Profesi Akuntan Yang Melayani Jasa Pemeriksaan Keuangan Masyarakat?

Profesi Akuntan Yang Melayani Jasa Pemeriksaan Keuangan Masyarakat
2. Akuntan Publik – Profesi berikutnya adalah akuntan publik yang tugasnya juga hampir sama dengan jenis-jenis profesi akuntan yang lainnya. Seorang akuntan publik merupakan orang yang bertugas untuk melayani masyarakat atau dalam ruang lingkup publik.

Jadi, akuntan publik ditujukan kepada siapa saja yang sedang memerlukan jasa akuntan ini. Biasanya, mereka akan membuka jasa konsultan yang bersifat publik sehingga dapat melayani mereka mengenai akuntansi. Jadi, profesi ini bertindak sebagai pihak independen yang ada di luar perusahaan. Jadi, mereka bisa menentukan atau mematuk sendiri jasa akuntan yang mereka tawarkan.

Beberapa tugas yang perlu dilakukan oleh akuntan publik diantaranya adalah memeriksa laporan keuangan, menyusun sistem akuntansi bagi jasa yang membutuhkan akuntansi diluar stafnya. Gaji untuk akuntan publik rata-ratanya adalah sekitar Rp 4 juta sampai dengan Rp 8 juta.

Apa tugas seorang akuntan publik?

Tugas dan Jobdesk Akuntan Publik – Nah, setelah Anda tahu pengertian dan bidang jasa dari akuntan publik, ketahui juga tugas-tugas profesi satu ini. Tugas akuntan publik adalah memeriksa laporan keuangan perusahaan yang sudah dibuat oleh akuntan perusahaan tersebut.

  1. Secara spesifik, mereka bertugas untuk memeriksa apakah terjadi kesalahan atau tidak dalam laporan keuangan tersebut sesuai standar keuangan Indonesia.
  2. Selain bertugas untuk memeriksa laporan keuangan, profesi ini juga bertugas untuk membantu perusahaan dalam membuat laporan pajak agar terhindar dari kesalahan, seperti tax amnesty dan SPT Tahunan yang tidak valid.

Akuntan publik juga bisa membantu perusahaan agar membayar pajak sedikit mungkin, namun tetap sesuai dengan aturan UU perpajakan. Baca juga: Laporan Keuangan Sektor Publik, Bedanya dengan Swasta? Selain bertugas memeriksa laporan keuangan, profesi ini juga bertugas memeriksa laporan kepemilikan terhadap aset perusahaan agar terhindar dari penyitaan aset.

  1. Mereka juga wajib menyampaikan informasi laporan keuangan perusahaan secara transparan kepada publik.
  2. Apabila terjadi inflasi, maka tugas akuntan publik adalah memberikan solusi keuangan kepada perusahaan agar perusahaan bisa membuat keputusan yang benar.
  3. Akuntan publik juga harus memberikan informasi kepada perusahaan tentang cara mengalokasikan sumber-sumber terbatas, contohnya aset perusahaan, pegawai, dan modal bisnis.

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Mekari Jurnal bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal dengan klik pada tombol atau banner di bawah ini. Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Apa yang dimaksud dengan profesi akuntan publik?

Akuntan Publik dalam Pasar Modal – Berdasarkan buku Hukum Pasar Modal, peran akuntan publik adalah mengungkapkan informasi keuangan perusahaan, mengaudit laporan keuangan emiten, dan memberikan pendapat atas angka-angka dalam laporan keuangan. Berdasarkan angka-angka dalam laporan keuangan, akuntan publik akan memberikan pendapat yang dapat dibagi menjadi empat, yaitu:

Termasuk profesi dalam bidang apakah akuntan publik?

4. Akuntan Pendidik – Profesi akuntansi ini bertugas untuk mendidik di bidang akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan di bidang akuntansi, dan menyusun kurikulum di berbagai tingkat pendidikan. Pada umumnya, salah satu dari jenis-jenis profesi akuntansi ini disebut sebagai dosen atau guru yang mengajar akuntansi.

Apa Perbedaan akuntan publik dan akuntan intern?

Bila pada akuntansi intern seorang bekerja pada sebuah entitas atau perusahaan, kalau akuntansi publik seorang akuntan bekerja untuk memberi jasa akuntansi bagi masyarakat umum (publik). – Bila pada akuntansi intern seorang bekerja pada sebuah entitas atau perusahaan, kalau akuntansi publik seorang akuntan bekerja untuk memberi jasa akuntansi bagi masyarakat umum (publik).

Apa perbedaan antara akuntan publik dan akuntan swasta?

Perbedaan Akuntan Publik dan Akuntan Swasta – adalah pihak ketiga yang memeriksa laporan keuangan dan sistem pendukung perusahaan untuk melihat apakah laporan keuangan cukup mewakili hasil, posisi keuangan, dan arus kas perusahaan klien. Sedangkan akuntan swasta adalah akuntan yang berasal dari departemen akuntansi di suatu perusahaan.

Apa perbedaan antara akuntan publik dan akuntan manajemen?

