Apa Modal Utama Dalam Mencapai Masyarakat Yang Sejahtera?

Apa Modal Utama Dalam Mencapai Masyarakat Yang Sejahtera
Penduduk Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa tersebar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Persatuan dalam keberagaman merupakan modal utama dalam mencapai masyarakat sejahtera. Rakyat yang bersatu dalam suasana yang aman turut mendukung pelaksanaan pembangunan. Jika pembangunan berjalan dengan baik, maka kesejahteraan rakyat akan meningkat.

Apa yang menjadi modal utama dalam mencapai masyarakat sejahtera brainly?

apa yg menjadi modal utama dalam mencapai masyarakat sejahtera? (dalam peta pikiran)​ Jawaban: rukun, saling tolong menolong dan sejahtera. : apa yg menjadi modal utama dalam mencapai masyarakat sejahtera? (dalam peta pikiran)​

Apa modal utama dalam mencapai masyarakat yang sejahtera Bahasa Indonesia KD 3.4 jawab?

UTARA TIMES – Berikut kunci jawaban kelas 6 SD dan MI Tema 2 halaman 139 mengenai Modal Utama Dalam Mencapai Masyarakat Sejahtera. Peta Pikiran Mengapa Persatuan dan Kesatuan Penting untuk Kesejahteraan Umum? Itulah pertanyaan pada buku kelas 6 SD dan MI Tema 2 halaman 139,

Apa: Apa modal utama dalam mencapai masyarakat sejahtera?

Kunci Jawaban: Persatuan dalam keberagaman merupakan modal utama dalam mencapai masyarakat sejahtera.

Mengapa: Mengapa persatuan dan kesatuan penting untuk kesejahteraan

Jawaban: Karena dengan persatuan dan kesatuan, rakyat yang bersatu dalam suasana aman akan turut mendukung pelaksanaan pembangunan. Jiks hal ini dilakukan dan berjalan dengan baik, maka kesejahteraan rakyat akan meningkat.

Siapa: Siapa yang harus melakukan persatuan dan kesatuan untuk kesejahteraan umum?

Kunci Jawaban: Rakyat Indonesia Baca Juga: Jadwal Vaksin Kota Tangerang Tanggal 1 sampai 7 September 2021, Jenis Vaksin Sinovac dan Pfizer

Bagaimana: Bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut agar tercapai?

Kunci Jawaban: Memelihara ketertiban dan keamanan, menghindari pertikaian antarsuku, menumbuhkan sikap toleransi, menghargai perbedaan, menjaga perbatasan Indonesia dengan negara lain serta menjaga pulau-pulau paling luar dari Indonesia.

Apa yang menjadi modal utama dalam pembangunan nasional?

Kemenko: Peningkatan kualitas SDM modal utama pembangunan nasional Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan modal utama pembangunan nasional.

Oleh karena itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran di bidang pendidikan yang mencapai Rp542,8 triliun. “Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kita untuk tahun 2020-2024, berbagai kebijakan pemerintah selalu mengedepankan pembangunan SDM yang berkualitas,” ungkap Susiwijono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, dalam menyambut era Industri 4.0 dan transformasi digital, Indonesia diprediksi membutuhkan sembilan juta talenta digital hingga tahun 2030. Pengembangan keterampilan digital juga diperkirakan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada produk domestik bruto (PDB) di tahun 2030 atau setara dengan 16 persen PDB.

Baca juga: Selain itu, Susiwijono menambahkan, pemerintah juga telah memberikan dukungan pengembangan talenta digital melalui berbagai program di antaranya Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan program Kartu Prakerja yang membantu pengembangan keterampilan digital dari level dasar hingga maju.

Program Kartu Prakerja sendiri telah diberikan kepada 11,4 juta penerima di tahun 2020-2021 dan pada tahun 2022 telah tersalurkan kepada 1,06 juta penerima. “Program Kartu Prakerja menjadi salah satu contoh program yang dibangun secara digital dan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” jelasnya.

