Dalam Pencatatan Keuangan Desa Menggunakan Basis Kas Yang Artinya?

Dalam Pencatatan Keuangan Desa Menggunakan Basis Kas Yang Artinya
Laporan Keuangan Desa Dari Basis Kas Menuju Basis Akrual Laporan Keuangan Desa yang disusun oleh Pemerintah Desa saat ini masih menggunakan basis kas dalam menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan atas pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran.

Sesuai dengan perkembangan jaman, Laporan Keuangan Desa diarahkan menggunakan basis akrual dalam menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan atas aset, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca. Salah satu tujuan Laporan keuangan Desa disusun yaitu dalam rangka menyajikan informasi realisasi anggaran dan posisi keuangan pemerintah desa yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi kebijakan/keputusan lalu dan merencanakan kebijakan di masa yang akan datang.

Selain itu, laporan keuangan pemerintah desa sebagai bentuk pertanggungjawaban (akuntabilitas) pemerintah desa atas sumber daya yang dikelola dan/atau dipercayakan kepada Pemerintah Desa. Adapun perbedaan penyusunan laporan keuangan Desa dari basis kas yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar, sementara basis akrual yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

Untuk keperluan tersebut, saat ini tengah dalam proses penyusunan Standar Pelaporan Keuangan Pemerintah Desa oleh Komite Standar Akuntasi Pemerintahan (KSAP) sebagai komite independen yang ditunjuk Undang-Undang sebagai penyusun standar. Dengan demikian, tidak ada salahnya Pemerintah Desa mulai dari sekarang mengenal terlebih lebih dulu konsep publikasian Standar Pelaporan Keuangan Pemerintah Desa sebagai persiapan agar lebih paham sebelum diimplementasikan secara nasional nantinya.

KPPN Watampone yang telah mendedikasikan diri untuk bisa menjadikan Desa Mallari, Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone sebagai desa role model dalam tata kelola keuangan desa telah melakukan pendampingan secara langsung (luring) maupun daring (online) yang juga bisa diikuti oleh Desa lainnya, dalam tema Bedah Laporan Keuangan Desa.

Melalui kegiatan tersebut, disampaikan bagaimana penyusunan Laporan Keuangan Desa berbasis akrual, hal yang sama telah diterapkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah selama ini dan mendapatkan opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Adanya Neraca dalam penyusunan basis akrual dalam Laporan Keuangan Desa, tentunya menjadi hal baru bagi Pemerintah Desa.

Neraca Desa memberikan informasi mengenai Aset (kekayaan) dan Kewajiban entitas pemerintah Desa pada tanggal dan perubahan kekayaan selama periode berjalan. Informasi ini diperlukan pengguna untuk melakukan penilaian terhadap entitas Pemerintah Desa dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan Desa di masa mendatang.

Hal penting sebelum penerapan penyusunan Laporan Keuangan Desa basis akrual, pemerintah Desa mulai dari sekarang juga perlu melakukan pendataan Aset Desa untuk penilaian awal Aset, melalui inventarisasi fisik, catatan, laporan, atau dokumen sumber lainnya. Melalui pencatatan Aset Desa yang tertib akan memudahkan dalam penyusunan penilaian awal Aset, baik berdasarkan nilai perolehan maupun nilai taksiran.

Desa juga harus memulai membuat Daftar Barang Inventaris setiap Ruangan maupun Daftar Inventaris Lainnya, termasuk pencatatan keluar masuk barang persediaan. Di sisi lain, apabila Pemerintah Desa memilki Kewajiban Desa juga akan ditampilkan dalam Neraca, yang diakui pada saat dana pinjaman diterima atau saat kewajiban timbul dan dicatat sebesar nilai nominalnya.

Selain itu, Pemerintah Desa juga harus mengungkapkan semua informasi penting, baik yang telah tersaji dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Neraca maupun yang tidak tersaji, pada Catatan atas Laporan Keuangan Desa (CaLK Desa). Saat ini, Pemerintah Desa telah menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sebagai alat bantu dalam penatausahaan keuangan Desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban.

Dengan demikian, bila penerapan Laporan Keuangan Desa basis akrual tinggal dilakukan penyesuaian seperlunya. Menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Desa sebelum penerapan penyusunan Laporan Keuangan Desa basis akrual dengan mengadakan pembelajaran akuntansi, bimbingan teknis dan whorkshop basis akrual bagi Pengelola Keuangan Desa.

Singkat kata, melalui perubahan Laporan Keuangan Desa dari basis kas menuju basis akrual nantinya akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta bermanfaat bagi para pengguna laporan atas penyajian data yang akurat, lengkap dan andal dalam Laporan Keuangan Desa. disclaimer “Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak merepresentasikan sikap atau pendapat tempat penulis bekerja”.

Kepala KPPN Watampone Rintok Juhirman KPPN Watampone Jl.K.H. Agus Salim No.7, Macege, Tanete Riattang Barat, Watampone, Sulawesi Selatan 92732 Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI Manajemen Portal DJPb – Gedung Djuanda I Lt.9 Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt.1 Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta Pusat 10710 Call Center: 14090 Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

Apa yg dimaksud dengan basis kas?

Perbedaan dari Akuntansi Basis Akrual (Accrual Basis) dengan Akuntansi Basis Kas (Cash Basis) – Home » News » Perbedaan dari Akuntansi Basis Akrual (Accrual Basis) dengan Akuntansi Basis Kas (Cash Basis)

Currently 4.62/10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Rating: 4.6 /10 (50 votes cast) Di dalam sebuah perusahaan pada saat mencatat keuangan harus menggunakan basis akuntansi. Karena menggunakan basis akuntansi ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kapan pengaruh transaksi atau kejadian harus diakui. Tentu saja setiap perusahaan menggunakan basis akuntansi yang berbeda-beda, ini tergantung dari sebuah perusahaan tersebut.

Dan setiap basis akuntansi memiliki kelemahan dan kelebihan, dan basis akuntansi ini memiliki 2 jenis yakni basis akrual dan basis kas. Berikut ini perbedaan dari akuntansi basis akrual (accrual basis) dengan akuntansi basis kas (cash basis) Basis akrual (accrual basis) yaitu sebuah teknik pencatatan akuntansi, yang pencatatannya dilakukan saat terjadinya transaksi walaupun kas belum diterima.

Dalam pencatatan menggunakan basis akrual ini tentu akan lebih akurat, dan dengan menggunakan basis akrual aset, kewajiban dan ekuitas mudah diukur. Di dalam basis akrual sebuah pendapatan akan diakui ketika perusahaan memiliki hak untuk melakukan penagihan dari hasil transaksi.

