Naufal Suka sharing, fotografi, dan bertualang :)

Contoh Makalah Sejarah Bahasa Indonesia

11 min read

makalah-sejarah-bahasa-indonesia-jurnal-pahlawan

Makalah sejarah bahasa Indonesia – pada pembahasan kali ini, kita akan bersama-bersama mempelajari mengenai makalah. Yap, makalah merupakan salah satu tugas yang sering kali diberikan baik oleh guru maupun dosen di sekolah dan perguruan tinggi.

Namun pembahasan berikut ini bukan hanya mengenai pengertian, ciri-ciri, dan jenis-jenis makalah saja, tapi juga disertai dengan contoh makalah sejarah bahasa indonesia yang dapat kalian jadikan sebagai acuan ataupun refrensi.

Yuk, nggak perlu pakek lama langsung saja menuju pembahasannya. Sebelumnya jangan lupa membaca basmallah terlebih dulu yaa.

Bismillahirrahmanirrahiim.

Pengertian Makalah Sejarah Bahasa Indonesia

pengertian-sejarah-bahasa-indonesia-lengakap
pixabay

Sebelum kita membahas mengenai makalah sejarah bahasa Indonesia, alangkah baiknya jika kita mempelajari terlebih dahulu apa sih sebenarnya makalah itu?

Jadi secara umum, makalah merupakan salah satu jenis karya tulis yang bersifat ilmiah. Yaitu dengan pembahasan permasalahan tertentu berdasarkan dari hasil pengkajian secara teori maupun secara lapangan.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makalah diartikan ke dalam 2 hal:

Pertama adalah, makalah merupakan tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan, dan yang sering disusun untuk diterbitkan.

Kedua, makalah merupakan karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Ciri-ciri Makalah Sejarah Bahasa Indonesia

ciri-ciri-makalah-lengkap-kamu-harus-pelajari
pixabay

Tidak sama dengan karya ilmiah lain seperti artikel, jurnal, maupun paper, makalah memilik 3 macam ciri-ciri yang dapat dikenali. Yaitu ciri-ciri makalah berdasarkan isi, ciri-ciri makalah berdasarkan cara penulisan atau gaya bahasa yang digunakan, dan juga ciri-ciri makalah berdasarkan struktur.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai ciri-ciri makalah tersebut:

1. Berdasarkan isi: Berisi penjabaran tentang seberapa besar pemahaman dari siswa atau mahasiswa mengenai suatu permasalahan.

2. Berdasarkan Penulisan/Gaya Bahasa: Cara penulisan atau bahasa yang digunakan adalah bahasa formal dan sesui dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

3. Berdasarkan struktur: Berisi tentang gabungan dari beberpa refrensi yang telah di filter sesuai dengan topik pembahasan.

Jenis-jenis Makalah Sejarah Bahasa Indonesia

jenis-jenis-makalah-jurnal-artikel
pixabay

Berdasarkan jenis-jenisnya, makalah dapat dibedakan menjadi 3 jenis sesuai dengan cara pengerjaan serta penggunaan tata bahasa yang digunakan:

1. Makalah Induktif

Makalah induktif merupakan makalah yang disusun berdasarkan hasil dari data empiris yang didapatkan melalui penelitian di lapangan. Sehingga penelitian yang dilakukan mesti penelitian yang masih relevan dengan pokok dari bahasan yang dibahas di dalam makalah tersebut.

Bisa diakatakan sebagai makalah induktif apabila, makalah tersebut dikembangkan dengan pola induksi. Yaitu makalah tersebut harus terlebih dulu diawali dengan pembahasan-pembahasan yang bersifat khusus, lalu disimpulkan menjadi pembahasan yang bersifat umum.

2. Makalah Deduktif

Makalah deduktif yaitu makalah yang disusun berdasarkan suatu kajian teori yang dapat diperoleh dari literatur yang sudah ada. Dapat dikatakan sebagai makalah deduktif apabila, makalah tersebut dikembangkan dengan pola dedukasi.

Apa itu dedukasi? Yang dimaksud dengan dedukasi adalah, makalah yang dipaparkan dari pembahasan yang bersifat umum menuju pembahasan yang lebih bersifat khusus. Dengan makna lain, kalimat utamanya berada di awal paragraf kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat pendukungnya.