Berikut perbedaan akuntan publik dan akuntan manajemen: Dalam hal tugas, akuntan publik bertugas untuk memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan, sedangkan akuntan manajemen bertugas untuk membuat keputusan perusahaan. Dalam hal tempat kerja, akuntan publik memiliki lokasi kerja utama di kantor akuntan publik, sedangkan akuntan manajemen bekerja pada suatu perusahaan.

Dalam hal tugas, akuntan publik bertugas untuk memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan, sedangkan akuntan manajemen bertugas untuk membuat keputusan perusahaan. Dalam hal tempat kerja, akuntan publik memiliki lokasi kerja utama di kantor akuntan publik, sedangkan akuntan manajemen bekerja pada suatu perusahaan. Dalam hal tujuan, akuntan publik bertujuan untuk menilai kewajaran laporan keuangan, sedangkan akuntan manajemen bertujuan untuk menciptakan keputusan internal perusahaan.

Apakah auditor dan akuntan publik itu sama?

Jenis – Auditor dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

Auditor Pemerintah adalah auditor yang bertugas melakukan audit atas keuangan pada instansi-instansi pemerintah. Di Indonesia, auditor pemerintah dapat dibagi menjadi dua yaitu:

Auditor Eksternal Pemerintah yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai perwujudan dari Pasal 23E ayat (1) Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri., ayat (2) Hasil pemeriksa keuangan negara diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,sesuai dengan kewenangannya. Badan Pemeriksa Keuangan merupakan badan yang tidak tunduk kepada pemerintah, sehingga diharapkan dapat bersikap independen, Auditor Internal Pemerintah atau yang lebih dikenal sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal/Inspektorat Utama/Inspektorat di setiap kementerian/lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota.

Auditor Intern merupakan auditor yang bekerja pada suatu perusahaan dan oleh karenanya berstatus sebagai pegawai pada perusahaan tersebut. Tugas utamanya ditujukan untuk membantu manajemen perusahaan tempat dimana ia bekerja. Auditor Independen atau Akuntan Publik adalah melakukan fungsi pengauditan atas laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan. Pengauditan ini dilakukan pada perusahaan terbuka, yaitu perusahaan yang go public, perusahaan-perusahaan besar dan juga perusahaan kecil serta organisasi-organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Praktik akuntan publik harus dilakukan melalui suatu Kantor Akuntan Publik (KAP).

Namun, Arens & Loebbecke dalam bukunya Auditing Pendekatan Terpadu yang diadaptasi oleh Amir Abadi Jusuf, menambahkan satu lagi jenis auditor, yaitu:

Auditor Pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berada dibawah Departemen Keuangan Republik Indonesia, bertanggungjawab atas penerimaan negara dari sektor perpajakan dan penegakan hukum dalam pelaksanaan ketentuan perpajakan. Aparat pelaksanaan DJP dilapangan adalah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (Karikpa). Karikpa mempunyai auditor-auditor khusus. Tanggungjawab Karikpa adalah melakukan audit terhadap para wajib pajak tertentu untuk menilai apakah telah memenuhi ketentuan perundangan perpajakan.

SPAP ada berapa?

Standar Profesional Akuntan Publik Standar Profesional Akuntan Publik terdiri dari enam standar yaitu:

  1. Standar Auditing.
  2. Standar Atestasi.
  3. Standar Jasa Akuntansi dan Review.
  4. Standar Jasa Konsultasi.
  5. Standar Pengendalian Mutu.
  6. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik.

Kelima standar yang pertama merupakan standar teknis yang diterbitkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik., sedangkan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan aturan moral yang diterbitkan oleh Kompartemen Akuntan Publik. Keenam standar profesional ini disusun untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan akuntan publik bagi masyarakat.

Standar Auditing merupakan panduan audit atas laporan keuangan historis, yang terdiri dari 10 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA) termasuk interpretasi Pernyataan Standar Auditing (IPSA).Standar ini bersifat mengikat bagi anggota Ikatan Akuntan Indonesia yang berpraktik sebagai akuntan publik, sehingga pelaksanaannya bersifat wajib.

Standar Atestasi memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup tingkat keyakinan tertinggi yang diberikan dalam jasa audit atas laporan keuangan historis, pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif, serta tipe perikatan atestasi lain yang memberikan keyakinan yang lebih rendah (review, pemeriksaan, dan prosedur yang disepakati).

  • Standar atestasi terdiri dari 11 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Atestasi (PSAT), termasuk Interpretasi Pernyataan Standar Atestasi (IPSAT).
  • Standar ini mengikat akuntan publik dan pelaksanaaannya bersifat wajib.
  • Standar Jasa Akuntansi dan Review memberikan rerangka untuk fungsi nonatestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review.Dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (PSAR), dan bersifat mengikat akuntan publik sehingga pelaksanaannya wajib.
You might be interested:  Pajak Yang Ditarik Oleh Pemerintah Pusat Terdiri Dari?

