Naufal Pemuda biasa yang ingin hidupnya bermanfaat untuk ummat

Pengertian Seni Batik

8 min read

pengertian seni batik

Pengertian seni batik – Seni batik juga termasuk ke dalam seni lukis unik khas Indonesia, ia merupakan warisan budaya Indonesia yang layak untuk kita jaga.

Bahkan UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 telah mengukuhkan, bahwa batik merupakan “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.” Sehingga dapat dikatakan jika batik adalah salah satu kain yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia.

Karena kain batik sangat dekat sekali dengan seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan hampir semua seragam sekolah dan pegawai negeri pun menggunakan kain batik.

Nah, jika sebelumnya kita sudah membahas mengenai seni rupa dan seni ilustrasi, maka pada kesempatan kali ini kita akan bersama-sama mempelajari secara rinci mengenai seni batik. Baik dari pengertian, sejarah, ciri-ciri, hingga jenis motifnya.

Nggak perlu pakai lama, yuk langsung baca pembahasannya!

A. Pengertian Seni Batik

pengertian-seni-batik
source: pixabay

Apa itu seni batik? Seni batik merupakan sebuah teknik menggambar di atas kain yang memanfaatkan lilin malam dan canting sebagai bahan dan alat utama dalam pembuatannnya.

Sedangkan pendapat lain mengartikan bahwa batik ialah kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan menuliskan lilin pada kain mori (kain tenun berwarna putih, bahan dasar untuk membuat batik).

Pengertian batik secara etimologi dan ertimologi. Istilah batik merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Jawa, yakni dari kata “mbat” yang berarti ngembat atau melempar berkali-kali dan “tik” yang artinya titik. Sehingga membatik dapat diartikan sebagai melempar titik berkali-kali pada kain.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa istilah batik berasal dari kata “amba”, yang memiliki arti kain leba dan kata titik. Sehingga arti batik yaitu “titik yang digambar pada media kain lebar sedemikian rupa sehingga dapa menghasilkan pola-pola yang indah.” (Musman dan Arini, 2011)

Sederhananya, batik adalah sebuah seni dalam menghias kain dengan penutup lilin untuk bisa membentuk corak hiasan tertentu dan membentuk sebuah bidang pewarnaan.

B. Pengertian Batik Menurut Para Ahli

pengertian-batik-menurut-para-ahli
source: pixabay

Selain pengertian batik di atas, beberapa pakar dan ahli juga mengutarakan pengertiannya mengenai karya seni batik. Berikut adalah beberapa pengertian karya seni batik menurut para pakar dan ahli:

1. Irwan Tirta

Pengertian batik menurut Irwan Tirta yaitu suatu teknik dalam menghias kain atau tekstil dengan menggunakan lilin dalam proses pencelupan warna, yang dimana semua proses tersebut dilakukan dengan menggunakan tangan.

2. Yusril (2015)

Menurut Yusril, pengertian batik yaitu sebuah seni melukis di atas kain dengan mencampurkan keberagaman warna.

3. Afif Syakur

Menurut Afif Syakur, pengertian batik adalah serentang warna yang meliputi proses pemalaman (lilin), pencelupan (pewarnaan), dan pelorotan (pemanasan), sehingga dapat menghasilkan sebuah motif yang halus. Dimana semua proses tersebut membutuhkan ketelitian yang tinggi.

4. Santosa Doellah

Menurut Santosa Doellah pengertian batik yaitu, sehelai kain yang dibuat dengan menggunakan cara tradisional dan terutama juga digunakan dalam matra tradisional, memiliki berbagai macam corak hias dan pola tertentu. Dimana dalam proses pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin batik sebagai bahan perintang warna.

Santosa Doellah juga mengatakan bahwa suatu kain dapat dikatakan sebagai batik apabila mengandung dua unsur pokok, yaitu:

  • Pertama jika memiliki teknik celup rintang yang menggunakan lilin sebagai perintang warna.
  • Kedua jika memiliki pola yang beragam hias khas batik.

Dari pengertian dan pendapat di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa seni batik yaitu:

  • Seni batik adalah sebuah teknik dalam menghias kain dengan beberapa proses yang dikerjakan.
  • Proses dalam pembuatan batik terdiri dari proses penulisan menggunakan lilin, pencelupan menggunakan pewarna kain, dan juga pemanasan untuk membersihkan proses pewarnaan yang belum sempurna.
  • Proses penulisan batik biasanya menggunakan canting dan lilin, yang dilakukan dengan cara manual oleh tangan.
  • Seni batik identik dengan motifnya yang beragam dan kaya.
  • Batik merupakan salah satu kain tradisional dan salah satu ciri khas bangsa Indonesia.

