Industri Yang Tidak Memerlukan Modal Banyak Disebut?

Industri Yang Tidak Memerlukan Modal Banyak Disebut
Perusahaan perseorangan adalah bidang industri yang tidak memerlukan modal banyak. Kegiatan usaha tidak memerlukan banyak karyawan dan modal berasal sepenuhnya dari kepemilikan pribadi atau pemilik. Tidak ada modal penyertaan saham seperti pada PT. Contoh usaha perusahaan perseorangan adalah toko kelontong, toko pakaian, usaha kuliner resto, jasa salon, dll.

Apa yang dimaksud dengan industri dengan penanaman modal dalam negeri?

i. Industi Berdasarkan Modal yang Digunakan – Berdasarkan modal yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Industri dengan penanaman modal dalam negeri, yaitu industri yang mendapat dukungan modal dari pemerintah atau pengusaha nasional. Misalnya industri pariwisata.
  2. Industri dengan penanaman modal asing, yaitu industri yang modalnya berasal dari penanaman modal asing. Misalnya industri komunikasi, industri perminyakan.
  3. Industri dengan modal patungan, yaitu industri yang modalnya berasal dari hasil kerja sama antara PMDN dan PMA. Misalnya industri automotif.

Apa yang dimaksud dengan industri ringan dan industri dengan penanaman modal dalam negeri?

i. Industi Berdasarkan Modal yang Digunakan – Berdasarkan modal yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Industri dengan penanaman modal dalam negeri, yaitu industri yang mendapat dukungan modal dari pemerintah atau pengusaha nasional. Misalnya industri pariwisata.
  2. Industri dengan penanaman modal asing, yaitu industri yang modalnya berasal dari penanaman modal asing. Misalnya industri komunikasi, industri perminyakan.
  3. Industri dengan modal patungan, yaitu industri yang modalnya berasal dari hasil kerja sama antara PMDN dan PMA. Misalnya industri automotif.
You might be interested:  Buku Pertama Yang Digunakan Untuk Mencatat Transaksi Keuangan Perusahaan Disebut?

Apa yang dimaksud dengan industri kecil?

b. Industri Berdasarkan Tenaga Kerja – Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Industri Rumah Tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja adalah anggota keluarga, dan pemilik juga pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri. Contoh : Industri Anyaman, industri kerajinan, industri tempe, industri tahu, dan industri makanan ringan.
  2. Industri Kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang. Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relatif kecil, tenaga kerja berasal dari lingkungan sekitar ataupun saudara. Misalnya industri genteng, industri batu bata, industri pengolahan rotan.
  3. Industri Sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20-99 orang. Ciri industri ini adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemampuan manajerial tertentu. Misalnya industri konveksi, industri bordir, dan industri keramik.
  4. Industri Besar, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri ini adalah memiliki modal besar yang dihimpun dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemampuan dan kelayakan. Misalnya industri tekstil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.

Apa saja Klasifikasi Industri berdasarkan barang yang dihasilkan?

Klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan – Berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi: a. Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya: industri alat-alat berat, industri mesin, dan industri percetakan.b.