Naufal Suka sharing, fotografi, dan bertualang :)

Pengertian Nikah Siri

4 min read

pengertian-nikah-siri-menurut-agama-islam

Pengertian nikah siri – pernikahan siri merupakan suatu pernikahan yang dilakukan oleh seseorang dengan adanya wali. Secara syariat pernikahan tersebut telah memenuhi rukun dan syarat nikah, hanya saja tidak didaftarkan pada Kantor Urusan Agama atau yang biasa disebut KUA dengan persetujuan kedua belah pihak.

Disebabkan banyaknya kasus nikah siri, membuat masyarakat kerapkali bertanya, apa sih sebenarnya nikah siri itu? Bagaimanakah hukum nikah siri menurut ajaran islam?

Sedangkan ada berbagai macam alasan dan pertimbangan dari orang-orang yang melakukan nikah siri ini.  Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba untuk membahas mengenai pengertian nikah siri menurut ajaran islam. Yuk, disimak dengan seksama.

Pengertian Nikah Siri

pengertian-nikah-siri-menurut-syariat-agama-islam
pernikahan.asia

Berkaitan dengan makna sirri, maka sirri merupakan salah satu kosakata dalam bahasa Arab yang dimana memiliki 2 pengertian:

  • Pengertian pertama: Sir artinya adalah sesuatu yang pelan diucapkan (tidak keras), sebagaimana kita mengetahui istilah sholat sirriyah (sholat yang bacaannya tidak dibaca keras).
  • Pengertian kedua: Sir adalah suatu rahasia, yang dimana rahasia ini berada di dalam hati. Sehingga dengan begitu, orang lain tidak ada yang mengetahui tentang rahasia yang terpendam di dalam hati kita.

Sedangkan pernikahan yang disebut dengan pernikahan siri, dalam konteks masyarakat kita saat ini memiliki beberapa pengertian.

Namun sebenarnya, pengertian yang paling tepat menurut bahasa untuk nikah siri adalah: Pernikahan yang tidak disebar luaskan atau tidak disebarkan kemana-mana. Sehingga hanya sekedar berbisik-bisik atau beberapa orang saja yang mengetahui perihal pernikahan tersebut.

Berikut adalah pengertian nikah siri dalam konteks masyarakat kita saat ini:

  • Pernikahan tanpa adanya wali dari perempuan. Pernikahan ini dilakukan secara siri (rahasia atau diam-diam), karena dari pihak wali perempuan tidak menyetujui ataupun hanya karena sekedar ingin memuaskan nafsu saja. Sehingga hukum dari pernikahan ini tidak sah, dikarenakan tidak memenuhi syarat atau ketentuan-ketentuan dari syariat.
  • Pernikahan yang dinikahkan oleh orangtua atau wali yang sah serta ada saksi, namun pernikahannya tidak dicatatkan dalam Kantor Urusan Agama (KUA) dan pernikahannya juga tidak disebar luaskan.

Misal kerabatnya tidak diberitahu, tetangganya tidak diberitahu, sehingga hanya sekedar ada wali, beberapa saksi, pengantin laki-laki, dan pengantin perempuan. Hukum pernikahan ini secara agama sah, namun secara Negara tidak sah.

Lantas dari semua pengertian yang ada tersebut, bagaimana sih sebenarnya nikah siri menurut hukum agama islam sendiri?

Hukum Nikah Siri Menurut Agama Islam

pengertian-nikah-siri-hukum-nikah-siri-menurut-agama-islam
blog.ebaba.co.id

Menurut syariat agama islam, ada beberapa penjelasan mengenai hukum dan pengertian dalam melakukan nikah siri. Berikut adalah penjelasan nikah siri menurut agama islam!

1. Hukum Pernikahan tanpa Wali

Menurut jumhur (kesepakatan) mayoritas ulama, salah satu rukun sahnya akad nikah adalah dengan adanya wali nikah. Sehingga apabila salah satu rukun nikah tidak terpenuhi, maka sudah dapat dipastikan bahwa pernikahan tersebut menjadi tidak sah.

Meskipun masih ada orang yang beranggapan atau berpendapat bahwa wali nikah tidak termasuk di dalam rukun nikah, maka pendapat tersebut masuk kategori sangat lemah.

2. Nikah Siri yang Tidak Dicatatkan Di dalam Lembaga Catatan Sipil Negara

Hukum pernikahan yang semacam ini, sah jika ia memenuhi rukun-rukun pernikahan. Diantara yaitu: adanya wali, dua orang saksi, dan ijab qabul.

Kemudian nabi Muhammad SAW sudah menyampaikan kepada umatnya agar mengumumkan atau memberitahukan pernikahan dengan mengadakan walimah. Meskipun hukum walimah tidak sampai pada sunah muakkad, nabi Muhammad SAW sangatlah menganjurkan.

Karena ada banyak sekali hal-hal positif yang bisa didapat tatkala seseorang menyelenggarakan walimah. Antara lain yakni bisa mencegah dari suatu fitnah, memudahkan masyarakat sekitarnya untuk memberikan kesaksian manakala terjadi sebuah persolan yang menyangkut kedua mempelai, dan juga dapat memudahkan masyarakat untuk mengetahui bahwa seseorang telah menikah atau belum.

