Berikut Ini Yang Merupakan Karakteristik Laporan Keuangan Adalah Kecuali?

Berikut Ini Yang Merupakan Karakteristik Laporan Keuangan Adalah Kecuali
Jasa Penyusunan Laporan Keuangan – Jika perusahaan anda membutuhkan jasa penyusunan laporan keuangan, KJA Ashadi dan rekan hadir untuk menjadi solusi dari permasalahan anda. Sebagai bagian dari perusahaan konsultasi BMG Consulting Group, KJA Ashadi dan Rekan telah didirikan di tahun 2015 dan telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan KMK No.84/KM.1/PPPK/2015.

  • Referensi : Akuntansi Keuangan Berdasarkan SAK berbasis IFRS
  • Penulis: I. Wayan Kawistara
  • Editor: Rafli

: 5 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Bagaimana karakteristik sebuah laporan keuangan ada 4 Sebutkan dan jelaskan?

Empat Kualitas Utama sebuah Laporan Keuangan – FULCRA

  • Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai.
  • Terdapat empat karakter kualitatif pokok yaitu: dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan. Penjelasan detil dari empat karakter kualitatif pokok tersebut adalah sebagai berikut:
  • Kualitas Pertama: Dapat Dipahami

Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.

  1. Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.
  2. Ualitas Kedua: Relevan Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.

Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu. Peran informasi dalam peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain.

Misalnya, informasi struktur dan besarnya aktiva yang dimiliki bermanfaat bagi pemakai ketika mereka berusaha meramalkan kemampuan organisasi dalam memanfaatkan peluang dan bereaksi terhadap situasi yang merugikan. Informasi yang sama juga berperan dalam memberikan penegasan (confirmatory role) terhadap prediksi yang lalu, misalnya, tentang bagaimana struktur keuangan organisasi diharapkan tersusun atau tentang hasil dari operasi yang direncanakan.

Informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja masa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakai, seperti pembayaran dividen dan upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuan organisasi untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo.

  • Untuk memiliki nilai prediktif, informasi tidak perlu harus dalam bentuk ramalan eksplisit.
  • Namun demikian, kemampuan laporan keuangan untuk membuat prediksi dapat ditingkatkan dengan menampilkan informasi tentang transaksi dan peristiwa masa lalu.
  • Misalnya, nilai prediktif laporan laba rugi dapat ditingkatkan kalau pos-pos penghasilan atau beban yang tidak biasa, abnormal dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah.

Azas Materialitas. Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakekat dan materialitasnya. Dalam beberapa kasus, hakekat informasi saja sudah cukup untuk menentukan relevansinya. Misalnya, pelaporan suatu segmen baru dapat mempengaruhi penilaian risiko dan peluang yang dihadapi organisasi tanpa mempertimbangkan materialitas dari hasil yang dicapai segmen baru tersebut dalam periode pelaporan.

  1. Dalam kasus lain, baik hakekat maupun materialitas dipandang penting, misalnya jumlah serta kategori persediaan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
  2. Informasi dipandang material kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan.
  3. Materialitas tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement).
  4. Karenanya, materialitas lebih merupakan suatu ambang batas atautitik pemisah dari pada suatu karakteristik kualitatif pokok yang harus dimiliki agarinformasi dipandang berguna.
  5. Jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi Organisasi untuk mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.
  6. Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalamlaporan keuangan berguna bagi pemakai.
  7. Terdapat empat karakter kualitatif pokok yaitu: dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan.
  8. Dua karakter kualitatif yaitu: dapat dipahami, relevan; telah dibahas sebelumnya di bagian pertama. Bagian ini akan membahas dua karakter kualitatif selanjutnya yaitu: keandalan, dan dapat diperbandingkan
  9. Kualitas Ketiga: Keandalan

Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.

  • Informasi mungkin relevan tetapi jika hakekat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan.
  • Misalnya, jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi Organisasi untuk mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.
You might be interested:  Undang-Undang Yang Mengatur Tentang Pajak Pertambahan Nilai Adalah?

Azas Penyajian Jujur. Agar dapat diandalkan, informasi harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. Jadi, misalnya, neraca harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aktiva, kewajiban dan ekuitas organisasi pada tanggal pelaporan yang memenuhi kriteria pengakuan.

