Zain Muhammad - Pemuda yang memiliki hobi Membaca, Menulis, Fotografi, dan Berpetualang -

Pengertian Seni Drama

8 min read

seni-drama

Pengertian seni drama – Di dalam kegiatan sehari-hari, tentunya kita sering mendengar kata drama. Bagi kalian yang sering menonton televisi, tentu tidak asing dengan sinetron atau film yang tayang di layar kaca. Misal adalah salah satu contoh drama.

Namun ada banyak sekali materi mengenai drama yang harus kita pelajari, baik dari pengertian drama, jenis drama, unsur-unsur drama, ciri-ciri drama, struktur, tujuan, serta fungsi dan manfaatnya.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan bersama-sama membahas mengenai seni drama secara lengkap dan rinci. Yuk simak pembahasannya!

A. Pengertian Seni  Drama

pengertian-seni-drama
source: bali.com

Apa itu drama? Drama adalah sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog, yang memiliki maksud untuk menampilkan sebuah pertunjukan yang diperankan oleh aktor.

Kata drama pertama kali berasal dari bahasa Yunani, yaitu “draomai” yang memiliki arti berbuat, bertindak, dan lain sebagainya.

Pementasan naskah drama biasa dikenal dengan istilah teater. Drama bisa dikatakan juga sebagai cerita yang diperagakan di panggung berdasarkan sebuah naskah.

Namun pada umumnya, drama memiliki 2 arti, yaitu drama dalam arti luas dan drama dalam arti sempit.

Pengertian drama dalam arti luas yaitu, segala bentuk pertunjukan atau  tontonan yang mengandung cerita yang dipertunjukkan atau ditontonkan di depan khalayak umum.

Sedangkan pengertian drama dalam arti sempit yaitu, sebuah kisah hidup manusia di dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung.

Drama merupakan karangan yang menggambarkan suatu kehidupan dan watak manusia dalam berperilaku, yang dipentaskan dalam beberapa babak/episode.

B. Pengertian Seni Drama Menurut Para Ahli

pengertian-drama-menurut-para-ahli
source: boombastis.com

Selain pengertian seni drama di atas, beberapa ahli dan pakar dalam bidang seni drama juga mengutarakan definisinya sebagai berikut:

1. Seni Handayani

Pengertian seni drama menurut Seni Handayanai adalah, bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni, yaitu seni sastra dan seni pertunjukan.

Sehingga drama dapat dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

2. Anne Civardi

Pengertian drama menurut Anne Civardi adalah, sebuah kisah yang diceritakan dengan menggunakan kata-kata dan gerakan.

3. Budianta, dkk (2002)

Pengertian seni drama menurut Budianta dan kawan-kawannya adalah, genre sastra yang dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialog atau percakapan diantara para tokoh yang ada.

4. Tjahjono (1988: 186)

Menurut Tjahjono, seni drama termasuk ke dalam karya sastra adalah, naskah ceritanya. Sebagai karya sastra, seni drama memiliki keunikan tersendiri.

Seni drama di ciptakan bukan hanya untuk dibaca, namun juga harus memiliki kemungkinan untuk dipentaskan atau ditampilkan.

Drama sebagai tontonan atau pertunjukan inilah yang biasa disebut dengan istilah teater.

Sebagai sebuah seni pertunjukan, drama mempunyai sifat “ephemeral”, artinya berawal pada suatu malam dan berakhir pada suatu malam yang sama.

5. Tambojang (1981: 15)

Pengertian seni drama menurut Tambojang yaitu cerita unik. Ia tidak hanya untuk dibaca, namun untuk dipertunjukkan sebagai tontonan.

Sebagai sebuah tontonan, maka drama adalah kesenian “ephemeral”, yang artinya bermula pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama.

6. Sumarjo (1984: 32)

Menurut Sumarjo pengertian drama adalah, karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor.

7. Krauss (1999: 249)

Pengertian drama menurut Krauss di dalam bukunya Verstehen und Gestalten yaitu:

“Gesang und Tanz des altgriechischen Kultus stammende künstlerische Darstellungsform, in der auf der Bühne im Klar gegliederten dramatischen Dialog ein Konflikt und seine Lӧsung dargestellt wird.”

