Dalam Model Bisnis Canvas Yang Masuk Dalam Aspek Keuangan Adalah?

Dalam Model Bisnis Canvas Yang Masuk Dalam Aspek Keuangan Adalah
Maret 22, 2022 Sebuah bisnis yang sukses tidak terlepas dari perencanaan ide bisnis yang matang. Salah satu perencanaan yang dapat dilakukan sebelum memulai bisnismu adalah dengan membuat business model canvas ( BMC ). Business model canvas merupakan sebuah alat bantu yang digunakan untuk memvisualisasikan aspek-aspek ketika seseorang hendak melakukan perencanaan bisnis.

Apa saja yang termasuk bisnis model canvas?

Business Model Canvas – Hari pertama pada Selasa (8/6), pelatihan dimulai dengan acara pembukaan, perkenalan mentor, lalu diskusi bersama mentor masing-masing kelompok. Hari ini terdapat tiga materi dengan enam pemateri. Materi pertama membahas mengenai Business Model Canvas (BMC) yang akan disampaikan oleh Meika Hazim SE., MBA di ruang satu dan Bagus Panuntun SE., MBA, CMW, CFP, CSA, CBC di ruang dua. Dalam Model Bisnis Canvas Yang Masuk Dalam Aspek Keuangan Adalah Pemateri: Meika Hazim SE., MBA

4 Apa itu Model Bisnis Canvas?

Apa itu Business Model Canvas? – Business Model Canvas atau BMC merupakan sebuah strategi manajemen yang disusun untuk menjabarkan ide dan juga konsep sebuah bisnis ke dalam bentuk visual. Secara sederhana, definisi Business Model Canvas yaitu kerangka manajemen untuk mempermudah dalam melihat gambaran ide bisnis dan juga realisasinya secara cepat.

  • Jika dibandingkan dengan bisnis plan yang berpuluh-puluh halaman, business model canvas ini jauh lebih ringkas karena disusun ke dalam satu halaman saja.
  • Oleh karena itu, kerangka bisnis ini paling populer di kalangan bisnis startup.
  • Pada awalnya, business model canvas diperkenalkan pada tahun 2005 oleh seorang entrepreneur asal Swiss yang bernama Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation.

Di dalamnya, Ia menerangkan mengenai framework sederhana yang merepresentasikan elemen-elemen penting yang ada di dalam model bisnis. Lalu, apa saja elemen-elemen yang ada di dalam ya? Simak informasi lengkapnya di bawah ini ya.

Apa itu Key resources BMC?

Hubungan Key Resources dengan Value Proposition – Dalam Model Bisnis Canvas Yang Masuk Dalam Aspek Keuangan Adalah Foto: Freepik.com Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, value proposition dan key resources adalah elemen-elemen dalam business model canvas, Di antara elemen lainnya, kedua elemen ini saling terkait erat. Menurut Gary Fox, jenis dan karakteristik key resources menentukan seberapa baik perusahaan dapat memenuhi value proposition,

Contohnya, sebuah perusahaan penerbangan memiliki value proposition kemudahan perjalanan bagi pelanggannya. Perusahaan tersebut pun menyediakan aplikasi untuk mewujudkan value proposition tersebut. Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat dengan mudah melakukan booking, memilih tempat duduk, mendapat informasi perubahan penerbangan, dan berbagai kemudahan lainnya.

Dengan adanya aplikasi ini, pada gilirannya perusahaan penerbangan tersebut membutuhkan sumber daya tambahan. Sumber daya keuangan dibutuhkan untuk investasi pengembangan aplikasi. Selain itu, perusahaan tersebut membutuhkan sumber daya manusia untuk mengembangkannya.

  • Termasuk sumber daya intelektual untuk pengembangan dan melindungi hak cipta.
  • Banyak pebisnis yang tidak dapat berpikir secara strategis ketika menilai apa yang seharusnya menjadi sumber daya utama bagi bisnis mereka.
  • Ebanyakan dari mereka malah menciptakan fitur generik yang akan jadi hal biasa di perusahaan mana pun.

Sangat penting bagimu untuk menilai setiap sumber daya yang tersedia dan melihat mana yang penting untuk keberhasilan bisnismu. Misalnya, sumber daya manusia yang berbakat merupakan kebutuhan sebagian besar perusahaan. Namun, perlukah itu menjadi sumber daya utama bagi bisnismu? Poin utama key resources adalah harus berbanding lurus dengan jumlah dan jenis key activities atau aktivitas utama yang melibatkan bisnismu.

Kualitas keduanya akan memengaruhi profitabilitas bisnis secara keseluruhan. Baca juga: Takut Berbisnis? Catat Langkah-langkah Memulai Usaha Ini! Setelah mengenali sumber daya utama mana yang terkait dengan value proposition dan segmen pelanggan ( customer segments ), kamu dapat melanjutkan ke elemen selanjutnya.

Elemen business model canvas tersebut yaitu key activities, Itulah penjelasan mengenai key resources, Letak pentingnya mengetahui key resources adalah pada kesiapan terhadap skenario yang disajikan pasar. Dalam Model Bisnis Canvas Yang Masuk Dalam Aspek Keuangan Adalah

Apa itu customer segment dalam BMC?