  • Dan menggunakan basis akrual ini tidak memperdulikan kapan kas akan diterima, dan kapan kas dikeluarkan.
  • Pengakuan biaya di dalam basis akrual ini ketika kewajiban membayar sudah jatuh tempo.
  • Dan biaya tersebut sudah dapat diakui ketika kewajiban membayar sudah terjadi, meskipun kas belum dikeluarkan.

Basis kas (cash basis) yakni sebuah metode pencatatan di dalam akuntansi, yang hanya mencatat transaksi, jika ada penerimaan atau pengeluaran kas. Jadi, meski ada transaksi yang terjadi, misalnya hutang atau piutang. Tetapi karena tidak adanya kas yang masuk atau keluar, maka transaksi ini tidak dicatat jika menggunakan metode basis kas.

Apa yang dimaksud dengan basis kas dan basis akrual?

Accrual Basis dan Cash Basis Istilah accrual basis mungkin menjadi hal baru bagi orang awam dibidang keuangan. Kecuali, bagi mahasiswa akuntansi atau orang-orang yang sudah terbiasa menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan accrual basis adalah pencatatan pendapatan dan biaya pada periode saat terjadinya suatu transaksi, bukan pencatatan laporan keuangan saat pendapatan diterima ataupun dibayarkan seperti yang biasa ditemukan dalam laporan keuangan berbasis kas ( cash basis ). Misalnya perusahaan telah mengirimkan produk atau melakukan layanan ke customer. Perusahaan memberikan periode kredit atau jangka waktu pembayaran selama 30 hari. Perusahaan akan dibayar setelah 30 hari sejak pengiriman terjadi. Dalam metode laporan keuangan accrual, pencatatan pendapatan dilakukan ketika perusahaan memberikan produk atau melakukan layanan, bahkan sebelum transaksi tunai sebenarnya dilakukan. Sedangkan dalam pencatatan berbasis kas, perusahaan akan mencatat pendapatan setelah menerima pembayaran dari customer. Selain mencatat transaksi pengeluaran dan penerimaan kas, jenis laporan keuangan ini juga mencatat jumlah utang dan piutang perusahaan. Oleh karena itu, akuntansi accrual basis mampu memberikan gambaran lebih akurat terhadap kondisi keuangan perusahaan daripada laporan akuntansi berbasis kas. Penggunaan accrual basis pada laporan keuangan memiliki kompleksitas lebih tinggi dibandingkan dengan cash basis, Cash Basis Vs Accrual Basis, Manakah yang Lebih Baik? Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika sebuah usaha masih berada pada tahap merintis atau pilihan pembayaran yang digunakan hanya dengan uang tunai saja, maka dapat memilih cash basis karena kemudahannya. Namun, jika suatu usaha memiliki perputaran bisnis besar yang melibatkan transaksi kompleks seperti pinjaman, pembayaran, inventaris, kreditor, cadangan serta piutang, akan lebih baik menggunakan metode accrual basis, Metode ini dianggap menunjukkan gambaran yang lebih baik tentang profitabilitas bisnis dan operasinya. Faktor yang Membedakan Cash Basis dan Accrual Basis · Waktu Akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas memiliki perbedaan waktu pencatatan. Pada accrual basis pencatatan segera dilakukan setelah terjadinya transaksi, sedangkan pada cash basis pencatatan dilakukan setelah terjadinya penerimaan uang. · Ketepatan Akuntansi berbasis kas kurang efektif digunakan dalam jangka panjang. Kemungkinan hal ini bisa memberikan waktu yang sangat lama bagi perusahaan untuk menerima dana dari penjualan yang telah dilakukan. Dalam pandangan bisnis, ini sangat merugikan dan tidak ada kontrol pada transaksi non-tunai yang mungkin lebih kompleks. Sedangkan akuntansi berbasis akrual memiliki representasi yang lebih akurat dan memberikan gambaran nyata tentang posisi bisnis secara real-time, · Arus kas Cash basis memberi gambaran secara lebih akurat terhadap arus kas yang masuk dan keluar dari sistem. Sedangkan untuk akuntansi berbasis akrual lebih sulit merepresentasikan laporan kas yang benar. Banyak akuntan perusahaan harus membuat laporan arus kas terpisah ketika menggunakan laporan dengan jenis accrual basis, · Kemudahan Penggunaan Pencatatan dan pemeriksaan laporan keuangan dalam model cash basis bisa dikatakan lebih mudah karena hanya membutuhkan lebih sedikit entri jurnal. Berbeda dengan akuntansi berbasis akrual yang membutuhkan lebih banyak entri jurnal pada setiap transaksi yang terjadi. · Penerapan Industri Metode cash basis bukanlah metode yang cocok untuk bisnis dengan arus modal besar dan perputaran bisnis yang cepat. Misalnya konstruksi atau manufaktur. Jenis laporan keuangan ini umumnya dipakai oleh usaha kecil atau usaha yang sedang berkembang. Bisnis dengan tingkat perputaran produksi yang cepat dan modal yang lebih besar banyak menggunakan metode akuntansi accrual basis, · Analisis Tren Dalam metode cash basis, ada celah waktu pencatatan dari kejadian aktual dan pencatatan, karena penulisan laporan keuangan hanya dilakukan ketika dana berpindah tangan. Karena itu analisis tren tidak mungkin dilakukan. Sedangkan untuk metode accrual basis yang mencatat setiap transaksi, ada representasi yang akurat pada setiap transaksi yang terjadi. Dengan demikian pola penjualan dan pengeluaran lebih mudah untuk dianalisis.

Basis apakah yang digunakan dalam akuntansi Desa jelaskan?

Laporan Keuangan Desa Dari Basis Kas Menuju Basis Akrual Laporan Keuangan Desa yang disusun oleh Pemerintah Desa saat ini masih menggunakan basis kas dalam menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan atas pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran.

Sesuai dengan perkembangan jaman, Laporan Keuangan Desa diarahkan menggunakan basis akrual dalam menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan atas aset, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca. Salah satu tujuan Laporan keuangan Desa disusun yaitu dalam rangka menyajikan informasi realisasi anggaran dan posisi keuangan pemerintah desa yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi kebijakan/keputusan lalu dan merencanakan kebijakan di masa yang akan datang.

You might be interested:  Contoh Laporan Keuangan Gereja Yang Sederhana?

Selain itu, laporan keuangan pemerintah desa sebagai bentuk pertanggungjawaban (akuntabilitas) pemerintah desa atas sumber daya yang dikelola dan/atau dipercayakan kepada Pemerintah Desa. Adapun perbedaan penyusunan laporan keuangan Desa dari basis kas yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar, sementara basis akrual yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

Untuk keperluan tersebut, saat ini tengah dalam proses penyusunan Standar Pelaporan Keuangan Pemerintah Desa oleh Komite Standar Akuntasi Pemerintahan (KSAP) sebagai komite independen yang ditunjuk Undang-Undang sebagai penyusun standar. Dengan demikian, tidak ada salahnya Pemerintah Desa mulai dari sekarang mengenal terlebih lebih dulu konsep publikasian Standar Pelaporan Keuangan Pemerintah Desa sebagai persiapan agar lebih paham sebelum diimplementasikan secara nasional nantinya.