C. Sejarah Batik di Indonesia

sejarah-batik-di-indonesia
source: commons.wikimedia.org

Sejarah batik di Indonesia sangat berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran islam di pulau Jawa.

Di dalam beberapa tulisan, pengembangan batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, yang kemudian berlanjut pada zaman Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Kesenian batik di Indonesia sudah dikenal sejak pada zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan setelahnya.

“Secara umum kesenian batik meluas di Indonesia dan khususnya di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.”

Teknik membatik sendiri sudah diketahui lebih dari 1.000 tahun, kemungkinan berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Teknik batik juga meluas di beberapa negara seperti Nigeria, Kamerun, Mali, Iran, Sri Lanka, Bangladesh, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan lain sebagainya.

Hingga awal abad ke-20, jenis batik yang dihasilkan hanya batik tulis. Batik cap baru dikenal setalah Perang Dunia I berakhir atau sekitar tahun 1920.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia pada zaman dahulu.

Mulanya kegiatan membatik ini hanya terbatas di dalam keraton saja, dan batik yang dihasilkan hanya untuk pakaian raja, keluarga pemerintah, dan para pembesar.

Kemudian disebabkan banyak dari pembesar yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar dari keraton dan dihasilkan di tempatnya masing-masing.

Lama kelamaan kesenian batik ini ditiru oleh rakyat jelata, yang kemudian meluas sehingga menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka,

Pada zaman dahulu bahan pewarna yang digunakan untuk membatik terdiri dari tumbuhan-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri. Antara lain dari: Pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan lain sebagainya.

Sedangkan bahan sodanya dibuat dari soda abu, dan garamnya dibuat dari tanah lumpur.

D. Ciri-ciri Batik

ciri-ciri-batik
source: liputan6.com

Kain batik memiliki karakteristik unik yang tidak dimiliki oleh jenis kain lainnya. Berikut ini adalah beberapa ciri batik secara umum:

1. Batik Tradisional

  • Memiliki corak dengan makna simbolik.
  • Corak batik terdapat variasi hias motif geometris, ular, pagoda, serta barong.
  • Warna batik cenderung gelap (warna hitam, coklat kehitaman) dan putih.
  • Motif batik umumnya memiliki ciri khas dari masing-masing daerah asalnya.

2. Batik Modern 

  • Corak pada batik tidak memiliki atau mengandung makna khusus.
  • Corak batik umumnya berbentuk rangkaian bunga, tumbuhan, dan lain sebagainya.
  • Warna batik cenderung bebas (biru, ungu, hijau, merah, dan lain sebagainya).

E. Jenis-jenis Seni Batik

Seni Batik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Sebagaimana dengan penjelasan mengenai pengertian batik, adapaun beberapa jenis batik adalah sebagai berikut:

1. Batik Tulis

batik-tulis
source: pixabay

Sesuai dengan namanya, batik tulis merupakan jenis batik yang dibuat secara manual menggunakan tangan serta dibantu dengan alat canting untuk menerakan malam pada corak batik.

Cara pembuatannya yaitu dengan melukiskan sebuah pola pada kain dengan tangan. Sehingga dalam pembuatan jenis batik yang satu ini membutuhkan sebuah ketelatenan dan kesabaran yang tinggi, karena setiap titik pada motif sangat berpengaruh pada hasilnya.

Selain itu, karena dibuat dengan menggunakan tangan, maka motif yang dihasilkan pun juga tidak dapat sama persis antara satu motif dengan motif lainnya. Sehingga tidak heran apabila harga jenis batik tulis ini sangat mahal.

2. Batik Cap

batik-cap
source: tumpi.id

Batik cap merupakan batik yang dibuat dengan menggunakan alat semacam stempel motif batik. Alat berupa cap atau stempel tersebut terbuat dari suatu tembaga yang berfungsi untuk menggantikan canting, sehingga bisa mempersingkat waktu pembuatan batik.

Batik cap ini dihasilkan dengan melewati proses pencelupan semacam alat yang sudah dibentuk sedemikian rupa pada kain.

Hanya saja motif batik cap ini dinilai kurang memiliki seni dikarenakan motifnya yang sama persis. Sehingga harga batik cap juga sangat murah, karena pembuatannya masal.

3. Kombinasi Batik Tulis dan Cap

kombinasi-batik-tulis-dan-batik-cap
source: pixabay

Ada juga jenis batik yang merupakan kombinasi antara batik tulis dan batik cap. Jenis batik yang satu ini dibuat dalam rangka mengurangi kelemahan-kelamahan yang ada pada batik cap.

