Mengapa Kerangka Konseptual Perlu Digunakan Dalam Laporan Keuangan?

Mengapa Kerangka Konseptual Perlu Digunakan Dalam Laporan Keuangan
Manfaat kerangka konseptual adalah memberikan arah yang dapat memberi petunjuk bagi penyusun standar dan aturan aturan yang koheren serta sebagai referensi dasar teori akuntansi untuk menyelesaikan masalah-masalah praktik pelaporan keuangan yang muncul.

Kenapa kerangka kerja konseptual perlu digunakan?

Tujuan – Kerangka Konseptual merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan pengembangan SAP yang selanjutnya dapat disebut standar. Tujuannya adalah sebagai acuan bagi:

  1. penyusun standar dalam melaksanakan tugasnya;
  2. penyusun laporan keuangan dalam menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar;
  3. pemeriksa dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan standar; dan
  4. para pengguna laporan keuangan dalam menafsirkan informasi yang 12 disajikan pada laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar.

Kerangka Konseptual berfungsi sebagai acuan dalam hal terdapat masalah akuntansi yang belum dinyatakan dalam standar akuntansi pemerintahan. Dalam hal terjadi pertentangan antara kerangka konseptual dan standar, maka ketentuan standar diunggulkan relatif terhadap kerangka konseptual.

Apa yang dimaksud dengan kerangka konseptual mengapa kerangka kerja konseptual diperlukan dalam akuntansi keuangan?

Kerangka konseptual adalah struktur teori akuntansi yang didasarkan pada penalaran logis yang menjelaskan kenyataan yang terjadi dan menjelaskan apa yang harus dilakukan apabila ada fakta atau fenomena baru.

Apa peran konseptual framework dalam pelaporan keuangan?

FASB mendefinisikan Conceptual Framework atau Kerangka Konseptual adalah : “Sistem yang koheren dari tujuan yang saling berkaitan & fundamental yang diharapkan dapat menyebabkan standar yang konsisten dan yang mengatur dasar, fungsi dan batas-batas akuntansi keuangan dan pelaporan”. Conceptual Framework memiliki beberapa keunggulan dan peran penting, yaitu : Persyaratan pelaporan keuangan lebih konsisten dan logis. Misalnya, semua perusahaan sekarang perlu menggunakan nilai wajar saat menilai aset mereka. Adanya peraturan yang mengharuskan administrator untuk melaporkan sesuai dengan kerangka kerja. Semua persyaratan penyusunan laporan keuangan diatur secara jelas dalam kerangka, sehingga pihak yang menyusun laporan keuangan dapat lebih akuntabel. Meminimalkan risiko regulasi yang berlebihan. Auditor memiliki pemahaman yang lebih baik tentang persyaratan pelaporan keuangan yang mereka buat atau ulas. Pengaturan kewajiban akuntansi mungkin lebih ekonomis, karena tidak semua fakta yang muncul perlu dibahas kembali dari perspektif yang berbeda. Isi Conceptual Framework memuat keterkaitan antara teori atau konsep yang mendukung informasi yang digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan. Conceptual Framework sebagai panduan untuk menjelaskan secara sistematis teori yang digunakan oleh penulis laporan keuangan untuk menyusun. Conceptual Framework juga memberikan gambaran dan menarik asumsi tentang poin-poin penting yang berhubungan langsung dengan unsur-unsur laporan keuangan. Conceptual Framework dibagi menjadi tiga tingkatan atau tahapan : Yang pertama adalah tingkat pertama. Fase ini menggambarkan tujuan pelaporan keuangan, yaitu tujuan investor, kreditur, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil keputusan. Yang kedua adalah tingkat kedua. Tahap ini merupakan konsep dasar dan mengandung karakteristik kualitatif dan unsur pelaporan keuangan. Karakteristik kualitatif meliputi relevansi dan kebenaran, dan elemen pelaporan keuangan meliputi aset, kewajiban, modal, dividen, pendapatan komprehensif, pendapatan dan beban, serta laba rugi. Yang ketiga adalah tingkat ketiga. Fase ini menjelaskan konsep pendekatan, pengukuran, dan pengungkapan yang terdiri dari asumsi, alasan, dan batasan dalam pelaporan keuangan. Conceptual Framework juga mengalami beberapa kritikan dalam penerapannya. Salah satu kritik pertama yang dimulai dengan ketiganya adalah bahwa FASB tidak memberikan panduan tepat waktu tentang masalah praktis dan implementasi. Pada tahun 1984, FASB menanggapi kritik ini sebagai berikut : FASB membentuk Emerging Issues Task Force (EITF), sebuah kelompok kerja yang membantu mengidentifikasi banyak isu dan isu yang memerlukan tindak lanjut. Memperluas cakupan informasi teknis FASB untuk memberikan panduan yang lebih cepat tentang topik yang lebih luas. Tujuan dari kritik ini sebenarnya adalah untuk mengkoordinasikan dan menyelaraskan berbagai kegiatan di banyak negara dan lembaga yang terlibat dalam penetapan standar akuntansi. Kesimpulan yang ditarik serupa dengan yang termasuk dalam proyek Conceptual Framework FASB. Oleh karena itu, tujuan laporan keuangan adalah wajar dan tercapai. Informasi yang diberikan juga mencakup karakteristik kualitatif seperti relevansi, reliabilitas, komparabilitas, dan pemahaman. https://www.kompasiana.com/isnatri/6241ee410bfeac34ca55a6a3/mengenal-lebih-jauh-mengenai-penerapan-conceptual-framework-teori-akuntansi-apollo-prof-dr-m-si-ak-cifm-ciabv-cibg
You might be interested:  Laporan Keuangan Yang Menjelaskan Tentang Kinerja Keuangan Suatu Entitas?