3. Channel – Elemen channel dalam bisnis model canvas adalah sarana interaksi antara pelanggan dengan bisnis Anda, baik untuk tujuan promosi atau membeli produk dan layanan Anda. Sebagai contoh, untuk membangun bisnis toko baju online, Anda bisa menggunakan maupun marketplace sebagai channel utama.

Apa sajakah tiga hal yang ada didalam value map?

How to create a Value Proposition Canvas – Observe Customer Using Customer Profile

  • Customer Profile dalam Value Proposition Canvas berisi karakteristik atau variabel yang mengidentifikasi konsumen. Customer Profile terdiri dari customer jobs, customer pains, dan customer gains.
  • Customer Jobs : Apa yang sedang dikerjakan oleh konsumer target (pekerjaan, masalah, kebutuhan, serta kepuasan yang ingin dipenuhi. Jenis jobs terdiri dari functional jobs, social jobs, dan personal/emotional jobs.
  • Customer Pains : Emosi yang negatif, hal-hal yang tidak dibutuhkan, situasi yang tidak diinginkan, dan resiko yang dialami customer,
  • Customer Gains : Tipe customer gains terdiri dari required gai n, expected gain, desired gain, dan unexpected gain, Customer Gains mendeskripsikan keuntungan yang diharapkan oleh customer baik secara fungsional, emosional, maupun biaya.

Create Value Using Value Map Value map adalah sebuah diagram yang membantu mendeskripsikan lebih spesifik mengenai nilai dari produk/layanan yang akan diberikan kepada customer. Value map memiliki bentuk persegi yang dibagi menjadi 3 bagian untuk menuliskan product value: products and services, pain relievers, dan gain creators.

Products and Service

  • Merupakan list dari produk/layanan yang diberikan dan item-item apa saja yang dapat digunakan oleh customer.
  • Produk/layanan diharapkan dapat membantu customer dalam menyelesaikan permasalahan fungsional, sosial, emosional, atau bahkan membantu memenuhi kebutusan dasar mereka.
  • Tentunya terlebih dahulu juga ditentukan segmentasi pasar serta target customer yang akan menggunakan produk yang dibuat.
  • Terdapat beberapa tipe product and service:
  1. Physical/tangible
  2. Intangible
  3. Digital
  4. Financial

Pain Relievers

  • Mengidentifikasi dengan tepat bagaimana produk/layanan dapat mengatasi secara spesifik masalah/kekurangan yang dialami customer.
  • Pengidentifikasian Pain Relievers tidak harus mengatasi setiap “pain” yang sebelumnya dideskripsikan dalam customer profile (tidak ada value proposition canvas yang bisa melakukan hal tersebut).
  • Value Proposition Canvas yang baik berfokus pada pengurangan beberapa “pain” yang sesuai dengan deskripsi produk.
  • Terdapat pertanyaan yang membantu dalam mengidentifikasikan Pain Relievers:
  1. Apakah produk/layanan dapat mengurangi waktu, biaya, atau usaha?
  2. Apakah produk/layanan dapat membuat customer merasa lebih baik?
  3. Apakah produk/layanan dapat mengurangi risiko yang dapat terjadi pada suatu hal tertentu?
  4. Apakah produk/layanan dapat menghilangkan hambatan yang dialami customer?
  5. dll.

Gain Creator

  • Mendeskripsikan bagaiman produk/layanan yang diberikan dapat memberikan keuntungan bagi customer.
  • Secara jelas menguraikan hasil dan manfaat dari produk/layanan yang diharapkan customer.
  • Seperti Pain Relievers, Gain Creator tidak harus menjawab setiap “gain” yang terdapat pada customer profile.
  • Untuk membantu mengidentifikasikan Customer Gain terdapat beberapa pertanyaan yang bisa dijawab:
  1. Apakah produk/layanan dapat menghasilkan penghematan dalam hal waktu, biaya, dan tenaga?
  2. Apakah produk/layanan dapat mempermudah pekerjaan customer?
  3. Apakah produk/layanan dapat menciptakan hasil yang positif terkait kesuksesan customer?
  4. Apakah produk/layanan dapat menyediakan sesuatu yang diinginkan customer?
  5. Apakah produk/layanan dapat memberikan rasa nyaman dan kesenangan kepada customer?
  6. dll.

Fit Customer Profile with Value Map Kondisi fit tercapai ketika customer mendapatkan kepuasan terhadap produk/jasa yang ditawarkan atau value map dapat menjawab hal yang terdapat dalam customer profile. Kondisi fit sulit ditemukan dan dipelihara. Oleh karena itu, pembaruan dan inovasi terhadap produk/jasa harus terus dilakukan agar tetap relevan dengan kebutuhan customer, Kesimpulan atau kata Penutup Value Proposition Canvas (VPC) merupakan salah satu business model tools yang digunakan untuk untuk mengenal lebih dalam mengenai produk atau jasa yang akan dibuat atau dikembangkan dan menghubungkannya dengan keinginan pasar.

  • VPC merupakan tool yang cocok digunakan apabila sebuah perusahaan atau organisasi ingin membuat produk atau jasa yang berprinsip customer-oriented,
  • VPC juga cocok digunakan untuk organisasi karena penggunaannya membawa banyak keuntungan seperti membantu memahami pola dalam penentuan product value, membentuk diskusi tim yang lebih efektif dan efisien, serta Referensi : Varga, Daniella.
You might be interested:  Komponen Neraca Pembayaran Yang Termasuk Neraca Modal Di Debet Adalah?

