Bukti Transaksi Keuangan Atas Pengembalian Barang Yang Dibeli Adalah?

Bukti Transaksi Keuangan Atas Pengembalian Barang Yang Dibeli Adalah
Nota Kredit – Nota kredit adalah dokumen yang membuktikan terjadinya pengurangan piutang usaha karena adanya pengembalian barang dagangan akibat adanya penurunan harga lantaran adanya kerusakan/ketidaksesuaian kualitas barang yang dikirim dengan yang dipesan atau karena terjadinya pengembalian barang dagangan.

Nota kredit dibuat dan ditandatangani penjual dan berguna bagi penjual untuk mengurangi piutang usaha yang akan ditagihkan kepada pembeli. Sama seperti nota debit, nota kredit biasanya minimal dua rangkap. Lembar pertama (dokumen asli ) diberikan kepada pembeli, sementara lembar lainnya disimpan penjual.

Dalam konteks perpajakan, ada dua hal yang berhubungan dengan nota debit dan nota kredit, yakni:

Saat adanya revisi/penurunan nominal harga penjualan. Terjadinya retur pembelian atau adanya pengembalian barang.

Ketika terjadinya atau dilakukannya retur pembelian, maka pembeli harus menerbitkan nota debit dan retur pembelian kepada penjual. Setelahnya, penjual menerbitkan nota kredit. Saat merevisi atau menurunkan nominal harga penjualan dalam invoice karena adanya pembatalan, ketidaksesuaian barang, atau alasan lainnya yang sebelumnya sudah disepakati antara pembeli dan penjual, maka pembeli akan menerbitkan nota debit dan penjual menerbitkan nota kredit.

Bukti transaksi apa yang digunakan untuk mengembalikan barang yang telah dibeli?

Beberapa bukti transaksi antara lain: Kuitansi yaitu bukti penerimaan sejumlah uang tunai. Faktur atau bon yaitu bukti pembelian suatu barang yang dilakukan secara kredit. Nota debet yaitu bukti pengembalian barang dagangan yang telah dibeli. Nota debet dikeluarkan saat terjadinya retur pembelian.

  1. Nota kredit yiatu bukti pengembalian barang dagang yang telah dijual.
  2. Nota kredit dikeluarkan saat terjadinya retur penjualan.
  3. Dengan demikian, bukti pencatatan bagi perusahaan yang mengembalikan barang yang dibeli secara kredit dari penjual berupa nota debit.
  4. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan D.

– Beberapa bukti transaksi antara lain:

Kuitansi yaitu bukti penerimaan sejumlah uang tunai. Faktur atau bon yaitu bukti pembelian suatu barang yang dilakukan secara kredit. Nota debet yaitu bukti pengembalian barang dagangan yang telah dibeli. Nota debet dikeluarkan saat terjadinya retur pembelian. Nota kredit yiatu bukti pengembalian barang dagang yang telah dijual. Nota kredit dikeluarkan saat terjadinya retur penjualan.

Dengan demikian, bukti pencatatan bagi perusahaan yang mengembalikan barang yang dibeli secara kredit dari penjual berupa nota debit. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan D.

Apakah bukti transaksi dari retur penjualan?

Retur Penjualan – Retur penjualan merupakan istilah yang merujuk pada pengembalian barang pembelian yang dilakukan oleh pembeli kepada penjual. Retur penjualan dalam suatu usaha mengindikasikan adanya penambahan jumlah barang, namun menimbulkan kerugian.

  • Pengembalian barang yang rusak oleh pembeli menyebabkan penjual harus menutup biaya produksi barang tersebut.
  • Penjual dapat memilih untuk mengganti barang yang rusak tersebut dengan dua cara, yaitu mengganti dalam bentuk uang atau barang baru.
  • Jenis pengembalian retur penjualan ini tergantung pada kesepakatan antara penjual dan pembeli, ya.

Saat terjadi retur penjualan, penjual perlu memiliki bukti adanya barang yang diretur. Bukti ini disebut nota kredit. Sifatnya penting lho, untuk pencatatan pada pembukuan jurnal umum perusahaan. Penasaran seperti apa pentingnya? Simak penjelasan di bawah ini.

Apa yang dimaksud dengan nota debet dan nota kredit?