Standar Jasa Konsultasi memberikan panduan bagi praktisi yang menyediakan jasa konsultasi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik. Dalam jasa konsultasi, para praktisi menyajikan temuan, kesimpulan, dan rekomendasi. Standar Pengendalian Mutu, memberikan panduan bagi kantor akuntan publik dalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik dan Aturan Etika Kompertemen Akuntan Publik.

  • STANDAR AUDITING
  • Terdiri dari 3 standar umum, 3 standar pekerjaan lapangan, dan 4 standar pelaporan.
  • 1. Standar Umum
  • Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
  • Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.
  • Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

2. Standar Pekerjaan Lapangan

  • Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
  • Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup oengujian yang akan dilakukan.
  • Bukti audit yang kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.

3. Standar Pelaporan

  • Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
  • Laporan audit harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistensian penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
  • Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
  • Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahea pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.

Penjelasan standar umum pertama yaitu: audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. Dalam melaksanakan audit untuk sampai pada suatu pernyatan pendapat, auditor harus senantiasa bertindak sebagai seorang ahli dalam bidang akuntansi dan bidang auditing.

  • Pencapaian keahlian tersebut dimulai dengan pendidikan formalnya, yang diperluas melalui pengalaman-pengalaman selanjutnya dalam praktik audit.
  • Penjelasan standar umum kedua yaitu: dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.
  • Standar ini mengharuskan auditor bersikap independen, artinya tidak mudah dipengaruhi, karene ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum.

Dengan demikian tidak dibenarkan memihak kepada kepentingan siapapun, sebab bagaimanapun sempurnanya keahlian teknis yang dimiliki, ia akan kehilangan sikap tidak memihak, yang justru sangat penting untuk mempertahankan kebebasan pendapatnya. Penjelasan standar umum ketiga : Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

  • Standar ini menuntut auditor independen untuk merencanakan dan melaksanakan pekerjaannya dengan menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama.
  • Penggunaan kemahiran profesional dengan kecermatan dan keseksamaan menekankan tanggung jawab setiap profesional yang bekerja dalam organisasi auditor independen untuk mengamati standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan.

Penjelasan standar pekerjaan lapangan pertama yaitu: Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan.

  1. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut.
  2. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut.
  3. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan.
  4. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan.
  5. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit.
  6. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian ( adjustment ).
  7. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit, seperti resiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
  8. Sifat laporan laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh, laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasi, laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam, laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian).

Supervisi : Pekerjaan yang dilaksanakan oleh asisten harus di review untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara memadai dan auditor harus menilainya apakah hasilnya sejalan dengan kesimpulan yang disajikan dalam laporan auditor.

  • Penjelasan standar pekerjaan lapangan kedua : Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang dilakukan.
  • Pengendalian intern adalah suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan : keandalan laporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Pengendalian intern terdiri dari lima komponen yang saling terkait yaitu :

  1. Lingkungan pengendalian
  2. Penaksiran risiko
  3. Aktivitas pengendalian
  4. Informasi dan komunikasi
  5. Pemantauan

Dalam semua audit, auditor harus memperoleh pemahaman masing-masing dari lima komponen pengendalian intern yang cukup untuk merencanakan audit dengan melaksanakan prosedur untuk memahami desain pengendalian yang relevan dengan suatu audit laporan keuangan, dan apakah pengendalian tersebut dioperasikan. Dalam perencanaan audit, pengetahuan tersebut digunakan untuk:

  1. Mengidentifikasi salah saji potensial.
  2. Mempertimbangkan faktor-faktor yang berdampak terhadap risiko salah saji material
  3. Mendesain pengujian substantif.

Penjelasan standar pekerjaan lapangan yang ketiga : Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.Pernyataan manajemen (asersi) yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi 5 golongan yaitu: keberadaan atau keterjadian ( exitence or occurrence ), kelengkapan ( completeness ), hak dan kewajiaban ( right and obligation ), penilaian ( valuation ), dan Penyajian dan pengungkapan ( presentation and disclosure ).Didalam memperoleh bukti audit yang mendukung asersi dalam laporan keuangan, auditor independen merumuskan tujuan audit spesifik ditinjau dari sudut asersi tersebut dengan mempertimbangkan kondisi khuisus entitas termasuk sifat aktivitas ekonomi dan praktik akuntansi yang khas dalam industrinya.

  1. Prinsip akuntansi yang dipilih dan diterapkan telah berlaku umum di Indonesia.
  2. Prinsip akuntansi yang dipilih tepat untuk keadaan yang bersangkutan
  3. Laporan keuangan beserta catatannya memberikan informasi cukup yang dapat mempengaruhi penggunaan, pemahaman, dan penafsirannya.
  4. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan diklasifikasikan dan diikhtisarkan dengan semestinya, yang tidak terlalu rinci atau ringkas.
  5. Laporan keuangan mencerminkan peristiwa dan transaksi yang mendasarinya dalam suatu cara yang menyajikan posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas dalam batas-batas yang layak dan praktis untuk dicapai dalam laporan keuangan.