(2020). How to Use Value Proposition Canvas : The Definitive Guide. https://www.digitalnatives.hu/blog/value-proposition-canvas/ Osterwalder, A., Pigneur, Y., Bernarda, G., Smith, A. (2014) Value Proposition Design: How to Create Products and Services Customers Want, John Wiley & Sons.

Apa saja yang menjadi fase fase channel?

Dalam Model Bisnis Canvas Yang Masuk Dalam Aspek Keuangan Adalah Sebelum membahas lebih jauh mengenai konsep ini, kita perlu memahami apa yang dimaksud Business Model. Menurut Alexander Osterwalder, Business Model adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business Model bersifat seperti blueprint untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses dan sistem.

Semua pelaku bisnis harus memiliki pemahaman yang sama terhadap Business Model sehingga diperlukan sebuah konsep yang dapat memberikan satu gambaran standar. Konsep ini harus simple, relevan dan mudah dipahami secara intuitif. Konsep inilah yang diberi nama 9 Building Blocks. Konsep ini sendiri telah diaplikasikan dan diuji coba di seluruh dunia dan telah digunakan di beberapa organisasi, seperti IBM, Ericsson, Deloitte, the Public Works and Government Services of Canada dan banyak lagi.9 Building Blocks 9 Building Block adalah konsep yang dapat mendeskripsikan dan menunjukkan logika bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan pendapatan (make money).9 Building Block mencakup empat area utama dalam bisnis, yaitu Customers, Offer, Infrastructure dan Financial Viability.

Konsep ini dapat menjadi satu bahasa bersama yang memudahkan kita untuk mendeskripsikan dan memanipulasi Business Model untuk membuat strategi baru.9 Elemen dalam 9 Building Blocks adalah: Customer Segments (CS) Value Propositions (VP) Channels (CH) Customer Relationship (CR) Revenue Streams (RS) Key Resources (KR) Key Activities (KA) Key Partnership (KP) Cost Structure (CS) Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai 9 Building Blocks.

  1. BMG-canvas 1.
  2. Customer Segments (CS) Customer Segments menunjukkan sekelompok orang atau organisasi berbeda, yang ingin digapai atau dilayani perusahaan.
  3. Customer adalah inti dari semua Business Model.
  4. Tanpa (profitable) customer, perusahaan tidak akan mampu bertahan lama.
  5. Untuk lebih memuaskan customer, perusahaan perlu mengelompokkan mereka ke dalam segmen yang berbeda berdasarkan kebutuhan, behaviour atau atribut yang lain.

Perusahaan harus mendefinisikan dengan jelas, mana segmen customer yang perlu dilayani, mana yang perlu dihindari. Kelompok Customer merepresentasikan segmen yang berbeda jika:

Mereka membutuhkan penawaran yang berbeda. Mereka dapat digapai melalui Distribution Channel yang berbeda. Mereka memerlukan jenis relationship yang berbeda. Mereka memiliki profitabilitas yang berbeda. Mereka mau membayar aspek yang berbeda dari sebuah penawaran.

Beberapa contoh segmen customer yang berbeda adalah mass market, niche market, segmented, diversified, multi-sided platforms.2. Value Propositions (VP) Value Proposition mendeskripsikan sejumlah produk atau layanan yang memberikan nilai (value) untuk segmen customer yang spesifik.

  1. Value Proposition adalah alasan mengapa customer berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain.
  2. Value Proposition memecahkan permasalahan customer atau memenuhi kebutuhannya.
  3. Value Proposition dapat bersifat inovatif serta merepresentasikan penawaran yang baru dan disruptive, atau bersifat sama atau sejenis dengan yang sudah ada namun dengan beberapa tambahan fitur atau atribut.

Value yang diberikan perusahaan contohnya adalah newness, performance, customization, “getting the job done”, design, brand/status, price, cost reduction, risk reduction, accessibility, convenience/usability.3. Channels (CH) Channels mendeskripsikan bagaimana perusahaan berkomunikasi dan menggapai segmen customer mereka untuk men-deliver Value Proposition.

Meningkatkan awareness dari customer terhadap produk atau jasa perusahaan. Membantu customer untuk mengevaluasi Value Proposition dari perusahaan. Memudahkan customer untuk membeli produk atau jasa. Men-deliver Value Proposition kepada customer. Menyediakan dukungan pelanggan (after-sales).

Channels dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Direct (tenaga penjual/sales, website, toko pribadi) dan Indirect (partner stores, wholesaler). Channels dapat dibedakan menjadi 5 fase, yaitu Awareness, Evaluation, Purchase, Delivery, After Sales.4. Customer Relationship (CR) Customer Relationship mendeskripsikan jenis relasi yang dibangun perusahaan dengan pelanggan.

  • Perusahaan harus menentukan jenis relasi dengan pelanggan, apakah personal atau automated.
  • Relasi yang dipilih akan sangat menentukan bagaimana customer experience yang akan dihasilkan.
  • Contoh dari Customer Relationship adalah personal assistance, dedicated personal assistance, self-service, automated service, communities, co-creation.5.