Dalam proses pembuatannya, membutuhkan persiapan yang lebih rumit. Terutama pada penggabungan antara motif yang ditulis dan motif capnya. Namun untuk nilai seni nya tetap disamakan dengan jenis batik cap.

4. Batik Printing

batik-printing
source: seragambatik.blogspot.com

Batik printing atau yang bisa disebut juga dengan batik sablon, karena dalam proses pembuatan jenis batik yang satu ini lebih mirip dengan penyablonan. Dalam pembuatan batik printing menggunakan alat offset atau sablon.

Dari segi pembuatannya terbilang cukup mudah dan efektif waktu. Harga batik printing ini juga cukup terjangkau sebagaimana harga batik cap.

F. Dasar Motif Batik

dasar-motif-batik
source: grahabatik.com

Batik mempunyai berbagai macam bentuk atau motif, seperti bentuk alam ataupun geometris. Sehingga antara masyarakat pada suatu daerah terdapat perbedaan dan ciri khasnya masing-masing.

Kurang lebihnya terdapat empat dasar motif batik yaitu (Yudhistira, 2016):

  • Corak utama

Corak utama adalah, unsur utama yang paling sering digunakan menjadi nama batik dan menjadi penghayatan bagi pembatik terhadap alam pikiran serta falsafah yang dianutnya.

Pada bagian yang satu ini merupakan ungkapan perlambangan atau umumnya menjadi nama kain.

  • Corak pinggir

Corak pinggir atau pinggiran, umumnya dapat ditemukan pada kain-kain panjang batik pesisir dan kain sarung. Pada kedua jenis kain ini pinggiran terletak pada sisi memanjang kain.

Sama halnya dengan corak utam, corak pinggir atau pinggiran juga hadir dalam berbagai macam bentuk.

  • Corak larangan

Pada batik keraton, terdapat corak-corak tertentu yang hanya diperuntukkan atau boleh digunakan oleh kalangan raja dan kerabatnya saja.

Corak ini disebut dengan corak larangan, dikarenakan masyarakat umum yang bukan keturunan ningrat tidak diperkenankan atau diperbolehkan untuk menggunakan corak ini.

  • Isen-isen

Isen-isen adalah corak tambahan, corak yang satu ini hanya digunakan sebagai pengisi latar kain, khususnya pada bidang-bidang kosong di sela-sela corak utama.

Pada umumnya isen-isen atau corak tambahan ini berukuran kecil, dan dibuat sesudah corak utama selesai digambar. Isen-isen juga memiliki nama tersendiri pada setiap macamnya.

G. Macam-macam Motif Batik dan Makna Singkat

macam-macam-motif-batik
source: wisatalagi.blogspot.com

Pada perkembangannya, selain penggunaan batik yang hanya terbatas di dalam keraton, corak atau ragam batik pada zaman dahulu pun tidak sebanyak pada saat ini.

Pada saat ini perkembangan motif batik banyak dipengaruhi oleh budaya luar, apalagi mengingat Indonesia tidak dijajah oleh satu negara dan etnis saja.

Berikut ini adalah beberapa jenis motif batik dan maknanya:

  • Motif Batik Kawung: Motif batik yang satu ini umumnya digunakan oleh raja atau keluarga bangsawan, untuk dijadikan sebagai lambang keadilan dan keperkasaan.
  • Motif Batik Sidomukti: Harapan dari pembuat batik ini adalah, supaya yang menggunakan motif dari batik ini senantiasa dalam kebahagiaan dan kecukupan.
  • Motif Batik Parang Rusak Barong: Menggambarkan kesatria yang bersenjata.
  • Motif Batik Tambal: Memiliki arti menambak atau memperbaiki hal-hal yang rusak.
  • Motif Batik Ceplok Kasatrian: Motif batik yang satu ini lebih sering dikenakan oleh kalangan menengah kebawah supaya terlihat lebih gagah.
  • Motif Batik Truntum: Bermakan sebagai cinta yang tumbuh kembali dan simbol cinta yang tulus tanpa syarat.
  • Motif Batik Cuwiri: Sang pembuat memiliki harapan supaya orang yang menggunakan motif batik ini bisa terlihat lebih terhormat.
  • Motif Batik Slobog: Umumnya motif batik yang satu ini digunakan untuk melayat, serta digunakan pada pelantikan pejabat pemerintah.
  • Motif Batik Udan Liris: Melambangkan sebuah kesejahteraan, kesuburan, serta Rahmat dari Tuhan YME.
  • Motif Batik Parang Kusumo: Memiliki makna seperti bunga mekar, sehingga yang menggunakan motif batik ini diharapkan dapat terlihat lebih indah.
  • Motif Batik Nitik Karawitan: Memiliki harapan agar pengguna motif batik ini terlihat lebih bijaksana.
  • Motif Batik Ciptoning: Memiliki harapan agar orang yang menggunakan motif batik ini dapat menjadi orang yang bijak dan dapat memberi petunjuk di jalan yang benar.
  • Motif Batik Malang: Melambangkan dan mempresentasikan keindahan kota Malang. Dengan menghadirkan simbol-simbol dari kota Malang seperti candi yang ada di kota Malang.
  • Motif Batik Semen: Terinpirasi oleh lingkungan dan alam, diartikan sebagai kehidupan yang semi (kehidupan yang berkembang atau makmur).
  • Motif Batik Pekalongan: Termasuk ke dalam jenis batik Kesultanan atau batik Keraton yang memiliki nilai estetika tinggi dan modern.
  • Motif Batik Loreng: Diartikan sebagai warna hewan harimau, dan motif ini hanya boleh dipakai oleh keluarga kerajaan saja. Selain itu batik loreng juga diartikan sebagai simbol kesuburan.