KPPN Watampone yang telah mendedikasikan diri untuk bisa menjadikan Desa Mallari, Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone sebagai desa role model dalam tata kelola keuangan desa telah melakukan pendampingan secara langsung (luring) maupun daring (online) yang juga bisa diikuti oleh Desa lainnya, dalam tema Bedah Laporan Keuangan Desa.

  1. Melalui kegiatan tersebut, disampaikan bagaimana penyusunan Laporan Keuangan Desa berbasis akrual, hal yang sama telah diterapkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah selama ini dan mendapatkan opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
  2. Adanya Neraca dalam penyusunan basis akrual dalam Laporan Keuangan Desa, tentunya menjadi hal baru bagi Pemerintah Desa.

Neraca Desa memberikan informasi mengenai Aset (kekayaan) dan Kewajiban entitas pemerintah Desa pada tanggal dan perubahan kekayaan selama periode berjalan. Informasi ini diperlukan pengguna untuk melakukan penilaian terhadap entitas Pemerintah Desa dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan Desa di masa mendatang.

  • Hal penting sebelum penerapan penyusunan Laporan Keuangan Desa basis akrual, pemerintah Desa mulai dari sekarang juga perlu melakukan pendataan Aset Desa untuk penilaian awal Aset, melalui inventarisasi fisik, catatan, laporan, atau dokumen sumber lainnya.
  • Melalui pencatatan Aset Desa yang tertib akan memudahkan dalam penyusunan penilaian awal Aset, baik berdasarkan nilai perolehan maupun nilai taksiran.

Desa juga harus memulai membuat Daftar Barang Inventaris setiap Ruangan maupun Daftar Inventaris Lainnya, termasuk pencatatan keluar masuk barang persediaan. Di sisi lain, apabila Pemerintah Desa memilki Kewajiban Desa juga akan ditampilkan dalam Neraca, yang diakui pada saat dana pinjaman diterima atau saat kewajiban timbul dan dicatat sebesar nilai nominalnya.

  1. Selain itu, Pemerintah Desa juga harus mengungkapkan semua informasi penting, baik yang telah tersaji dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Neraca maupun yang tidak tersaji, pada Catatan atas Laporan Keuangan Desa (CaLK Desa).
  2. Saat ini, Pemerintah Desa telah menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sebagai alat bantu dalam penatausahaan keuangan Desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban.

Dengan demikian, bila penerapan Laporan Keuangan Desa basis akrual tinggal dilakukan penyesuaian seperlunya. Menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Desa sebelum penerapan penyusunan Laporan Keuangan Desa basis akrual dengan mengadakan pembelajaran akuntansi, bimbingan teknis dan whorkshop basis akrual bagi Pengelola Keuangan Desa.

  • Singkat kata, melalui perubahan Laporan Keuangan Desa dari basis kas menuju basis akrual nantinya akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta bermanfaat bagi para pengguna laporan atas penyajian data yang akurat, lengkap dan andal dalam Laporan Keuangan Desa.
  • Disclaimer “Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak merepresentasikan sikap atau pendapat tempat penulis bekerja”.

Kepala KPPN Watampone Rintok Juhirman KPPN Watampone Jl.K.H. Agus Salim No.7, Macege, Tanete Riattang Barat, Watampone, Sulawesi Selatan 92732 Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI Manajemen Portal DJPb – Gedung Djuanda I Lt.9 Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt.1 Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta Pusat 10710 Call Center: 14090 Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

Basis apa yang digunakan dalam akuntansi pemerintahan?

2. Berbasis Akrual – Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual, yaitu mengakui pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBN/APBD.

Basis Akrual untuk neraca berarti aset, kewajiban, dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi. Atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memerhatikan saat uang kas dan setara kas di terima atau di bayar (PP No.71 tahun 2010). SAP berbasis akrual di terapkan dalam lingkungan pemerintah yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan organisasi di lingkungan pemerintah pusat/daerah, jika menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan (PP No.71 Tahun 2010).

Karena akuntansi adalah hal penting yang mendasari lahirnya Standar Akuntansi Pemerintahan dalam akuntansi pemerintah, Maka dari itu perlu dipahami bahwa konsep dasar akuntansi yang dimulai dari pencatatan yang baik akan memudahkan pengolahan dan pelaporan bagi keperluan pemerintah.

  1. Hal ini juga membantu mempermudah perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan dari pemerintah.
  2. Contoh sederhana adalah dalam hal pengelolaan pajak di perusahaan,
  3. Jika perusahaan mampu mengelola keuangan dan membayar pajak dengan tepat waktu, maka pemerintah pun melihat bahwa perusahaan Anda memiliki kredibilitas yang baik.

Sehingga memudahkan Anda untuk bekerja salam dengan perusahaan lain. Sebaliknya, ketika perusahaan Anda memiliki sistem pengelolaan keuangan yang buruk dan terlambat membayar pajak, maka pemerintah pun akan melabeli perusahaan Anda sebagai perusahaan dengan kredibilitas yang kurang baik.

Mengapa pemerintah masih menggunakan basis kas?

Basis Kas – Basis Kas adalah basis akuntansi yang mengakui, mencatat, dan menyajikan suatu transaksi/kejadian apabila terjadi perubahan kas, baik bertambah (kas masuk) atau berkurang (kas keluar). Fokus pengukuran pada basis kas adalah sumber daya kas ( cash resources ).

Pencatatan utama basis kas adalah pada penerimaan dan pengeluaran kas. Penerimaan diakui ketika kas telah benar-benar diterima dan pengeluaran diakui ketika telah dilakukan pembayaran secara kas. Laporan yang umumnya dihasilkan adalah laporan penerimaan dan pengeluaran kas. Basis kas sebenarnya juga bisa menghasilkan neraca namun isinya hanya sebatas kas dan ekuitas.

Kelebihan basis kas adalah mudah dimengerti dan dijelaskan, mudah mencari petugas akuntansi karena tidak perlu keahlian yang tinggi dalam konsep akuntansi, dan laporannya mampu memperlihatkan secara langsung sumber-sumber keuangan, alokasi keuangan berikut realisasi penggunaannya.

Apa kelebihan basis kas?