Pengertian nota kredit – Dikutip dari buku Akuntansi Biaya (2021) oleh Hidyatul Mu’arifin dkk, nota kredit adalah bukti transaksi bahwa perusahaan telah mengkredit akun perusahaan lain. Nota ini dibuat ketika sebuah perusahaan menjual barang rusak atau tidak sesuai pesanan.

Kesalahan harga pada faktur asli Kerusakan barang saat pengiriman Layanan ditolak atau pengembalian barang Perubahan pesanan setelah faktur diterbitkan.

Nota debit retur apa?

Apa itu Kredit dan Debit Note? Jakarta – Sebelum membahas hal-hal yang berkaitan dengan kredit dan debit note, kita juga harus tau nih sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kredit dan debit ? Dalam makna akuntansi, kredit sebenarnya adalah proses pencatatan pada akuntansi yang akan terjadi saat kondisi liability dan equity mengalami pertambahan, atau bisa diartikan bahwa aset dan biaya tersebut mengalami adanya penurunan.

Namun secara umum kredit diartikan sebagai pengeluaran uang saat adanya transaksi. Sedangkan debit adalah catatan pada akun di dalam pembukuan yang menjadi penambah nilai aset atau dengan kata lain mengurangi jumlah kewajiban yang ada. Tidak jauh dengan kredit dan debit, terdapat juga istilah debit note dan kredit note.

Debit Memorandum atau lebih sering disebut dengan nota debit atau debit note merupakan bukti adanya transaksi pengiriman barang kembali atas barang yang dibeli atau biasa yang disebut dengan retur pembelian dan penurunan harga barang yang dapat terjadi biasanya dikarenakan barang yang sudah dibeli mengalami kerusakan atau barangnya tidak sesuai dengan pesanannya.

  1. Debit note ini dibuat oleh pembeli barang yang kemudian akan dikirimkan kembali kepada penjual barang.
  2. Dengan pembeli membuat dan mengirimkan debit notenya kepada penjual akan diartikan bahwa telah terjadinya pengurangan atas utang usaha pembeli yang harus dilunasi atau dibayarkan karena ada pengembalian barang dagangan dan juga penurunan harga barang.
You might be interested:  Pajak Yang Pengenaannya Memperhatikan Kondisi Atau Keadaan Wajib Pajak Disebut?

Proses dari debit note ini dilakukan guna untuk dapat meminimalisir adanya resiko penyalahgunaan transaksi karena di dalam perusahaan pun debit note digunakan untuk dasar dalam proses pembuatan jurnal. Sedangkan dengan adanya credit memorandum atau yang lebih sering disebut dengan kredit note merupakan bukti adanya transaksi penerimaan barang kembali yang sudah dijual secara kredit kepada pembeli atau yang biasa disebut sebagai retur penjualan atau pengurangan ataupun penurunan harga yang terjadi pada invoice yang dikarenakan adanya barang yang mengalami kerusakan atau tidak samanya kualitas barang dengan pesanan sehingga pembeli mengembalikan barang tersebut.

Nah untuk membuat debit note dan credit note terdapat beberapa ketentuan yang harus dimuat dalam pembuatan debit maupun kredit notenya antara lain nama pihak terkait yang mengeluarkan nota debit, adanya nomor pada debit maupun kredit note, adanya nama pihak terkait yang dituju, adanya nomor item barang, adanya nama atau jenis barang yang terkait, adanya unit atau jumlah barang serta harga satuannya, adanya jumlah harga dan total jumlah, serta adanya tempat dan Tanggal. Lantas, apakah debit note dan kredit note tersebut dibebaskan atau dikenakan pajak? Dalam pengenaan pajaknya, debit dan kredit note tetap dikenakan pajak karena sebagaimana yang kita tahu bahwa ketika dilakukannya penyerahan barang atau jasa kena pajak pasti akan dipungut pajak terutangnya.

Nah, dalam aspek perpajakannya debit dan kredit note, terdapat 2 ketentuan yang terkait dengan pengenaan pajak terhadap debit note dan credit note, yaitu yang pertama adalah saat terjadi adanya retur pembelian atau terjadi adanya pengembalian barang yang dilakukan oleh pembeli, maka pihak pembeli harus menerbitkan nota debitnya dan retur pembelian kepada pihak penjual dan sebaliknya pihak penjual akan menerbitkan nota kredit kepada pihak pembeli.