Revenue Streams Revenue Streams merepresentasikan cash yang di-generate dari tiap Customer Segment (biaya harus dikurangi dari pendapatan/revenue untuk mendapatkan nilai keuntungan). Perusahaan harus mengetahui value apa yang membuat Customer Segment mau membayar.

Revenue transaksi yang dihasilkan dari one-time customer payments Revenue berulang yang dihasilkan dari pembayaran terus-menerus untuk sebuah Value Proposition atau after sales customer support. Beberapa cara untuk menghasilkan Revenue Stream adalah Asset sale, Usage fee, Subscription fee, Lending/Renting/Leasing, Licensing, Brokerage fees, Advertising

6. Key Resources Key Resources mendeskripsikan aset atau sumber daya yang sangat penting (aset kunci) yang diperlukan untuk membuat sebuah Business Model berjalan. Sumber daya ini memungkinkan perusahaan untuk membuat dan menawarkan Value Proposition, menggapai pasar, me-maintain hubungan dengan Customer Segments dan mendapatkan revenue.

  • Tiap-tiap Business Model akan memerlukan Key Resources yang berbeda.
  • Ey Resources dapat berbentuk fisikal, finansial, intelektual atau manusia.
  • Ey Resources dapat dimiliki atau disewa oleh perusahaan atau didapatkan dari partner.
  • Contoh dari Key Resources adalah mesin, bangunan, brand, paten, hak cipta, human resource, uang dan lain-lain.7.

Key Activities Key Activities mendeskripsikan hal-hal penting (aktivitas) yang harus dilakukan perusahaan agar Business Model-nya berjalan. Key Activities dapat dikategorikan menjadi Production, Problem Solving dan Platform/Network. Contoh dari Key Activities adalah perusahaan konsultan memiliki problem solving sebagai Key Activities-nya.

Untuk manufaktur, supply chain management adalah salah satu Key Activities-nya.8. Key Partnerships Key Partnership mendeskripsikan jaringan supplier atau partner yang membuat sebuah Business Model berjalan. Perusahaan membentuk relasi dengan partner untuk banyak alasan sehingga partnership menjadi hal yang sangat penting bagi banyak Business Model.

Perusahaan membentuk aliansi untuk mengoptimalkan Business Model-nya, mengurangi resiko atau mendapatkan sumber daya tertentu. Partnerships dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

Strategic Alliances antara dua perusahaan yang bukan kompetitor. Cooperation, yaitu strategic partnership antara kompetitor. Joint Ventures untuk membangun bisnis baru. Buyer-Supplier relationship untuk menjamin supply yang handal.

Alasan dan motivasi untuk membangun partnership dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

Optimization and economy of scale. Reduction of risk and uncertainty. Acquisition of particular resources and activities.

9. Cost Structure Cost Structure mendeskripsikan semua biaya yang muncul untuk menjalankan sebuah Business Model. Biaya akan muncul ketika perusahaan membuat dan men-deliver value, me-maintain Customer Relationship dan lain-lain. Biaya-biaya tersebut akan mudah diidentifikasi setelah mendefinisikan Key Resources, Key Activities dan Key Partnership.

Apa yang dimaksud dengan revenue stream?

Apa itu Revenue Stream? – Revenue stream adalah beberapa sumber yang turut menambah pendapatan perusahaan. Pemasukan tersebut bisa didapatkan secara langsung melalui penjualan produk/jasa atau tidak langsung (misal investasi, hibah dan lainnya). Pada prinsipnya revenue stream diambil dari bahasa inggris yang berarti aliran pendapatan.

Maka dari itu, sangat penting bagi bisnis untuk mencatat sumber-sumber pendapatan agar bisa menjaga kesimbangan revenue stream yang diperoleh. Setiap perusahaan tentu memiliki lebih dari satu sumber pendapatan yang saling melengkapi. Dimana ketika satu sumber pendapatan ‘bermasalah’, maka tidak berdampak pada aliran pendapatan perusahaan secara general karena bisa ditutupi sumber lainnya.

Baca juga: Manajemen Risiko: Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya

Apa itu revenue stream dan contohnya?

Revenue stream vs revenue model – Sekilas, revenue stream mirip dengan revenue model, Akan tetapi, sejatinya, keduanya berbeda. Seperti dituliskan, revenue stream adalah sumber pemasukan perusahaan. Sumber pemasukan itu bisa hanya satu, namun bisa juga banyak.

  • Sementara itu, revenue model adalah strategi pengaturan revenue stream hingga sumber daya yang dibutuhkan untuk revenue stream tertentu.
  • Jadi, revenue stream merupakan bagian dari revenue model,
  • Ingin pelajari soal revenue model secara lebih mendalam? Glints punya artikel yang membahasnya secara tuntas.
You might be interested:  Koreksi Fiskal Yang Menyebabkan Terjadinya Bertambahnya Laba Kena Pajak Adalah?

Klik tombol di bawah untuk membacanya:

Apa itu resource dalam bisnis?

Resource (Sumber Daya) Manusia. Aku belajar banyak mengenai bisnis, salah satunya bagaimana membuat bisnis berjalan dengan visi yang baik dibarengi dengan adanya tim yang solid, tidak hanya itu hal penting lainnya yang menentukan seorang untuk tetap tinggal dalam suatu bisnis adalah profit.

tentulah suatu bisnis apapun, sebagus apapun idenya, sebaik apapun timnya, jika mereka tidak menghasilkan suatu profit, cepat atau lambat mereka akan ditinggalkan oleh para stakeholder, karena realitanya mereka tidak semua mengejar passion, mengejar mengenai value tapi financial dan kelangsungan hidup yang bisa ditawarkan oleh suatu bisnis/perusahaan.