Penjelasan standar pelaporan kedua yaitu: laporan auditor harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam pnyusunan laporan keuangan priode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.

Tujuan standar konsistensi adalah untuk memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan di antara dua periode dipengaruhi secara material oleh perubahan prinsip akuntansi, auditor akan mengungkapkan perubahan tersebut dalam laporannya. Penjelasan standar pelaporan ketiga yaitu: Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.

Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mencakup dimuatnya pengungkapan informatif yang memadai atas hal-hal material. Hal-hal tersebut mencakup bentuk, susunan, dan isi laporan keuangan, serta cataan atas laporan keuangan yang meliputi, sebagai contoh, istilah yang digunakan, rincian yang dibuat, penggolongan unsur dalam laporan keuangan, dan dasar-dasar yang digunakan untuk menghasilkan jumlah yang dicantumkan dalam laporan keuangan.

Auditor harus mempertimbangkan apakah masih terdapat hal-hal tertentu yang harus diungkapkan sehubungan dengan keadaan dan fakta yang diketahuinya pada saat audit. Penjelasan standar pelaporan keempat yaitu: Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.

Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.

  1. Tujuan standar pelaporan keempat adalah untuk mencegah salah tafsir tentang tingkat tanggung jawab yang harus dipikul oleh akuntan bila namanya dikaitkan dengan laporan keuangan.
  2. STANDAR ATESTASI Standar ini berlaku pada akuntan publik yang melaksanakan suatu perikatan atestasi.Suatu perikatan atestasi adalah perikatan yang di dalamnya praktisi mengadakan perikatan untuk menerbitkan komunikasi tertulis yang menyatakan suatu simpulan tentang keandalan asersi tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain.1.
You might be interested:  Merupakan Modal Yang Menjadi Sumber Pendapatan Bagi Pemiliknya Disebut Modal?

Standar Umum :

  • Perikatan harus dilaksanakan oleh seorang praktisi atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup dalam fungsi atestasi.
  • Perikatan harus dilaksanakan oleh seorang praktisi atau lebih yang memiliki pengetahuan cukup dalam bidang yang bersangkutan dengan asersi.
  • Praktisi harus melaksanakan perikatan hanya jika ia memiliki alasan untuk menyakinkan dirinya bahwa dua kondisi berikut ini ada :
  • Dalam semua hal yang bersangkutan dengan perikatan, sikap mental independen harus dipertahankan oleh praktisi.
  • Kemahiran profesional harus selalu digunakan oleh praktisi dalam melaksanakan perikatan, mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pelaksanaan perikatan tersebut.
  1. Asersi dapat dinilai dengan kriteria rasional, baik yang telah ditetapkan oleh badan yang diakui atau yang dinyatakan dalam penyajian asersi tersebut dengan cara cukup jelas dan komprehensif bagi pembaca yang diketahui mampu memahaminya.
  2. Asersi tersebut dapat diestimasi atau diukur secara konsisten dan rasional dengan menggunakan kriteria tersebut.Kriteria rasional adalah kriteria yang menghasilkan informasi bermanfaat. Manfaat informasi tergantung pada keseimbangan memadai antara relevansi dan keandalan.

2. Standar Pekerjaan Lapangan

  • Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
  • Bukti yang cukup harus diperoleh untuk memberikan dasar rasional bagi simpulan yang dinyatakan dalam laporan.

3. Standar Pelaporan

  • Laporan harus menyebutkan asersi yang dilaporkan dan menyatakan sifat perikatan atestasi yang bersangkutan.
  • Laporan harus menyatakan simpulan praktisi mengenai apakah asersi disajikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau kriteria yang dinyatakan dipakai sebagai alat pengukur.
  • Laporan harus menyatakan semua keberatan praktisi yang signifikan tentang perikatan dan penyajian asersi.
  • Laporan suatu perikatan untuk mengevaluasi suatu asersi yang disusun berdasarkan kriteria yang disepakati atau berdasarkan suatu perikatan untuk melaksanakan prosedur yang disepakati harus berisi suatu pernyataan tentang keterbatasan pemakaian laporan hanya oleh pihak-pihak yang menyepakati kriteria atau prosedur tersebut.
  1. STANDAR JASA AKUNTANSI DAN REVIEW
  2. Terdiri dari Kompilasi dan review atas laporan keuangan, pelaporan atas laporan keuangan komparatif, Laporan kompilasi atas laporan keuangan yang dimasukkan dalam formulir tertentu, komunikasi antara akuntan pendahulu dengan akuntan pengganti, pelaporan atas laporan keuangan pribadi yang dimasukkan dalam rencana keuangan pribadi tertulis.
  3. Kompilasi Dan Review Atas Laporan Keuangan
  4. Pelaporan Atas Kompilasi Laporan Keuangan tanpa audit atau review oleh akuntan harus disertai dengan suatu laporan akuntan yang menyatakan bahwa :
  1. Kompilasi telah dilakukan sesuai denganstandar.
  2. Kompilasi terbatas pada penyajian informasi dalam bentuk laporan keuangan yang merupakan representasi manajemen atau pemilik.
  3. Laporan keuangan tidak diadit atau direview dan dengan demikian akuntan tidak menyatakan pendapat atau bentuk keyakinan lain apapun.

