Berikut Ini Yang Bukan Termasuk Modal Dari Koperasi Adalah?

Berikut Ini Yang Bukan Termasuk Modal Dari Koperasi Adalah
Berikut yang tidak termasuk modal sendiri dalam koperasi adalah hibah.

Apa saja yang termasuk dalam modal koperasi?

Modal koperasi berasal dari dua sumber, yaitu modal sendiri dan modal luar ( modal asing). Koperasi dapat memanfaatkan modal sendiri dan modal asing dalam upaya memenuhi kebutuhan modalnya. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari koperasi itu sendiri atau modal yang menanggung resiko.

Berapa modal usaha koperasi?

Meski sama-sama berbadan hukum, mungkin popularitas koperasi sebagai badan usaha yang didirikan untuk mencari keuntungan masih kalah dibandingkan PT (Perseroan Terbatas). Memang, terminologi ‘keuntungan’ yang dianut oleh koperasi dan PT memang berbeda.

  • Alau koperasi, ‘keuntungan’ konteksnya adalah menyejahterakan anggota, sementara pendirian PT murni mencari profit.
  • Benarkah untuk mendirikan koperasi, persyaratannya lebih rumit dibandingkan mendirikan perseroan terbatas ? Simak penjelasannya berikut ini! Koperasi merupakan badan hukum yang beranggotakan perorangan atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Berbeda dengan PT yang didirikan cukup dengan minimal 2 (dua) orang selaku pendiri merangkap pemegang saham, koperasi harus didirikan oleh minimal 20 (dua puluh) orang calon anggota koperasi untuk koperasi primer. Sementara koperasi sekunder didirikan oleh minimal 3 (tiga) koperasi.

Yang dimaksud koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi-koperasi. Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, jumlah koperasi di Indonesia mencapai 209.488 dengan volume usaha mencapai Rp 189,86 triliun. Suatu jumlah yang tidak sedikit. Sayangnya masih segelintir koperasi saja yang terlihat kesuksesannya.

Dengan kata lain, masih banyak koperasi yang belum maksimal dalam menjalankan fungsinya. Belum lagi dengan masih banyak koperasi yang berdiri tidak sesuai dengan peraturan hukum dan persyaratan yang seharusnya. Ditambah adanya koperasi yang pendiriannya telah sesuai aturan, namun praktik bisnisnya malah melampaui kewenangan yang seharusnya seperti menawarkan paket investasi meski belum memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

  1. Meski demikian, Pemerintah saat ini berencana mengeluarkan cetak biru demi pengembangan dunia perkoperasian yang lebih baik.
  2. Jika mengalami kesulitan untuk mengurus pendirian perusahaan dan perizinan berusaha, kamu dapat menghubungi Easybiz untuk solusi terbaik yang legal dan tepat.
  3. Balik lagi ke soal pendirian koperasi, pertama-tama para calon anggota harus menyelenggarakan Rapat Pembentukan Koperasi yang harus dihadiri oleh pejabat terkait, seperti notaris bersertifikasi koperasi dan perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Mengenai perwakilan ini tergantung pada domisili para pendiri koperasi yang bersangkutan. Dalam hal ada lebih dari 3 (tiga) provinsi domisili, maka perwakilannya dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, sementara dalam hal domisili para pendiri berjumlah di bawah 3 (tiga) provinsi, maka cukup perwakilan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dimana koperasi akan didirikan.

  • Baik dari kementerian maupun dinas, pejabat yang akan mewakili instansi perkoperasian biasanya berpangkat minimal eselon 4.
  • Untuk mengundang perwakilan instansi perkoperasian, Anda dapat menghubungi deputi kelembagaan instansi yang terkait.
  • Emudian dari Rapat Pembentukan Koperasi tersebut akan dihasilkan output berupa berita acara rapat pembentukan koperasi, daftar hadir rapat pembentukan, susunan pengurus, dan anggaran dasar koperasi yang akan didirikan.

