Zain Muhammad - Pemuda biasa yang ingin hidupnya bermanfaat untuk sesama

Pengertian Sampel Menurut Para Ahli

7 min read

pengertian-sampel-menurut-para-ahli

Pengertian sampel menurut para ahli – sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.

Sehingga apabila populasi besar, dan peneliti tidak memungkinkan untuk mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan waktu, dana, ataupun tenaga, maka peneliti dapat menggukan sampel yang diambil dari populasi tersebut.

Agar kamu dapat memahami mengenai apa itu sampel? Dan apa saja pengertian sampel menurut para ahli? Yuk simak pembahasan mengenai sampel beserta tujuan dan teknik pengambilannya berikut ini.

Apa itu Sample?

apa-itu-sampel
source: kinibisa.com

Berbeda dengan manajemen, sampel atau contoh merupakan suatu bagian dari populasi yang diambil dengan melakukan cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap dapat mewakili populasi.

Dengan kata lain, pengertian singkat dari sampel yaitu, sebagian atau subset dari suatu populasi.

Selain itu, sampel juga merupakan bagian dari populasi yang dipelajari di dalam sebuah penelitian, yang kemudian hasilnya akan dianggap menjadi sebuah gambaran bagi populasi asalnya.

Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang telah diamati dan diteliti.

Pengertian Sampel Menurut Para Ahli

pengertian-sampel-menurut-para-ahli
nasional.republika.co.id

Selain pengertian singkat dari sampel di atas, beberapa ahli dan pakar juga memiliki pengertian yang tidak jauh berbeda mengenai sampel.

Apa saja pengertian sampel menurut para ahli dan pakar tersebut? Berikut diantaranya:

1. Tim Revisi (2003: 61)

Menurut Tim Revisi, pengertian dari sampel yaitu, suatu bagian populasi atau sejumlah anggota populasi.

Sebagaimana karakteristik yang dimiliki populasi, sampel yang dapat mewakili ialah, sampel yang benar-benar terpilih sesuai dengan karakteristik populasi tersebut.

2. Hadi (Margono, 2004: 121)

Menurut penuturan Hadi, bahwasannya sampel adalah suatu kegiatan penelitian yang dilakukan karena beberapa hal berikut:

  • Peneliti memiliki tujuan mereduksi objek penelitian sebagai akibat yang akan ditimbulkan terkait dengan jumlah populasi. Sehingga hanya diperlukan penelitian sebagian saja.
  • Peneliti memiliki tujuan atau maksud untuk mengadakan generalisasi dari berbagai hasil penelitiannya tersebut. Dengan kata lain terkait berbagai kesimpulan terhadap objek, gejala, dan juga kejadian yang lebih luas.

3. Nana Sudjana & Ibrahim (2004: 85)

Menurut Nana Sudjana & Ibrahim, sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat dijangkau serta memiliki sifat yang sama dengan populasi yang diambil dari sampelnya.

4. Arikunto (2006: 131)

Sampel adalah sebagian atau sebagai wakil populasi yang kana diteliti. Apabila penelitian yang di lakukan sebagian dari populasi maka bisa di bilang penelitian tersebut penelitian Sampel.

5. Arikunto (2006: 133)

Dengan menggunakan sampel ternyata ada beberapa keuntungan yang bisa kita ambil hal ini berdasarkan pernyataan Arikunto, selengkapnya dibawah ini:

  1. Pasalnya subjek pada sampel lebih sedikit apabila di bandingkan dengan populasi, maka kerepotan tentu akan menjadi berkurang yang mana tentunya akan menjadi simpel.
  2. Apabila Populasinya terlalu besar, memungkinkan beberapa di antaranya akan terlewati.
  3. Jika melakukan penelitian menggunakan Sampel, maka akan lebih efesien, menghemat waktu, uang dan juga tentunya menghemat tenaga.
  4. Terkadang melalukan penelitian populasi bisa menyebabkan terjadinya desktruktif atau merusak. Jadi bisa kita bayangkan jika harus meneliti keampuhan dari senjata yang di hasilkan oleh pabrikan, contohnya sperti granat. Sehingga dengan melakukan penelitian tersebut maka secara tidak langsung akan mengahabiskan.
  5. Bisa menjadi bahaya dari orang yang mengumpulkan data tersebut. Karena hal ini terkait dengan Subjeknya yang terlalu banyak, petugas akan kelahan sehingga menyebabkan pencatatan menjadi tidak fokus/konsentrasi.
  6. Terkadang memang tidak memungkinkan dalam melakukan penelitian populasi.

