Naufal Pemuda biasa yang ingin hidupnya bermanfaat untuk ummat

Tulisan Arab Innalillahi

8 min read

tulisan arab innalillahi

Tulisan Arab Innalillahi – Kalimat innalillahi wa inna ilaihi raji’un, merupakan salah satu kalimat yang tentunya sudah tidak asing bagi kita semua.

Ya, kalimat ini sering diucapkan pada saat kita mendapatkan musibah, ataupun pada saat seorang muslim baik itu saudara kita, atau saudara seiman kita meninggal dunia.

Tentunya di dalam kalimat tersebut terdapat sebuah keutamaan dan hikmah yang luar biasa, sebagaimana hikmah dan keutamaan yang ada di dalam kalimat Taqabbalallahu minna wa minkum ini.

Nah, kemudian apa saja sih keutamaan dan hikmah yang ada dibalik kalimat innalillahi wa innaa ilahi raji’un ini? Dan bagaimana cara penulisan kalimat Innalillahi dengan bahasa Arab yang baik? Yuk simak pembahasannya berikut!

Tulisan Arab Innalillahi wa Innaa Ilaihi Raji’un yang Baik dan Benar

tulisan arab innalillahi wa innaa ilaihi raji'un
source: berita.initu.id

Bagi sebagian kita, mungkin kalimat ucapan innalillahi wa innaa ilaihi raji’un ini sudah tidak asing lagi. Namun meskipun begitu, ternyata masih ada diantara kita yang belum tau cara menulis kalimat innalillahi ini dengan menggunakan bahasa Arab yang baik.

Tapi tidak perlu khawatir, karena berikut ini telah kami sediakan pembahasan lengkap mengenai kalimat innalillahi wa innaa ilaihi raji’un atau yang biasa disebut dengan kalimat istirja:’

Tulisan Arab Innalillahi wa innaa ilahi raji’un beserta arti:

~ اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ ~

Arti dari ucapan Innalillahi wa innaa ilaihi raji’un: “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jualah kami kembali.”

Tulisan Innalillahi latin:

Innalillahi wa innaa ilaihi raji’un

Innalillahi wa innaa ilaihi raji’un arti perkata:

Sesungguhnya kami adalah اِنّا
Kepunyaan Allah لِلّهِ
Dan وَ
Sesungguhnya kami اِنّا
Kepada Allah jualah اِلَيْهِ
Kembali رَجِعُوْنَ

Tulisan Arab Innalillahi dan Kumpulan Auto Text Tulisan Arab

Selain hanya tulisan bahasa Arab innalillahi wa innaa ilaihi raji’un di atas, disini kami juga menyediakan koleksi atau kumpulan auto teks tulisan dalam bahasa Arab yang umumnya digunakan sehari-hari:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

(Assalamu ‘alaikum Wr. Wb)

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

(Wa ‘alaikum salam Wr. Wb)

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

(Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.)

اَهْلاًوَسَهْلاً

(ahlan wa sahlan)

اَللّهُ اَكْبَرُ

(Allahu Akbar)

اَلْحَمْدُلِلّهِ

(Alhamdulillah)

اَللّهُ

(Allah)

آمِّينَ

(amin)

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ

(Astaghfirullah)

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

(Bismillahirrahmanirrahim)

بَارَكَ اللّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرِ

(Do’a untuk Pengantin)

حَلاَلً

(halal)

حَرَمً

(haram)

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ

(innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun)

اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

(insya Allah

جَزَاكَ اللّهُ

(jazakallah)

جَزَاكِ اللّهُ

(jazakillah)

جَزَاكُمُ اللّهُ

(jazakumullah)

لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ

(laa haula wa laa quwwata illa billah)

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ

(laa ilaaha illallah)

مَاشَآءَاللّهُ

(masya Allah)

سُبْحَانَ اللّهُ

(subhanallah)

اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ

(lafadz takbiran)

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ

(taqabalallahu minna wa minkum)

تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ

(taqabal ya kariim)
وَ اِيَّكُمْ

(wa iyyakum)

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ

(penutup ceramah)

Tulisan Arab Innalillahi wa Innaa Ilaihi Raji’un di Dalam Al-Qur’an

tulisan arab innalillahi di dalam al qur'an
source: muslimobsession.com

Apabila kamu membaca atau menghafal QS. Al-Baqarah, tentu kamu akan sampai pada ayat ke 156, nah pada ayat tersebut kamu akan menemukan sebuah ayat yang bunyinya: “Innalillahiwainnailaihirojiun.”

