Suami Yang Tidak Jujur Soal Keuangan?

Suami Yang Tidak Jujur Soal Keuangan
5. Menghargai privasi – Suami tidak jujur masalah uang juga bisa dikarenakan ia berprinsip bahwa hal tersebut merupakan privasi masing-masing. Sehingga sang suami tidak merasa perlu terbuka soal keuangan kepada Mom. Sebaiknya Anda mendiskusikan ini bersama suami ya, Mom.

Apa hukumnya suami tidak jujur soal keuangan?

Hukum suami tidak jujur pada istri – Pada dasarnya, hukum berbohong dalam Islam adalah haram. Namun, terdapat pengecualian terhadap alasan-alasan tertentu secara syar’i. Adapun bentuk kebohongan yang diperbolehkan menurut ajaran Islam, yaitu:

Menjaga perdamaian dan menghindari permusuhan Menjaga rahasia dalam perang Menjadikan rumah tangga lebih harmonis

Selain dari tiga tujuan di atas, maka perilaku berbohong tetaplah dosa jika dilakukan. Nah, dari penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa hukum suami tidak jujur pada istri diperbolehkan selama bertujuan untuk menjaga kerukunan atau menjadikan rumah tangga semakin harmonis.

  • Akan tetapi, bagaimanakah hukum suami tidak jujur pada istri mengenai keuangan? Mom, dalam Islam, suami sebenarnya tak memiliki kewajiban untuk memberitahu sang istri perihal penghasilannya.
  • Suami hanya wajib memenuhi hak nafkah istri seperti kebutuhan pokok rumah tangga.
  • Terlebih lagi, menurut para ulama, suami pada dasarnya memegang hak penuh atas harta yang diperoleh dari hasil kerjanya sendiri.

Semua ini pada hakikatnya dilakukan demi kemaslahatan serta kebaikan bersama dan tidak dimaksudkan untuk menipu istri. Seperti halnya bila istri pelit, boros atau terlalu posesif hingga menyulitkan suami. Lantas dengan begitu, hukum suami tidak jujur pada istri perihal keuangan ialah diperbolehkan.

Apa hukumnya jika suami tidak jujur kepada istri?

Kata Ustaz: Suami Bohong ke Istri Boleh, Asal. Jakarta – Suami kepada istri ternyata diperbolehkan. Akan tetapi, ini bukan bohong yang sembarangan. Suami menjadi orang yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat terhadap pasangannya. Ucapan suami bisa sangat berpengaruh kepada istri.

melansir nasihat Ustaz Maulana dalam Islam Itu Indah soal suami yang berbohong kepada istri. Itu diperbolehkan asal kebohongan itu tidak mengandung unsur kezaliman dan untuk memberikan kebahagiaan kepada istri. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Berikut penjelasan lengkap : Bagaimana kebohongan itu ternyata ada dalam lingkup keluarga, tapi sebenarnya tujuannya untuk menyenangkan bukan untuk memanfaatkan.

Sekali lagi garis bawahi, berbohong untuk pasangan diperbolehkan tetapi untuk mendamaikan, untuk menyenangkan, bukan untuk mengelabui, bukan untuk memanfaatkan, apalagi tujuannya untuk menzalimi pasangan. Buat kita semua, dalam hal ini silakan laki-laki berbohong kepada pasangan, untuk apa? Untuk mendamaikan, untuk menyenangkan.

  1. ‘Uhh makanannya enak sekali,’ dihabiskan supaya nanti sore tidak ada lagi itu.
  2. Seperti Nabi, ‘Aisyah sini, ehm enak banget.
  3. Au mau coba juga?’ Pas dicoba ‘Ya Allah.’ Artinya bagaimana kita sama-sama berasa enaknya.
  4. Alau ditanya ‘Kak enak ya masakan saya?’ ‘Enak saya kan suka yang garing-garing itu.’ Bagaimana kita, ketika suami berbohong kepada istri, silakan berbohong, tapi bukan untuk memanfaatkan pasangan.

Silakan berbohong yang penting tidak ada unsur kezaliman. Jangan ternyata dia berbohong diam-diam punya ehem-ehem. Ada ehem-ehem lagi, atau punya ehem ini lagi. Jadi suami nggak apa-apa berbohong kepada istri? Tapi ingat, tidak ada unsur kezaliman, memanfaatkan, apalagi untuk mengelabui.