6. Riduwan (2007: 56)

Menurut Riduwan, sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti.

7. Sugiyono (2008: 188)

Pengertian sampel menurut Sugiyono yaitu, suatu bagian dari keseluruhan serta karakteristik yang dimiliki oleh sebuah Populasi.

Apabila populasi tersebut besar, sehingga para peneliti tentunya tidak memungkinkan untuk mempelajari keseluruhan yang ada pada populasi tersebut.

Beberapa kendala yang akan dihadapi di antaranya seperti dana yang terbatas, tenaga dan waktu. maka dalam hal ini perlunya menggunakan sampel yang di ambil dari populasi itu.

Selanjutnya, apa yang dipelajari dari sampel tersebut maka akan mendapatkan kesimpulan yang nantinya di berlakukan untuk Populasi.

8. Gulo (2010: 78)

Menurut Gulo, sampel merupakan himpunan bagian/subset dari suatu populasi, sampel memberikan gambaran yang benar mengenai populasi.

Baca juga: Pengertian Sampah Menurut Para Ahli

Tujuan dan Tahapan Pengambilan Sampel

tujuan-dan-tahapan-pembuatan-sampel
pixabay

Sampel atau sampling, juga memiliki beberapa tujuan dan tahapan yang perlu diketahui. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Tujuan pengambilan sampel

  • Keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya.
  • Populasi terlalu banyak atau jangkauan terlalu luas sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengambilan data pada seluruh posisi.
  • Adanya asumsi bahwa semua populasi seragam atau sama, sehingga dapat diwakili oleh sampel.

Tahapan pengambilan sampel:

  • Menentukan kerangka sampel dan mengumpulkan semua peristiwa
  • Mendefinisikan populasi yang akan diamanati atau diteliti
  • Menentukan metode atau teknik sampling yang tepat
  • Melakukan pengambilan sampel (pengumpuland data)
  • Melakukan koreksi atau pemeriksaan ulan pada saat proses sampling

Teknik Pengambilan Sampel

teknik-pengambilan-sampel
pixabay

Terdapat berbagai macam cara untuk mengambil sampel, tergantung pada jenis penelitian yang dilakukan.

Namun secara garis besar, metode pengambilan sampel terdiri dari 2 macam yaitu:

  • Probabilty Sampling (Random Sample)
  •  Non-Probabilty Sampling (Non-Random Sample)

Kedua jenis metode pengambilan sampel tersebut terdiri dari pengambilan secara acak, dan pengambilan sampel secara tidak acak.

Kemudian keduanya juga memiliki sub-sub lain seperti purposive sampling, cluster sampling, snowball sampling, dan lain sebagainya.

Probability Sampling

pengertian-sampel-menurut-para-ahli
merdeka.com

Probability sampling merupakan metode pengambilan sampel dengan cara random atau acak.

Dengan menggunakan cara pengambilan sampel ini, seluruh anggota populasi diasumsikan memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel penelitan.

Kemudian metode ini juga terbagi ke dalam beberapa macam yang lebih spesifik, diantaranya yaitu:

1. Systematic Random Sampling (Pengambilan Sampel Acak Sistematis)

Cara menggunakan metode pengambilan acak sistematis, yaitu dengan menggunakan interval dalam memilih sampel penelitian.

Misal sebuah penelitian membutuhkan 10 sampel dari 100 orang, maka jumlah kelompok intervalnya 100/10=10.

Kemudian responden dibagi ke dalam masing-masing kelompok, dan diambil secara acak setiap kelompoknya.

Contoh systematic random sampling adalah: pengambilan sampel pada setiap orang atau pasien ke-10 yang datang ke puskesmas.

Jadi setiap orang yang datang pada urutan 10, 20, 30, dan seterusnya, maka itulah yang dijadikan sebagai sampel penelitian.

2. Simple Random Sampling (Pengambilan Sampel Acak Sederhana)

Simple random sampling atau yang dapat diartikan sebagai pengambilan acak sederhana.

Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode ini, dapat memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel penelitian.