Itulah dasar atau ayat yang dijadikan oleh ummat Islam sebagai pedoman mengenai anjuran diperintahkannya mengucapkan kalimat “tarji” pada saat tertimpa musibah.

Adapun arti lengkap dari QS. Al-Baqarah: 156 tersebut adalah:

“Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Innalillahiwainnailaihirojiun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jualah kami kembali). (QS. Al-Baqarah: 2: 156)

Tulisan Arab Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un di Dalam Hadist

Supaya kamu bisa lebih memahami mengenai makna dan pengertian dari kalimat istirja’ ini, berikut kami juga menjelaskan tulisan Arab Innalillahi dalam hadist:

Pada dasarnya, apabila terdapat sebuah ayat di dalam Al-Qur’an, tentunya ayat tersebut akan diperjelas juga dengan keterangan di dalam hadist.

Sehingga dari hadits, kita dapat mengetahui dan memahami secara jelas mengenai bagaimana terjadinya sebuah perintah atau anjuran dari Allah SWT untuk manusia khususnya ummat Islam.

Singkatnya yaitu, dengan mengkaji sebuah hadist yang berhubungan dengan makna kandungan Al-Qur’an, maka kita akan mengetahui asbabun nuzul diturunkannya ayat Al-Qur’an.

Berhubungan dengan tulisan Arab innalillahi wa inna ilaihi raji’un, bahwasannya diriwayatkan oleh Ali bin Al Husain, dari kakeknya Nabi Muhammad SAW, ia bersabda:

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa musibah, lalu ia mengenangnya dan mengucapkan kalimat istirja’ (innalillahi wa inna ilahi raji’un) melainkan Allah akan memberinya pahala sebanding hari ia tertimpa musibah” (Hadist ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. Kitab Al Bidayah wan Nihayah, 8: 221 oleh Ibnu Katsir).

Makna dan Hikmah Tulisan Arab Kalimat Istirja’ (Innalillahi wa Innaa Ilaihi Raji’un)

Sebagaimana tulisan Arab Alhamdulillah ini, kalimat istirja’ (innalillahi wa inna ilaihi raji’un) adalah salah satu potongan dari ayat Al-Qur’an yang terdapat pada Surah Al-Baqarah, ayat 156.

Isi lengkap dari ayat tersebut adalah:

~ الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون ~

Arti dari ayat tersebut adalah:

“Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jugalah kami kembali).” (Q.S. Al-Baqarah 2: 156)

Bacaan ayat di atas biasa disebut dengan bacaan “istirja” atau “tarji.” Adapun istirja’ sendiri merupakan frase umat Islam pada saat seseorang tertimpa musibah, dan umumnya juga diucapkan pada saat menerima kabar duka cita seseorang.

Oleh karena itu, umat Islam harus meyakini sepenuhnya bahwasannya Allah yang Maha Esa yang Maha Memberikan segala dan hanya Allah pula lah yang dapat mengambil.

Hal ini bertujuan sebagai bentuk ujian untuk umat manusia.

Selain itu, umat Islam juga harus dapat menyerahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah SWT, dan jangan lupa untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala sesuatu yang telah didapat.

Pada saat yang sama juga, mereka bersabar dan membacakan tulisan Arab innalillahi ini sebagai ungkapan ketika menerima cobaan atau musibah.

Kemudian hikmah apabila seorang muslim bersabar dan mengucapkan kalimat istirja’ pada saat mendapatkan suatu cobaan adalah, Allah SWT akan memberikan pahala kepadanya.

Tidaklah suatu cobaan atau musibah itu menimpa seorang hamba, melainkan atas kehendak Allah SWT.

Tentu kita juga sering mendapati atau melihat berbagai musibah yang terjadi, baik dari musibah yang kecil, hingga musibah yang besar seperti tsunami, gunung meletus, gempa bumi, dan lain sebagainya.

Allah juga tidak akan mendatangkan suatu musibah apabila tidak ada hikmah dibalik musibah itu sendiri.

Oleh sebab itu, kita sebagai orang yang beriman sudah selayaknya meyakini bahwa musibah yang diberikan Allah kepada kita pasti memiliki hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil.

