Puisi Perpisahan Kelas 6 SD

Puisi perpisahan kelas 6 – disetiap ada pertemuan, sudah pasti ada perpisahan. Ya, walaupun sebenarnya perpisahan adalah salah satu hal yang sangat berat untuk dihadapi.

Apalagi jika perpisahan kali ini adalah perpisahan dengan orang-orang yang kita sayang dan pernah memberikan banyak kebaikan. Perpisahan sekolah misalnya, yang dimana kita akan meninggalkan guru-guru dan kawan-kawan yang pernah membersamai kita dalam belajar.

Sedih? Wajar, namun jangan sampai berlarut-larut.

Daripada sedih berkepanjangan, lebih baik kita hadirkan sebuah karya lisan ataupun tulisan yang berkesan untuk orang-orang yang kita sayang. Berikut adalah contoh puisi perpisahan kelas 6 tentang guru, sekolah, maupun sahabat.

1. Salam Perpisahan

Oleh: NN

Kini, hatiku tergores kesedihan

Ketika terucap salam perpisahan

Walau air mataku tak berlinang

Bukan berarti suatu kerelaan

Saat-saat langkah terayun

Jarak kita-pun semakin membentang

Akankah semuanya jadi terkenang

Atau hanyut terbawa gelombang

Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan

Sobat, dalam hatiku ini

Akan tetap membekas suatu kenangan

Kau sungguh baik, supel dan komunikatif

Siapapun mengenalmu pasti akan merindu

Namun untukku, janganlah kau biarkan

Aku terkulai lemas dalam kehampaan

Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan

2. Selamat Tinggal Guru

Guru…

Ijinkan kami meneteskan embun dimata ini.

Ijinkan kami menggenggam ketabahanmu.

Ijinkan kami memahami keihlasanmu.

Ijinkan pula, kami menyesali kesalahan dan kealpaan ini.

Guru…

Dengan lengan kecil ini, kami belajar menulis huruf satu demi satu.

Dengan hati ini, kami memahami kata hingga menjadi bahasa sempurna.

Kini.. Kami baru mengerti arti ketulusanmu.

Ketulusan yang tak terbayarkan dengan apapun itu.

Guru…

Tanpamu, kami bukanlah siapa, kami bukanlah apa.

Disudut dada kiri kami, namamu telah membeku menjadi satu.

Guru…

Maafkan kesalahanku

Maafkan kasalahan kami

Maafkan kesalahan teman­teman kami

Maafkan kesalahan adik­adik kelas kami

Do’akan kami agar menjadi anak yang berbakti.

Guru…

Terimakasih atas segala keihlasanmu.

Terimakasih atas segala perhatianmu.

Terimakasih atas segala kasih sayangmu.

Terimakasih atas segala yang sudah engkau berikan kepada kami.

Guru…

Terimalah Salam Hormat kami

Terimalah Salam Takdzim kami

Terimalah Salam maaf kami

Biarlah Do’a kami yang memelukmu dari jauh

3. PUISI PERPISAHAN KELAS 6: Kenangan Kita

Kenangan kita

Semua terjadi di gedung kotak bernama sekolah

Kita bersama merangkak mengutip ilmu.

Kenangan kita

Kita bersama tertawa

Bersama menangis

Bersama bermain.

Kenangan kita

Sebentar lagi semua itu fiksi

Kenangan yang kita lalui hilang di telan waktu

Semua cerita kita tamat di pucuk kertas.

Kenangan kita

Kawan aku tidak ingin berpisah

Aku ingin kita saling menggenggam

Ingin cerita kita tiada usai.

Kenangan kita

Kita akan jauh nanti

Terbang menggapai bintang

Menempuh jalan panjang.

Kenangan kita

Saat nanti kita tiada bersama lagi

Aku ingin kita berjanji pada hati

Berjanji untuk tidak pernah melupakan

Melupakan semua kenangan kita kawan.

“Selamat Tinggal Sahabat”

Sahabat kau teramat berarti untukku

Kau selalu menjadi tempat, yang di mana aku selalu di mengerti

Kau selalu menjadi warna.

Wahai sahabat

Perpisahan sudah di depan mata

Sebentar lagi kita akan saling melepaskan

Kita tidak akan bertatap wajah.

Waktu berjalan begitu cepat

Kemarin rasanya ku tahu namamu

Kemarin rasanya kita menjadi teman sekelas

Mengenalmu adalah anugerah bagiku

Anugerah dikarenakan langit telah memberiku bintang yang selalu bercahaya

Kau adalah bintang yang indah.