Retur Pembelian ini akan mengurangi PPN masukan pembeli dan juga akan mengurangi PPN keluaran Penjual. Sedangkan yang kedua adalah Saat terjadinya revisi atau adanya penurunan nominal dari harga penjualan, maka dalam invoice karena adanya barang yang tidak sesuai dengan pesanan atau alasan lain yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak, pembeli akan menerbitkan debit note kepada penjual dan sebaliknya penjual akan menerbitkan kredit note kepada pembeli.

Namun dalam sisi pajak dengan adanya hal ini tidak akan berdampak apa-apa, hanya saja dari pihak penjual harus menerbitkan faktur pajak penggantinya sehinggaa jumlah PPN akan mengikuti harga atau nominal yang telah berubah. : Apa itu Kredit dan Debit Note?

Apa namanya jika barang dikembalikan?

Retur Penjualan – Retur penjualan adalah penerimaan barang oleh penjual yang dikembalikan dari pembeli. Pengembalian ini biasanya terjadi jika barang yang dikirim oleh penjual tidak sesuai dengan keinginan pembeli atau rusak. Retur penjualan menyebabkan piutang atau tagihan dari penjual kepada pembeli berkurang.

Retur penjualan yang mengembalikan uang pembeli. Retur penjualan yang mengurangi piutang pembeli. Retur penjualan untuk mengganti barang rusak dari pembeli dengan barang baru.

Untuk mengurangi jumlah barang yang dikembalikan, penjual harus lebih memperhatikan jenis dan spesifikasi barang sebelum mengirimkannya kepada pembeli.

Apa yang dimaksud dengan retur?

Konsep Retur – Setiap transaksi jual beli melibatkan setidaknya dua pihak, penjual dan pembeli. Penjual wajib menyerahkan objek jual; sementara pembeli harus membayarnya. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan Universitas Udayana, di samping menyerahkan objek jual, penjual juga harus menjamin dua hal lain:

Menjamin keamanan objek dari klaim pihak ketiga Menjamin bahwa objek yang dijual tidak ada cacat tersembunyi

Dalam konteks ini, retur adalah sebuah konsep yang terkait erat dengan poin kedua. Retur terjadi ketika objek yang dijual ternyata memiliki cacat, baik karena kesengajaan atau kelalaian. Karena kecacatan mengakibatkan kerugian pihak pembeli, maka si penjual harus menanggung ganti rugi.

Barangnya itu sendiri dikembalikan. Jadi, apa yang dimaksud retur? Ringkasnya, retur adalah pengembalian barang. Ia bisa menjadi retur penjualan atau retur pembelian, tergantung dari sudut pandang mana itu dilihat. Mengutip buku Pengantar Akuntansi 1 (2019), retur penjualan adalah retur yang dilihat dari sudut pandang penjual atau pihak yang menerima pengembalian barang; dari sisi pembeli atau pihak yang mengembalikan barang, mereka menyebut retur itu sebagai retur pembelian.

Pengembalian bisa terjadi karena satu dan lain hal. Misalnya, karena ketidakcocokan warna, kerusakan, kualitas yang berbeda, dan sebagainya. Intinya, retur adalah transaksi yang terjadi karena spesifikasi barang yang tidak sesuai dengan perjanjian. Dengan demikian, fungsi retur adalah memastikan bahwa barang yang diterima sesuai dengan perjanjian.

Apa itu pengembalian barang?

Blog Mengenal Apa Itu Retur Penjualan Dan Retur Pembelian

Updated November 12, 2022 • Created 1 tahun lalu Proses retur barang ini sangat sering terjadi pada saat jual-beli, ada dua jenis retur yang harus kamu tahu yaitu retur penjualan dan pembelian. Saat ini kita akan membahas perbedaan dari kedua jenis retur tersebut.

  1. Apa Itu Retur ? Ketika berada di dalam proses jual-beli sebuah barang di dalam suatu perdagangan wholesale, pastinya akan mengenal yang namanya retur atau biasa disebut dengan pengembalian barang kepada para pihak penjualan.
  2. Hal ini bisa terjadi karena adanya ke tidak sesuai akan pesan barang tersebut atau bisa juga barang datang dalam keadaan yang rusak.
You might be interested:  Apa Itu Pajak Masukan Dan Pajak Keluaran?