Apa yang dapat terjadi dalam pelaporan keuangan jika tidak ada kerangka konseptual?

Rerangka konseptual menurut FASB berisi tentang:  Tujuan pelaporan keuangan bagi organisasi bisnis dan organisasi non bisnis.  Kriteria kualitatif informasi.  Elemen-elemen statemen keuangan.  Pengukuran dan pengakuan.  Penggunaan laporan arus kas dan informasi nilai sekarang untuk pengukuran.16.

  1. Sebut dan jelaskan manfaat-manfaat rerangka konseptual bagi pemakai dan penyusun statemen keuangan serta bagi penyusun standar akuntansi.
  2. Jawab: Manfaat rerangka konseptual adalah sebagai berikut: a.
  3. Memberi pengarahan atau pedoman kepada badan yang bertanggung-jawab dalam penyusunan atau penetapan standar akuntansi.b.

Menjadi acuan dalam memecahkan masalah-masalah akuntansi yang di jumpai dalam praktek yang perlakuannya belum diatur dalam standar atau pedoman spesifik.c. Menentukan batas-batas pertimbangan ( bounds of judgment ) dalam penyusunan statemen keuangan.d.

  • Meningkatkan pemahaman pemakai statemen keuangan dan meningkatkan keyakinan terhadap statemen keuangan.e.
  • Meningkatkan keterbandingan statemen keuangan antar perusahaan.17.
  • Apa yang terjadi dalam pelaporan keuangan tanpa rerangka konseptual? Jawab: Pelaporan keuangan tanpa rerangka konseptual tidak akan bisa terbentuk sebab pelaporan keuangan memerlukan kerangka konsep sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.

Karena standar yang dominan berlaku di dunia adalah IFRS, maka saya akan menjelaskan kerangka konsep ini melalui sisi IFRS. Kerangka konseptual dibutuhkan agar aturan pelaporan keuangan dapat berguna dan tidak mengambang. IASB dan FASB masing-masing memiliki konsep tersendiri, dimana kerangka konseptual IASB tercermin pada dokumennya, sedangkan FASB ada pada pengembangan dokumen itu, sekarang FASB dan IASB telah bekerja sama untuk menghasilkan konsep yang dapat diterima secara umum.

Apa yang dimaksud kerangka konseptual pelaporan keuangan dan kegunaannya?

KERANGKA KONSEPTUAL PELAPORAN KEUANGAN Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK) merupakan pengaturan yang merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan untuk pengguna eksternal. Kerangka Konseptual bukan merupakan PSAK sehingga tidak mendefinisikan standar untuk pengukuran atau isu pengungkapan tertentu.

  1. Erangka Konseptual ini tidak mengungguli PSAK tertentu.
  2. Jika terdapat perbedaan antara PSAK dan KKPK, maka persyaratan yang ada dalam PSAK mengungguli persyaratan yang ada dalam Kerangka Konseptual.
  3. Mengapa DSAK IAI merevisi Kerangka Konseptual? Revisi Kerangka Konseptual merupakan bagian dari wujud komitmen konvergensi IFRS di Indonesia.
You might be interested:  Modal Yang Dibutuhkan Untuk Mendirikan Pt?