Informasi keuangan pada umumnya tidak luput dari risiko penyajian yangdianggap kurang jujur dari apa yang seharusnya digambarkan. Hal tersebut bukan disebabkan karena kesengajaan untuk menyesatkan, tetapi lebih merupakan kesulitan yang melekat dalam mengidentifikasikan transaksi serta peristiwa lainnya yang dilaporkan, atau dalam menyusun atau menerapkan ukuran dan teknik penyajian yang sesuai dengan makna transaksi dan peristiwa tersebut.

Dalam kasus tertentu, pengukuran dampak keuangan dari suatu pos sangat tidak pasti sehingga organisasi pada umumnya tidak mengakuinya dalam laporan keuangan. Misalnya, meskipun dalam kegiatan usahanya organisasi dapat menghasilkan goodwill, tetapi lazimnya sulit untuk mengidentifikasi atau mengukur goodwill secara andal.

Namun, dalam kasus lain, pengakuan suatu pos tertentu tetap dianggap relevan dengan mengungkapkan risiko kesalahan sehubungan dengan pengakuan dan pengukurannya. Azas Substansi Mengungguli Bentuk. Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya.

Substansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalu konsisten dengan apa yang tampak dari bentuk hukum. Misalnya, suatu organisasi mungkin menjual suatu aktiva kepada pihak lain dengan cara sedemikian rupa sehingga dokumentasi dimaksudkan untuk memindahkan kepemilikan menurut hukum ke pihak tersebut; namun demikian, mungkin terdapat persetujuaan yang memastikan bahwa organisasi dapat terus menikmati manfaat ekonomi masa depan yang diwujudkan dalam bentuk aktiva.

  • Dalam keadaan seperti itu, pelaporan penjualan tidak menyajikan dengan jujur transaksi yang dicatat (jika sesungguhnya memang ada transaksi).
  • Azas Netralitas.
  • Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.
  • Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan beberapa pihak, sementara hal tersebut akan merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan yang berlawanan.

Azas Pertimbangan Sehat. Penyusun laporan keuangan adakalanya menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu, seperti ketertagihan piutang yang diragukan, prakiraan masa manfaat pabrik serta peralatan, dan tuntutan atas jaminan garansi yang mungkin timbul.

  • Etidakpastian semacam itu diakui dengan mengungkapkan hakekat serta tingkatnya dan dengan menggunakan pertimbangan sehat (prudence) dalam penyusunan laporan keuangan.
  • Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah.

Namun demikian penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan, misalnya, pembentukan cadangan tersembunyi atau penyisihan (provision) berlebihan, dan sengaja menetapkan aktiva atau penghasilan yang lebih rendah atau pencatatan kewajiban atau beban yang lebih tinggi, sehingga laporan keuangan menjadi tak netral, dan karena itu, tidak memiliki kualitas andal.

Azas Kelengkapan. Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan (omission) mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dan karena itu tidak dapat diandalkan dan tidak sempurna ditinjau dari segi relevansi.

Analisa Laporan Keuangan. Pertemuan 1 – Pendahuluan

Kualitas Keempat: Dapat Dibandingkan Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan organisasi antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar organisasi untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.

  1. Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk organisasi tersebut, antar periode organisasi yang sama dan untuk organisasi yang berbeda.
  2. Implikasi penting dari karakteristik kualitatif dapat diperbandingkan adalah bahwa pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan tersebut.

Para pemakai harus dimungkinkan untuk dapat mengidentifikasi perbedaan kebijakan akuntansi yang diberlakukan untuk transaksi serta peristiwa lain yang sama dalam sebuah organisasi dari satu periode ke periode dan dalam organisasi yang berbeda. Ketaatan pada standar akuntansikeuangan, termasuk pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan olehorganisasi, membantu pencapaian daya banding.

  1. Ebutuhan terhadap daya banding jangan dikacaukan dengan keseragamansemata-mata dan tidak seharusnya menjadi hambatan dalam memperkenalkanstandar akuntansi keuangan yang lebih baik.
  2. Organisasi tidak perlu meneruskankebijakan akuntansi yang tidak lagi selaras dengan karakteristik kualitatif relevansidan keandalan.