Akuntansi merupakan proses pencatatan transaksi keuangan tentang pengukuran, penjabaran atau pemberi kepastian mengenai informasi keuangan yang akan diberikan kepada pihak terkait baik pribadi, investor ataupun pemilik usaha. Dalam akuntansi terdapat dua pencatatan yang berlaku umum, yaitu metode cash basis dan accrual basis,

Cash basis merupakan proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat terjadi penerimaan atau pengeluaran kas. Pada cash basis, pendapatan baru diakui ketika kas/uang sudah diterima, meskipun barang atau jasa sudah diberikan kepada konsumen. Sedangkan biaya baru diakui ketika kas/uang sudah dikeluarkan pada saat membayar barang tersebut.

Accrual basis merupakan proses pencatatan transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat terjadinya transaksi, walaupun kas belum diterima atau dikeluarkan. Pada metode pencatatan ini pendapatan dicatat saat terjadi penjualan meskipun kas belum diterima, begitu pula dengan biaya akan dicatat saat biaya tersebut dipakai atau digunakan meski belum mengeluarkan kas.

  1. Kelebihan cash basis:
    • Pendapatan diakui pada saat diterimanya kas, sehingga mencerminkan posisi yang sebenarnya.
    • Laporan keuangan yang disajikan memperlihatkan posisi keuangan yang ada pada saat laporan tersebut terjadi
    • Perusahaan tidak perlu membuat pencadangan untuk kas yang belum tertagih
  1. Kekurangan cash basis
    • Metode cash basis tidak mencerminkan laporan keuangan yang sesungguhnya
    • Dapat menurunkan perhitungan pendapatan bank, karena adanya pengakuan pendapatan sampai kas/uang diterima
    • Manajemen kesulitan untuk menentukan kebijakan, karena selalu berpatokan pada kas

Kelebihan accrual basis

  • Informasi yang didapat lebih akurat, jelas dan bisa dipercaya
  • Menunjukkan gambaran pendapatan, walaupun kas belum diterima
  • Lebih mudah digunakan untuk pengukuran Aset, Kewajiban dan Ekuitas

Kekurangan accrual basis

  • Resiko pendapatan tak tertagih
  • Perusahaan tidak bisa menentukan waktu kapan pendapan bisa diterima
  • Bisa mengakibatkan penurunan ekuitas akibat dari penyusutan dan amortisasi

Nah, dari kedua model pencatatan ini tidak ada yang bisa dikatakan benar dan salah karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut yang dapat kami sampaikan mengenai 2 metode pencatatan akuntansi. Jika ada pertanyaan lain yang terkait, anda dapat menghubungi Customer Service LEGALKU untuk segera dihubungkan dengan ahli kami.

Bagaimanakah pemakaian basis akrual?

Bagaimanakah pemakaian basis akuntansi dan basis akrual untuk pelaporan keuangan pemerintah daerah

Jawaban: Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa aset, kewajiban, dan ekuitas diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Penjelasan:

Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasar basis kas, maka Laporan Realisasi Anggaran (LRA) disusun berdasarkan basis kas, berarti pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara / Daerah atau oleh entitas pelaporan; serta belanja, transfer dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara / Daerah.

Apa basis yang digunakan dalam pencatatan realisasi anggaran?

BASIS AKUNTANSI DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH Paragraf 42 Standar Akuntansi Pemerintah menyebutkan bahwa Basis Akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah adalah basis akrual, untuk pengakuan pendapatan-LO, beban, aset, kewajiban, dan ekuitas. Basis Akrual adalah “penyandingan pendapatan dan biaya pada periode di saat terjadinya”.

Dalam hal peraturan perundangan mewajibkan disajikannya laporan keuangan dengan basis kas, maka entitas wajib menyajikan demikian. Basis akrual untuk Laporan Operasional (LO) berarti bahwa pendapatan diakui pada saat hak untuk memperoleh pendapatan telah terpenuhi walaupun kas belum diterima di rekening Kas Umum Negara / Daerah atau oleh entitas pelaporan dan beban diakui pada saat kewajiban yang mengakibatkan penurunan nilai kekayaan bersih telah terpenuhi walaupun kas belum dikeluarkan dari rekening Kas Umum Negara / Daerah atau entitas pelaporan.

Pendapatan seperti bantuan pihak luar/asing dalam bentuk jasa disajikan pula pada Laporan Operasional. Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasar basis kas, maka Laporan Realisasi Anggaran (LRA) disusun berdasarkan basis kas, berarti pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara / Daerah atau oleh entitas pelaporan; serta belanja, transfer dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara / Daerah.

Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa aset, kewajiban, dan ekuitas diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.Berikut beberapa Contoh Jurnal Basis Akrual :Pendapatan – LO

Pendapatan YMHD / Piutang xxx
Pendapatan – LO xxx

Beban

Beban xxx
Beban YMHD / Utang Belanja xxx

Aset

Beban Penyusutan Aset xxx
Akumulasi Penyusutan Aset xxx

Persediaan

Beban Persediaan xxx
Persediaan xxx

Penyisihan Piutang

Beban penyisihan piutang xxx
Penyisihan piutang xxx

Penghapusan Piutang

Beban Penghapusan Piutang xxx
Piutang xxx

Sumber : tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) : BASIS AKUNTANSI DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH

Apa manfaat dari basis akrual?

Pemerintah Indonesia menerapkan basis akuntansi akrual karena basis ini memiliki manfaat yaitu memberikan gambaran yang utuh atas posisi keuangan pemerintah, menyajikan informasi yang sebenarnya mengenai hak dan kewajiban pemerintah, bermanfaat dalam mengevaluasi kinerja pemerintah terkait biaya jasa layanan, efisiensi

Bagaimana basis pengelolaan dalam keuangan desa?

Tantangan dan Masalah Implementasi Akuntansi Desa Tantangan dan Masalah Implementasi Akuntansi Desa Pengelolaan Keuangan Desa Pengelolaan keuangan Desa meliputi:

Perencanaan; Pelaksanaan; Penatausahaan; Pelaporan; dan Pertanggungjawaban Pengelolaan keuangan Desa dapat dilakukan dengan menggunakan sistem informasi yang dikelola Kementerian Dalam Negeri

PENGETAHUAN AKUNTANSI AKUNTANSI adalah “seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang, dan penginterpretasian hasil proses tersebut.” (Suwardjono).

You might be interested:  Transaksi Yang Mengakibatkan Penurunan Modal Adalah?