Anggaran Dasar merupakan aturan dasar tertulis yang memuat tata kehidupan koperasi yang disusun dan disepakati oleh para pendiri koperasi pada saat rapat pembentukan. Konsep anggaran dasar koperasi sebelumnya disusun oleh panitia pendiri, kemudian panitia pendiri itu mengajukan rancangan anggaran dasarnya pada saat rapat pembentukan untuk disepakati dan disahkan.

Mirip dengan pendirian PT, untuk koperasi hal-hal yang harus dimuat di anggaran dasar diantaranya: nama koperasi; tempat kedudukan, termasuk lokasi atau wilayah kerja koperasi; dan landasan, asas, dan prinsip yang akan dianut oleh koperasi. Selanjutnya dimuat pula di anggaran dasar maksud dan tujuan, yaitu pernyataan misi, visi, serta sasaran pembentukan koperasi.

Yang tak kalah penting harus dicantumkan adalah kegiatan usaha yaitu pernyataan jenis koperasi dan usaha yang akan dilaksanakan koperasi. Dasar penentuan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi para anggotanya. Misalnya, koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi pemasaran dan koperasi jasa atau koperasi serba usaha.

  • Selanjutnya di anggaran dasar juga harus memuat ketentuan yang mengatur mengenai keanggotaan koperasi.
  • Urusan keanggotaan ini dapat ditentukan sesuai dengan kegiatan usaha koperasi.
  • Biasanya ketentuan mengenai keanggotaan membahas persyaratan dan prosedur menjadi anggota koperasi, hak dan kewajiban, serta cara mengakhiri status keanggotaan.
You might be interested:  Modal Yang Dikelola Oleh Koperasi Adalah Berasal Dari?

Poin-poin lain yang tercantum di anggaran dasar adalah ketentuan mengenai rapat anggota, pengelolaan, permodalan, jangka waktu berdirinya koperasi, ketentuan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), sanksi, dan persyaratan untuk pemilihan dan pengangkatan pengurus dan pengawas Setelah rapat pembentukan rampung dan tercapai kesepakatan maka anggaran dasar ditandatangani, untuk selanjutnya disahkan menjadi akta pendirian koperasi di hadapan notaris.

Ini dilakukan oleh pengurus koperasi yang dikuasakan oleh Rapat Pembentukan Koperasi untuk menandatangani Anggaran Dasar dan akta pendirian koperasi. Akta pendirian tersebut kemudian perlu diberikan pengesahan. Permohonan pengesahan akta pendirian ini harus anda ajukan selaku pendiri atau pengurus koperasi secara tertulis dengan ditujukan kepada Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dengan melampirkan sejumlah dokumen.

Checklistnya adalah sebagai berikut:

No Jenis dokumen
1 Formulir isian data koperasi yang telah diisi lengkap
2 Anggaran dasar yang sudah ditandatangani pengurus
3 Berita Acara Pendirian Koperasi
4 Surat Undangan Rapat Pendirian
5 Daftar Hadir Pendirian
6 Daftar Susunan Pengurus Koperasi
7 Identitas Pendiri
8 Rencana Awal Kegiatan Usaha Koperasi
9 Neraca permulaan dan tanda bukti setor. Untuk koperasi primer setoran Rp 5 juta dan koperasi sekunder Rp15 juta.
10 Surat bukti penyetoran modal dengan jumlah minimal Rp 15 juta untuk koperasi primer dan Rp 50 juta untuk koperasi sekunder
11 Surat keterangan dari desa yang diketahui oleh camat
12 Membayar pendaftaran pengesahan akta pendirian koperasi

Setelah mengajukan permohonan pengesahan akta pendirian koperasi, anda akan mendapatkan bukti penerimaan. Perlu diingat, tanggal permohonan ini akan berlaku sebagai tanggal berdirinya koperasi yang berbadan hukum. Pengesahan dilakukan setelah pejabat berwenang selesai melakukan penelitian terhadap Anggaran Dasar Koperasi.

