Naufal Pemuda biasa yang ingin hidupnya bermanfaat untuk ummat

Pengertian Seni Fotografi

6 min read

pengertian-seni-fotografi

Pengertian seni fotografi – Seni fotografi, siapa yang tidak mengenalnya? Kegiatan berfoto pada saat ini bukan menjadi hal yang asing lagi dikalangan masyarakat.

Buat kalian yang ingin atau sedang mendalami seni fotografi, tentu untuk menjadi seorang fotografer profesional kalian perlu mengetahui ilmu dasar dari seni fotografi. Baik dari pengertian fotografi, jenis-jenis fotografi, teknik fotografi, dan juga etika dalam dunia fotografi.

Jika sebelumnya kita sudah membahas mengenai berbagai macam pengertian seni seperti seni rupa dan seni batik, maka pada kesempatan kali ini kita akan bersama-sama membahas secara rinci mengenai seni fotografi.

Yuk, baca pembahasannya sampai tuntas!

Pengertian Seni Fotografi

pengertian-fotografi
source: pixabay

Apa itu seni fotografi? Secara umum, pengertian fotografi adalah sebuah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya pada film.

Selain itu, fotografi juga memiliki pengertian sebagai proses atau metode untuk dapat mengahasilkan sebuah gambar atau foto dari satu objek, yaitu dengan cara merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya.

Pengertian fotografi secara bahasa, (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu “photos”: cahaya dan “grafo”: melukis atau menulis). Merupakan proses melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya.

Dalam hal ini alat yang paling populer untuk menangkap cahaya tersebut adalah kamera. Sehingga tanpa cahaya tidak akan ada foto yang dapat dibuat.

Prinsip Seni Fotografi

prinsip-seni-fotografi
source: pixabay

Sedangkan prinsip fotografi, yaitu memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan, sehingga dapat membakar medium penangkapan cahaya.

Medium yang telah dibakar dengan menggunakan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan dapat menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Namun agar bisa menghasilkan intensitas cahaya yang tepat dalam menghasilkan gambar, dibutuhkan sebuah alat ukur bantuan berupa lightmeter.

Kemudian setelah berhasil mendapatkan ukuran cahaya yang tepat, seorang fotografer dapat mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (aperture), serta kecepatan rana (speed). 

Kombinasi-kombinasi tersebut (ISO, diafragma, dan speed) dapat disebut dengan pajanan (exposure).

Hal yang paling penting pada seni fotografi adalah komposisi, dengan komposisi yang baik dan benar maka kita dapat menghasilkan foto yang memiliki makna dan cerita.

Pengertian Fotografi Menurut Para Ahli

pengertian-fotografi-menurut-para-ahli
source: nusantaratv.com

Selain pengertian seni fotografi secara umum yang telah disebutkan di atas, beberapa pakar dan ahli dalam seni fotografi juga memberikan definisi menurut diri mereka sendiri:

1. Elliot Erwitt

Menurut Elliot Erwitt, fotografi merupakan sebuah seni observasi. Hal tersebut tentang menemukan sebuah hal yang menyenangkan di tempat biasa.

2. Ansel Adam 

Menurut Ansel Adam, fotografi lebih dari sekedar sarana ide komunikasi faktual. Fotografi adalah sebuah seni kreatif yang dijadikan sebagai media berekspresi dan komunikasi yang kuat, yaitu dengan menawarkan berbagai persepsi, interprestasi, dan eksekusi yang tidak terbatas.

3. Amir Hamzah Sulaeman

Menurut Amir Hamzah Sulaeman, fotografi berasal dari kata foto yang artinya “cahaya”, dan grafi “menulis.”

Sehingga dapat dikatakan bahwa fotografi adalah menulis dengan bantuan cahaya, atau yang lebih dikenal dengan menggambar atau merekam gambar dengan bantuan cahaya melalui media yang disebut kamera.

4. Michael Langford

Menurut Michael Langford, fotografi merupakan sebuah kombinasi antara imajinasi dengan design visual, yaitu kemampuan perorganisasian praktis dan keterampilan.

Sehingga bukan hanya mengambil gambar semata, namun juga menata objek-objek yang ada di dalamnya agar bisa mencapai nilai estetik yang baru.

Sejarah Fotografi

sejarah-fotografi
source: pixabay

Pada abad ke-19, tepatnya pada tahun 1893 M adalah tahun dimana sejarah fotografi berawal. Pada saat itu, tepatnya di negara Perancis telah dinyatakan secara resmi bahwa fotografi merupakan sebuah teknologi baru.

Yaitu dengan menyimpulkan bahwa rekaman dua dimensi seperti yang dilihat oleh mata sudah dapat diambil ataupun direkam dan dibuat secara permanen.

