Perbedaan Yang Tepat Mengenai Laporan Keuangan Komersial Dan Fiscal Adalah?

Perbedaan Yang Tepat Mengenai Laporan Keuangan Komersial Dan Fiscal Adalah
Dalam melaporkan SPT Tahunan Badan diperlukan laporan keuangan sebagai dasar perhitungannya. Secara strukturnya laporan keuangan dalam segi perpajakan yang berlaku di Indonesia berbeda dengan laporan keuangan yang disusun dengan prinsip akuntansi. Laporan keuangan untuk perpajakan biasanya disebut laporan keuangan fiskal sedangkan laporan keuangan untuk investor/ stakeholder disebut laporan keuangan komersial.

  1. Laporan keuangan fiskal disusun berdasarkan standar akuntansi dan perpajakan, sedangkan laporan keuangan komersial berstandar dasar-dasar akuntansi yang bersifat netral.
  2. Laporan keuangan komersial diperlukan rekonsiliasi fiskal atau koreksi fiskal agar dapat digunakan untuk dasar penyusunan SPT Tahunan Badan.

Informasi ini merujuk pada undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 yang merupakan perubahan keempat atas undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang pajak penghasilan. Baca Juga: Contoh Laporan HRD dan Cara Membuatnya

Apa penyebab utama perbedaan laba komersial dan fiskal?

Perbedaan Laba Fiskal dan Laba Komersial Berdasarkan kedua definisi tersebut, perbedaan laba komersial dan laba fiskal adalah perbedaan laba yang disebabkan oleh perbedaan antara standar Undang-Undang perpajakan dan standar akuntansi.

Apakah ada hubungan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal?

Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal a. Definisi Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Laporan keuangan komersial adalah laporan yang disusun dengan prinsip akuntansi bersifat netral atau tidak memihak. Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang disusun khusus untuk kepentingan perpajakan dengan mengindahkan semua peraturan perpajakan.

  1. Hal-hal yang perlu tercakup dalam laporan keuangan fiskal terdiri dari: 1.
  2. Neraca fiskal; 2.
  3. Perhitungan laba rugi dan perubahan laba yang ditahan; 3.
  4. Penjelasan laporan keuangan fiskal; 4.
  5. Rekonsiliasi laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal; 5.
  6. Ikhtisar kewajiban pajak.
  7. Wajib pajak diwajibkan untuk menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang dilampiri oleh laporan keuangan.b.

Hubungan Antara Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal memiliki peraturan atau prinsip masing – masing dalam menentukan biaya. Jika laporan keuangan komersial disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan untuk memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan dalam jangka waktu tertentu, maka laporan keuangan fiskal disusun berdasarkan peraturan pajak yang digunakan untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayar perusahaan, sehingga terjadi perbedaan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal.

Untuk mencocokan perbedaan yang terdapat dalam laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal maka perlu dilakukan rekonsiliasi fiskal / koreksi fiskal. Secara umum ada dua cara untuk menyusun laporan keuangan fiskal. Pertama, pendekatan terpisah (separated approach) dimana wajib pajak membukukan segala transaksi atau informasi berdasarkan prinsip pajak untuk penghitungan PPh terutang dan berdasarkan prinsip akuntansi untuk keperluan komersial.

Tapi pendekatan ini sangat jarang digunakan karena memakan banyak biaya dan tenaga. Sebagian besar wajib pajak memilih pendekatan kedua, extra-compatible approach dimana wajib pajak membukukan semua transaksi atau informasi hanya berdasarkan prinsip akuntansi, kemudian pada akhir tahun wajib pajak melakukan koreksi terhadap laporan keuangan komersial tersebut agar sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya PPh terutang.

Jadi laporan keuangan komersial terkait erat dengan laporan keuangan fiskal karena laporan keuangan komersial digunakan oleh wajib pajak sebagai dasar melakukan rekonsiliasi fiskal untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal.c. Perbedaan Konsep Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Perbedaan konsep laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal terdapat pada: 1) Perbedaan mengenai konsep penghasilan atau pendapatan Penghasilan (Income) menurut IAI (2007:13), adalah ” Kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal “.

You might be interested:  Apa Yang Menjadi Persamaan Dan Perbedaan Zakat Dan Pajak?

Dari sisi fiskal, konsep penghasilan tidak jauh berbeda dengan konsep akuntansi, yaitu : Segala tambahan kemampuan ekonomis yang diterima / diperoleh Wajib Pajak baik yang berasal dari Indonesia maupun dari Luar Indonesia yang bisa dikonsumsi atau menambah kekayaan Wajib Pajak dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan komersial?