Namun pada saat ini, nikah siri lebih sering dilakukan oleh para pejabat ataupun orang-orang kaya. Mereka melakukan hal tersebut tanpa sepengatahuan dari istrinya, dan dengan sengaja tidak dicatatkan di KUA.

Walaupun sebenarnya secara syariat hal tersebut boleh dilakukan, dan halal untuk berhubungan seperti suami istri.  Selain itu, di Indonesia sendiri pernikahan siri merupakan suatu hal yang masih dianggap tabu.

Karena mengingat keutamaan dari walimah sebagaimana yang telah disabdakan oleh nabi Muhammad SAW, maka alangkah baiknya apabila tidak dalam keadaan mendesak untuk tidak melakukan nikah siri.

Kesimpulan dari Pengertian Nikah Siri

pernikahan-tanpa-wali-untuk-perempuan-menurut-islam
sharechanneltv.com

Di dalam hukum islam, nikah siri yang diperbolehkan adalah pernikah yang dimana syarat serta rukun nikahnya dapat terpenuhi. Adapun rukun nikah adalah sebagai berikut:

  • Calon pengantin laki-laki
  • Calon pengantin perempuan
  • Wali nikah
  • Dua orang saksi yang adil
  • Ijab dan Qabul

Sedangkan  nikah siri yang dilakukan tanpa adanya wali nikah, ataupun menggunakan wali nikah yang merupakan bukan wali nikah asli (wali nikah jadi-jadian/penghulu ilegal) maka hukumnya adalah tidak sah.

Adapun nikah siri yang sudah sesuai menurut syariat agama islam, namun tidak dicatatkan di KUA, untuk hukumnya sendiri adalah sah.  Akan tetapi, pernikahan yang dilakukan tersebut tidak mempunyai legal secara hukum.

Artinya, segala hak yang sebenarnya dapat diperoleh apabila pernikahan dicatatkan di KUA, maka dia tidak bisa mendapatkannya. Salah satu contohnya adalah, memberikan akta kelahiran.

Dampak Nikah Siri bagi Istri

dampak-nikah-siri-bagi-perempuan-laki-laki
pixabay

Apabila kita melihat kembali, nikah siri dapat memberikan dampak yang tidak diinginkan dan perlu diperhatikan oleh pelaku pernikahan itu sendiri, khususnya wanita atau istri. Dampak yang diberikan tersebut, baik dampak secara hukum maupun dampak secara sosial. Berikut adalah pemaparannya:

Dampak secara hukum:

  • Istri dari pernikahan siri tidak dianggap sebagai istri yang sah. Karena tidak adanya ikatan secara hukum yang sah, sehingga apabila terjadi sebuah penipuan atau kedzaliman dapat mengakibatkan kerugian baik secara materi maupun non-materi.
  • Istri dari pernikahan siri tidak memiliki hak atas warisan ataupun nafkah dari suami apabila suami meninggal.
  • Istri dari pernikahan siri tidak berhak untuk mendapat harta gono-gini apabilah terjadi sebuah perceraian. Karena sudah dari dasarnya pernikahan tersebut tidak pernah tercatat.

Dampak secara sosial:

Pada saat melakukan pernikahan siri, maka seringkali istri sulit untuk bisa bersosialisasi dengan baik di lingkungan mereka sendiri. Karena wanita yang melakukan pernikahan siri, kerap dianggap sebagai istri simpanan, disebabkan telah tinggal seatap dengan laki-laki tanpa ada ikatan pernikahan yang sah.

Bahkan dampak negatif dari pernikahan siri tersebut sampai kepada anak. Karena anak yang dilahirkan dari hasil pernikahan siri, statusnya  dianggap sebagai anak yang tidak sah.

Sehingga konsekuensi yang didapat adalah, anak tidak memliki hubungan perdata sama sekali dengan sang ayah, meskipun memiliki hubungan perdata dengan sang ibu.

Hal ini sudah dicantumkan di dalam undang undang pasal 42 dan 43 UU perkawinan, yang dimana di dalam akta sang anak hanya akan dicantumkan nama ibu yang melahirkan saja. Sedangkan status anak tersebut dianggap sebagai anak yang lahir di luar pernikahan.

Sekian

Demikianlah pembahasan kita mengenai pengertian nikah siri menurut syariat agama islam yang dapat kalian pelajari dan fahami. Selain itu, di dalam pernikahan yang sah kalian harus ada penyelenggaraan walimah.

Namun tentunya dalam menyelenggarakan walimah ada banyak hal yang perlu dipersiapakan, diantaranya adalah: Undangan walimah, dekorasi pelaminan, souvenir pernikahan, dan lain sebagainya. Karenanya persiapkanlah acara tersebut dengan sebaik mungkin, agar bisa memberikan kesan yang sakral bagi tamu undangan.

Alhamdulillah, semoga pembahasan-pembahasan tersebut dapat bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab, sekian dan terimakasih 🙂

Naufal Suka sharing, fotografi, dan bertualang :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.