Drama merupakan sebuah bentuk gambaran seni yang datang dari nyanyian dan tarian ibadat Yunani kuno, yang di dalamnya dengan jelas terorganisasi dialog dramatis, sebuah konflik dan penyelesaiannya digambarkan di atas panggung).

8. Ferdinand Brunetierre

Menurut Ferdinand Brunetierre, drama harus melahirkan sebuah kehendak dengan action atau gerak.

9. Wildan

Menurut Wildan pengertian drama adalah, komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

10. E. R. Reaske (1966: 5)

Pengertian drama menurut E. R. Reaske yaitu, sebuah karya sastra atau sebuah komposisi yang menggambarkan kehidupan dan aktivitas manusia degan segala penampilan, tindakan, dan dialog antara sekelompok tokoh.

11. KBBI

Di dalam KBBI, pengertian drama adalah, cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.

12. Wikipedia

Menurut laman wikipedia, drama adalah genre (jenis) karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak.

Drama menggambarkan fakta atau realita kehidupan, watak, dan tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan.

13. Tim Matrix Media Literata

Drama merupakan bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan.

Adapun pengertian drama yang lain, menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut:

  • Drama merupakan, sebuah cerita konflik kehidupan manusia berbentuk dialog yang dipentaskan menggunakan aksi dan percakapan yang dihadapkan kepada audience.
  • Drama juga dapat bermakana situasi, action, axciting (kehebatan), dan kualitas komunikasi.

Dialog atau percakapan di dalam pertunjukan sebuah drama di atas panggung adalah sesuatu yang sangat penting. Oleh karena itu, dialaog sangat menentukan isi dari cerita drama yang dipentaskan.

Drama pada saat ini semakin banyak diminati. Baik dijadikan sebagai hiburan ataupun pengetahuan mengenai sejarah dan pengalaman hidup seseorang yang ditampilkan diberbagai macam media seperti televisi.

Baca juga: Pengertian Seni Tari

C. Sejarah Seni Drama

sejarah-drama
source: wartabahari.com

Seni drama merupakan seni yang dapat dibilang cukup tua usianya. Seni drama terlebih dahulu berkembang di dunia barat, yaitu berasal dari kawasan Yunani dan Romawi.

Bagaimanakah sejarah awal ditemukannya seni drama ini? Dari negara mana seni drama pertama kali ditemukan? Berikut ini adalah sejarah singkat seni drama.

Drama pada Zaman Yunani

Pada zaman Yunani, drama dijadikan sebagai bentuk kegiatan yang dikaitkan dengan upacara penyembahan dewa-dewa, ia disebut juga dengan sebuah cerita tragedi.

Hal ini disebabkan, drama mendapat inspirasi dari upacara penyembahan terhadap dewa, kemudian cerita tragedi di dalam drama memiliki sifat perjuangan manusia layaknya dalam upacara penyembahan.

Selain itu, pada zaman Yunani kuno, drama mendapat sindiran dengan sebuah pertunjukan. Pertunjukan tersebut berisi sindiran cerita duka yang kemudian dinamakan dengan komedi.

Pada zaman Yunani inilah terlahir dua jenis drama, yaitu drama bercerita tragedi dan komedi.

Adapun ciri-ciri drama tragedi Yunani adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan prolog yang cukup panjang.
  • Pementasan berdurasi sekitar satu jam.
  • Pementasan umumnya terdiri dari 3-5 bagian yang diselingi dengan paduan suara.
  • Tujuan dari pementasan drama adalah sebagai penyuci jiwa melalui rasa takut dan kasih sayang (katarsis).

Drama pada Zaman Romawi

Terdapat tiga tokoh di dalam drama Romawi kuno, yaitu: Plutus, Terence, dan Lucius Seneca.