Pada akhirnya kita harus berpisah

Sebagaimana dulu kita bertemu

Bukankah perpisahan itu terjadi karena ada pertemuan?

Aku harus ikhlas

Ikhlas melepaskanmu

Ikhlas bukan berarti melupakan

Karena jujur aku tidak pernah berniat untuk mengusirmu dari pikiranku.

Di sekolah ini kita bertemu

Juga di sekolah ini kita berpisah

Kita bertemu karena takdir

Berpisah juga karena takdir.

“Saat Saat Bersama”

Saat saat bersama

Kita lalui dengan banyak cerita panjang

Kita ukir dengan kenangan

4. PUISI PERPISAHAN KELAS 6: Doakan Kami

Oleh: Dimas Ibnu Al Rasyid

Bahagia, haru, sedih menyelimuti kemeriahan ini

Menumpahkan segala rasa

Mengenang segala kisah

Memohon panjatan do’a

Waktu berlalu begitu cepat tanpa kita sadari

Tanpa terasa kita kan berpisah

Ikatan emosi selama ini kan terlepas

Tiada daya untuk mengingkarinya

Kebahagiaan yang ada telah tertebus dengan jerih payah selama ini

Belajar tlah kami rengkuh dengan segala daya dan upaya

Bimbingan tlah kami dapatkan dengan ketulusanmu Guruku

Ilmu yang bermanfaat telah terpatri dalm benak kami

Tibalah saatnya kami undur diri

Tuk menggapai asa yang lebih tinggi

Tuk Menghadapi tantangan masa depan

Mencapai cita-cita mulia di hadapan

Kesalahan, kekhilafan, kenakalan, kecerobohan, dan ketidaksopanan kami

Tiada maksud kami untuk menyakiti

Penyesalan atas kebodohan kami

Ribuan maafmu kami harapkan

Waktumu, Ilmumu, bimbinganmu telah menyejukkan hati kami

Petunjukmu telah menuntun kami

Nasehatmu telah menyelamatkan kami

Tiada yang dapat kami berikan sebagai balasan selain ucapan terima kasih kami yang tulus dari lubuk sanubari terdalam

Tersisa satu harap

Guruku, Do’a mu kutunggu

Restumu kunanti

Tuk menerangi jalan kami yang makin berliku

Semoga do’amu kan selalu menyertaiku

5. PUISI PERPISAHAN KELAS 6: Celotehan Pena

Oleh: Thiany Sii Grey Cappucino

Dalam puing-puing dedaunan

Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna

Jauh aku mengarungi arti dari sebuah perjumpaan , dalam butiran do’a

Dengan mencoba bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya… sebuah perjumpaan

Denyut nadi tak bisa berhenti

Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu

Dari sebuah titik menjelmalah menjadi garis yang berlalu-lalang

Itulah seumpamanya

Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan

Yap…lebih tepatnya sebuah keakraban

Lajur kehidupan memang di takdirkan untuk berputar , begitu pula alur cerita ini… perjumpaan

Sekian Lama tinggal di bukit suka

Kini aku terjatuh , jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan

Pada rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu… duka dan sakit

Tertatih , tapi bukan seras pedih

Selayaknya mentari yang selalu menyinari , aku masih terus berfikir

Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan?

Suara hati mencairkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan

Malam berlalu…….

Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagiaku

Tatkala suara pretir menyambar rjantungku menghentikan serasa denyut nadi ini, petir bagaikan dukaku

Bahkan hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun , hujan bagaikan tangisanku

Bagian dari suasana hatiku

Hujan berhenti…..Tahukah kau bintang….?

Tersadar akan ini , tak perlu terluka dalam nestapa , bahagiaku dengan manja

Aku sudah merasa cukup dengan semua itu… perjumpaan dan keakraban

Walau tatkala kata “perpisahan” menggelegar di telingaku , aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan

Namun,,,,Kini ku menyadari…

Di dunia ini………

Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,

Begitu pula sebaliknya…

Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi

Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal

Semua yang berawal akan berakhir Dan semua yang berakhir akan awal

6. Salam Hormatku

Padahal berbagai ilmu telah engkau serahkan kepada kaSaat engkau telah sabar mengajarku

Saat engkau tegar menghadapiku

Dan saat engkau ihlas mendidikku

Kini apa yang dapat kulakukan

Untuk membalas semua kebaikanmu

Wahai guruku..