3. Makalah Campuran

Makalah campuran adalah gabungan dari dua makalah, yaitu gabungan dari makalah induktif dengan makalah deduktif. Dimana dasar penyusunannya sesuai dengan kajian teoritis dan data empiris.

Sedangkan paragraf pada makalah campuran ini, diawali dengan pembahasan yang bersifat umum kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas yang sifatnya umum.

Susunan Kerangka Makalah Sejarah Bahasa Indonesia

susunan-jurnal-tulisan-bahasa-indonesia-terbaik
pixabay

Sama halnya dengan tubuh atau pembuatan surat peminjaman barang, dalam penulisan makalah juga terdapat  kerangka-kerangka yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah pembahsan mengenai kerangka-kerangka di dalam penulisan makalah:

Cover

Cover/sampul, merupakan halaman atau tampilan paling depan dari sebuah makalah. Sehingga buatlah cover/sampul ini sebaik mungkin, karena cover/sampul makalah dapat mewakili isi dari makalah itu sendiri.

Saat ini tidak sedikit orang yang merasa sudah tahu, isi dari sebuah makalah hanya dengan cara melihat sampulnya. Jadi jangan sampai calon pembaca makalah kita sudah merasa tidak suka terlebih dahulu saat pertama kali melihat sampul makalah tersebut.

Selain itu di dalam cover ini hal yang harus kita cantumkan dan perhatikan adalah:

  • Judul makalah: diletakkan pada bagian atas, ditulis menggunakan huruf capital tebal (bold), biasanya font berukuran 14.
  • Logo sekolah/kampus/perguruan tinggi: diletakkan pada bagian tengah cover/sampul, dengan ukuran sedang dan berwarna sesuai logo sekolah atau kampus.
  • Data penulis lengkap: diisi dengan nama, nomer induk (NIK), serta kelas/jurusan penulis makalah. Apabila dibuat kelompok, maka ditulis semua nama anggota kelompoknya.
  • Fakultas kampus/sekolah: jika masih pelajar/murid SMP dan SMA ditulis nama sekolahnya, jika mahasiswa ditulis nama fakultas dan kampusnya.
  • Kota dan tahun pembuatan makalah: ditulis nama kota dan tahun pembuatan makalah tersebut.

Daftar Isi

Memuat informasi halaman dari isi makalah. Tujuan dibuatnya adalah, dengan adanya bab dan sub-bab dalam makalah yang diberikan keterangan halaman sehingga dapat memudahkan pembaca dalam menemukan informasi topik dan meteri yang dibahas di dalam makalah. Daftar isi biasanya juga memuat daftar gambar, daftar lampiran, daftar table (jika ada).

Dengan adanya daftar isi, membuat proses penyusunan makalah menjadi lebih rapi dan lebih mudah karena materi sudah disusun dengan sistematis. Selain itu mengingat pentingnya sebuah daftar dalam penulisan makalah maupun karya ilmiah yang lain tentu penulisannya harus informatif dan jelas.

Kata Pengantar

Kata pengantar yang baik adalah, apabila kata pengantar tersebut berisi tentang:

  • Ucapan rasa syukur kepada Allah SWT
  • Ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah berperan dalam penyusunan makalah tersebut
  • Alas an dari penulisan makalah
  • Harapan serta kerelaan untuk mendapatkan kritik dan saran
  • Penutup

Hal-hal yang sudah disebutkan di atas biasanya dituliskan dalam kata pengantar. Namun ada juga pemakalah yang menambahkan unsur lain seperti kelebihan dan kekurangan makalah, do’a-do’a, dan lain sebagainya.

Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan, penulis memaparkan secara singkat dan padat tentang topik dan tujuan yang akan dibahas. Pendahuluan juga dapat berisi penjelasan mengenai pokok awal dari permasalahan yang ditemui.

Jadi secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa, pendahuluan merupakan bagian paling krusial dan inti pada makalah.

Latar Belakang

Beguna untuk menjelaskan secara umum permasalahan-permasalahan yang ditemukan, dan mengapa masalah tersebut layak untuk diteliti kemudian dianalisa dalam sebuah makalah.