DSAK IAI pada tanggal 28 September 2016 telah mengesahkan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK) yang merupakan adopsi dari the Conceptual Framework for Financial Reporting per 1 Januari2016. KKPK ini menggantikan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (KDPPLK) (Penyesuaian 2014) yang berlaku efektif per 1 Januari 2015.

Tanggal Pengesahan KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN (KDPPLK) KERANGKA KONSEPTUAL PELAPORAN KEUANGAN (KKPK)
4 Sep tember 1988 7 September 1994 27 Agustus 2014 28 September 2016

Apa saja yang dibahas dalam KKPK ini? KKPK dibagi menjadi 4 bab, yaitu:

Bab 1 : Tujuan Pelaporan Keuangan Bertujuan Umum Tujuan pelaporan keuangan bertujuan umum adalah untuk menyediakan informasi keuangan tentang entitas pelapor yang berguna untuk investor saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman, dan kreditor lainnya dalam membuat keputusan tentang penyediaan sumber daya kepada entitas. Bab 2 : Entitas Pelapor

Bab ini masih menjadi pembahasan IASBdalam projek Kerangka Konseptualnya.

Bab 3 : Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan yang Berguna Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna mengidentifikasi jenis informasi yang kemungkinan besar sangat berguna untuk pengguna dalam membuat keputusan mengenai entitas pelapor berdasarkan informasi dalam laporan keuangan (informasi keuangan). Agar informasi keuangan menjadi berguna, informasi tersebut harus relevan (relevance) dan merepresentasi secara tepat apa yang direpresentasikan (faithful representation). Kegunaan informasi keuangan dapat ditingkatkan jika informasi tersebut terbanding (comparable), terverifikasi (verifiable), tepat waktu (timely), dan terpaham (understandable). Bab 4 : KDPPLK (1994): Pengaturan yang Tersisa

Bab ini mencakup pengaturan yang tersisa dari KDPPLK (1994). Anggota IAI dapat mengakses KKPK di link ini. Informasi terkait lainnya: Pengesahan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan dan Standar Akuntansi Keuangan

Untuk apa kerangka konseptual?

Kerangka konseptual adalah keterkaitan antara teori–teori atau konsep yang mendukung dalam penelitian yang digunakan sebagai pedoman dalam menyusun sistematis penelitian. Kerangka konseptual menjadi pedoman peneliti untuk menjelaskan secara sistematis teori yang digunakan dalam penelitian.

You might be interested:  Lembaga Keuangan Non Bank Yang Usahanya Memberikan Penyertaan Modal?

Bila terjadi pertentangan antara kerangka konseptual dengan standar akuntansi keuangan yang mana yang harus diutamakan Mengapa?

Berikut jawaban-jawaban untuk soal di atas:

Hubungan umum kerangka konseptual dengan standar akuntansi keuangan adalah di mana kerangka konseptual menjadi acuan dalam pengembangan standar akuntansi hingga solusi penyelesaian berbagai permasalahan yang belum ada di standar akuntansi tersebut. Jika terjadi pertentangan antara kerangka konseptual dengan standar akuntansi, maka yang harus diutamakan adalah kerangka konseptual hal ini dikarenakan kerangka konseptual menjadi acuan penting utama dari standar akuntansi keuangan.

Kerangka konseptual bisa menjadi acuan standar akuntansi dikarenakan dalam kerangka konseptual berupa berbagai proses perencanaan, anggaran hingga pertanggungjawaban penting.

Bagaimana jika terjadi pertentangan antara kerangka konseptual dan standar akuntansi?

Jika terjadi pertentangan antara kerangka konseptual dan standar akuntansi, ketentuan standar akuntansi itu diuji menurut unsur kerangka konseptual yang terkait. Dalam jangka panjang, konflik semacam itu diharapkan dapat diselesaikan sejalan dengan pengembangan standar akuntansi di masa depan.

Mengapa karakteristik kualitatif informasi dari laporan keuangan masuk dalam kerangka konseptual?

Mengapa karakteristik kualitatif informasi perlu masuk dalam rerangkakonseptual? Karena Kriteria yang menjadi pedoman kebijakan akuntansi sangat eratkaitannya dengan masalah apakah informasi suatu objek bermanfaat untukpengambilan keputusan bagi pihak pemakai yang dituju.

Apakah kerangka konseptual dapat dikatakan sebagai salah satu teori akuntansi?

Kerangka konseptual dipandang sebagai teori akuntansi yang terstruktur (Belkaouli, 1993). Hal ini disebabkan struktur kerangka konseptual sama dengan struktur teori akuntansi yang di dasarkan pada proses penalaran logis (logical normative).