Jenis cerita pada pementasan drama Romawi pertama akan bersifat religius dengan unsur pemujaan dewa, kemudian akan berganti menjadi sifat perjuangan manusia dalam mencari kekuasaan.

Penampilan drama pada zaman Romawi juga terlihat lebih megah dari pementasan drama pada zaman Yunani.

Drama pada Abad Pertengahan

Pada abad pertengahan yakni sekitar tahun 1500-an, di Eropa pengaruh gereja Katolik atas seni drama terbukti sangat besar.

Pengaruh dari gereja Katolik tersebut terlihat dalam pementasan yang melibatkan nyanyian. Nyanyian tersebut disenandungkan oleh para rahib dan koor (paduan suara).

Pada saat pihak gereja tidak memperbolehkan pementasan drama di dalam bangunan gereja, kemudian drama hanya dipentaskan di jalanan dan di lapangan.

Sehingga hal ini berpengaruh terhadap perubahan tema cerita yang cenderung bertema mengenai kebijakan, pengetahuan, kemiskinan, dan lain sebagainya.

Adapun ciri-ciri drama pada abad pertengahan adalah sebagai berikut:

  • Dialog di dalam drama menggunakan dialeg tertentu.
  • Pementasan dimainkan di tempat-tempat umum dengan memungut bayaran tertentu.
  • Dekor panggung bersifat simple dan simbolis.

Drama Zaman Italia

Pada zaman Italia, seni drama lebih bersifat imajinatif dan eksploratif. Istilah yang populer dalam zaman ini adalah “Comedial del ‘Arte” yang merupakan perkembangan dari drama komedi di Yunani.

Istilah tersebut adalah sebuah jenis pembawaan lakon pemain yang serba improvisasi. Pemain hanya diberi garis besar tema cerita, kemudian mereka mengembangkannya sendiri berdasarkan imajinasi masing-masing.

Tokoh pemain yang terkenal pada saat itu adalah Dante Alighieri dengan karyanya yaitu The Divine Comedy.

Adapun ciri-ciri dari drama pada zaman Italia adalah:

  • Cerita berdasarkan dongeng atau fantasi yang menjauhi kenyataan.
  • Cerita menekankan pada improvisasi pemain.
  • Bentuk gaya pementasan seperti: pantomime, dan adegan yang urutan alur nya tidak begitu diperhatikan.

Drama Zaman Elizabeth

Perkembangan seni drama pda zaman pemerintahan Ratu Elizabeth I dapat dibilang cukup pesat di Inggris (1558-1603). Berbagai macam jenis teater didirikan atas dasar prakarsa dari Ratu Elizabeth I.

Tokoh yang terkenal sebagai tonggak seniman pada zaman Ratu Elizabeth adalah Shakespeare.

Adapun ciri-ciri dari seni drama pada zaman Ratu Elizabeth adalah:

  • Dialognya bersifat sangat panjang.
  • Naskahnya bersifat puitis.
  • Jenis dramanya bersifat campuran antara drama tragedi dan humor (komedi).

Drama (Teater) Tradisional di Indonesia

Kasim Achmad di dalam bukunya yang berjudul “Mengenal Teater Tradisional di Indonesia” pernah mengatakan bahwa sejarah teater tradisional di Indonesia dimulai sejak sebelum zaman hindu.

Pernyataan tersebut memberikan bukti bahwa kehadiran seni drama di Indonesia ternyata sudah berakar sejak lama.

Pada saat itu, unsur-unsur drama tradisional terlihat digunakan untuk mendukung upacara keagamaan dan berbagai ritual yang ada di Nusantara.

Praktik bermain drama yang ada di Indonesia juga dapat dibilang cukup beragam, mulai dari drama yang bersifat pro terhadap rakyat, tragedi, komedi, dan fantasi. Semua tersedia dan masih dilestarikan hingga saat ini.

Contoh pementasan drama di Indonesia yang masih dilakukan hingga saat ini adalah pentas seni wayang.