Selain itu penulisan analisa juga harus ditulis dengan sejelas-jelasnya, dengan penjelasan atau pembahasan yang umum dan mudah untuk dipahami. Dengan begitu pembaca akan menemukan apa dan mengapa penelitian dilakukan oleh penulis tersebut.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah berisi pokok dari permasalahan yang ditemukan, biasanya rumusan masalah dibahas secara singkat dan padat. Tidak lebih dari satu paragraf dan berisi poin-poin pertanyaan, antar 2 sampai 3 pertanyaan.

Tujuan Pembahasan

Sub-bab berikut ini masuk ke dalam bab pendahuluan, karenanya untuk dijadikan sebagai contoh makalah yang baik dan benar tujuan dari pembahasan ini berisi dari jawaban rumusan masalah.

Contoh rumusan masalahnya adalah apa saja yang termasuk di dalam penulisan kata, kemudian isinya adalah untuk mengetahui macam dari penulisan kata.

Isi

Dalam hal ini isi berguna untuk menjelaskan mengenai permasalahan, penelitian yang dilakukan, metode yang digunakan untuk penelitian, tempat dilaksanakannya penelitian, sasaran penelitian, serta penjabaran dari hasil data yang diperoleh di lapangan.

Yang perlu diperhatikan pad bab isi ini adalah, penulisan dengan spasi atau paragraf yang menjorok. Namun bisa juga tidak menggunakan paragraf yang menjorok, tapi menggunakan enter sebagai jeda dan pengganti paragraf.

Penutup

Dalam  bab penutup ini, terdapat sub-sub berupa kesimpulan dan saran. Selain itu, bab ini juga berisi tentang harapan penulis kepada pembaca yaitu agar penelitiannay bermanfaat bagi pembacanya. Penulis juga bisa memberikan kesan, pesan, dan ucapan terimakasih kepada pihak pendukung penulis dalam menyelesaikan penelitiannya.

Kesimpulan

Merupakan penjabaran yang diperoleh dari hasil penelitian, dengan makna lain adalah jawaban dari rumusan masalah. Hasil penelitian bisa didapatkan dari analisa rumusan masalah yang ditemukan, kemudian dianalisis menggunakan teori dan metode penelitian yang dilakukan sehingga mendapatkan hasil kesimpulannya.

Daftar Pustaka

Di dalam halaman terakhir, adalah tempat untuk mecantumkan daftar pustaka. Daftar pustaka berisi tentang daftar dari refrensi yang dicantumkan atau dipergunakan dalam menyusun makalah. Setidaknya dalam daftar pustaka, minimal ada 25 refrensi.

Contoh Makalah Sejarah Bahasa Indonesia

contoh-makalah-sejarah-bahasa-indonesia-lengkap
pixabay

Nah jika tadi kita sudah membahas tentang masalah pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, serta susunan kerangka makalah. Berikut ini adalah pembahasan yang paling kalian tunggu-tunggu, ya pembahasan mengenai makalah sejarah bahasa Indonesia.

Pada pembahasan makalah sejarah bahasa Indonesia ini, kalian dapat menjadikannya sebagai acuan ataupun refrensi dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru maupun dosen.

Namun sebelum itu, kalian harus tahu terlebih dahulu format kertas dan makalah yang akan digunakan. Sehingga kalian tidak boleh asal-asalan dalam menggunakan kertas untuk menjilid makalah, berikut ini adalah kertas yang digunakan:

  • Cover/sampul makalah menggunkan kertas buffalo warna
  • Kertas A4 (digunakan untuk isi tulisan dalam cover makalah)
  • Font: Times New Roman
  • Size: 12
  • Spasi: 1,5
  • Margin
  • Atas: 4 cm
  • Bawah: 3 cm
  • Kiri: 4 cm
  • Kanan: 3 cm

Daftar Isi

KATA PENGANTAR………….i

DAFTAR ISI……………………ii

I. PENDAHULUAN………………..4

Latar Belakang……………………………..4

Rumusan Masalah…………………………4

Tujuan……………………………………….4

II. PEMBAHASAN…………………………5

Sejarah Bahasa Indonesia……………………5

Peristiwa Penting Bahasa Indonesia………………..7

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia…………………..8

III. PENUTUP……………………………………………..11

Kesimpulan…………………………………….11

Saran……………………………………………….11

DAFTAR PUSTAKA………………………………………12

Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

        Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga, bahasa Indonesia menjadi sarana budaya dan sarana berpikir masyarakat Indonesia. Sehingga dengan itu, peranan bahasa Indonesia menjadi sangat penting.