Cara pengambilannya yaitu dengan menggunakan nomor undian.

Namun ada dua pendapat mengenai metode pengambilan sampel acak sederhana ini.

Pendapat pertama menyatakan bahwa, setiap nomor yang terpilih harus dikembalikan lagi agar setiap sampel memiliki prosentase kesempatan yang sama.

Kemudian pendapat yang kedua yaitu, tidak diperlukan pengembalian nomor pada pengambilan sampel dengan menggunakan metode ini.

Namun, metode atau cara yang sering digunakan adalah simple random sampling dengan pengembalian.

Kelebihan dari metode satu ini adalah, dapat mengurangi bias serta dapat mengetahui standard error penelitian.

Sementara kekurangannya adalah, tidak adanya jaminan bahwa sampel yang terpilih benar-benar dapat merepresentasikan populasi yang dimaksud.

Contoh simple random sampling: Di dalam sebuah penelitian dibutuhkan 30 sampel, sedangkan populasi penelitiannya berjumlah  100 orang. Maka peneliti membuat undian untuk bisa mendapatkan sampel pertama.

Kemudian setelah mendapatkan sampel pertama, nama yang telah terpilih dikembalikan lagi agar populasi tetap utuh.

Sehingga probalitas responden berikutnya tetap sama dengan responden yang pertama.

Langkah tersebut terus dilakukan hingga jumlah sampel sudah memenuhi kebutuhan penelitian.

3. Cluster Random Sampling (Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area)

Cluster Random Sampling atau pengambilan sampel acak berdasar area, merupakan teknik sampel secara berkelompok.

Pengambilan sampel dengan metode ini dilakukan berdasar pada kelompok atau area tertentu.

Sehingga tujuan dari metode cluster random sampling antara lain yaitu, untuk meneliti mengenai suatu hal pada bagian-bagian yang berbeda di dalam suatu instansi.

Contoh cluster random sampling: Penelitian mengenai kepuasan pasien di sebuah ruang rawat inap, ruang IGD, ruang poli di RS A dan lain sebagainya.

4. Stratifed Random Sampling (Pengambilan Sampel Acak Berstrata)

Metode stratifed random sampling atau pengambilan sampel acak berstrata, yaitu mengambil sampel berdasarkan tingakatan tertentu.

Misalnya penelitian tentang motivasi kerja pada manajer tingkat bawah, manajer tingkat menengah, dan manajer tingkat atas. Proses pengacakan diambil dari masing-masing kelompok tersebut.

5. Multi Stage Sampling (Teknik Pengambilan Sampel Acak Bertingkat)

Metode atau proses pengambilan sampel yang terakhir ini yaitu dilakukan secara bertingkat. Baik itu bertingkat dua, tiga, atau selebihnya.

Contoh: Kecamatan -> Gugus -> Desa -> RW -> RT

Baca juga: Pengertian Nilai Menurut Para Ahli

Non-Probability Sampling

teknik-pengambilan-sampel
shopback.co.id

1. Accidental Sampling

Metode accidental sampling atau yang dapat disebut sampel tanpa sengaja ini, peneliti akan mengambil sampel yang kebetulan ia temukan pada saat itu.

Metode penelitian ini sangat cocok untuk meneliti jenis kasus penyakit langka yang sampelnya sangat sulit untuk ditemukan.

Contoh dari penggunaan metode ini adalah, peneliti akan meneliti mengenai penyakit yang di alami seorang Steven Johnson Syndrom. Yakni penyakit yang dapat merusak seluruh mukosa atau lapisan tubuh akibat reaksi tubuh terhadap antibiotik.

Kasus yang dialami oleh Steven Johnson Syndrom ini cukup langka dan sangat sulit untuk dapat menemukan kasus seperti itu.

Dengan demikian, peneliti langsung mengambil sampel pada saat itu juga, saat mengetahui dan menemukan kasus tersebut.

Kemudian peneliti akan melanjutkan pencarian sampel hingga periode tertentu yang telah ditentukan sendiri oleh peneliti.

Teknik pengambilan sampel dengan metode ini juga sangat cocok untuk meneliti sesuatu yang bersifat umum.

Misalnya seorang peneliti inging meneliti kebersihan kota Surabaya, kemudian ia menanyakan tentang kebersihan kota Surabaya kepada warga Surabaya yang ia temui saat itu juga.