Dalam menyusun laporan keuangan, entitas perlu memperhatikan laporan keuangan fiskal dan laporan keuangan komersial. Dalam menyusun laporan keuangan fiskal harus selalu mengikuti kaidah fiskal yang berlaku, sehingga nantinya akan mendapatkan laporan keuangan fiskal tersebut bisa menjadi dasar pelaporan dan pembuatan SPT PPh yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Secara umum, beda laporan keuangan komersial dan fiskal berdasarkan standar yang yakni akuntansi dan juga perpajakan. Tapi, untuk laporan keuangan komersial nantinya harus dilakukan rekonsiliasi fiskal atau yang umumnya disebut dengan koreksi fiskal. Laporan keuangan fiskal adalah suatu laporan yang mempunyai kepentingan untuk perpajakan, sehingga laporan tersebut harus didasarkan pada peraturan perpajakan. Beberapa unsur laporan keuangan fiskal tersebut adalah sebagai berikut:

Laporan neraca fiskal Melakukan penghitungan laporan laba rugi dan perubahan laba yang ditahan Mampu Memberikan penjelasan contoh laporan keuangan fiskal Harus melakukan rekonsiliasi fiskal dengan laporan keuangan secara komersial. Melakukan ikhtisar kewajiban pajak pada pemerintah

Laporan keuangan komersial adalah suatu kegiatan laporan penyusunan laporan yang mengacu pada prinsip akuntansi dan lebih bersifat netral, dan bahkan tidak memihak. Sehingga, dengan demikian perbedaan ini dapat diketahui dengan adanya pengakuan pendapatan dan juga biaya dengan adanya prinsip akuntansi.

Jelaskan hal apa saja yang membedakan akuntansi pajak dan akuntansi komersil?

Pengertian Akuntansi dan Akuntansi Pajak – Sebelum membahas mengenai hubungan antara akuntansi dan perpajakan, ada baiknya Anda mengetahui pengertian dan hal-hal lain dari keduanya. Akuntansi adalah suatu proses identifikasi, mencatat, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan transaksi atau aktivitas keuangan kepada para pihak yang berkepentingan.

  • Akuntansi komersial atau akuntansi keuangan merupakan proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan standar akuntansi keuangan.
  • Sedangkan, akuntansi pajak yakni proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan undang-undang perpajakan.
  • Sehingga laporan keuangan yang dihasilkan disebut laporan keuangan fiskal.

Baca juga: Akuntansi Penggajian (Payroll Accounting), Ini Dia Tahapannya!

Apa sajakah penyebab adanya perbedaan laporan keuangan komersial dan fiskal?

DENGAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL Perbedaan ini disebabkan adanya perbedaan kepentingan antara akuntansi komersial ang mendasarkan laba pada konsep dasar akuntansi yaitu penandingan antara pendapatan dengan biaya terkait, sedangkan dari segi fiskal tujuan utamanya adl penerimaan negara.

Apakah yang dimaksud laporan keuangan fiskal?

Pengertian Laporan Keuangan Komersial dan Fiskal – Laporan keuangan komersial adalah disusun berdasarkan standar-standar yang telah ditetapkan sesuai dengan prinsip akuntansi yang bersifat netral atau tidak memihak. Laporan keuangan fiskal adalah informasi akuntansi yang dibuat untuk kepentingan perpajakan, penyajiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku beserta aturan pelaksanaannya.

Neraca fiskal Perhitungan laba rugi dan perubahan laba ditahan Penjelasan laporan keuangan fiskal Rekonsiliasi laporan keuangan komersial dan koreksi fiskal Ikhtisar kewajiban pajak

Jika kita bandingkan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal maka dapat kita ketahui beberapa hal terkait dengan perbedaannya, yaitu:

Bagaimana perbedaan prinsip harga perolehan dalam akuntansi komersial dan fiskal?

Prinsip Harga Perolehan (Cost) – Dalam prinsip ini, perbedaanya pada hal perhitungan harga perolehan atau cost. Dalam akuntansi komersial, penentuan harga perolehan barang yang diproduksi boleh disertai unsur biaya tenaga kerja dan tenaga natura. Sedangkan dalam fiskal, pengeluaran dalam bentuk natura, tidak dapat dimasukkan atau diakui sebagai pengeluaran biaya.

Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan fiskal disusun beriringan dengan laporan keuangan komersial?

1. Laporan keuangan fiskal disusun secara beriringan dengan laporan keuangan komersial. Artinya, meskipun laporan keuangan bisnis disusun berdasarkan prinsip akuntansi bisnis tetapi ketentuan perpajakan sangat dominan dalam mendasari proses penyusunan laporan keuangan.