Baca juga: Pengertian Seni Arsitektur

D. Ciri-ciri Drama

ciri-ciri-drama
source: blibli.com

Seni drama memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis karya sastra lainnya, adapaun ciri-ciri drama adalah sebagai berikut:

  • Drama harus memiliki tokoh atau karakter yang diperankan oleh manusia, wayang, atau boneka.
  • Seluruh kisah dalam cerita drama disampaikan dalam bentuk dialog, baik dialog antar tokoh ataupun dialog tokoh dengan dirinya sendiri (monolog).
  • Durasi waktu pementasan drama bisa berlangsung selama sekitar 3 jam.
  • Dalam drama harus terdapat konflik atau ketegangan yang menjadi inti dari cerita drama.
  • Pertunjukan drama selalu dilakukan dihadapan penonton dimana drama tersebut dilakukan sebagai sarana hiburan.

E. Unsur Drama

unsur-unsur-drama
source: m.ayobandung.com

Sama halnya dengan jenis karya sastra lainnya, drama juga mengandung unsur-unsur penting di dalamnya yang saling berhubungan. Adapun unsur-unsur drama adalah sebagai berikut:

  • Tema, adalah gagasan utama atau ide pokok yang terdapat di dalam cerita drama.
  • Alur, adalah jalan cerita dari sebuah drama, mulai dari babak awal hingga babak akhir.
  • Tokoh, adalah karakter dalam drama yang terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu.
  • Watak, adalah tingkah laku para tokoh yang ada di dalam drama. Watak baik (protagonis), watak jahat (antagonis).
  • Latar, adalah gambaran mengenai tempat, waktu, dan situasi yang terjadi di dalam drama.
  • Amanat, adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang drama kepada penonoton melalui cerita drama.

F. Struktur Drama

struktur-drama
source: halllippincott.info

Di dalam drama terdapat struktur alur yang tertata dan mengandung nilai seni yang tinggi. Dengan hadirnya struktur alur tersebut, maka penonton dapat menikmati drama yang dipentaskan.

Berikut ini adalah struktur di dalam drama:

  1. Babak atau Episode, merupakan bagian dari naskah drama yang merangkum peristiwa yang terjadi di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu.
  2. Adegan, merupakan bagian dari drama yang menunjukkan terjadinya perubahan peristiwa yang ditandai dengan terjadinya pergantian settingan waktu, tempat, dan tokoh.
  3. Dialog, merupakan percakapan yang dilakukan oleh dua atau beberapa tokoh dalam drama. Dialog menjadi hal utama yang membedakan drama dengan karya sastra lainnya.
  4. Prolog, adalah kata pengantar ketika akan masuk ke dalam sebuah drama yang memberikan gambaran umum tentang drama yang dipentaskan.
  5. Epilog, adalah bagian akhir dari sebuah drama yang dimana isinya menjelaskan kesimpulan, makna, dan pesan dari drama yang dipentaskan.

Baca juga: Pengertian Seni Reklame

G. Jenis-jenis Drama

jenis-jenis-drama
source: timesofindia.indiatimes.com

Drama dapat dibedakan menjadi beberapa kategori umum, yaitu berdasarkan penyajian lakon, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah.

Adapun beberapa jenis drama adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan Penyajian Lakon

  • Tragedi, adalah drama ytang mengisahkan kesedihan dari tokoh utama dalam drama. Biasanya drama berakhir dengan kisah yang menyedihkan.
  • Opera, adalah drama yang dialognya dilakukan dengan cara bernyanyi dan diiringi musik.
  • Komedi, adalah drama yang mempertunjukkan kelucuan para tokoh atau alur cerita lucu.
  • Tragekomedi, adalah drama yang memadukan antara tragedi dan komedi pada waktu yang sama.
  • Melodrama, adalah drama yang dialog dan lakonnya dilakukan sambil diiringi oleh musik atau melodi.
  • Tablo, adalah drama yang dilakukan dimana para tokoh tidak melakukan dialog, tapi mengutamakan kemampuan melakukan gerakan tanpa suara seperti pantonim.
  • Farce, adalah drama yang mempertunjukkan berbagai hal lucu melalui tingkah para pelakon. Mirip seperti dagelan tetapin tidak sepenuhnya sama seperti dagelan.