Sungguh mulia kedudukanmu

Engkau mendapat gelar pahlawan tanpa tanda jasa

Engkau bersabar dan tanpa mengenal putus asa

Kini tinggal kenangan dan kesedihan

Mengenangmu sungguh luar biasa

Mengorbananmu tiada tara

Ketika hari ini diriku usai dalam pendidikan

Sungguh berat meninggalkanmu

Kini hatiku sedih dan merasa enggan

Bila terucap kata perpisahan

Sungguh diriku tak mampu menahan kesedihan

Bila harus pergi meninggalkan engkau dan teman-teman

Ketika hari ini terucap kata perpisahan

Hati ini penuh dengan kesedihan

Berat untuk mengucapkan kerelaan

Air mata terus bercucuran

Berdoa agar tak hanya sampai disini kita jumpa

Saat guru tersenyum

Kebahagianku kini selalu terasa riang

Namun ketika engkau meneteskan air mata

Diriku bingung diam tanpa kata

Apa yang dapat kulakukan untuk mengembalikan senyuman

Tidak hanya sebatas angan

Walau jarak semakin membentang

Walaupun berbeda keadaan

Semua tentangmu akan selalu kukenang

7. Maafkan Kesalahan Kami

Kini waktunya berpisah denganmu wahai guruku

Maafkan atas kesalahan yang pernah kami perbuat

Keusilan dan kenakalan yang membuatmu marah dan kesal

Hingga mengusik ketenangan dalam belajarmi

Tanpa lelah dan tak kenal kesal hati

Penuh perjuangan untuk membekali anak negeri

Segunung pengetahuan rela ia ajarkan perlahan

Sekarang kami menjadi tau karena kesabaranmu

Sekarang kami menjadi disiplin karena engkau mengajarkan hal kecil harus diperahatikan

