5 Faktor Yang Mempengaruhi Lembaga Keuangan?

5 Faktor Yang Mempengaruhi Lembaga Keuangan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro Kategori Untuk mencapai tujuan tersebut maka Lembaga Keuangan Mikro harus sungguh-sungguh dalam beroperasi seperti memberikan pinjaman-pinjaman dengan skala mikro untuk masyarakat yang membutuhkan.

  • Masyarakat yang ingin meminjam dana dari Lembaga Keuangan Mikro harus melewati prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan oleh Lembaga Keuangan Mikro tersebut agar dapat menghindari penyelewengan dana yang kemungkinan dapat terjadi.
  • Untuk itu dibutuhkan kesungguhan dan keseriusan dari Lembaga Keuangan Mikro dalam menjalankan kegiatannya tersebut.4.

Milieu Lingkungan Milieu atau lingkungan juga berpengaruh pada proses kinerja pengawasan. Pada konteks pengawasan Lembaga Keuangan Mikro ini, lingkungan yang dimaksud adalah daerah-daerah yang menjadi lahan Lembaga Keuangan Mikro tersebut beroperasi. Lembaga Keuangan Mikro sudah banyak terdapat di daerah-daerah seperti Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, dan lain sebagainya.

Lingkungan yang ada dalam setiap daerah akan berbeda-beda dengan daerah lainnya, misalnya lingkungan yang terdapat di Jakarta akan berbeda dengan lingkungan di Jawa Barat. Contoh dari lingkungan yang dimaksud dapat mengacu pada kebersihan daerah tersebut dalam menjalankan usaha mikro mereka. Lingkungan yang bersih akan menjadi lingkungan yang sehat dan nyaman untuk masyarakat yang sedang menjalankan usahanya maupun untuk para pengawas yang mengawasi kegiatan Lembaga Keuangan Mikro tersebut.

Kegiatan masyarakat yang menjalankan usahanya maupun pengawas yang melakukan pengawasan pun tidak terganggu sehingga dapat berjalan lancar.5. Management Pengelolaan Pengelolaan juga merupakan faktor yang berpengaruh pada pengawasan. Yang dimaksud dari pengelolaan dalam konteks ini adalah pengelolaan yang dilakukan oleh Lembaga Keuangan Mikro tersebut dalam mengelola dana yang diberikan kepada masyarakat yang meminjam dana pinjaman tersebut.

  • Lembaga Keuangan Mikro harus dapat mengelola dana yang diberi kepada masyarakat yang meminjam agar dana yang dipinja tersebut dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro yang mereka jalankan.
  • Pengelolaan yang benar dapat menghindari penyelewengan dana yang mungkin terjadi diantara masyarakat yang meminjam dana tersebut.

Masyarakat harus dapat menggunakan dana pinjaman tersebut agar mereka pun dapat hidup sejahtera dan memperbaiki keadaan ekonomi mereka. Mekanisme pengawasan Lembaga Keuangan Mikro menurut menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan yang melakukan koordinasi dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan koperasi dan Kementerian Dalam Negeri.

You might be interested:  Bidang Akuntansi Yang Berkaitan Dengan Pemeriksaan Laporan Keuangan?

Tetapi dalam hal pembinaan dan pengawasan tersebut Otoritas Jasa Keuangan tidak bekerja sendiri melainkan mendelegasikan wewenangnya kepada Pemerintah Daerah KabupatenKota agar menjalankan wewenangnya tersebut dan tetap dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Apabila Pemerintah Daerah KabupatenKota yang ditunjuk belum siap, maka OJK akan mendelegasikan pembinaan dan pengawasannya kepada pihak lain yang ditunjuk.

Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro dengan Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan memiliki sinergi yang dapat dilihat dari pasal-pasal terkait pengawasan tersebut.

  • Uraian mengenai pasal-pasal pengawsan tersebut yang diuraikan diatas menunjukkan bahwa pasal-pasal yang terdapat dalam Undang-Undang LKM berkaitan atau saling dukung dengan pasal-pasal yang terdapat dalam Undang-Undang OJK.
  • Dengan adanya sinergi antara pengawasan Lembaga Keuangan Mikro menurut Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro dengan Undang-Undang Ototritas Jasa Keuangan maka mekanisme pengawasan tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai rencana yang sudah ditetapkan agar tercapainya tujuan dari Lembaga Keuangan Mikro tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengawasan Lembaga Keuangan Mikro oleh Otoritas Jasa Keuangan ada 5 lima faktor yaitu ManManusia, Mean alat, Material Objek, Milieu lingkungan, Management pengelolaan. Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi berjalannya pengawasan terhadap Lembaga Keuangan Mikro, karena faktor-faktor tersebut lah yang akan berpengaruh pada tercapainya tujuan dari Lembaga Keuangan Mikro tersebut.