Pelaporan Akuntan mengenai hasil revuiew atas laporan keuangan, harus disertai dengan laporan akuntan yang menyatakan bahwa :

  1. Review dilaksanakan sesuai dengan Standar Jasa Akuntansi dan Review yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.
  2. Semua informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah penyajian manajemen atau pemilik entitas tersebut.
  3. Review terutama mencakup permintaan keterangan kepada para pejabat penting perusahaan dan prosedur analitik yang diterapkan terhadap data keuangan.
  4. Lingkup review jauh lebih sermpit dibandingkan dengan lingkup audit yang tujuannya untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dengan demikian tidak dinyatakan pendapat semacam itu dlalam suatu review.
  5. Akuntan tidak mengetahui adanya suatu modifikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, selain dari perubahan, jika ada, yang telah diungkapkan dalam laporan akuntan.

Pelaporan Atas Laporan Keuangan Komparatif Laporan keuangan yang disusun oleh klien untuk beberapa periode yang tidak diaudit, direview atau dikompilasi dapat disajikan di halaman terpisah dalam suatu dokumen yang juga berisi laporan keuangan periode lain yang dilaporkan oleh akuntan.Laporan keuangan komparatif adalah laporan keuangan dua periode atau lebih yang disajikan dalam bentuk kolom.

  • STANDAR JASA KONSULTASI
  • Jasa konsultasi adalah jasa profesional yang disediakan dengan memadukan kemahiran teknis, pendidikan, pengamatan, pengalaman, dan pengetahuan praktisi mengenai proses konsultasi, yang meliputi : Konsultasi, jasa pemberian saran profesional, jasa implementasi, jasa transaksi, jasa penyediaan staf dan jasa pendukung lainnya dan jasa produk.
  • 1. Standar Umum :
  • Kecakapan Profesional
  • Penggunaan kemahiran profesional dengan cermat dan seksama
  • Perencanaan dan supervisi
  • Data relevan yang memadai

2. Standar umum tambahan :

  • Kepentingan klien : dalam setiap perikatan, praktisi harus melayani kepentingan klien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kesepakatan dengan klien dengan tetap mempertahankan integritas dan objektivitas.
  • Kesepakatan dengan klien : Praktisi harus mencapai kesepakatan baik secara lisan maupun tertulis, dengan klien mengenai tanggung jawab masing-masing pihak dan sifat, lingkup, dan keterbatasan jasa yang akan disediakan, dan mengubah kesepakatan tersebut apabila terjadi perubahan signifikan selama masa perikatan.
  • Komunikasi dengan klien : Praktisi harus menberitahu kliennya tentang adanya : benturan kepentingan, keraguan signifikan yang berkaitan dengan lingkup dan manfaat suatu perikatan dan temuan atau kejadian signifikan selama periode perikatan.

STANDAR PENGENDALIAN MUTU KANTOR AKUNTAN PUBLIK Setiap Kantor Akuntan Publik wajib memiliki sistem pengendalian mutu dan menjelaskan unsur-unsur pengendalian mutu dan hal-hal yang terkait dengan implementasi secara efektif sistem tersebut. Sistem pengendalian mutu KAP mencakup struktur organisasi, kebijakan dan prosedur yang ditetapkan KAP untuk memberikan keyakinan memadai tentang kesesuaian perikatan profesional dengan SPAP.

  1. Independensi
  2. Penugasan personel
  3. Konsultasi
  4. Supervisi
  5. Pemekerjaan (hiring)
  6. Pengembangan profesional
  7. Promosi
  8. Penerimaan dan keberlanjutan klien
  9. Inspeksi

Standar Pelaksanaan dan Pelaporan Review Mutu Tujuan program review mutu IAI adalah untuk meningkatkan mutu kinerja anggota IAI dalam perikatan audit, atestasi, akuntansi dan review, konsultasi. Tujuan program ini dicapai melalui tindakan pendidikan dan perbaikan serta tindakan koreksi.

  1. ATURAN ETIKA KOMPARTEMEN AKUNTAN PUBLIK
  2. Standar Umum
  3. A. Kompetensi profesional
  4. B. Kecermatan dan keseksamaan profesional
  5. C. Perencanaan dan supervisi
  6. D. Data relevan yang memadai
  7. Tanggung Jawab kepada Klien
  8. 1. Informasi Klien yang Rahasia
  9. anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia tanpa persetujuan klien
  10. 2. Fee Profesional
  11. Besarnya fee dapat bervariasi tergantung antara lain : risiko penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan jasa tersebut, struktur biaya KAP yang bersangkutan dan pertimbangan profesional lainnya.
  12. 3. Fee Kontinjen
  13. Fee kontinjen adalah fee yang ditetapkan untuk pelaksanaan suatu jasa profesinal tanpa adanya fee yang akan dibebankan, kecuali ada temuan atau hasil tertentu dimana jumlah fee tergantung pada temuan atau hasil tertentu tersebut.
  14. Tanggung Jawab kepada Rekan Profesi
  15. 1. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi
  16. Anggota wajib memelihara citra profesi, dengan tidak melakukan perbuatan dan perkataan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi.
  17. 2. Komunikasi Antar Akuntan Publik

Anggota wajib berkomunikasi tertulis dengan akuntan publik terdahulu bila akan melakukan perikatan audit menggantikan akuntan publik pendahulu atau untuk tahun buku yang sama ditunjuk akuntan publik lain dengan jenis dan periode serta tujuan yang berlainan, Akuntan publik pendahuli wajib menanggapi secara tertulis permintaan komunikasi dari akuntan pengganti secara memadai.