Organisasi juga tidak perlu mempertahankan suatu kebijakanakuntansi kalau ada alternatif lain yang lebih relevan dan lebih andal. Berhubung pemakai ingin membandingkan posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan antar periode, maka organisasi perlu menyajikan informasi periode sebelumnya dalam laporan keuangan.

You might be interested:  Tarif Pajak Penghasilan Yang Dikenakan Kepada Wajib Pajak Paling Kecil?

4 Apakah yang dimaksud dengan laporan keuangan?

Apa yang Dimaksud dengan Laporan Keuangan? – Pengertian laporan keuangan adalah sebuah catatan informasi keuangan suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi tertentu yang dapat digunakan untuk menggambarkan situasi kinerja usaha atau perusahaan tersebut.

Di dalamnya berisi pencatatan transaksi baik itu transaksi pembelian, penjualan, maupun transaksi bisnis lainnya yang bernilai ekonomi dan moneter. Laporan bisnis perusahaan ini biasanya akan dibuat dalam periode tertentu saja, apakah dibuat setiap sebulan sekali, setiap satu tahun sekali, atau setiap periode tertentu tergantung dari kebijakan perusahaan.

Biasanya perusahaan membuatnya ketika periode akuntansi perusahaan mereka memasuki akhir. Laporan akuntansi ini bisa dibuat secara manual atau menggunakan software akuntansi seperti Mekari Jurnal, Ketika Anda memahami kondisi keuangan dengan laporan yang ada, Anda dapat memantau perkembangan bisnis Anda. Berikut Ini Yang Merupakan Karakteristik Laporan Keuangan Adalah Kecuali Contoh Laporan Keuangan Ringkasan Bisnis Pada Aplikasi Akuntansi Mekari Jurnal Untuk lebih memahami terkait topik ini, berikut pengertian menurut para ahli mengenai definisi dari laporan keuanganitu sendiri:

Menurut Munawir 1995:2 Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut Menurut Hanafi 2003:69 Menurut Hanafi, yang dimaksud dengan laporan keuangan adalah informasi yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan, mulai dari investor atau calon investor sampai dengan manajemen perusahaan itu sendiri. Laporan ini akan memberikan informasi mengenai profitabilitas, risiko, timing aliran kas, yang kesemuanya akan mempengaruhi harapan pihak-pihak yang berkepentingan. Menurut Munawir 1995:5 Laporan keuangan merupakan laporan yang terdiri dari neraca dan perhitungan laba-rugi serta perubahan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan perhitungan laporan laba-rugi memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi selama tertentu, dan laporan perubahan modal menunjukan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan. Menurut Ridwan Inge (2003:68) Ridwan Inge mengatakan suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi antar data keuangan atau aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data atau aktivitas tersebut.

Baca juga : Cara Membuat Laporan Terkait Keuangan di Excel, Lebih Mudah Anti Ribet! 

Bagaimana karakteristik utama dari laporan bisnis?

Atas dasar definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu laporan bisnis mempunyai berbagai karakteristik seperti netral, tidak berpihak, objektif, menyajikan data, disusun secara sistematis, menyangkut informasi eksternal maupun internal, biasanya diminta oleh pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi, memiliki

3 Apa yang dimaksud dengan istilah karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi?

Referensi – Ingat, bahwa pengurus tidak berkewajiban menjawab pertanyaan Anda. Selengkapnya, silakan baca, : Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Apa saja karakteristik akuntansi manajemen?

Pengaruh Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial (Studi Dilakukan pada Puskesmas yang Berkaitan dengan BPJS di Kota Bandung) Hasanah, Fatimah Hayatul Manajerial yang baik akan membantu manajemer dalam melakukan perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan serta meningkatkan kemampuan manajer untuk mengetahui atau memahami keadaan lingkungan dan mengidentifikasi aktivitas yang relevan.

  1. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh karakteristik informasi akuntansi manajemen (broadscope, timeliness, aggregation, dan integration) terhadap kinerja manjerial.
  2. Arakteristik informasi akuntansi manajemen terdiri dari 4 indikator yaitu broadscope, timeliness, aggregation, dan integration.

Broadscope adalah suatu lingkup yang luas yang mampu memberikan informasi yang bersifat internal maupun eksternal organisasi. Timeliness adalah informasi yang tersedia ketika dibutuhkan dan sering dilaporkan secara sistematis. Aggregation adalah ringkasan informasi menurut fungsi, periode waktu, dan model keputusan.