Dari sudut bidang studi, AKUNTANSI diartikan sebagai “seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif suatu unit organisasi dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik.”Dari sudut proses atau kegiatan praktik, AKUNTANSI diartikan sebagai “proses pengidentifikasian, pengukuran, pengakuan (pencatatan), pengklasifikasian, penggabungan, peringkasan, dan penyajian data keuangan dasar yang terjadi dari kejadian-kejadian, transaksi-transaksi, atau kegiatan operasi suatu unit organisasi dengan cara tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pihak yang berkepentingan.”Pengelolaan Keuangan Desa

Pengelolaan keuangan Desa dilakukan dengan Basis Kas. Basis Kas merupakan pencatatan transaksi pada saat kas diterima atau dikeluarkan dari rekening kas Desa. Keuangan Desa dikelola berdasarkan asas-asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.

Basis Akuntansi

Basis kas (cash basis) Basis akrual (accrual basis) Basis kas modifikasian (modified cash basis) Basis kas menuju akrual (cash toward accrual) Basis akrual modifikasian (modified accrual basis)

Kondis saat ini dalam penerapan basis Kas di Pengelolaan Keuangan Desa

Penggunaan Aplikasi Siskeudes, Sipades, dan aplikasi lainnya membantu proses pengelolaan keuangan desa. Dalam hal basis Kas, masih ada beberapa laporan yang diharuskan secara peraturan (Permendagri 20/2018) yang belum banyak disusun oleh Desa, salah satunya adalah Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) yang didalamnya diharapkan memiliki informasi tentang kewajiban, piutang maupun catatan asset tetap yang dimiliki. Pencatatan Aset dengan Sipades masih trial, sehingga belum dapat dilaksanakan di seluruh Desa di Indonesia. Kondisi kesiapan kapasitas Perangkat Desa di seluruh Indonesia dalam melaksanakan pengelolaan Keuangan Desa secara utuh belum sesuai dengan harapan.

Selengkapnya tentang Tantangan dan Masalah Implementasi Akuntansi Desa di bawah ini: Oleh: Andy Dwi Bayu Bawono, Ph.D Akademisi dan Praktisi Pengelolaan Keuangan Desa Tags: : Tantangan dan Masalah Implementasi Akuntansi Desa

Bagaimana perbedaan penerapan basis kas dan basis akrual yang diterapkan oleh pemerintah saat ini?

Basis kas mengakui transaksi pada saat kas diterima atau dibayar, sedangkan basis akrual mengakui transaksi pada saat terjadi. Laporan keuangan dalam basis akrual terdiri dari aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan belanja. Perbedaan dari penerapan kedua basis ini dapat dilihat dari laporan keuangan yang dihasilkan.

Apa itu accrual basis dan contohnya?

Mengenal Akrual Basis – Dalam dunia akuntansi, dikenal adanya basis akuntansi. Yang dimaksud dengan basis akuntansi adalah prinsip-prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui untuk penggunaan pada laporan keuangan.

  • Secara umum, terdapat dua basis akuntansi yaitu kas basis (cash basis) dan akrual basis (accrual basis).
  • Perbedaan besar antara dua basis ini terletak pada bagaimana perusahaan mampu melaporkan pendapatan dan bebannya.
  • Pada kas basis, perusahaan akan mengakui pendapatan hanya bila sudah menerima pembayaran tunai.

Dan juga akan mencatat pengeluaran saat sudah melakukan pembayaran tunai. Artinya, pengakuan pendapatan dan pengeluaran hanya terjadi saat uang sudah berpindah tangan. Sedangkan yang diterapkan pada akrual basis adalah perusahaan dapat mengakui adanya pendapatan atau beban walaupun belum menerima ataupun melakukan pembayaran secara tunai.

  • Akrual basis atau dasar akrual adalah suatu basis akuntansi bilamana transaksi ekonomi atau peristiwa akuntansi diakui, dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan langsung pada saat terjadinya transaksi tersebut, tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan.
  • Akrual basis adalah cara melakukan pencatatan berdasarkan apa yang seharusnya menjadi pendapatan dan beban perusahaan pada suatu periode.
  • Dengan begitu, suatu perusahaan akan mencatat pendapatannya berdasarkan seluruh pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan, terlepas apakah hak ini telah diwujudkan dalam bentuk penerimaan kas atau tidak, demikian juga dengan beban.
  • Bisa juga disebut bahwa akrual basis atau dasar akrual adalah cara yang digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana.
  • Ada dua pilar yang dijadikan sebagai konsep dasar akrual basis, yaitu:
  • 1. Pengakuan Pendapatan

Pengakuan pendapatan pada akrual basis adalah pada saat perusahaan memiliki hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep akrual basis, kapan saatnya kas benar-benar diterima merupakan hal yang kurang penting. Lantaran itulah, dalam akrual basis muncul yang disebut dengan estimasi piutang tak tertagih, karena penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.2.

Kapan basis kas dan basis akrual digunakan?

1. Periode – Perbedaan mendasar antara basis akrual dengan basis kas adalah periode pencatatan. Pencatatan pada accrual basis dilakukan sesudah transaksi, sedangkan pencatatan pada cash basis dilakukan sebelum transaksi atau sesudah uang diterima perusahaan.

Apa yang membedakan basis kas dengan basis akrual pada pencatatan akuntansi keuangan daerah?

Faktor Pembeda Accrual Basis dan Cash Basis adalah – Di atas sudah dijelaskan mengenai definisi accrual basis dan cash basis, Untuk lebih memahami perbedaannya, berikut akan dijabarkan faktor apa saja yang menjadi pembeda di antara kedua jenis laporan keuangan tersebut.a.

  1. Jangka Waktu Salah satu perbedaan mendasar antara accrual basis dan cash basis adalah waktu pencatatan.
  2. Pada accrual basis, pencatatan dilakukan setelah transaksi terjadi, sementara pada cash basis, pencatatan dilakukan setelah uang diterima.
  3. Baca juga: Pencatatan dan Pembukuan Pajak, Apa Bedanya? b.

Ketepatan Cash basis kurang efektif apabila digunakan untuk jangka panjang. Penyebabnya adalah karena Anda dapat menerima dana dari penjualan dalam waktu yang cukup lama. Dari segi bisnis, hal ini sangat merugikan dan tidak memiliki kontrol pada transaksi non-tunai yang mungkin lebih kompleks.

Sementara itu, accrual basis dinilai lebih akurat dan dapat memberikan gambaran tentang posisi bisnis secara real-time.c. Arus Kas Accrual basis sulit mempresentasikan laporan kas dengan tepat karena banyak perusahaan harus membuat laporan arus kas secara terpisah. Sementara cash basis memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap arus kas yang keluar dan masuk.d.

Penerapan Industri Accrual basis umumnya digunakan oleh bisnis dengan tingkat perputaran produksi yang cepat dan modal yang lebih besar seperti konstruksi dan manufaktur. Sementara cash basis tidak cocok untuk bisnis dengan arus modal besar dan perputaran bisnis yang cepat.