  1. Ia turut menyampaikan bahwa UMKM Indonesia saat ini berjumlah sekitar 64,2 juta usaha dan memberikan kontribusi 60,51 persen terhadap PDB atau senilai Rp9.580 triliun.
  2. Dengan kontribusi tersebut, pemerintah akan mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas sektor tersebut.

Baca juga: Pemerintah juga terus berusaha untuk meningkatkan dan menguatkan partisipasi UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital melalui dua pendekatan utama, yakni penguatan ekosistem UMKM/IKM melalui kemudahan perizinan dan penguatan ekosistem e- commerce, yang meliputi penciptaan iklim usaha yang sehat dan infrastruktur digital.

  1. E depannya, negara-negara berkembang tidak mau lagi hanya menjadi pasar, tapi harus menjadi pemain utama di ekonomi digital,” ujar Susiwijono.
  2. Merespons dinamika global, ia menjelaskan tentang posisi strategis Indonesia dalam pemulihan ekonomi dunia.
  3. Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 berkesempatan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi global secara inklusif dengan menunjukkan kepemimpinan Indonesia yang mampu menjawab berbagai tantangan internasional.

Selaras dengan hal tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menunjuk Presiden Indonesia sebagai Champions GCRG (Global Crisis Response Group) bersama lima kepala negara lainnya guna mendorong konsensus global dan advokasi solusi untuk mengatasi krisis pangan, energi, dan keuangan.

Pewarta: Agatha Olivia VictoriaEditor: Budi Suyanto COPYRIGHT © ANTARA 2022

: Kemenko: Peningkatan kualitas SDM modal utama pembangunan nasional

Bagaimana cara mencapai kehidupan sejahtera?

illustrasi upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan menuju masyarakat sejahtera. Sumber: unsplash.com Pendidikan mengenai kehidupan kebangsaan adalah hal yang sangat penting. Sejak dini anak-anak sudah diajarkan mengenai masyarakat sejahtera dan negara yang kuat melalui kurikulum tematik 2013.

  • Salah satunya adalah dengan mengajarkan upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan menuju masyarakat sejahtera.
  • Untuk memahami upaya pengembangan kehidupan kebangsaan ini, sebelumnya kita harus mempelajari terlebih dahulu apa itu kebangsaan.
  • Ebangsaan berasal dari kata bangsa.
  • Menurut buku Wawasan Kebangsaan (2021:1) karya Prof.

Dr.H. Bambang Yuniarto, M.Si., secara umum bangsa itu merupakan kumpulan dari suatu masyarakat yang membentuk negara. Kebangsaan adalah nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat suatu negara. Negara sendiri bertanggung jawab untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya melalui penyelenggaraan pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Bersikap toleransi antar warga negara atas perbedaan yang hadir di masyarakat seperti suku, agama, ras, budaya, dan golongan. Saling menghormati dan menghargai keragaman budaya yang ada di tiap-tiap elemen masyarakat di Indonesia. Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia baik pembangunan yang bersifat fisik seperti infrastruktur dan pembangunan yang bersifat non-fisik seperti pemerataan pendidikan. Penyediaan lapangan kerja yang memadai sehingga angka kemiskinan dapat ditekan dan masyarakat mampu hidup secara swadaya dan layak. Menyediakan dan memperbaiki fasilitas umum dari negara agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan dan memanfaatkan fasilitas umum. Taat membayar pajak agar infrastruktur dan pembangunan lainnya dapat terus berjalan karena pembangunan adalah dari rakyat untuk rakyat.

Dari poin-poin di atas, yang dapat masyarakat lakukan adalah memelihara rasa persatuan, kesatuan, ketertiban, dan solidaritas dalam lingkungan masyarakat, serta menghapus tindakan yang bersifat diskriminatif kepada anggota masyarakat lainnya. Dengan kerjasama yang baik antara masyarakat dan negara dapat tercipta kehidupan kebangsaan yang menyejahterakan masyarakat.

You might be interested:  Sekutu Yang Menyertakan Modal Sekaligus Menjalankan Usaha Dalam Cv Disebut?

Apa yang kamu ketahui tentang sejahtera?