Apa tujuan dari laporan keuangan komersial?

Laporan keuangan komersial disusun berdasarkan standar Akuntansi Keuangan yang tujuannya adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Jelaskan apa perbedaan akuntansi komersial dan akuntansi pemerintahan?

Ini Dia Perbedaan Akuntansi dalam Pemerintahan dengan Akuntansi Perusahaan Begini Perbedaann dan Komersial(Perusahaan) yang Perlu Anda Ketahui. Akuntansi pemerintahan merupakan aktivitas pemberian jasa dalam penyediaan informasi keuangan pemerintah. Aktivitas ini berdasar pada proses pencatatan, pengikhtisaran, serta pengklasifikasian terhadap transaksi keuangan yang terjadi pada pemerintahan dan juga penafsiran dari informasi keuangan.

Dalam penyusunan akuntansi ini, terdapat standar tertentu yang disebut sebagai. Tujuan akuntansi pemerintah yakni menyajikan informasi untuk pengambil keputusan mengenai kejadian ekonomi penting serta mendasar. Selain itu, akuntansi ini dapat mempersiapkan informasi mengenai cara mengalokasikan sumber yang terbatas laiknya tenaga kerja, modal, bahan baku, serta tanah.

You might be interested:  Berikut Contoh Macam-Macam Kewajiban Pajak Yang Kamu Ketahui?

Sehingga, tujuan pemerintah bisa tercapai.

  • Tujuan Akuntansi Pemerintahan
  • Terdapat beberapa tujuan dari akuntansi pemerintahan, beberapa diantaranya:
  • 1. Manajerial

Akuntansi pemerintah memiliki tujuan yakni melakukan perencanaan berupa susunan APBN serta strategi pembangunan. Sehingga aktivitas pembangunan bisa mengendalikan aktivitas tersebut untuk mencapai ketaatan terhadap undang-undang, efisiensi, efektivitas, serta ekonomis.2.

  1. Dua Basis SAP
  2. Seperti yang telah dibahas bahwa akuntansi pemerintah memiliki standar tertentu yang disebut dengan SAP. Dalam hal ini, ada dua jenis SAP yang perlu diketahui, diantaranya:
  3. 1. SAP Berbasis Akrual

SAP yang satu ini mengakui adanya beban, pendapatan, aset, ekuitas, serta utang pada laporan finansial yang berbasis pada akrual. Selain itu, SAP ini juga mengakui adanya belanja, pendapatan, serta pembiayaan pada pelaporan anggaran berdasar pada penetapan APBN maupun APBD.

  1. Basis akrual diakui serta dicatat ketika terjadi transaksi maupun ketika kejadian maupun kondisi lingkungan memiliki pengaruh terhadap keuangan dari pemerintah tanpa memerhatikan ketika kas dibayar.2.
  2. SAP Berbasis Kas Selanjutnya ada basis akuntansi yang mengakui belanja, pendapatan, serta pembiayaan di dalam laporan realisasi anggaran.

Sedangkan akrual untuk mengakui kewajiban, aset, serta ekuitas di dalam neraca. Basis kas yang digunakan dalam realisasi anggaran merupakan pendapatan diakui ketika kas diterima pada rekening kas umum daerah maupun negara maupun entitas pelaporan dan belanja diakui ketika kas dikeluarkan dari kas umum daerah maupun negara.

  • Perbedaan dari Akuntasi Pemerintah dan Akuntansi Komersial Akuntansi pemerintahan tidak sama dengan akuntansi komersial.
  • Sehingga, implikasinya ada pada praktik yang berlaku pada dua organisasi itu.
  • Nah, perbedaan paling mendasar antara akuntansi pemerintah dengan komersial, diantaranya: 1.
  • Epemilikan Akuntansi pemerintah bersifat tidak ada kepemilikan sehingga lebih independen.

Sedangkan akuntansi komersial dibuat untuk pada pemilik organisasi maupun entitas. Serta mempunyai kepentingan dari laporan yang sudah dibuat. Bagi organisasi, kepemilikan dapat dimiliki oleh banyak individu yang memegang saham perusahaan.2. Auditor Pada akuntansi komersial, akuntan publik merupakan pihak yang mempunyai wewenang dalam mengaudit laporan keuangan.