2. Purposive Sampling

Purposive sampling, yaitu teknik atau metode sampel yang cukup sering digunakan. Metode ini menggunakan kriteria yang sudah dipilih oleh peneliti dalam memilih sampel.

Kriteria pemilihan ini terbagi ke dalam kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.

Kriteria inklusi adalah, kriteria sampel yang diinginkan peneliti berdasarkan tujuan penelitian.

Sedangkan kriteria ekslusi adalah, kriteria khusus yang menyebabkan calon responden yang memenuhi kriteria inklusi harus dikeluarkan dari kelompok penelitian.

Misalnya, calon responden mengalami penyakit gangguan psikologis yang bisa mempengaruhi hasil penelitian.

Contoh Purposive Sampling: penelitian tentang nyeri pada pasien diabetes mellitus yang mengalami luka pada tungkai kaki. Maka kriteria inklusi yang dipakai antara lain:

  1. Penderita Diabetes Melitus dengan luka gangrene (luka pada tungkai kaki)
  2. Usia 18-59 tahun
  3. Bisa membaca dan menulis

Kriteria eksklusi:

  1. Penderita Diabetes Melitus yang memiliki penyakit penyerta lainnya seperti gangguan ginjal, gagal jantung, nefropati, dan lain sebagainya.
  2. Penderita Diabetes Melitus yang mengalami gangguan kejiwaan.

3. Snowball Sampling

Snowball sampling, merupakan teknik atau metode pengambilan sampel berdasarkan korespondensi atau wawancara.

Teknik atau metode ini mengambil informasi dari sampel pertama agar bisa mendapatkan sampel berikutnya.

Demikian secara terus menerus hingga seluruh kebutuhan sampel penelitian dapat terpenuhi.

Teknik pengambilan sampel snowball atau yang bisa disebut bola salju ini sangat cocok untuk digunakan penelitian mengenai hal-hal yang sensitif dan membutuhkan privasi tingkat tinggi.

Misalnya tentang penelitian penderita HIV, ataupun kelompok khusus lainnya.

4. Quota Sampling

Teknik atau metode quota sampling, yaitu mengambil jumlah sampel sebanyak jumlah yang telah ditentukan oleh peneliti.

Kelebihan dari metode atau teknik ini adalah praktis, karena sampel penelitian sudah diketahui sebelumnya.

Sedangkan kekurangannya adalah, bias dari penelitian cukup tinggi apabila menggunakan metode ini.

Teknik pengambilan sampel dengan metode ini, umumnya digunakan pada penelitian yang memiliki jumlah sampel terbatas.

Misalnya penelitian pada pasien lupus atau penderita penyakit tertentu.

Di dalam suatu area atau daerah terdapat 10 penderita penyakit lupus, maka populasi tersebut dapat dijadikan sampel secara keseluruhan.

Nah, inilah yang disebut dengan total quota sampling.

5. Teknik Sampel Jenuh

Terakhir yaitu teknik atau metode sampel jenuh. Teknik ini adalah penentuan sampel yang menjadikan semua anggota populasi sebagai sampel, dengan syarat populasi yang ada kurang dari 30 orang.

Keuntungan Penelitian Sampel

keuntungan-penelitian-sampel
koinworks.com

Menurut penyampaian William G. Cochran pada buku yang ia tulis mengenai sampling method, paling tidak ada 4 keuntungan atau benefit ketika suatu proses penelitian menggunakan sampel.

Apa saja keuntungan dari penelitian sampel tersebut? Berikut keuntungan dari penelitian sampel:

  1. Mengurangi biaya (Reduce Cost)
  2. Lebih cepat (Greater Speed)
  3. Jangkauan lebih luas (Greater Scope)
  4. Akurasi lebih baik (Greater Accuracy)

Sekian

Demikianlah pembahasan kita mengenai pengertian sampel menurut para ahli beserta penjelasan-penjelasannya.

Semoga dengan adanya pembahasan tersebut, dapat membantu dan memberikan kemudahan buat kamu yang sedang mempelajari pengertian sampel sebenarnya.

Akhir kata, semoga pembahasan-pembahasan tersebut dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih 🙂

Zain Muhammad - Pemuda biasa yang ingin hidupnya bermanfaat untuk sesama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.