Buat kita semua sebagai suami yang akan diminta pertanggungjawaban di kemudian, adalah diri kita terhadap pasangan kita. Betapa kecewanya pasangan kita apabila dia tahu (kita bohong). Tapi, kebohongan yang baik itu ketika muncul ketahuan kebohongan itu adalah untuk kebaikan, istri kita akan bertambah sayang kepada kita.

‘Ya Allah dia berbohong demi saya.’ Kebohongan yang kita bohong, ini rumusnya, laki-laki berbohong kepada pasangan dan ketika ketahuan kebohongan itu, bertambah sayang pasangan (kepada suami). Bohong yang diperbolehkan itu ketika bohong itu ketahuan, justru menimbulkan kasih sayang.Yang membuat istri kecewa ketika kebohongan itu ketahuan, itu yang tidak boleh.

Apa penyebab suami tidak jujur?

Penyebab suami suka bohong – Suami Yang Tidak Jujur Soal Keuangan Pexels.com/ Vera Arsic Pada dasarnya, ada banyak alasan yang mendorong seseorang berbohong pada orang yang ia sayangi. Melansir dari Psychology Today, alasan tersebut bervariasi, mulai dari nggak ingin menyakiti atau melukai perasaan orang lain, ingin menjaga persepsi orang lain pada dirinya, menjaga atau meningkatkan statusnya di hadapan orang lain, atau ingin mengendalikan seseorang.

  • Seorang suami suka berbohong boleh jadi karena ia telah membuat kebohongan kecil dan ingin menutupinya.
  • Melansir dari Stronger Marriages, alasan lain yang mendorong suami berbohong pada istrinya adalah karena ia nggak ingin terlihat lemah dan takut kehilangan pasangannya.
  • Padahal, berbohong dapat merusak kepercayaan istri pada suaminya.

Bukan nggak mungkin jika sang istri akan meninggalkan pasangannya ketika sering dibohongi dalam rumah tangga.

Apa hukum suami minta uang pada istri?

5. Perlunya toleransi dan empati antara suami istri – Suami Yang Tidak Jujur Soal Keuangan Pexels.com/Monstrea Idealnya, hubungan suami dan istri terjalin dengan rasa kasih sayang dan empati timbal balik. Hubungan mesra mereka seharusnya tidak tergantung dengan uang. Sebab, harga keutuhan rumah tangga tak bisa dinilai dengan uang. Kerjasama dan saling mendukung harus terjalin untuk menjaga keharmonisan antara suami istri.

Jika suami berkecukupan, seharusnya ia tidak mengambil uang istri. Begitu juga sebaliknya, istri yang berpenghasilan sementara suaminya sedang sulit dalam ekonomi, tak ada salahnya memberikan bantuan untuk menopang kehidupan keluarga dengan jiwa yang ikhlas dan rida. Memberikan uang untuk membantu keluarga seperti ini bahkan akan mendapat dua pahala sekaligus.

Seperti dalam hadis nabi s hallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dari Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu anhu, diriwayatkan bahwa Zainab istri Ibnu Mas’ud pernah mendatangi Rasulullah dan berkata, ‘Wahai, Nabi Allah. Hari ini engkau memerintahkan untuk bersedekah.

You might be interested:  Apa Manfaat Menjalankan Kewajiban Membayar Pajak?

Sedangkan aku mempunyai perhiasan dan ingin bersedekah. Namun, Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa dirinya dan anaknya lebih berhak menerima sedekahku,’ Nabi bersabda, ‘Ibnu Mas’ud berkata benar. Suami dan anakmu lebih berhak menerima sedekahmu.” (HR. Bukhari) Dalam lafaz lain, Rasulullah menambahkan, نَعَمْ، لَهَا أَجْرَانِ، أَجْرُ القَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ “Ya, benar.

Dia mendapat dua pahala: pahala menjaga hubungan kekerabatan dan pahala bersedekah.” (HR. Bukhari) Nah, sekarang sudah tahu kan hukum suami meminta uang hasil kerja istri? Kesimpulannya, harta yang dimiliki istri sepenuhnya merupakan hak istri. Seorang istri tidak bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga, tapi jika ia ingin membantu suami dalam ekonomi, itu akan dicatatkan sebagai pahala sedekah untuk sang istri.

Apakah boleh suami menyimpan uang tanpa sepengetahuan istri?

JatimNetwork.com – Suami berkerja untuk menafkahi istri dan keluarganya sehingga kebutuhan rumah tangganya terpenuhi. Ia memberikan nafkah kepada istrinya dari hasil kerja kerasnya. Adapun beberapa suami yang diam-diam akan menyisihkan beberapa gajinya untuk tabungan.