Prosedur retur barang baru akan terjadi jika dalam proses jual-beli tersebut sudah terselesaikan. Retur Penjualan Retur penjualan adalah proses penerimaan barang dari pihak pembeli ke pihak penjualan karena adanya sebuah alasan barang tidak seperti apa yang pembeli inginkan maupun barang yang sudah di kirim tersebut mengalami kerusakan sehingga pembeli melakukan retur barang,

  1. Adanya retur di dalam penjualan ini akan memberikan dampak tagihan atau piutang dari pihak penjual terhadap pihak pembeli berkurang.
  2. Retur penjualan ini juga dibagi ke dalam tiga jenia yaitu : – Retur penjualan yang akan berdampak terhadap pengurangan piutang pembeli.
  3. Retur penjualan yang mengembalikan pembayaran terhadap pembeli nantinya.

– Retur penjualan untuk proses penggantian barang yang rusak berasal dari pihak pembeli dengan barang yang baru kepada pihak pembeli juga yang biasa disebut dengan klaim untuk melakukan retur barang, Retur Pembelian Jenis retur yang satu ini adalah pengembalian barang dari pihak pembeli ke penjual karena barang yang dikirim tidak sesuai dengan keinginan atau deskripsi yang sebelumnya sudah disebutkan.

Adanya retur pembelian ini bisa mengurangi hutang dari pihak penjual maupun pemilik barang. Pemotongan ini memiliki dua tipe : · Retur pembelian tunai, pengembalian barang yang sudah dibeli secara tunai kepada penjual yang sebelumnya sudah ada perjanjian jika barang yang akan di retur akan disertai dengan pengembalian pembayaran.

· Retur pembelian kredit, pengembalian barang ke penjual terhadap transaksi yang belum lunas. Saat dilakukan retur barang otomatis bisa mengurangi hutang pembelian ke penjual.

Pengembalian barang termasuk jurnal apa?

Apakah benar ketika Anda membangun sebuah bisnis akan memerlukan pencatatan jurnal retur penjualan? Jawabannya tentu saja perlu jika pelanggan melakukan retur atas produk yang sudah dibelinya. Jurnal retur penjualan adalah kegiatan pencatatan atas pengembalian barang, karena barang yang diterima tidak sesuai keinginan.

Click to Tweet Nah, bagaimana pebisnis mengatasinya? Tentu untuk mengatasi ketidakpuasan pelanggan, Anda perlu melakukan pengembalian produk dan bahkan menggantikannya dengan produk sejenis atau produk lainnya sampai ada juga yang menggantinya dengan uang. Secara umum jurnal retur penjualan adalah jurnal yang terbit akibat sebuah keadaan si pembeli ingin mengembalikan barang yang sudah dibeli kepada pihak penjual.

Lantas bagaimana mencatat jurnal retur penjualan dalam jurnal umum atau khusus? Simak contoh dan cara mencatatnya di bawah.

Apa itu retur pembelian barang dagang?

Retur Pembelian –

Retur Pembelian merupakan kegiatan pengembalian barang dari pembeli kepada penjual biasanya disebabkan barang yang diterima oleh pembeli tidak sesuai. Dalam retur pembelian, utang pihak pembeli kepada pihak penjual akan menjadi berkurang.

  1. Retur Pembelian secara kredit, pengembalian barang yang dilakukan dari transaksi penjual kepada pembeli secara kredit dengan cara diangsur dan lunas sesuai dengan waktu jatuh tempo yang telah disepakati.
  2. Retur Pembelian secara tunai, pengembalian barang yang telah dibeli oleh pembeli secara tunai dan transaksi langsung dicatat di arus kas dengan catatan barang bisa diretur.
  • Credit Note untuk apa?

    Apa Itu Nota Kredit ( Credit Note )? – Pengertian nota kredit adalah berkas atau dokumen yang membuktikan terjadi pengurangan piutang usaha karena adanya pengembalian barang dagangan dikarenakan penurunan harga. Hal ini disebabkan karena kerusakan kualitas barang yang dikirim dengan yang dipesan atau karena pengembalian barang dagangan.

    • Memo kredit ini dibuat dan ditandatangani oleh penjual serta memiliki fungsi bagi penjual untuk mengurangi piutang usaha yang akan ditagihkan kepada pembeli.
    • Sama seperti halnya nota debit, dokumen ini umumnya terdiri dari dua rangkap.
    • Lembar pertama (dokumen asli) diberikan kepada pembeli, sementara lembar lainnya akan disimpan penjual.

    Bisa disimpulkan bahwa nota atau memo kredit adalah dokumen yang dikeluarkan oleh penjual kepada pembeli untuk mengkredit barang yang telah dikembalikan oleh pembeli. Sebagian besar catatan kredit dalam format PDF digunakan ketika terdapat kerusakan pada barang yang dikirim ke pelanggan.