  1. Lain lagi dengan akuntansi pemerintahan, yang mana pihak berwenang terhadap pemeriksaan laporan keuangan adalah BPK atau Badan Pemeriksa Keuangan.3.
  2. Standar Akuntansi Akuntansi pemerintahan beracuan pada SAP atau Standar Akuntansi Pemerintahan yang dirancang KSAP (Komite Standard Akuntansi Pemerintahan) serta diatur pada PP nomor 71 tahun 2010.

Akuntansi komersial beracuan pada SAK atau Standar Akuntansi Keuangan. Perancang dari standar ini adalah Ikatan Akuntansi Indonesia atau IAI.4. Sumber Pendapatan Akuntansi komersial memiliki sumber pendapatan berupa penjualan barang maupun jasa. Untuk akuntansi pemerintahan sendiri memiliki sumber pendapatan dari penetapan aturan berdasar pada hukum yang berlaku seperti pajak, dan sebagainya.5. : Ini Dia Perbedaan Akuntansi dalam Pemerintahan dengan Akuntansi Perusahaan

Apakah penyebab perbedaan akuntansi dengan fiskal yang bersifat sementara?

PEMBAHASAN –

Laporan keuangan fiskal adalah informasi akuntansi yang dibuat untuk kepentingan perpajakan, penyajiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku beserta aturan pelaksanaannya. Laporan keuangan fiskal adalah informasi akuntansi yang dibuat untuk kepentingan perpajakan, penyajiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku beserta aturan pelaksanaannya.Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang dibuat untuk kepentingan perpajakan yang mengacu pada semua peraturan perpajakan, Laporan keuangan fiskal mencakup: Laporan keuangan fiskal adalah informasi akuntansi yang dibuat untuk kepentingan perpajakan, penyajiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku beserta aturan pelaksanaannya.Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang dibuat untuk kepentingan perpajakan yang mengacu pada semua peraturan perpajakan, Laporan keuangan fiskal mencakup:Neraca fiskal Laporan keuangan fiskal adalah informasi akuntansi yang dibuat untuk kepentingan perpajakan, penyajiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku beserta aturan pelaksanaannya.Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang dibuat untuk kepentingan perpajakan yang mengacu pada semua peraturan perpajakan, Laporan keuangan fiskal mencakup:Neraca fiskalPerhitungan laba rugi dan perubahan laba ditahan Laporan keuangan fiskal adalah informasi akuntansi yang dibuat untuk kepentingan perpajakan, penyajiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku beserta aturan pelaksanaannya.Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang dibuat untuk kepentingan perpajakan yang mengacu pada semua peraturan perpajakan, Laporan keuangan fiskal mencakup:Neraca fiskalPerhitungan laba rugi dan perubahan laba ditahanPenjelasan laporan keuangan fiskal Laporan keuangan fiskal adalah informasi akuntansi yang dibuat untuk kepentingan perpajakan, penyajiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku beserta aturan pelaksanaannya.Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang dibuat untuk kepentingan perpajakan yang mengacu pada semua peraturan perpajakan, Laporan keuangan fiskal mencakup:Neraca fiskalPerhitungan laba rugi dan perubahan laba ditahanPenjelasan laporan keuangan fiskalRekonsiliasi laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal Laporan keuangan fiskal adalah informasi akuntansi yang dibuat untuk kepentingan perpajakan, penyajiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku beserta aturan pelaksanaannya.Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang dibuat untuk kepentingan perpajakan yang mengacu pada semua peraturan perpajakan, Laporan keuangan fiskal mencakup:Neraca fiskalPerhitungan laba rugi dan perubahan laba ditahanPenjelasan laporan keuangan fiskalRekonsiliasi laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskalIkhtisar kewajiban pajak Jika kita bandingkan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal maka dapat kita ketahui beberapa hal terkait dengan perbedaannya

You might be interested:  Modal Yang Dibutuhkan Untuk Membuka Rumah Makan?

Apa perbedaan akuntansi komersial dan akuntansi sektor publik?

1. Dari sisi laporan – Yang pertama perbedaan akuntansi komersial dan akuntansi pemerintah adalah dari sisi laporan dalam jurnal, Akuntansi komersial memiliki laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas sedangkan akuntansi pemerintahan tidak mempunyai laporan laba rugi.

  1. Namun sebagai gantinya pada akuntansi pemerintahan terdapat laporan operasional dan laporan realisasi anggaran.
  2. Omponen neraca pada akuntansi pemerintah juga berbeda, munculnya istilah baru, di antaranya Dana Cadangan, Ekuitas Dana (Ekuitas Dana Lancar, Ekuitas Dana Investasi, dan Ekuitas Dana Cadangan).

Hal ini didasarkan bahwa dalam pencatatan laporan pemerintah tidak berorientasi pada laba atau profit.