Adapun ayat Al-Quran yang berkaitan dengan pengawasan yaitu surah Al-Infithar ayat 11-12 bahwa apapun yang kita lakukan di dunia diawasi dan dicatat oleh malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah SWT. Untuk itu dalam melakukan pengawasan, kita harus bersungguh-sungguh sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan tanpa adanya penyelewengan yang membawa dampak negatif pada hasil pekerjaan kita maupun yang merugikan orang lain.

Artinya: Padahal Sesungguhnya bagi kamu ada malaikat-malaikat yang mengawasi pekerjaanmu 10; Yang mulia di sisi Allah dan mencatat pekerjaan-pekerjaanmu itu, 11; Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan Q.S. al-Infithar: 10-12 Beberapa hadits Rasulullah Saw juga menganjurkan perlunya melaksanakan pengawasan atau evaluasi dalam setiap pekerjaan.

  • Ajaran Islam sangat memperhatikan adanya bentuk pengawasan terhadap diri terlebih dahulu sebelum melakukan pengawasan terhadap orang lain.
  • Hal ini antara lain berdasarkan hadits Rasulullah Saw sebagai berikut: Artinya: “Periksalah dirimu sebelum memeriksa orang lain.
  • Lihatlah terlebih dahulu atas kerjamu sebelum melihat kerja orang lain.” HR.
You might be interested:  Yang Digunakan Untuk Membayar Pajak Ke Bank Persepsi Adalah?

Abi Syaibah: 34459.16 Abi Syaibah, al-Kitâb Mushonnaf fi al-Ahâdîts wa al-Atsâr, Riyad: Maktabah al-Rusyd, 1409 H, Juz7.h.96.65 1. Mekanisme pengawasan Lembaga Keuangan Mikro menurut menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan yang melakukan koordinasi dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan koperasi dan Kementerian Dalam Negeri.

  1. Tetapi dalam hal pembinaan dan pengawasan tersebut Otoritas Jasa Keuangan tidak bekerja sendiri melainkan mendelegasikan wewenangnya kepada Pemerintah Daerah KabupatenKota agar menjalankan wewenangnya tersebut dan tetap dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
  2. Apabila Pemerintah Daerah KabupatenKota yang ditunjuk belum siap, maka OJK akan mendelegasikan pembinaan dan pengawasannya kepada pihak lain yang ditunjuk.2.

Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan memiliki sinergi yang dapat dilihat dari pasal-pasal terkait pengawasan tersebut.

Apa saja faktor yang mendorong peningkatan peranan lembaga keuangan?

FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG PENINGKATAN PERANAN LEMBAGA KEUANGAN Ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan peranan lembaga keuangan(Rose & Frasser, 1988 : 13), yaitu: 1) Besarny a peningkalan pendapatan masyarakat kelas menengah Keluarga dan individu dengan pendapatan yang cukup terutarna dan kalangan menengah memiliki sejumlah bagian pendapatan untuk ditabung setiap tahunnya.

Lembaga keuangan menyedtakan saraiia atau sahiran yang menguntungkan untuk tabungan mereka.2) P esatnya perkembangan industri dan teknologi : Lembaga keuangan telah memperlihatkan dan merniliki kemampuan untuk memenuhi sernua kebutuhan modal alan dana sektor industri yang hiasanya dalain jumlah besar yang bersumber dan para penabung.3) Besarnya denominasi instrumen keuangan menyebabkan sulitnya penabung kecil memperoleh akses.

Ada beberapa jenis surat berharga yang menarik dan pinjaman di pasar uang tidak dapat dimasuki atau diperoleh penabung kecil akibat denominasinya yang demikian besar. Namun demikian dengan menghimpun dana dan banyak penabung, lenihaga keuangan dapat memberikan kesempatan bagi penabung kecil untuk memperoleh instrumen keuangan yang menarik tersebut.4) Skala ekonomi dan ruang lingkup dalam produksi dan distribusi jasa-jasa keuangan Dengan mengkombinasikan sumber-sumber dalam memproduksi herbagai jenis jasa-jasa keuangan dalam jumlah besar, maka biaya jasa per unit dapat ditekan serendah mungkin, yang memberikan lembaga keuangan suatu keunggulan kompetitif (competitif advantage) terhadap pihak-pihak lain yang menawarkan jasa keuangan.5) Lembaga keuangan menjual jasa-jasa likuiditas yang unik, mengurangi biaya likuiditas bagi nasahahnya.

    Bank adalah sebuah tempat di mana uang disimpan dan dipinjamkan. Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidur rakyat banyak . Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.
You might be interested:  Apa Fungsi Tentang Penanaman Modal Asing?

Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit . Evolusi bank berawal dari awal tulisan, dan berlanjut sampai sekarang di mana bank sebagai institusi keuangan yang menyediakan jasa keuangan . Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi bank .

Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerima tabungan dan memberikan pinjaman . Kata bank berasal dari bahasa Italia banca atau uang. Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan dan dari pinjaman.

: FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG PENINGKATAN PERANAN LEMBAGA KEUANGAN