Mengingat pentingnya bahasa Indonesia, kami sebagai mahasiswa dituntut untuk lebih memahami bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Salah satunya adalah mengetahui sejarah bahasa Indonesia.Untuk itulah materi ini sangat penting diplajari,karena sangat disayangkan jika sebagai pemakai bahasa Indonesia tidak mengetahui tentang sejarah bahasa Indonesia.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah sejarah bahasa Indonesia ?
  2. Apa peristiwa penting berkaitan bahasa Indonesia ?
  3. Bagaimana kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia ?

C. Tujuan

  1. Untuk mengetahui Sejarah Bahasa Indonesia.
  2. Untuk mengetahui peristiwa penting terkait Bahasa Indonesia.
  3. Mengetahui dan memahami Kedudukan serta fungsi Bahasa Indonesia.

Pembahasan

BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia.Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu.Penggunaan istilah “bahasa melayu” telah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu angka yang tercantum pada beberapa perasasti berbasasa melayu kuno dari Palembang dan Bangka.Perasasti-prasati ini ditulis dengan aksara pallawa atas permintaan raja kerajaan sriwijaya.

Awal penamaan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928. Disana, pada kongres Nasional kedua di jkarta diumumkanlah penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pasca-merdeka.

Ir. Soekarno tidak memilih atau menggunakan bahasanya sendiri, yaitu bahasa jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu). Namun beliau memilih bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari bahasa melayu yang diturunkan di Riau.

Bahasa melayu Riau di pilih sebagai bahasa persatuan nrgara republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut:

  1. Apabila bahasa jawa digunakan pada saat itu, suku-suku bangsa atau golongan lain di Negara Indonesia akan merasa di jajah oleh suku jawa yang merupakan golongan mayoritas di republik Indonesia.
  2. Bahasa Indonesia jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa melayu riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang digunakan unyuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat.
  3. Bahasa melayu riau yng dipilih,dan bukan bahasa melayu Pontianak, Banjarmasin, samarinda, Maluku, Jakarta (betawi), atau pun kutai, dengan pertimbangan:
  • Pertama

    Suku melayu berasal dari riau, sultan malaka yang terahir pun lahir ke riau selepas malaka direbut oleh portugis.

  • Kedua

    Sebagai lingu france,bahasa melayu riau yang paling sedikit trkenapengaruh misalnya dari bahasa tionghoa, hokkien, ataupun dari bangsa lainnya.

Penggunaan bahasa melayu tidak hanya terbatas pada republik Indonesia. Pada tahun 1945, penggunaan bahasa melayu selain Republik Indonesia juga digunakan oleh Negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Keputusan kongres bahasa Indonesia II 1945 di Medan, antara lain menyatakah bahwa bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu digunakan sebagai lingua franca (bahasa penghubung), bukan hanya dikepulauan nusantara, melainkan juga diseluruh Asia Tenggara sejak abad ke VII.

Bukti yang menyatakan ini adalah di temukanya pristiwa di kedukan bukit, berangka 683 M (Palembang), talang tuwo, berangka 684 M (palembang), kota kapur, berangka 686 M (Bangka barrat), dan karang Brahi, berangka 688 M (jambi).

Prasasti itu dituliskan pra-Nagara berbahasa melayu kuno. Pada masa itu bahasa melayu kuno tidak hanya digunakan pada zaman sriwijaya saja, karena di jawa tengah juga ditemukan prasasti tahun 832 M dan di Bogor tahun 942 M yang menggunakan bahasa melayu kuno.