Tiga Kategori Musibah

Adapun 3 (tiga) kategori musibah yang Allah SWT berikan kepada hambanya, yaitu:

  1. Kategori yang pertama adalah sebagai cobaan, musibah diberikan kepada seorang hamba untuk menguji kualitas keimanannya.
  2. Kategori yang kedua adalah sebagai teguran, diberikan kepada orang beriman yang telah melakukan kesalahan atau khilaf.
  3. Kategori yang ketiga adalah azab, diberikan kepada orang yang berbuat maksiat kepada Allah SWT (biasanya maksiat yang termasuk dosa besar).

Setelah melihat 3 kategori musibah di atas, sebagai seorang yang beriman sudah seharusnya bagi kita untuk senantiasa mawas diri dan intropeksi diri pada saat mendapatkan sebuah musibah.

Anjuran dan Keutamaan Membaca Kalimat Istirja’ (Innalillahi wa Innaa Ilaihi Raji’un)

Anjuran dan Keutamaan Membaca Kalimat Istirja' (Innalillahi wa Innaa Ilaihi Raji'un)
source: undanganmagelang.com

Sudah pastinya setiap orang di dunia ini mendapatkan atau mengalami yang namanya musibah di dalam hidupnya.

Ujian dalam hidup ini dapat diberikan oleh Allah SWT dengan berbagai macam bentuk, baik dalam bentuk nikmat kebahagiaan, ataupun dalam bentuk nikmat duka.

Oleh karena itu, semua yang Allah berikan kepada di dunia ini hanyalah berupa titipan, dan harus dapat dikelola dengan sebaik-baiknya oleh manusia.

Adapun keutamaan dari ucapan atau kalimat istirja’ (innalillahi wa innaa ilaihi raji’un) yang diucapkan oleh seorang hamba dengan bersungguh-sungguh dalam keimanan dan sabar adalah sebagai berikut:

Di dalam hadist, dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, beliau pernah mendengar Nabi SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ: {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} [البقرة: 156] ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

Artinya: “Apabila ada seorang muslim yang mengalami musibah, kemudian ia mengucapkan kalimat seperti yang Allah perintahkan, ‘Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun’ ya Allah berikanlah pahala untuk musibahku, dan gantikan untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya. Maka Allah akan memberikan ganti untuknya dengan yang lebih baik.” (HR. Muslim 918)

Keutamaan kalimat istirja’ (inna lillahi wa innaa ilaihi raji’un):

Sama halnya dengan ucapan salam “Assalamualaikum” dan “Waalaikumsalam,” tentu di dalam kalimat atau ucapan istirja’ ini memiliki keutamaan-keutamaan.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan yang terdapat di dalam kalimat istirja’ (inna lillhai wa innaa ilaihi raji’un):

  1. Membuat hati lebih ikhlas dan tawakkal kepada Allah SWT.
  2. Menjadikan diri lebih bersabar atas segala ujian dalam hidup.
  3. Tidak memberatkan hati.
  4. Tidak menyesali ujian atau masalah dengan berlarut-larut.

Syaikh Abdul Razzaq Al-Badr hafidzahullah menyampaikan:

“Bahwa kalimat istirja’ mengandung dua prinsip yang agung, apabila seorang hamba mewujudkannya dengan ilmu dan mengamalkannya, ia akan merasa terhibur dari segala musibahnya dan memperoleh pahala yang besar serta kesudahan yang indah.”

Gambar Kaligrafi Tulisan Arab Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un JPG & PNG

Nah, selain pembahasan-pembahasan di atas, buat kamu yang sedang mencari referensi mengenai contoh kaligrafi tulisan Arab innalillahi, berikut ini kami juga menyediakan contoh-contoh gambar kaligrafi innalillahi:

Gambar Kaligrafi Tulisan Arab Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un JPG & PNG
source: berita.initu.id
Gambar Kaligrafi Tulisan Arab Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un JPG & PNG
source: tutoriallengkapcoreldraw.blogspot.com
Gambar Kaligrafi Tulisan Arab Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un JPG & PNG
source: cikimm.com
Gambar Kaligrafi Tulisan Arab Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un JPG & PNG
source: academicindonesia.com
Gambar Kaligrafi Tulisan Arab Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un JPG & PNG
source: pinterest.com

Sekian

Demikianlah pembahsan kita mengenai tulisan Arab innalillahi yang dibahas secara lengkap dan rinci beserta makna, hikmah, dan keutamaan dalam membacanya.

Semoga dengan adanya pembahasan tersebut dapat membantu kalian dalam menulis tulisan Arab innalillahi dengan baik beserta makna-maknanya.

Akhir kata, semoga pembahasan tersebut dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih 🙂

Naufal Pemuda biasa yang ingin hidupnya bermanfaat untuk ummat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.