  • 3. Perikatan Atestasi
  • Akuntan publik tidak diperkenankan mengadakan perikatan atestasi yang jenis atestasi dan periodenya sama dengan perikatan yang dilakukan oleh akuntan yang lebih dulu ditunjuk klien, kecuali apabila perikatan tersebut dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan atau peraturan yang dibuat oleh badan yang berwenang.
  • Tanggung Jawab dan Praktik Lain
  • 1. Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan
  • Anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan atau mengucapkan perkataan yang mencemarkan profesi.
  • 2. Iklan, promosi dan kegiatan pemasaran lainnya
  • Anggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari klien melalui pemasangan iklan, melakukan promosi pemasaran dan kegiatan pemasaran lainnya sepanjang tidak merendahkan citra profesi.
  • 3. Komisi dan Fee Referal

Anggota KAP tidak diperkenankan untuk memberikan/menerima komisi apabila pemberian/penerimaan komisi tersebut dapat mengurangi independensi. Fee referal (rujukan) adalah imbalan yang dibayarkan/diterima kepada/dari sesama pnyedia jasa profesional akuntan publik. Fee referal hanya diperkenankan bagi sesama profesi.

  1. 4. Bentuk Organisasi dan KAP
  2. Anggota hanya dapat berpraktik akuntan publik dalam bentuk organisasi yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau yang tidak menyesatkan dan merendahkan citra profesi.
  3. Referensi tulisan

Rebele, J.E., Michaels, R.E. and Wachter, R. (1996) ‘The relationship of career stage to job outcomes and role stress: a study of external auditors’, Advances in Accounting, 14: 241–58. McNair, C.J. (1991) ‘Proper compromises: the management control dilemma in public accounting and its impact on auditor behavior’, Accounting, Organizations and Society, 16(7): 635–53.

Dillard, J.F. and Ferris, K.R. (1989) ‘Individual behavior in professional accounting, rms: a review and synthesis’, Journal of Accounting Literature, 8: 208–34. Libby, R. and Luft, J. (1993) ‘Determinants of judgment performance in accounting settings: ability, knowledge, motivation, environment’, Accounting, Organizations and Society, 18(5): 425–50.

: Standar Profesional Akuntan Publik

Apa perbedaan antara auditor internal dan auditor eksternal?

Perbedaan Auditor Internal dan Auditor Eksternal Ciputat – Beberapa waktu ini ghirah para auditor internal PTKIN yang tergabung dalam sarana komunikasi Forum SPI PTKIN sedang meningkat. Ghirah tersebut dapat terlihat dengan tingginya antusiasme para personalia SPI dalam forum tersebut untuk merancang bangun beraneka ragam pedoman pemeriksaan atau pedoman reviu.

  1. Sebuah langkah positif yang harus di apresiasi oleh semua pihak, tak terkecuali Kementerian Agama RI lewat Direktorat Diktis maupun Direktorat Jenderal Pendis.
  2. Hal yang perlu diingat bersama dalam merancang bangun pedoman-pedoman tersebut adalah “perbedaan” antara SPI sebagai auditor internal dengan pihak lain yang memposisikan diri sebagai auditor eksternal.
You might be interested:  Faktur Pajak Yang Tidak Dapat Dikreditkan?

Kenapa? karena kita (SPI) adalah bagian integral, bagian tidak terpisahkan dari institusi kita, PTKIN kita. Jangan sampai kemudian kita yang merupakan bagian integral ternyata memposisikan diri sebagai “lawan” bagi bagian lain dalam institusi yang sama, PTKIN kita.

  1. Oleh karena itu, mari sama-sama kita coba membaca kembali perbedaan auditor internal dan eksternal yang kami petik dari auditorinternal.com ini sebagai pengingat kembali peran, tugas dan fungsi kita SPI.
  2. Ada beberapa perbedaan mendasar antara auditor internal dan auditor eksternal, yakni: Perbedaan Misi Tanggung jawab utama auditor eksternal adalah memberikan opini atas kewajaran pelaporan keuangan organisasi, terutama dalam penyajian posisi keuangan dan hasil operasi dalam suatu periode.