Pada abad ke-5 sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti mendapati sebuah gejala.

Yakni apabila pada dinding sebuah ruangan yang gelap terdapat satu lubang kecil (pinhole), maka pada bagian dalam ruangan tersebut akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik melalui lubang tadi.

Mo Ti merupakan orang pertama yang menyadari mengenai fenomena kamera obscura (The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991).

Pada abad-abad berikutnya semakin banyak orang yang menyadari dan mengagumi fenomena ini.

Mulai dari Aristoteles pada abad ke-3 SM, serta seorang ilmuwan dari Arab yakni Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM yang berusaha menangkap fenomena ini ke dalam suatu alat.

Hingga pada tahun 1558 seorang ilmuwan asal Italia, Giambattista Della Porta menyebut camera obscura pada sebuah kotak yang membantu pelukis dalam menangkap bayangan gambar.

Berbagai macam penelitian terus dilakukan hingga mendapatkan hasil perkembangan pada tahun 1824.

Seorang seniman lithography asal Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833) setelah 8 jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya melalui proses yang ia sebut dengan helogravure (proses kerjanya hampir sama dengan lithograph) di atas pelat logam dilapisi aspal berhasil melahirkan sebuah imaji kabur.

Kemudian ia kembali melanjutkan percobaannya hingga pada tahun 1826. Foto yang dihasilkan tersebut, pada saat ini masih tersimpan di University of Texas di Austin, Amerika Serikat.

Baca juga: Pengertian Seni Kolase

Jenis-jenis Fotografi

Apabila tadi kita sudah membahas mengenai pengertian dan sejarah fotografi, berikut ini adalah jenis-jenis fotografi yang perlu kalian ketahui:

1. Potrait Photography

potrait-photography
source: markgaler.com

Jenis fotografi potret merupakan penangkapan gambar dengan menampilkan karakteristik atau kepribadian seseorang yang unik.

Bukan hanya menampilkan gambar atau foto orang saja, potrait photography yang bagus juga harus dapat menangkap ekspresi, kepribadian, mimik, ataupun suasana hati seseorang agar foto yang dihasilkan terlihat lebih berkesan.

2. Street Photography

street-photography
source: fujilove.com

Kegiatan atau aktivitas yang terdapat di jalan adalah tujuan utama bagi pecinta street photography. 

Namun ada beberapa ciri khas berbeda yang ditawarkan oleh street photography ini, yakni sebuah pendekatan yang berusaha menampilkan realitas sesungguhnya yang terjadi di sekitar jalan atau ruang publik secara spontan.

3. Landscape Photography

landscape-photography
source: tom-archer.com

Landscape photography lebih fokus pada pengambilan gambar berupa pemandangan alam seperti gunung dan laut.

Sehingga apabila kalian menginginkan hasil foto yang bagus, maka kalian perlu melihat momen-momen yang tepat untuk memotret seperti saat matahari terbit (sunrise) ataupun matahari tenggelam (sunset) pada saat cuaca cerah.

4. Food Photography

food-photography
source: adorama.com

Jenis food photohraphy ini sangat cocok buat kalian yang hobi makan. Bukan hanya sekedar menampilkan gambar atau foto makanan yang ada di dalam sebuah piring saja, namun bagaiman caranya agar orang yang melihat hasil foto kalian dapat merasakan lapar dan enaknya makanan tersebut.

Food photography menuntut seorang fotografer untuk bisa menciptakan komposisi foto yang menarik, serta memperlihatkan detail dari tekstur yang dipotret.

Untuk bisa mendapatkan hal tersebut, maka faktor pencahayaan harus benar-benar diperhatikan.

5. Fashion Photography

fashion-photography
source: jakmall.com

Fashion Photography, merupakan jenis fotografi yang fokus pada keindahan desain pakaian semisal gaun ataupun aksesoris fashion lainnya. Jenis fotografi ini tidak jauh berbeda dengan potrait photography.

Meski kedua jenis fotografi tersebut hampir sama, fashion photography lebih memfokuskan pada desain dan aksesoris pakaian agar orang-orang yang melihat dapat tertarik untuk membelinya.

6. Architectural Photography

architecture-photography
source: architectlist.com.au

Sesuai dengan namanya, fotografi jenis ini lebih fokus pada tampilan keindahan bentuk sebuah bangunan atau gedung.

Untuk mempraktekan jenis fotografi ini, kita mesti jeli dalam memperhatikan setiap sudut dan celah-celah bangunan agar bisa memperoleh komposisi yang bagus.

Bukan hanya itu, angle foto juga sangat menentukan hasil dari sebuah foto.

Architectural photography umumnya digunakan pada keperluan komersil, misalnya promosi gedung, apartemen, hotel, real estate, dan lain sebagainya.