Sekarang kami kreatif karena engkau mengajarkan untuk aktif

Dan sekarang kami cerdas karena engkau telah mengusir malas

Semua telah engkau berikan wahai guruku

Keberhasilan sudah nampak di depan mata

Hingga terlihat jelas dan merasuk ke retina

Sampai terbentuk bayang-bayang yang nyata

Maafkan semua tindakan tak terpuji

Sampai tergores di hati kecilmu nan suci

Baktimu akan selalu terkenang walaupun raga berada dipelosok negeri

Jasamu akan selalu ku ingat hingga akhir nanti

8. Terima Kasih Guruku Pujaan Hatiku

Pagi hari ini seperti tak biasa

Berkumpul membaur sebanyak rasa

Haru…sedih….bahagia menjadi satu…

Satu nuansa tanpa rekayasa

Kebahagiaan kami tertumpah di sini

Berhasil melewati ujian akhir tahun ini

Lalu… menjadi haru mengiris hati…

Teringat kisah kasih selama ini

Kisah suka duka persahabatan kami,

Dan kasihmu wahai guru-guru yang kami cintai

Sedih..akhir dari perasaan kami

Kala menyadari perpisahan harus terjadi

Setelah kesan dan pesan terlanjur terpatri

Menjadikan kami murid yang berprestasi tinggi

Bahagia …sedih..dan haru…

Menyatu karna kemurnian sentuhanmu

Membuat lidah kami terasa kaku

Untuk sekadar berucap padamu…

Thanks you for all and good by guru

Hanya itu yang kami mampu…

Oh pagi ini begitu sayu

9. Puisi Perpisahan Kelas 6: Maafkan Sahabat

Nafas ini tersengal menjerit

Diredam sedih dekap kerinduan

Tak peduli khalayak ramai

Perpisahan selalu menjadi bingkai perih

menghitung waktu ketika kita tak lagi bertemu

Sesering dulu saat kita berseragam abu – abu

Tak ada canda menertawai sang guru

Tak ada tawa menggunjing pemuda

Wahai sahabat perjuangan

Disini kita kan selalu ingat

Ada sahabat yang menuntun kita

Menuju kedewasaan

Diantara kemarahan kita

ada kedewasaan yang tersirat

Diantara kebersamaan kita

Ada kasih Tuhan yang tersurat

Maaf atas lisan yang tak bertuan

Maaf atas sikap yang tak berkelakuan

Maaf atas fikir yang tek tertentukan

Kita tetap dalam naungan persahabatan

10. Satu Harapan

Guru

Engkau bagaikan cahaya

Yang menerangi jiwa

Dari segala gelap dunia

Guru

Engkau adalah setetes embun

Yang menyejukan hati

Hati yang ditikam kebodohan

Guru

Dalam benak kami yang dalam

Kami sadar akan kesalahan

Kami menyesal atas kebodohan

Bapak……..ibu ……………Guruku

Tersisa satu harap

Ribuan maafmu kami panjatkan

Keikhalsan do’a kami pintakan

Restumu kan kami nantikan

Tuk menerangi jalan kami yang makin berliku

11.PUISI PERPISAHAN KELAS 6: Untuk Guruku

Hari ini tak ada lagi

Puisi yang ku tulis untukmu

Hari ini tiada lagi

Kata-kata indah yang ku ungkapkan padamu

Semua terdiam dan termangu

Hanya air mata yang menetetes di pipimmu

Oh guruku, hapuslah air matamu

Ku tak sanggup melihat semua itu

Sungguh aku sayang……

Padamu ku ucapkan sejuta terimakasih

Karenamu tinggalkan kenangan

Yang tak terhapuskan

Kaulah pelipur hati disaat lara

Guruku, disaat suka dan duka

Sejuta kenangan indah

Kala canda tawa….

Bersamamu

Aku belajar untuk membaca

Kepadamu aku berlatih tentang asa

Kau lukiskan indahnya mega

Kau tuturkan tulusnya surya

Kini kau berada didepan kami

Kau harus melangkah meninggalkan kami

Untuk teruskan perjalanan…….

Ku tak kuasa melihat semua ini

Kutak mampu melihat airmatamu

Yang terus menetes

Hingga luluhkan hatiku

Haruskah kuteteskan airmata ini

Haruskan kupeluk kau dan tak pernah

Kulepas lagi

Hanya kaulah teladanku…..

Hati yang dulu mampu tersenyum..

Kini hanya terharu dan pilu

Mengapa ini semua

Begitu cepat berlalu

Masa depan yang cerah

Itu harapanku

Mengejar cita, itu perintahmu

Sungguh begitu tulus kasihmu

Begitu besar pengorbananmu

Meski aku sering menentangmu

Walau aku selalu menyangkalmu

Kau tetap berdiri didepan

Untuk mengajariku

Kau tetap bercerita

Tentang indahnya dunia……

Kekayaan yang paling berharga dihatiku

Adalah aku pernah memilikimu

Dan kebahagiaan yang paling inidah dalam hidupku

Adalah saat ku menatap wajahmu

Jangan menangis guruku

Janganlah kau bersedih hati

Dan biarlah kau hanya menjadi

Bayang indah yang harus kukenang

Pergi, kita semua harus pergi

Untuk lepaskan kebersamaan ini

jati dirimu pancarkan cahaya ilmu

yang menuntunku disetiap waktu

yang mengiringi disetiap langkahku

yang menerangi didalam kehidupanku

dan hanya terimakasih yang mampu

ku ucapkan padamu

Biarkanlah kami melangkah pergi

Untuk teruskan perjalanan ini

Semua kisah yang pernah terjadi

Tetap kenanglah didalam Hati

12.Kenangan Di Sekolahku Tercinta

Hari demi hari begitu cepat berganti bersama mentari

Pagi hari yang cerah menjadi persaksian aku semangat sekolah

Siang hari yang terik menjadi teman dalam indahnya memetik

Bunga-bunga ilmu itu merekah menggoda sang penuntut

Penuh semangat bergandengan dengan kawan seperjuangan

Menyatu dalam genggamaan asa terangkan masa depan

Pantang untuk menyerah dengan alasan kata bermakna lelah

Terus menyelami air berilmu sampai menemukan itu

Sungguh sekolah ini menjadi cerita sendiri dalam dinding hati

Tidak akan terlupakan walau tersiram sebongkah debu

Kisahnya sesejuk embun pagi yang bening di dedaunan

Memberi kesejukan pada insan yang berbalut turut merasakan

Sekarang kenangan hanya tinggal kenangan, Kenangan di sekolahku tercinta

Terimakasih telah menjadi tempat sebaik-baiknya rumah

Persinggahan untuk hari tua

Terimakasih telah melindungi anak negeri dari terik mentari

Terimakasih sekolahku, engkau tempat terbaik menuntut ilmu

Semua akan kami tinggalkan untuk meneruskan perjuangan

Gerbang-gerbang kesuksesan telah menunggu kami di sana

Akan kami kencangkan pacuan dengan cemerlang kecerdasan

Sampai bertemu kembali di pintu-pintu teraih kemenangan

Sekian

Demikianlah pembahasan tentang puisi perpisahan kelas 6 SD yang dapat dijadikan sebagai refrensi.

Semoga pembahasan-pembahasan tersebut dapat bermanfaat, dan jangan lupa untuk membaca pengertian puisi lama dan baru agar lebih faham mengenai puisi.

Sekian dan terimakasih.

Tinggalkan komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.