Menurut Sunarti (2012), Kesejahteraan adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial, material, maupun spiritual yang diliputi rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin yang memungkinkan setiap warga negara untuk mengadakan usaha-usaha pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani dan sosial yang sebaik-

Apa yang kamu ketahui kriteria sejahtera versi Indonesia?

Empat Syarat Indonesia Sejahtera SURAKARTA – Ada empat syarat yang harus dipenuhi para pemangku kepentingan jika ingin tercapai Indonesia sejahtera berdasarkan Pasal 33 UUD 1945. Keempat syarat itu adalah, kemandirian masyarakat dan daerah, integrasi ekonomi antar pemangku kepentingan, kelembagaan masyarakat, serta optimalisasi pemanfaatan potensi wilayah.

  1. Empat syarat itu harus ditopang dengan menyelamatkan fase emas energi untuk kemakmuran Indonesia dengan mendorong peran aktif pemda dan pengelolaan berbasis gotongroyong antara BUMN, BUMD dan BUMDes.
  2. Demikian ditegaskan Tim ahli ekonomi Indonesia Raya Incorporated (IRI), Prof Dr Ir Darsono MSi, yang juga Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan LPPM UNS, bertemakan “Poros Ekonomi Indonesia Tengah Untuk Kemakmauran Seluruh Rakyat Indonesia”, Senin (29/5).

Hadir juga sebagai pembicara, Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro dan anggota tim ahl ekonomi IRI, Dr Y Sri Susilo MSi yang juga dosen Universitas Atmajaya Yogyakarta. Dalam paparannya Darsono menyampaikan, fakta pengelolaan energi Indonesia sangat jauh berbeda dengan kebijakan energi nasional.

Sebagai contoh kebijakan energi untuk meningkatkan pemanfaatan sumberdaya energi yang seharusnya diturunkan dalam bentuk kebijakan pendukung berupa pengembangan infrastruktur, perluasan akses masyarakat dan industri energi yang justru sebaliknya banyak rent seeking dalam tata kelola nergy (ingat gaduh migas hingga kini).

“Di sisi lain dalam bentuk tata kelola kelembagaan, dimana pemerintah daerah semakin kuat dalam tata kelola energi, justru saat ini merupakan saat emas pengelolaan energi yaitu, dengan mendorong peran aktif pemda, pengelolaan berbasis gotongroyong antara BUMN, BUMD dan BUMDes.

Jadi bukan lagi sentralistrik seperti yang terjadi selama ini yang justru rawan terhadap rent seeking,” jelas Darsono. Secara gamblang Darsono menyampaikan rancang bangun ( holding ) versi “Indonesia Raya Incorporated Menuju Kemakmuran Bangsa” dalam bentuk continuum (berkelanjutan) dan mengintegrasikan (konvergensi) visi para pihak yang terlibat yakni Pemerintah pusat (BUMN), pemerintah provinsi dan kabupaten (BUMD) dan pemerintah desa (BUMDes).

“Indonesia memiliki peluang sebagai negara maju berdaulat sejahtera adil dan makmur berdasarkan fakta potensi poros laut secara rasional. Indonesia memiliki daya dukung sumberdaya energi pada fase emas yang segera harus diselamatkan untuk kemakmuran. IRI menjadi alternatif yang prospektif dengan semangat gotong royong secara vertikal dan horizontal antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan desa.

  1. Dalam hal ini kemudian, Kabupaten menjadi penghela antara Provinsi dan Desa,” tegas Guru Besar UNS itu.
  2. Oleh karena itu, empat syarat untuk mewujudkan kemakmuran Indonesia dapat dilakukan dengan kemandirian masyarakat dan daerah, integrasi ekonomi antar pemangku kepentingan, Kelembagaan masyarakat, dan optimalisasi pemanfaatan potensi wilayah.

Implementasi IRI yang dimulai dengan penguasaan energi oleh negara (pemerintah pusat dan daerah) merupakan satu langkah konvergensi dari potensi kelembagaan ekonomi masyarakat yang berbasis gotong royong. “Bagaimana sejatinya tata laku gotong royong di lapangan? itu yang menjadi persoalan kita bersama.