Bahasa melayu menyebar keplosok Nusantara bersama dengan menyebarnya agama islam di Nusantara. Bahasa melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa penghubung antar pulau, antar suku, antar pedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa melayu yang dipakai didaerah wilayah Nusantara dalam pertumbuhanya dipengaruhi oleh corak budaya daerah.

Bahasa melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sansekerta, Persia, Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa melayupun dalam perkembanganya  muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Sehingga perkembangan bahasa melayu di wilayah Nusantara ini mempengaruhi serta mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia.

B. Peristiwa-peristiwa Penting Bahasa Indonesia

Pada masa itu, pemerintahan colonial telah mendirikan sebuah penerbit buku yang bernama commissie voor de volkslectuur (taman bacaan rakyat) pada tahun 1908. Kemudian pada tahun 1917 dirubah menjadi perpustakaan pusat.

Badan penerbit tersebut menerbitkan beberapa novel dan buku, seperti siti nurbaya dan salah satu perawatan, buku panduan penanaman, pemeliharaan buku kesehatan, untuk membantu penyebaran bahasa melayu di masarakat luas.

Tanggal 16 Juni 1927 Johan Datuk Karjo menggunakan bahas Indonesia adalam pidatonya. Hal ini untuk pertama kalinya di sesi volksraad, seseorang berpidato dalam bahasa Indonesia.

28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad yamin mengusulkan agar bahas melayu menjadi bahasa nasional Indonesia.

1933 mendirikan generasi penulis muda yang menamakan diri pejuang Baru yang di pimpin oleh Alisyahbana.

1936 sultan Alisyahbana mempersiapkan Indonesia Grammar Baru.

Indonesia pertama kali menggelar kongres di Solo pada 25-28 Juni 1938. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan bisnis kongres dan pengembangan Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan Indonesia saat ini.

18 Agustus 1945 menandatangani undang-undang Dasar 1945, yang merupakan salah satu artikel (pasal 36), menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.

Tanggal 19 Maret 1947 diresmikkan penggunaan ejaan Republik bukanya ejaan van Ophuijsen sebelumnya berlaku.

Kemudian pada 28 Oktober sampai 2 November 1978 Indonesia kembali menggelar kongres III yang diselenggarakan di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati sumpah pemuda ke-50 di samping menunjukan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha unruk memperkuat posisi dan fungsi bahasa Indonesia.

Tanggal 21-26 November 1983 indonesia kongres IV yang dislenggarakan di Jakarta. Digelarnya kongres yang ke-IV ini bertujuan untuk memperingati hari sumpah pemuda yang ke-55.

Sedangkan dalam keputusan yang menyatakan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus ditingkatkan sebagai amanat yang terkandung dalam garis-garis besar haluan Negara, yang mengharuskan semua warga Negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, bisa mencapai sedekat mungkin.

Pada tanggal 28 Oktober hingga 3 November 1988, Indonesia menggelar kongres ke- V yang diadakan di Jakarta. Kongres ini dihadiri lebih dari sekitar tuju ratus pakar dari seluruh Indonesia peserta Indonesia dan tamu dari Negara-negara tetangga seperti Brunei, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia.

Kongres tersebut ditandatangani oleh pekerjaan besar yang disajikan pembangunan dan pengembangan bahasa pusat pecinta bahasa di Nusantara, kamus Indonesia dan Tata bahasa Baku Indonesia.

Kemudian pada tanggal 28 Oktober sampai 2 November 1993, Indonesia kembali menggelar kongresnya yang ke-VI yang diadakan di Jakarta.

Pada saat itu peserta yang hadir sebanyak 770, sebagian dari para ahli bahasa Indonesia dan 53 tamu dari peserta asing termasuk Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Dari hasil kongres menyarankan bahwa pembangunan dan pengembangan bahasa pusat upgrade ke institute Indonesia, serta mengusulksn perumusan hukum Indonesia.

