Naufal Muhsy Founder of Trifaris Media site. Sangat menyukai bisnis online dan saat ini sedang mendalami Internet Marketing.

Sejarah Tolak Peluru Beserta Cara Bermainnya

4 min read

sejarah tolak peluru beserta cara bermainnya

Mengulas sejarah tolak peluru secara lengkap dan terperinci, baik di dunia ataupun di Indonesia. Dilengkapi juga dengan teknik dasar beserta cara bermainnya yang unik.

Tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga atletik, olahraga ini sudah ada sejak zaman Yunani kuno.

Apabila diartikan secara sederhana, tolak peluru memiliki arti sebagai bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat yang berbentuk bundar (peluru).

Untuk mengetahui ulasan dan sejarah lebih lengkapnya, berikut adalah pembahasan lengkap mengenai sejarah tolak peluru yang baik untuk kamu simak.

Sejarah Singkat Tolak Peluru Dunia

Sejarah Singkat Tolak Peluru Dunia
source: runnerspace.com

Sebagai salah satu cabang olahraga atletik dan kerap dilombakan, tolak peluru memiliki sejarah yang cukup panjang dan menarik.

The shot put atau tolak peluru, ternyata sudah dikenal sejak beberapa ribu tahun yang lalu. Yaitu pada masa kerajaan Yunani kuno.

Pada saat itu tolak peluru masih bernama weight trowing atau lempar beban. Peraturan dan cara bermainnya juga sedikit berbeda dengan yang ada saat ini.

Laki-laki di Britania (Inggris) kerap menjadikan olahraga ini sebagai bahan uji kekuatan.

Peluru yang mereka gunakan saat itu masih berupa batu, belum berupa plat logam sebagaimana yang digunakan sekarang.

Kemudian pada era abad pertengahan kerap kali terjadi peperangan di wilayah Eropa, salah satunya di Inggris.

Meriam besi dan canon balls adalah dua senjata yang sang mematikan pada saat itu.

Dari sinilah, canon balls yang saat itu digunakan sebagai peluru meriam menjadi cikal bakal lahirnya olahraga tolak peluru ini.

Para prajurit waktu itu, sering melakukan perlombaan dengan cara melempar canon balls sejauh munkin.

Pertama Kali Sejarah Tolak Peluru Dilombakan 

Pada tahun 1866, Skotlandia tercatat sejarah sebagai negara yang pertama kali menyelenggarakan pertandingan olahraga tolak peluru. Namun perlombaan tolak peluru tersebut masih bersifat kejuaraan amatir.

Kemudian pada tahun 1896, barulah tolak peluru mulai diikut sertakan dalam ajang perlombaan skala besar sekelas Olimpiade di Athena, Yunani.

Dari situ cabang olahraga tolak peluru mulai berkembang cukup pesat seiring dengan berjalannya waktu.

Sejarah Perkembangan Tolak Peluru

Perkembangan tolak peluru yang paling pesat yaitu terjadi pada tahun 1950.

Dimana saat itu seorang pria bernama Parry O’Brein berhasil memperkenalkan teknik lemparan tolak peluru.

Karakteristik dari teknik yang diperkenalkan tersebut yaitu, pelempar memulai tolakan/ lemparannya dengan menghadap bagian belakang ring.

Hingga akhirnya teknik ini lebih dikenal dengan metode o’brein atau meluncur.

Seiring dengan perkembangan sejarah olahraga tolak peluru, ternyata ada teknik dari O’brein yang lebih populer dari teknik meluncur, yaitu teknik berputar.

Ciri utama dari teknik ini adalah, pelempar tidak bergerak ke arah belakang ring, namun pelempar berusaha untuk melempar peluru melewati ring tolak peluru.

Pada akhirnya, organisasi internasional yang menjadi wadah utama dari olahraga atletik salah satunya tolak peluru yaitu International Amateur Athletic Federation atau yang biasa disebut IAAF.

Sejarah Singkat Tolak Peluru Indonesia

Sejarah Singkat Tolak Peluru Indonesia
source: nesabamedia.com

Sama halnya dengan sejarah bola voli, sejarah tolak peluru pertama kali masuk di Indonesia yaitu di era kolonial yang dibawa langsung oleh pemerintah Belanda.

Pada masa itu, pemerintah Belanda sudah mulai memasukkan cabang olahraga ini ke dalam kurikulum pelajaran sekolah milik Belanda. Namun olahraga ini hanya bisa dimainkan oleh siswa-siswi dari kalangan bangsawan Belanda saja.

Sehingga pada awal perkembangannya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal olahraga tolak peluru ini.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, pemerintah Belanda mulai memasukkan olahraga ini ke dalam kurikulum sekolah masyarakat pribumi.

Sejak saat itu, tolak peluru mulai tersebar dan dikenal secara luas oleh kalangan masyarakat Indonesia.

Kemudian dikarenakan tolak peluru belum memiliki wadah resmi, maka tolak peluru berada di bawah naungan NIAU (Nederlands Indisehe Atletiek Unie).

Organisasi ini lah yang kemudian bertanggung jawab untuk menyelenggarakan berbagai pertandingan atletik.

Mulai dikenalnya tolak peluru oleh banyak kalangan, berhasil melahirkan perkumpulan-perkumpulan olahraga tolak peluru di Sumatera dan Jawa.

Di Medan, Sumatera Atletik Bond sukses menyelenggarakan kompetisi atletik yang turut diikuti oleh HBS, MULO, dan sekolah-sekolah lainnya. Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga yang ikut dipertandingkan.