Mereka juga menilai apakah laporan keuangan organisasi disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum, diterapkan secara konsisten dari periode ke periode, dan seterusnya. Opini ini akan digunakan para pengguna laporan keuangan, baik di dalam organisasi terlebih di luar organisasi, antara lain untuk melihat seberapa besar tingkat reliabilitas laporan keuangan yang disajikan oleh organisasi tersebut.

Sementara itu, tanggung jawab utama auditor internal tidak terbatas pada pengendalian internal berkaitan dengan tujuan reliabilitas pelaporan keuangan saja, namun juga melakukan evaluasi desain dan implementasi pengendalian internal, manajemen risiko, dan governance dalam pemastian pencapaian tujuan organisasi,

Selain tujuan pelaporan keuangan, auditor internal juga mengevaluasi efektivitas dan efisiensi serta kepatuhan aktivitas organisasi terhadap ketentuan perundang-undangan dan kontrak, termasuk ketentuan-ketentuan internal organisasi. Perbedaan Organisasional Auditor Internal merupakan bagian integral dari organisasi di mana klien utama mereka adalah manajemen dan dewan direksi dan dewan komisaris, termasuk komite-komite yang ada.

Biasanya auditor internal merupakan karyawan organisasi yang berasngkutan. Meskipun dalam perkembangannya pada saat ini dimungkinkan untuk dilakukan outsourcing atau co-sourcing internal auditor, namun sekurang-kurangnya penanggung jawab aktivitas audit internal (CAE) tetaplah bagian integral dari organisasi.

Sebaliknya, auditor eksternal merupakan pihak ketiga alias bukan bagian dari organisasi. Mereka melakukan penugasan berdasarkan kontrak yang diatur dengan ketentuan perundang-udangan maupun standar profesional yang berlaku untuk auditor eksternal. Perbedaan Pemberlakuan Secara umum, fungsi audit internal tidak wajib bagi organisasi.

Sementara itu, pemberlakuan kewajiban untuk dilakukan audit eksternal lebih luas dibandingkan audit internal. Perusahaan-perusahaan yang listing, badan-badan sosial, hingga partai politik dalam keadaan-keadaan tertentu diwajibkan oleh ketentuan perundang-undangan untuk dilakukan audit eksternal, Perbedaan Fokus dan Orientasi Auditor internal lebih berorientasi ke masa depan, yaitu kejaidan-kejadian yang diperkirakan akan terjadi, baik yang memiliki dampak positif (peluang) maupun dampak negatif (risiko), serta bagaimana organisasi bersiap terhadap segala kemungkinan pencapaian tujuannya.Sedangkan auditor eksternal terutama berfokus pada akurasi dan bisa dipahaminya kejadian-kejadian historis sebagaimana terefleksikan pada laporan keuangan organisasi. Perbedaan Kualifikasi Kualifikasi yang diperlukan untuk seorang auditor internal tidak harus seorang akuntan, namun juga teknisi, personil marketing, insinyur produksi, serta personil yang memiliki pengetahuan dan pengalaman lainnya tentang operasi organisasi sehingga memenuhi syarat untuk melakukan audit internal.

Auditor Eksternal harus memiliki kualifikasi akuntan yang mampu memahami dan menilai risiko terjadinya errors dan irregularities, mendesain audit untuk memberikan keyakinan memadai dalam mendeteksi kesalahan material, serta melaporkan temuan tersebut.

Pada kebanyakan negara, termasuk di Indonesia, auditor perusahaan publik harus menjadi anggota badan profesional akuntan yang diakui oleh ketentuan perundang-undangan. Perbedaan Timing Auditor internal melakukan review terhadap aktivitas organisasi secara berkelanjutan, sedangkan auditor eksternal (audit keuangan/KAP) biasanya melakukan secara periodik/tahunan.

Itulah beberapa perbedaan mendasar antara auditor internal dan auditor eksternal, mudah-mudahan mengingatkan kembali peran kita (SPI) dalam institusi yang kita cintai ini. Semoga bermanfaat (ady cahyadi). : Perbedaan Auditor Internal dan Auditor Eksternal

Apa itu profesi akuntansi manajemen?

5. Akuntan Manajemen – Jenis profesi akuntansi berikutnya adalah akuntan manajemen yang bekerja dalam memberi informasi mengenai kesehatan keuangan sebuah perusahaan atau organisasi agar pihak perusahaan dapat membuat keputusan terbaik mengenai masa depan perusahaan.

Apa pekerjaan seorang akuntan manajemen?

Tugas dan tanggung jawab seorang Akuntan Manajemen, yaitu : 1. Perencanaan, menyusun sistem perencanaan, menyusun sasaran-sasaran yang diharapkan dan monitoring terhadap kemajuan dalam pencapaian sasaran.2. Pengevaluasian, mempertimbangkan kejadian-kejadian yang diharapkan dan membantu memilih cara terbaik untuk bertindak.3.

  1. Pengendalian, menjamin integritas Informasi finansial, memonitor dan mengukur prestasi serta melakukan koreksi yang diperlukan untuk mengembalikan kegiatan sesuai dengan cara-cara yang diharapkan.4.
  2. Mengimplementasikan suatu sistem pelaporan yang sesuai dengan pusat-pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi, sehingga sistem pelaporan tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap efektifitas penggunaan sumber daya dan pengukuran prestasi manajemen.5.