  1. Integration adalah informasi yang mencerminkan adanya koordinasi antara segmen yang satu dengan segmen yang lain.
  2. Sedangkan, kinerja manajerial adalah kinerja individu anggota organisasi dalam kegiatan-kegiatan manajemen, seperti perencanaan, penyelidikan, koordinasi, evaluasi, pengawasan, pengaturan staff, negoisasi, perwakilan dan kinerja secara keseluruhan.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode verifikatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian yang digunakan adalah 10 puskesmas induk di wilayah Bandung Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan kuisioner.

  • Sedangkan, Jenis data yang digunakan adalah data primer.
  • Sumber data dalam penelitian ini berasal dari penelitian lapangan dan perpustakaan serta sumber-sumber lain dari media masa.
  • Hasil Penelitian ini menyatakan bahwa karakteristik informasi akuntansi manajemen dan kinerja manajerial pada puskesmas di kota bandung sudah baik.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa karakteristik informasi akuntansi manajemen berdasarkan timeliness dan aggregation berpengaruh terhadap kinerja manajerial, sedangkan karakteristik informasi akuntansi manajemen berdasarkan broadscope dan integration tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial.

Apa saja isi dari laporan keuangan?

Penyusunan – Laporan keuangan ditulis dengan identifikasi berupa judul, nama organisasi atau perusahaan, jenis laporan dan tanggal serta periode laporan. Penyajian data pada laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas harus dalam satu periode waktu tertentu.

  • Sedangkan penyajian laporan posisi keuangan memberikan keterangan tanggal tertentu.
  • Pembaca harus mudah memahami isi laporan keuangan.
  • Tata letak tulisan, kosakata, gaya bahasa dan keterangan tambahan mendapatkan perhatian utama selama penulisan laporan keuangan.
  • Laporan keuangan disusun secara rutin dalam jangka waktu tertentu.
You might be interested:  Berikut Yang Termasuk Ciri-Ciri Pajak Kecuali?

Masa penyusunan yang umum adalah pada akhir tahun. Penyusunan laporan keuangan memerlukan alat bantu berupa neraca lajur. Isi neraca lajur adalah lajur-lajur yang meliputi neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca setelah penyesuaian, laba rugi dan neraca.

Apa saja yg ada di laporan keuangan?

Jenis Laporan Keuangan Perusahaan – Secara umum, dan yang paling banyak digunakan, setidaknya ada lima jenis laporan keuangan perusahaan. Mulai dari Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

3 Apa saja komponen laporan keuangan pemerintah?

Komponen Laporan Keuangan Laporan keuangan pokok terdiri dari: 1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA); 2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih ( Laporan Perubahan SAL); 3. Neraca; 4. Laporan Operasional (LO); 5. Laporan Arus Kas (LAK); 6. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE); 7. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

Apa saja jenis jenis laporan?

► Laporan PERISTIWA. ► Laporan PERJALANAN. ► Laporan HASIL WAWANCARA. ► Laporan DISKUSI. ► Laporan BUKU/RESENSI. ► Laporan PENELITIAN/ILMIAH. Jadi, Jenis laporan secara umum terbagi menjadi 2, yaitu laporan lisan dan laporan tertulis.

3 Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan?

Apa itu laporan keuangan perusahaan? – Laporan keuangan perusahaan adalah sebuah catatan informasi keuangan suatu perusahaan dalam satu periode tertentu yang dapat digunakan untuk menggambarkan situasi kinerja perusahaan tersebut. Sederhananya, laporan keuangan adalah dokumen penting berisi catatan keuangan perusahaan baik transaksi maupun kas.

  • Pembuatan laporan keuangan perusahaan dilakukan dalam periode tertentu.
  • Biasanya perusahaan membuat laporan keuangan ketika periode akuntansi perusahaan mereka memasuki akhir.
  • Periode akuntansi ini ditentukan oleh perusahaan masing-masing.
  • Ada yang dilakukan setiap akhir tahun, ada juga yang dilakukan dalam beberapa bulan sekali.