Resource merupakan sumber daya yang membantu suatu bisnis bisa bergerak secara manusia, dialah yang menjadi kaki untuk berjalan sedikit demi sedikit untuk melakukan dan menjadikan visinya nyata. Tanpa itu, perusahaan juga tak bisa berjalan, kecuali memang ingin menggunakan full system untuk menjalankan semua operasional perusahaan.

Memang visi yang dibangun sangat menentukan suatu bisnis itu akan menjadi apa, namun tanpa dibarengi suatu proses yang menentukan apakah bisnis ini bisa menghasilkan adalah hal yang cukup klise. Terlebih, kita tidak bisa menjadi semua hal dalam suatu bisnis, untuk itulah perlunya suatu recrutment dalam bisnis.

misalnya saja suatu bisnis ecommerce, tentu ada bagian yang satu sama lainnya mengisi, entah itu marketing, administrator dan lainnya. Jika kita punya suatu bisnis, memangnya kita bisa mengerjakan semuanya sendiri? tentunya membagi tugas masing-masing untuk mencapai visi itu yang terpenting kan? memanfaatkan sebuah ide dengan mengkombinasikan kemampuan organisasi adalah penting untuk tetap menjaga atraktif suatu bisnis dan manajemen tim.

Apa hubungan key activities dan Key resources?

Key Activities – Apa itu key activities? Key activities adalah aktivitas bisnis atau seluruh kegiatan yang berkaitan langsung dengan operasional suatu produk. Tujuannya adalah untuk menghasilkan value proposition, Apabila key resources berhubungan dengan sumber daya, maka key activities lebih berfokus pada kegiatan bisnis yang Anda lakukan.

Product development : Yaitu kegiatan pengembangan produk atau produksi. Promosi : Yaitu strategi penyampaian produk pada customer. Misalnya kampanye pemasaran untuk branding bisnis dan strategi promosi, Platform atau Jaringan : Yaitu platform bisnis Anda, misalnya website, social media, atau saluran pemasaran lainnya.

Contoh key activities Key activities untuk BMC dengan niche bisnis kuliner brownies. Maka product developmentnya adalah pengadaan bahan baku untuk pembuatan brownies. Promosinya melalui digital dan tradisional marketing, Misalnya beriklan di Google Ads atau social media ( Instagram Ads, Twitter Ads, Facebook Ads ).

Apa yang dimaksud dengan key partner?

Strategi Peenrapan Key Partnership Key partners adalah pihak-pihak yang bisa Anda ajak kerjasama dengan tujuan untuk menyokong dan mengoptimalkan alokasi sumber daya, mengurangi resiko dan ketidakpastian persaingan, serta meningkatkan kinerja. Key partnership yang baik akan membentuk siklus bisnis yang lebih stabil.

  • Key Partners atau juga sering disebut Mitra Bisnis adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan kesuksesan para pebisnis.
  • Tipe mitra bisnis yang bisa membawa kemajuan bagi bisnis yaitu :
  • – Kepercayaan

Penilaian pertama untuk memilih mitra bisnis tentu seberapa besar perusahaan akan percaya kepada mitra bisnisnya.bentuk keprcayaan bisa dalam bentuk kualitas bahan baku, misalnya sesuai contoh diatas, bahan baku kopinya apakah alangsung dari petani kopi atau pedagang kopi tergantung jenis bisnisnya.

  1. – Persahabatan
  2. Tingkatan level mitra bisnis, dari tingkat kepercayaan dan persahabatan, tentu seceara bisnis mitra bisnis berdasarkan persahabatan akan lebih menguntungkan tingkat kepercayaannya.
  3. – Cukup Berpengalaman di Bidangnya
  4. Selain kepercayaan, persahabatan, tidak kalh pentingnya apabila mitra bisnis kita juga sangat atau cukup berpengalaman sesuai bidangnya, sehingga bisa meningkatn penjualan produk kita karena kualitas produk kita terjamin pasokan bahan bakunya misalnya.
  5. – Melengkapi Kekuatan
  6. Untuk mitra bisnis dalam hal melengkapi kekuatan, sebagai contoh sederhana, tempat usaha Kedai Kopi kita sewa dari sahabat kita yang sama-sama bergerak dibidang kopi, misalnya pemilik tempat tersebut juga mempunyai sahabat seorang anggota komunitas petani kopi, sehingga harga bahan baku kopinya bisa lebih murah dibanding membeli dari pedagang kopi.
  7. – Tanggung jawab yang seimbang
  8. Mitra bisnis dalam bidang tanggung jawab yang seimbang, misalnya mitra bisnis dalam deliveri produk kita yaitu kopi yang di jual di Kedai Kopi, tentu driver Gojek mempunyai tanggung jawan yang seimbang untuk melayani kecepatan delivery, agar dapat melayani konsumennya dengan puas.
  9. Oleh : Jajat Sudrajat

: Strategi Peenrapan Key Partnership

Apa yang dimaksud dengan model bisnis kanvas dan jelaskan komponen komponennya?

