahas dalam laporan kepada pembaca.

Mayasari. (2021). Laporan dan Evaluasi Penelitian. Journal Of Education, 2(1), 30–38. Menurut Dewi et al (2015), teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan memiliki tiga sifat, yaitu:

  1. Bersifat informatif, artinya teks yang ditulis sangat berguna dan dapat memberikan informasi tentang objek yang telah diamati untuk para pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, artinya teks yang ditulis menggunakan gaya dan bahasa yang seakan-akan seperti membuat kalian sedang melakukan komunikasi dengan teks yang tertulis tersebut. Adapun tujuannya yakni supaya isi dari teks laporan hasil observasi dapat lebih mudah untuk difahami dan dimengerti.
  3. Bersifat objektif, artinya teks yang ditulis harus faktual, nyata, benar terjadi dan tidak mengada-ngada serta isi nya berdasarkan oleh informasi-informasi yang sah mengenai kejadian yang sebenarnya.

Referensi : Dewi, E.P., Sutama, Sriasih S.A.P.2015. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X IIS 1 SMAN 1 Mendoyo. Jurnal Universitas Pendidikan Ganesha,3(1): 1-12. Menurut Effendi (2018), teks laporan merupakan hasil pengamatan terhadap keadaan objek, atau peristiwa yang akan diteliti.

Teks laporan merupakan bentuk pertanggungjawaban dari seorang peneliti kepada pihak yang berkepentingan atas kegiatan yang dilakukan. Dalam menyusun teks laporan, penulis harus memperhatikan ragam sifat dari teks laporan. Terdapat tiga ragam sifat yang melekat pada teks laporan, yaitu : a. Bersifat informatif, artinya informasi mengenai objek yang diberikan kepada pembaca merupakan informasi yang berguna.b.

Bersifat komunikatif, artinya penulisan teks laporan harus menggunakan bahasa yang membuat pembaca seolah-olah sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.c. Bersifat objektif, artinya teks laporan tersebut harus ditulis berdasarkan fakta yang ada atau faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.

Referensi : Effendi, E., H.2018. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi dan Kreativitas Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1), 13-26. Teks laporan merupakan hasil pengamatan terhadap keadaan objek, atau peristiwa yang akan diteliti.

Teks laporan merupakan bentuk pertanggungjawaban dari seorang peneliti kepada pihak yang berkepentingan atas kegiatan yang dilakukan Effendi (2018). Teks hasil observasil memiliki 3 sifat, diantaranya adalah bersifat iformatif, komunikatif, dan juga objektif.

  1. Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  2. Bersifat Komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.
  3. Bersifat Objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.

Effendi, E., H.2018. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi dan Kreativitas Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1), 13-26. Terdapat sifat sifat teks laporan sebagai berikut:

  1. Bersifat informatif artinya memberikan suatu hal yang berguna tentang suatu objek yang yang sedang diamati serta dipahami oleh pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, yaitu memberikan suatu suasana yang seakan-akan merupakan tindakan berbicara dua arah, hal ini akan mempermudah pembaca dalam memahami apa maksud dari teks tersebut.
  3. Bersifat objektif, memiliki arti bahwa teks tersebut harus berfokus pada satu objek tertentu dengan berdasar fakta dan informasi yang sah serta diakui kebenarannya.

DAMANIK, EVA DAMAYANTI (2020) PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) UNTUK SISWA KELAS X SMK TELKOM 2 MEDAN. Masters thesis, Universitas Negeri Medan. Laporan penelitian adalah suatu dokumen tertulis tentang hasil pelaksanaan suatu penelitian yang dibuat secara jenis, disusun menurut metode penelitian dan siatematika tertentu dengan bahasa yang luas(Mayasari,2021).

  1. Bersifat informatif,artinya teks tersebut berguna dan memberikan informasi untuk pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.3.Bersifat objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.

Mayasari, M. (2021). Laporan dan Evaluasi Penelitian. ALACRITY: Journal of Education, 30-38. Teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan (report) ini juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis teks berdasarkan kriteria tertentu.a.

Bersifat Informatif Bersifat informatif artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.b. Bersifat Komunikatif Bersifat komunikatif artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.c.