  1. Apakah spirit gotong royong masih ada dalam budaya Indonesia ataukah hanya sekadar jargon politik? Itu bisa dilihat dari fakta yang ada.
  2. Apakah masih ada usaha bersama berasaskan gotong royong, dikuasai negara apa artinya dan kapan kemakmuran rakyat akan tercapai ? Semua harus ada target dan itu diperlukan kerjasama antar pemangku kepentingan” tegas Darsono.

(gor) Editor : Gora Kunjana ([email protected]) Baca berita lainnya di : Empat Syarat Indonesia Sejahtera

Mengapa masyarakat menjadi modal dasar pembangunan bangsa?

Mengapa keberagaman masyarakat Indonesia menjadi modal dasar dalam pembangunan bangsa? tolong cpt Jawaban: Karena setiap masyarakat memiliki identitas dan ciri uniknya masing-masing. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi agar keragaman sosial budaya dapat menjadi modal pembangunan. Syarat tersebut haruslah dipenuhi oleh setiap masyarakat dalam sebuah negara.

Bagaimana peran modal manusia bagi pembangunan?

PENGARUH MODAL MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA – Abstrak Modal manusia merupakan salah satu faktor penting dalam proses pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Penelitian empiris menunjukan adanya pengaruh yang positif antara faktor pembentuk modal manusia dengan pertumbuhan ekonomi.

  • Dengan menggunakan aspek pendidikan sebagai faktor pembentuk modal manusia, penulis menemukan pengaruh positif dan signifikan antara Angka Partisipasi Kasar dengan PDRB DIY.
  • Sementara itu, variabel investasi juga menunjukan pengaruh positif terhadap PDRB DIY.
  • Namun demikian, variabel jumlah Bekerja tidak terbukti siginfikan berpengaruh.

Hasil tersebut sejalan dengan beberapa penelitan sebelumnya yang menyebutkan masih tingginya setengah pengangguran di DIY. Temuan lain dari laporan data ketenagakerjaan menyebutkan adanya kecenderungan peningkatan persentase pekerja di DIY yang berpendidikan rendah sementara tenaga kerja dengan pendidikan menengah diduga memilih bekerja di luar DIY.

Hal tersebut perlu menjadi pengambil kebijakan bahwa ketersediaan modal manusia yang berkualitas di DIY masih belum diikuti dengan penyerapan tenaga kerja. Kata Kunci: Modal Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Pendidikan, Tenaga Kerja 1. Pendahuluan Pembangunan ekonomi memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan riil per kapita penduduk dalam jangka panjang dengan diikuti oleh perbaikan kondisi kehidupan.

Sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, diperlukan akumulasi sumber daya atau modal untuk meningkatkan kapasitas produksi suatu wilayah. Ada tiga jenis modal yang dibutuhkan dalam proses akumulasi tersebut, yaitu modal fisikal (capital stock), modal manusia (human capital) dan modal sosial (Arsyad, 2015).Modal manusia merupakan investasi pada diri manusia dalam bentuk keahlian, norma-norma dan kesehatan yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan dan layanan kesehatan (Todaro,2014).

Modal manusia mempengaruhi perekonomian suatu wilayah atau negara melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja perekonomian serta peningkatan teknologi. Secara empiris beberapa penelitian menunjukan adannya pengaruh modal manusia terhadap dengan pertumbuhan ekonomi. Pendekatan yang umumnya digunakan untuk mengukur pengaruh modal manusia dalam pertumbuhan ekonomi adalah dengan menggunakan pendekatan faktor-faktor pembentuk modal manusia seperti pendidikan dan kesehatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Irawan (2009) menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan variabel rata-rata lama sekolah terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Ilmawan (2009) dengan menggunakan variabel kualifikasi pendidikan tenaga kerja juga menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan modal manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

  1. Namun demikian, secara khusus terjadi perbedaan dengan kondisi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
  2. Beberapa hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa pengaruh dari modal manusia terhadap pertumbuhan ekonomi belum signifikan.
  3. Penelitian Wulandari (2009), Suyanto (2010) dan Astuti (2014) menyimpulkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan dari investasi fisik terhadap pertumbuhan ekonomi di DIY.
You might be interested:  Jualan Apa Modal Kecil Untung Besar?