Bagi kamu yang memiliki bisnis atau baru membangun, pastinya kamu sudah pernah dengar istilah business model canvas, Business Model Canvas atau BMC merupakan sebuah strategi yang digunakan pelaku bisnis untuk menjabarkan ide atau konsep yang sudah ada ke dalam bentuk visual.

Apa itu BMC dan contohnya?

Artikel Business Model Canvas (BMC) adalah alat manajemen strategis untuk mendefinisikan serta mengkomunikasikan ide atau konsep bisnis dengan cepat dan mudah. BMC berbentuk dokumen satu halaman yang bekerja melalui elemen fundamental bisnis atau produk, serta menyusun ide dengan cara yang koheren.

  • Mengapa bisnis Anda memerlukan BMC?
  • – Untuk menggambarkan dengan cepat tentang apa yang dibutuhkan oleh suatu ide.
  • – Memungkinkan Anda untuk memahami proses yang diperlukan untuk membuat keterhubungan antara ide Anda hingga membuatnya menjadi suatu bisnis.
  • – Memperlihatkan seperti apa pengaruh keputusan pelanggan terhadap sistem bisnis.
  • – Memungkinkan setiap orang untuk mendapatkan ide yang jelas tentang gambaran bisnis.

Cara menggunakan BMC Value Proposition: Value Proposition adalah pondasi untuk segala bisnis/ produk. Value Proposition merupakan konsep dasar dari pertukaran nilai antara bisnis Anda dengan pelanggan/ klien Anda. Umumnya, value ditukar oleh customer dengan uang ketika masalah mereka diselesaikan oleh solusi bisnis/ produk yang Anda tawarkan.

  1. Pertanyaan yang perlu ditanyakan saat mendefinisikan bisnis/ produk adalah:
  2. – Masalah apa yang bisnis saya pecahkan?
  3. – Mengapa seseorang ingin masalah ini diselesaikan?
  4. – Apa motivasi yang mendasari masalah ini?

Tips: Cara yang baik untuk melakukan pendekatan ini bagi pengguna/ pelanggan adalah dengan melihat segmen pelanggan Anda dan mencari tahu di mana produk/ layanan Anda memecahkan masalah bagi pelanggan, berdasarkan Hierarki Kebutuhan Maslow. Jika Anda menjual produk atau layanan ke bisnis lain, Anda adalah mitra kunci bagi mereka untuk mencapai Value Proposition untuk konsumennya.

  • Hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat menentukan Customer Segments pada bisnis Anda:
  • – Untuk siapa kita memecahkan masalah?
  • – Siapa orang yang akan menghargai Value Proposition saya?
  • – Apakah mereka bisnis lain?
  • – Jika ya, apa karakteristik dari bisnis tersebut?
  • – Atau, apakah mereka orang lain?
  • – Apakah Value Proposition saya menarik bagi pria/ wanita atau bahkan keduanya?
  • – Apakah Value Proposition saya menarik bagi orang berusia 20 hingga 30 tahun atau remaja?
  • – Apa karakteristik dari orang yang mencari Value Proposition saya?

Hal lain yang perlu untuk diukur dan dipahami adalah ukuran market bisnis Anda, dan berapa banyak orang di Customer Segment. Hal ini akan membantu Anda memahami pasar dari perspektif mikro dan makro. Tempat yang tepat untuk mulai memahami pelanggan Anda adalah dengan membuat persona pelanggan untuk setiap Customer Segments Anda.

Customer Relationships Sekarang kita tahu Value Proposition dari bisnis kita dan telah mengembangkan Persona untuk lebih memahami Customer Segments atau ‘pelanggan’ kita, tetapi bagaimana hubungan yang kita miliki dengan pelanggan kita? Customer Relationships didefinisikan sebagai bagaimana bisnis berinteraksi dengan pelanggannya.

Jadi, apakah bisnis Anda bertemu langsung dengan mereka? Atau lewat telepon? Ataukah bisnis Anda sebagian besar dijalankan secara online sehingga hubungannya juga akan online?

  1. Beberapa contohnya adalah:
  2. – Secara langsung
  3. – Online
  4. – Acara
  5. – Telepon

Langkah yang akan membantu adalah membuat User Journey Map dari pelanggan saat mereka berinteraksi dengan bisnis Anda. User Journey Map akan membantu memperjelas poin keterlibatan antara Anda dengan pelanggan serta cara yang digunakan untuk berhubungan dengan pelanggan Anda.

  • Pertanyaan bagus untuk ditanyakan saat mengidentifikasi channels untuk menjangkau pelanggan Anda adalah:
  • – Bagaimana cara memberi tahu customer segment tentang value proposition dari bisnis kita?
  • – Dimana pelanggan kita?
  • – Apakah mereka ada di media sosial?
  • – Apakah mereka sedang mengendarai mobil dan mendengarkan radio?
  • – Apakah mereka ada di acara atau konferensi?
  • – Apakah mereka menonton TV?
  1. Contoh dari channels:
  2. – Media sosial
  3. – Surat elektronik (email marketing)
  4. – Networking
  5. – SEM (Search Engine Marketing)
  6. – SEO (Search Engine Opmisation)
  7. – Viral Marketing
  8. – Blogging
  9. – Penjualan dan promosi untuk komisi
  10. – Afiliasi
  11. – PR
  12. – Iklan sosial
  13. – Pameran perdagangan
  14. – Membangun komunitas
  15. – Iklan offline (billboard, TV, radio)
You might be interested:  Mengapa Penanggung Pajak Diterbitkan Surat Paksa?