Penelitian dilakukan untuk menilai apakah Anggaran Dasar tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian (” UU 25/1992 “) dan peraturan pelaksananya serta kegiatan koperasi sesuai dengan tujuan koperasi yang termuat dalam Anggaran Dasar. Pejabat berwenang yang dimaksud bisa kepala Dinas Koperasi setempat yang kemudian didelegasikan ke Gubernur atau Menteri Koperasi yang didelegasikan ke deputi.

Teorinya, paling lambat tiga bulan sejak penerimaan permohonan, pejabat berwenang akan memberikan jawaban atas permohonan tersebut. Namun dalam praktiknya, biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari sebulan. Jika semuanya telah dinilai baik, maka akta pendirian koperasi tersebut akan didaftar dengan nomor urut dalam Buku Daftar Umum.

  1. Akta pendirian dan anggaran dasar koperasi tersebut kemudian dibubuhi tanggal dan nomor pendaftaran sebagai tanda pengesahan.
  2. Pengesahan ini kemudian akan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.
  3. Emudian Anda dapat mengambil Buku Daftar Umum dan akta salinan dan petikan Anggaran Dasar ke Kementerian Koperasi atau Dinas Koperasi dimana Anda mendaftar dengan mengganti biaya fotokopi dan legalisir.

Dalam hal permohonan pengesahan akta pendirian ditolak, pejabat berwenang akan memberitahukan alasan penolakan kepada para pendiri koperasi tersebut secara tertulis dalam jangka waktu paling lambat tiga bulan dari tanggal dalam bukti penerimaan. Tentu saja, Anda dapat mengajukan ulang atas permohonan pengesahan.

Apakah simpanan sukarela termasuk modal koperasi?

Sumber pemodalan koperasi dari pinjaman salah satunya berasal dari simpanan sukarela. Simpanan sukarela dikategorikan sebagai pinjaman koperasi karena anggota dapat mengambil simpanan tersebut kapan saja, Dampaknya, pihak koperasi harus menyediakan dana tersebut jika sewaktu-waktu anggota akan mengambilnya.

  • Jadi, jawaban yang benar adalah E.
  • Sumber pemodalan koperasi dari pinjaman salah satunya berasal dari simpanan sukarela.
  • Simpanan sukarela dikategorikan sebagai pinjaman koperasi karena anggota dapat mengambil simpanan tersebut kapan saja,
  • Dampaknya, pihak koperasi harus menyediakan dana tersebut jika sewaktu-waktu anggota akan mengambilnya.

Jadi, jawaban yang benar adalah E.

Dari mana koperasi mendapatkan modal?

Koperasi memperoleh modaldari dua sumber, yaitu modalsendiri danmodalpinjaman. Modalsendiri bersumber dari: Simpanan pokok,Simpanan wajib,Simpanan cadangan. Modal Pinjaman bersumber dari: Koperasi lain, Anggota, Penerbitan obligasi dan surat hutang lain, Bank dan lembaga keuangan lain. – Koperasi memperoleh modal dari dua sumber, yaitu modal sendiri dan modal pinjaman.

Modal sendiri bersumber dari: Simpanan pokok, Simpanan wajib, Simpanan cadangan. Modal Pinjaman bersumber dari: Koperasi lain, Anggota, Penerbitan obligasi dan surat hutang lain, Bank dan lembaga keuangan lain.

4 Bagaimanakah bentuk modal dalam koperasi jawab?

Bagaimanakah bentuk modal dalam koperasi​ Jawaban: Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri dapat berasal dari: Simpanan pokok. Simpanan wajib. From Google. : Bagaimanakah bentuk modal dalam koperasi​

Apa yang dimaksud dengan modal dalam koperasi?