C. Fungsi dan Keudukan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa sebagai alat komunikasi sekaligus bahasa resmi Republik Indonesia dan juga sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang sudah diresmikan setelah dilakukanya konggres pemuda I yang di laksanakan selama dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Betavia (Jakarta) suatu hasil yang berbunyi :

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah juga satoe, tanah air Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional meliputi 4 aspek yaitu :

1. Bahasa Indonesia sebagai lambang kebangsaan Nasional

Bahasa Indonesia sebagai lambing kebangsaan Nasional adalah bahasa Indonesia yang mempunyai nilai-nilai social, budaya luhur bangsa. Dengan nilai yang dimiliki merupakan cermin bangsa Indonesia, untuk itu kita sebagai warga Negara Indonesia harus bangga, menjunjung tinggi dan mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta mengamalkan sesuai dengan nilai dan budaya luhur bangsa.

Sebagai wujud rasa bangga terhadab bahasa Indonesia, kita harus menggunakan bahasa Indonesia setiap hari terutama di lingkungan sekolah dan tanpa ada rasa rendah diri, dan acuh tak acuh. Oleh karena itu sebagai bagian dari warga Negara Indonesia yang baik, kita harus menjaga bahasa sesuai dengan isi sumpah pemuda tersebut di atas.

2. Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas Nasional

Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional, merupakan salah satu cara untuk mengetahui identitas kewarganegaraan seseorang dan juga dapat membedakan dengan Negara lain. Yaitu dengan melihat karkter, kepribadian, dan watak sebagai bangsa Indonesia. Harus di wujudkan dan dijaga jangan sampai keperibadian.

3. Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu seluruh masyarakat bangsa Indonesia

Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu seluruh masyarakat bangsa Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya, dapat disatukan melalui Bahasa Indonesia bersatu dalam satu kebangsaan, dapat disatukan melalui bahasa Indonesia bersatu dalam satu kebangsaan, dan mempunyai cita-cita, rasa senasip dan sepenanggungan yang sama.

Dengan bahasa Indonesia, bangsa ini dapat merasa harmonis dan serasi, karena diantarakita tidak lagi merasa ada persaingan dan tidak merasa lagi ‘dijajah` oleh masyarakat suku lain, identitas nilai sosial budaya daerah masih dapat kita lihat dan tercermin dalam bahasa daerah masing-masingyang masih kental.

4. Bahasa Indonesia sebagai alat penghubung antara daerah dan budaya

Bahasa  Indonesia sebagai alat penghubung antara daerah dan budaya, dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berintraksi untuk segala bidang kehidupan.

Baik pemerintahan, intraksi segala kebijakan dan strategi yang berkaitan dengan idiologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, pertahanan, dan kemana dengan mudah dapat disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Jika laju pertumbuhan komunikasi antar manusia meningkat berarti akan mempercepat tingkat wawasan dan pengetahuan manusia. Dan jika semakin cepat pengetahuan meningkat maka akan mempermudah perkembangan kehidupan bangsa.

Penutup

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam Undang-Undang Dasar RI 1945 pasal 36 “bahasa Negara adalah bahasa Indonesia”.

Tumbuh dan berkembangnya sejarah bahasa Indonesia, diperkirakan sejak abad ke VII dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah dipergunakan bahasa perhubungan. Bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga seluruh Asia Tenggara.

Pertama kali penciptaan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tangga 28 Oktober 1928, diumumkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pasca kemerdekaan. Secara yurdis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indoensia secara resmi diakui keberadaannya dan ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 36.

B. Saran

Sebagai penyusun kami merasa masih ada banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Karenanya, kami sangat memohon akan kritik dan saran dari pembaca sekalian.

Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Anak Pesisir 2012. Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Anonym 2013. Makalah Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Alek dan Achmad H.P. 2010 untuk Pengguruan Tinggi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Kanzunnudin, Muhammad. 2011. Bahasa Indonesia untuk Pengguruan Tinggi.Rembang: Yayasan Adhiguna.

Sekian

Nah itulah beberapa pembahasan mengenai makalah sejarah bahasa Indonesia, yang dilengkapi dengan pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, dan lain sebagainya.

Selain makalah, kalian juga bisa membaca contoh pembukaan pidato bahasa Inggris yang dapat dijadikan sebagai refrensi, jika suatu saat kalian mendapat tugas pidato bahasa Inggris dari guru maupun dosen.

Alhamdulillah semoga artikel-artikel tersebut dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih 🙂

Naufal Suka sharing, fotografi, dan bertualang :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.