Walaupun olahraga tolak peluru (beserta cabang olahraga atletik lainnya) sudah dikenal dari zaman penjajahan, secara resmi PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) baru berhasil dibentuk di Semarang pada 3 September 1990.

Sejak beridirinya PASI, olahraga tolak peluru dan cabang olahraga atletik lainya semakin berkembang dengan baik.

Saat itu kegiatan pertama yang dilakukan oleh PASI yaitu, memilih duta-duta atletik guna mewakili Indonesia pada ajang kompetisi SEA Games.

Kemudian Indonesia semakin rutin mengirimkan delegasi untuk ikut serta dalam kejuaraan regional dan internasional, dan terus melaksanakan pembinaan terhadap atlet-atlet tolak peluru.

Seiring dengan berjalannya waktu, olahraga tolak peluru tetap populer dan cukup diminati di Indonesia. Walaupun tidak sepopuler dengan olahraga basket, sepak bola, bulu tangkis, dan tenis meja.

Teknik Dasar Tolak Peluru

Teknik Dasar Tolak Peluru

Teknik dasar tolak peluru sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh para atlet atau siswa yang ingin berlatih tolak peluru.

Bukan sekedar untuk mendapatkan hasil lemparan yang jauh, namun juga untuk keselamatan diri.

Sebab kesalahan dalam memegang dan melemparkan peluru besi yang berat, bisa berakibat fatal dan mengakibatkan cedera serius.

Oleh karena itu, untuk menghasilkan lemparan yang kuat (jauh) dan aman, kamu perlu mengetahui teknik-teknik dasar dalam tolak peluru ini.

Secara umum terdapat 3 tenik dasar tolak peluru yang harus dikuasai, yaitu:

  1. Teknik Memegang Peluru
  2. Teknik Meletakkan Peluru di Leher
  3. Teknik Menolak Peluru

Cara Bermain Tolak Peluru

Cara Bermain Tolak Peluru
source: trackandfieldnews.com

Pertama gerakan yang harus dilakukan dalam bermain tolak peluru adalah:

  • Meletakkan bola di dekat leher, kemudian posisi siku harus sejajar dengan lantai
  • Lalu bola/ peluru tersebut harus dilempar sekuat tenaga dan sejauh mungkin

Setidaknya ada 2 macam teknik lemparan pada tolak peluru, yaitu spin dan glide.

Pada teknik lemparan spin, pelempar terlebih dahulu harus memutar tubuhnya lebih dari sekali. Teknik ini merupakan teknik yang sering dan banyak digunakan oleh para atlet tolak peluru.

Sementara pada teknik glide, pemukul terlebih dahulu harus menghadap 180 derajat dari posisi lemparan. Kemudian pada saat melempar, pelempar harus memutar tubuhnya.

Peraturan di Dalam Tolak Peluru

Peraturan di Dalam Tolak Peluru
source: stuff.co.nz

Setiap cabang olahraga pastinya memiliki peraturan dan tata tertib yang berbeda-beda, sama halnya tolak peluru.

Terdapat 12 poin peraturan wajib yang harus ditaati di dalam cabang olahraga tolak peluru, 9 poin tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Atlet tidak diperbolehkan untuk menggunakan sarung tangan, namun boleh mengenakan taping atau pelindung ruas jari selama pertandingan.
  2. Atlet boleh memasuki lingkaran tolakan dari arah mana saja. Umumnya para atlet masuk dari samping dan belakang.
  3. Atlet boleh memegang bagian dalam wilayah lemaparan berupa lingkaran besi.
  4. Sejak dipanggilnya nama, atlet hanya diberi waktu selama 60 detik untuk menyelesaikan pertandingan. Apabila dalam waktu 3 menit atlet belum melakukan tolakan, maka akan dikenakan diskualifikasi.
  5. Peluru hanya boleh ditolak dengan menggunakan 1 tangan, dan posisi haru lebih tinggi dari bahu
  6. Atlet akan dikenakan diskualifikasi apabila meletakkan peluru tidak sesuai dengan peraturan. Misal di depan perut atau belakang kepala.
  7. Atlet harus menahan peluru dengan menggunakan leher pada saat melakukan gerakan tolakan.
  8. Gerakan tolakan hanya boleh dilakukan di dalam lingkaran. Apabila sedikit dari kakinya saja keluar batas lingkaran, maka atlet terkena diskualifikasi.
  9. Peluru harus jatuh atau mendarat di area pendaratan yang disediakan (34, 92 derajat). Apabila peluru jatuh/ mendarah di luar sektor pendaratan atau gagal 3 kali, atlet terkena diskualifikasi.
  10. Setelah melakukan tolakan, maka atlet harus segera meninggalkan lingkaran melalui sisi belakang lingkaran.
  11. Pengukuran akan dilakukan mulai dari lokasi tempat peluru mendarat/ jatuh pertama kali sampai tengah lingkaran.
  12. Atlet baru boleh meninggalkan lingkaran setelah peluru jatuh/ mendarat.

Sekian

Demikianlah ulasan mengenai sejarah tolak peluru beserta pembahasan teknik dasar, cara bermain, dan peraturan yang ada di dalam olahraga tolak peluru.

Semoga dengan adanya pembahasan ini, dapat membantu dan memudahkan kamu dalam mempelajari dan mempraktekannya dengan baik.

Akhir kata semoga dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih 🙂

Naufal Muhsy Founder of Trifaris Media site. Sangat menyukai bisnis online dan saat ini sedang mendalami Internet Marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.