Lalu, apakah boleh demikian? Dirangkum JatimNetwork.com dari video tayangan kanal Youtube Al-Bahjah TV yang ditayangkan pada 19 April 2018, berikut ini adalah ceramah Buya Yahya tentang suami yang menyimpang uang tanpa sepengetahuan istrinya. Baca Juga: Soal Sholat Sunnah Rebo Wekasan untuk Menolak Bala, Ini Jawaban Buya Yahya Buya Yahya menyampaikan bahwa suami menyimpan uang di luar pengetahuan istri itu sah-sah saja.

“Sah-sah saja. Mungkin seorang suami punya tanggung jawab. Ibunya yang harus ditolong. Adiknya harus ditolong,” kata Buya Yahya, Namun apabila suami tidak memberikan nafkah yang cukup, maka menurut Buya Yahya hal tersebut perlu dibahas. Baca Juga: Ingin Membeli Makanan Tapi Belum Bersertifikat Halal, Bagaimana? Ini Kata Buya Yahya “Ndak perlu kecewa,” terangnya.

Apa hukumnya jika seseorang tidak jujur?

Kompas TV religi beranda islami Jumat, 25 Desember 2020 | 20:51 WIB Suami Yang Tidak Jujur Soal Keuangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa perkataan palsu (dusta atau bohong) adalah termasuk diantara dosa-dosa yang paling besar. (Foto Ilustrasi: Tim Samuel, Pexels) Penulis : Agung Pribadi Dusta atau bohong di dalam Islam adalah merupakan perbuatan yang haram dan terlarang, bahkan dapat menjauhkan si pelakunya menjauh dari keimanan.

Al-Hafizh Ibnu Hajar al -Asqalani rahimahullah membawakan riwayat al Baihaqi, dari Abu Bakar ash -Shiddiq radhiyallahu anhu, beliau berkata : Dusta akan menjauhkan keimanan. (Fathul Bari X/508). Selanjutnya al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menukil perkataan Ibnu Baththal rahimahullah, “Apabila seseorang mengulang-ulang kedustaannya hingga berhak mendapat julukan berat sebagai pendusta, maka ia tidak lagi mendapat predikat sebagai mu’min yang sempurna, bahkan termasuk berpredikat sebagai orang yang bersifat munafik.

Karena itulah, setelah mengetengahkan hadits Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu tersebut, Imam Bukhari melanjutkannya dengan mengetengahkan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu tentang tanda-tanda orang munafik.” al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah kemudian menjelaskan, “Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu tentang tanda-tanda orang munafik yang dimaksud di sini mencakup perbuatan dusta, baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.

Tanda pertama, dusta dalam perkataannya; Tanda kedua, dusta dalam amanahnya; Tanda ketiga, dusta dalam janjinya. Berikutnya Imam Bukhari mengetengahkan hadits tentang jenis ancaman hukum di akhirat bagi para pendusta, yaitu mulutnya akan disobek sampai ke telinga, karena mulutnya itulah yang menjadi lahan kemaksiatannya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dosa berdusta mengiringi dosa syirik dan durhaka kepada orang tua. Ini menunjukkan bahwa berdusta termasuk dosa-dosa besar yang paling besar. z n Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari bapaknya Radhiyallahu anhu, dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perhatikanlah (wahai para Sahabat), maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya tiga kali.

Kemudian para Sahabat mengatakan, “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua.” Sebelumnya Beliau bersandar, lalu Beliau duduk dan bersabda, “Perhatikanlah! dan perkataan palsu (perkataan dusta)”, Beliau selalu mengulanginya sampai kami berkata, “Seandainya Beliau berhenti”,

(HR. Al-Bukhâri, no.2654, 5976, dan Muslim, no.143/87) Demikian juga dusta merupakan sifat menonjol orang munafik, bukan sifat orang Mukmin. : : Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga: Jika dia bercerita, dia berdusta; jika dia berjanji, dia menyelisihi; dan jika dia diberi amanah, dia berkhianat”.

  1. HR. Al-Bukhâri, no.33, 2682, 2749, 6095; Muslim, no.107/59, 108/59) Demikianlah akibat yang bisa ditimbulkan dari sikap suka bohong.
  2. Arena itu hindarilah berbohong.
  3. Rasulullah memperingatkan kepada umatnya akan pedihnya siksa kubur yang akan menimpa seseorang yang suka berbohong : Aku melihat dalam mimpi dua orang Malaikat, keduanya berkata: “Orang yang engkau lihat mulutnya dikoyak hingga telinga, adalah seorang pembohong.

Ia berbohong hingga kebohongannya tersebut dibebankan kepadanya hingga mencapai ufuk, maka dibuatlah ia diberi beban seperti itu hingga hari kiamat.” (HR. Bukhari) Begitupun halnya berbohong dalam candaan atau lawakan pun tetap tidak boleh dilakukan, hal ini juga menjadi sebab tak boleh berdusta kepada orang lain saat April Mop.

Maka, berdusta yang tujuannya hanya ingin membuat orang lain tertawa termasuk kena ancaman ‘wail’, Dari Bahz bin Hakim, ia berkata bahwa ayahnya, Hakim telah menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah S hallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa.

Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud no.4990 dan Tirmidzi no.3315. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) Boleh saja bercanda namun jangan berlebihan, sebagaimana halnya analogi masakan yang terlalu banyak dibumbui bisa menyebabkan masakan itu terlalu asin atau terlalu masam.

You might be interested:  Apa Yang Dimaksud Dengan Hukum Pajak Materill?

Suami yang tidak bertanggung jawab seperti apa?

Minggu, 11 Juli 2021 10:22 Kapanlagi Plus – Persoalan dalam rumah tangga bisa saja dipicu tindakan yang menyakiti hati salah satu pihak. Misalnya saja ketika menjumpai fakta suami tidak bertanggung jawab, tentunya bikin istri kecewa, sedih, bahkan emosi. Sikap kurang bertanggung jawab ini seringkali bisa memicu pertengkaran kecil dalam rumah tangga. Jika suami tidak segera merubah sikap dan sifatnya, bukan tidak mungkin bisa memicu pertengkaran yang lebih besar. Maka dari itu, berikut ini ada beberapa referensi kata-kata sindiran untuk suami yang tidak bertanggung jawab.

Apa hukum suami menyimpan uang tanpa sepengetahuan istri?

JatimNetwork.com – Suami berkerja untuk menafkahi istri dan keluarganya sehingga kebutuhan rumah tangganya terpenuhi. Ia memberikan nafkah kepada istrinya dari hasil kerja kerasnya. Adapun beberapa suami yang diam-diam akan menyisihkan beberapa gajinya untuk tabungan.

  • Lalu, apakah boleh demikian? Dirangkum JatimNetwork.com dari video tayangan kanal Youtube Al-Bahjah TV yang ditayangkan pada 19 April 2018, berikut ini adalah ceramah Buya Yahya tentang suami yang menyimpang uang tanpa sepengetahuan istrinya.
  • Baca Juga: Soal Sholat Sunnah Rebo Wekasan untuk Menolak Bala, Ini Jawaban Buya Yahya Buya Yahya menyampaikan bahwa suami menyimpan uang di luar pengetahuan istri itu sah-sah saja.

“Sah-sah saja. Mungkin seorang suami punya tanggung jawab. Ibunya yang harus ditolong. Adiknya harus ditolong,” kata Buya Yahya, Namun apabila suami tidak memberikan nafkah yang cukup, maka menurut Buya Yahya hal tersebut perlu dibahas. Baca Juga: Ingin Membeli Makanan Tapi Belum Bersertifikat Halal, Bagaimana? Ini Kata Buya Yahya “Ndak perlu kecewa,” terangnya.

Bagaimana sikap istri jika suami malas shalat?

Suami dan ciri ciri laki laki sholeh menurut islam adalah sosok pemimpin untuk wanita terutama dalam kehidupan rumah tangga, hal tersebut tidak hanya berupa tanggung jawab sebagai seorang pemimpin di dunia saja, namun juga segala hal yang berkaitan atau berhubungan dengan akherat.

Sebagai seorang suami sudah selayaknya untuk membimbing istri menjadi sosok yang lebih baik ibadah dan perilakunya. Baik itu ibadah wajib yang berhubungan dengan Allah maupun ibadah dengan sesama manusia dan semua makhluk Allah yakni berbuat baik pada semua yang ada di sekitar seperti memahami hukum merusak lingkungan dalam islam,

Nah sobat, tiap manusia tentu memiliki kadar keimanan yang berbeda beda, suami tidak selalu lebih unggul dari istri dalam hal agama atau ibadah. Namun suami bagaimanapun kadar keimanannya tetap wajib shalat bahkan dianjurkan bagi lelaki shalat di masjid seperti pada hadist berikut : ” Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyari’atkan kepada nabi kalian sunnah-sunnah petunjuk, dan sesungguhnya termasuk sunnah-sunnah petunjuk adalah shalat berjama’ah.

  1. Dan seandainya kalian shalat di rumah kalian sebagaimana orang munafik ini shalat di dalam rumahnya maka sungguh kalian telah meninggalkan sunnah nabi kalian, dan seandainya kalian meninggalkan sunnah nabi kalian maka pastilah kalian tersesat.
  2. Sungguh aku telah melihat kami di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada seorangpun yang meninggalkan shalat berjama’ah melainkan orang munafik yang jelas-jelas munafik.

Sungguh ada seorang laki-laki yang didatangkan dengan dipapah di antara dua orang laki-laki hingga diberdirikan di dalam barisan,” (HR. Ahmad, 3616) Sering pula dijumpai istri yang lebih banyak atau lebih dalam ilmu agamanya dibandingkan dengan suami yang terkadang dihubungkan dengan dosa suami terhadap istri,

Namun, jika suami seorang muslim namun tidak shalat padahal suami tersebut mengetahui hukum wajib shalat apa yang harus dilakukan dan bagaimana mengatasinya atau bagaimana para istri harus menanggapinya? Tentunya ada beragam alasan ya sobat, misalnya karena suami memang sejak sebelum menikah tidak shalat, karena seorang mualaf, karena iman yang turun hingga tak mau shalat, atau karena beragam godaan duniawi lainnya.

Untuk membahas bagaimana pandangan islam mengenai hal ini, yuk sobat simak dalam artikel berikut, Hukum Suami Tidak Shalat dalam Islam,1. Suami Tidak Shalat Sama dengan Kafir Jika seorang wanita menikah dengan pria yang tidak pernah menunaikan shalat jama’ah, begitu pula tidak menunaikan shalat lima waktu di rumahnya, maka nikahnya tidaklah sah dan tidak sesuai tujuan perikahan dalam islam,

‘Abdullah bin Syaqiq mengatakan, ” Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat,” ( Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal.52)” Maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka,” (QS. Al Mumtahanah : 10)

Nah sobat, shalat adalah salah satu rukun islam yakni kewajiban umat islam, jika ada seseorang yang tidak melakukan kewajiban umat islam tersebut, maka sama saja ia bukanlah orang islam, orang tersebut adalah kafir karena tidak ada orang sungguh sungguh memeluk agama islam namun tidak menjalankan shalat.

Dari hadist dan ayat Al Qur’an yang telah disebutkan jelas bahwa suami yang tidak shalat maka termasuk orang yang kafir dan sebagai seorang istri tentu wajib mengingatkan dan sebisa mungkin mengajarkan kebaikan pada suaminya untuk shalat, jika sang suami tetap tidak mau melakukan shalat, maka diperbolehkan jika istri meminta cerai pada suami dimana berada dalam ikatan pernikahan dengan suami yang tidak shalat yang adalah kafir hukumnya haram.2.

You might be interested:  Badan Usaha Yang Modal Seluruhnya Merupakan Kekayaan Negara Disebut?

Hubungan Suami Tidak Shalat dengan Sahnya Pernikahan

” Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat “” Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir “

Syaikh Abdul Aziz Ath Tharifi hafizhahullah ketika membahas masalah ini beliau menjelaskan: Jika suami tidak shalat, maka yang menjadi pertanyaan apakah bolehkah istri tetap bertahan dengannya? Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum orang yang meninggalkan shalat, diantara mereka ada yang mengatakan kafir akbar (yang mengeluarkan dari Islam) dan ada yang mengatakan kafir ashghar (yang tidak mengeluarkan dari Islam).

  1. Namun mereka sepakat bahwa orang yang yang meninggalkan shalat itu kafir, namun berbeda pendapat mengenai jenis kafirnya.
  2. Ulama yang berpendapat bahwa yang meninggalkan shalat itu kafir ashghar, mereka tidak memandang wajibnya mem-fasakh (membatalkan) pernikahannya.
  3. Dan mereka berpendapat bolehnya istri tetap bertahan dengan suami yang tidak shalat, dan boleh juga meninggalkannya.

Nah sobat, dalam hadist dan pendapat ulama tersebut dapat diambil kesimpulan :

Suami yang tidak shalat tidak membatalkan pernikahan kecuali jika istri mengetahui dari awal pernikahan bahwa suami orang kafir yang tidak pernah shalat.Istri boleh meninggalkan suami namun lebih baik jika memberi ajaran atau membantu suami terlebih dahulu untuk bisa menjalankan shalat.Jika istri merasa putus asa dan suami sama sekali tidak mau menjalankan shalat maka istri boleh meminta cerai.Suami tidak shalat karena hal tertentu misalnya karena menurunnya iman adalah ujian bagi istri dan istri hendaknya membantu dan terus mendoakan suami agar bisa kembali ke jalan Allah.Istri diwajibkan untuk tetap berpegang teguh pada ajaran islam dan tidak mengikuti suami sebab suami sebagai pemimpin diikuti jika sesuai syariat islam, jika tidak sesuai maka istri yang harus membenarkan dan mengarahkan.Istri boleh melakukan cara apapun agar suami mau shalat sehingga tidak memberi ajaran buruk pada anak anak atau keluarganya yang lain.

3. Dosa Suami yang Tidak Shalat

” Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh. ” (QS. Maryam : 59-60)”Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan. ” (HR. Ath Thobariy)

Jelas ya sobat, bahwa suami yang tidak shalat maka memiliki dosa sebagai berikut :

Dosa kepada Allah dan dosa sebagai orang kafir dan syirik.Dosa tidak bisa menjadi pemimpin dan bertanggung jawab pada istri serta keluarga.Dosa menjadi orang yang kufur.Dosa besar yang mengarahkan ke neraka.

4. Sikap Istri Jika Suami Tidak Shalat

Apabila suami meninggalkan hak Allah, maka istri dalam hal ini sebagaimana suami, dia disyariatkan memisahkan diri darinya dengan gugat cerai atau semacamnya.” ( al-Inshaf, 13:321)”Karena ridha terhadap kekafiran yang merupakan salah satu bentuk maksiat, termasuk perbuatan kekafiran, demikian pula, ridha terhadap maksiat karena dorongan syahwat, termasuk kurangnya iman.” ( Dalil al-Falihin Syarh Riyadhus Shalihin, 2:470).

Istri yang memiliki suami tidak shalat, pertama harus mengingatkan terlebih dahulu dengan sungguh sungguh, jika suami tetap saja tidak mau shalat, maka istri boleh meninggalkan atau meminta cerai pada suaminya sebab jika terus menerus bertahan sama saja dengan istri menyetujui perbuatan kafir suaminya tersebut.

Namun tentunya hal tersebut dilakuakan dengan proses terlebih dahulu, yakni mengingatkan dan meminta dengan sabar hingga suami mau shalat, serta minta bantuan orang yang sholeh dan meminta petunjuk kepada Allah agar diberi jalan yang terbaik mengenai ibadah suami dan mengenai jalan terbaik untuk kelangsungan rumah tangga.5.

Kesimpulan Hukum Suami Tidak Shalat dalam Islam

Suami tidak shalat dalam islam hukumnya haram apapun alasannya entah itu tidak shalat karena karakter buruk, karena ilmu yang kurang, karena sakit, dsb. Jika sudah memeluk islam maka tetap wajib shalat.Suami berdosa dunia akherat karena tidak mengajarkan kebaikan pada istrinya yakni memberi teladan untuk melakukan shalat yang merupakan kewajiban umat muslim.Istri wajib mengingatkan suami yang tidak shalat dengan cara apapun mulai dari dengan memberi nasehat atau dengan bantuan orang yang sholeh agar suaminya mau shalat.Jika suami tetap dalam pendirian tidak mau shalat maka istri boleh meninggalkan suami atau meminta cerai dari suami.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, memang suami seperti apapun tingkat keimanannya statusnya dalam islam tetap sebagai penanggung jawab dan pemimpin ya sobat, sebab itu suami harus terus belajar menjadi sosok yang lebih baik dalam hal apapun agar juga bisa menularkan kebaikan tersebut pada istri dan keluarganya.

Halalkah nafkah suami yang tidak sholat?

Reporter: Tiara Susma TRIBUNNEWSMAKER.COM – Menurut ajaran Islam, suami wajib hukumnya memberikan nafkah untuk istri dan anak. Memberikan nafkah merupakan kewajiban seorang suami sebagai kepala keluarga. Jika tidak dilakukan, maka ia akan mendapatkan dosa besar. Suami Yang Tidak Jujur Soal Keuangan Buya Yahya (alhamdan.id) Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 5 Juni 2021. Buya Yahya menegaskan tak ada hubungan antara nafkah dan ibadah sholat, “Nggak ada hubungannya nafkah sama sholat,” kata Buya Yahya,