Jenis laporan keuangan ini biasanya digunakan oleh usaha kecil atau usaha yang sedang berkembang.e. Kemudahan Penggunaan Pemeriksaan dan pencatatan laporan keuangan berbasis akrual cukup sulit karena membutuhkan lebih banyak entri jurnal pada setiap transaksi yang terjadi. Berbeda dengan cash basis yang lebih mudah karena tidak banyak membutuhkan entri jurnal.f.

Analisis Tren Karena metode accrual basis mencatat setiap transaksi, maka ada representasi yang lebih akurat pada setiap transaksi yang terjadi. Oleh karenanya analisis untuk pola penjualan atau pengeluaran lebih mudah dilakukan. Sementara itu, untuk metode cash basis yang hanya mencatat transaksi saat dana berpindah tangan, ada kesenjangan atau celah waktu signifikan antara saat terjadinya transaksi dengan pencatatannya.

Bagaimana akun basis kas ini dapat mengukur kinerja keuangan pemerintah?

Ole: Hamim Mustofa – Koordinator Pelaksana pada Subdit Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan, Ditjen Perbendaharaan-Dep.Keu. Pendahuluan Sesuai amanat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara, pemerintah diwajibkan menerapkan basis akuntansi akrual secara penuh atas pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja negara paling lambat tahun anggaran 2008.

  1. Sedangkan basis akuntansi yang sekarang ini diterapkan oleh pemerintah dalam pembuatan laporan keuangan pemerintah sesuai dengan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan dalam Exposure Draft Standar Akuntansi Pemerintahan (per 04 Februari 2004) adalah dual basis.
  2. Yang dimaksud dengan dual basis adalah pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran menggunakan basis kas, sedangkan untuk pengakuan aktiva, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca menggunakan.

Penggunaan dual basis tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa pemerintah diwajibkan membuat neraca yang hanya dapat dibuat dengan akuntansi berbasis akrual, sedangkan di sisi lain juga wajib membuat laporan realisasi anggaran atau yang dulu di kenal dengan nama Perhitungan Anggaran Negara (PAN) yang dibuat dengan akuntansi berbasis kas.

  • Terlepas dari basis akuntansi mana yang dipakai, tulisan ini akan membahas jenis-jenis basis akuntansi yang ada dalam praktek, baik pada sektor privat maupun sektor publik termasuk pemerintahan.
  • Jenis-jenis Basis Akuntansi Basis akuntansi merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui untuk tujuan pelaporan keuangan.

Basis akuntansi ini berhubungan dengan waktu kapan pengukuran dilakukan. Basis akuntansi pada umumnya ada dua yaitu basis kas dan basis akrual. Selain kedua basis akuntansi tersebut terdapat banyak variasi atau modifikasi dari keduanya, yaitu modifikasi dari akuntansi berbasis kas, dan modifikasi dari akuntansi berbasis akrual.

  1. Akuntansi berbasis kas ( cash basis of accounting );
  2. Modifikasi dari akuntansi berbasis kas ( modified cash basis of accounting );
  3. Akuntansi berbasis akrual ( accrual basis of accounting );
  4. Modifikasi dari akuntansi berbasis akrual ( modified accrual basis of accounting ).

Pembagian basis pencatatan (akuntansi) ini bukan sesuatu yang mutlak, dalam Government Financial Statistic (GFS) yang diterbitkan oleh International Monetary Fund (IMF) menyatakan bahwa basis pencatatan (akuntansi) dibagi menjadi 4 macam, yaitu accrual basis, due-for-payment basis, commitments basis, dan cash basis,A.

Akuntansi Berbasis Kas Dalam akuntansi berbasis kas, transaksi ekonomi dan kejadian lain diakui ketika kas diterima atau dibayarkan. Basis kas ini dapat mengukur kinerja keuangan pemerintah yaitu untuk mengetahui perbedaan antara penerimaan kas dan pengeluaran kas dalam suatu periode. Basis kas menyediakan informasi mengenai sumber dana yang dihasilkan selama satu periode, penggunaan dana dan saldo kas pada tanggal pelaporan.

Model pelaporan keuangan dalam basis kas biasanya berbentuk Laporan Penerimaan dan Pembayaran (Statement of Receipts and Payment) atau Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement). Selain itu perlu dibuat suatu catatan atas laporan keuangan atau notes to financial statement yang menyajikan secara detail tentang item-item yang ada dalam laporan keuangan dan informasi tambahan seperti:

  1. Item-item yang diakui dalam akuntansi berbasis akrual, seperti aktiva tetap dan utang/pinjaman;
  2. Item-item yang biasa diungkapkan dalam akuntansi berbasis akrual, seperti komitmen, kontinjensi, dan jaminan;
  3. Item-item lain, seperti informasi yang bersifat prakiraan ( forecast ).

Pada praktek akuntansi pemerintahan di Indonesia basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas diterima oleh Rekening Kas Umum Negara/Daerah, dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah.

  1. Pendapatan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan.
  2. Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan. Khusus pengeluaran melalui pemegang kas pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan
  3. Dana Cadangan diakui pada saat pembentukan yaitu pada saat dilakukan penyisihan uang untuk tujuan pencadangan dimaksud. Dana Cadangan berkurang pada saat terjadi pencairan Dana Cadangan.
  4. Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah.
  5. Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah.

Akuntansi berbasis kas ini tentu mempunyai kelebihan dan keterbatasan. Kelebihan-kelebihan akuntansi berbasis kas adalah laporan keuangan berbasis kas memperlihatkan sumber dana, alokasi dan penggunaan sumber-sumber kas, mudah untuk dimengerti dan dijelaskan, pembuat laporan keuangan tidak membutuhkan pengetahuan yang mendetail tentang akuntansi, dan tidak memerlukan pertimbangan ketika menentukan jumlah arus kas dalam suatu periode.

Sementara itu keterbatasan akuntansi berbasis kas adalah hanya memfokuskan pada arus kas dalam periode pelaporan berjalan, dan mengabaikan arus sumber daya lain yang mungkin berpengaruh pada kemampuan pemerintah untuk menyediakan barang-barang dan jasa-jasa saat sekarang dan saat mendatang; laporan posisi keuangan (neraca) tidak dapat disajikan, karena tidak terdapat pencatatan secara double entry; tidak dapat menyediakan informasi mengenai biaya pelayanan(cost of service) sebagai alat untuk penetapan harga (pricing), kebijakan kontrak publik, untuk kontrol dan evaluasi kinerja.B.

Modifikasi dari Akuntansi Berbasis Kas Basis akuntansi ini pada dasarnya sama dengan akuntansi berbasis kas, namun dalam basis ini pembukuan untuk periode tahun berjalan masih ditambah dengan waktu atau periode tertentu (specific period) misalnya 1 atau 2 bulan setelah periode berjalan (?leaves the books open?).

Penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi selama periode tertentu tetapi diakibatkan oleh periode pelaporan sebelumnya akan diakui sebagai penerimaan dan pengeluaran atas periode pelaporan yang lalu (periode sebelumnya). Arus kas pada awal periode pelaporan yang diperhitungkan dalam periode pelaporan tahun lalu dikurangkan dari periode pelaporan berjalan.

Laporan keuangan dalam basis ini juga memerlukan pengungkapan tambahan atas item-item tertentu yang biasanya diakui dalam basis akuntansi akrual. Pengungkapan tersebut sangat beragam sesuai dengan kebijakan pemerintah. Sebagai tambahan atas item-item yang diungkapkan dalam basis kas, ada beberapa pengungkapan yang terpisah atas saldo near-cash yang diperlihatkan dengan piutang-piutang yang akan diterima dan utang-utang yang akan dibayar selama periode tertentu dan financial assets and liabilities.

  1. Fokus pengukuran di bawah basis ini adalah pada sumber keuangan sekarang (current financial resources) dan perubahan-perubahan atas sumber-sumber keuangan tersebut. Basis akuntansi ini mempunyai fokus pengukuran yang lebih luas dari basis kas, pengakuan penerimaan dan pembayaran kas tertentu selama periode spesifik berarti bahwa terdapat informasi mengenai pituang dan hutang, meskipun tidak diakui sebagai aktiva dan kewajiban.
  2. Kriteria pengakuan atas penerimaan selama periode tertentu adalah bahwa penerimaan harus berasal dari periode yang lalu, namun penerapan ini tidak seragam untuk semua negara. Beberapa pemerintah menganggap bahwa seluruh penerimaan yang diterima selama periode tertentu adalah berasal dari periode sebelumnya, sedangkan pemerintah yang lain mengakui hanya beberapa dari penerimaan tersebut.
  3. Penetapan panjangnya periode tertentu bervariasi antara beberapa pemerintah, namun ada beberapa ketentuan, yaitu:
  • Periode tertentu diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun;
  • Periode tertentu harus sama untuk penerimaan dan pembayaran kas;
  • Kriteria yang sama atas pengakuan penerimaan dan pembayaran kas selama periode tertentu harus diterapkan untuk seluruh penerimaan dan pembayaran;
  • Satu bulan adalah waktu yang tepat, karena pembelian barang secara kredit umumnya diselesaikan dalam periode tersebut, periode tertentu yang terlalu lama mungkin mengakibatkan kesulitan dalam menghasilkan laporan keuangan;
  • Kebijakan akuntansi yang dipakai harus diungkapkan secara penuh ( fully disclosed ).
You might be interested:  Berikut Yang Bukan Komponen Dari Laporan Perubahan Modal Yaitu?

C. Akuntansi Berbasis Akrual Akuntansi berbasis akrual berarti suatu basis akuntansi di mana transaksi ekonomi dan peristiwa-peristiwa lain diakui dan dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam periode laporan keuangan pada saat terjadinya transaksi tersebut, bukan pada saat kas atau ekuivalen kas diterima atau dibayarkan.

Akuntansi berbasis akrual ini banyak dipakai oleh institusi sektor non publik dan lembaga lain yang bertujuan mencari keuntungan. International Monetary Fund (IMF) sebagai lembaga kreditur menyusun Government Finance Statistics (GFS) yang di dalamnya menyarankan kepada negara-negara debiturnya untuk menerapkan akuntansi berbasis akrual dalam pembuatan laporan keuangan.

Alasan penerapan basis akrual ini karena saat pencatatan (recording) sesuai dengan saat terjadinya arus sumber daya. Jadi basis akrual ini menyediakan estimasi yang tepat atas pengaruh kebijakan pemerintah terhadap perekonomian secara makro. Selain itu basis akrual menyediakan informasi yang paling komprehensif karena seluruh arus sumber daya dicatat, termasuk transaksi internal, in-kind transaction, dan arus ekonomi lainnya.

  1. Dapat menyajikan laporan posisi keuangan pemerintah dan perubahannya;
  2. Memperlihatkan akuntabilitas pemerintah atas penggunaan seluruh sumber daya;
  3. Menunjukkan akuntabilitas pemerintah atas pengelolaan seluruh aktiva dan kewajibannya yang diakui dalam laporan keuangan;
  4. Memperlihatkan bagaimana pemerintah mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya;
  5. Memungkinkan user untuk mengevaluasi kemampuan pemerintah dalam medanai aktivitasnya dan dalam memenuhi kewajiban dan komitmennya;
  6. Membantu user dalam pembuatan keputusan tentang penyediaan sumber daya ke atau melakukan bisnis dengan entitas;
  7. User dapat mengevaluasi kinerja pemerintah dalam hal biaya pelayanan, efisiensi dan penyampaian pelayanan tersebut.

Sesuai dengan Exposure Draft Standar Akuntansi Pemerintahan, basis akrual untuk neraca berarti bahwa aktiva, kewajiban, dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

  1. Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah.
  2. Investasi, suatu pengeluaran kas atau aset dapat diakui sebagai investasi apabila memenuhi salah satu kriteria: (a) Kemungkinan manfaat ekonomik dan manfaat sosial atau jasa pontensial di masa yang akan datang atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh pemerintah; (b)Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai (reliable). Pengeluaran untuk perolehan investasi jangka pendek diakui sebagai pengeluaran kas pemerintah dan tidak dilaporkan sebagai belanja dalam laporan realisasi anggaran, sedangkan pengeluaran untuk memperoleh investasi jangka panjang diakui sebagai pengeluaran pembiayaan.
  3. Aktiva tetap, untuk dapat diakui sebagai aset tetap, suatu aset harus berwujud dan memenuhi kriteria: (a) Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan; (b)Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal; (c) Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas; dan (d) Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.
  4. Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP), suatu benda berwujud harus diakui sebagai KD jika: (a) Besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa yang akan datang berkaitan dengan aset tersebut akan diperoleh; (b) Biaya perolehan tersebut dapat diukur secara andal; dan (c) Aset tersebut masih dalam proses pengerjaan. KDP dipindahkan ke pos aset tetap yang bersangkutan jika kriteria berikut ini terpenuhi: (1) Konstruksi secara substansi telah selesai dikerjakan; dan(2) Dapat memberikan manfaat/jasa sesuai dengan tujuan perolehan;
  5. Kewajiban, suatu kewajiban yang diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan atau telah dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sampai saat ini, dan perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal.