Memahami cara menjangkau pelanggan sangat penting bagi bisnis Anda. Key Activities Key Activities bisnis/ produk adalah tindakan yang dilakukan bisnis Anda untuk mencapai value proposition bagi pelanggan Anda.

  • Pertanyaan untuk ditanyakan:
  • – Aktivitas apa yang dilakukan bisnis dalam mencapai value proposition bagi pelanggan?
  • – Sumber daya apa yang digunakan?
  • – Bagaimana waktunya?
  • – Bagaimana keahliannya?
  • – Bagaimana distribusi produknya?
  • – Bagaimana pengembangan teknisnya?
  • – Bagaimana strateginya?
  • – Tindakan apa yang diperlukan dilakukan untuk mencapai value exchange?
  1. Contoh:
  2. – Consulting
  3. – Designing
  4. – Pengembangan web
  5. – Baking
  6. – Driving

Key Resources Selanjutnya Anda harus memikirkan tentang sumber daya praktis apa yang diperlukan untuk mencapai key activities (tindakan) bisnis? Key artinya sumber daya yang dibutuhkan bisnis Anda untuk berbisnis.

  • Sumber daya ini adalah apa yang dibutuhkan secara praktis untuk melakukan tindakan/ aktivitas bisnis Anda:
  • – Ruang kantor
  • – Komputer
  • – Hosting
  • – Orang (staf)
  • – Koneksi internet
  • – Mobil
  • – Listrik

Key Partners Key Partners adalah daftar perusahaan/ pemasok/ pihak eksternal lain yang mungkin Anda perlukan untuk mencapai key activities bisnis dan memberikan value kepada pelanggan. Gambaran dari Key Partners yakni ‘jika bisnis saya tidak dapat mencapai value proposition sendirian, siapa lagi yang perlu saya andalkan untuk melakukannya?’.

  1. Cost Structures bisnis Anda didefinisikan sebagai biaya moneter operasi bisnis.
  2. – Berapa biaya untuk mencapai key activities bisnis saya?
  3. – Berapa biaya key resources dan key partnerships saya?
  4. – Berapa biaya untuk mencapai value proposition bagi pelanggan/ pengguna saya?
  5. – Apakah terdapat biaya tambahan untuk menjalankan bisnis?
  6. – Bagaimana hukumnya?
  7. – Bagaiamana pertanggungjawabannya?
  8. – Berapa biaya bisnis saya?
  9. – Berapa opportunity cost dalam menjalankan bisnis Anda?

Revenue Streams Revenue Streams didefinisikan sebagai cara bisnis Anda mengubah Value Proposition atau solusi untuk masalah pelanggan menjadi keuntungan finansial. Penting juga untuk memahami harga bisnis Anda sesuai dengan pain of purchase customer sebagai alat untuk menyelesaikan masalah bagi pelanggan Anda. Tapi bagaimana bisnis Anda mendapatkan penghasilan?

  • Terdapat banyak revenue stream yang bisa diaplikasikan:
  • – Pay per product (pay per view)
  • – Biaya layanan
  • – Fixed rate
  • – Subscription
  • – Dividen
  • – Referral
  • – Freemium

Written by: Muhammad Tegar Aditya, Tim Luarsekolah Masih bingung untuk mengaplikasikan Business Model Canvas bagi bisnis Anda? Jangan khawatir! Anda dapat mempelajarinya lebih dalam lagi, dengan mengkliknya di, : Artikel

Apa itu business Plan dan contohnya?

Bisnis Plan Makanan – Bisnis plan merupakan sebuah dokumen tertulis yang menceritakan mengenai rencana-rencana dan tujuan dari bisnis. Terdapat beberapa contoh bisnis plan sederhana yang bisa Anda buatnya, misalnya bisnis plan tentang makanan, minuman, dan lain sebagainya.

  • Dengan membuat bisnis plan, Anda bisa mengetahui secara jelas bisnis Anda mulai dari strukturnya, strategi bisnisnya, cara memasarkan bisnisnya, dan perhitungan bisnis yang akan dijalankan nantinya.
  • Bisnis plan ini dianggap sebagai sesuatu hal yang penting untuk dibuat dalam menjalankan sebuah bisnis.

Meskipun bisnis plan tidak dapat menjamin kesuksesan sebuah bisnis, tapi bisnis plan bisa memperkecil kegagalan bisnis atau usaha yang sedang dirintis. Dengan salah satu bisnis plan yaitu bisnis makanan. Bisnis makanan ini perlu dimulai secara terstruktur.

Apa sajakah tiga hal yang ada didalam value map?