7. Macro Photography

macro-photography
source: adorama.com

Para pecinta macro photography, umumnya sangat menyukai objek-objek foto seperti bunga atau serangga yang berukuran kecil.

Karena keistimewaan dari jenis fotografi yang satu ini adalah, membuat objek yang kecil agar bisa tampak sangat dekat dan menampilkan hasil detail yang apik.

Diperlukan kamera dengan fitur zoom yang bagus dan lensa macro, agar kita dapat melakukan macro photography serta mendapatkan detail-detail objek yang kecil tersebut.

8. Sport Photography

sport-photography
source: dailymail.co.uk

Mungkin kalian pernah melihat banyak orang yang memegang kamera dengan lensa besar di pinggir lapangan pada saat pertandingan sepakbola.

Pada ajang olahraga, ada berbagai macam momen dramastis yang terjadi. Momen-momen tersebut tentu sangat menarik untuk kita abadikan ke dalam sebuah foto.

Oleh karena itu, muncul jenis fotografi yang disebut dengan sport photography yang berusaha untuk mengambil setiap kejadian menarik pada ajang-ajang olahraga. Baik yang di lapangan ataupun yang di lintasan.

Untuk bisa mendapatkan objek foto yang bagus pada jenis fotografi ini, dibutuhkan kamera khusus yang sudah dilengkapi dengan lensa telezoom.

9. Journalism Photography

journalism-photography
source: iso.500px.com

Tujuan dan fungsi dari journalism photography yaitu menyajikan foto yang memiliki cerita atau nilai dari sebuah berita.

Kemudian foto tersebut dapat digunakan sebagai penayangan berita dan publikasi pada media massa.

Objek-objek yang diambil adalah hal-hal yang terjadi pada keadaan sekitar, dengan prinsip utamanya yakni menghasilkan foto kejadian yang sebenarnya tanpa ada rekayasa atau pun berpihak.

Teknik Dalam Fotografi

teknik-fotografi
source: pixabay

Berikut ini adalah beberapa teknik di dalam seni fotografi:

  • Teknik Zooming: Merupakan teknik yang membuat sebuah objek utama menjadi terlihat lebih jelas, dan background terlihat kabur/buram. Teknik ini berfungsi untuk mempertegas objek serta membuatnya semakin mencolok.
  • Teknik PanningPafa teknik yang satu ini, objek yang bergerak akan terlihat lebih tajam, sedangkan background yang diam akan terlihat kabur/buram. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita harus mengikuti objek pada saat membidik.
  • Teknik FreezingAdalah teknik memotret benda yang bergerak dengan menggunakan kecepatan sangat tinggi. Teknik ini seolah-olah membekukan gerakan pada benda.
  • Teknik MacroAdalah teknik memotret pada jarak yang sangat dekat, sehingga objek yang kecil bisa terlihat sangat besar.
  • Teknik Siluet (bayangan):  Adalah objek yang menutupi cahaya sehingga ia diterangi dari belakang secara total. Aturan dasar dari teknik ini yaitu objek harus benar-benar terlihat hitam.
  • Teknik BulbMerupakan kecepatan rana yang diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Hal ini dapat dilakukan denga cara menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama.

Etika Dalam Seni Fotografi

seni-fotografi
source: pixabay

Etika menjadi satu hal yang sangat penting di dalam dunia fotografi, khususnya apabila berkaitan dengan manusia lain. Berikut beberapa etika yang harus diperhatikan dalam memotret:

  1. Usahakan orang-orang disekitar menerima kehadiran kita
  2. Jangan memberikan tips dan janji muluk
  3. Dapat membedakan antara area publik, area terbatas, dan juga area terlarang
  4. Hindari memotret nude sebagai modus foto seni
  5. Jangan memotret minuman keras dan rokok
  6. Hentikan memotret korban musibah dan kecelakaan tanpa ada persetujuan
  7. Menghormati jalannya upacara keagamaan atau adat
  8. Memasukkan form kontrak rilis model dan rilis properti sebagai bagian dari perjanjian

Sekian

Demikianlah pembahasan kita mengenai pengertian seni fotografi yang dapat kalian pelajari dan jadikan sebagai referensi dalam memperdalam ilmu fotografi.

Apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat, kalian dapat membagikannya kepada teman-teman kalian yang sekiranya juga harus membaca pembahasan ini. Untuk kritik, saran, dan masukan kalian dapat menuliskannya pada kolom komentar.

Akhir kata, semoga pembahasan-pembahasan tersebut dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih 🙂

Naufal Pemuda biasa yang ingin hidupnya bermanfaat untuk ummat

Sketsa Kupu Kupu

Naufal
6 min read

Pengertian Seni Reklame

Naufal
5 min read

Pengertian Seni Dekorasi

Naufal
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.