H. Proses Pembuatan Batik

Di dalam proses pembuatan batik, setidaknya terbagi menjadi beberapa tahapan. Berikut ini adalah proses atau tahapan pembuatan batik menurut Riyanto (1997):

1. Pencucian Mori

Proses atau tahapan yang pertama yaitu pencucian kain mori dengan tujuan menghilangkan kanji.

Kemudian dilanjutkan dengan pengeloyoran (memasukkan kain ke dalam minyak jarak/minyak kacang dalam abu merang/londo supaya kain menjadi lemas) serta daya serat pada zat warna lebih tinggi.

Supaya susuan benang tetap baik, kemudian kain dikanji langsung dijemur. Selanjutnya dilakukan pengeplongan (kain mori dipalu untuk menghaluskan lapisan kain supaya mudah dibatik).

2. Nyorek/Mola

Tahapan kedua membuat pola di atas kain. Yaitu dengan cara meniru pola yang sudah ada (ngeblat). Misal pola umumnya dibuat di atas kertas yang kemudian dijiplak sesuai dengan pola di atas kain.

Tahapan ini dapat dilakukan dengan membuat pola di atas kain secara langsung dengan menggunakan canting ataupun pensil.

Supaya proses pewarnaan mendapatkan hasil yang bagus atau tidak pecah, maka perlu adanya pengulangan batik pada kain sebaliknya. Proses ini dapat disebut dengan gagangi.

3. Membatik/Nyanting

Menorehkan malam batik pada kain mori yang diawali dengan nglowong (menggambar garis luar pola dan isen-isen).

Pada proses isen-isen ada istilah nyecek, yakni membuat isian di dalam pola yang sudah dibuat seperti titik-titik. Namun ada juga istilah nruntum yang hampir sama dengan isen-isen, hanya saja sedikit lebih rumit.

Kemudian dilanjutkan dengan nembok (mengeblok bagian pola yang tidak akan diwarnai atau akan diwarnai dengan warna yang lain).

4. Medel

Yaitu tahapan pencelupan kain yang sudah dibatik ke dalam cairan warna secara berulang-ulang sampai menghasilkan warna yang diinginkan.

5. Ngerok dan Nggirah

Malam yang terdapat pada kain mori dikerok dengan menggunakan lempengan logam, yang kemudian dibilas dengan air bersih. Lalu diangin-anginkan sampai kering.

6. Mbironi

Adalah proses menutup warna biru dengan isen pola berupa cecek atau titik dengan malam.

7. Nyoga

Proses pencelupan kain untuk memberi warna coklat pada bagian-bagian yang tidak ditutup dengan malam.

8. Nglorot

Tahapan terakhir melepaskan malam dengan memasukkan kain ke dalam air mendidih yang sudah dicampuri bahan untuk memudahkan lepasnya lilin. Kemudian dibilas dengan air bersih dan diangin-anginkan lagi.

I. Sekian

Demikianlah pembahasan kita pada kesempatan kali ini mengenai pengertian seni batik yang telah ditulis secara lengkap dan serinci mungkin, agar dapat kalian pelajari dan jadikan referensi.

Selain pembahasan mengenai seni batik, kalian juga dapat membaca pembahasan lain mengenai  seni fotografi yang juga dibahas secara lengkap.

Akhir kata, semoga pembahasan-pembahasan tersebut dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih 🙂

Naufal Pemuda biasa yang ingin hidupnya bermanfaat untuk ummat

Sketsa Kupu Kupu

Naufal
6 min read

Pengertian Seni Reklame

Naufal
5 min read

Pengertian Seni Dekorasi

Naufal
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.