Bersifat Objektif Bersifat objektif berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi. Referensi: Dewi, E.P., Sutama, M., Sriasih, S.A.P.2015. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X IIS.1 SMAN 1 Mendoyo.

E-Journal Universitas Pendidikan Ganesha.3(1): 1-12. Menurut Harijanti (2020), teks laporan memiliki 3 sifat, diantaranya adalah bersifat informatif, komunikatif, dan juga objektif.a. Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.b. Bersifat Komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.c.

Bersifat Objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi. Sumber : Harijanti, S. (2020). Isi dan Aspek Teks LHO Bahasa Indonesia Kelas X, Semarang: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Laporan adalah sarana komunikasi di mana peneliti mengirimkan informasinya kepada individu atau organisasi karena tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Laporan juga menyajikan fakta-fakta, deskripsi dan informasi tentang suatu subjek. Informasi yang disampaikan biasanya berupa data-data dan fakta-fakta yang disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Akan tetapi, laporan dalam bentuk tulisan lebih banyak digunakan karena dapat dijadikan sebuah buku. Teks laporan merupakan hasil pengamatan terhadap keadaan objek, atau peristiwa yang akan diteliti (Effendi, 2018). Teks laporan adalah suatu teks yang berisi laporan laporan hasil pengamatan atau penelitian yang telah dilakukan.

  1. Bersifat informatif, artinya teks yang ditulis sangat berguna dan dapat memberikan informasi tentang objek yang telah diamati untuk para pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, artinya teks yang ditulis menggunakan gaya dan bahasa yang seakan-akan seperti membuat kalian sedang melakukan komunikasi dengan teks yang tertulis tersebut. Adapun tujuannya yakni supaya isi dari teks laporan hasil observasi dapat lebih mudah untuk difahami dan dimengerti.
  3. Bersifat objektif, artinya teks yang ditulis harus faktual, nyata, benar terjadi dan tidak mengada-ngada serta isi nya berdasarkan oleh informasi-informasi yang sah mengenai kejadian yang sebenarnya

Effendi, E., H.2018. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi dan Kreativitas Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1), 13-26. Teks laporan adalah teks yang berisi hasil percobaan atau penelitian yang sudah dilakukan.

  1. Bersifat informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
  2. Bersifat komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut. Tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.
  3. Bersifat objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.

Sumber : Nasution, S., Nurbaiti., Arfannudin.2021. TEKS HASIL OBSERVASI UNTUK TINGKAT SMP KELAS VII, Medan: Guepedia. Teks laporan hasil observasi merupakan salah satu materi yang dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Teks laporan hasil observasi merupakan suatu bentuk laporan dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas maupun di luar kelas.

  1. Bersifat informatif
  2. Bersifat informatif adalah teks yang ditulis dapat berguna dan memberikan informasi untuk para pembaca.
  3. Bersifat komunikatif
  4. Teks yang ditulis menggunakan gaya dan bahasa yang mudah udah untuk di pahami dan dimengerti.
  5. Bersifat objektif
  6. Teks yang ditulis harus faktual, nyata, benar terjadi dan tidak mengada-ngada serta isi nya berdasarkan oleh informasi-informasi yang sebenarnya.

Referensi : Putri,A.L (2021). Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Pada Siswa Kelas X SMK Negri 3 Seluma. Jurnal Ilmiah Korpus Teks laporan merupakan teks yang berisi hasil dan data pengamatan atau penelitian yang telah dilakukan, serta bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca.

  1. Bersifat informatif Bersifat informatif artinya teks laporan harus memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca.
  2. Bersifat komunikatif Bersifat komunikatif artinya teks laporan ditulis menggunakan bahasa yang baku, terapi tetap mudah dipahami.
  3. Bersifat Objektif Bersifat objektif berarti penulisan teks laporan harus sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Mugianto, Ridhani, A., & Arifin, S. (2017). PENGEMBANGAN PERENCANAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK SISWA KELAS X SMA. Jurnal Ilmu Budaya, 1 (4), 353–366. : Ragam Sifat Teks Laporan