How to create a Value Proposition Canvas – Observe Customer Using Customer Profile

  • Customer Profile dalam Value Proposition Canvas berisi karakteristik atau variabel yang mengidentifikasi konsumen. Customer Profile terdiri dari customer jobs, customer pains, dan customer gains.
  • Customer Jobs : Apa yang sedang dikerjakan oleh konsumer target (pekerjaan, masalah, kebutuhan, serta kepuasan yang ingin dipenuhi. Jenis jobs terdiri dari functional jobs, social jobs, dan personal/emotional jobs.
  • Customer Pains : Emosi yang negatif, hal-hal yang tidak dibutuhkan, situasi yang tidak diinginkan, dan resiko yang dialami customer,
  • Customer Gains : Tipe customer gains terdiri dari required gai n, expected gain, desired gain, dan unexpected gain, Customer Gains mendeskripsikan keuntungan yang diharapkan oleh customer baik secara fungsional, emosional, maupun biaya.

Create Value Using Value Map Value map adalah sebuah diagram yang membantu mendeskripsikan lebih spesifik mengenai nilai dari produk/layanan yang akan diberikan kepada customer. Value map memiliki bentuk persegi yang dibagi menjadi 3 bagian untuk menuliskan product value: products and services, pain relievers, dan gain creators.

Products and Service

  • Merupakan list dari produk/layanan yang diberikan dan item-item apa saja yang dapat digunakan oleh customer.
  • Produk/layanan diharapkan dapat membantu customer dalam menyelesaikan permasalahan fungsional, sosial, emosional, atau bahkan membantu memenuhi kebutusan dasar mereka.
  • Tentunya terlebih dahulu juga ditentukan segmentasi pasar serta target customer yang akan menggunakan produk yang dibuat.
  • Terdapat beberapa tipe product and service:
  1. Physical/tangible
  2. Intangible
  3. Digital
  4. Financial

Pain Relievers

  • Mengidentifikasi dengan tepat bagaimana produk/layanan dapat mengatasi secara spesifik masalah/kekurangan yang dialami customer.
  • Pengidentifikasian Pain Relievers tidak harus mengatasi setiap “pain” yang sebelumnya dideskripsikan dalam customer profile (tidak ada value proposition canvas yang bisa melakukan hal tersebut).
  • Value Proposition Canvas yang baik berfokus pada pengurangan beberapa “pain” yang sesuai dengan deskripsi produk.
  • Terdapat pertanyaan yang membantu dalam mengidentifikasikan Pain Relievers:
  1. Apakah produk/layanan dapat mengurangi waktu, biaya, atau usaha?
  2. Apakah produk/layanan dapat membuat customer merasa lebih baik?
  3. Apakah produk/layanan dapat mengurangi risiko yang dapat terjadi pada suatu hal tertentu?
  4. Apakah produk/layanan dapat menghilangkan hambatan yang dialami customer?
  5. dll.

Gain Creator

  • Mendeskripsikan bagaiman produk/layanan yang diberikan dapat memberikan keuntungan bagi customer.
  • Secara jelas menguraikan hasil dan manfaat dari produk/layanan yang diharapkan customer.
  • Seperti Pain Relievers, Gain Creator tidak harus menjawab setiap “gain” yang terdapat pada customer profile.
  • Untuk membantu mengidentifikasikan Customer Gain terdapat beberapa pertanyaan yang bisa dijawab:
  1. Apakah produk/layanan dapat menghasilkan penghematan dalam hal waktu, biaya, dan tenaga?
  2. Apakah produk/layanan dapat mempermudah pekerjaan customer?
  3. Apakah produk/layanan dapat menciptakan hasil yang positif terkait kesuksesan customer?
  4. Apakah produk/layanan dapat menyediakan sesuatu yang diinginkan customer?
  5. Apakah produk/layanan dapat memberikan rasa nyaman dan kesenangan kepada customer?
  6. dll.

Fit Customer Profile with Value Map Kondisi fit tercapai ketika customer mendapatkan kepuasan terhadap produk/jasa yang ditawarkan atau value map dapat menjawab hal yang terdapat dalam customer profile. Kondisi fit sulit ditemukan dan dipelihara. Oleh karena itu, pembaruan dan inovasi terhadap produk/jasa harus terus dilakukan agar tetap relevan dengan kebutuhan customer, Kesimpulan atau kata Penutup Value Proposition Canvas (VPC) merupakan salah satu business model tools yang digunakan untuk untuk mengenal lebih dalam mengenai produk atau jasa yang akan dibuat atau dikembangkan dan menghubungkannya dengan keinginan pasar.

  • VPC merupakan tool yang cocok digunakan apabila sebuah perusahaan atau organisasi ingin membuat produk atau jasa yang berprinsip customer-oriented,
  • VPC juga cocok digunakan untuk organisasi karena penggunaannya membawa banyak keuntungan seperti membantu memahami pola dalam penentuan product value, membentuk diskusi tim yang lebih efektif dan efisien, serta Referensi : Varga, Daniella.

(2020). How to Use Value Proposition Canvas : The Definitive Guide. https://www.digitalnatives.hu/blog/value-proposition-canvas/ Osterwalder, A., Pigneur, Y., Bernarda, G., Smith, A. (2014) Value Proposition Design: How to Create Products and Services Customers Want, John Wiley & Sons.

Apa yang dimaksud dengan model bisnis kanvas dan jelaskan komponen komponennya?

Bagi kamu yang memiliki bisnis atau baru membangun, pastinya kamu sudah pernah dengar istilah business model canvas, Business Model Canvas atau BMC merupakan sebuah strategi yang digunakan pelaku bisnis untuk menjabarkan ide atau konsep yang sudah ada ke dalam bentuk visual.