Sementara itu, dalam penelitian yang sama, varibel tenaga kerja dan penduduk tidak terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tulisan ini mencoba membahas pengaruh modal manusia terhadap pertumbuhan ekonomi DIY melalui pengujian model ekonomi serta membandingkan dengan beberapa hasil penelitian terkait.

Selain itu juga dilakukan tinjauan pustaka atas beberapa pandangan tentang bagaimana keberadaaan atau konsentrasi modal manusia mempengaruhi pembangunan suatu wilayah.2. Pembahasan 2.1 Modal Manusia dalam Pertumbuhan Ekonomi Pembangunan perekonomian memiliki tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan diikuti peningkatan kualitas atau kesejahteraan kehidupan.

Selain menjadi output dari pembangunan, kualitas sumber daya manusia itu juga merupakan faktor penentu pembangunan ekonomi. Peningkatan investasi pada modal manusia membawa hasil peningkatan akses teknologi, peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

  • Indonesia akan menghadapi bonus demografi yaitu kondisi dengan komposisi penduduk yang didominasi oleh angkatan kerja.
  • Namun demikian perlu disadari bahwa peningkatan jumlah sumber daya manusia yang terlalu cepat yang tidak didukung dengan ketrampilan dan pengetahuan yang cukup justru akan menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah (Ferianto, 2014).

Demikian juga penegasan Presiden Joko Widodo dalam Kompas bahwa bonus demografi ibarat pedang bermata dua: “Bonus demografi ibarat pedang bemata dua. Satu sisi adalah berkah, jika kita berhasil mengambil manfaatnya. Satu sisi lain adalah bencana apabila kualitas manusia Indonesia tidak disiapkan dengan baik,” kata Jokowi, saat berpidato di acara peringatan Hari Keluarga Nasional, di Lapangan Sunburst, Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (1/8/2015) (Kompas, 2015) Demikian halnya dengan DIY, laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa secara demografis DIY sedang diuntungkan karena Angka Ketergantungan yang cenderung semakin menurun (BPS, 2015).

  • Angka ketergantungan menunjukan proporsi penduduk yang tidak produktif yaitu penduduk berumur muda (di bawah 15 tahun) dan lanjut usia (di atas 65 tahun) dibandingkan penduduk produktif (15-64 tahun).
  • Tahun 2012 angka beban ketergantungan mencapai 45, turun menjadi 44 pada tahun 2014.
  • Ini berarti bahwa secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif pada tahun 2012 menanggung sekitar 45 penduduk tidak produktif, sedangkan pada tahun 2014 setiap 100 penduduk produktif menanggung sekitar 44 penduduk tidak produktif (BPS, 2015).

Sementara itu, dalam perspektif urban planning, konsentrasi modal manusia dalam suatu kawasan turut mendorong pertumbuhan wilayah tersebut. Kawasan perkotaan yang memiliki konsentrasi tenaga kerja terlatih (skilled labor) cenderung lebih cepat tumbuh (Glaeser, 2003). Dimana untuk modal manusia dapat didefiniskan sebagai berikut: Dengan Et adalah pendidikan dan Lt adalah jumlah tenaga kerja. Selanjutnya persamaan (1) dapat dituliskan kembali sebagai berikut Dengan mengadopsi model dalam penelitian Widodo dan Reza (2013) persamaan (3) ditransformasi dalam bentuk logaritma natural menjadi sebagai berikut: Di mana lnYt adalah logaritma natural dari PDRB, lnKt adalah logaritma natural dari modal fisik yang diproksi dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), lnLt adalah logaritma jumlah angkatan kerja yang bekerja, lnEt adalah logaritma natural untuk tingkat pendidikan dan varibel a, α, τ dan γ merupakan parameter yang akan diestimasi dengan teknik regresi.