Kebijakan perusahaan tentang periode akuntansi ini berbeda satu sama lain. Yang paling penting dari laporan keuangan perusahaan adalah semua transaksi dicatat dengan akurat sehingga laporan keuangan memiliki perhitungan yang tepat. Karena keuntungan perusahaan, kerugian, bahkan pembayaran pajak bergantung dengan laporan keuangan.

Apa yang dimaksud dengan karakteristik laporan keuangan relevan?

Berikut Ini Yang Merupakan Karakteristik Laporan Keuangan Adalah Kecuali Laporan keuangan merupakan wajah yang menggambarkan kondisi suatu bisnis dan bertanggung jawab atas seluruh transaksi keuangan bisnis. Kinerja suatu bisnis dapat diketahui dengan melihat laporan keuangan. Laporan keuangan harus memberikan informasi yang tepat mengenai semua transaksi yang dilakukan.

Dapat dipahami

Karakteristik pertama yang harus dimiliki laporan keuangan adalah karakteristik dapat dipahami oleh pengguna. Pengguna yang dimaksud adalah orang yang memiliki pengetahuan akan aktivitas bisnis dan akuntansi serta dapat mengelola atau mengambil tindakan atas kondisi bisnis yang ditampilkan laporan keuangan.

Relevan

Laporan keuangan memiliki karakteristik relevan artinya adalah laporan keuangan dapat memengaruhi keputusan dalam evaluasi bisnis baik pada masa kini maupun mendatang serta dapat mengoreksi hasil evaluasi dari masa lampau.

Dapat dibandingkan

Laporan keuangan dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya atau laporan entitas lain dengan bisnis yang sama pada umumnya. Karakteristik ini bertujuan untuk membandingkan dan mengevaluasi posisi dan kinerja bisnis.

Dapat diandalkan

Laporan dengan karekteristik dapat diandalkan apabila informasinya yang disajikan benar serta menyajikan semua fakta yang ada dengan jujur dan dapat diverifikasi Daripada ribet rekrut akuntan dan banyak drama soal pembukuan, pakai saja jasa SNI Consulting.

Apa saja karakteristik akuntansi manajemen?

Pengaruh Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial (Studi Dilakukan pada Puskesmas yang Berkaitan dengan BPJS di Kota Bandung) Hasanah, Fatimah Hayatul Manajerial yang baik akan membantu manajemer dalam melakukan perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan serta meningkatkan kemampuan manajer untuk mengetahui atau memahami keadaan lingkungan dan mengidentifikasi aktivitas yang relevan.

  1. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh karakteristik informasi akuntansi manajemen (broadscope, timeliness, aggregation, dan integration) terhadap kinerja manjerial.
  2. Arakteristik informasi akuntansi manajemen terdiri dari 4 indikator yaitu broadscope, timeliness, aggregation, dan integration.

Broadscope adalah suatu lingkup yang luas yang mampu memberikan informasi yang bersifat internal maupun eksternal organisasi. Timeliness adalah informasi yang tersedia ketika dibutuhkan dan sering dilaporkan secara sistematis. Aggregation adalah ringkasan informasi menurut fungsi, periode waktu, dan model keputusan.

  • Integration adalah informasi yang mencerminkan adanya koordinasi antara segmen yang satu dengan segmen yang lain.
  • Sedangkan, kinerja manajerial adalah kinerja individu anggota organisasi dalam kegiatan-kegiatan manajemen, seperti perencanaan, penyelidikan, koordinasi, evaluasi, pengawasan, pengaturan staff, negoisasi, perwakilan dan kinerja secara keseluruhan.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode verifikatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian yang digunakan adalah 10 puskesmas induk di wilayah Bandung Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan kuisioner.

  • Sedangkan, Jenis data yang digunakan adalah data primer.
  • Sumber data dalam penelitian ini berasal dari penelitian lapangan dan perpustakaan serta sumber-sumber lain dari media masa.
  • Hasil Penelitian ini menyatakan bahwa karakteristik informasi akuntansi manajemen dan kinerja manajerial pada puskesmas di kota bandung sudah baik.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa karakteristik informasi akuntansi manajemen berdasarkan timeliness dan aggregation berpengaruh terhadap kinerja manajerial, sedangkan karakteristik informasi akuntansi manajemen berdasarkan broadscope dan integration tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial.