Pengertian Akhlak Dalam Pandangan Islam

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa pengertian akhlak yaitu budi pekerti atau kelakuan.

Sementara itu, menurut 3 cendikiawan muslim Ibnu Miskawih, Al-Ghazali, dan Ahmad Amin, “Akhlak adalah perangai yang terdapat pada diri seseorang dan melekat dalam diri, yang seketika dapat muncul tanpa harus mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.”

Seseorang yang melakukan perbutan baik dan melakukannya secara natural dan berulang-ulang, maka ia dapat disebut sebagai orang yang berakhlak.

Apa itu Akhlak?

Apa itu Akhlak?
source: kompasiana.com

Pengertian akhlak dalam islam yaitu, suatu bentuk atau karakter yang melekat dalam jiwa seseorang.

Darinya dapat muncul suatu perbuatan yang sifatnya iradhiyah ikhtiyariyah (kehendak pilihan), berupa baik atau buruk, indah atau jelek.

Hal tersebut sesuai dengan pembawaan diri yang dipengaruhi oleh pendidikan yang pernah dipelajari oleh seorang muslim itu sendiri.

Kata Akhlak berasal dari kata bahasa arab, yaitu al-khulk yang artinya tabiat, tingkah laku, perangai, kebiasaan, dan kelakuan.

Akhlak juga disebutkan berasal dari kata akhlaka – yuhliku – ihlakan yang berarti:

  • As-Sajiyah (perangai)
  • Ath-Thabi’ah (tabiat, watak dasar, kelakuan)
  • Al-‘Adah (kebiasaan, kelaziman)
  • Al-Maruah (peradaban yang baik)
  • Ad-Din (Agama)

Sedangkan menurut istilah, akhlak merupakan sifat yang tertanam di dalam diri seorang manusia yang dapat memberikan sesuatu dengan senang, mudah, tanpa adanya suatu pikiran dan paksaan.

Dorongan dari dalam diri yang kuat tanpa banyak pemikiran dan pertimbangan, serta tidak ada kesan terpaksa saat mengerjakan perbuatan baik sehingga orang tersebut memiliki cerminan akhlak yang baik.

Imam Al-Ghazali juga menyebutkan secara istilah bahwa, akhlak merupakan suatu sifat baik yang umumnya akan memunculkan akhlak baik.

Namun sebaliknya, apabila seseorang memiliki sifat yang kurang baik (buruk), maka ia akan cenderung memiliki akhlak tercela.

Kata akhlak juga disebutkan di dalam firman Allah SWT, yang artinya:

“Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepda mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.” (QS. Shad : 46)

Macam-macam Akhlak

Macam-macam Akhlak
source: muslim.or.id

Dalam islam akhlak terbagi menjadi dua macam, yaitu akhlak terpuji (akhlakul karimah) dan akhlak tercela (akhlakul mazmumah).

Berikut adalah penjabaran mengenai dua macam akhlak tersebut, beserta contohnya:

1. Akhlak Terpuji (Akhlakul Karimah)

Akhlakul karimah atau akhlak terpuji, merupakan perbuatan baik yang dikerjakan untuk Allah SWT, sesama manusia, dan makhluk-makhluk Allah lainnya.

Contoh akhlak terpuji:

  • Berbakti kepada kedua orangtua
  • Menghormati tamu
  • Infaq/ Shodaqah
  • Membantu atau memudahkan urusan orang lain
  • Dll

2. Akhlak Tercela (Akhlakul Mazmumah)

Akhlakul mazmumah atau akhlak tercela, merupakan tingkah laku/ perbuatan buruk kepada Allah SWT, sesama manusia, dan makhluk-makhluk Allah lainnya.

Contoh akhlak tercela:

  • Mengumpat
  • Bedusta
  • Mengadu domba
  • Sombong
  • Iri hati
  • Dengki
  • Dan perbuatan tidak terpuji lainnya
Ketahui juga Tulisan Arab Bismillah yang Baik dan Benar!

Ruang Lingkup Akhlak

Ruang Lingkup Sifat Manusia
source: bkpsdm.majalengkakab.go.id

Di dalam Islam, akhlak dibagi ke dalam beberapa ruang lingkup, yaitu:

1. Akhlak Kepada Allah SWT

Oleh Allah SWT, manusia diciptakan dengan kesempurnaan dan kelebihan yang tidak Allah berikan kepada makhluk lain.

Manusia diberi kesempurnaan berupa akal, perasaan, dan juga nafsu. Maka sudah seharusnya kita senantiasa berusaha untuk berakhlak yang baik kepada Allah SWT.

Adapun kewajiban kita sebagai seorang hamba kepada Allah SWT secara garis besarnya ada dua, yaitu mentauhidkan Allah dan Beribadah hanya kepada Allah.

2. Akhlak Kepada Sesama Manusia

Islam mengajarkan, bahwasannya manusia harus senantiasa menjaga dan mengembangkan hubungan yang baik antar sesama manusia khususnya orang terdekat.

Kewajiban ini sangat penting sebab dapat mempengaruhi kualitas keimanan seseorang.

Rasulullah SAW besabda, yang artinya:

“Bukanlah orang beriman yang ia sendiri kenyang sementara tetangga (di sebelahnya) kelaparan.” (HR. Bukhari).

3. Akhlak Sebagai Orangtua

Anak merupakan titipan atau amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap orang tua.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai orang tua untuk:

  • Memberikan nama yang baik
  • Menyembelih hewan aqiqah di hari ketujuh kelahirannya
  • Mengkhitankannya
  • Memberi kasih sayang
  • Memberi nafkah
  • Memberikan pendidikan (khususnya pendidikan agama)
  • Serta menikahkannya dengan pasangan yang baik pada saat ia dewasa
Pelajari Cara Menulis Astaghfirullah beserta Keutamaannya!

Tujuan dan Pentingnya Akhlak

Tujuan dan Pentingnya Akhlak
source: alif.id

Sebagai seorang manusia, sudah seharusnya kita berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki dan menghadirkan akhlak yang baik dalam diri kita.

Sebab hal ini lah yang menjadikan manusia lebih baik dari makhluk Allah yang lainnya. Selain itu, hubungan antar sesama manusia juga akan lebih baik apabila diiringi dengan akhlak.

Ilmu mengenai akhlak ini penting sebab untuk mengetahui perbedaan perbuatan manusia yang baik dan yang buruk.

Supaya manusia memiliki pegangan dan dapat terhindar dari perangai jahat, dan kemudian menciptakan tata tertib dalam ruang lingkup kehidupan masyarakat.

Untuk menjadi orang yang berakhlak, yang harus dikendalikan oleh setiap manusia adalah tindakan lahir dan juga batinnya.

Sebab apabila seseorang sudah dapat mengendalikan hati atau batinnya, maka ia akan bisa menjadi orang yang berakhlak baik.

Di dalam hadist Arba’in Nawawi disebutkan, bahwasannya Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya:

“Dan ketahuilah bahwasannya, di dalam tubuh itu ada segumpal daging yang apabila ia baik, maka baik pula amalannya. Dan apabilla ia buruk, maka buruk pula amalannya. Dan ketahuilah bahwa ia adalah hati.”

Dalil Mengenai Akhlak

Memiliki akhlak terpuji sangat disyariatkan dan wajibkan di dalam Islam, meskipun kepada orang selain Islam.

Seperti berbuat jujur, amanah, menepati janji, bertanggung jawab, serta menjauhi setiap perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

Akhlak yang baik dan terpuji, merupakan sebuah tanda kebahagiaan seseorang baik di dunia maupun diakhirat. Sebab kedudukan akhlak di dalam agama Islam sangat lah tinggi.

Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai amalan yang paling banyak memasukan seseorang ke dalam surga, kemudian beliau bersabda:

“Bertakwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah).

Selain itu, diutusnya Rasulullah SAW di muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhari berikut:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari).

Di dalam hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang-orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).

Dalil mengenai akhlak juga banyak termaktub dan termuat di dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab surah ke-33 ayat 21 yang artinya:

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW bagi kalian contoh yang baik bagi orang yang mengharap pertemuan dengan Allah dan hari akhir, dan mengingat Allah dengan dzikir yang banyak.” (QS. Al-Ahzab : 21).
Berikut Tulisan Arab Surat Al-Ikhlas & Terjemahannya!

Manfaat Akhlak Terpuji

manfaat sifat terpuji

Setiap muslim telah dianjurkan untuk memiliki akhlak yang terpuji, sebab seseorang yang memiliki akhlakul karimah/ akhlak terpuji akan mendapatkan manfaat yang luar biasa, baik pada kehidupan sehari-hari ataupun di akhirat nanti.

Adapun beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan memiliki akhlak terpuji adalah sebagai berikut:

1. Dicintai oleh Nabi Muhammad SAW

Manfaat akhlak terpuji yang pertama yaitu bisa mendapatkan cinta dari manusia paling mulia, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana dalam hadist yang telah disebutkan di atas, bahwasannya seorang muslim yang memiliki sifat/ akhlak terpuji maka ia akan menjadi orang yang paling dekat kedudukannya dengan Nabi SAW.

2. Berat Timbangan Amal Baiknya pada Hari Kiamat

Seorang muslim yang memiliki akhlak terpuji pada saat di dunia, kelak di hari akhir oleh Allah SWT akan diselamatkan.

Selain itu, orang muslim yang memiliki akhlak terpuji (akhlakul karimah) ia juga bisa mencapai derajat sebagaimana orang yang berpuasa dan sholat.

Di dalam sebuah hadist riwayat Tirmidzi Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinaya:

“Tidak ada suatu amalan yang apabila diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlak mulia dapat menggapai derajat orang yang rajin puasa dan shalat.” (HR. Tirmidzi).

Sekian

Demikianlah pembahasan kita mengenai pengertian akhlak beserta keutamaan dan dalil-dalilnya.

Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat membantu dan memudahkan kamu dalam mempelajari dan memahami materi pengertian akhlak ini.

Akhir kata semoga dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih 🙂

Tinggalkan komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.