Modal koperasi adalah kelebihan jumlah hara terhadap jumlah uang dari koperasi, atau dengan kata lain selisih positif antara harta dan utang. Modal koperasi terdiri dan dipupuk dari simpanan-simpanan, pinjaman-pinjaman, penyisihan-penyisihan dari hasil usahanya termasuk cadangan serta sumber- sumber lain.

You might be interested:  Bagaimana Modal Usaha Ekonomi Yang Dikelola Perseorangan?

Apa yang dimaksud modal luar dalam koperasi?

Modal Luar (X2) merupakan modal yang dipinjam koperasi yang berasal dari anggota, koperasi lainnya, bank/lembaga keuangan, penerbitan obligasi/surat berharga, dan sumber lainnya.

Kenapa koperasi Butuh modal?

KOMPAS.com – Koperasi membutuhkan modal untuk bisa menjalankan usaha yang menguntungkan. Permodalan koperasi diatur dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Dilansir dari Mengenal Koperasi (2019), modal koperasi terbagi menjadi dua yakni modal sendiri dan modal pinjaman.

Apakah modal sendiri koperasi sama dengan ekuitas?

Apakabar Ekuitas Koperasi Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Ekuitas atau disebut modal sering sekali menjadi topik pembicaraan yang utama bagi pelaku usaha selama ini sebelum memulai usaha. Sebab, dengan ekuitas itulah-pelaku usaha akan mengerti tentang apa dan kegunaannya modal tersebut yang dituangkan dalam sebuah perencanaan bisnis atau business plan.

Maka pada umumnya dalam setiap perusahan atau perseroan menerbitkan saham atau surat berharga yang kepada para pemegang saham atau masyarakat untuk mengumpulkan ekuitas. Dasar dari besarnya jumlah ekuitas disesuiakan dengan portofolio bisnis yang akan dikembangkan oleh perusahaan. Kemudian besarnya deviden atau pendapatan keuntungan masing -masing pemegang saham ditentukan berdasarkan pada sejauh mana besar kecilnya kepemilikan saham yang dimiliki para pemegang saham.

Inilah yang membuat perseroan atau PT dalam berbisnis sangat jelas sekali. Ekuitas dalam perusahaan selama ini adalah hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (jumlah aktiva dikurangi kewajiban). Ekuitas terdiri dari setoran pemilik dan sisa laba yang ditahan ( retained earning ).

Lantas bagaimana dengan ekuitas dalam koperasi atau koperasi syariah ? Koperasi konvensional dan koperasi syariah-ketentuanya ekuitas mengacu pada Undang – Undang No 25 Tahun 1992, dalam pasal 41 di undang – undang tersebut menyatakan di alinea pertama, modal koperasi terdiri dari modal sendiri. Pada alinea kedua menyebutkan, modal sendiri dapat berasal dari sebuah simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan dan hibah.

Modal inilah yang disebut dengan ekuitas dalam koperasi. Dalam menjalankan usaha di koperasi ditentukan pada ekuitas pada simpanan pokok yang dibayar saat menjadi anggota dan simpanan wajib yang selama ini pada umumnya para angggota membayarnya tiap bulan yang mirip dengan model arisan.

Jika model ekuitas koperasi dari simpanan pokok dan simpanan wajib modelnya demikian, bagaimana mungkin ekuitas koperasi konvensional atau syariah bisa maju dan kompetitif dalam menjalankan usaha? Pada hal koperasi bukan lembaga arisan tapi adalah lembaga keuangan yang menjalankan usaha. Menunggu pemupukkan modal dari simpanan pokok dan simpanan wajib yang terlalu lama dari anggota dengan model arisan seperti yang lazim dijalankan selama ini oleh koperasi-akan mengurangi kesempatan dan peluang usaha koperasi dalam berbisnis.

Untuk itulah-koperasi harus bisa mengubah paradigma dalam ekuitasnya dan tidak terjebak dengan keberadaan simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai bagian strategi dalam mendapatkan dana penyertaan dari pihak ketiga (perbankan) saja. Apalagi dalam dalam penjelasan pasal 41 ayat 2 huruf b di UU No 25 tahun 1992 menyebutkan Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu.