    Pelanggan mengembalikan barang atau menolak layanan karena sejumlah alasan Terdapat kelebihan pembayaran pada faktur asli Terjadi kesalahan harga pada faktur asli Barang mengalama kerusakan selama transit

    Kelola Invoice Terintegrasi Ke Dalam Laporan Keuangan Anda, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini! Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

    Nota kredit untuk retur apa?

    Bukti Transaksi Keuangan Atas Pengembalian Barang Yang Dibeli Adalah Di dalam akuntansi, untuk pengembalian barang yang telah dibeli atau dijual dikenal istilah nota debit atau nota kredit. Nota Debit adalah nota yang dibuat oleh pembeli karena telah mendebit rekening penjual atau hutang kepada penjual. Ilustrasinya begini : Saat beli barang dagang secara kredit, pembeli akan mencatat : Pembelianxxx,Hutang Dagang (Nama Penjual).xxxx Saat melakukan retur, pembeli akan mencatat dengan : Hutang Dagang (Nama Penjual).xxxxx,Retur Pembelian.xxxx Nota kredit adalah Nota yang dibuat oleh penjual ketika ia menerima retur dari pembeli.

    1. Artinya, ia mengkreditkan akun pembeli atau piutang kepada pembeli di dalam pembukuannya.
    2. Ilustrasi : Saat melakukan penjualan secara kredit Piutang dagang (nama Pembeli).xxxx Penjualan.xxxx Saat menerima Retur Retur Penjualan.x xxx Piutang dagang (nama Pembeli).xxxx Istilah Nota retur lebih dikenal dalam perpajakan sebagai bukti yang dibuat oleh pembeli saat terjadi pengembalian barang yang telah dibeli.

    Tujuannya, disamping sebagai bukti adanya retur juga sebagai dasar untuk mengurangkan PPN Masukan bagi pembeli dan PPN keluaran bagi penjual. Tanpa nota retur, PPN yang telah diperhitungkan saat transaksi tidak dapat dikurangkan. Salam

    Credit Note apakah sama dengan nota retur?

    PROSES PEMBUATAN NOTA RETUR – Pada praktiknya, nota retur dibuat bersamaan dengan dokumen bernama credit note atau debit note, Credit note atau nota kredit adalah sebuah dokumen yang mempunyai sifat dapat mengurangi piutang dagang perusahaan. Sedangkan nota debit adalah sebuah dokumen yang mempunyai sifat dapat mengurangi utang dagang perusahaan.

    • Dokumen nota kredit dan nota debit dibuat untuk kepentingan administrasi internal perusahaan; sedangkan nota retur dibuat untuk kepentingan perpajakan.
    • Dalam hal pembuatan nota retur pembelian, maka pada waktu yang bersamaan, pihak pembeli akan membuat nota debit.
    • Saat nota retur tersebut diserahkan kepada pihak penjual, maka pihak penjual akan menerbitkan nota kredit atas yang diterima.

    Saat terjadinya proses di atas, maka secara tidak langsung, sudah terjadi proses pengurangan utang-piutang usaha pada pembukuan masing-masing perusahaan. Pengurangan hutang usaha pada pihak pembeli dan pengurangan piutang pada pihak penjual. Pengurangan uutang piutang ini kemudian akan dicatat dalam pembukuan perusahaan untuk kepentingan penjurnalan dan laporan keuangan.

    Kenapa Nota retur dibuat?

    Apa Itu Nota Retur Faktur Pajak? – Nota retur faktur pajak adalah dokumen yang harus disertakan ketika terjadi pengembalian barang dari pembeli kepada penjual. Seperti yang pernah kami bahas sebelumnya pada artikel berjudul, “”, nota retur ini berfungsi mengurangi pajak masukan atas barang kena pajak (BKP) yang pembeli kembalikan.

    Apa yang dimaksud dengan retur pembelian *?

    Retur pembelian – Retur pembelian merupakan pengembalian barang yang penjual lakukan kepada pemasok ( supplier) karena barang tidak sesuai dengan permintaan. Dengan retur pembelian, maka utang pembeli kepada penjual akan mengalami pengurangan. Dalam jurnal keuangan, posisi utang dagang berada pada kolom debit, sementara untuk akun retur pembelian berada pada kolom kredit.