  1. Dalam tulisan ini, sebagai pendekatan atas tingkat pendidikan digunakan Angka Partisipasi Kasar (APK).
  2. Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan (berapa pun usianya) terhadap jumlah penduduk pada kelompok usia pendidikan tersebut.

APK digunakan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan (BPS 2015).2.2.2 Hasil Pengujian Model Dengan menggunakan data seri dari tahun 2003 sampai dengan 2014, dilakukan pengujian model pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil pada tabel berikut menunjukan bahwa variabel PMTB dan Angka Partisipasi Kasar berpengaruh positif dan siginifikan terhadap PDRB. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai koefisien yang posistif dengan p-value di bawah 5%. Sementara itu variabel Angkatan kerja tidak terbukti signifikan berpengaruh terhadap PDRB. Tabel 2 Hasil Pengujian Model Regresi Linier Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa investasi memiliki pengaruh yang positif terhadap PDRB DIY. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa variabel investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi DIY.

  • Dengan demikian, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perlu diupayakan peningkatan investasi di DIY.
  • Pemerintah daerah bersama dengan dunia bisnis perlu menjadaga iklim investasi yang kondusif serta menyiapkan potensi investasi yang layak secara ekonomi.
  • Sementara itu, hasil pengujian model regresi menunjukan bahwa variabel angkatan yang bekerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel PDRB.

Hasil tersebut sejalan juga dengan penelitian Wulandari (2009) dan Astuti (2014) yang menyimpulkan bahwa variabel tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi DIY. Menurut Astuti (2014) pertumbuhan tenaga kerja di DIY tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas sehingga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Jika dilihat dari aspek pengukuran jumlah orang yang bekerja, BPS menggunakan batasan yang tidak ketat. Yang dimaksud dengan bekerja adalah melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh pendapatan paling sedikit 1 (satu) jam secara terus menerus dalam seminggu. Sehingga hasil dari pengukuran tersebut, pada angka jumlah penduduk yang bekerja di dalamnya masih terdapat pekerja setengah pengangguran yang waktu kerjanya kurang dari jam kerja normal dalam seminggu.

Atau dengan kata lain jumlah pengangguran yang diperoleh dari survei BPS pasti menjadi lebih kecil dari pengangguran senyatanya (Feriyanto, 2014). Pendidikan sebagai salah satu faktor pembentuk modal manusia memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap PDRB DIY.

Sesuai dengan hasil pengujian model, variabel APK memiliki pengaruh yang positif terhadap variabel PDRB. Temuan ini melengkapi hasil penelitian Octaviningrum (2015) yang menyimpulkan bahwa varibel rata-rata lama sekolah berpengaruh positif terhadap PDRB DIY. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan semakin besarnya komposisi penduduk yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi DIY juga akan turut meningkat.

Dari hasil temuan di atas, tentunya harus disepakati pengambil kebijakan bahwa kualitas modal manusia menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Laporan BPS (2015) menyebutkan bahwa jika dilihat dari tingkat pendidikan pekerja di DIY, terjadi penurunan komposisi pekerja dengan pendidikan SLTA dan justru terjadi peningkatan persentase pekerja dengan pendidikan SLTP pada tahun 2014.

“Persentase pekerja berpendidikan SLTP atau lebih rendah mengalami peningkatan dari 34,9 persen tahun 2013 menjadi 36,8 persen tahun 2014, sedangkan persentase pekerja/karyawan berpendidikan SLTA ke atas mengalami penurunan dari 22,3 persen menjadi 23,2 persen. Peningkatan persentase pekerja/karyawan dengan jenjang pendidikan SLTP ke bawah dan penurunan persentase pekerja/karyawan SLTA ke atas menunjukkan terjadinya penurunan kualitas SDM D.I.

Yogyakarta, baik untuk pekerja/karyawan laki-laki maupun perempuan” (BPS DIY, 2015. Indikator Tingkat Hidup Pekerja/Karyawan Daerah Istimewa Yogyakarta) Temuan BPS tersebut perlu menjadi perhatian mengingat bagi pekerja dengan pendidikan yang rendah (SLTP) tentu kesempatan untuk mendapatkan pendapatan (income) yang tinggi akan kecil.

You might be interested:  Pihak Yang Menawarkan Efek Yang Dimilikinya Di Pasar Modal Disebut?

Sementara itu, dalam laporan yang sama, BPS menduga menurunnya persentase pekerja/karyawan berpendidikan SLTA karena adanya kecenderungan lulusan SLTA dan sederajat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau bekerja di luar wilayah DIY (BPS, 2015). Data sensus penduduk tahun 2010 menunjukan bahwa persetase migrasi netto di DIY mencapai -9,8% atau dapat dikatakan jumlah penduduk yang migrasi keluar dari DIY lebih tinggi daripada yang migrasi masuk ke dalam DIY.

Sejalan dengan hal tersebut, dapat disimpulkan adanya kemungkinan kurangnya lapangan pekerjaan di DIY untuk mereka yang mengenyam pendidikan menengah ke atas.3. Penutup Modal manusia memiliki pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan pendidikan sebagai salah satu faktor pembentuk modal manusia, hasil pengujian model menunjukan adanya hubungan yang positif variabel APK terhadap PDRB DIY.

  • Temuan tersebut sejalan dengan beberapa penelitian lainnya yang menggunakan variabel berbeda di bidang pendidikan.
  • Dengan demikian investasi pada sumber daya manusia harus disepakati bersama sebagai faktor pendorong pertumbuhan perekonomian DIY dalam jangka panjang.
  • Penumbuhan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sebagai investasi dalam modal manusia misalnya, mesti senantiasa diupayakan.

Di sisi lain, Pemerintah harus berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikan terutama dengan tujuan upaya kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Sementara itu, data ketenagakerjaan menunjukan adanya kecenderungan pekerja dengan pendidikan rendah yang meningkat di DIY.

  • Di sisi lain, BPS dalam laporan Indikator Tingkat Hidup Pekerja/Karyawan Daerah Istimewa Yogyakarta 2014 menduga adanya kecenderungan pekerja dengan pendidikan menengah ke atas keluar dari wilyah DIY.
  • Hal ini perlu menjadi perhatian mengingat tenaga kerja dengan pendidikan rendah memiliki peluang mendapatkan penghasilan yang rendah juga.

Jika kondisi ini berjalan terus menerus, maka tingkat pendapatan masyarakat tentu akan tumbuh lambat. Dengan demikian, perlunya dipikirkan bagaimana upaya pembukaan lapangan kerja bagi tenaga kerja terdidik di DIY. Dengan melihat potensi yang ada seperti tren pertumbuhan industri pariwisata, perdagangan serta jasa-jasa di DIY, mestinya pendidikan dan pelatihan ketrampilan dapat dikaitkan dengan kebutuhan dunia kerja tersebut.4.

Daftar Pustaka Arysad, Lincolin.2015. Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta: UPP STIM YKPN Astuti, Ss Puji.2014. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabuaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2000-2011. Tesis Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta.2015. Indikator Kesejahteraan Rakyat (Welfare Indicators) 2014, Yogyakarta Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta.2015. Indikator Tingkat Hidup Pekerja/Karyawan Daerah Istimewa Yogyakarta 2014, Yogyakarta Ferianto, Nur.2014.

Ekonomi Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: UPP STIM YKPN Florida, R, Mellander, C & Stolaric, K.2008. Inside the black box of regional development: human capital, the creative class and tolerance. Journal of Economic Geography 8 (2008) pp.615–649 Glaeser EL, Saiz A.2003. The Rise of the Skilled City, (online), (http://scholar.harvard.edu/glaeser/publications/rise-skilled-city), diakses 19 November 2015 Ilmawan, Yuni Prasetyo Budi.2009.