Bahasa arti dari dalam waktu dan kesempatan tertentu, diartikan bahwa simpanan wajib bagi anggota koperasi tidak dalam model iuran arisan. Jadi besar dan kecil bagi anggota dalam membayar simpanan wajib tergantung pada model dan portofolio usaha yang dijalankan koperasi. Dengan demikian penetapan simpanan pokok dan wajib koperasi ditentukan dalam pendirian koperasi berdasarkan perencanaan bisnis dalam awal pendirian koperasi.

Hal yang sama dalam memberikan bagi hasil dalam Sisa Hasil Usaha (SHU) juga terbangun pada besar dan kecilnya anggota dalam membayar simpanan wajib. Jika semua koperasi mengacu pada pemahaman ini, maka keberadaan membangun self help organization (SHO) pada koperasi bisa terwujud dan ketergantungan koperasi terhadap pihak ketiga bisa dikurangi secara komperehensif.

Disinilah akan terlihat koperasi konvensional dan syariah akan menjadi kuat, ketika pemahaman financial engineering dalam ekuitas bisa dijalankan dengan baik sesuai penjelasan pasal 41 ayat 2 huruf b tersebut. Bahkan ukuran – ukuran kesehatan dan profitabilitas sebuah koperasi bisa dinilai dan diukur jika ekuitas yang dimiliki oleh koperasi sangat kuat.

Entah, benar atau tidak. Kemajuan sebuah koperasi – koperasi di luar negeri seperti di Australia, Selandia Baru dan Eropa karena potret ekuitasnya hampir sama dengan perseroan. Jika demikian perubahan paradigma ekuitas dalam koperasi perlu dilakukan sehingga koperasi bisa kuat dan tidak tergantung pada lembaga keuangan yang lain.

Apa itu simpanan dalam koperasi?

Koperasi Simpan Pinjam – Syarat & Ketentuan Anggota DEFINISI

  • ” Koperasi ” adalah Koperasi Simpan Pinjam Kooperatif Inti Makmur, berkedudukan di Jakarta Pusat, yang terdiri dari kantor pusat, kantor cabang, Layanan Anggota, agen, serta berbagai bentuk kantor lainnya.
  • ” Akun ” adalah rekening simpanan atau pinjaman yang dibuka secara mandiri oleh Calon Anggota dan Anggota, setelah mendapatkan persetujuan dari Koperasi.
  • ” Calon Anggota ” adalah individu yang terdaftar pada KSP Kooperatif Inti Makmur.
  • ” Anggota ” adalah calon anggota yang telah memenuhi kewajiban Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib.
  • ” Simpanan Pokok ” adalah simpanan yang harus dibayarkan calon anggota koperasi saat pertama kali menjadi anggota.
  • ” Simpanan Wajib ” adalah simpanan yang harus dibayarkan oleh calon anggota dan Anggota koperasi kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu.
  • ” SHU ” adalah sisa hasil usaha koperasi yang diperoleh dari selisih antara pendapatan dan biaya.
You might be interested:  Pihak Yang Bertindak Sebagai Pengawas Di Pasar Modal Indonesia Adalah?