D. Modifikasi dari Akuntansi Berbasis Akrual Basis akuntansi ini meliputi pengakuan beberapa aktiva, namun tidak seluruhnya, seperti aktiva fisik, dan pengakuan beberapa kewajiban, namun tidak seluruhnya, seperti utang pensiun. Contoh bervariasinya (modifikasi) dari akuntansi akrual, dapat ditemukan dalam paktek sebagai berikut ini:

  1. Pengakuan seluruh aktiva, kecuali aktiva infrastruktur, aktiva pertahanan dan aktiva bersejarah/warisan, yang diakui sebagai beban (expense) pada waktu pengakuisisian atau pembangunan. Perlakuan ini diadopsi karena praktek yang sulit dan biaya yang besar untuk mengidentifikasi atau menilai aktiva-aktiva tersebut;
  2. Pengakuan hampir seluruh aktiva dan kewajiban menurut basis akrual, namun pengakuan pendapatan berdasar pada basis kas atau modifikasi dari basis kas;
  3. Pengakuan hanya untuk aktiva dan kewajiban finansial jangka pendek;
  4. Pengakuan seluruh kewajiban dengan pengecualian kewajiban tertentu seperti utang pensiun.

Beberapa penyusun standar telah mengidentifikasi kriteria atas waktu pengakuan pendapatan dengan akuntansi berbasis akrual, sebagai contoh Pemerintah Kanada mengakui pendapatan dalam periode di mana transaksi atau peristiwa telah terjadi ketika pendapatan tersebut dapat diukur (measurable).

Pemerintah Federal Amerika Serikat (State) mengakui pendapatan pajak dalam periode akuntansi di mana pendapatan tersebut menjadi susceptible to accrual (yaitu ketika pendapatan menjadi measurable dan available untuk mendanai pengeluaran). Available berarti dapat ditagih dalam periode sekarang atau segera setelah terjadi transaksi.

Basis akuntansi mana yang dipakai oleh suatu pemerintah tertentu, tergantung pada kebijakan dan kondisi yang ada. Masing-masing basis akuntansi tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan, basis akuntansi akrual memberikan manfaat yang lebih banyak dibandingkan dengan basis akuntansi yang lain, baik bagi pemerintah sendiri sebagai penyusun laporan keuangan maupun bagi pengguna laporan keuangan (user).

Pemerintah Indonesia, sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara, sudah harus menerapkan basis akuntansi akrual secara penuh paling lambat tahun 2008. Referensi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), Draf Standar Akuntansi Pemerintahan, Februari 2004.

International Monetary Fund (IMF), Government Financial Statistic Manual, http://www.imf.org, 2001. International Federation of Accountants (IFAC), Study 11 Governmental Financial Reporting, http://www.ifac.org, May 2000. International Federation of Accountants (IFAC), Occasional Paper 3 Perspetive on Accrual Accounting, http://www.ifac.org, 1996.

Apa kekurangan basis kas?

Kelemahan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis –

Metode Cash basis tidak mencerminkan besarnya kas yang tersedia. Akan dapat menurunkan perhitungan pendapatan bank, karena adanya pengakuan pendapatan sampai diterimanya uang kas. Adanya penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih. Biasanya dipakai oleh perusahaan yang usahanya relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis). Setiap pengeluaran kas diakui sebagai beban. Sulit dalam melakukan transaksi yang tertunda pembayarannya, karena pencatatan diakui pada saat kas masuk atau keluar. Sulit bagi manajemen untuk menentukan suatu kebijakan kedepannya karena selalu berpatokan kepada kas.

Jadi seperti itulah pembahasan tentang Kelebihan dan Kekurangan Accrual Basis dan Cash Basis

Apa itu accrual basis dan contohnya?

Mengenal Akrual Basis – Dalam dunia akuntansi, dikenal adanya basis akuntansi. Yang dimaksud dengan basis akuntansi adalah prinsip-prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui untuk penggunaan pada laporan keuangan.

  • Secara umum, terdapat dua basis akuntansi yaitu kas basis (cash basis) dan akrual basis (accrual basis).
  • Perbedaan besar antara dua basis ini terletak pada bagaimana perusahaan mampu melaporkan pendapatan dan bebannya.
  • Pada kas basis, perusahaan akan mengakui pendapatan hanya bila sudah menerima pembayaran tunai.

Dan juga akan mencatat pengeluaran saat sudah melakukan pembayaran tunai. Artinya, pengakuan pendapatan dan pengeluaran hanya terjadi saat uang sudah berpindah tangan. Sedangkan yang diterapkan pada akrual basis adalah perusahaan dapat mengakui adanya pendapatan atau beban walaupun belum menerima ataupun melakukan pembayaran secara tunai.

  • Akrual basis atau dasar akrual adalah suatu basis akuntansi bilamana transaksi ekonomi atau peristiwa akuntansi diakui, dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan langsung pada saat terjadinya transaksi tersebut, tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan.
  • Akrual basis adalah cara melakukan pencatatan berdasarkan apa yang seharusnya menjadi pendapatan dan beban perusahaan pada suatu periode.
  • Dengan begitu, suatu perusahaan akan mencatat pendapatannya berdasarkan seluruh pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan, terlepas apakah hak ini telah diwujudkan dalam bentuk penerimaan kas atau tidak, demikian juga dengan beban.
  • Bisa juga disebut bahwa akrual basis atau dasar akrual adalah cara yang digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana.
  • Ada dua pilar yang dijadikan sebagai konsep dasar akrual basis, yaitu:
  • 1. Pengakuan Pendapatan

Pengakuan pendapatan pada akrual basis adalah pada saat perusahaan memiliki hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep akrual basis, kapan saatnya kas benar-benar diterima merupakan hal yang kurang penting. Lantaran itulah, dalam akrual basis muncul yang disebut dengan estimasi piutang tak tertagih, karena penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.2.

Apa itu Basis akuntansi?

Dalam Pencatatan Keuangan Desa Menggunakan Basis Kas Yang Artinya Basis akuntansi (accounting bases) adalah metode yang digunakan untuk menerapkan ] dasar untuk transaksi keuangan saat menyiapkan ]. Basis yang diadopsi akan membentuk ] sebuah perusahaan. Dua jenis basis akuntansi: akrual dan kas. Dalam basis kas, pendapatan dan beban diakui pada saat diterima dan dibayar, dan tidak terkait dengan pergerakan uang tunai.

Apa yang dimaksud dengan cash basis accounting?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Cash Basis Accounting (Dasar Tunai/Kas) adalah salah satu dasar atau metode dalam melakukan pencatatan akuntansi dimana perusahaan akan mengakui pendapatan pada saat kas benar-benar diterima secara tunai atau adanya penerimaan uang (adanya aliran kas masuk) dan mengakui biaya diakui pada saat kas benar-benar dikeluarkan saat itu juga (adanya pengeluaran uang/aliran kas keluar).