Pelaporan eksternal, berpartisipasi dalam prinsip-prinsip akuntansi untuk pelaporan eksternal. Sertifikasi yang dimiliki oleh akuntan : 1. CERTIFIED PUBLIK ACCOUNTANT (CPA) Akuntan Publik Tersertifikasi untuk profesi akuntan public yang dikeluarkan oleh Institut Akuntan Publik (IAPI) yang merupakan satu-satunya lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikasi akuntan public sesuai dengan UU No.5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik.

CPA biasanya hanya berlaku di satu Negara yang berdasarkan pada undang-undang di Negara masing-masing.2. CERTIFIED INTERNAL AUDITOR (CIA) Sertifikat untuk profesi auditor internal dalam profesi akuntansi. Dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditor (IIA) yang berpusat di Florida, Amerika Serikat. Sertifikat ini untuk profesi auditor internal yang diterima secara global.

Ujian sertifikasi CIA terbagi atas 4 bagian dan dilakukan secara online.

Apa saja tugas dari seorang akuntan perpajakan?

Definisi Profesi Akuntan Pajak – Secara sederhana, akuntan pajak ialah orang yang memiliki tugas dalam mengurus berbagai hal terkait pajak. Seorang akuntan sektor pajak memiliki tugas untuk menganalisis fenomena ekonomi dan menentukan strategi perpajakan yang tepat sesuai dengan ilmu yang dimiliki.

  1. Pada era good governance ini, pemerintah tidak lagi memegang seluruh pengaturan negara, melainkan juga swasta dan private sector harus mampu untuk memberikan timbal balik dalam ketertiban dan kejujuran untuk memenuhi kewajiban pajak perusahaan.
  2. Seorang akuntan pajak harus mampu memastikan perusahaan tersebut untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak tepat waktu.

Hal ini juga memungkinkan agar perusahaan tidak telat membayar kewajibannya dan membayar pajak dengan jumlah yang sesuai.

Apa saja yang dapat diberikan akuntan publik bagi pihak yang membutuhkan?

sebutkan jasa jasa yang diberikan oleh akuntan publik Jasa-jasa yang diberikan oleh akuntan publik yaitu :

  1. Jasa Audit Laporan Keuangan
  2. Jasa Audit Khusus
  3. Jasa Atestasi
  4. Jasa Review Laporan Keuangan
  5. Jasa Kompilasi Laporan Keuangan
  6. Jasa Konsultasi
  7. Jasa Perpajakan

Apa akuntansi bermanfaat bagi masyarakat?

Informasi keuangan bagi masyarakat digunakan sebagai alat untuk mengetahui informasi mengenai kinerja perusahaan dan manfaat sosial dalam masyarakat. Apabila kinerja meningkat, perusahaan akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sebagai wujud Corporate Social Responsibility (CSR).

Jadi, jawaban yang tepat adalah D. – Informasi keuangan bagi masyarakat digunakan sebagai alat untuk mengetahui informasi mengenai kinerja perusahaan dan manfaat sosial dalam masyarakat. Apabila kinerja meningkat, perusahaan akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sebagai wujud Corporate Social Responsibility (CSR).

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

Apakah jasa asuransi dapat diberikan oleh profesi lain selain kantor akuntan publik?

Kantor Akuntan Publik atau disingkat dengan KAP, adalah suatu bentuk organisasi akuntan publik yang memperoleh izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berusaha di bidang pemberian jasa profesional dalam praktik akuntan publik. Jasa-jasa tambahan yang biasanya diberikan oleh KAP meliputi jasa akuntansi dan pembukuan, jasa perpajakan, serta jasa konsultasi manajemen.

  1. JASA ASSURANCE Jasa Assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan.
  2. Pengambil keputusan memerlukan informasi yang andal dan relevan sebagai basis untuk pengambilan keputusan.
  3. Oleh karena itu mereka mencari jasa assurance untuk meningkatkan kualitas informasi yang akan dijadikan basis pengambilan keputusan.

Jasa Assurance dapat disediakan oleh profesi akuntan publik atau berbagai profesi lain. Contoh jasa assurance yang disediakan oleh profesi lain adalah jasa pengujian berbagai produk oleh organisasi konsumen (Non profit organization), jasa pemeringkatan televisi (television rating), dan lain-lain.

  • Profesi Akuntan Publik menyediakan jasa assurance mengenai informasi Laporan Keuangan historis kepada masyarakat.
  • Jasa ini dikenal dengan jasa Audit.
  • Di Amerika jasa assurance yang juga disediakan oleh profesi akuntan publik adalah jasa undian dan jasa kontes, meliputi prakiraan keuangan.
  • Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan jasa assurance tentang pengendalian web site semakin meningkat, dan profesi akuntan publik dapat memenuhi kebutuhan ini.

JASA ATESTASI VERA YULIANI 20140170 92 4A3