Human Capital: The Impact of Education on Regional Economic Growth in Indonesia. Tesis Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Irawan, Yogi.2009. Analisis Pengaruh Mutu Modal Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Perbedaan Pertumbuhan Regional dan Perkembangan Ukuran Provinsi di Indonesia Serta Faktor-Faktor Determinasinya.

Skripsi Tidak Diterbitkan. Jakarta: Universitas Indonesia. Kompas, Jokowi: Bonus Demografi Ibarat Pedang Bermata Dua, (http://nasional.kompas.com/read/2015/08/01/13314511/Jokowi.Bonus.Demografi.Ibarat.Pedang.Bermata.Dua), diakses 19 November 2015 Mankiw, GN, Romer, D & Weil DN.1992. A Contribution To The Empirics of Economics Growth.

The Quarterly Journal of Economics, May 1992, pp.407-435 Octavianingrum, Denty.2015. Analisis Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja, Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Daerah Istimewa Yogyakarta: Studi 5 Kabupaten/Kota. Skripsi Tidak Diterbitkan.

  1. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Suyanto.2010.
  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2002-2008.
  3. Tesis Tidak Diterbitkan.
  4. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Todaro, Michael P & Stephen C.
  5. Smith.2015.
  6. Economic Development, Twelfth Edition, England: Pearson Education Limited Widodo, Tri, & Reza, Faizal.2013.

The Impact of Education on Economic Growth. Journal of Indonesian Economy and Business, Volume 28, Number 1, 2013, pp.23 – 44. Wulandari, Eka.2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 1979-2008. Tesis Tidak Diterbitkan.

Sebutkan apa saja modal pembangunan?

Jawaban : Modal dasar dari pembangunan nasional Indonesia antara lain: (1) kemerdekaan dan kedaulatan, (2) jiwa dan semangat persatuan, (3) wilayah nusantara, (4) kekayaan alam yang beraneka ragam, (5) penduduk, serta (6) adat istiadat dan budaya bangsa.

Apa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sangat penting dalam mewujudkan masyarakat sejahtera?

Mengapa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan bersifat penting dalam mewujudkan masyarakat Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Hal ini dikarenakan lingkungan merupakan sumber dan penunjang hidup bagi manusia.

Lingkungan memiliki arti penting dalam pemenuhan kebutuhan manusia dan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Masyarakat sejahtera adalah masyarakat yang hidupnya aman, tentram, damai, dan mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. Masyarakat seperti ini akan tercipta jika lingkungan terpelihara dengan baik dan bijaksana.

Sebaliknya jika lingkungan rusak, sumber-sumber yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup juga terganggu. Perencanaan, penataan, pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan merupakan usaha pelestarian lingkungan. Melalui pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, masyarakat dapat mengatasi keterbatasan lingkungan.

  1. Tidak membuang sampah ke sungai, yang akan menyumbat aliran sungai dan menyebabkan banjir.
  2. Menanami hutan yang gundul, sehingga meningkatkan air tanah
  3. Melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
  4. Mengikuti aturan yang ada mengenai pembangunan perumahan
  5. Membersihkan gorong-gorong

Apa yang dimaksud dengan masyarakat yang sejahtera brainly?

pengertian masyarakat sejahtera – Brainly.co.id Kelas : X SMAPelajaran : PPKn Kategori : Kesejahteraan SosialKata kunci : masyarakat, sejahteraPenjelasan : Pengertian Masyarakat sejahtera : Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang berinteraksi dalam suatuSejahtera adalah keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalamkeadaan sehatdan damai.

Masyarakat Sejahtera adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan masyarakat baik materil maupun spiritual yang diliputi oleh rasa takut, keselamatan kesusilaandan ketentraman lahir dan batin yang memungkinkan bagi setiap masyarakat untuk mengadakanusaha penemuan kebutuhan-kebutuhan jasmani dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjungjung tinggi hak asasi serta kewajiban manusia.

Semoga membantu

kalo minta yang singkat di singkat aja tulisan nya apa susah nya? wajar ini panjang tapi ini mapel bukan pacaran yang bisa disingkat singkat

: pengertian masyarakat sejahtera – Brainly.co.id