    Apa yang digunakan untuk mencatat transaksi pengembalian barang yang sudah dibeli dari penjualan karena tidak sesuai dengan pesanan atau rusak adalah?

    Detil Jawaban –

    1. Kelas : XII (3 SMA)
    2. Mapel ; Ekonomi
    3. Bab : Penyusunan Siklus Akuntansi pada Perusahaan Dagang

    Kode : 12.12.6 Kata Kunci : Retur, Penjualan. : Mencatat semua transaksi pengembalian barang yang dijual disebut akun,

    Bukti transaksi apa yang dikirim pelanggan kepada pemasok atas barang yang dikembalikan karena tidak sesuai pesanan?

    Bagaimana Cara Membuat Nota Debit? – Nota debit merupakan sebuah bukti transaksi pengiriman barang yang dibeli juga penurunan harga barang. Umumnya ini terjadi disebabkan karena barang yang dibeli ada yang mengalami kerusakan atau mungkin juga karena tidak sesuai pesanan.

    • Biasanya pembeli akan membuat nota debit yang kemudian dikirimkan kepada penjual.
    • Dengan dikeluarkannya nota debit, maka bisa diartikan bahwa telah terjadi pengurangan utang usaha pembeli yang harus dilunasi atau dibayar yang ditimbulkan karena adanya pengembalian barang atau penurunan harga barang.
    • Pembeli pun akan mengirimkan lembar kertas yang asli kepada penjual bersama dengan dikembalikannya barang yang dibeli.

    Sehingga tidak terjadi kerugian antar kedua belah pihak, karena sama-sama tahu bahwa produk tersebut ternyata terjadi penurunan harga atau bahkan mungkin terjadi cacat produk. Untuk cara membuatnya juga sederhana yaitu dengan cara di bawah ini:

    • Kepada Yth: alamat si penjual barang
    • Nomor Nota: nomor urut Nota
    • Tanggal: Tanggal pembuatan Nota Debet
    • No. Dokumen: nomor dokumen yang barangnya ingin dikembalikan atau dipotong harganya
    • Tgl. Dokumen: tanggal transaksi pembelian barang
    • No.: nomor urut barang yang dikembalikan
    • Keterangan: nama barang juga informasi lainnya mengenai barang
    • Jumlah: jumlah harga barang
    • Total: total harga barang yang ingin dikembalikan

    Baca juga: Download File Template Nota Kosong, Format Word dan Excel

    Bukti pembelian namanya apa?

    Macam-macam Jenis Bukti Transaksi –

    • Berikut adalah macam bentuk dan jenis bukti transaksi:
    • 1. Kuitansi
    • Kuitansi adalah catatan untuk transaksi penerimaan dan pengeluaran sejumlah uang.
    • 2. Faktur

    Faktur adalah bukti transaksi penjualan yang dilakukan secara kredit. Faktur biasanya dibuat rangkap. Lembar pertama sebagai bukti bagi penjual yang disebut faktur penjualan, semantara lembar kedua sebagai bukti bagi pembeli yang disebut faktur pembelian.

    Sedangkan lembar berikutnya sebagai arsip.3. Nota Kontan Nota kontan adalah bukti pencatatan untuk transaksi pembelian barang secara tunai. Bukti transaksi jenis ini dibuat oleh penjual dan diberikan kepada pembeli.4. Nota Debet Nota debet adalah bukti transaksi perusahaan telah mendebit perkiraan langganannya.

    Nota debit dikirim oleh perusahaan kepada langganannya, karena barang yang dibeli dikembalikan.5. Nota Kredit Nota kredit adalah bukti transaksi berbentuk pembukuan yang bersifat mengurangi nilai transaksi yang sebelumnya. Nota kredit ini merupakan lanjutan dari transaksi jual beli, secara kredit.

    1. 6. Cek
    2. Cek adalah surat perintah yang dibuat oleh pihak yang mempunyai rekening di bank, agar bank membayar sejumlah uang kepada pihak yang namanya tercantum dalam cek tersebut.
    3. 7. Memo
    4. Memo adalah bukti transaksi berupa pencatatan antar bagian yang ada di lingkungan perusahaan.

    Nah, itu tadi pengertian bukti transaksi, Sekarang, detikers sudah tahu kan bukti transaksi itu apa? (fdl/fdl) : Bukti Transaksi: Pengertian, Fungsi, Macam-macamnya