2. Berdasarkan Sarana

  • Drama panggung, adalah drama yang ditampilkan sepenuhnya di atas panggung dimana para pemain tidak dapat melakukan pengulangan adegan.
  • Drama televisi, adalah drama yang ditampilkan di televisi dimana para pemain dapat melakukan pengulangan adegan karena tidak ditampilkan secara langsung.
  • Drama radio, adalah drama yang hanya dapat didengarkan tanpa dilihat.
  • Drama film, adalah drama yang ditampilkan di layar lebar seperti bioskop. Drama ini dapat juga dilihat di televisi, namun setelah diputar di bioskop terlebih dahulu.
  • Drama wayang, adalah drama yang diperankan oleh wayang pada setiap adegannya.
  • Drama boneka, adalah drama yang menggunakan boneka sebagai tokoh di setiap adegannya.

3. Berdasarkan Keberadaan Naskah

  • Drama tradisional, adalah drama yang dipertunjukkan dimana para pemeran tidak menggunakan naskah saat berada di panggung. Dalam hal ini, pemeran membaca gambar cerita secara umum dan kemudian berimprovisasi sesuai dengan peran masing-masing.
  • Drama modern, adalah drama yang dipertunjukkan dimana para pemeran menggunakan naskah saat berada di panggung. Namun para pemeran dapat berimprovisasi pada kejadian-kejadian tertentu.

H. Fungsi Drama

fungsi-drama
source: blackcountryradio.co.uk

Lalu apa saja fungsi dan tujuan drama? Berikut ini adalah beberapa fungsi dan tujuan drama:

1. Hiburan

Drama bisa menjadi sarana hiburan bagi banyak orang. Drama yang bersifat komedi bisa membuat para penontonnya tertawa dan terhibur. Menonton drama juga bisa dijadikan hiburan atau pelipur lara untuk mengisi waktu luang kita.

2. Menambah Pengetahuan dan Wawasan

Selain menjadi sebuah sarana hiburan, drama juga bisa dijadikan sebagai sarana pendidikan atau edukasi.

Karena drama umumnya menceritakan tentang kehidupan atau kisah manusia, tentu di dalamnya terdapat berbagai nilai moral, pengetahuan, wawasan, dan lain sebagainya.

Kita tentu sering melihat drama yang berisi nilai-nilai kehidupan dimana nilai-nilai tersebut bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari.

Bukan hanya tentang nilai-nilai kehidupan saja, drama juga sering menyampaikan informasi berupa pengetahuan kepada penontonnya, misal drama mengenai sejarah, alam, dan lain sebagainya.

3. Menyampaikan Nilai Estetika

Agar drama yang dipertontonkan berjalan dengan maksimal, maka pertunjukan harus memenuhi nilai estetikanya.

Keindahan di dalam seni drama harus dipertunjukkan dengan baik, mulai dari gerakan, dialog, ekspresi, penataan, kostum, dan lain sebagainya.

Apabila pementasan drama hanya terlihat datar, tentu akan sulit menarik minat penonton dan pesan di dalam drama pun tidak bisa tersampaikan dengan baik.

4. Mengajarkan Nilai Sosial

Karena umumnya bercerita tentang kehidupan manusia, seni drama banyak menyampaikan nilai-nilai sosial seperti bagaimana cara hidup bermasyarakat yang baik, cara menghormati orang lain, membangun hubungan yang baik di dalam masyarakat, dan lain sebagainya.

I. Sekian

Demikianlah pembahasan kita mengenai pengertian seni drama yang dibahas secara rinci dan lengkap, agar dapat kalian pelajari dan jadikan sebagai referensi.

Semoga dengan adanya pembahasan tersebut dapat membantu kalian untuk memperdalam pemahaman mengenai seni drama.

Akhir kata, semoga pembahasan-pembahasan tersebut dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih 🙂

Zain Muhammad - Pemuda yang memiliki hobi Membaca, Menulis, Fotografi, dan Berpetualang -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.