Bagaimana teknik yang dilakukan jika suatu penghasilan diakui menurut akuntansi tetapi tidak diakui menurut fiskal?

Jika suatu penghasilan diakui menurut akuntansi tetapi tidak diakui menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan mengurangkan sejumlah penghasilan tersebut dari penghasilan menurut akuntansi, yang berarti mengurangi laba menurut akuntansi.

Apa yang menyebabkan terjadinya koreksi fiskal?

Jenis Koreksi Fiskal Positif – Contoh fiskal positif di antaranya ialah pembagian laba atau penghasilan. Apapun labelnya, tiap penghasilan akan dikenakan wajib pajak. Berikut beberapa contoh fiskal positif yaitu sanksi administrasi berupa denda; harta hibahan, bantuan, dan sumbangan; asuransi beasiswa; premi asuransi kesehatan dwiguna; imbalan pekerjaan yang diberikan dalam bentuk natura atau kenikmatan; biaya untuk kepentingan pribadi wajib pajak; dana cadangan; pajak penghasilan; gaji yang dibayarkan pada pemilik; selisih penyusutan atau amortisasi komersial di atas penyusutan atau amortisasi fiskal; biaya untuk menagih, mendapatkan, dan memelihara penghasilan yang dikenakan PPh Final dan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak; jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan pada pihak yang memiliki hubungan istimewa sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan; dan penyesuaian fiskal positif lain yang tidak berasal dari hal di atas.

  1. Ringkasnya, tujuan dari koreksi positif ialah menambah laba komersial atau laba Penghasilan Kena Pajak (PhKP).
  2. Dengan begitu, koreksi positif akan menambahkan pendapatan dan mengurangi atau mengeluarkan berbagai biaya yang sekiranya diakui secara fiskal.
  3. Salah satu contoh koreksi fiskal positif adalah imbalan pekerjaan yang diberikan dalam bentuk natura atau kenikmatan.

Adapun aturan lebih lanjut mengenai naturan dan kenikmatan telah tercantum dalam PMK No.167/PMK.03/2018. Adapun, terdapat biaya-biaya lain yang menimbulkan koreksi fiskal positif selain yang diatur dalam PPh. Beberapa jenis biaya yang sering muncul dalam proses koreksi fikal adalah sebagai berikut:

  1. Biaya terkait penggunaan sedan, telepon seluler, dan pulsa dikoreksi sebesar 50%. Ketentuan ini diatur dalam KEP-2020/PJ./2002.
  2. Biaya entertainment yang tidak mencantumkan daftar nominal akan dikoreksi positif seluruhnya. Ketentuan ini diatur dalam SE-27/PJ.22/1986,
  3. Kerugian piutang tak tertagih yang tidak sesuai dengan PMK No.207/PMK.010/2015.

Bagaimanakah perbedaan prinsip harga perolehan dalam akuntansi komersial dan fiskal?

Prinsip Harga Perolehan (Cost) – Dalam prinsip ini, perbedaanya pada hal perhitungan harga perolehan atau cost. Dalam akuntansi komersial, penentuan harga perolehan barang yang diproduksi boleh disertai unsur biaya tenaga kerja dan tenaga natura. Sedangkan dalam fiskal, pengeluaran dalam bentuk natura, tidak dapat dimasukkan atau diakui sebagai pengeluaran biaya.

Mengapa laporan keuangan harus disusun secara beriringan dengan laporan keuangan komersial?

Pembahasan – Laporan keuangan fiskal adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk menghitung pajak. Sedangkan laporan keuangan komersial adalah laporan yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Laporan keuangan fiskal beriringan dengan laporan keuangan komersial karena ketentuan perpajakan sangat dominan dalam proses penyusunan laporan keuangan.

Jika terjadi perbedaan penghitungan (khususnya laba) maka perlu dilakukan rekonsiliasi fiscal. Pendekatan dalam penyusunan laporan keuangan fiskal, yaitu : 1. Laporan keuangan fiskal ekstrakomtabel dengan laporan keuangan bisnis. Artinya bahwa laporan keuangan fiskal merupakan produk tambahan, diluar laporan keuangan bisnis.2.

Laporan keuangan fiskal disusun secara beriringan dengan laporan keuangan komersial. Artinya ketentuan pajak sangat dominan dalam proses penyusunan laporan keuangan, walaupun laporan keuangan komersial disusun berdasarkan prinsip akuntansi bisnis.3. Laporan keuangan fiskal disusun dengan memasukkan ketentuan pajak dalam laporan keuangan bisnis.