SYARAT & KETENTUAN

  1. Mematuhi dan mentaati Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Keputusan Pengurus Koperasi.
  2. Membela dan menjunjung tinggi nama baik Koperasi.
  3. Bersedia mengikuti program-program yang dibuat oleh Koperasi yang bertujuan untuk mensejahterakan Anggota.
  4. Calon Anggota akan menjadi Anggota setelah menyetor simpanan pokok dan simpanan wajib.
  5. Calon anggota diberikan waktu 90 hari sejak pembukaan Akun untuk menyetor simpanan pokok dan simpanan wajib. Apabila tidak dilakukan, maka status calon anggotanya dinyatakan berakhir.
  6. Nilai Simpanan Pokok sebesar Rp.25.000 dan Simpanan Wajib sebesar Rp.5.000 per bulan yang didebit secara otomatis melalui akun simpanan Calon Anggota atau Anggota di Koperasi.
  7. Uang Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib tidak dapat diambil atau ditarik kembali selama Anggota masih terdaftar dalam buku anggota Koperasi.
  8. Simpanan yang bukan merupakan Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib dapat diambil atau ditarik kembali sesuai ketentuan yang telah disepakati.
  9. Rapat Anggota Koperasi dilaksanakan dengan sistem delegasi yang mewakili anggota dalam setiap provinsi yang tertuang dalam Anggaran Rumah Tangga Koperasi.
  10. Pembagian SHU dibagi berdasarkan Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Lain-lain dan Pinjaman yang masing-masing memiliki bobot persentase berbeda yang selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
  11. Calon Anggota atau Anggota yang melanggar ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, maupun peraturan lain yang berlaku di dalam Koperasi akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

DEFINISI

  • ” Koperasi ” adalah Koperasi Simpan Pinjam Kooperatif Inti Makmur, berkedudukan di Jakarta Pusat, yang terdiri dari kantor pusat, kantor cabang, Layanan Anggota, agen, serta berbagai bentuk kantor lainnya.
  • ” Akun ” adalah rekening simpanan atau pinjaman yang dibuka secara mandiri oleh Calon Anggota dan Anggota, setelah mendapatkan persetujuan dari Koperasi.
  • ” Calon Anggota ” adalah individu yang terdaftar pada KSP Kooperatif Inti Makmur.
  • ” Anggota ” adalah calon anggota yang telah memenuhi kewajiban Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib.
  • ” Simpanan Pokok ” adalah simpanan yang harus dibayarkan calon anggota koperasi saat pertama kali menjadi anggota.
  • ” Simpanan Wajib ” adalah simpanan yang harus dibayarkan oleh calon anggota dan Anggota koperasi kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu.
  • ” SHU ” adalah sisa hasil usaha koperasi yang diperoleh dari selisih antara pendapatan dan biaya.

SYARAT & KETENTUAN

  1. Mematuhi dan mentaati Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Keputusan Pengurus Koperasi.
  2. Membela dan menjunjung tinggi nama baik Koperasi.
  3. Bersedia mengikuti program-program yang dibuat oleh Koperasi yang bertujuan untuk mensejahterakan Anggota.
  4. Calon Anggota akan menjadi Anggota setelah menyetor simpanan pokok dan simpanan wajib.
  5. Calon anggota diberikan waktu 90 hari sejak pembukaan Akun untuk menyetor simpanan pokok dan simpanan wajib. Apabila tidak dilakukan, maka status calon anggotanya dinyatakan berakhir.
  6. Nilai Simpanan Pokok sebesar Rp.25.000 dan Simpanan Wajib sebesar Rp.5.000 per bulan yang didebit secara otomatis melalui akun simpanan Calon Anggota atau Anggota di Koperasi.
  7. Uang Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib tidak dapat diambil atau ditarik kembali selama Anggota masih terdaftar dalam buku anggota Koperasi.
  8. Simpanan yang bukan merupakan Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib dapat diambil atau ditarik kembali sesuai ketentuan yang telah disepakati.
  9. Rapat Anggota Koperasi dilaksanakan dengan sistem delegasi yang mewakili anggota dalam setiap provinsi yang tertuang dalam Anggaran Rumah Tangga Koperasi.
  10. Pembagian SHU dibagi berdasarkan Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Lain-lain dan Pinjaman yang masing-masing memiliki bobot persentase berbeda yang selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
  11. Calon Anggota atau Anggota yang melanggar ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, maupun peraturan lain yang berlaku di dalam Koperasi akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

: Koperasi Simpan Pinjam – Syarat & Ketentuan Anggota